Anda di halaman 1dari 6

Nama : Alya Annissa Rouf

Npm : 201710315084
Kls : 6A-1
Rangkuman Siklus Investasi

SIKLUS INVESTASI

Istilah investasi sangat luas karena mecakup akuisisi perusahaan lain, memperluas dan
meningkatkan kapasitas pabrik, membeli surat berharga, mendirikan anak perusahaan, dan
sejenisnya. Investasi dalam surat berharga dapat berupa penamaan dalam surat-surat berharga yang
di klasifikasikan sebagai aktiva lancar maupun bukan sebagai aktiva lancar. Investasi surat berharga
sebagai aktiva lancar merupakan investasi temporer surat berharga yang marketable investasi
temporer ini bertujuan untuk memanfaatkan dana menganggur dalam jangka pendek untuk
memperoleh laba seperti kapital gain. Jangka waktu investasi temporer ini tidak lebih dari satu
periode akuntansi.

Disamping investasi temporer, investasi dapat dilakukan dalam bentuk penanaman modal
dalam surat berharga jangka panjang. Investasi ini pada umumnya merupakan bagian strategi jangka
panjang perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan klien membeli surat berharga perusahaan saingan
atau perusahaan pemasok bahan baku perusahaan klien yang dijual di bursa efek.

SIFAT SIKLUS INVESTASI

Siklus investasi suatu entitas atau perusahaan berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan
kepemilikan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan lain. Surat berharga tersebut dapat berupa
sertifikat deposito, saham biasa, saham referen, obligasi pemerintah, maupun obligasi perusahaan.
fungsi yang terlibat adalah:

PENGELOLAAN, PENCATATAN, DAN PENILAIAN

Pada umumnya, investasi perusahaan dilakukan oleh pegawai internal ataupun oleh
orang/perusahaan eksternal, misalnya perusahaan broker saham (pialang). Jika saham dikelola
secara nternal, minimal dua orang dipekerjakan untuk menanganinya. Bila saham dikelola orang
dalam, perlu diadakan pengecekan secara mendadak. Karyawan yang mengelola saham perlu
membuat cacatan detail mengenai surat berharga yang dipegang baik jumlah maupun nomor
serinya catatan detail tersebut merupakan alat kontrol. Jika surat berharga dikelola oleh perusahaan
luar maka perusahaan pialang tersebut perlu mengirim catatan tiap bulan ke perusahaan. Sesuai
dengan SFAC No. 12 “Accounting for Certain Marketable Securities”, surat berharga harus
digolongkan dalam kelompok potofolio sesuai dengan klasifikasi jangka waktunya dan dilaporkan
sesuai dengan prinsip LCOM.

AKUISISI, PENJUALAN, DAN PENDAPATAN

Semua akuisisi dan penjualan sahham harus mendapatkan otorisasi dari dewan direktur dan komite
investasi. Secara periodik, akuisisi dan penjualan saham dibandingkan dengan harga yang dipublikasi
kan untuk mengecek keakuratan pencatatan. Utang dan surat berharga mendatangkan biaya bunga
dan pendapatan deviden. Pendapatan deviden diakui saat diumukan.

Rekening yang digunakan dalam pencatatan transaksi investasi adalah:


 Surat berharga saham
 Surat berharga obligasi
 Investasi pada saham
 Investasi pada obligasi
 Pendapatan bunga
 Pendapatan dividen
 Laba dari investasi ( pada metode equity)
 Laba penjualan investasi
 Rugi penjualan investasi

TUJUAN AUDIT

Tujuan audit siklus investasi adalah untuk memperoleh bukti tentang masing-masing asersi signifikan
yang berkaitan dengan transaksi dan saldo sikus investasi. Tujuan audit ditentukan berdasar atas
kelima kategori asersi laporan keuangan yang dinyatakan oleh manajemen. Tujuan audit siklus ini
adalah sebagai berikut:

Asersi keberadaan dan Keterjadian

Tujuan audit asersi keberadaan atau keterjadian menekankan pada apakah seluruh saldo investasi
surat berharga dan modal saham benar-benar ada  pada tanggal neraca.

Asersi Kelengkapan

Asersi ini menekankan apakah seluruh transaksi dan saldo yang semestinya tercantum dalam
laporan keuangan, sudah benar-benar dicatat dan disajikan.

Asersi Hak dan Kewajiban

Asersi ini berusaha memastikan apakah perusahaan mempunyai hak  kepemilikan yang sah atas
saldo modal saham, dan infestasi surat  berharga. Tujuan audit asersi hak dan kewajiban :
menentukan apakah semua investasi yang tercatat adalah investasi yang dimiliki klien.

Asersi penilian dan Pengalokasian

Asersi penilaian berusaha memperoleh bukti mengenai apakah saldo investasi surat berharga telah
disajikan dalam laporan keuangan pada  jumlah yang tepat.

Asersi Pelaporan dan Pengalokasian

Auditor perlu menghimpun bukti mengenai apakah transaksi dan saldo tercatat telah tepat
diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan dalan neraca

MATERIALITAS, RISIKO, DAN STRATEGI AUDIT

Surat berharga sebagai investasi jangka pendek mungkin material untuk  kemampuan
membayar (solvabilitas) jangka pendek tetapi pendapatan atas investasi itu  jarang signifikan dengan
hasil operasi perusahaan. Dengan demikian, surat berharga yang dipegang atau dipunyai sebagai
investasi jangka pendek, biasanya meterial bagi neraca, tetapi tidak bagi laporan laba rugi.

Surat berharga yang dipegang atau dipunyai sebagai investasi jangka panjang, bisa jadi material baik
bagi neraca maupun laporan laba rugi. Investasi surat berharga jangka panjang pada umumnya
dilakukan dalam  jumlah nilai rupiah yang besar sehingga material bagi neraca.
Risiko adalah salah saji pada transaksi penanaman investasi pada umumnya rendah karena transaksi
ini merupakan transaksi yang terjadi. Lebih dari itu,  pengendalian intern atas transaksi ini, pada
umumnya efektif karena satu atau lebih direktur berpartisipasi dalam transaksi.

Strategi audit tertantung frekuensi transaksi penanaman investasi, baik   jangka pendek maupun
jangka panjang. &ila frekuensinya rendah, auditor akan menghemat biaya bila memaka primarily
substantive approach atau pendekatan  pengutamaan pengujian substantif. Sebaliknya, apabila
frekuensi transaksi tinggi, auditor  akan menghemat biaya kalau melakukan pengujian pengendalian
untuk menghimpun  bukti yang mendukung lower assessed level of control risk  .

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

Pemahaman struktur pengendalian intern siklus ini meliputi pertimbangan lingkungan pengendalian,
penaksiran resiko, informasi dan komunikasi sistem akuntansi,  pemantauan, dan prosedur
pengendalian.

Lingkungan Pengendalian

Titik tolak pemahaman SPI siklus investasi adalah pemahaman lingkungan pengendalian atas siklus
investasi. Lingkungan pengendalian sangat penting untuk mewujudkan SPI siklus investasi yang baik.
Perwujudannya adalah memahami pemberian kekuasaan dan tanggung  jawab atas transaksi
penanaman investasi pada bendahara perusahaan, manager keuangan, atau direktur keuangan
dengan demikian pelaksanaan transaksi ini slalu dilakukan oleh orang yang kompeten dan ahli dalam
bidang keuangan. Pemahaman dapat diperoleh melalui pengajuan  pertanyaan kepada managemen,
mempelajari bagan organisasi, dan menelaah deskripsi tugas.

Penaksiran Risiko

Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan pengidentifikasian,


analisis, dan pengelolaan risiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan
secara wajar  sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di indonesia penaksiran risiko dapat
ditujukan sebagai mana perusahaan mempertimbangkan kemungkinan transaksi dalam siklus
investasi yang tidak dicatat atau mengidentifikasi dan menganalisis estimasi yang signifikan yang
dicatat dalam laporan keuangan.

Penerapan sistem akuntansi sangat mendasar. Berusahaan biasanya memakai buku pembantu
investasi yang terpisah untuk setiap jenis surat  berharga. Pemahaman sistem akuntansi menuntut
pengetahuan auditor  tentang metode pemrosesan data, dokumen serta catatan pokok, yang
digunakan. Pemahaman sistem akuntasi diperoleh melalui penelaahan  buku manual akuntansi dan
flowchart system, mengajukan pertanyaan  pada personil akuntansi, dan pengalaman terdahulu
dengan klien. (kuntan harus memahami kompetensi personil akuntansi dan bagian EDP yang
bertanggung jawab atas pengolahan transaksi siklus investasi. Pemahaman diperoleh melalui
pengajuan pertanyaan, pengamatan, dan menelaah file atau arsip personel. formasi dan Komunikasi
( Sistem Akuntansi).

Dalam kaitannya dengan informasi dan komunikasi ini dalam siklus investasi, sistem informasi
mencangkup metode dan catatan yang digunakan untuk:

 Mengidentifikasi dan mencatat semua transaksi dalam siklus investasi secara sah.
 Menjelaskan pada saat yang tepat transaksi dalam siklus investasi yang cukup rinci dan
memungkinkan adanya penggolongan masing-masing transaksi itu untuk   pelaporan
keuangan.
 Mengukur nilai transaksi dari siklus investasi dengan tepat.
 Menyajikan transaksi dari siklus investasi dengan semestinya dan pengungkapan yang
berkaitan dalam laporan keuangan.

Aktivitas Pengendalian

Aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit atas transaksi dalam siklus investasi dapat
digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan  prosedur yang berkaitan dengan:

1. Review Kinerja
2. Pengolahan Informasi
3. Pengendalian Fisik
4. Pemisahan Tugas

Dokumen dan Catatan

Dokumen dan pencatatan yang dipakai meliputi:

1. Sertifikat Saham
2. Sertifikat Obligasi
3. Bornd Indeture
4. Broker’s advice
5. Buku Jurnal
6. Buku Pembantu Investasi

Fungsi

Fungsi yang terkait meliputi:

Pembelian surat berharga

Pembelian surat berharga pada umum nya dilakukan dalam jumlah nilai rupiah yang tidak kecil. Oleh
karena itu, pengendalian keputusan dan  pelaksanaan pembelian surat berharga harus memadai.
Pembelian harus dilakukan sesuai otorisasi manajemen. Apabila perlu perusahaan dapat
membentuk komite investasi.

Penerimaan pendapatan periodik

Pendapatan periodik investasi dapat berupa deviden maupun bunga. Kas yang diterima atas
pendapatan periodik tersebut harus disetor kan sesegera mungkin setelah kas di terima.

Penjualan surat berharga

Seperti pembelian surat berharga , penjualan surat berharga pada umumnya dilakukan dalam jumlah
nilai rupuah yang besar. Oleh karena itu, pengendalian keputusan dan pelaksanaan penjualan surat
berharga harus memadai. Penjualan harus dilakukan sesuai dengan otorisasi manajemen. Disamping
itu kas yang diterima atas penjualan surat  berharga tersebut harus di setor kan sesegera mungkin
setelah kas di terima.
Pencatatan transaksi

Seorang karyawan yang independen terhadap fungsi pemegang surat  berharga harus menjaga
catatan rinci atas transaksi surat berharga yang dimiliki perusahaan. )atatan rinci tersebut
dimaksudkan untuk  mengendalikan surat berharga yang semestinya ada di pemegang surat
berharga. 3ransaksi dan kejadian yang mempengaruhi saldo investasi harus di catat pada jumlah,
klasifikasi, dan periode akuntansi yang tepat.

Pengamanan atau penyimpanan surat berharga

Surat berharga yang dimiliki perusahaan dapat dipegang atau di simpan oleh manajemen
perusahaan klien atau dikelola oleh pihak ketiga seperti stock brokerage firm. (pabila disimpan
didalam perusahaan, minimlal dua orang karyawan harus bertanggung jawab atsa keberadaaan
surat  berharga tersebut untuk mencegah penjualan tanpa otorisasi. Jadi surat  berharga harus
dismpan di tempat yang aman dan akses atas karyawan yang berwenang.

Penjaga ketetapan buku pembantu investasi

Saldo investasi tercatat harus dibandingkan dengan surat berharga yang disimpan di dalma
perushaan maupun yang dikelola pihak ketiga. pelaksanaan pembandingan tersebut harus dilakukan
dalam interval waktu yang memadai.

PENGHIMPUNAN DAN PENDOKUMENTASIAN PEMAHAMAN

Penghimpunan pemahaman dapat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan atau wawancara,
menelaah dokumen, atau menelaah kembali pengalaman audior pada audit periode sebelumnya
dengan klien tersebut. Dokumentasi pemahaman dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner,
atau memo naratif (uraian tertulis).

PENETAPAN RISIKO PENGENDALIAN

Penetapan resiko pengendalian merupakan proses pengevaluasian efektivitas kebijakan dan


prosedur struktur pengendalian intern dalam mencegah dan mendeteksi salah saji meterial dalam
laporan keuangan. Risiko pengendalian ditetapkan untuk setiap asersi laporan keuangan. Proses
penentuan risiko pengendalian meliputi identifikasi salah saji potensial, pengendalian yang perlu,
dan pengujian pengendalian yang mungkin dilakukan.  

Salah saji dan pengendalian yang perlu, dikembangkan auditor berdasar   pengetahuannya atas
pengolahan transaksi pengeluaran kas atau checklist standar milik  kantor akuntan publiknya.
Melalui pemahaman struktur pengendalian intern klien, auditor dapat mengetahui apakah
pengendalian yang diperlukan, telah dirancang, dan dijalankan oleh klien.

Pengujian pengendalian yang dilakukan dapat menghasilakan bukti mengenai efektivitas rancangan
dan operasi pengendalian. Bukti tersebut kemudian digunakan untuk menetapkan risiko
pengendalian untuk setiap asersi yang signifikan yang terkait dengan transaksi investasi. Dalam
primarily substantive approach,  peahaman struktur pengendalian intern dipakai untuk perencanaan
audit, dan merancang  pengujian substantif.

PENGUJIAN SUBSTANTIF SALDO INVESTASI

Dalam rangka untuk merancang pengujian substantif, akuntan  pertama kali harus
menentukan tingkat resiko deteksi yang diterima untuk  masing-masing asersi terkait signifikan.
Tinggi rendahnya risiko deteksi tergantung pada besarnya risiko audit yang ditetapkan, risiko
bawaan, dan risiko pengendalian.
PERTIMBANGAN PROGRAM AUDIT

Auditor dapat merancang program audit untuk mencapai tingkat risiko deteksi yang dapat
diterima untuk masing-masing asersi. Pada umumnya pengujian substanstif lebih banyak diterapkan
untuk asersi keberadaan atau keterjadian, penilaian dan pengalokasian. Bila tingkat risiko deteksi
yang dapat diterima rendah untuk suatu asersi, maka lebih banyak prosedur pengujian substantif
yang perlu dilakukan, dan suditor perlu mengintensifkan efektivitas prosedur pengujiannya. Auditor
juga dapat memodifikasi penentuan waktu dan luas pengujian substantif tertentu.

Prosedur Inisial

Tahap ini auditor berusaha mendapatkan data mengenai investasi pada awal tahun dengan
menganalisa data yang ada di dalam kertas kerja tahun lalu. Kemudian menganalisa untuk
menentukan adanya aktivitas yang tidak biasa. Data yang  berkaitan dengan penambahan dan
pengurangan investasi yang ada di dalam skedul diverifikasi secara matematis untuk menentukan
keakuratannya.

Penetapan Prosedur Analitis

Prosedur analitis saldo investasi meliputi keterkaitan di antara akun-akun tertentu dalam periode
berjalan dan analisis rasio tertentu. 8asil rasio kemudian dibandingkan dengan data klie sebelumnya
atau dengan ekspektasi dalam anggaran. 1asio yang dapat dipakai meneraokan  prosedur analitis
antara lain:

 Tingkat ROI (Return on Investment)


 Rasio Investasi per total aset

Pengujian Detail Saldo

 Vouching Penjurnalan dalam Akun Investasi


 Konfirmasi Surat Berharga yang Dipegang atau Dikelola Pihak Lain
 Uji Cut off
 Inspeksi dan Perhitungan Surat Berharga diTangan
 Menghitung Kembali Pendapatan yang Diperoleh
 Menelaah Dokumentasi Mengenai Nilai Pasar Surat Berharga
 Membandingkan Penyajian Laporan Keuangan dengan Prinsip Akuntansi yang Berterima
Umum