Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

T
DENGAN PREDIABETES

SRI RISKYANTI.BAHAR

PO714201161085

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
DIV KEPERAWATAN
2019/2020
Kasus:

Tn. T umur 49 tahun memeriksakan diri ke Rumah Sakit dengan keluhan sejak 1 bulan
terakhir mudah merasa lelah, mudah haus dan lapar, lebih sering kencing dan mengeluh kurang
tidur karena sering terbangun untuk kencing. Tn. T merupakan perokok aktif dari 10 tahun lalu,
kadang menghabiskan 10 batang/hari, jarang berolahraga dan suka makan yang manis-manis.
Tn.T bekerja sebagai petani tinggal bersama istrinya dan 3 anaknya. Tn. T tidak memiliki
Riwayat penyakit sebelumnya, Ibu Tn. T 2 tahun lalu meninggal karena penyakit DM yang di
deritanya. Dari pemeriksaan Tn. T dihasilkan TTGO-nya 180 mg/dl, BB 73 kg dan TB 160 cm,
TD 120/80 mmHg, nadi 88x/I, RR 12x/I dan suhu 36,5℃, HDL 30 mg/dl, trigliserida 180 mg/dl,
LDL 180 mg/dl dan GDP 119 mg/dl.

I. Pengkajian
A. Identitas
Nama : Tn. T
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 49 tahun
Tanggal Pengkajian : 13 Mei 2020
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Petani

B. Anamnesis
1. Keluhan Utama : lemas.
2. Riwayat keluhan utama : Klien masuk Rumah Sakit dengan keluhan sejak 1 bulan
terakhir mudah merasa lemas, mudah haus dan lapar, lebih sering kencing.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien tidak mempunyai penyakit terdahulu
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu Tn. T meninggal karena penyakit diabetes
5. Kebiasaan/polahidup/life style
Keluarga mengatakan bahwa Klien mempunyai kebiasaan merokok, jarang olahraga dan
suka makan yang manis-manis.
6. Obat-obat yang digunakan
Klien hanya mengkomsumsi obat warung jika demam atau batuk

C. Pengkajian Keperawatan
1. Persepsi kesehatan & pemeliharaan kesehatan
Jika ada anggota keluarga yang sakit, jarang berobat ke dokter.
Interpretasi :
Keluarga mengatakan bahwa ke dokter itu hanya jika sakitnya sudah parah.
2. Pola nutrisi/ metabolik
a. Antropometeri
BB = 73 kg
TB: 160 cm
IMT= BB/(Tb(m)2) = 28,5
Kategori IMT
Underweight < 18,5
Normal 18,5-24,9
Overweight >25
Interpretasi: berdasarkan rumus IMT, Klien termasuk kategori overweight
b. Biomedical sign :
Kolesterol total : 210 mg/dl
Gula darah puasa : 115mg/dl
Interpretasi :
Pada hasil lab didapatkan nilai dlam batasan tidak normal(tinggi) kolesterol total
dan gula darah puasa
3. Pola eliminasi:
a. BAK
1) Frekuensi : >4 kali sehari
2) Jumlah : ±1000-1200 cc/jam
3) Warna : berwarna kuning jernih
4) Bau : berbau khas
5) Kemandirian : mandiri
b. BAB
1) Frekuensi : 1x/hari
2) Jumlah : normal
3) Warna : kuning
4) Bau : bau khas
5) Karakter : berbentuk
6) Kemandirian : mandiri
Interpretasi :
Pola eliminasi BAK klien terganggu
4. Pola aktivitas dan Latihan
Klien dalam melakukan ADL perlu dibantu.
Aktivitas harian (Activity Daily Living)
Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan / minum √
Toileting √
Berpakaian √
Mobilitas di tempat tidur √
Berpindah √
Ambulasi / ROM √
Ket: 0: tergantung total, 1: dibantu petugas dan alat, 2: dibantu keluarga, 3: dibantu
alat, 4: mandiri
5. Pola tidur dan istirahat
Durasi : Klien mengatakan tidur pada pukul 22.00 WITA- 05.30WITA (7,5 jam) dan
siang hari tidur selama 2 jam. Tetapi klien mengeluh sering bangun untuk kencing
Interpretasi : Klien mengalami gangguan pola tidur
6. Pola kognitif dan perseptual
Fungsi Kognitif dan Memori :
Mampu berkomunikasi dan berorientasi dengan baik saat dilakukan pengkajian.
Penglihatan, Pendengaran , pengecapan dan penciuman, Klien berfungsi dengan baik.
Sensori, Klien masih mampu membedakan sensori tajam dan tumpul
Interpretasi :
Klien tidak mengalami gangguan pada pola kognitif dan memori
7. Pola persepsi diri
a. Gambaran diri : Klien mengatakan bisa bekerja mencari uang.
b. Identitas diri : Klien merupakan seorang suami dan ayah yang sudah
memiliki 3 anak.
c. Harga diri : Klien percaya dirinya dapat sembuh dan segera
melakukan aktivitas sehari hari yaitu menjalani hidup dengan keluarga kecilnya.
d. Ideal Diri : Klien ingin segera sembuh dan ingin segera bekerja
kembali agar bisa menghidupi keluarganya.
e. Peran Diri : Klien mengatakan dirinya tidak bisa melakukan kegiatan
yang terlalu berat
Interpretasi :
Pola persepsi diri Klien tidak mengalami gangguan, gambaran diri Klien tidak
mengalami gangguan
8. Pola seksualitas & reproduksi
Klien mengatakan sudah mempunyai 3 anak. Klien mengatakan tidak pernah
memiliki riwayat gangguan reproduksi.
Interpretasi:
Tidak ada masalah
9. Pola peran dan hubungan
Klien mengatakan perannya Klien ada seorang suami sekaligus kepala rumah tangga
yang harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan bekerja sebagai petani.
Hubungan Klien dengan orang terdekat tidak mengalami masalah.
Interpretasi :
Klien mengalami gangguan peran saat sakit.
10. Sistem nilai dan keyakinan
Klien mengatakan Klien beragama Islam dan selalu taat dalam menjalankan
kewajiban sholatnya walaupun di tempat tidur
11. Pola koping dan stres
Klien mengatakan apabila ada masalah pasti didiskusikan dengan keluarganya dan
saudara terdekatnya.
D. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital
N : 88x/menit,
RR : 12x/menit,
TD : 120/80 mmHg,
S : 36,5 ℃
2. Pemeriksaan Kepala
Bentuk Kepala: Mesochepal, tidak terdapat deformitas
Rambut : Dominan hitam dan tidak mudah rontok
3. Pemeriksaan Mata
Konjungtiva : Pada mata kanan dan kiri terlihat anemis.
Sklera : Pada mata kanan dan kiri terlihat ikterik
Pupil : Isokor kanan-kiri, diameter 3 mm, reflek cahaya( + / + )
Palpebra : Tidak edema
Visus : Baik
4. Pemeriksaan Hidung
Bentuk : normal, tidak terdapat deformitas
Nafas cuping hidung : tidak ada
Sekret : tidak terdapat sekret hidung
5. Pemeriksaan Mulut
Bibir : Tidak sianosis, tidak kering
Lidah : Tidak kotor, tepi tidak hiperemi
Tonsil : Tidak membesar
Faring : Tidak hiperemis
Gigi : Lengkap
6. Pemeriksaan Telinga
Bentuk : normal, tidak terdapat deformitas
Sekret : tidak ada
Fungsional : pendengaran baik
7. Pemeriksaan Leher
JVP : tidak meningkat
Kelenjar tiroid : tidak membesar
Kelenjar limfonodi : tidak membesar
Trakhea : tidak terdapat deviasi trakhea
8. Pemeriksaan Thorak
a. Paru-paru
Inspeksi : simetris kanan kiri, tidak ada retraksi, tidak ada sikatrik.
Palpasi : vocal fremitus kanan sama kiri
Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru, batas paru hepar pada SICV LMC
dextra
Auskultasi : suara dasar vesikuler, tidak ada suara tambahan di semua lapang paru
b. Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Batas jantung
Auskultasi : S1- S2, reguler, tidak ada mur-mur, tidak ada gallop
9. Pemeriksaan Ekstremitas
Superior : tidak ada deformitas, tidak ada edema, perfusi kapiler baik, anemis, akral
hangat.
Inferior : tidak ada deformitas, tidak ada edema, CRT bagian ujung lebih dari 3
detik, perfusi kapiler buruk, tidak anemis, akral dingin
II. Klasifikasi Data

Data Subjektif Data Objektif

- Klien mengeluhmudah merasa - IMT : 28,5 Kg/M2


Lelah - N : 88x/menit,
- Klien sering haus dan lapar - RR : 12x/menit,
- Klien lebih sering kencing - TD : 120/80 mmHg,
- Klien mengatakan suka makan - S : 36,5 ℃
yang manis-manis - HDL 30 mg/dl
- Klien mengatakan merokok sejak - Trigliserila 180 mg/dl
10 tahun yang lalu dan kadang - LDL 180 mg/dl
menghabiskan 10 batang/hari - GDP : 119 mg/dl
- Klien mengakatan ibu meninggal - Klien tampak lesu
karena diabetes mellitus - Konjungtiva anemis
- Klien mengatakan jarang
berolahraga

III. Analisa Data


No Data Etiologi Masalah
1. DS usia, aktivitas dan Ketidakstabilan
- Klien mengeluh sering haus dan kadar gula darah
gaya hidup yang tdk
lapar
- Klien mengatakan suka makan sehat
yang manis-manis
Sel beta di pankreas
- Klien mengatakan merokok sejak
10 tahun yang lalu dan kadang terganggu
menghabiskan 10 batang/hari
Defisiensi insulin
- Klien mengakatan ibunya
meninggal karena diabetes melitus Retensi insulin
- Klien mengatakan jarang
Hiperglikemia
berolahraga
DO Kadar glukosa darah
- IMT : 28,5 Kg/M2
tidak terkontrol
- N : 88x/menit,
- RR : 12x/menit,
- TD : 12/80 mmHg, Ketidakstabilan kadar
- S : 36,5 ℃ glukosa darah
- HDL 30 mg/dl
- Trigliserida 180 mg/dl
- LDL 180 mg/dl
- GDP : 119 mg/dl
2. DS Defisiensi insulin Gangguan Pola
- Klien mengeluh kurang tidur Tidur
karena sering bangun untuk Hiperglikemia
kencing
DO Glukosuria
- Klien tampak lesu
- Konjungtiva anemis Diuresis Osmosis
- N : 12x/i
- HDL 30 mg/dl Kehilangan cairan
- Trigliserida 180 mg/dl hipotonik
- LDL 180 mg/dl
- GDP : 119 mg/dl Polidipsi

Gangguan pola tidur

IV. Diagnosa Keperawatan


1. Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan gangguan toleransi glukosa
darah dibuktikan dengan mudah merasa Lelah, sering haus dan lapar, lebih sering
kencing.
2. Gangguan Pola Tidur berhubungan dengan proses perjalanan penyakit (polyuria)
dibuktikan dengan mengeluh kurang tidur karena sering bangun untuk kencing.
V. Rencana Keperawatan

Nama (inisial) Klien : Tn. T


Umur : 49 tahun
Nomor RM : 1539378
Ruang Rawat : Melati

No Diagnosis Perencanaan
Keperawatan
Tujuan Intervensi Rasional

1 Ketidakstabilan Setelah dilakukan 1. Identifikasi 1. Mengetahui


Kadar Glukosa kemungkinan penyebab
Tindakan
Darah berhubungan penyebab keluhan yang
dengan gangguan keperawatan selama hiperglikemia sedang
toleransi glukosa diderita klien
1x24 jam di harapkan
darah dibuktikan 2. Monitor kadar 2. Mengetahui
dengan kadar glukosa dalam glukosa darah kondisi
DS glukosa
darah dalam batas
- Klien mengeluh dalam darah
mudah merasa normal dengan apakah
lelah, sering haus mengalami
kriteria hasil:
dan lapar, lebih peningkatan
sering kencing - Kadar gula darah atau
- Klien dalam batars penurunan
mengatakan suka normal 3. Monitor tanda dan 3. Tanda-tanda
makan yang - Tidak mudah gejala seperti
manis-manis Lelah hiperglikemia poliuri,
- Klien - BAK normal polidipsi dan
mengatakan polifagi dapat
merokok sejak 10 menyababkan
tahun yang lalu tingkat
dan dan kadang keletihan
menghasbiskan berlebih pada
10 batang/hari klien
- Klien 4. Agar dapat
mengakatan memanajeme
ibunya meninggal 4. Anjurkan monitor n diabetes
karena diabetes kadar gula darah yang dialami
melitus secara mandiri oleh klien
- Klien dengan
mengatakan mengetahui
jarang cara
berolahraga penenganann
DO ya
- IMT : 28,5 Kg/m2 5. Diet dan
- N : 88x/i, olahraga
5. Anjurkan
- RR : 12x/i, yang tepat
kepatuhan
- TD : 120/80 dapat
terhadap diet dan
mmHg, membuat
olahraga
- S : 36,5 ℃ kadar
- HDL 30 mg/dl glukosa
- Trigliserida 180 darah
mg/dl menjadi
- LDL 180 mg/dl normal
- GDP : 119 mg/dl 6. OHO dan
6. Kolaborasi Insulin dapat
pemberian obat menurunkan
jika perlu kadar
glukosa
darah

2. Gangguan Pola Tidur Setelah dilakukan 1. Identifikasi pola 1. Memantau


berhubungan dengan aktivitas dan tidur pola tidur
Tindakan
proses perjalanan klien
keperawatan selama 2. Identifikasi faktor 2. Mengetahui
penyakit (polyuria)
pengganggu tidur faktor-faktor
dibuktikan dengan: 1x24 jam diharapkan
yang
masalah keperawatan menyebabkan
DS
tidur klien
gangguan pola tidur
- Klien mengeluh 3. Identifikasi terganggu
kurang tidur teratasi dengan manakan dan 3. Apabila klien
karena sering minuman yang makan
kriteria hasil:
bangun untuk mengganggu tidur mendekati
kencing 1. Klien tidak waktu tidur
serta minum
DO mengeluh kurang
banyak air
tidur sebelum tidur
- Klien tampak dapat
lesu 2. Konjungtiva tidak
menyebakan
- Konjungtiva anemis klien sering
anemis kencing
- N : 12x/i 3. Klien tampak 4. Modifikasi
4. Lingkungan
- HDL 30 mg/dl segar lingkungan yang nyaman
- Trigliserida 180 (missal : dapat
mg/dl pencahayaan, membantu
- LDL 180 mg/dl kebisingan, suhu, klien cepat
- GDP : 119 mg/dl dan tempat tidur) untuk
istirahat
5. Apabila
5. Batasi waktu tidur terlalu lama
siang jika perlu tidur di siang
hari, maka
pada malam
hari klien
akan susah
atau lebih
larut untuk
istirahat
malam
VI. Implementasi dan Evaluasi

Nama (inisial) Klien : Tn. T


Umur : 49 tahun
Nomor RM : 1539378
Ruang Rawat : Melati

Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi Tanda Tangan

Selasa/ 12 Mei 1. Mengidentifikasi S:


2020 kemungkinan penyebab
hiperglikemia - klien mengatakan
08.30 Wita Hasil: Ibu klien masih mudah merasa
meninggal karena lelah
diabetes melitus, klien - klien masih mengeluh
suka makan yang sering haus dan lapar
manis-manis, klien - klien masih sering
jarang olahraga kencing
2. Memonitor kadar O:
glukosa darah
Hasil: GDP : 119 mg/dl - klien tampak lesu
3. Memonitor tanda dan - IMT : 28,5 Kg/m2
gejala hiperglikemia - N : 100x/i,
Hasil: sering merasa - RR : 14x/i,
haus dan lapar, lebih - TD : 110/80 mmHg,
sering kencing, mudah - S : 36,8 ℃
merasa lelah - HDL 30 mg/dl
4. Menganjurkan monitor - Trigliserida 180 mg/dl
kadar gula darah secara - LDL 180 mg/dl
mandiri - GDP : 115 mg/dl
Hasil: klien dan
keluarga mengerti A : Ketidakstabilan
5. Menganjurkan Kadar Glukosa Darah
kepatuhan terhadap diet P : Lanjutkan Intervensi
dan olahraga
Hasil: klien suka
makan yang manis-
manis, klien jarang
olahraga
6. Mengolaborasi
pemberian obat jika
perlu
S:
Rabu/ 13 Mei 1. Mengidentifikasi
2020 kemungkinan penyebab - klien mengatakan
09.00 Wita hiperglikemia - klien mengatakan
Hasil: Ibu klien frekuensi haus dan
meninggal karena laparnya sudah tidak
diabetes melitus, klien terlalu sering
mengurangi makan - klien mengatakan
yang manis-manis sudah tidak sering
2. Memonitor kadar kencing (Normal)
glukosa darah
Hasil: GDP : 115 mg/dl O:
3. Memonitor tanda dan - klien tampak lebih
gejala hiperglikemia semangat
Hasil: klien - IMT : 28,5 Kg/m2
masihsering merasa - N : 100x/i,
haus dan lapar, lebih - RR : 14x/i,
sering kencing, mudah - TD : 110/80 mmHg,
merasa lelah - S : 36,6 ℃
4. Menganjurkan monitor - HDL 40 mg/dl
kadar gula darah secara - Trigliserida 150 mg/dl
mandiri - LDL 130 mg/dl
Hasil: klien dan - GDP : 100 mg/dl
keluarga mengerti
5. Menganjurkan A : Masalah teratasi
kepatuhan terhadap diet
dan olahraga P : Hentikan Intervensi
Hasil: klien
mengurangi makan
yang manis-manis,
klien mengatakan
mulai melakukan
olahraga ringan
6. Mengolaborasi
pemberian obat jika
perlu

Selasa/12 Mei 1. Identifikasi pola S:


2020 aktivitas dan tidur
Hasil : Klien tidur - Klien masih kadang
08.30 Wita malam jam 22.00-05-30 bangun tengah malam
wita, tidur siang 2 jam untuk kencing
2. Identifikasi faktor O:
pengganggu tidur
Hasail: sering kencing - Klien tampak lesu
tengah malam - Konjungtiva anemis
3. Identifikasi manakan
dan minuman yang A : Gangguan Pola Tidur
mengganggu tidur P : Lanjutkan Intervensi
Hasil: Klien sering
minum sebelum tidur
4. Modifikasi lingkungan
(misal : pencahayaan,
kebisingan, suhu, dan
tempat tidur)
Hasil: klien tidur
dengan lampu menyala
5. Batasi waktu tidur siang
jika perlu
Hasil: klien tidur siang
2 jam

Rabu/13 Mei 1. Identifikasi pola S;


2020 aktivitas dan tidur
- Klien mengatakan
Hasil : Klien tidur
09.00 Wita sudah tidak jarang
malam jam 21.00-05-30
bangun tenag malam
wita, tidur siang 1 jam
untuk kencing
2. Identifikasi faktor
- Klien mengatakan
pengganggu tidur
tidurnya sudah
Hasail: klien
nyenyak
mengatakan masih
kadang kencing tengah O:
malam
3. Identifikasi manakan - Klien tampak lebih
dan minuman yang segar
mengganggu tidur - Konjuntiva tidak
Hasil: Klien minum 2 anemis
jam sebelum tidur A : Masalah Teratasi
4. Modifikasi lingkungan
(misal : pencahayaan, P : Hentikan Intervensi
kebisingan, suhu, dan
tempat tidur)
Hasil: klien tidur
dengan lampu mati
5. Batasi waktu tidur siang
jika perlu
Hasil: klien tidur siang
1 jam