Anda di halaman 1dari 22

“SOAL-SOAL ETIKA BISNIS”

Nama:  Mirna Siti Aisha 


NPM: 12209977
Kelas: 4ea12
Tugas : Mata Kuliah Etika Bisnis

1.    Prinsip-prinsip etika bisnis yang berlaku di Indonesia sangat dipengaruhi oleh


system nilai masyarakat   kita, Jelaskan!
Jawab :
Karena prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya
tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia

2.   Mengapa prinsip no harm menjadi dasar jiwa dari semua aturan bisnis.
Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawab: 
Karena dalam prinsip no harm sudah dengan sendirinya terkandung prinsip kejujuran,
saling menguntungkan, otonomi (termasuk kebebasan dan tanggung jawab), integritas
moral.  Jadi, Prinsip no harm punya jangkauan yang luas mencakup banyak prinsip
lainnya.

3.   Jelaskan menurut pendapat saudara bagaimana caranya merupakan prinsip-


prinsip etika bisnis ini sehingga benar-benar operasional!
Jawab: 
banyak perusahaan besar telah mengambil langkah yang tepat kearah penerapan
prinsip-prinsip etika bisnis ini, kendati prinsip yang dianut bisa beragam. Pertama-
tama membangun apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan (corporate culture).
Budaya perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar Visi atau filsafat bisnis
pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut mengenai bisnis
yang baik. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya, yang berarti Visi ini
kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan tersebut baik keluar
maupun kedalam. Maka terbangunlah sebuah etos bisnis, sebuah kebiasaan yang
ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk dalam perusahaan maupun
secara terus menerus dievaluasi dalam konteks penyegaran di perusahaan tersebut.
Etos inilah yang menjadi jiwa yang menyatukan sekaligus juga menyemangati seluruh
karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan
prinsip yang dianut perusahaan.

4.  Berkembang tidaknya suatu etos bisnis dalam sebuah perusahaan sangat


ditentukan oleh gaya kepimpinan dalam suatu perusahaan tersebut. Jelaskan
menurut pendapat saudara!
Jawab
Karena Tanggung jawab sosial dan keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan
sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan
perusahaan dalam jangka panjang. Keterlibatan sosial perusahaan di masyarakat akan
menciptakan suatu citra yang sangat positif. Biaya sosial yang dikeluarkan dianggap
sebagai investasi jangka panjang. Kelestarian lingkungan, perbaikan prasarana umum,
penyuluhan, pelatihan, dan perbaikan kesehatan lingkungan walaupun memerlukan
biaya yang signifikan, namun secara jangka panjang sangat menguntungkan
perusahaan, karena kegiatan tersebut menciptakan iklim sosial politik yang kondusif
bagi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.

5.  Mengapa norma dan prinsip etika bersifat universal, Jelaskan menurut


pendapat saudara!
Jawab:
Menurut De George, kita perlu melihat terlebih dahulu tiga pandangan yang
umum. Pandangan pertama, bahwa norma etis berbeda antara satu tempat dengan
tempat yang lain. Maka prinsip pokok yang dipegang adalah di mana saja perusahaan
beroperasi, ikuti norma dan aturan moral yang berlaku dalam negara
tersebut. Pandangan kedua, bahwa norma sendirilah yang paling benar dan tepat.
Karena itu prinsip yang harus dipegang adalah bertindaklah dimana saja sesuai prinsip
yang dianut dan berlaku di negaramu sendiri. Pandangan ketiga, adalah pandangan
yang disebut De George immoralis naif  yang mengatakan bahwa tidak ada norma
moral yang perlu diikuti sama sekali. Karena pandangan ini tidak benar, maka tidak
akan di bahas  disini. Akan tetapi pandangan peertama sedikit didukung oleh A.
MacIntyre, menekankan bahwa setiap komunitas mempunyai nilai moral dan budaya
sendiri yang sama bobotnya dan harus dihargai. Maka, dalam kaitan dengan bisnis
internasional, perusahaan multinasional harus broperasi dengan dan berdasarkan nilai
moral dan budaya yang berlaku di negara tempat perusahaan itu beroperasi. Inti
pandangan ini adalah bahwa tidak ada norma atau prinsip moral yang berlaku
universal.

6.  Apakah ada kaitannya antara maralitas dan hokum!


Jawab: 
Keduanya memang ada kaitan satu sama lain, namun berbeda hakikatnya. Hukum
adalah positivasi norma moral sesuai dengan harapan dan cita – cita serta tradisi
budaya suatu masyarakat atau negara. Jadi, bisa saja hukum disatu negara berbeda dari
hukum dinegara lain sesuai dengan apa yang dianggap paling penting bagi kehidupan
suatu negara dan sesuai dengan pertimbangan negara tersebut. Tapi, ini lalu tidak
berarti bahwa norma dan nilai moral antara negara yang satu dan negara yang lain
tidak sama. Bahwa prinsip tidak boleh merugikan pihak lain dalam berbisnis
merupakan prinsip universal yang dianut dimana saja, tidak bisa di bantah.
                  
                                                                            
7.  Apa yang dimaksud dengan prinsip integritas pribadi, berikanlah penjelasan
dan contohnya!
Jawab: 
Integritas Pribadi berkaitan dengan nilai-nilai moral dan etika yang berlaku normatif di
tengah-tengah masyarakat.

8.  Menurut pendapat renald khasali bahwa-bahwa masyarakat kita belum punya


budaya korporatif apa maksudnya menurut pendapat saudara!
Jawab:
masyarakat Indonesia hingga saat ini masih belum berbudaya korporatif karena
Indonesia masih terperangkap oleh tradisi, sehingga tidak mudah untuk melakukan
perubahan. Berbeda dengan budaya luar negeri
9.  Mengapa keadilan menjadi nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh segenap
masyarakat. Jelaskan menurut pendapat saudara!
Jawab: 
Karena setiap manusia diperlukan keadilan yang seadil-adil nya dan di Indonesia juga
diterapkan system hokuman siapa yang bersalah cepat atau lambat dia akan mendapat
hukuman sesuai kesalahan yang dia buat

10. Kesejahteraan buruh menuntut demokratis dan profesionalisme


Jawab: 
karena buruh juga perlu yang demokratis dan profesionalisme yang kuat dari setiap
pekerjaan dia
Sumber: http://mirnaaisyah.blogspot.com/2013/01/soal-soal-etika-bisnis.html

“PERTANYAAN DAN JAWABAN SEPUTAR ETIKA BISNIS”


April 29, 2015

1) Sebutkanlah macam-macam norma dan sebutkan pula pengertiannya masing-


masing secara lengkap ?
Jawab :
Tiga Norma Umum
Norma  adalah memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak
secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya
perilaku dan tindakan kita.
Macam Norma :
a. Norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan
khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.
b. Norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu
boleh dikatakan bersifat universal.
1.Norma Sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah
dalam pergaulan sehari-hari.
2.Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh
masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan
manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Norma hukum ini mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota
masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana
masyarakat tersebut harus diatur secara baik
c. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan
dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

2) Secara umum etika dibagi menjadi? jelaskan secara rinci ?


Jawab :
a. Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi
manusia untuk bertindak secara etis, bgmn manusia mengambil keputusan etis, teori-
teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
b. Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar
dalam bidang kehidupan yg khusus.
Etika Khusus dibagi menjadi 3 :
a. Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya
sendiri
b. Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku
manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya.
Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain. Karena kewajiban
seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dan dalam banyak hal mempengaruhi
pula kewajibannya terhadap orang lain, dan demikian pula sebaliknya.
c. Etika Lingkungan hidup berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sbg
kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dlm totalitasnya, dan juga
hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak
langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.
Etika Lingkungan dapat berupa :
- cabang dari etika sosial, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan
manusia yang berdampak pada lingkungan)
- Berdiri sendiri, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

3) Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip etika bisnis ?


Jawab :
- Prinsip otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.
- Prinsip Kejujuran
- Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak
- Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding
- Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan
- Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat
dipertanggung jawabkan
- Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan
semua pihak.
Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah
melahirkan suatu win-win solution
- Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan
agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik
perusahaan

4) Sebutkan dan jelaskan mengenai kelompok stakeholdes ?


Jawab :
1. Kelompok primer.
Pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan
pesaing atau rekanan. Perusahaan harus menjalin relasi bisnis yang baik dan etis
dengan kelompok ini.
2.Kelompok sekunder.
Pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok
pendukung, masyarakat.

5) Sebutkan Kriteria dan prinsip etika utilitarianisme, sebutkan pula nilai positif
dan kelemahannya ?
Jawab :
- Pertama, MANFAAT
- Kedua, MANFAAT TERBESAR
- Ketiga, MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG
Nilai Positif Etika Utilitarianisme :
- Pertama, Rasionalitas.
- Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
- Ketiga, Universalitas.
Kelemahan Etika Utilitarisme :
- Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis
akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit
- Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd
dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dgn
akibatnya.
- Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
- Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.
- Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka
akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya
- Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu
dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

6) Sebutkan syarat bagi tanggung jawab moral, status perusahaan, serta


argument yang mendukung dan menentang perlunya keterlibatan sosial
perusahaan.
Jawab :
- Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
- Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
- Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu.
Status Perusahaan.
Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics, hlm.153), yaitu:
- Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya
berdasarkan hokum
- Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif
Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
- Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
- Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
- Biaya Keterlibatan Sosial
- Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial
Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
- Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
- Terbatasnya Sumber Daya Alam
- Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
- Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
- Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
- Keuntungan Jangka Panjang

7) Sebutkan dan jelaskan paham tradisional dalam bisnis ?


Jawab :
a. Keadilan Legal
Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara.
Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh
negara di hadapan hukum.
Dasar moral :
1. Semua orang adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dan
harus diperlakukan secara sama.
2. Semua orang adalah warga negara yang sama status dan kedudukannya, bahkan
sama kewajiban sipilnya, sehingga harus diperlakukan sama sesuai dengan hukum
yang berlaku.
b. Keadilan Komutatif
Mengatur hubungan yg adil atau fair antara orang yg satu dengan yang lain atau warga
negara satu dengan warga negara lainnya.
Menuntut agar dlm interaksi sosial antara warga satu dengan yang lainnya tidak boleh
ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.
Keadilan ini menuntut agar baik biaya maupun pendapatan sama-sama dipikul secara
seimbang.
c. Keadilan Distributif
Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adalah distribusi ekonomi yang merata atau
yang dianggap merata bagi semua warga negara. Menyangkut pembagian kekayaan
ekonomi atau hasil-hasil pembangunan.

8) Sebutkan dan jelaskan macam-macam hak pekerja?


Jawab :
a. Hak Atas Pekerjaan.
Hak atas pekerjaan merupakan hak azasi manusia,karena.:
Pertama: kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja adalah aktifitas tubuh dan karena
itu tidak bisa dilepaskan atau difikirkan lepas dari tubuh manusia.
Kedua: kerja merupakan perwujudan diri manusia, melalui kerja manusia
merealisasikan dirinya sebagai manusia dan sekaligus membangun hidup dan
lingkungannya yang lebih manusiawi. Maka melalui kerja manusia menjadi manusia,
melalui kerja mamnusia menentukan hidupnya sendiri sebagai manusia yang mandiri.
Ketiga: hak atas kerja juga merupakan salah satu hak asasi manusia karena kerja
berkaitan dengan hak atas hidup, bahkan hak atas hidup yang layak.
Hak atas pekerjaan ini tercantum dalam undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 2
yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
b. Hak atas upah yang adil.
Hak atas upah yang adil merupakan hak legal yang diterima dan dituntut seseorang
sejak ia mengikat diri untuk bekerja pada suatu perusahaan. Dengan hak atas upah
yang adil sesungguhnya bahwa:
Pertama: Bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan upah, artinya setiap pekerja
berhak untuk dibayar.
Kedua: setiap orang tidak hanya berhak memperoleh upah, ia juga berhak memperoleh
upah yang adil yaitu upah yang sebanding dengan tenaga yang telah
disumbangkannya.
Ketiga: bahwa perinsipnya tidak boleh ada perlakuan yang berbeda atau diskriminatif
dalam soal pemberian upah kepada semua karyawan, dengan kata lain harus berlaku
prinsip upah yang sama untuk pekerjaan yang sama.

c. Hak untuk berserikat dan berkumpul.


Untuk bisa memperjuangkan kepentingannya, khususnya hak atas upah yang adil,
pekerja harus diakui dan dijamin haknya untuk berserikat dan berkumpul. Yang
bertujuan untuk bersatu memperjuangkan hak dan kepentingan semua anggota mereka.
Menurut De Geroge, dalam suatu masyarakat yang adil, diantara perantara-perantara
yang perlu untuk mencapai suatu sistem upah yang adil, serikat pekerja memainkan
peran yang penting.

d. Hak atas perlindungan kesehatan dan keamanan.


Selain hak-hak diatas, dalam bisnis modern sekarang ini semakin dianggap penting
bahwa para pekerja dijamin keamanan, keselamatan dan kesehatannya. Karena itu
pada tempatnya pekerja diasuransikan melalui asuransi kecelakaan dan kesehatan. Ini
terutama dituntut pada perusahaan yang bergerak dalam bidang kegiatan yang penuh
resiko. Karena itu perusahaan punya kewajiban moral untuk menjaga dan menjamin
hak ini, paling kurang dengan mencegah kemungkinan hidup pekerjanya terancam
dengan menjamin hak atas perlindungan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja.

e. Hak untuk diproses hukum secara sah.


Hak ini terutama berlaku ketika seorang pekerja dituduh dan diancam dengan
hukuman tertentu karena diduga melakukan pelanggaran atau kesalahan tertentu.
pekerja tersebut wajib diberi kesempatan untuk mempertanggungjawabkan
tindakannya, dan kalau ternyata ia tidak bersalah ia wajib diberi kesempatan untuk
membela diri.

f. Hak atas rahasia pribadi.


Karyawan punya hak untuk dirahasiakan data pribadinya, bahkan perusahan harus
menerima bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak boleh diketahui oleh perusahaan dan
ingin tetap dirahasiakan oleh karyawan.
Hak atas rahasia pribadi tidak mutlak, dalam kasus tertentu data yang dianggap paling
rahasia harus diketahui oleh perusahaan atau akryawan lainnya, misalnya orang yang
menderita penyakit tertentu. Ditakutkan apabila sewaktu-waktu penyakit tersebut
kambuh akan merugikan banyak orang atau mungkin mencelakakan orang lain.
g. Hak atas kebebasan suara hati.
Pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya
tidak baik, atau mungkin baik menurut perusahaan jadi pekerja harus dibiarkan bebas
mengikuti apa yang menurut suara hatinya adalah hal yang baik.
9) Sebutkan dan jelaskan pengertian dan macam-macam whistle blowing ?

Jawab :
membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya
kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan yang lebih tinggi atau
masyarakat luas.
Ada dua macam whistle blowing :
1. Whistle blowing internal
Hal ini terjadi ketika seorang atau beberapa orang karyawan tahu mengenai
kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian
melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi.
Motivasi utama dari whistle blowing adalah motivasi moral: demi mencegah kerugian
bagi perusahaan tersebut
Motivasi moral ada dua macam motivasi moral baik dan motivasi moral buruk.

2. Whistle blowing eksternal


Menyangkut kasus dimana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan
perusahaannnya lalu membocorkannya kepada masyarakat karena dia tahu bahwa
kecurangan itu akan merugikan masyarakat.
Misalnya; manipulasi kadar bahan mentah dalam formula sebuah produk.
Motivasi utamanya adalah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen.

10) Kontrak dianggap baik dan adil apabila ?


Jawab :
- Kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang
mereka sepakat
- Tidak ada pihak yang memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat- syarat kontrak
- Tidak ada pemaksaan
- Tidak mengikat untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas.

11) Sebutkan kewajiban produsen dan pertimbangan gerakan konsumen ?


Jawab: :
Kewajiban Produsen :
- Memenuhi ketentuan yang melekat pada produk
- Menyingkapkan semua informasi
- Tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang ditawarkan
Pertimbangan Gerakan Konsumen :
- Produk yang semakin banyak dan rumit.
- Terspesialisasinya jenis jasa
- Pengaruh iklan terhadap kehidupan konsumen
- Keamanan produk yang tidak diperhatikan
- Posisi konsumen yang lemah
12) Sebutkan fungsi iklan sebagai pemberi informasi dan sebagai pembentuk
opini ?

Jawab :
a. Iklan berfungsi sebagai pemberi informasi.
Pada fungsi ini iklan merupakan media untuk menyampaikan informasi yang
sebenarnya kepada masyarakat tentang produk yang akan atau sedang ditawarkan di
pasar. Pada fungsi ini iklan membeberkan dan menggambarkan seluruh kenyataan
serinci mungkin tentang suatu produk. Tujuannya agar calon konsumen dapat
mengetahui dengan baik produk itu, sehingga akirnya memutuskan untuk membeli
produk tersebut.

b. Iklan berfungsi sebagai pembentuk opini (pendapat) umum.


Pada fungsi ini iklan mirip dengan fungsi propaganda politik yang berupaya
mempengaruhi massa pemilih. Dengan kata lain,iklan berfungsi menarik dan
mempengaruhi calon konsumen untk membeli produk yang diiklankan. Caranya
dengan menampilkan model iklan yang persuasif, manipulatif, tendensus dengan
maksud menggiring konsumen untuk membeli produk. Secara etis, iklan manipulatif
jelas dilarang, karena memanipulasi manusia dan merugikan pihak lain.

13) Bukti apa kalau indonesia menganut sistem liberalisme dan sosialisme ?
Jawab :
Berdasarka pada ideologi dasar Negara yang bersumber pada pancasila, Indonesia
menganut dua system tersebut,yaitu liberalisme dan sosialisme.
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha ESA
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap
   Pasal satu dan dua menunjukan kalau di Indonesia menganut system
liberalisme.
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
   Pasal 3,4 dan 5 menunjukan kalau di Indonesia menganut system sosialisme.

14) Kenapa dalam suatu rapat terutama yang berkaitan dengan pihak-
pihak/instansi pemerintah itu prosesnya terlalu lama/bertele-tele dan malah
cenderung ricuh ?
Jawab :
Karena di Indonesia menganut dua system, yaitu liberalisme dan sosialisme :
Penjelasan ;
Liberalisme, Hak setiap manusia adalah hak yang terpenting/mengutamakan
kebebasan individual
Maka setiap orang akan beranggapan bahwa pendapatnya itu benar dan memegang
kuat pendapatnya tesebut (dalam hal ini bias dibilang egois).
Sosialisme, Mengutamakan kebersamaan (musyawarah) dan hasil yang adil diperoleh
dari suara terbanyak
Letak sosialisme dalam sebuah rapat adalah menghargai pendapat dari setiap individu
dan melibatkan orang banyak dalam suatu rapat tersebut.
Misalkan di Indonesia menganut satu system :
Liberalisme, Setiap hasil bias saja diputuskan oleh presiden/menjadi hak penuh oleh
pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu bidang.
Contohnya; Harga ikan naik diputuskan oleh Mentri Kelautan dengan tidak
mempertimbangkan pendapat dari Mentri Perekonomian.
Sosialisme, Hasil yang adil diputuskan dari perolehan suara terbanyak. Dengan catatan
bahwa hak/kebebasan individu di batasi.
Contohnya; Boleh member pendapat tapi tidak boleh protes/membangkang dari
perolehan suara terbanyak.

Kesimpulan :
Liberalisme dan sosialisme adalah dua sudut pandang yang sangat berbeda tapi di
Indonesia menganut dua system yang berbeda tersebut dengan berprinsip pada Negara
persatuan dan kesatuan. Itulah uniknya Indonesia, Menggabungkan berbagai
keanekaragaman tapi tetap menjunjung persatuan dan kesatuan.

15) Bagaimana cara menanggulangi kerugian perusahaan yang berimbas pada


karyawan-karyawannya sendiri ?

Jawab :
a. Efisiensi, Penghematan untuk  semua factor-faktor produksi yang mengeluarkan
biaya (efisiensi bahan baku, efisiensi waku, efisiensi tenaga kerja,dll)
b. Monitoring, Perusahan melakukan pengamatan/pengontrolan terhadap jalannya
perusahaan dalam masa waktu tertentu yang semakin singkat waktunya akan semakin
bagus. Jika perusahaan mengalami kemunduran, perusahaan harus melakukan inovasi
untuk mempertahankan produknya.

16) Perbedaan laba dan keuntungan perusahaan ?


Jawab :
Laba adalah Jumlah biaya yang di dapat lebih besar dari biaya yang di keluarkan
(keuangan) yang di peroleh dari Input-Proses-Output.
Keuntungan perusahaan adalah Semua hal bermanfaat yang di dapat oleh perusahaan
baik dari internal maupun eksternal, seperti ;
-Citra perusahaan di mata masyarakat/konsumen
-Kemajuan perusahaan, contohnya ; Perluasan lahan, cabang bertambah, omset
meningkat , jumlah     orderan meningkat,dll
-Perusahaan bisa menjalin kerja sama dengan konsumen.

17) Bagaimana jika perusahaan tidak memberikan perpanjangan kontrak disaat


kontrak kerja sudah habis tapi karyawan tersebut masih bekerja secara aktif ?
Jawab :
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menanyakan kejelasan dari
pemimpin terkait, apapabila tidak direspon kita wajib menanyakan pada pimpinan
yang lebih tinggi hingga pimpinan yang tertinggi.
Dan apabila perusahaan tersebut tidak memberi respon kita diperbolehkan untuk
melaporkan pada depnaker/lembaga yang mengurusi ketenaga kerjaan lainnya.
Sumber: http://jefridwiirawan.blogspot.com/2015/04/1-sebutkanlah-macam-macam-
norma-dan.html

“SOAL DAN JAWABAN MEMAHAMI ETIKA BISNIS”

1. Jelaskan pengertian etika dan apa yang dimaksud dengan etika berwirausaha !
2. Apa yang dimaksud dengan konsumen dan produsen?
3. Sebutkan hak dan kewajiban konsumen dalam berwirausaha!
4. Sebutkan hak dan kewajiban produsen dalam berwirausaha!
5. Jelaskan beberapa hal perbuatan yang dilarang bagi produsen!
6. Sebutkan fundamental etika yang berlaku pada semua bisnis atau wirausaha!
7. Jelaskan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam menyusun prinsip dan
kerangka kerja etika!
8. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis!
9. Jelaskan perbedaan prilaku etis dengan prilaku tidak etis dalam berwirausaha!
10. Etika di lingkungan kerja berhubungan erat dengan etika terhadap karyawan, etika
terhadap  organisasi, dak etika terhadap agen ekonomi. Jelaskan pernyataan
tersebut!

JAWAB:

1. Etika menurut (suryana, 2010)


a. perbuatan standar yang memimpin individu dalam membuat keputusan
b. suatu studi mengenai yang benar dan yang salah serta pilihan moral yang
dilakukan seseorang
c. suatu hal yang benar mengenai prilaku standar

2. Konsumen adalah raja sehingga perusahaan harus bisa merebut dan


mempertahankan kepercayaan konsumen. Produsen adalah makhluk hidup yang
mampu menghasilkan barang dan jasa untuk dijual /dipasarkan

3. Hak konsumen dalam berwirausaha:


a. hak atas kenyamanan, keamanan, keselamatan dalam mengkonsumsi
barang/jasa
b. hak untuk memilih barang/jasa
c. hak atas informasi yang benar
d. hak untuk didengar pendapat dan keluhan
e. hak untuk dapat pembinaan
f. hak untuk diperlakukan/dilayani dengan baik
g. hak untuk mendapatkan kompensasi/ganti rugi jika barang diterima tidak
sesuai perjanjian
     Kewajiban konsumen:
a. membaca/mengikuti petunjuk pemakaian barang/jasa
b. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang
c. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
d. mengikuti upaya penyelesaian hukum sangkerta perlingungan secara
konsumen secara patut

4. Hak Produsen
a. Hak menerima pembayaran yang sesuai kesepakatan
b. Hak untuk mendapatkan perlingungan hukum dari dalam konsumen yang
beritikad tidak baik
c. hak pembelaan diri didalam penyelesaian hukum sangketa konsumen
d. anak-anak  yang diatur dalam ketentuan peraturan perundangan yang berlaku
     Kewajiban Produsen:
a. Beritikad baik dalam kegiatan usaha
b. memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan
jaminan barang
c. memperlakukan konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
d. menjamin mutu barang /  jasa yang di produksi
e. memberu kompensasi, ganti rugi penggantian barang akibat penggunaan,
pemakaian barang/jasa yang di perdagangkan

5. Perbuatan yang dilarang bagi produsen


a. tidak memenuhi standar yang di persyaratkan
b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih dalam label/etiket barang
c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan menurut ukuran yang
sebenarnya
d. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan menurut ukuran yang
sebenarnya
e. tidak sesuai mutu, lingkaran, komposisi, proses yang dinyatakan dalam label
atau etiket barang/jasa

6. Fundamental etika yang berlaku pada semua bisnis/wirausaha


a. sopan santun, yaitu selalu bicara benar, terud tersng, tidak menipu dan tidak
mencuri
b. integritas(integrity), yaitu selalu memiliki prinsip, hormat, dan tidak bermuka
dua
c. menjaga janji, yaitu dapat dipercaya bila berjanji, karena janji adalah amanah
d. kesetiaan, ketaatan(fidelity), yaitu benar dan loyal pada keluarga teman, dan
tidak perlu menyembunyikan informasi yang tidak perlu dirahasiakan
e. kejujuran, kewajaran(fairness), berlaku fair dan terbuka, memiliki toleransi
yang tinggi
f. menjaga satu sama lain (caring for others), yaitu penuh perhatian, baik budi,
ikut adil, menolong siapa saja yang memerlukan bantuan.
g. saling menghargai satu sama lain (respect for others), yaitu penuh perhatian,
baik budi, ikut adil.
h. warga negara yang bertanggung jawab (responsible citizenship), yaitu patuh
terhadap perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.
i. pengerjaan keunggulan (pursuit of excellence), yaitu berbuatlah yang terbaik di
segala kegiatan, bertanggung jawab, rajin
j. dapat di pertanggung jawabkan (accountability), yaitu bertanggung jawab
dalam segala perbuatan, terutama dalam mengambil keputusan

7. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam menyusun prinsip dan kerangka kerja etika:
a. pertama mengskui dimensi-dimensi etika yang ada sebagai suatu
alternatif/keputusan
b. kedua mengindentifikasi pemilik kepentingan kunci yang terlibat dalam
mengambil keputusan
c. ketiga, membuat pilihan alternatif dan membedakan antara tanggapan etika dan
bukan etika

8. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis:


a. meningkatkan harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnis secara etis
b. agar perusahaan dan para pekerja tidak melakukan tindakan-tindakan yang
membahayakan stakeholder lain
c. penerapan etika bisnis di perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan
d. agar perusahaan terhindar dari penyalahgunaan oleh karyawan maupun
kompetitor yang bertindak tidak etis
e. perusahaan perlu menerapkan etika bisnis dalam menjalankan usaha agar tidak
memperoleh sanksi hukum karena menjalankan bisnis secara tidak etis

9. Prilaku etis
a. staf akan meniru prilaku pemimpin
b. standar etis akan membentuk kerangka kerja yang positif
c. Prilaku tidak etis
d. menganggu pengambilan keputusan usaha
e. dapat dituntut dengan undang-undang perlidungan konsumen
f. bisnis tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang

10. Etika di lingkungan kerja berhubungan erat terhadap karyawan, organisasi, agen
ekonomi
a. Etika terhadap karyawan, yaitu meliputi prilaku dalam proses persekutuan,
pemecahan, upah, konisi kerja, privacy dan respek
b. etika terhadap organisasi, yaitu baik karyawan maupun manager dalam suatu
perusahaan harus menjaga etika organisasi dengan prilaku jujur, tidak
mensalah gunakan aset perusahaan
c. etika terhadap agen-agen ekonomi, yaitu meliputi pemegang saham, pemasok,
penyalur, pesaing dan serikat buruh.
Sumber: https://desyberbagiilmu.blogspot.com/2016/10/soal-dan-jawaban-
memahami-etika-bisnis_17.html

“TUGAS ETIKA BISNIS (PERTANYAAN DAN JAWABAN)”


January 4th, 2012 • Related • Filed Under
Nama : MEGAWATI
NPM : 10208791
Kelas : 4 EA 10
Mata Kuliah : Etika Bisnis
Dosen : Ashur Harmadi

Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan Dibawah Ini !


1. Sebutkanlah macam-macam norma dan  sebutkan pula pengertiannya
masing-masing secara lengkap.
2. Secara umum etika dibagi menjadi ? jelaskan secara rinci.
3. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip etika bisnis.
4. Sebutkan dan jelaskan mengenai kelompok stakeholdes.
5. Sebutkan Kriteria dan prinsip etika utilitarianisme, sebutkan pula nilai
positif dan kelemahannya.
6. Sebutkan syarat bagi tanggung jawab moral, status perusahaan, serta
argument yang mendukung dan menentang perlunya keterlibatan sosial
perusahaan.
7. Sebutkan dan jelaskan paham tradisional dalam bisnis.
8. Sebutkan dan jelaskan macam-macam hak pekerja.
9. Sebutkan dan jelaskan pengertian dan macam- macam whistle blowing.
10. Kontrak dianggap baik dan adil apabila : ?
11. Sebutkan kewajiban produsen dan pertimbangan gerakan konsumen.
12. Sebutkan fungsi iklan sebagai pemberi informasi dan sebagai pembentuk
opini.

JAWABAN :

1.    Tiga Norma Umum

Norma à memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara
baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya
perilaku dan tindakan kita.

Macam Norma :

a. Norma Khusus

b. Norma Umum

– Norma Sopan santun


– Norma Hukum

– Norma Moral

Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau


kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain

Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat


tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan
sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.

Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh


masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan
manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma hukum ini mencerminkan  harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota
masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana
masyarakat tersebut harus diatur secara baik

Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.

Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan
dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

2. Secara umum Etika dibagi menjadi :

1. Etika Umum
2. Etika Khusus

Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi
manusia untuk bertindak secara etis, bgmn manusia mengambil keputusan etis, teori-
teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.

Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam


bidang kehidupan yg khusus.

Etika Khusus dibagi menjadi 3 :

1. Etika Individual
2. Etika Sosial
3. Etika Lingkungan hidup

Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya


sendiri.

Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia
sbg makhluk sosial dlm interaksinya dg sesamanya.
Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain. Karena kewajiban
seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dan dalam banyak hal mempengaruhi
pula kewajibannya terhadap orang lain, dan demikian pula sebaliknya.

Etika Lingkungan Hidup, berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sbg
kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dlm totalitasnya, dan juga
hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak
langsung  atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

Etika Lingkungan dapat berupa :

–          cabang dari etika sosial, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan
manusia yang berdampak pada lingkungan)

–          Berdiri sendiri, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan


lingkungannya

3. Prinsip-prinsip Etika Bisnis

1.    Prinsip otonomi

Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.

2. Prinsip Kejujuran

–  Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak

–  Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding

– Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan

3. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang  adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat
dipertanggung jawabkan

4. Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan
semua pihak.

Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah
melahirkan suatu win-win solution

5. Prinsip Integritas Moral

Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan
agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik
perusahaan
4.    Kelompok stakeholders:

1.    Kelompok primer. Pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok,
konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan. Perusahaan harus menjalin relasi bisnis
yang baik dan etis dengan kelompok ini

2.    Kelompok sekunder. Pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial,


media massa, kelompok pendukung, masyarakat.

5. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme

–  Pertama, MANFAAT

–  Kedua, MANFAAT TERBESAR

– Ketiga, MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG

Nilai  Positif Etika Utilitarianisme

•      Pertama, Rasionalitas.

•      Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.

•      Ketiga, Universalitas.

Kelemahan Etika Utilitarisme

•       Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis
akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit

•      Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd
dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dgn
akibatnya.

•      Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik
seseorang

•      Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.

•      Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan,
maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya

•      Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu


dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

6. Syarat bagi Tanggung Jawab Moral

•      Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional

•      Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya

•      Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu.


Status Perusahaan

Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics,   hlm.153), yaitu:

•      Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya
berdasarkan hukum

•      Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif

Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

•      Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya

•      Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan

•      Biaya Keterlibatan Sosial

•      Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

•      Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah

•      Terbatasnya Sumber Daya Alam

•      Lingkungan Sosial yang Lebih Baik

•      Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan

•      Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna

•      Keuntungan Jangka Panjang

7. Paham Tradisional Dalam Bisnis

a. Keadilan Legal

Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara.


Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat  diperlakukan secara sama oleh
negara di hadapan hukum.

Dasar moral :

1.      Semua orang adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama
dan harus diperlakukan secara sama.

2. Semua orang adalah warga negara yang sama status dan kedudukannya, bahkan
sama kewajiban sipilnya, sehingga harus diperlakukan sama sesuai dengan hukum
yang berlaku.

b. Keadilan Komutatif
Mengatur hubungan yg adil atau fair antara orang yg satu dengan yang lain atau warga
negara satu dengan warga negara lainnya.

Menuntut agar dlm interaksi sosial antara warga satu dengan yang lainnya tidak boleh
ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

Jika diterapkan dlm bisnis, berarti relasi bisnis dagang harus terjalin dalam hubungan
yang setara dan seimbang antara pihak yg satu dg lainnya.

Dalam bisnis, keadilan komutatif disebut sebagai keadilan tukar. Dengan kata lain
keadilan komutatif menyangkut pertukaran yang fair antara pihak-pihak yang terlibat.

Keadilan ini menuntut agar baik biaya maupun pendapatan sama-sama dipikul secara
seimbang.

c. Keadilan Distributif

Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adalah distribusi ekonomi yang merata atau
yang dianggap merata bagi semua warga negara. Menyangkut pembagian kekayaan
ekonomi atau  hasil-hasil pembangunan.

8. Macam – macam hak pekerja

Hak Atas Pekerjaan

Hak atas pekerjaan merupakan hak azasi manusia,karena.:

Pertama: kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja adalah aktifitas tubuh dan karena
itu tidak bisa dilepaskan atau difikirkan lepas dari tubuh manusia.

Kedua: kerja merupakan perwujudan diri manusia, melalui kerja manusia


merealisasikan dirinya sebagai manusia dan sekaligus membangun hidup dan
lingkungannya yang lebih manusiawi. Maka melalui kerja manusia menjadi manusia,
melalui kerja mamnusia menentukan hidupnya sendiri sebagai manusia yang mandiri.

Ketiga: hak atas kerja juga merupakan salah satu hak asasi manusia karena kerja
berkaitan dengan hak atas hidup, bahkan hak atas hidup yang layak.

Hak atas pekerjaan ini tercantum dalam undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 2
yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Hak atas upah yang adil

Hak atas upah yang adil merupakan hak legal yang diterima dan dituntut seseorang
sejak ia mengikat diri untuk bekerja pada suatu perusahaan. Dengan hak atas upah
yang adil sesungguhnya bahwa:

Pertama: Bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan upah, artinya setiap pekerja


berhak untuk dibayar.
Kedua: setiap orang tidak hanya berhak memperoleh upah, ia juga berhak
memperoleh upah yang adil yaitu upah yang sebanding dengan tenaga yang telah
disumbangkannya.

Ketiga: bahwa perinsipnya tidak boleh ada perlakuan yang berbeda atau diskriminatif
dalam soal pemberian upah kepada semua karyawan, dengan kata lain harus berlaku
prinsip upah yang sama untuk pekerjaan yang sama.

Hak untuk berserikat dan berkumpul

Untuk bisa memperjuangkan kepentingannya, khususnya hak atas upah yang adil,
pekerja harus diakui dan dijamin haknya untuk berserikat dan berkumpul. Yang
bertujuan untuk bersatu memperjuangkan hak dan kepentingan semua anggota mereka.
Menurut De Geroge, dalam suatu masyarakat yang adil, diantara perantara-perantara
yang perlu untuk mencapai suatu sistem upah yang adil, serikat pekerja memainkan
peran yang penting.

Ada dua dasar moral yang penting dari hak untuk berserikat dan berkumpul :

1. Ini merupakan salah satu wujud utama dari hak atas kebebasan yang
merupakan salah satu hak asasi manusia.
2. Dengan hak untuk berserikat dan berkumpul, pekerja dapat bersama-sama
secara kompak  memperjuangkan hak mereka yang lain, khususnya atas upah
yang adil.

Hak atas perlindungan kesehatan dan keamanan

Selain hak-hak diatas, dalam bisnis modern sekarang ini semakin dianggap penting
bahwa para pekerja dijamin keamanan, keselamatan dan kesehatannya. Karena itu
pada tempatnya pekerja diasuransikan melalui asuransi kecelakaan dan kesehatan. Ini
terutama dituntut pada perusahaan yang bergerak dalam bidang kegiatan yang penuh
resiko. Karena itu perusahaan punya kewajiban moral untuk menjaga dan menjamin
hak ini, paling kurang dengan mencegah kemungkinan hidup pekerjanya terancam
dengan menjamin hak atas perlindungan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja.

Hak untuk diproses hukum secara sah

Hak ini terutama berlaku ketika seorang pekerja dituduh dan diancam dengan
hukuman tertentu karena diduga melakukan pelanggaran atau kesalahan tertentu.
pekerja tersebut wajib diberi kesempatan untuk mempertanggungjawabkan
tindakannya, dan kalau ternyata ia tidak bersalah ia wajib diberi kesempatan untuk
membela diri.

Ini berarti baik secara legal maupun moral perusahaan tidak diperkenankan untuk
menindak seorang karyawan secara sepihak tanpa mencek atau mendengarkan pekerja
itu sendiri.

Hak atas rahasia pribadi


Karyawan punya hak untuk dirahasiakan data pribadinya, bahkan perusahan harus
menerima bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak boleh diketahui oleh perusahaan dan
ingin tetap dirahasiakan oleh karyawan.

Hak atas rahasia pribadi tidak mutlak, dalam kasus tertentu data yang dianggap paling
rahasia harus diketahui oleh perusahaan atau akryawan lainnya, misalnya orang yang
menderita penyakit tertentu. Ditakutkan apabila sewaktu-waktu penyakit tersebut
kambuh akan merugikan banyak orang atau mungkin mencelakakan orang lain.

Umumnya yang dianggap sebagai rahasia pribadi dan karena itu tidak perlu diketahui
dan dicampuri oleh perusahaan adalah persoalan yang menyangkut keyakinan religius,
afiliasi dan haluan politik, urusan keluarga serta urusan sosial lainnya.

Hak atas kebebasan suara hati.

Pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya
tidak baik, atau mungkin baik menurut perusahaan jadi pekerja harus dibiarkan bebas
mengikuti apa yang menurut suara hatinya adalah hal yang baik.

9. Whistle blowing adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa


orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh
perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan
yang lebih tinggi atau masyarakat luas.

Ada dua macam whistle blowing :

1. Whistle blowing internal

Hal ini terjadi ketika seorang atau beberapa orang karyawan tahu mengenai
kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian
melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi.

Motivasi utama dari whistle blowing adalah motivasi moral: demi mencegah kerugian
bagi perusahaan tersebut

Motivasi moral ada dua macam motivasi moral baik dan motivasi moral buruk.

2.      Whistle blowing eksternal

Menyangkut kasus dimana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan


perusahaannnya lalu membocorkannya kepada masyarakat karena dia tahu bahwa
kecurangan itu akan merugikan masyarakat.

Misalnya; manipulasi kadar bahan mentah dalam formula sebuah produk.

Motivasi utamanya adalah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen.

10. Kontrak Dianggap Baik Dan Adil :

•      Kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang
mereka sepakat
•      Tidak ada pihak yang memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat-syarat kontrak

•      Tidak ada pemaksaan

•      Tidak mengikat untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas

11. Kewajiban Produsen

•      Memenuhi ketentuan yang melekat pada produk

•      Menyingkapkan semua informasi

•      Tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang diwarkan

Pertimbangan Gerakan Konsumen

•      Produk yang semakin banyak dan rumit

•      Terspesialisasinya jenis jasa

•      Pengaruh iklan terhadap kehidupan konsumen

•      Keamanan produk yang tidak diperhatikan

•      Posisi konsumen yang lemah

12. Fungsi iklan dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu berfungsi memberi


informasi, dan membentuk opini (pendapat umum).

a.       Iklan berfungsi sebagai pemberi informasi. Pada fungsi ini iklan merupakan
media untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat tentang
produk yang akan atau sedang ditawarkan di pasar. Pada fungsi ini iklan
membeberkan dan menggambarkan seluruh kenyataan serinci mungkin tentang suatu
produk. Tujuannya agar calon konsumen dapat mengetahui dengan baik produk itu,
sehingga akirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.

b.      Iklan berfungsi sebagai pembentuk opini (pendapat) umum. Pada fungsi ini
iklan mirip dengan fungsi propaganda politik yang berupaya mempengaruhi massa
pemilih. Dengan kata lain,iklan berfungsi menarik dan mempengaruhi calon
konsumen untk membeli produk yang diiklankan. Caranya dengan menampilkan
model iklan yang persuasif, manipulatif, tendensus dengan maksud menggiring
konsumen untuk membeli produk. Secara etis, iklan manipulatif jelas dilarang, karena
memanipulasi manusia dan merugikan pihak lain.

Sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/tugas-etika-bisnis-pertanyaan-
dan-jawaban/

Anda mungkin juga menyukai