Anda di halaman 1dari 2

PEMBUATAN MEDIA

A. Tujuan
Untuk membuat media pertumbuhan nutrient agar dan potato dekstrose
agar

B. Tinjuan pustaka
Keputusan untuk menerima atau menolak produk didasarkan pada
jumlah hasil sampel uji disetiap kelas kriteria mikrobiologis menentukan
penerimaan suatu produk atau banyak makanan, berdasarkan ada atau
banyaknya mikroorganisme atau jumlah toksin atau metabolitnya per unit
massa, volume luas atau banyaknya produk. Unit sampel makanan dari
banyak diuji menggunakan prosedur laboratorium yang sesuai untuk
keberadaan mikroorganisme tertentu ( Swanson,2011).
Mikroorganisme non toksikgenik dalam mikroorganisme yang
tidak menghasilkan zat berbahaya pada tingkat dapat dideteksi atau
terbukti berbahaya dalam kondisi biasa, memahami penggunaan. Ini
adalah beberapa strain mikroba (terutama strain jamur) yang biasanya
dianggap non toksik. Mempu menghasilkan toksin ketika dikultur dalam
kondisi pertumbuhan tertentu, misalnya aspergillus orizaye strain A1 560
dapat menghasilkan miokotoksin tingkat rendah ketika dikultur dimedia
tertentu namun, straim tersebut telah dimodifikasi secara genetik
menghilangkan jalur yang terlibat dalam produksi mitotoksin
( Wiley,2013)
Sekitar 94-96 % ecoli termasuk banyak strain anaerogenik ( non
produksi ) menghasilkan enzim BD glucuronidase ( GUD ) dan aktivitas
diukur dengan menggunakan substrat enzim kromogenik dan fluoragenik
yang berbeda seperti p/nitropenil. Berbagai media sekarang tersedia untuk
deteksi dan enumirasi ecoli menggunakan substrat enzim yang berbeda.
PNPG cocok untuk enumirasi ecoli menggunakan media cair. Ketika
menerapkan teknik MPN, tetapi tidak nyaman untuk digunakan dalam
media padat karena difusi luas warna kuningnya ( Corry,2012)
Berbatasan dengan jamur dalam Kompleksitas, bagian_bagian
bakteri ini mewakili beberapa bakteri yang paling berhasil menjajah tanah.
Keuntungan mereka dibandingkan bakteri yang berbeda. Sangat mirip
dengan yang terlihat pada jamur.misellium adalah massa filaming mirip
web yang membentuk struktur sangat stabil yang memungkinkan bakteri
mendominasi area permukaan yang besar. Dalam tanah, massa berserat ini
dapat melintas,dan mengintegrasikan partikel-partikel tanah sehingga
memperbaiki tekstur tanah ( Raton,2000)
Kelompok bakteri mengandung banyak Acidithiobacillus
thiooxidans (sebelumnya Thiobacillus thiooxidans), Thiobacillus
neapolitanus, strakea novella (sebelumnya Thiobacillus novellus), dll.
Kedua spesies yang pertama adalah chemolithoautotrophs ketat dan yang
terakhir hanya bersifat kimiawi, tetapi tidak pada senyawa anorganik tetapi
juga pada senyawa organik. pH pertumbuhan mereka akan sangat penting
dalam hubungannya dengan diskusi. Ada dua kelompok mengenai pH
pertumbuhan bakteri dari satu kelompok tumbuh pada pH 5-8( mis. T.
Neapolitanus) ( Yamanaka,2008)