Anda di halaman 1dari 4

TEORI PELUANG DAN UJI KHI-KUADRAT

Tujuan

Praktikum bertujuan untuk memahami tentang teori peluang dan uji Khi-Kuadrat yaitu
agar kita dapat menghitung peluang dari suatu percobaan yang kita lakukan. serta dapat
melakukan penghitungan Uji Khi-Kuadrat dalam melakukan analisis genetika mendel.

Alat Dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan yaitu: Koin, dadu, tabel Uji Khi-Kuadrat dan data-data
percobaan monohibrid Mendel.

Dasar Teori

Teori kemungkinan merupakan dasar untuk menentukan nisbah yang diharapkan dari tipe-tipe
persilangan genotype yang berbeda. Penggunaan teori ini memungkinkan kita untuk menduga suatu
kemungkinan diperolehnya suatu hasil tertentu dari persilangan tersebut. Metode Khi-Kuadrat adalah cara
yang dapat kita pakai untuk membandingkan data percobaan yang diperoleh dari persilangan –
persilangan dengan hasil yang diharapkan berdasarkan hipotesa secara teoritis. Karena percobaan-
percobaan genetis pada umumnya didasarkan pada analisa data yang diperoleh dari persilangan tumbuhan
dan hewan percobaan, penting bagi para ahli genetika untuk menentukan apakah penyimpangan-
penyimpangan dan rasio yang diharapkan disebabkan oleh peluang saja, atau oleh beberapa factor yang
tak terduga selain peluangan. Dengan cara ini, ahli genetika dapat menentukan suatu nilai kemungkinan
untuk menguji hipotesa tersebut.

Misalnya, pada pelemparan sekeping uang logam, seseorang mengharapkan untuk mendapatkan
gambar setengah kali dan huruf setengah kali. Jadi kita katakana bahwa peluang bagi gambar dan huruf
adalah setengah. Tetapi, jika uang tersebut dilempar beberapa kali, katakanlah 4 kali, maka tidaklah
mengherankan jika kita mendapatkan gambar tiga kali dan hanya sekali. Dalam ilmu genetika,
probabilitas (kemungkinan) ikut mengambil peran penting. Dasar-dasar teori kemungkinan dapat
dijelaskan dengan 2 buah teori, yaitu :

1. Kemungkinan atas terjadinya suatu peristiwa

Rumus K(x) =
Dimana, K(x) = Probabilitas

X = Peristiwa x

Y = Peristiwa y

2. Kemungkinan terjadinya 2 peristiwa atau lebih yang masing-masing berdiri sendiri.

Rumus K(x dan y) = K(x) + K(y)

Kemungkinan terjadinya dua peristiwa atau lebih yang saling mempengaruhi.

Rumus K(x dan y) = K(x) + K(y)

Sedangkan rumus dari Khi-Kuadrat itu sendiri adalah sebagai berikut :

(O −E )2  d2
X 2
=Σ  =∑
 E  E
Dimana, X2 = X2 hitung

d2 = deviation (selisih pengamatan dengan harapan)

O = data yang diamati

E = data yang diharapkan

A. Khi-Kuadrat dan Kemungkinan

Suatu peristiwa tertentu kadang dapat diduga dengan kepastian. Misalnya, bila kita
melakukan penyerbukan sendiri satu tanaman kapri maka “”kita mengharapkan memperoleh
biji kapri. Apabila seorang bertanya, “dapatkah diharapkan memanen biji jagung ditanaman
kapri?, maka jawabannya “tidak”, dalam hal ini kemungkinnanya = 0. Apabila kita
umpamakan “P” adalah kemungkinan untuk memanen biji kapri dari tanaman kapri yang
diserbuki sendiri, maka dapat dikatakan P = 1 karena peristiwa ini pasti. Jika “ q “ adalah
kemungkinan untuk menanam biji jagung dari tanaman kapri, maka q = 0. Jadi “ p “ dan “ q “
adalah kemungkinan alternatifnya.

Dalam percobaab mendel tentang persilangan kapriberbiji bulat dan berkerut, dapat
dipertanyakan berapa kemungkinan untuk mendapatkan biji berkerut pada populasi F2.
Dengan mengetehui bahwa F1 adalah monohybrida maka nisbah F2 yang diharapkan 3 bulat :
1 Berkerut. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan biji berkerut adalah ¼ dengan
menggunakan symbol “p” dan “q”, kita dapat pula mengatakan “q” adalah kemungkinan
untuk mendapatkan biji berkerut dan q = ¼.

Kemungkinan = Jumlah Kejadian tertentu

Total Jumlah Kemungkinan

B. Khi – Kuadrat dan Aplikasinya

Khi – Kuadrat adalah uji nyata apakah data yang diperoleh benar menyimpang dari nisbah
yang diharapkan, tidak secara kebetulan. Perbandingan yang diharapkan (Hipotesis)
berdasarkan pemisahan alel secara bebas, pembuahan gamet secara rambang dan terjadi
segregasi sempurna. Misalnya, sebuah persilangan dari tanaman kapri berbunga merah
(dominan) dan putih (resesif) diperoleh 290 tanaman berbunga merah dan 110 tanaman
berbunga putih pada populasi F2nya.

1. Menurut hipotesisnisbahnya 3:1 maka data yang diperoleh diuji terhadap nisbah yang
diharapkan dari populasi yang terdiri dari 400 tanaman.

2. Perhithungan X2 sebagai berikut:

Kelas o e d koreksi d d2 d2/e

Merah 290 300 -10 -5 90.25 0.30

Putih 110 100 +10 +9,5 90.25 0.90

Total 400 X2 = ∑ d2/e 1,20

Dimana, o = Yang diamati (Observasi)

e = Yang diharapkan (Expected)


d = Selisih pengamatan dan harapan (devisi)

Koreksi d = “ Yates correction “ dilakukan apabila jumlah kelas kurang dari 4


dengan mengurangi 0.5 dari nilai deviasi.

3. Apakah arti X2 = 1.20 ?

Kita harus menggunakan daftar khi – kuadrat untuk mengetahui apakah penyimpanhan itu
nyata atau tidak. Dengan menggunakan daftar 2 -1 kita lihat derajat bebasnya dandalam
hal ini derajat bebas satu. Derajat bebas selalu sama dengan jumlah kelas dikurangi satu.
Dengan mengikuti barisnya kekanan terlihat 1.20 terletak antara 20 dan 30% (mendekati
20%)