Anda di halaman 1dari 24

MANAJEMEN PELAYANAN

UNIT ENDOSKOPI PADA


PANDEMIK COVID-19

Ns. Antan Taufik Bakhtiar, S.Kep


Endoskopi Anak- Pusat Endoskopi Saluran Cerna
RSUPN DR. Cipto Mangunkusumo-Jakarta

Data per tanggal 3 Mei


2020
Positif : 11.192
Sembuh : 1.876
Meninggal :845
PENDAHULUAN

Coronavirus jenis baru dilaporkan mulai muncul


di Wuhan pada 12 Desember 2019, kemudian
diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome
Corona virus 2 (SARS- CoV-2), dan
menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-
2019 (Covid-19)n

Selain itu, telah diteliti bahwa SARS-CoV-2


dapat bertahan pada aersol (dihasilkan
melalui nebulizer) selama setidaknya 3
jam.

AIRBORNE TRANSMISI
TANDA GEJALA COVID-19
POTENSI PENULARAN COVID-
19 SELAMA ENDOSKOPI

1. Orang ke orang
2. Tetesan pernafasan
3. Aerosol yang dihasilkan selama
tindakan endoskopi
4. Kontak dengan lingkungan dan
cairan tubuh yang
terkontaminasi

Kewaspadaan tambahan harus


dillakukan saat menangani sampel
darah atau specimen karenavirus telah
terdeteksi dalam darah pasien covid-19
TUJUAN UMUM
Memberikan Rekomendasi Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan Perioperative Pasien
Dengan Covid-19 Di Ruang Tindakan Endoscopi

TUJUAN KHUSUS
1. Memberikan rekomendasi penatalaksanaan di Ruang tindakan Endoscopi terhadap
pasien dengan covid-19 yang akan dilakukan tindakan endoscopi
2. Menggunakan rekomendasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang
endoscopi
3. Memberikan acuan manajemen peralatan dan pembersihan di ruang endoscopy
4. Memberikan rekomendasi manajemem specimen
1. PENATALAKSANAAN KEWASPADAAN DI RUANG ENDOSKOPI
TERHADAP PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN TINDAKAN ENDOSKOPI
a. Kondisi Lingkungan Ruang Endoskopi
b. Pasien Dengan Covid-19 Di Ruang Endoskopi
KONDISI LINGKUNGAN RUANG ENDOSKOPI
SEBELUM TINDAKAN (PRE PROCEDURE)
1. Tindakan Endoskopi selama pandemi Covid-19 diminimalkan atau ditunda
sementara waktu termasuk, kecuali Tindakan Emergency. Keputusan
penundaan sementara Tindakan diputuskan oleh Pimpinan Rumah Sakit.
2. Semua pasien yang akan menjalani Tindakan endoskopi harus dilakukan
screening Covid-19
3. Keputusan untuk dilakukan Tindakan pada suspek/confirm Covid-19 diambil
melalui rapat tim
4. Sebelum Tindakan, pasien di rawat di ruang isolasi Covid-19
5. Persiapan sebelum tindakan harus sudah selesai sebelum pasien didaftarkan
untuk Tindakan endoskopi
SELAMA TINDAKAN (INTRA PROCEDURE)

1. Rumah sakit mempersiapkan 1(satu) kamar tindakan yang khusus


digunakan untuk tindakan pasien covid-19 dan tidak dapat digunakan
untuk tindakan yang lain
2. Kamar tindakan yang digunakan yang mempunyai anteroom yang
tekanan negative dan dengan pertukaran udaranya minimum 6 kali/jam.
3. Kamar tindakan yang digunakan untuk tindakan endoskopi pasien covid-
19, masuk dalam zona merah.
4. Mesin anestesi yang digunakan untuk tindakan endoscopi pasien
suspect/confirm covid-19 tidak boleh dipindahkan selama pandemic
covid-19
LANJUTAN …..

5. Semua kebutuhan Tindakan endoskopi dan bahan


medis habis pakai yang diperlukan untuk Tindakan
disiapkan dalam paket per pasien
6. Semua bahan yang tidak digunakan dilingkungan
kamar Tindakan pasien covid-19 diasumsikan
terkontaminasi dan dibuang
7. setelah pembedahan kamar Tindakan dilakukan
dekontaminasi semua permukaan dikamar Tindakan,
8. kamar Tindakan dibersihkan dengan chlorin dan
dilanjutkan dengan cold foging.
Lakukan hand over kondisi pasien
PASIEN DENGAN melalui telepon/ rekam medis
COVID-19 DI RUANG elektronik antara perawat ruang
ENDOSKOPI isolasi dengan perawat ruang
endoskopi

Pasien dikirim ke ruang


endoskopi setelah tim endosKopi
dan kamar Tindakan sudah siap

Pengiriman rekam medis tidak


melewati jalur pasien dan serah
terima rekam medis dilakukan di
zona hijau
LANJUTAN......

4. Pasien telah menggunakan masker bedah dari


ruang isolasi dan langsung masuk kamar
Tindakan tanpa melewati ruang persiapan
5. Pasien post Tindakan endoskopi tidak melalui
recovery room, pemantauan post Tindakan
dilakukan di kamar Tindakan
6. Lakukan hand over melalui telepon/rekam
medikelektronik antara perawat endoskopi
dan perawat isolasi
C. TIM SAAT MELAKUKAN TINDAKAN ENDOSKOPI
• Semua personil bedah (termasuk • Di sarankan selesai melakukan
operator, anestesi, dan perawat ) Tindakan semua personil
wajib cuci tangan dan harus langsung mandi
memakai APD sebelum masuk
ruang Tindakan
2. ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI RUANG ENDOSKOPI
Jenis APD yang direkomendasikan untuk disediakan dalam
penanganan Covid-19 di ruang endoskopi,adalah:
1. Topi bedah (cap)
2. Pakaian dasar kamar bedah
3. Masker N95
4. Masker bedah
5. Goggles
6. Coverall (baju Hazmat)
7. Apron
8. Cover shoes
9. Sepatu boots
10. Handscoen pendek sesuai ukuran
11. Handscoen Panjang sesuai ukuran
12. Jas operasi (Disposible)
13. Handscoen steril sesuai ukuran
3. MANAJEMEN PERALATAN DI RUANG ENDOSKOPI
✓ Instrumen yang akan dipakai telah disiapkan di kamar Tindakan sesuai dengan kebutuhan
selama Tindakan
✓ siapkan semua item yang diperlukan untuk Tindakan dan gunakan item sekali pakai jika
memungkinkan
✓ Alat Kesehatan Tindakan termasuk kebutuhan anestesi (alat dan obat-obatan) yang paling
prioritas untuk pasien tersebut disiapkan secukupnya
✓ Limbah medis harus dibuang sebagai limbah medis diberi label Covid-19 (menggunakan
kantong plastic kuning ganda dan diikat)
✓ Peralatan medis yang dapat digunakan
Kembali harus didesinfeksi sesuai
dengan prosedur desinfeksi Covid-19
LANJUTAN……

✓Permukaan benda ( instrument dan perangkat termasuk


meja perangkat, tempat tidur operasi, alat endoscopi, dll)
didesinfeksi sesuai dengan prosedur desinfeksi terkait Covid-19
✓Percikan darah/ cairan tubuh yang terlihat harus sepenuhnya
dihilangkan sebelum didesinfeksi (ditangani sesuai dengan prosedur
pembuangan darah dan tumpahan cairan tubuh).
✓Dekontaminasi alat endoskopi menggunakan cairan desinfektan tingkat
tinggi (DTT)
✓Melakukan pembersihan dan desinfeksi terutama pada bagian yang
sering disentuh (handle pintu, saklar lampu,meja,keyboard, dll)
4. MANAJEMEN SPESIMEN
➢ Spesimen yang diambil saat Tindakan
endoskopi dikelola sesuai dengan
tatalaksana penanganan specimen dan
dibungkus ganda
➢ Pemberian lebel atau identitas pada
specimen di tempel pada setiap
pembungkus
➢ untuk pengiriman specimen dengan
menggunakan kontainer tertutup dan
petugas memakai sarung tangan dan
masker bedah
MANAJEMEN KASUS PADA GASTROINTESTINAL

Manajemen kasus Prioritas Rendah Manajemen kasus Prioritas Tinggi


• Perawatan endoskopi untuk displasia • Perawatan endoskopi untuk displasia
derajat rendah esofagus atau lambung derajat tinggi (HGD) atau kanker intra-
(LGD) mukosa dini pada kerongkongan, lambung,
• Polip duodenum atau polip kolon besar dengan risiko tinggi
• Ampulektomi invasi submukosa
• Ligasi band / non-darurat
• Anemia defisiensi besi • Strikum ganas stenting
• Kista pankreas (tergantung pada fitur • Fistula / kebocoran GI bagian atas
risiko) • Perdarahan saluran cerna bagian atas tanpa
• Striktur bilier / tidak ada urgensi (tidak ketidakstabilan hemodinamik
ada kolangitis, tidak ada ikterus, dll.) • Kolonoskopi untuk melena setelah
• Pengambilan sampel lesi submukosa
EUS endoskopi GI atas negatif
• Achalasia (POEM, pelebaran balon) • Anemia berat tanpa ketidakstabilan
• dll hemodinamik
• Kolonoskopi dalam program skrining FOBT +
CRC terorganisir.
Sumber: ESGENA
Sumber: ESGENA
KESIMPULAN
Membatasi tindakan hanya untuk tindakan - tindakan urgent
seperti: perdarahan,kolangitis, benda asing,akses nutrisi atau
sesuai pertimbanga dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP)

Tindakan – tindakan elektif sedapat mungkin ditunda/dilakukan


penjadwalan ulang
Seluruh pasien yang menjalani Tindakan endoskopi harus dievaluasi
untuk Riwayat kontak dengan pasien suspek Covid-19, gejala-gejala
yang mengarah ke covid-19 (batuk, filek, sesak nafas dan demam),
Riwayat bepergian ke luar negeri pada saat sigh in dan tertulis
dicatatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT)

Seluruh pasien dan pengantar harus dilakukan pemeriksaan suhu

Apabila terdapat kecurigaan /suspek Covid-19 dilakukan transfer ke IGD


KESIMPULAN
Disinfektan kamar endoskopi
dilakukan setiap kali selesai
prosedur endoskopi

Disinfeksi alat dilakukan sesuai


standar kecuali pada kasus- kasus
resiko tinggi dilakukan 2 (dua) kali
disinfeksi

Staf, dokter atau perawat yang


memiliki gejala –gejala demam,
batuk, filek disarankan untuk tidak
datang ke ruang prosedur