Anda di halaman 1dari 16

KARYA TULIS ILMIAH

VIRUS CORONA

Makalah ini dibuat sebagai prasyarat untuk mendapatkan nilai Ujian Sekolah
Mata Pelajaran IPA Terapan

Guru Pengampu
............................................................

Disusun Oleh
TIARA PUSPA SARI
XII PERHOTELAN 3
26

SMK NEGERI 1 TEGAL


KOMPETENSI KEAHLIAN PERHOTELAN
2020
LEMBAR PERSETUJUAN

Makalah dengan judul “VIRUS CORONA” yang ditulis oleh TIARA PUSPA

SARI ini telah diperiksa dan disetujui, serta layak untuk dinilai.

Tegal, ..........................2020

Guru Pengampu,

........................................
NIP. ................................

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat

rahmat-Nya lah atas terselesainya Karya Tulis Kami kami yang berjudul “VIRUS

CORONA” sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.

Sebagai penulis kami menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini jauh dari

kesempurnaan dan tentu saja masih ditemui kekurangan-kekurangan namun

demikian penulis mencoba sesuai dengan kemampuan yang ada dengan

mengumpulkan bahan atau buku-buku perpustakaan dan juga catatan yang penulis

miliki.

Kami juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun diri

semua pihak yang membaca Karya Tulis Ilmiah ini. Mudah-mudahan Karya Tulis

Ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin...

Tegal, Maret 2020

Penulis

iii
DAFTAR ISI

JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

Halaman

BAB I. PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Perumusan Masalah 2

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan 2

BAB II. LANDASAN TEORI 3

A. Kajian Teoretis 3

B. Kerangka Berpikir 8

C. Metodologi Penulisan 8

BAB III. PEMBAHASAN 9

A. Deskripsi Kasus 9

B. Analisis Kasus 9

BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN 11

A. Simpulan 11

B. Saran 11

DAFTAR PUSTAKA

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Coronavirus berasal dari bahasa Yunani yang berarti mahkota

(corona). Dilihat di bawah mikroskop elektron, mahkota terlihat seperti

tancapan paku-paku yang terbuat dari S glikoprotein. Struktur inilah yang

terikat pada sel inang dan nantinya dapat menyebabkan virus dapat masuk ke

dalam sel inang.

Corona Virus yang pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2002-2003 di

sepanjang benua Asia hingga Amerika telah merenggut banyak korban serta

memberikan perhatian penuh dari seluruh dunia terhadap kasus tersebut.

Tujuh kasus virus yang disebut novel coronavirus (NCoV) itu muncul

di wilayah Provinsi al-Ahsa, bagian timur Arab Saudi.Virus NCoV

menyebabkan pasien mengalami pneumonia dan kadang-kadang gagal ginjal.

Virus ini berasal dari keluarga yang sama dengan virus yang menyebabkan

wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang terjadi di Asia pada

2003.

Hingga saat ini belum terdapat pengobatan yang spesifiik untuk penyakit

yang disebabkan oleh Corona virus, tatalaksana yang diberikan masih dalam

bentuk supportif dan mencegah komplikasi lebih lanjut dari infeksi sekunder.

1
B. Perumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud virus Corona?

2. Bagaimana penyebaran virus Corona?

3. Bagaimana cara pencegahan virus Corona?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan penulisan :

1. Untuk mengetahui yang dimaksud virus Corona

2. Untuk mengetahui penyebaran virus Corona

3. Untuk mengetahui cara pencegahan virus Corona

Manfaat penulisan :

1. Manfaat bagi siswa :

a. Dapat mengetahui pengertian virus Corona

b. Dapat mengetahui penyebaran virus Corona

c. Dapat mengetahui cara pencegahan virus Corona

2. Bagi pembaca :

a. Dapat memperoleh informasi seputar virus Corona

b. Dapat mencegah penularan virus Corona

2
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teoritis

1. Pengertian Corona

Coronavirus berasal dari bahasa Yunani κορών yang berarti

mahkota (corona). Dilihat di bawah mikroskop elektron, mahkota terlihat

seperti tancapan paku-paku yang terbuat dari S glikoprotein. Struktur

inilah yang terikat pada sel inang dan nantinya dapat menyebabkan virus

dapat masuk ke dalam sel inang.

Coronavirus merupakan virus RNA besar yang terselubung.

Coronavirus merupakan virus RNA strand positif terbesar. Coronavirus

menginfeksi manusia dan hewan sebagai penyebab penyakit pernafasan

dan saluran pencernaan. Coronavirus pada manusia menyebabkan batuk

pilek dan telah dikaitkan dengan gastroenteritis pada bayi. Coronavirus

pada hewan yang lebih rendah menimbulkan infeksi menetap pada inang

alamiahnya. Virus manusia sukar untuk dibiakkan dan karena itu dicirikan

dengan buruk.

Tipe baru dari coronavirus telah diidentifikasi sebagai penyebab

penyakit gawat yang disebut SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

SARS coronavirus (SARS Co-V)secara resmi telah dideklarasikan oleh

WHO sebagai agen causative penyebab SARS. SARS-CoV mempunyai

3
patogenesis yang unik sebab mereka menyebabkan infeksi pernafasan paa

bagian atas dan bawah sekaligus serta dapat menyebabkan gastroenteritis.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan

di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular

dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa

negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem

pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi

pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan

infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-

East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory

Syndrome (SARS).

2. Gejala

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya

mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan

sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam

tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan

seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: Demam (suhu tubuh di atas 38

derajat Celcius), Batuk, Sesak napas. Menurut penelitian, gejala COVID-

19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus

Corona.

4
3. Cara Penyebaran

Menurut World Health Organization (WHO), cara virus corona

COVID-19 menyebar melalui tetesan kecil yang keluar dari hidung atau

mulut ketika mereka yang terinfeksi virus bersin atau batuk.

Tetesan itu kemudian mendarat di benda atau permukaan yang

disentuh dan orang sehat. Lalu orang sehat ini menyentuh mata, hidung

atau mulut mereka. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil

itu dihirup oleh orang sehat ketika berdekatan dengan yang terinfeksi

corona. Menjaga jarak dengan orang lain merupakan bagian dari social

distancing. Cara ini sangat disarankan ketika sebuah wabah atau virus

menyebar tetapi belum ditemukan obat anti virusnya.

Social distancing juga menyarankan agar tidak menghadiri

pertemuan dengan jumlah banyak seperti konser, festival, konferensi,

ibadah atau acara olahraga. Tujuannya agar virus tersebut tidak tertular ke

orang yang sehat.

WHO menambahkan gejala COVID-19 yang paling umum adalah

demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin

mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan

atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.

Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan

gejala apa pun dan tak merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang

(sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1

5
dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan

mengalami kesulitan bernapas.

Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis

seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin

terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan

bernapas harus mendapat perhatian medis.

4. Cara Pencegahan

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus

Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik

adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda

terinfeksi virus ini, yaitu:

 Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung

(social distancing).

 Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.

 Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang

mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah

atau di tempat umum.

 Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.

 Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak

dengan hewan, cuci tangan setelahnya.

 Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

 Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian

buang tisu ke tempat sampah.

6
 Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk,

atau pilek.

 Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan

lingkungan.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk

kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa

dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

 Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.

 Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan

pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien

dalam pengawasan).

 Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara

waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar

mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.

 Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda

sampai Anda benar-benar sembuh.

 Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang

sedang sedang sakit.

 Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta

perlengkapan tidur dengan orang lain.

 Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum

atau sedang bersama orang lain.

7
B. Kerangka Berpikir

C. Metodologi Penulisan

1. Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti

langsung dari subjek atau objek penelitian.

2. Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari

objek atau subjek penelitian.

8
BAB III

PEMBAHASAN

A. Deskripsi Kasus

Pemerintah memperbarui data kasus akibat virus Corona atau COVID-

19. Hingga hari ini tercatat kasus positif Corona bertambah menjadi 686

kasus.

"Total 686 kasus positif, ini angka kumulasi," ujar juru bicara

pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam

konferensi pers yang ditayangkan BNPB di YouTube, Selasa (24/3/2020).

Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB tadi. Dengan jumlah kasus

itu, berarti ada penambahan 107 kasus positif Corona dari data sebelumnya.

"Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 107 kasus,"

sebut Yuri. Sebelumnya, pemerintah menyatakan ada 579 kasus positif

Corona di wilayah RI hingga Minggu (22/3). Dari jumlah tersebut, 48 pasien

meninggal dunia dan 29 lainnya sembuh.

B. Analisis Kasus

Peneliti dari ITB memperkirakan penyebaran virus corona atau Covid-

19 di Indonesia masih akan terus berlanjut hingga satu bulan ke depan. Jumlah

kasus Covid-19 di Indonesia diperkirakan bisa mencapai 60 kali lipat

ketimbang yang ada saat ini. Tim peneliti matematika epidemiologi dari Pusat

Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB (PPMS ITB) yakni Nuning Nuraini,

9
Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri, membuat simulasi penyebaran Covid-

19 di Indonesia. Mereka menggunakan model penyebaran wabah yang terjadi

di Korea Selatan dengan kurva Richard untuk simulasi di Indonesia. Alasan

dipilihnya model di Korea Selatan karena paling mirip dengan pola

penyebaran Indonesia hingga Sabtu (14/3).

Hasil analisis data tim PPMS ITB menunjukkan bahwa penyebaran

Covid-19 akan berakhir pada pertengahan April 2020. Sementara, puncak

epidemi bakal terjadi pada akhir Maret 2020. Adapun, jumlah kasus corona di

Indonesia diperkirakan dapat mencapai lebih dari 8 ribu dengan kasus baru

terbesar diprediksi sekitar 600 kasus. Meski demikian, tim PPMS ITB

mewaspadai penyebaran kasus corona di Indonesia bisa membengkak hingga

jutaan penderita. Ini dapat terjadi jika langkah pencegahan yang dilakukan di

Indonesia tak seperti Korea Selatan. Lebih lanjut, tim peneliti menyebut

pendekatan model ini masih sederhana dan belum sempurna. Namun, pada

dasarnya semua model menunjukkan pesan bahwa kasus yang terjadi bisa saja

lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan. Berikut grafik Databoks

perkembangan kasus corona yang diumumkan pemerintah: Dengan demikian,

Indonesia diminta mulai mengurangi dampak dari penyebaran corona.

Indonesia dinilai dapat mencontoh beberapa negara yang telah sukses

menekan angka penyebaran penyakit tersebut Tim PPMS ITB juga

menyarankan masyarakat untuk bisa menjaga jarak sosial atau social

distancing. Hal tersebut diyakini dapat mencegah laju penyebaran Covid-19.

10
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Virus corona ini lebih mirip flu daripada mirip SARS. Atau Ebola.

Atau H1N1. Yang disebut mirip flu adalah orang lebih mudah terjangkit tapi

tidak lebih mudah mati. Lebih mudah terjangkit itu dimaksudkan bahwa

proses penularannya lebih mudah. Misalnya ada orang terkena virus corona.

Lalu bersin di depan kita. Percikan bersin itu terhirup hidung kita. Maka ada

kemungkinan yang menghirup percikan tadi tertular. Tentu percikan itu tidak

mungkin terhirup kalau yang bersin tidak lebih dekat dari satu meter. Kalau

yang bersin itu berjarak lebih satu meter mestinya virus tersebut keburu mati

di udara. Virus ini mudah menular tapi tidak mudah bikin mati. Asal segera

tertangani.

B. Saran

Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat

banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki

makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang

membangun dari para pembaca.

11
DAFTAR PUSTAKA

1. Triverdi M., 2013. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

avavilbale from: http://emedicine.medscape.com/article/237755-

overview#a0156

2. BBC.2Mei2013.Availablefrom:

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130502_arab_saudi_virus.

shtml

12

Anda mungkin juga menyukai