Anda di halaman 1dari 49

1

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Bpk. B
2. Usia : 68 tahun
3. Pendidikan : S2
4. Agama : Islam
5. Suku Bangsa : Jawa
6. Pekerjaan : Pensiun Pegawai Departemen Koperasi
7. Alamat : RT. 01 RW. 09 Blok B No. 41
8. Komposisi Keluarga :

N Nama L Hub dg U Pend Pek Imunisasi Ket


o ( Inisial / KK m BCG DPT Polio Campak
) P u
r
1 Ibu M P Istri 64 SMA IRT - - - - - - - -
2 Ibu S P Anak 38 SMA IRT - - - - - - - -
3 Bpk. T L Menantu 38 S2 Swasta - - - - - - - -
4 An. M L Cucu 13 SD Siswa √ √ √ √ √ √ √ √
5 An. D P Cucu 7 TK Siswa √ √ √ √ √ √ √ √
6 An. A L Cucu 4 - Siswa √ √ √ √ √ √ √ √

9. Genogram (minimal 3 generasi)


2

Keterangan:
Tinggal serumah Garis penikahan
Perempuan Garis keturunan
Laki-laki Meninggal dunia

Klien
10. Tipe Keluarga
Keluarga Bpk.B merupakan tipe keluarga extended family (Kakek, anak, cucu). Bpk.B
tinggal bersama Ibu M (istri), Ibu S (anak), Bpk..T (menantu), An.M (cucu), An.D
(cucu), dan An.A (cucu).

11. Suku dan Latar Belakang Budaya


Bpk.B dan Ibu memiliki latar belakang budaya Jawa. Namun saat ini tinggal di
wilayah komplek yang memiliki budaya heterogen, karena tempat tiinggal saat ini
merupakan komplek perumahan pensiunan Departemen Koperasi yang terdiri dan
berbagai macam suku dan budaya. Bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia
campur Bahasa Jawa. Keluarga Bpk.B saat ini tetap memegang budaya Jawa namun
tetap fleksibel dengan lingkungan, karena sudah terjadi pembauran budaya setempat.

12. Agama
Keluarga Bpk.B menganut agama islam. Ibu M mengatakan bahwa setiap shalat
Bpk.B selalu mengusahakan untuk berjamaah di masjid, dan sering menghadiri
kegiatan pengajian rutin. Ibu M sendiri sejak mengalami sakit di persendian jarang
mengikuti kegiatan di luar rumah, sehingga melaksanakan shalat di rumah. Keluarga
Bpk.B merupakan keluarga yang taat beribadah baik sunah maupun wajib. Hal ini
juga ditanamkan kepada anak dan cucunya.

13. Status Sosial Ekonomi


Selama ini penghasilan berasal dari uang pensiun Bpk.B, karena Bpk.B sendiri
merupakan pensiun pegawai Departemen Koperasi. Pendapatan Bpk.B sekitar
Rp.3.000.000,- per bulan. Apabila ada uang lebih Ibu M berusaha untuk menabung.
Kebutuhan sehari-hari tercukupi, termasuk untuk biaya terapi dan beberapa kebutuhan
lain. Keluarga Bpk. W merupakan keluarga yang hemat dan sederhana. Selain itu,
pendapatn keluarga juga didapatkan dari Bpk.T yang saat ini masih aktif bekerja.

14. Aktivitas dan Rekreasi Keluarga


Ibu M mengatakan bahwa keluarganya kadang melakukan rekreasi dengan
berkunjung ke rumah saudara. Namun keluarga Bpk.B selalu berusaha untuk
menyediakan waktu untuk makan bersama dan menonton TV bersama. Ibu M
menganggap bahwa bersih-bersih bersama juga merupakan kebahagiaan yang sama
halnya dengan rekreasi. Setiap tahun Bpk.B dan Ibu M berkunjung ke kampung
halaman di Surabaya.

II. RIWAYAT DAN TAHAPAN PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini :
Keluarga Bp. K saat ini berada pada tahap perkembangan dengan lanjut usia, karena
ke empat anaknya sudah menikah dan memiliki rumah masing-masing kecuali anak
bungsu yang tinggal serumah. Namun di dalam rumah terdapat usia remaja, yaitu
anak Ibu S. Ibu S mengatakan bahwa selama ini selalu berusaha untuk melakukan
3

diskusi dengan putra pertama yaitu An.M. Setiap ada masalah An.M bercerita kepada
Ibu S. Tugas perkembangan yang dilakukan baik. Bpk.B selalu berusaha menjaga
harmonisasi keluarga dan berupaya memberikan dukungan dan perhatian kepada
keluarga, terutama Ibu M. Sedangkan Ibu S berupaya selalu memantau aktivitas
sehari-hari Ab.M, termasuk teman sebaya dan tetap menjalin komunikasi yang
terbuka.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi :


Berdasarkan identifikasi dari penuturan Bpk.B dan Ibu M, keluarga ini sudah
melewati setiap tahap perkembangan keluarga. Pasangan Bpk.B dan Ibu M saling
memberikan dukungan di masa tua dan berupaya untuk terus saling mengingatkan.

3. Riwayat Keluarga Inti :


Bpk.B dan Ibu M merupakan keturunan suku Jawa, berasal dari Kota Surabaya.
Bertemu pada saat mendatangi acara pernikahan teman, dan akhirnya terjalin
komunikasi dan memutuskan untuk menikah.

4. Riwayat Keluarga Sebelumnya (pihak suami & istri)


Bpk.B mengatakan bahwa keluarga masih sering berkunjung ke kampung halaman di
Surabaya. Kedua orang tua dari Bpk.B maupun Ibu M sudah meninggal dunia
sehingga saat ini hanya berkunjung ke rumah sanak saudara.

III.LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah
a. Tipe, ukuran rumah, jumlah ruangan
Tipe rumah keluarga Bpk.B bersifat permanen memiliki ukuran 8 x 15 m 2,
terdapat 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 3 kamar, 1 dapur, 1 ruang shalat dan 1
kamar mandi. Depan rumah terdapat teras dan garasi.

b. Ventilasi dan penerangan


Rumah berdekatan dengan tetangga, sehingga hanya terdapat penerangan dari arah
depan dan belakang rumah, atap belakang rumah disisipkan genting yang terbuat
dari kaca sehingga ada sinar matahari yang masuk ke dalam rumah. Selama ini
penerangan di dalam menggunaakan lampu apabila akan melakukan aktivitas.
Ventilasi dan sirkulasi udara baik.

c. Persediaan air bersih


Bpk.B mengatakan kebutuhan air berasal dari air sumur/ air bawah tanah
(menggunakan pompa air) dan jernih serta tidak berbau.

d. Pembuangan sampah
Selama ini pembuangan sampah dikumpulkan tempat sampah di tiap rumah dan
ada petugas yang mengambil ke rumah-rumah.

e. Pembuangan air limbah


Pembuangan air limbah dialirkan ke septictank
4

f. Jamban/ WC (tipe, jarak dengan sumber air)


Jamban menggunakan tipe jongkok, jarak sumber air dengan septitank kurang
lebih 8-10 meter

g. Denah (rumah dan lingkungan)


15 m

KAMAR 1 KAMAR 2

DAPUR DAN GUDANG

8m

RUANG TAMU &


KELUARGA RUANG
KAMAR 3 SHALAT KAMAR
MANDI

h. Bahaya kecelakaan
Rumah keluarga Bpk.B merupakan wilayah komplek yang tenang dan kondusif.
Depan rumah merupakan gang yang memungkinkan minim dari bahaya
kecelakaan, terdapat selokan di depan rumah.

i. Sarana komunikasi
Sarana komunikasi yang digunakan selama ini adalah handphone

j. Fasilitas pelayanan kesehatan


Apabila ada anggota keluarga yang sakit akan di bawa ke Rumah Sakit, karena
akses mudah dan keluarga Bpk.B sudah merasa cocok, baik itu situasi yang
bersifat urgent. Bpk.B dan Ibu M masih sering kontrol dan menjalani terapi.

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Pemukiman termasuk dalam komplek perumahan padat penduduk. Rumah warga
umumnya sedang, saling berdekatan dan sebagian rumah memiliki halaman, namun
kebanyakan hanya teras rumah. Tetangga berisfat heterogen terdiri dari berbagai
macam suku dan adat budaya, namun tetap memegang teguh toleransi budaya. Bpk.B
merupakan salah satu tokoh dan ketua paguyuban lansia. Mayoritas penduduk adalah
pensiunan pegawai Departemen Koperasi, beberapa masih aktif dan memiliki
pekerjaan karyawan swasta, pedagang kecil dan sebagainya. Sebagian besar warga
beragama Islam dan mempunyai status sosial ekonomi menengah ke atas. Ibu-ibu
setempat mempunyai perkumpulan pengajian setiap hari selasa pagi dan jum’at siang.
Bpk.B mengatakan selama ini hubungan dengan tetangga baik. Lingkungan nyaman
5

dan tenang, dekat dengan tempat kumpul-kumpul di halaman masjid yang berjarak 20
meter dari rumah. Akses masuk bisa dilalui motor dan mobil.

3. Mobilitas geografi keluarga


Awalnya Bpk.B tinggal di Surabaya, dan pernah tinggal di Jakarta karena
menyesuaikan penempatan kerja. Saat ini menetap di Curug karena rumah tempat
tinggal saat ini diperuntukkan pada pegawai dan pensiunan Departemen Koperasi.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi keluarga dengan masyarakat


Bpk.B merupakan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh kuat terhadap
masyarakat dan termasuk ketua paguyuban lansia. Bpk.B rutin mengikuti kegiatan
pengajian setiap minggu pagi. Bpk.B berusaha untuk mengikuti shalat berjamaah di
masjid. Bpk.B juga sering mengikuti acara kumpul-kumpul setiap sabtu pagi di
halaman masjid. Kegiatan olahhraga hanya dilakukan mandiri tidak secara
berkelompok. Bpk.B juga aktif dalam kegiatan Posbindu.

5. Sistem pendukung keluarga


Bpk.B mengatakan selama ini jika ada masalah dalam keluarga, keluarga lain sangat
mendukung dan memiliki respon baik, terutama keluarga anak bungsu yang tinggal
serumah. Jika ada masalah anggota keluarga selalu mendiskusikan dengan Bpk.B.

IV. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga selalu berusaha melakukan komunikasi dua arah dan saling terbuka. Jika ada
masalah selalu berusaha untuk dilakukan diskusi atau musyawarah. Keterbukaan ini
juga ditanamkan pada cucu Bpk.B yang menginjak usia remaja.

2. Struktur kekuatan keluarga


Pengambil keputusan tertinggi adalah Bpk.B. Untuk urusan kehidupan sehari-hari,
keputusan diambil oleh Ibu S, karena Ibu M sudah terbatas beraktivitas. Namun, jika
dirasa masalah perlu untuk didiskusikan, anggota keluarga lain, termasuk Bpk.T
diajak untuk musyawarah.

3. Struktur Peran (formal dan informal)


Peran formal:
Bpk.B berperan sebagai kepala keluarga, Ibu M sebagai ibu rumah tangga. Selama ini
Bpk.B sebagai pencari nafkah dan saat ini mendapatkan dana pensiun tiap bulan dan
Bpk.T yang masih aktif bekerja membantu berkontribusi sebagai pencari nafkah. Ibu
M dan Ibu S berperan sebagai ibu rumah tangga, yang mengatur keuangan yang ada
serta mendidik dan mengasuh anak. An.M, An.D dan An.A bertugas untuk belajar dan
membantu Ibu S dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ibu S berharap anak-
anaknya menurut dan mau mengerti kondisi keluarga yang sederhana sehingga tidak
menuntut semua keinginan mereka dapat dipenuhi.

Peran informal:
Selama ini Bpk.B aktif menjadi ketua paguyuban lansia. Bpk.B dulu pernah menjadi
ketua RW selama beberapa periode. Peran tersebut tidak mengganggu peran yang ada
di keluarga.
6

4. Nilai dan Norma budaya


Keluarga tidak mempunyai pantangan makanan selain yang dilarang oleh Agama
Islam. Semua anggota keluarga makan dengan menu yang sama. Terdapat peraturan
khusus di rumah Bpk.B, misalnya pagi hari diusahakan tidak tidur (jika kondisi fit),
jam tidur siang, jam belajar, atau pendampingan saat nonton televisi bagi anak-anak.
Umumnya nilai dan keyakinan budaya yang dianut berdasarkan budaya Jawa yang
tetap menoleransi budaya Sunda dan Betawi.

V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
Semua anggota keluarga saling menyayangi. Orang tua tidak membeda-bedakan
dalam memberikan kasih sayangnya. Setiap adalah masalah keluarga peka dan
berusaha untuk menyelesaikan secara kekeluargaan tanpa emosional. Antar anggota
keluarga saling memberikan dukungan dan semangat sehingga terjalin hubungan yang
harmonis. Bpk.B dan Ibu M mengatakan sangat senang dan bersyukur memiliki
keluarga walaupun sederhana dan kecil namun ada kebahagiaan tersendiri yang
dirasakan.

2. Fungsi Sosialisasi
Bpk.B mengatakan selalu berusaha memberikan arahan kepada anak dan cucu untuk
bersikap sopan dan berbuat baik, penanaman etika didasarkan pada agama sebagai
pondasi yang kuat untuk membentuk karakter. Bpk.B juga selalu berusaha untuk
mencari informasi penting terkait kesehatan, terutama untuk Ibu M. Informasi tersebut
akan diteruskan kepada seluruh anggota keluarga. Begitu juga dengan Ibu S, jika ada
informasi terbaru akan menceritakan kepada anggota keluarga.

3. Fungsi Perawatan Keluarga


Setiap anggota keluarga yang sakit selalu berusaha melakukan perawataan yang
maksimal kepada keluarga, terutama kepada Bpk.B dan Ibu M yang menjadi
perhatian karena riwayat kesehatan yang kurang. Bpk.B juga memiliki riwayat jatuh
dan hipertensi dan saat ini mengeluhkan rasa nyeri di persendian lutut kaki kanan.
Begitu juga dengan Ibu M, memiliki riwayat darah tinggi dan hipertensi. Ibu M juga
mengalami obesitas. Lingkungan rumah bersih. Setiap ada anggota yang sakit BpkB
sekalu berusaha untuk mengingatkan minum obat. Saat ini Bpk.B dan Ibu M minum
obat secara rutin. Bpk.B dan keluarga selalu berusaha menjaga makanan yang
dikonsumsi, namun belum tahu aktivitas dan latihan yang perlu dilakukan untuk
Bpk.B maupun Ibu M yang tepat selain menjaga pola makan. Akhir-akhir ini Bpk.B
sering mengalami pusing dan sulit tidur, merasa kesulitan saat shalat dan jalan jauh
karena nyeri sendi dan kekakuan otot. Saat berjalan Bpk.B dan Ibu M juga terlihat
pelan-pelan dan pincang karena menahan rasa nyeri di persendian.

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang serta kekuatan keluarga
Bpk.B mengatakan bahwa selalu memikirkan kondisi dan kesehatan saat ini, terutama
adalah kondisi Ibu M. Ibu M merasa khawatir dengan nyeri sendinya, terutama saat
dibut berjalan jauh.
7

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor


Bpk.B dan Ibu M mengatakan setiap ada masalah selalu berdo’a dan tetap berusaha
melakukan perawatan dengan maksimal karena sudah menjadi kewajiban dan
tanggung jawab untuk merawat anggota keluarga
3. Strategi koping yang digunakan
Selalu melaksanakan ibadah sesuai ketentuan dan berdo’a. Segala usaha telah
dilakukan, hasil akhirnya ditempuh dengan do’a. Setiap ada masalah selalu
diusahakan untuk musyawarah.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Berdasarkan identifikasi tidak ditemukan stres adaptasi disfungsional.

VII. HARAPAN KELUARGA TERHADAP ASUHAN KEPERAWATAN


KELUARGA
Keluarga selalu berdo’a agar selalu diberikan kesehatan dan bisa melaksanakan
kehidupan dengan cara bersyukur atas nikmat rejeki dan kesehatan. Ibu M juga
mengatakan semoga dengan adanya perawat yang datang ke rumah bisa membantu
mengurangi masalah kesehatan yang ada di keluarga, karena informasi yang
disampaikan menambah wawasan tentang kesehatan. Ibu M ingin bisa kembali
beraktivitas dengan baik jika nyerinya berkurang.
8

VIII. RIWAYAT KESEHATAN SETIAP ANGGOTA KELUARGA

1. PEMERIKSAAN FISIK (Semua anggota keluarga head


to toe/ saat pengkajian)

No Pemeriksaan Bpk. B Ibu M Ibu S


1. Keadaan umum Baik Baik Baik
2. Tanda – tanda vital :
- TD (mmHg) 150/90 130/80 120/70
- Nadi (x/menit) 79 87 78
- Suhu (celcius) - - -
- RR (x/menit) 19 22 18
3. TB (cm) & BB (kg) 170 & 75 160 & 88 160 & 59

4. Kepala : Bentuk simetris, Bentuk simetris, Bentuk simetris,


distribusi rambut distribusi rambut distribusi rambut
merata, tebal, merata dan tebal, merata dan tebal,
berwarna hitam, hygiene baik, hygiene baik,
terdapat uban terdapat uban berwarna hitam
5. Mata : Kelopak mata Kelopak mata Kelopak mata
terlihat dapat terlihat dapat terlihat dapat
membuka menutup, membuka menutup, membuka menutup,
sklera bening, sklera bening, sklera bening,
konjungtiva pink konjungtiva pink konjungtiva pink
tidak pucat, alis mata tidak pucat, alis tidak pucat, alis
berbatas tegas dan mata berbatas tegas mata berbatas tegas
simetris, dan simetris, dan simetris,
pembengkakan mata pembengkakan pembengkakan mata
(-), respon terhadap mata (-), respon (-), respon terhadap
cahaya (+), alat terhadap cahaya cahaya (+), alat
bantu -. Mengalami (+), alat bantu -, bantu -
sedikit penurunan mengalami
penglihatan penurunan
penglihatan
6. Mulut dan Hidung : Bentuk simetris, Bentuk simetris, Bentuk simetris,
ekspresi muka ekspresi muka ekspresi muka
sesuai, lidah sesuai, lidah sesuai, lidah
berwarna putih berwarna putih berwarna putih
kemerahan, tidak kemerahan, tidak kemerahan, tidak
9

ada secret yang ada secret yang ada secret yang


keluar melalui keluar melalui keluar melalui
hidung, tidak ada hidung, tidak ada hidung, tidak ada
kotoran yang terlihat kotoran yang kotoran yang terlihat
melalui hidung, terlihat melalui melalui hidung,
lidah pada posisi hidung, lidah pada lidah pada posisi
normal, bicara tidak posisi normal, normal, bicara tidak
pelo, tidak ada bicara tidak pelo, pelo, tidak ada
gangguan menelan, tidak ada gangguan gangguan menelan,
bibir simetris, menelan, bibir bibir simetris,
mukosa bibir simetris, mukosa mukosa bibir
lembab, tidak ada bibir lembab, tidak lembab, tidak ada
cuping hidung, ada cuping hidung, cuping hidung,
Tidak ada lesi pada Tidak ada lesi pada Tidak ada lesi pada
rongga mulut, rongga mulut, rongga mulut,
perdarahan dan perdarahan dan perdarahan dan
pembengkakan (-), pembengkakan (-), pembengkakan (-),
karies gigi (-) karies gigi (-) karies gigi (-)
7. Telinga: Bentuk simetris Bentuk simetris Bentuk simetris
antara telinga kanan antara telinga kanan antara telinga kanan
dan kiri, liang dan kiri, liang dan kiri, liang
telinga terlihat telinga terlihat telinga terlihat
bersih, eritema (-), bersih, eritema (-), bersih, eritema (-),
tidak ada gangguan mengalami tidak ada gangguan
pendengaran penurunan pendengaran
pendengaran
8. Dada : Suara nafas ronchi, Inspeksi tidak ada Inspeksi tidak ada
Inspeksi tidak ada retraksi dada saat retraksi dada saat
retraksi dada saat bernafas, Palpasi bernafas, Palpasi
bernafas, Palpasi pengembangan pengembangan dada
pengembangan dada dada simetris, simetris, Perkusis:
simetris, Perkusis: Perkusis: sonor, sonor, vocal
sonor, vocal fremitus vocal fremitus fremitus teraba sama
teraba sama di teraba sama di di semua lapang
10

semua lapang paru semua lapang paru, paru, auskultasi:


auskultasi: suara suara nafas
nafas vesikuler vesikuler
9. Leher : Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran kelenjar pembesaran pembesaran kelenjar
tiroid kelenjar tiroid tiroid
10. Abdomen : Inspeksi: tidak ada Inspeksi: tidak ada Inspeksi: tidak ada
lesi disekitar lesi disekitar lesi disekitar
abdomen, tidak ada abdomen, tidak ada abdomen, tidak ada
distensi, perut tidak distensi, perut tidak distensi, perut tidak
kembung, kembung, kembung,
Auskultasi: bising Auskultasi: bising Auskultasi: bising
usus 20 x/menit, usus 20 x/menit, usus 20 x/menit,
Perkusi: tympani, Perkusi: tympani, Perkusi: tympani,
Palapasi: tidak ada Palapasi: tidak ada Palapasi: tidak ada
nyeri tekan diseluruh nyeri tekan nyeri tekan
lapang abdomen, diseluruh lapang diseluruh lapang
tidak ada abdomen, tidak ada abdomen, tidak ada
pembesaran organ. pembesaran organ. pembesaran organ.
11. Eliminasi Sistem perkemihan Sistem perkemihan Sistem perkemihan
Pola : ± 5x sehari, Pola : ± 4x sehari, Pola : ± 4x sehari,
tidak mengalami tidak mengalami tidak mengalami
inkontinensia inkontinensia inkontinensia
Eliminasi (BAB): Eliminasi (BAB): Eliminasi (BAB):
pola 1x sehari, tidak pola 1x sehari, tidak tentu, tidak
ada konstipasi. tidak ada ada konstipasi.
konstipasi.
12. Integumen Turgor kulit elastis, Turgor kulit elastis, Turgor kulit elastis,
tidak ada abrasi, tidak ada abrasi, tidak ada abrasi,
tidak ada lebam, tidak ada lebam, tidak ada lebam,
tidak bengkak, tidak tidak bengkak, tidak bengkak, tidak
ada eritema, tidak tidak ada eritema ada eritema
ada luka
13. Muskuloskeletal Ekstremitas atas dan Ekstremitas atas Ekstremitas atas dan
bawah simetris, dan bawah simetris, bawah simetris,
11

rentang gerak rentang gerak rentang gerak


terbatas, terutama terbatas di bagian penuh, dan otot kuat
persendian lutut lutut kanan karena
kanan karena nyeri nyeri sendi (skala
(skala nyeri 5) nyeri 6) hilang
muncul hilang timbul (terasa
timbul, terutama saat apabila dibuat jalan
jalan jauh dan jauh, dan otot
aktivitas banyak. sedikit lemah, jalan
Terlihat pincang saat sempoyongan dan
jalan. Hasil TUGT: pincang, hasil Time
12,87 detik. Up and Go Test:
Kekuatat otot kaki 16,17 detik
kanan (skor 4) (hambatan
mobilitas tinggi).
Kekuatan otot kaki
kanan (skor 3)
14. Capillary refill < 2 detik < 2 detik < 2 detik
15. Pemeriksaan darah GDS: 133 mg/dl GDS: 187 mg/dl GDS: 119 mg/dl
12

ANALISIS DATA
No. Data Masalah
1 Subyektif: Hambatan mobilitas pada
 Bpk.B mengatakan usia saat ini adalah 68 tahun Bpk.B dn Ibu M
dan Ibu M 64 tahun (00155)
 Bpk.B mengatakan memiliki riwayat atau pernah
jatuh sehingga terasa nyeri di lutut kanan
 Bpk.B mengatakan pergerakan terbatas, terutama
jika digunakan untuk shalat
 Ibu M juga mengatakan mengalami nyeri sendi di
lutut kanan
 Ibu M mengatakan aktvitas terbatas dan khawatir
jika dibuat jalan jauh
 Bpk.B mengatakan saat ini sedang menjalani
terapi, begitu juga Ibu M

Obyektif:
 Kekuatan otot ekstermitas bawah sebelah kanan
lemah pada Bpk.B dan Ibu M
 Bpk.B dan Ibu M terlihat pincang saat berjalan
karena menghindari tekanan pada area lutut kanan
yang nyeri
 Bpk.B mengalami penurunan penglihatan
penglihatan
 Hasil Time Up and Go Test: 16,17 detik (hambatan
mobilitas tinggi) pada Ibu M dan 12,87 detik pada
Bpk.B

2 Subyektif: Risiko Ketidakefektifan Perfusi


 Bpk.B mengatakan memiliki riwayat darah tinggi Jaringan Perifer pada Bpk.B
 Bpk.B mengatakan kadang merasakan berat di tengkuk (00228)
 Bpk.B mengatakan kadang tidur tidak nyenyak
 Bpk.S mengatakan minum obat penurun darah tinggi
rutin
 Bpk.B mengatakan jarang melakukan latihan fisik,
hanya kumpul-kumpul di halaman masjid

Objektif:
 TD: 150/90 mmHg
 N: 79 x/menit

3 Subyektif: Kesiapan meningkatkan proses


 Bpk.B mengatakan anggota keluarga saling mendukung keluarga Bpk.B
jika mengalami masalah (00159)
 Bpk.S mengatakan bahwa setiap anggota keluarga
selalu memantau keadaan anggota keluarga yang lain
 Bpk.B mengatakan berusaha selalu berdiskusi dan
berkomunikasi secara terbuka
13

 Bpk.B dan Ibu M mengatakan memiliki keinginan agar


bisa bugar seperti dulu (saat ini kurang olah raga)

Objektif:
 Bpk.B terlihat antusias saat bercerita dan
menyampaikan sikapnya terhadap kesehatan
 Bpk.B merasa semangat saat diajak untuk melakukan
latihan fisik, begitu juga dengan Ibu terlihat memiliki
motivasi

SKORING MASALAH

Diagnosis Keperawatan 1: Hambatan mobilitas pada Bpk.B dan Ibu M


Kriteria dan Skor Bobot Total Pembenaran
Sifat Masalah: 1 3/3x1=1 Bpk.B mengatakan usia saat ini 68 tahun, kadang
1. mengalami pusing, pernah jatuh dan lutut kaki kanan
2. terasa nyeri, mengalami keterbatasan gerak karena
3. nyeri tersebut, terutama saat dibuat shalat. Ibu M juga
4. mengalami nyeri sendi di lutut kanan, sehingga
menyebabkan aktivitas terhambat, karena Ibu M
khawatir jika dibuat jalan terlalu jauh
Kemungkinan Masalah 2 2/2x2=2 Kemungkinan masalah untuk diubah adalah mudah,
dapat Diubah: karena Bpk.B dan Ibu M memiliki motivasi tinggi
1. Mudah (2) untuk melakukan latihan
2. Sebagian (1)
3. Tidak Dapat (0)
Potensial Masalah untuk 1 3/3x1=1 Bpk.B mengatakan keluarga sanggup untuk
Dicegah: melakukan perawatan pada anggota keluarga terutama
1. Tinggi (3) pada Bpk.Z dan Ibu M, dan setiap ada masalah
2. Cukup (2) berusaha untuk dikomunikasikan serta
3. Rendah (1) dimusyawarahkan untuk penyelesaian masalah.
Terlihat antusiasme dan keingintahuan keluarga dalam
menerima informasi terkait pencegahan hambatan
mobilitas dan nyeri
Menonjolnya Masalah: 1 2/2x1=1 Menurut Bpk.S, masalah hambatan bergerak pada
1. Membutuhkan perhatian Bpk.S sangat dirasakan dan perlu segera ditangani
dan segera diatasi (2) agar tidak terjadi kejadian berulang, Karena jika
2. Tidak membutuhkan terjadi sulit melakukan aktivitas. Terutama apabila
perhatian dan tidak Bpk.B sedang shalat atau Ibu M dalam melakukan
segera diatasi (1) aktivitas keseharian
3. Tidak dirasakan sebagai
masalah atau kondisi
yang membutuhkan
perubahan (0)
Total 5

Diagnosis Keperawatan 2: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer pada


Bpk.B
Kriteria dan Skor Bobot Total Pembenaran
Sifat Masalah: 1 2/3x1=2/3 Sifat masalah adalah risiko, karena keluarga sudah
1. mengetahui bahwa salah satu latihan relaksasi bisa
2. untuk mengurangi kenaikan tekanan darah selain
3. minum obat, namun pelaksanaan masih belum
4. dilakukan secara rutin
Kemungkinan Masalah 2 1/2x2=1 Keluarga mengatakan akan berusaha menjadwalkan
dapat Diubah: latihan dan aktivitas untuk mencegah kenaikan
1. Mudah (2) tekanan darah Bpk.B, namun tergantung kondisi
14

2. Sebagian (1) Bpk.B


3. Tidak Dapat (0)
Potensial Masalah untuk 1 2/3x1=2/3 Keluarga mengatakan dapat melakukan rencana
Dicegah: aktivitas pada Bpk.B, namun tergantung kondisi fisik
1. Tinggi (3) dan kesehatan
2. Cukup (2)
3. Rendah (1)
Menonjolnya Masalah: 1 2/2x1=1 Menurut keluarga, aktivitas untuk menjaga tekanan
1. Membutuhkan perhatian darah stabil penting, namun belum menjadi prioritas
dan segera diatasi (2) bagi keluarga
2. Tidak membutuhkan
perhatian dan tidak
segera diatasi (1)
3. Tidak dirasakan sebagai
masalah atau kondisi
yang membutuhkan
perubahan (0)
Total 2 4/3

Diagnosis Keperawatan 3: Kesiapan meningkatkan proses keluarga Bpk.B


Kriteria dan Skor Bobot Total Pembenaran
Sifat Masalah: 1 3/3x1=1 Sifat masalah adalah aktual, karena setiap anggota
1. keluarga memiliki motivasi dan dukungan untuk
2. mengatasi masalah yang dialami oleh masing-masing
3. anggota keluarga
4.
Kemungkinan Masalah 2 1/2x2=1 Bpk.B mengatakan akan berusaha mendampingi Ibu
dapat Diubah: M untuk melakukan aktivitas atau latihan fisik
1. Mudah (2)
2. Sebagian (1)
3. Tidak Dapat (0)
Potensial Masalah untuk 1 3/3x1=2/3 Keluarga memiliki latar belakang pendidikan tinggi,
Dicegah: sehingga secara penegtahuna sudah baik, namun
1. Tinggi (3) secara perilaku yang masih memerlukan motivasi
2. Cukup (2) dan dukungan dari eksternaal seperti
3. Rendah (1) perawat/mahasiswa
Menonjolnya Masalah: 1 2/2x1=1 Menurut keluarga sudah sepatutnya saling
1. Membutuhkan perhatian mendukung dan memberikan perhatian karena
dan segera diatasi (2) menjadi tanggung jawab jika salah satu anggota
2. Tidak membutuhkan keluarga mengalami masalah kesehatan
perhatian dan tidak
segera diatasi (1)
3. Tidak dirasakan sebagai
masalah atau kondisi
yang membutuhkan
perubahan (0)
Total 3 2/3

PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN

No Diagnosis Keperawatan Skor


1 Hambatan mobilitas pada Bpk.B dan Ibu M 5
2 Kesiapan meningkatkan proses keluarga Bpk.S 3 2/3
3 Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer 2 4/3
15
16

NURSING CARE PLAN (NCP)


Diagnosis Keperawatan NOC NIC
No. Data
Kode Diagnosis Kode Kriteria Hasil Kode Intervensi
1. Subyektif: Domain 4: TUK 1: Keluarga mampu mengenal
 Bpk.B mengatakan usia saat Activity/Rest Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu masalah
Class 2: mengenal masalah dengan kriteria hasil:
ini adalah 68 tahun dan Ibu M Activity/Exercise
64 tahun Diagnosis: Level 1: Domain IV Level 1: Domain 3
 Bpk.B mengatakan memiliki 00085 Hambatan Healt knowledge and behavior Behavioral
riwayat atau pernah jatuh mobilitas pada Level 2: Class S Level 2: Class S
sehingga terasa nyeri di lutut Bpk.B dan Ibu M Health Knowledge Patient Education
(hal 216) Level 3: Outcomes Level 3: Intervention
kanan 1828 Pengetahuan: Pencegahan Jatuh (hal. 312). 5510 Pendidikan kesehatan (hal. 210)
 Bpk.B mengatakan Pengetahuan dan pemahaman keluarga 1. Berikan penjelasan tentang faktor
pergerakan terbatas, terutama meningkat dari skala 2 (pengetahuan terbatas) internal (dalam diri individu) dan
jika digunakan untuk shalat menjadi 4 (pengetahuan baik), tentang: faktor eksternal (lingkungan) yang
 Ibu M juga mengatakan 182801 1. Penggunaan alat bantu yang tepat menyebabkan hambatan mobilitas
182802 2. Penggunaan alat yang aman pada kelompok lansia
mengalami nyeri sendi di 182803 3. Penggunaan alas kaki yang tepat 2. Identifikasi kebutuhan/ alat bantu
lutut kanan 182807 4. Penggunaan pencahayaan lingkungan dengan yang diperlukan untuk pencegahan
 Ibu M mengatakan aktvitas tepat hambatan mobilitas
terbatas dan khawatir jika 182809 5. Penerapan prosedur berpindah yang aman 3. Gali faktor-faktor pada konteks
dibuat jalan jauh 182811 6. Latihan untuk mengurangi hambatan mobilitas personal dan riwayat sosial
182812 7. Pengobatan dapat meningkatkan hambatan kultural yang mempengaruhi
 Bpk.B mengatakan saat ini
182813 mobilitas hambatan mobilitas
sedang menjalani terapi, 8. Kondisi lemah dan kronis dapat meningkatkan 4. Tentukan tingkat pengetahuan dan
begitu juga Ibu M 182814 hambatan mobilitas perilaku lansia/ individu dan
182815 9. Penyakit akut dapat meningkatkan hambatan keluarga terkait hambatan
Obyektif: mobilitas mobilitas
182816 10. Perubahan tekanan darah dapat meningkatkan 5. Dampingi lansia dan keluarga
 Kekuatan otot ekstermitas
hambatan mobilitas dalam mengklarifikasi nilai dan
bawah sebelah kanan lemah 182817 11. Obat yang tidak sesuai resep dan anjuran dapat keyakinan terkait hambatan
pada Bpk.B dan Ibu M 182818 meningkatkan hambatan mobilitas mobilitas
 Bpk.B dan Ibu M terlihat 182819 12. Penerapan strategi perpindahan yang aman 6. Tekankan manfaat yang diterima
pincang saat berjalan karena 13. Pentingnya menjaga kebersihan lantai setelah merubah perilaku guna
menghindari tekanan pada 182821 14. Penggunaan bangku/ tempat duduk dan tangga mencegah hambatan mobilitas
yang aman 7. Siapkan materi yang sesuai dan
area lutut kanan yang nyeri 15. Penerapan strategi untuk menjaga permukaan mudah dipahami oleh lansia dan
17

 Bpk.B mengalami penurunan lantai aman dan tidak licin keluarga


penglihatan penglihatan 8. Ajarkan strategi untuk
menghindari hambatan mobilitas
 Hasil Time Up and Go Test: dengan memperbaiki faktor
16,17 detik (hambatan internal dan eksternal
mobilitas tinggi) pada Ibu M 9. Libatkan lansia dan keluarga
dan 12,87 detik pada Bpk.B dalam perencanaan dan
implementasi untuk pencegahan
jatuh
10. Manfaatkan dukungan keluarga
dalam memodifikasi perilaku dan
lingkungan untuk mencegah jatuh

Level 1: Domain 4
Safety
Level 2: Class V
6490 Risk Management
Level 3: Intervention
Pencegahan Jatuh (hal 188)
1. Jelaskan kepada keluarga dan
lansia akibat/ dampak jatuh dan
bagaimana keluarga dapat
mengurangi hambatan mobilitas

TUK 2: Keluarga mampu memutuskan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu tindakan keperawatan
memutuskan tindakan perawatan dengan
kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 1


Health knowledge and behavior Physiological: basic
Level 2: Class Q Level 2: Class A
Health Behavior Activity and exercise management
Level 3: Outcomes Level 3: Intervention
1633 Partisipasi latihan (hal. 214). Bpk.S mampu 0200 Promosi latihan (hal. 182)
memutuskan tindakan untuk berpatisipasi 1. Nilai keyakinan individu terkait
latihan dari skala 2 (jarang melakukan) menjadi latihan fisik
4 (sering melakukan): 2. Gali pengalaman latihan
18

163301 1. Adanya rencana latihan yang sesuai untuk 3. Tentukan motivasi individu dalam
mencegah hambatan mobilitas dengan tenaga melakukan dan melanjutkan
163303 kesehatan program latihan
163304 2. Adanya tujuan jangka pendek yang realistis 4. Gali penghambat latihan
163308 3. Adanya tujuan jangka panjang yang realistis 5. Dampingi lansia dan keluarga
163309 4. Partisipasi dalam latihan rutin dalam menentukan hasil jangka
163310 5. Terlihat melakukan latihan dengan benar pendek dan jangka panjang
163312 6. Penggunaan pakaian yang tepat untuk latihan 6. Dampingi lansia dan keluarga
7. Terlihat melakukan latihan di lingkungan yang dalam menentukan jadwal rutin
163313 aman untuk latihan fisik (latihan
8. Penggunaan strategi untuk mencegah terjadinya keseimbangan)
163314 cedera fisik 7. Libatkan keluarga dalam
163316 9. Penggunaan alat yang tepat perencanaan dan menjaga program
10. Penerapan pemanasan sebelum latihan dengan latihan
163317 tepat 8. Informasikan kepada lansia dan
11. Penerapan pemanasan sebelum latihan dengan keluarga tentang manfaat dan
163320 tepat dampak fisik dari latihan
163322 12. Terpantaunya perkembangan 9. Instruksikan lansia untuk
13. Penerapan latihan untuk meningkatkan melakukan pemanasan dan
163323 kekuatan pendinginan selama latihan
163324 14. Penerapan latihan untuk menjaga fleksibilitas 10.Instruksikan pada lansia
163330 15. Penerapan latihan untuk menjaga keseimbangan menggunakan teknik untuk
163332 16. Terjaganya keseimbangan cairan tubuh menghindari cedera fisik selama
17. Penggunaan sistem pendukung pribadi latihan
163333 (keluarga) 11.Pantau respon selama program
163334 18. Penggunaan sumber komunitas latihan
19. Kontak dengan penyedia kesehatan sebagai 12.Berikan umpan balik positif atas
kebutuhan usaha lansia

Level 1: Domain 4
Level 1: Domain 4 Safety
Health knowledge and behavior Level 2: Class V
Level 2: Class T Risk management
Risk control and safety Level 3: Intervention
1908 Level 3: Outcome 6610 Identifikasi Risiko (hal. 329)
Deteksi Risiko (hal. 457). Keluarga mampu 1. Lakukan review riwayat
memutuskan tindakan untuk melakukan deteksi kesehatan/ riwayat jatuh dan
risiko dari skala 2 (jarang melakukan) menjadi 4 catatan medis serta terapi yang
19

190801 (sering melakukan): pernah dilakukan oleh lansia


190802 1. Disadarinya tanda dan gejala indikasi risiko 2. Tentukaan ketersediaan sumber
190803 2. Teridentifikasi risiko potensial kesehatan seperti: psikologis, tingkat
190804 3. Pencarian validitas risiko yang dirasakan pengetahuan, keuangan dan
4. Terlihat melakukan pemeriksaan diri sesuai dukungan keluarga
190805 interval yang direkomendasikan 3. Identifikasi tipe strategi koping
5. Partisipasi dalam skrining kesehatan sesuai 4. Tentukan level kemampuan status
190809 jadwal yang direkomendasikan fungsional lansia saat ini
6. Penggunaan sumber untuk mendapatkan 5. Tentukan status kebutuhan dasar
190813 informasi tentang faktor risiko manusia pada lansia
190810 7. Terpantaunya perubahan status kesehatan umum 6. Instruksikan pada lansia dan
8. Penggunaan pelayanan kesehatan sesuai dengan keluarga untuk mengurangi faktor
190812 kebutuhan risiko yang menyebabkan jatuh
9. Didapatkan informasi terkait perubahan 7. Diskusikan dengan keluarga dan
kesehatan sesuai rekomendasi lansia tentang rencana aktivitas
pencegahan hambatan mobilitas
8. Rencanakan pemantauan pada
lansia
9. Dampingi aktivitas dan strategi
yang dilakukan oleh lansia dan
keluarga dalam mencegah jatuh

TUK 3: Keluarga mampu melakukan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu perawatan
melakukan perawatan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 4


Health knowledge and behavior Safety
Level 2: Class S Level 2: Class V
Health knowledge Risk management
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
1828 Pengetahuan: Pencegahan Jatuh (hal. 312). 6490 Pencegahan Jatuh (hal. 188)
Keluarga mampu melakukan perawatan 1. Identifikasi penurunan kognitif dan
meningkat dari skala 2 (jarang melakukan) fisik pada lansia yang berpotensi
menjadi 4 (sering melakukan), tentang: menyebabkan jatuh
182801 1. Penggunaan alat bantu yang tepat 2. Pantau gaya berjalan,
182802 2. Penggunaan alat yang aman keseimbangan dan tingkat
182803 3. Penggunaan alas kaki yang tepat kelemahan saat berpindah
20

182807 4. Penggunaan pencahayaan lingkungan dengan 3. Tanyakan pada lansia persepsi


tepat tentang keseimbangan yang bisa
182817 5. Penerapan strategi perpindahan yang aman menyebabkan hambatan mobilitas
182818 6. Pentingnya menjaga kebersihan lantai 4. Ajarkan kepada lansia bagaimana
182819 7. Penggunaan bangku/ tempat duduk dan tangga respon saat jatuh untuk
yang aman meminimalkan cedera
182821 8. Penerapan strategi untuk menjaga permukaan 5. Ajarkan teknik yang tepat saat
lantai aman dan tidak licin berpindah
6. Arahkan lansia untuk beradaptasi
dengan gaya berjalan yang telah
dimodifikasi
7. Orientasikan lansia untuk
melakukan latihan dan aktifitas
fisik rutin untuk mencegah
hambatan mobilitas
8. Berikan pengarahan kepada
keluarga untuk mendampingi
lansia yang sempoyongan saat
berjalan
9. Arahkan keluarga untuk memantau
kemampuan lansia saat berpindah
dari tempat tidur ke kursi dan
sebaliknya
10.Berikan pengarahan kepada
keluarga dan lansia pentingnya
pegangan tangan pada lansia
11.Bantu keluarga mengidentifikasi
bahaya yang menyebabkan
hambatan mobilitas dan
bagaimana memodifikasinya

Level 1: Domain 1
Physiological: basic
Level 2: Class A
Activity and exercise management
Level 3: Intervention
0222 Terapi Latihan Fisik:
Keseimbangan (hal. 184)
21

1. Tentukan kemampuan lansia untuk


melakukan aktivitas latihan
keseimbangan
2. Evaluasi fungsi sensori seperti:
penglihatan, pendengaran
3. Instruksikan pada lansia dan
keluarga pentingnya latihan fisik
4. Instruksikan pada lansia
melakukan langkah-langkah
latihan keseimbangan
5. Ajarkan pada lansia untuk selalu
melakukan pemanasan dan
pendinginan selama latihan
keseimbangan
6. Anjurkan pada lansia untuk
menggunakan alat bantu seperti:
kruk, walker
7. Pantau respon lansia saat
melakukan latihan keseimbangan

TUK 4: Keluarga mampu memodifikasi


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu lingkungan
memodifikasi lingkungan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 4


Health knowledge and behavior Safety
Level 2: Class T Level 2: Class V
Risk control and safety Risk management
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
1910 Lingkungan rumah yang aman (hal. 460). 6486 Manajemen Lingkungan:
Keluarga mampu memodifikasi lingkungan dari Keamanan (hal. 179)
skala 2 (kemampuan sedikit) menjadi 4 1. Identifikasi kebutuhan keamanan
(kemampuan tinggi): lansia berdasarkan tingkat
191027 1. Terpenuhinya pencahayaan luar rumah kemampuan fisik dan kognitif
191028 2. Terpenuhinya pencahayaan dalam rumah 2. Identifikasi bahaya yang
191030 3. Terjaganya kebersihan rumah mengancam lingkungan fisik
191032 4. Terpenuhinya ruang untuk bergerak aman dalam 3. Modifikasi lingkungan untuk
rumah meminimalkan risiko dan bahaya
22

191040 5. Terpenuhinya akses ke kamar mandi aman jatuh pada lansia


191008 6. Terpenuhinya alat bantu 4. Berikan penjelasan kepada lansia
191013 7. Penataan perabot rumah untuk mengurangi dan keluarga terkait keamanan
hambatan mobilitas untuk mencegah hambatan
mobilitas

Level 1: Domain IV
Health knowledge and behavior Level 1: Domain 4
Level 2: Class T Safety
Risk control and safety Level 2: Class V
Level 3: Outcome Risk Management
1909 Perilaku pencegahan jatuh (hal. 216). Keluarga 6490 Level 3: Intervention
mampu memodifikasi perilaku dari skala 2 Pencegahan Jatuh (hal 188)
(jarang melakukan) menjadi 4 (sering 1. Identifikasi karakteristik
melakukan): lingkungan yang menyebabkan
190923 1. Adanya pendamping sesuai kebutuhan hambatan mobilitas
190905 2. Penggunaan pegangan tangan sesuai kebutuhan 2. Anjurkan keluarga untuk
190910 3. Penggunaan alas kaki yang sesuai menyediakan alat bantu seperti:
190901 4. Penggunaan alat bantu dengan benar kruk, walker
190918 5. Penggunaan alat bantu penglihatan dengan benar 3. Ajarkan kepada lansia penggunaan
190919 6. Penggunaan prosedur transfer yang aman alat bantu yang tepat
190922 7. Tersedia penerangan yang cukup 4. Anjurkan keluarga untuk
190909 8. Penggunaan kuris yang aman enyediakan kursi, tempat tidur
190906 9. Pembersihan barang berantakan dan licin dari yang aman dan tidak bergeser
lantai 5. Anjurkan keluarga untuk
190907 10. Pemindahan karpet menempatkan barang yang mudah
190912 11. Penyesuaian ketinggian kursi sebagai kebutuhan dijangkau oleh lansia
190913 12. Penyesuaian ketinggian tempat tidur sebagai 6. Anjurkan keluarga untuk
kebutuhan menyediakan penerangan yang
190916 13. Kontrol kegelisahan memadai
7. Anjurkan keluarga untuk
menghindari adanya barang yang
berantakan pada lantai
8. Anjurkan keluarga untuk
menghindari lantai yang licin
9. Anjurkan lansia untuk
menggunakan sandal antislip
23

10.Anjurkan keluarga untuk


memperbaiki penataan rumah
sehingga lansia mudah
melakukan mobilisasi

TUK 5: Keluarga mampu memanfaatkan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu fasilitas pelayanan kesehatan
memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain II Level 1: Domain 4


Physiologic health Safety
Level 2: Class I Level 2: Class V
Metabolic regulation Risk management
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
0802 Tanda-tanda vital (hal. 550). Keluarga mampu 6680 Monitor Tanda-tanda Vital (hal.
memanfaatkan pelayanan kesehatan sehingga 413)
terpantaunya tanda-tanda vital dari skala 2 1. Anjurkan keluarga untuk
(jauh dari batas normal) menjadi 4 (mendekati melakukan cek rutin tekanan
batas normal): darah, nadi, suhu dan status
080201 1. Suhu tubuh normal (36,7oC – 37,5 oC) pernafasan
080202 2. Nadi normal (60 – 100 x/ menit)
080204 3. Pernafasan normal (16 – 24 x/ menit)
080205 4. Tekanan darah normal (sesuai standar)
080211 5. Nafas dalam keadaan normal

Level 1: Domain 4 Level 1: Domain 4


Health Knowledge and Behaviour Safety
Level 2: Class FF Level 2: Class V
Health Management Risk Management
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
3100 Self Management: 6490 Pencegahan Jatuh (hal 188)
Penyakit Akut (hal. 475). Keluarga mampu 1. Kolaborasi dengan tim kesehatan
merubah dari skala 2 (jarang melakukan) lain untuk meminimalkan efek
24

menjadi 4 (sering melakukan) samping pengobatan yang


310002 1. Mengikuti rekomendasi pencegahan ke menyebabkan hambatan mobilitas
pelayanan kesehatan
310004 2. Melakukan tes laboratorium sesuai kondisi
310007 3. Mengikuti rekomendasi perawatan ke pelayanan
kesehatan
310013 4. Mengikuti rejimen terapi
310017 5. Mencari bantuan untuk kebutuhan mandiri lansia
310026 6. Menggunakan sumber informasi yang terpercaya
310027 7. Menerima saran dari tenaga kesehatan
310028 8. Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang
sesuai dengan kebutuhan lansia
310029 9. Menjadwalkan secara rutin kontrol ke tenaga
kesehatan profesional sesuai kebutuhan lansia

2 Subyektif: Domain 7: TUK 1: Keluarga mampu mengenal


 Bpk.B mengatakan anggota Hubungan Peran Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu masalah:
keluarga saling mendukung jika Class 2: mengenal masalah dengan kriteria hasil:
mengalami masalah Hubungan
Keluarga Level 1: Domain IV Level 1: Domain
 Bpk.S mengatakan bahwa setiap
00159 Diagnosis: Pengetahuan kesehatan dan perilaku Behavioral
anggota keluarga selalu Kesiapan Level 2: Class S Level 2: Class S
memantau keadaan anggota Meningkatkan Pengetahuan kesehatan Patient Education
keluarga yang lain Proses Keluarga Level 3: Outcome Level 3: Intervention
 Bpk.B mengatakan berusaha pada Keluarga 1803 Pengetahuan tentang proses yang 5602 Mengajarkan proses terjadinya
selalu berdiskusi dan Bpk.B (hal 313) mempengaruhi hambatan mobilitas (hal. 308) hambatan mobilitas (hal. 371)
berkomunikasi secara terbuka meningkat dari skala 1 (tidak mengetahui) 1. Nilai pemahaman lansia dan
 Bpk.B dan Ibu M mengatakan menjadi 4 (pengetahuan baik) dengan indikator: keluarga tentang hambatan
memiliki keinginan agar bisa 180302 1. Mengetahui karakter faktor yang mempengaruhi mobilitas
bugar seperti dulu (saat ini hambatan mobilitas (internal dan eksternal) 2. Jelaskan proses terjadinya jatuh
kurang olah raga) 180303 2. Mengetahui penyebab jatuh (internal dan dan bagaimana hubungannya
180304 eksternal) dengan anatomi dan kemampuan
180305 3. Mengetahui faktor hambatan mobilitas fungsional
Objektif: 180308 4. Mengetahui dampak dari jatuh 3. Jelaskan faktor risiko tentang jatuh
 Bpk.B terlihat antusias saat 5. Mengetahui cara melakukan pencegahan dan 4. Berikan informasi yang akurat
bercerita dan menyampaikan penanganan hambatan mobilitas tentang hambatan mobilitas
sikapnya terhadap kesehatan 5. Identifikasi perubahan pada
kondisi fisik lansia akibat jatuh
25

 Bpk.B merasa semangat saat 6. Diskusikan perubahan gaya hidup


diajak untuk melakukan latihan yang bisa dilakukan untuk
fisik, begitu juga dengan Ibu mencegah dampak akibat jatuh
terlihat memiliki motivasi 7. Diskusikan perawatan yang
dibutuhkan untuk mencegah dan
menangani hambatan mobilitas

TUK 2: Kemampuan keluarga


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu memutuskan tindakan:
memustuskan tindakan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain III


Pengetahuan kesehatan dan perilaku Perilaku
Level 2: Class Q Level 2: Class R
Perilaku kesehatan Bantuan koping
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
Kepatuhan perilaku meningkat dari skala 1 5250 Dukungan membuat keputusan
(tidak dilakukan) menjadi 4 (sering dilakukan) (hal. 139)
1. Manfaat pencegahan hambatan mobilitas 1. Bantu keluarga untuk menjelaskan
2. Menjelaskan rasional pencegahan hambatan nilai dan harapan yang dapat
mobilitas diperoleh dari pencegahan jatuh
3. Melakukan skrining kesehatan seperti kontrol 2. Bantu keluarga mengidentifikasi
tekanan darah, kadar hb, kadar gula dalam darah keuntungan dan kerugian apabila
pada tenaga kesehatan tidak melakukan pencegahan jatuh
3. Fasilitasi keluarga terkait tujuan
Level 1: Domain 4 pencegahan hambatan mobilitas
Health knowledge and behavior 4. Berikan informasi yang dibutukan
Level 2: Class Q dan ditanyakan oleh keluarga
Health behavior 5. Manfaatkan dukungan keluarga
1606 Level 3: Outcome atau kelompok lain untuk
Berpartisipasi dalam memutuskan pentingnya pengambilan keputusan
melakukan pencegahan hambatan mobilitas
(hal. 407) meningkat dari 2 (Jarang dilakukan) Proses pemeliharaan keluarga:
160606  4 (Sering dilakukan) 1. Identifikasi efek dari perubahan
160608 1. Identifikasi prioritas hasil nilai terhadap proses keluarga
2. Gunakan pemecahan masalah untuk mencapai 2. Lakukan strategi yang digunakan
160610 hasil yang diinginkan oleh anggota keluarga untuk
160615 3. Identifikasi dukungan untuk mencapai hasil menyikapi adanya perubahan nilai/
26

4. Evaluasi kepuasan terhadap hasil keputusan aturan dalam keluarga terkait


pencegahan hambatan mobilitas

TUK 3: Kemampuan keluarga melakukan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu perawatan:
melakukan perawatan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 1


Health knowledge and behavior Physiological: basic
Level 2: Class Q Level 2: Class A
Health behavior Activity and exercise management
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
1633 Partisipasi latihan (hal. 214) meningkat dari 1 0200 Promosi latihan (hal. 182)
(tidak melakukan) menjadi 4 (sering melakukan) 1. Nilai keyakinan individu akan
163302 1. Identifikasi faktor penghambat dampak latihan fisik pada
163303 2. Buat tujuan jangka pendek dan panjang kesehatan
163307 3. Keseimbangan aktivitas rutin termasuk latihan 2. Tetakan motivasi individu untu
163308 4. Partisipasi dalam latihan rutin mulai latihan
163309 5. Menampilkan latihan dengan benar 3. Gali hambatan yang ada untuk
163320 6. Pantau perkembangan latihan yang sudah melakukan aktivitas latihan
dilakukan 4. Anjurkan individu untuk memulai
latihan teratur
5. Bantu dalam mengidentifikasi
model peran positif untuk menjaga
kekuatan otot kaki dan
keseimbangann tubuh
6. Libatkan keluarga untuk dalam
melaksanakan latihan fisik

TUK 4: Keluarga mampu memodifikasi


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu lingkungan:
memodifikasi lingkungan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 1


Pengetahuan kesehatan dan perilaku Physiological: basic
Level 2: Class Q Level 2: Class D
Perilaku kesehatan Nutrition support
27

Level 3: Outcome Level 3: Intervention


1626 Perilaku menambah berat badan (hal. 552) 1260 Manajemen berat badan (hal. 415
meningkat dari skala 1 (tidak melakukan) 1. Diskusikan dengan klien hubungan
menjadi 4 (sering melakukan) antara makanan yang masuk,
162601 1. Mencari informasi untuk meningkatkan BB dari latihan, dan berat badan kurang
tenaga kesehatan 2. Diskusikan dengan klien bahwa
162608 2. Jaga asupan nutrisi makanan dan minuman BB kurang dapat mempengaruhi
adekuat kesehatan individu
162620 3. Latihan rutin dan kontrol kebutuhan kalori 3. Gali motivasi individu untuk
162615 4. Penuhi vitamin dan mineral mengubah pola makan
162616 5. Minum 8 gelas air per hari setiap hari 4. Tentukan BB ideal klien dengan
162635 6. Pantau berat badan menghitung IMT
162634 7. Pantau indeks massa tubuh 5. Anjurkan klien untuk
mengkonsumsi jumlah cairan
sesuai dengan BB idealnya

TUK 5: Keluarga mampu memanfaatkan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu fasilitas pelayanan kesehatan:
memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
dengan kriteria hasil:

Kelas Q: Perilaku sehat Panduan pelayanan kesehatan


Perilaku mencari pelayanan kesehatan 1. Bantu keluarga untuk memilih
meningkat dari skala 2 (Jarang dilakukan) pelayanan kesehatan yang sesuai
menjadi 4 (Sering dilakukan) 2. Informasikan kepada keluarga
1. Menampilkan perawatan terhadap hambatan tentang perbedaan pelayanan
mobilitas yang dianjurkan seperti melakukan kesehatan beserta fasilitasnya
pemeriksaan tekanan darah, HB, pemeriksaan
tulang dan kekuatan otot
2. Mendeskripsikan strategi untuk memaksimalkan
kesehatan
3. Upaya mencari tenaga kesehatan/ pelayanan
kesehatan jika diperlukan

Partisipasi keluarga dalam perawatan kesehatan Konseling tentang hambatan


keluarga meningkat dari skala 2 (jarang mobilitas:
dilakukan) menjadi 4 (sering dilakukan) 1. Fasilitasi dalam mengidentifikasi
1. Berpartisipasi dalam perencanaan dan perilaku pencegahan hambatan
28

peningkatan kekuatan otot dan keseimbangan mobilitas


2. Mengevaluasi keefektifan pencegahan hambatan 2. Sediakan informasi yang
mobilitas dibutuhkan tentang pentingnya
pencegahan hambata mobilitas
3. Evaluasi kemajuan dari penurunan
faktor risiko terjadinya hambatan
mobilitas

3 Subyektif: Domain 4: TUK 1: Keluarga mampu mengenal


 Bpk.B mengatakan memiliki Aktivitas/ istirahat Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu masalah kesehatan:
riwayat darah tinggi Class 4: mengenal masalah kesehatan dengan kriteria
Respon hasil:
 Bpk.B mengatakan kadang
kardiovaskuler/
merasakan berat di tengkuk pulmonal Level 1: Domain IV Level 1: Domain
 Bpk.B mengatakan kadang tidur Diagnosis: Pengetahuan dan perilaku Behavioral
tidak nyenyak Risiko Level 2: Class S Level 2: Class S
 Bpk.S mengatakan minum obat 00228 Ketidakefektifan Pengetahuan kesehatan Patient Education
penurun darah tinggi rutin Perfusi Jaringan Level 3: Outcome Level 3: Intervention
 Bpk.B mengatakan jarang Perifer pada Ibu S 1803 Pengetahuan tentang proses penyakit hipertensi 5602 Mengajarkan proses terjadinya
melakukan latihan fisik, hanya (hal 238) (hal. 308) meningkat dari skala 1 (tidak hipertensi/ darah tinggi (hal. 371)
kumpul-kumpul di halaman mengetahui) menjadi 4 (pengetahuan baik) 1. Nilai pemahaman lansia dan
masjid dengan indikator: keluarga tentang hipertensi
180302 1. Mengetahui karakter faktor yang mempengaruhi 2. Jelaskan proses terjadinya
darah tinggi (internal dan eksternal) hipertensi dan bagaimana
Objektif:
180303 2. Mengetahui penyebab darah tinggi hubungannya dengan anatomi dan
 TD: 150/90 mmHg 180304 3. Mengetahui faktor risiko darah tinggi kemampuan fungsional
 N: 79 x/menit 180305 4. Mengetahui komplikasi darah tinggi 3. Jelaskan faktor risiko hipertensi
180308 5. Mengetahui cara melakukan pencegahan dan 4. Berikan informasi yang akurat
penanganan darah tinggi tentang hipertensi
5. Identifikasi perubahan dan
komplikasi pada lansia akibat
hipertensi
6. Diskusikan perubahan gaya hidup
yang bisa dilakukan untuk
mencegah hipertensi
7. Diskusikan perawatan yang
dibutuhkan untuk mencegah dan
menangani hipertensi
29

TUK 2: Keluarga mampu memustuskan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu tindakan:
memutuskan tindakan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain 4 Level 1: Domain III


Health knowledge and behavior Perilaku
Level 2: Class Q Level 2: Class R
Health behavior Bantuan koping
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
1606 Berpartisipasi dalam memutuskan pentingnya 5250 Dukungan membuat keputusan
melakukan pencegahan hipertensi (hal. 407) (hal. 139)
meningkat dari 2 (Jarang dilakukan)  4 1. Bantu keluarga untuk menjelaskan
(Sering dilakukan) nilai dan harapan yang dapat
160606 1. Identifikasi prioritas hasil diperoleh dari pencegahan
160608 2. Gunakan pemecahan masalah untuk mencapai hipertensi
hasil yang diinginkan 2. Bantu keluarga mengidentifikasi
160610 3. Identifikasi dukungan untuk mencapai hasil keuntungan dan kerugian apabila
160615 4. Evaluasi kepuasan terhadap hasil keputusan tidak melakukan pencegahan
hipertensi
3. Fasilitasi keluarga terkait tujuan
pencegahan hipertensi
4. Berikan informasi yang
dibutuhkan dan ditanyakan oleh
keluarga
5. Manfaatkan dukungan keluarga
atau kelompok lain untuk
pengambilan keputusan

TUK 3: Keluarga mampu melakukan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu perawatan:
melakukan perawatan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 1


30

Pengetahuan dan kepercayaan kesehatan Fisiologi dasar


Level 2: Class S Level 2: Class D
Pengetahuan kesehatan Dukungan nutrisi
Level 3: Outcome Level 3: Intervension
1837 Pengetahuan: Manajemen Hipertensi (hal. 320) 5246 Konseling Nutrisi (hal. 276)
dapat meningkat dari skala 2 (pengetahuan 1. Tentukan intake makanan pada
terbatas) menjadi 4 (pengetahuan baik) dengan klien dan pola makan
indikator: 2. Berikan patokan keberhasilan
183701 1. Tekanan darah sistolik dan diastolik terkontrol perubahan status nutrisi
dan normal 3. Gunakan standar nutrisi yang
183705 2. Potensi komplikasi dari hipertensi mudah diterima oleh lansia dan
183706 3. Ketersediaan terapi pilihan (manajemen keluarga
relaksasi) 4. Tingkatkan informasi terkait
183709 4. Menggunakan pengobatan secara benar kolesterol, sodium, cairan dll.
183711 5. Efek samping pengobatan 5. Diskusikan dengan keluarga dan
183717 6. Melakukan kontrol tekanan darah rutin lansia terkait makanan yang sesuai
183722 7. Strategi merubah perilaku diet untuk individu yang mengalami
183727 8. Manfaat latihan rutin hipertensi

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 1


Pengetahuan dan kepercayaan kesehatan Fisiologi: dasar
Level 2: Class FF Level 2: Class E
Manajemen kesehatan Promosi kenyamanan fisik
Level 3: Outcome Level 3: Intervension
3107 Manajemen Diri: Hipertensi (hal. 491) 1460 Relaksasi otot progresif (hal. 314)
meningkat dari skala 2 (jarang melakukan) 1320 Akupresur (hal. 74)
menjadi 4 (sering melakukan)
310701 1. Memantau tekanan darah
310704 2. Menjaga target tekanan darah
310705 3. Menggunakan medikasi yang sesuai
310706 4. Memantau efek terapi
310710 5. Partisipasi mengikuti latihan yang
direkomendasikan
310719 6. Menggunakan strategi manajemen stres
310720 7. Menggunakan teknik relaksasi
310724 Menjaga kualitas tidur adekuat

TUK 4: Keluarga mampu memodifikasi


31

Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu lingkungan:


memodifikasi lingkungan dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 4


Health knowledge and behavior Safety
Level 2: Class T Level 2: Class V
Risk control and safety Risk management
Level 3: Outcome Level 3: Intervention
1910 Lingkungan rumah yang aman (hal. 460). 6486 Manajemen Lingkungan:
Keluarga mampu memodifikasi lingkungan dari Keamanan (hal. 179)
skala 2 (kemampuan sedikit) menjadi 4 1. Identifikasi kebutuhan keamanan
(kemampuan tinggi): lansia berdasarkan tingkat
1. Terpenuhinya pencahayaan luar rumah kemampuan fisik dan kognitif
2. Terpenuhinya pencahayaan dalam rumah 2. Identifikasi bahaya yang
3. Terjaganya kebersihan rumah mengancam lingkungan fisik
4. Terpenuhinya ruang untuk bergerak aman dalam 3. Modifikasi lingkungan untuk
rumah meminimalkan risiko dan bahaya
5. Terpenuhinya akses ke kamar mandi aman jatuh pada lansia
6. Terpenuhinya alat bantu 4. Berikan penjelasan kepada lansia
7. Penataan perabot rumah yang sesuai dan keluarga terkait keamanan
untuk mencegah hambatan
mobilitas

TUK 5: Keluarga mampu memanfaatkan


Setelah dilakukan intervensi keluarga mampu fasilitas pelayanan kesehatan:
memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
dengan kriteria hasil:

Level 1: Domain IV Level 1: Domain 2


Pengetahuan dan kepercayaan kesehatan Fisiologi
Level 2: Class FF Level 2: Class H
Manajemen kesehatan Manajemen obat
Level 3: Outcome Level 3: Intervension
3107 Manajemen Diri: Hipertensi (hal. 491) 2380 Manajemen pengobatan (hal. 264)
meningkat dari skala 2 (jarang melakukan) 1. Tentukan obat yang sesuai dengan
menjadi 4 (sering melakukan) lansia
1. Memantau tekanan darah 2. Pantau efektifitas obat dan efek
2. Menjaga target tekanan darah samping
32

3. Menggunakan medikasi yang sesuai 3. Pantau pengetahuan lansia dan


4. Memantau efek terapi keluarga terkait pengobatan
5. Partisipasi mengikuti latihan yang 4. Anjurkan lansia dan keluarga ke
direkomendasikan pelayanan kesehatan/ tenaga
profesional apabila terjadi
kedaruratan
5. Pantau dan kontrol tekanan darah
33

TIME LINE PELAKSANAAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA


Waktu dan Tempat (November-Desember)
November Desember
No Kegiatan Tujuan Ket
Sn Sn Sl R K Sn Sl R K Sn Sl R K Sn Sl R K Sn Sl R K Sn Sl
14 21 22 23 24 28 29 30 01 05 06 07 08 12 13 14 15 19 20 21 22 26 27
1. Hambatan mobilitas pada Ibu S
1 Pendidikan kesehatan Meningkatkan
dan diskusi tentang pengetahuan
hambatan mobilitas keluarga
tentang
penanganan
dan
pencegahan
hambatan
mobilitas
2 Diskusi terkait Memberikan
alternatif dan solusi dukungan
pemecahan masalah keluarga dalam
hambatan mobilitas, membuat
keuntungan dan keputusan
kerugian dari alternatif
yang diambil
3 Promosi, pendidikan Meningkatkan
dan demonstrasi pemahaman
latihan chair yoga keluarga dan
klien terkait
latihan
keseimbangan
1. Kesiapan Meningkatkan Proses Keluarga Bpk.B
4 Diskusi dan review Meningkatkan
terkait terjadinya pemahaman
34

proses jatuh (faktor keluarga


internal dan eksternal) tentang faktor
internal dan
eksternal
penyebab
hambatan
mobilitas
5 Diskusi terkait Memberikan
alternatif dan solusi dukungan
pemecahan masalah keluarga dalam
hambatan mobilitas, membuat
keuntungan dan keputusan
kerugian dari alternatif untuk
yang diambil melakukan
aktivitas rutin
dan latihan
fisik rutin
6 Latihan Chair Yoga Meningkatkan
kemampuan
kekuatan otot,
koordinasi dan
keseimbangan
klien guna
mencegah
hambatan
mobilitas
(faktor
internal)
7 Diskusi dengan Mengetahui
keluarga terkait faktor faktor
eksternal (lingkungan) eksternal yang
yang menjadi faktor menyebabkan
35

hambatan mobilitas hambatan


mobilitas
8 Manajemen berat Membantu
badan: menurunkan menurunkan
berat badan melalui dan
aktivitas dan latihan memelihara
fisik di tempat berat badan
Ibu M
9 Identifikasi pelayanan Memotivasi
kesehatan, akses dan keluarga untuk
manfaat tetap
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan
2. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer pada Bpk.B
10 Pendidikan tentang Membantu
kebutuhan istirahat keluarga untuk
tidur dan Identifikasi menemukan
faktor penghambat masalah terkait
hipertensi yang
menyebabkan
susah tidur
11 Pendidikan dan Membantu
demonstrasi tentang meningkatkan
manajemen relaksasi pengetahuan
dan
kemampuan
dalam
melakukan
12 Latihan chair yoga Membantu
meningkatkan
ketenangan
36

dan pikiran
rileks guna
mengatasi
masalah sulit
tidur
Terminasi
1 Evaluasi akhir dan
reinforcement positif
37

CATATAN PERKEMBANGAN

Hari
Evaluasi
No Diagnosis Keperawatan Tanggal Implementasi Paraf Paraf
(SOAP)
Waktu
1 Hambatan mobilitas Senin, Implementasi 1 (TUK 1): Keluarga Mampu Subjektif:
pada Bpk.B dan Ibu M 14 Nov Mengenal Masalah Hambatan mobilitas  Keluarga dapat menjelaskan dan
2016 Menggunakan media leaflet dan lembar balik menyebutkan penggunaan alat bantu yang
09.00 1. Memberikan penjelasan tentang faktor tepat dan aman (skala 4 = pengetahuan
internal (dalam diri individu) dan faktor baik)
eksternal (lingkungan) yang menyebabkan  Keluarga mampu menjelaskan dan
hambatan mobilitas pada kelompok lansia menyebutkan kembali tentang faktor
2. Menjelaskan dan mengidentifikasi kebutuhan/ pencahayaan, prosedur berpindah, latihan
alat bantu yang diperlukan untuk pencegahan fisik, obat-obatan, kondisi, penyakit,
hambatan mobilitas tekanan darah yang merupakan faktor
3. Menjelaskan dan mendampingi lansia dan risiko penyebab jatuh (skala 4 =
keluarga dalam mengklarifikasi nilai dan pengetahuan baik)
keyakinan terkait hambatan mobilitas  Keluarga dapat menjelaskan kembali
4. Menekankan manfaat yang diterima setelah strategi perpindahan yang aman dan
merubah perilaku guna mencegah hambatan pentingnya menjaga kebersihan lantai agar
mobilitas tidak licin, penggunaan bangku/ tempat
5. Mengajarkan strategi untuk menghindari duduk yang aman (skala 4 = pengetahuan
hambatan mobilitas dengan memperbaiki baik)
faktor internal dan eksternal
6. Menjelaskan kepada keluarga dan lansia Objektif:
akibat/ dampak jatuh dan bagaimana keluarga  Keluarga antusias dan memperhatikan
dapat mengurangi hambatan mobilitas dalam menerima penjelasan
 Keluarga aktif bertanya
 Keluarga dapat menjelaskan dan menjawab
pertanyaan evaluasi
 Keluarga dan perawat menjaga kontak
mata saat kegiatan berlangsung
38

 Keluarga tetap mengikuti kegiatan hingga


selesai

Analisis:
 TUK 1 tercapai dengan indikator keluarga
mampu mengenal masalah terkait
hambatan mobilitas pada Ibu S
 Pengetahuan terkait penanganan dan
pencegahan hambatan mobilitas pada skala
4 (pengetahuan baik)

Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 2: keluarga
mampu memutuskan tindakan

2 Senin Implementasi 2 (TUK 2): Keluarga Mampu Subjektif:


21 Nov Memutuskan Tindakan Penanganan dan  Keluarga mampu merencanakan latihan
2016 Pencegahan Hambatan mobilitas yang sesuai untuk mencegah hambatan
09.00 1. Menilai keyakinan individu terkait latihan mobilitas (skala 4)
fisik yang dilakukan  Keluarga mampu menjelaskan strategi
2. Menggali pengalaman latihan, terutama mencegah hambatan mobilitas (skala 4)
terkait pencegahan hambatan mobilitas  Keluarga mampu menjelaskan dan
3. Melakukan motivasi individu dalam memutuskan latihan yang tepat untuk
melakukan dan melanjutkan program latihan hambatan mobilitas (skala 4)
fisik
4. Mengali faktor penghambat latihan Objektif:
5. Memotivasi dan mendampingi lansia dan  Keluarga antusias dalam proses diskusi dan
keluarga dalam menentukan jadwal rutin perencanaan
untuk latihan fisik (latihan keseimbangan)  Lansia terlihat senang dengan keputusan
6. Melibatkan keluarga dalam merencanakan dan keluarga terkait latihan fisik yang akan
menjaga program latihan dilakukan guna mencegah terjadinya
7. Menginformasikan kepada lansia dan keluarga hambatan mobilitas
39

tentang manfaat dan dampak fisik dari latihan Analisis:


8. Mendiskusikan dengan keluarga dan lansia  TUK 2 tercapai dengan indikator keluarga
tentang rencana aktivitas pencegahan mampu memilih alternatif tindakan untuk
hambatan mobilitas mencegah jatuh (skala 4)

Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 3: keluarga
mampu melakukan perawatan

3 Kamis Implementasi 3 (TUK 3): Keluarga Mampu Subjektif:


24 Nov Melakukan Perawatan pada Bpk.B dan Ibu M  Keluarga mengatakan, jika ada rejeki akan
2016 dengan Hambatan mobilitas membelikan alat bantu jalan untuk Ibu M
09.00 1. Mengidentifikasi penurunan kognitif dan fisik (skala 4)
pada lansia yang berpotensi menyebabkan  Bpk.B dan Ibu M melakukan perpindahan
hambatan mobilitas dengan aman dan keluarga mengatakan
2. Memantau gaya berjalan, keseimbangan dan selalu memantau (skala 4)
tingkat kelemahan saat berpindah  Keluarga mengatakan akan menyiapkan
3. Menanyakan pada lansia dan keluarga tempat duduk dan tempat tidur yang aman
persepsi tentang keseimbangan yang bisa untuk Ibu S
menyebabkan hambatan mobilitas
4. Mengajarkan kepada lansia dan keluarga Objektif:
bagaimana respon saat jatuh untuk  Bpk.B dan Ibu M sudah menggunakan alas
meminimalkan cedera yang sesuai dan tepat untuk mencegah
5. Mengajarkan teknik yang tepat saat berpindah hambatan mobilitas yang berisiko jatuh
6. Mengorientasikan lansia dan keluarga untuk (skala 4)
melakukan latihan dan aktifitas fisik rutin  Terlihat lantai bersih dan tidak licin (skala
untuk mencegah hambatan mobilitas 4)
7. Memberikan pengarahan kepada keluarga  Terlihat pencahayaan rumah yang cukup
untuk mendampingi lansia yang sempoyongan terang (skala 3)
saat berjalan
8. Mengarahkan keluarga untuk memantau Analisis:
kemampuan lansia saat berpindah dari tempat  TUK 3 tercapai dengan indikator keluarga
40

tidur ke kursi dan sebaliknya sudah melakukan beberapa cara untuk


9. Memberikan pengarahan kepada keluarga dan pencegahan hambatan mobilitas (skala 4)
lansia pentingnya pegangan tangan pada Perencanaan:
lansia  Lanjutkan intervensi TUK 4: keluarga
10. Membantu keluarga mengidentifikasi bahaya mampu memodifikasi lingkungan
yang menyebabkan hambatan mobilitas dan
bagaimana memodifikasinya
11. Mengevaluasi fungsi sensori seperti:
penglihatan, pendengaran
12. Menginstruksikan pada lansia dan keluarga
pentingnya latihan fisik
13. Mengajarkan pada lansia untuk selalu
melakukan pemanasan dan pendinginan
selama latihan keseimbangan
14. Menganjurkan pada lansia untuk
menggunakan alat bantu seperti: kruk, walker
15. Memandu lansia dan keluarga melakukan
latihan keseimbangan
16. Memantau respon lansia saat melakukan
latihan keseimbangan

4 Senin Implementasi 4 (TUK 4): Keluarga Mampu Subjektif:


28 Nov Memodifikasi Lingkungan yang Aman untuk  Keluarga mengatakan akan memperbaiki
2016 Mencegah Hambatan mobilitas pencahayaan yang belum baik, terutama di
09.00 1. Mengidentifikasi kebutuhan keamanan pada kamar tidur Bpk.B dan Ibu M (skala 4)
Bpk.B dan Ibu M berdasarkan tingkat  Keluarga mengatakan setiap hari selalu
kemampuan fisik dan kognitif: kekuatan otot menjaga kebersihan lantai (skala 4)
ekstremitas bawah 3333 3333, hasil time up  Keluarga mengatakan akan memperhatikan
and go test: 16,17 detik (hambatan mobilitas kebersihan kamar mandi, agar lantai tidak
tinggi) licin (skala 4)
2. Mengidentifikasi bahaya yang mengancam  Keluarga mengatakan akan berusaha
lingkungan fisik: undakan, penataan mendampingi Bpk.B dan Ibu M (skala 4)
41

perabotan, lantai licin  Bpk.B dan Ibu M duduk di kursi yang


3. Mengarahkan menjaga lingkungan untuk aman (skala 4)
meminimalkan risiko dan bahaya jatuh pada  Keluarga mengatakan jika ada rejeki akan
lansia: lantai tidak licin, karpet digulung, mengganti tempat tidur Ibu M yang sesuai
kabel tidak berserakan (skala 4)
4. Menganjurkan keluarga untuk menyediakan
alat bantu seperti: kruk, walker Objektif:
5. Menganjurkan keluarga untuk menyediakan  Keluarga menggulung karpet yang tidak
kursi, tempat tidur yang aman dan tidak digunakan
bergeser  Keluarga terlihat interaktif dalam diskusi
6. Menganjurkan keluarga untuk menempatkan  Keluarga terlihat antusias dalam membantu
barang yang mudah dijangkau oleh lansia mencegah hambatan mobilitas
7. Menganjurkan keluarga untuk menyediakan Analisis:
penerangan yang memadai  TUK 4 tercapai sebagian, karena beberapa
8. Menganjurkan lansia untuk menggunakan indikator belum terpenuhi berhubungan
sandal antislip dengan keadaan finansial, keluarga
mengatakan jika ada rejeki akan berusaha
memenuhi kebutuhan untuk pencegahan
hambatan mobilitas pada Bpk.Z dan Ibu M
Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 5: keluarga
mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan

5 Kamis Implementasi 5 (TUK 5): Keluarga Mampu Subjektif:


01 Des Memanfaatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Bpk.B dan Ibu M rajin melakukan kontrol
2016 1. Menganjurkan keluarga untuk melakukan cek dan terapi untuk nyeri sendi
09.00 rutin tekanan darah, nadi, suhu dan status  Keluarga mengatakan selalu berusaha
pernafasan, Hb dan glukosa darah mencari informasi terkait kesehatan,
2. Menganjurkan keluarga untuk menanyakan terutama pada Bpk.B dan Ibu M
secara detail penggunaan obat hipertensi dan Objektif:
DM kepada dokter praktik untuk  TD:
42

meminimalkan efek samping pengobatan yang Bpk.B = 140/90 mmHg


menyebabkan hambatan mobilitas Ibu M = 130/80
3. Mengajurkan keluarga untuk menggunakan  N:
obat sesuai yang diresepkan tenaga Bpk.B = 88 x/menit
profesional (dokter praktik) Ibu M = 80x/menit
 Keluarga tampak antusias dalam mengikuti
diskusi, dan menunjukkan sisa obat
Analisis:
 TUK 5 tercapai sebagain, keluarga
mengatakan akan melakukan kontrol rutin
ke pelayanan kesehatan
Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi untuk masalah
pemeliharaan kesehatan keluarga, TUK 1:
keluarga mampu mengenal masalah

6 Kesiapan Senin Implementasi 6 (TUK 1) Keluarga Mampu Subjektif:


Meningkatkan Proses Senin Mengenal Masalah terkait Pemeliharan  Keluarga mampu menjelaskan kembali
Keluarga Bpk.B 05 Des Kesehatan Keluarga yang Efektif pada Ibu S terkait karakter faktor yang mempengaruhi
2016 1. Menilai pemahaman lansia dan keluarga hambatan mobilitas (internal dan eksternal)
09.00 tentang hambatan mobilitas (pemahaman (skala 4)
lansia dan keluarga belum maksimal)  Keluarga mampu menjelaskan dan
2. Menjelaskan proses terjadinya jatuh dan menjawab pertanyaan evaluasi terkait
bagaimana hubungannya dengan anatomi dan penyebab tersering dan dampak hambatan
kemampuan fungsional mobilitas (skala 4)
3. Menjelaskan kembali faktor risiko tentang  Keluarga mampu menjelaskan cara
jatuh (internal dan eksternal) melakukan pencegahan dan penanganan
4. Memberikan informasi yang akurat tentang hambatan mobilitas, salah satunya adalah
hambatan mobilitas dengan melakukan aktivitas dan latihan
5. Mendiskusikan perubahan gaya hidup yang fisik (skala 4)
bisa dilakukan untuk mencegah dampak Objektif:
akibat jatuh  Keluarga tampak paham dan antusias
43

6. Mendiskusikan perawatan yang dibutuhkan dalam menjawab pertanyaan evaluasi


untuk mencegah dan menangani hambatan  Keluarga mengikuti penjelasan hingga
mobilitas selesai
Analisis:
 TUK 1 tercapai dengan indikator,
pemahaman keluarga terkait hambatan
mobilitas semakin meningkat dengan skala
4 (pengetahuan baik)
Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 2: kemampuan
keluarga memutuskan tindakan pencegahan
jatuh

7 Kamis Implementasi 7 (TUK 2): Keluarga Mampu Subjektif:


08 Des Memutuskan Tindakan Pencegahan Jatuh  Keluarga dapat menyampaikan pemecahan
2016 pada Ibu S masalah untuk mencegah jatuh
09.00 1. Membantu keluarga untuk menjelaskan nilai  Keluarga menyampaikan akan mendukung
dan harapan yang dapat diperoleh dari aktifitas pencegahan hambatan mobilitas
pencegahan hambatan mobilitas pada Bpk.B dan Ibu M khususnya
2. Membantu keluarga mengidentifikasi Objektif:
keuntungan dan kerugian apabila tidak  Keluarga dapat mengidentifikasi prioritas
melakukan pencegahan hambatan mobilitas yang perlu dilakukan dalam mencegah dan
3. Memberikan informasi yang dibutukan dan menangani hambatan mobilitas
ditanyakan oleh keluarga terkait pencegahan  Keluarga terlihat kooperatif dalam diskusi
jatuh dan hambatan mobilitas  Keluarga aktif dalam diskusi
4. Memanfaatkan dukungan keluarga atau Analisis:
kelompok lain untuk pengambilan keputusan  TUK 2 tercapai dengan indikator keluarga
mampu untuk memilih alternatif dan
prioritas pemecahan masalah untuk
mencegah dan menangani hambatan
mobilitas pada Bpk.B dan Ibu M (skala 4)
Perencanaan:
44

 Lanjutkan TUK 3: keluarga mampu


melakukan perawatan pada Bpk.B dan Ibu
M dengan hambatan mobilitas

8 Senin Implementasi 8 (TUK 3): Keluarga Mampu Subjektif:


12 Des Melakukan Perawatan pada Ibu S dengan  Keluarga dapat menyampaikan faktor
2016 Hambatan mobilitas penghambat latihan selama ini adalah
09.00 1. Menilai keyakinan individu akan dampak kelamahan fisik pada Ibu M
latihan fisik pada kesehatan (keluarga  Keluarga dapat menyebutkan tujuan jangka
meyakini bahwa latihan fisik bisa mengurangi pendek dan jangka panjang latihan fisik,
hambatan mobilitas pada lansia) khususnya latihan keseimbangan untuk
2. Mendiskusikan dengan keluarga hambatan mencegah jatuh
yang ada untuk melakukan aktivitas latihan  Memasukkan aktivitas latihan chair yoga
(menurut penuturan keluarga, kelemahan sebagai rutinitas harian
fisiki selama ini menjadi hambatan dalam  Ibu M dapat melakukan latihan chair yoga
melakukan latihan) dengan baik dan benar, didampingi oleh
3. Menganjurkan individu untuk memulai latihan keluarga
teratur (memandu melakukan latihan  Keluarga menyampaikan akan melakukan
keseimbangan sesuai dengan tahap dan pemantauan dan pendampingan secara rutin
prosedur yang pernah dilakukan pada terhadap latihan keseimbangan yang
pertemuan sebelumnya) dilakukan oleh Ibu M
4. Melibatkan keluarga untuk dalam  Keluarga menyampaikan akan melakukan
melaksanakan latihan fisik (latihan latihan chair yoga rutin pada Ibu M
keseimbangan) minimal 2 kali dalam seminggu
Objektif:
 Keluarga sangat kooperatif dalam
mendampingi latihan chair yoga pada Ibu
M
 Ibu M melakukan keseimbangan chair
yoga dengan baik dan benar sesuai tahapan
atau prosedur latihan yang telah
didemonstrasikan pada pertemuan
45

sebelumnya
 Keluarga dan Ibu M tampak semangat
dalam melaksanakan latihan
Analisis:
 TUK 3 tercapai dengan indikator keluarga
menyampaikan akan mendampingi secara
rutin latihan chair yoga 2 kali dalam
seminggu, Ibu M melakukan latihan
keseimbangan dengan baik dan semangat
(skala 4)
Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 4: keluarga
dapat memodifikasi lingkungan yang sesuai
untuk pencegahan jatuh pada lansia

9 Kamis Implementasi 9 (TUK 4): Keluarga Mampu Subjektif:


15 Des Memodifikasi Lingkungan yang Sesuai untuk  Keluarga menyampaikan akan berusaha
2016 Ibu S membantu meningkatkan BB Ibu M
09.00 1. Mendiskusikan dengan klien dan keluarga  Keluarga mengatakan akan mencukupi
hubungan antara makanan yang masuk, kebutuhan nutrisi dan air untuk Ibu M
latihan, dan berat badan lebih (menurut sesuai yang dianjurkan (pemenuhan
keluarga berat badan Ibu M lebih dan menurut vitamin, kalsium dan mineral)
pendapat keluarga mempengaruhi aktivitas)  Keluarga mengatakan aaan melakukan
2. Mendiskusikan dengan klien dan keluarga latihan rutin dan seimbang
bahwa BB lebih dapat mempengaruhi  Keluarga akan melakukan pemantauan BB
kesehatan individu (BB lebih dengan aktivitas pada Ibu M ke petugas kesehatan
latihan yang kurang, akan mempengaruhi profesional
kesehatan pada Ibu M) Objektif:
3. Menggali motivasi individu untuk mengubah  Keluarga paham dengan perhitungan IMT
pola makan (menganjurkan kepada keluarga yang diajarkan
untuk mengatur porsi dan hidangan makan  Keluarga kooperatif dan aktif dalam
yang meningkatkan selera Ibu S, sesuai diskusi
46

dengan program diit yang diberikan)  Keluarga mengikuti kegiatan hingga selesai
4. Menentukan BB ideal klien dengan Analisis:
menghitung IMT (BB ideal Ibu S adalah  TUK 4 tercapai dengan indikator adanya
berada pada 60-55 kg) komitmen keluarga dalam merubah
5. Menganjurkan klien untuk mengkonsumsi perilaku untuk mengatur berat badan Ibu
jumlah cairan sesuai dengan BB idealnya M, baik melalui nutrisi dan latihan fisik
(kurang lebih minimal 2.120 cc/ hari) Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 5: keluarga
mampu memanfaatkan pelayanan fasilitas
kesehatan

10 Senin Implementasi 10 (TUK 5): Keluarga Mampu Subjektif:


21 Des Memanfaatkan Pelayanan Fasilitas Kesehatan  Keluarga menyampaikan akan mencoba
2016 1. Membantu keluarga untuk memilih pelayanan memeriksakan kesehatan terkait hambatan
09.00 kesehatan yang sesuai (keluarga mobilitas seperti kepadatan tulang dan
menyampaikan telah melakukan terapi rutin massa otot, BB dan rutin kontrol tekanan
untuk nyeri sendi) darah
2. Menyediakan informasi yang dibutuhkan Objektif:
tentang pentingnya pencegahan hambatan  Keluarga tampak antusias melakukan
mobilitas diskusi terkait diskusi yang dilakukan
3. Mengevaluasi kemajuan dari penurunan faktor Analisis:
risiko terjadinya hambatan mobilitas  TUK 5 tercapai dengan indikator keluarga
menyatakan akan memeriksakan BB,
tekanan darah, glukosa secara rutin kepada
petugas kesehatan
Perencanaan:
 Intervensi untuk kesiapan meningkatkan
proses keluarga, lanjutkan intervensi
masalah ketidakefektifan perfusi jaringan
perifer Bpk.B

11 Rabu Implementasi 11 (TUK 1, 2 dan 3) Keluarga Subjektif:


47

21 Des Mampu Mengenal, Meutuskan dan  Keluarga mampu memahami dan


2016 Melakukan Perawatan pada Masalah menjelaskan faktor penghambat tidur
09.00 Insomnia pada Ibu S  Keluarga mampu memahami jumlah, pola,
1. Menetukan pola tidur lansia/ klien (waktu kualitas tidur yang baik
tidur dan jumlah tidur dalam 24 jam)  Keluarga mampu memahami penanganan
2. Memantau dan mencatat pola dan jumlah yang perlu dilakukan untuk mengatasi
waktu tidur tidur, salah satunya dengan teknik relaksasi
3. Menjelaskan kepada keluarga bahwa menjaga  Keluarga dapat mengidentifikasi prioritas
lingkungan nyaman merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk mengatasi insomnia
yang bisa membantu mengurangi sulit tidur  Keluarga dalam menyampaikan pemecahan
4. Menjelaskan untuk menghindari makan masalah untuk mengatasi insomnia
sebelum tidur  Keluarga dapat mengidentifikasi faktor
5. Menjelaskan kepada klien dan keluarga untuk penghambat
melakukan relaksasi sebelum tidur  Keluarga dapat menentukan tujuan jangka
6. Memberikan informasi yang dibutukan dan pendek dan panjang dalam mengatasi
ditanyakan oleh keluarga terkait insomnia masalah insomnia
7. Memanfaatkan dukungan keluarga atau  Keluarga menyampaikan akan melakukan
kelompok lain untuk pengambilan keputusan teknik relaksasi sebagai rutinitas
8. Memandu klien dan keluarga melakukan  Bpk.B melakukan teknik relaksasi dengan
Terapi Relaksasi sesuai dengan prosedur benar, didampingi keluarga
Objektif:
 Keluarga terlihat antusias dan kooperatif
dalam proses diskusi
 Keluarga aktif bertanya dan dapat
menjawab pertanyaan evaluasi
 Bpk.B dapat melakukan teknik relaksasi
sesuai dengan yang dicontohkan
Analisis:
 TUK 1, 2 dan 3 tercapai, dengan indikator
keluarga mampu memahami masalah
terkait insomnia, namun perlu adanya
motivasi yang kuat guna penyelesaian
48

masalah yang optimal


Perencanaan:
 Lanjutkan intervensi TUK 4 dan 5
(masalah insomnia)
12 Senin Implementasi 12 (TUK 4 dan 5) Keluarga Subjektif:
26 Des Mampu Memodifikasi Lingkungan yang  Keluarga mengatakan akan berusaha
2016 Sesuai untuk Insomnia dan Mampu mengatur suhu ruang, lingkungan kondusif,
09.00 Memanfaatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan pencahayaan dan privasi klien
1. Menentukan tujuan klien dan keluarga untuk  Keluarga mengatakan untuk berusaha
melakukan manajemen lingkungan dan mengurangi gangguan atau kebisingan
kenyamanan optimum untuk mengatasi yang bisa mengganggu tidur Bpk.B
insomnia Objektif:
2. Menganjurkan merubah suasana dan penataan  Rumah tampak bersih
3. Menganjurkan menjaga privasi individu  Keadaan ruang kamar tampak kondusif
4. Menganjurkan meningkatkan kebersihan dan  Keluarga antusias dan kooperatif falam
keamanan lingkungan proses kegiatan
5. Menganjurkan penataan cahaya ruang yang Analisis:
sesuai untuk tidur  TUK 4 dan 4 tercapai dengan indikator
6. Menganjurkan klien untuk melakukan ruang dan suasana sudah sesuai dan
pembersihan diri untuk kenyamanan tidur keluarga berusaha memenuhi kenyamanan
untuk mengatasi insomnia pada Ibu S
Perencanaan:
 Intervensi dihentikan, selanjutnya
melakukan reinforcement positif dan
melakukan terminasi

13 Selasa Implementasi 13 (Terminasi) Subjektif:


27 Des 1. Melakukan evaluasi dari semua kegiatan yang  Keluarga menyampaikan puas dan senang
2016 telah dilakukan atas tambahan ilmu dan wawasan yang
09.00 2. Melakukan pengukuran Time Up and Go Test: telah diberikan selama ini
11,32 detik (Bpk.B) dan 13,64 (Ibu M) masih  Keluarga menyampaikan lebih memahami
tinggi, namun mengalami penurunan dari dan bisa melakukan perawatan pada Bpk.B,
49

16,17 detik) khususnya dengan hambatan mobilitas


3. Memberi kesempatan kepada klien dan  Keluarga menyampaikan akan melakukan
keluarga untuk menyampaikan pendapat, apa yang dianjurkan untuk mengatasi
evaluasi dan saran dalam melaksanakan permasalahan kesehatan pada Bpk.B
proses kegiatan selama ini khususnya Ibu M
4. Memberikan umpan balik positif  Bpk. B menyampaikan kualitas tidur
5. Memberikan reinforcement positif membaik dan akan melakukan relaksasi
6. Memberikan penguatan untuk melaksanakan sebelum tidur
latihan secara berkelanjutan  Bpk.B menyampaikan sudah merasa lebih
7. Mengakhiri kontrak enak di area lutut untuk bergerak, terutama
shalat
 Ibu M mengatakan sudah mendingan
daripada sebelum latihan rutin, Ibu M
mengatakan memang selain terapi rutin,
latihan fisik juga diperlukan
Objektif:
 Keluarga tampak senang dengan kunjungan
yang dilakukan selama ini
 Keluarga memberikan respon positif dan
kooperatif saat terminasi dilakukan
 Hasil Time Up and Go Test menunjukkan
hasil 11,32 detik (Bpk.B) dan 13,64 (Ibu
M)
 Tekanan darah Bpk.B: 130/90 mmHg
Analisis:
 Intervensi tercapai dengan indikator semua
TUK telah terlewati, namun membutuhkan
motivasi dan komitmen yang kuat untuk
melanjutkan program latihan
Perencanaan:
 Intervensi dihentikan, kontrak selesai.