Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA DASAR

MATERI PERTEMUAN V

BENTUK SEDIAAN

LARUTAN dan LINIMENT

Disusun oleh :

Nama : Nicky Nur Ridayanti

NIM : 1911102415044

Tgl. Praktikum : 31 Desember 2019

Kel. Praktikum : A

Dosen Pengampu : Sinta Ratna Dewi, S.Farm.,M.Si.,Apt

LABORATORIUM FARMASETIKA DASAR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN TIMUR

2019
LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA DASAR

MATERI PERTEMUAN V

BENTUK SEDIAAN

LARUTAN

Disusun oleh :

Nama : Nicky Nur Ridayanti

NIM : 1911102415044

Tgl. Praktikum : 31 Desember 2019

Kel. Praktikum : A

Dosen Pengampu : Sinta Ratna Dewi, S.Farm.,M.Si.,Apt

LABORATORIUM FARMASETIKA DASAR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN TIMUR

2019
I. PENDAHULUAN
a. JUDUL
Perhitungan dan pembuatan dalam sediaan larutan

b. TUJUAN

1. Mampu membaca dan memahami resep


2. Mampu menghitung dosis dalam resep dengan benar
3. Mampu membuat sediaan larutan dengan baik dan benar sesuai
dengan resep yang diberikan
4. Mampu menulis etiket (pemakaian dalam/luar), salinan resep dan
memeberikan informasi obat dengan benar

II. DASAR TEORI


Solutions atau larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau
lebih zat kimia yang terlarut. Larutan terjadi jika sebuah bahan padat
tercampur atau terlarut secara kimia maupun fisika kedalam bahan cair.
Larutan dapat digolongkan menjadi larutan langsung (direct) dan larutan
tidak langsung (indirect). Larutan langsung adalah larutan yang terjadi
karena semata-mata peristiwa fisika, bukan peristiwa kimia. Misalnya, NaCl
dilarutkan kedalam air atau KBr dilarutkan kedalam air, jika pelarutnya (air)
diupakan, maka NaCl akan diperoleh kembali. Larutan tidak langsung adalah
larutan yang terjadi semata-mata kerena peristiwa kimia, bukan peristiwa
fisika. Misalnya jika Zn ditambahkan H2SO4 maka akan terjadi reaksi kimia
menjadi larutan ZnSO4 yang tidak dapta kembali menjadi Zn dan H2SO4.
Suatu larutan dapat pula digolongkan menjadi larutan mikromolekuler
yaitu larutan yang secara keseluruhannya mengandung mikrounit yang terdiri
atas molekul atau ion, seperti alcohol, gliserin, ion natrium. Larutan miseler
yaitu larutan yang mengandung bahan padat terlarut berupa agregat (misel)
baik dalam bentuk molekul atau ion. Larutan larutan makromolekuler yaitu
larutan yang mengandung bahan padat terlarut berupa larutan
mikromolekuler, tetapi ukuran molekul atau ionnya lebih besar dari
molekuler, misalnya larutan PGA, larutan CMC.
Jika suatu zat A dilatutkan kedalam air atau pelarut lain, akan terjadi
bermacam-macam tipe larutan sebagai berikut :
1. Larutan encer, yaitu jumlah zat A yang terlarut kecil
2. Larutan pekat, yaitu larutan yang mengandung fraksi zat A
yang besar
3. Larutan jenuh, yaitu larutan yang mengandung sejumlah zat A
yang dapat larut dalam air pada suhu dan tekanan tertentu
4. Larutan lewat jenuh, yaitu larutan yang mengandung sejumlah
zat A yang terlarut melebihi batas maksimum kelarutannya
didalam air pada suhu dan tekanan tertentu.

III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM


A. RESEP 1

dr.Ishak
SIP: 23/V/DS/1995
Jl. Kahoi 01 samarinda

CITO!!! Samarinda, feb 2018

R/ OBH 120
Adde
CTM 0,05

m.f.potio
S.3.d.d.cth I

Pro : Lisa (8 tahun)


Alamat : Jl. Kenanga 3 samarinda

B. RESEP STANDAR

POTIO NIGRA CONTRA TUSSINA (FMS hal.45)


(Obat Batuk Hitam)
R/ Succ. Liquir 10
Ammon Shlorid 6
S.a.s.a 6
Aq. dest. ad 300

S.4-5 d.d.c
C. KELENGKAPAN RESEP

Tidak ada paraf dokter


• Diusulkan
Diminta parah dokter

D. PENGGOLONGAN OBAT

Succus Liq : Obat bebas


Ammon Chlorid : Obat bebas
Sasa : Obat bebas
Aq. Dest : Obat bebas
CTM : Obat bebas terbatas

E. URAIAN BAHAN
a. Succus Liq (FI III, Hal 276)
Sinonim : Ekstrak akarmanis
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Batang berbentuk silinder atau bongkah besar,
licin, agak mengkilap, hitam coklat tua, atau
serbuk bewarna coklat, bau lemah khas, rasa
manis, khas.
Kelarutan : Zat larut dalam etanol tidak kurang dari 75 %

b. Ammon Chlorid (FI III, Hal 87)


Sinonim : Salmiak
Khasiat : Ekspektoran
Pemerian : Serbuk butir atau hablur, putih, tidak berbau, rasa
asin dan dingin, higroskopik
Kelarutan : Mudah larut dalam air dan gliserol P, lebih mudah
larut dalam air mendidih, agar sukar larut dalam
etanol (95%) P.
c. Sasa (FI III, Hal 451)
Sinonim : Minyak adasmanis
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan, tidak berwarna atau warna pucat kuning,
bau menyerupai buahnya, rasa manis dan
aromatic, menghablur jika didinginkan
Kelarutan : Dalam etanol larutdalam 3 bagian volume etanol
(95%) P, larutan menunjukan opalesensi tidak
lebih kuat dari opalesensi yang terjadi jika 0,5 ml
perak nitrat 0,1 N ditambahkan paa campuran 0,5
ml natrium klorida 0,02 N dan 50 ml air.

d. Aq. Dest (FI III, Hal 96)


Sinonim : Air suling
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak berbau, tidak berasa, tidak
berwarna
Kelarutan : -

e. CTM (FI III, Hal 153)


Sinonim : Kloramfenikol
Khasiat : Anti histaminikum
Pemerian : Serbuk hablur, putih, tidak berbau putih, rasa
pahit
Kelarutan : Larut dalam 4 bagian air, dalam 10 bagian etanol
(95 %) P dan dalam 10 bagian kloroform P, sukar
larut dalam eter P

F. PERHITUNGAN DOSIS
Ammoni Chlorida (-/110 gr)
DM : 1x = 1
8
1h = 20 × 10 g = 4g
BJ= 5 ml/120,05 x 100 % = 4,61 < 16,67 % (BJ=1)
1 sendok mengandung= 5 ml/120 x 6 g = 0,25 g
DDR = 1x = 0,25 g
1h = 0,25 x 3 = 0,75 g`
DM % 1h = 0,75 g/ 4 g x 100 % = 18,75%

CTM (-/40 mg)


DM Pasien: IP : -
8
IH : 20 × 40 mg = 16 mg

BJ = 5 ml/120,05 x 100 % = 4, 61 < 16,67 % (BJ=1)


1 sendok mengandung = 5 ml/120 x 50 mg = 2 mg
DDR = 1x = 2 mg
1h = 2 mg x 3 = 6 mg
DM% = 6 mg/16 mg x 100% = 37,5%

G. PENIMBANGAN BAHAN

Succus Liq = 10 g/300 x 120 = 4 g


Amoon Chlorid = 6 g/300 x 120 = 2,4 g
S.A.S.A = 6 g/300 x 120 = 2,4 g
Aqua dest = 120 – 12,8 g = 111,2 ml
CTM = 0,05 = 50 mg

H. CARA KERJA

1. Penyiapan alat dan bahan


- Disiapkan lumpang dan alu.
- Kalibrasi botol 120 ml
- Disetarakan timbangan.
- Diambil dan ditimbang succus liq sebanyak 4g, air panas
sebanyak 5ml
- Diambil dan ditimbang ammoni klorida 2,4 g, air amoni
3ml
- Diambil dan ditimbang sasa 2,4 g
- Diambil dan ditimbang CTM 50 mg (12,5 tab)
*Pengenceran bahan:

CTM = 0,5/1 tab × 100 mg = 50 mg (dimasukkan 1 tab CTM


ke dalam lumpang digerus ad halus ditambahkan SL ad 100
mg, ditimbang sama rata dibungkus salah satu, tandai sisa
pengenceran 0,5 tab (50 mg) )

2. Pengerjaan bahan
- Dimasukan succus liq sebanyak 4 g ke dalam lumpang
ditambahkan 5 ml air panas di gerus ad larut, dimasukan
ke dalam botol dengan cara gerus tuang
- Dimasukkan ammoni chlorid 2,4 gr ke dalam baker glass,
ditambahkan air ammoni sebanyak 3 ml aduk ad larut,
dimasukan ke dalam botol gojok ad homogeny
- Ditambahkan CTM, gojok ad homogeny
- Dimasukkan sasa ke dalam botol, ditambahkan aqua dest
ad tanda kalibrasi (120 ml) tutup rapat botol, dibersihkan
botol
- Diberikan etiket putih tandai 3x sehari 1 sendok the diberi
label NI dan label kocok dahulu, dimasukan ke plastik
klip
- Di serahkan kepada pasien disertai KIE

I. PENANDAAN

APOTEK UMKT
Jl. Juanda No. 15 Samarinda
Tlp.(0541)08112001
APA : Nicky Nur, S.Farm., Apt
SIPA: 022104/SIPA/3012
SIA : 2809/SIA/0124
Nama Pasien : Lisa (8 thn) Tgl: 31/12/19
Khasiat : Obat batuk No: 01
berdahak disertai flu

3 x sehari 1

Sendok bubur/teh/makan

Sebelum/Saat/Sesudah Makan
Semoga Lekas Sembuh
KOCOK DAHULU

J. KIE

Nama Pasien : Lisa (8 tahun)


Indikasi : Batuk Berdahak
Cara Pakai : Diminum 3x sehari 1 sendok the sesudah makan
Efek Samping : Mengantuk
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari cahaya
matahari langsung

IV. PEMBAHASAN
Dalam praktikum pembuatan larutan OBH ini kendala yang dihadapi,
yaitu pembuatannya yang memerlukan waktu yang harus cepat. Karena
didalam resep dokter terdapat kata-kata, yaitu CITO yang artinya segera atau
cepat. Selain memerlukan waktu yang cepat dalam pembuatan resep ini.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan resep dengan teliti. Karena dalam
pembuatan resep ini perlu adanya pemanasan air untuk melarutkan succus
liqud. Maka dari itu, mahasiswa harus lebih teliti dan harus bekerja cepat
secara hati-hati.
Dalam obat OBH ini kandungan yang sangat penting terdapat pada
kandungan ammoni chlorid dan CTM. Ammoni chlorid yang berkhasiat
untuk ekspektoran. Ekspektoran dapat merangsang batuk lebih efektif serta
membantu mengencerkan dan meningkatkan produksi dahak di saluran
pernapasan. Sehingga, dahak bisa dikeluarkan lebih mudah dan cepat.
Ekspektoran mengandung bahan aktif, yang paling umum adalah
guaifenesin. Guaifenesin berfungsi untuk mengencerkan dahak di saluran
napas. CTM memiliki khasiat yaitu sebagai anti histaminikum yang
berfungsi untuk meredakan gejala alergi, demam, dan flu biasa.
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat membaca
dan memahami resep, dapat menghitung dosis dalam resep dengan
benar sesuai dengan resep yang diberikan, mampu menulis etiket
dengan benar, dan mampu memberikan informasi suatu resep dengan
baik dan benar

B. Saran
Dalam pembuatan sediaan larutan OBH ini diharapkan mahasiswa
dapat lebih mengerti dalam proses pemanasan succus liquid dan lebih
cepat dalam pembuatan resep tersebut. Dengan begitu, mahasiswa
akan lebih terbiasa nantinya dalam membuat resep dengan cepat,
teliti dan berhati-hati dalam pengerjaan.

VI. DAFTAR PUSTAKA

Arief M.,1997,ilmu meracik obat,Gadjah Mada University Presa,Yogyakarta

Anonim,1979,Farmakope Indonesia,Edisi III ,Departemen kesehatan


Republik Indonesia ,Jakarta.

Anonim 1995,Farmakope Indonesia Edisi IV,Departemen kesehatan


Republik Indonesia,Jakarta,

Departemen kesehatan Republik Indonesia.1978.Farmakope Nasional,Edisi 2


Jakarta.

Syamsuni,H.A (2006). Ilmu resep .jakarta : EGC


LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA DASAR

MATERI PERTEMUAN V

BENTUK SEDIAAN

LINIMENT

Disusun oleh :

Nama : Nicky Nur Ridayanti

NIM : 1911102415044

Tgl. Praktikum : 31 Desember 2019

Kel. Praktikum : A

Dosen Pengampu : Sinta Ratna Dewi, S.Farm.,M.Si.,Apt

LABORATORIUM FARMASETIKA DASAR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN TIMUR

2019
I. PENDAHULUAN
a. JUDUL
Perhitungan dan pembuatan dalam sediaan liniment
b. TUJUAN

1. Mampu membaca dan memahami resep


2. Mampu menghitung dosis dalam resep dengan benar
3. Mampu membuat sediaan liniment dengan baik dan benar sesuai
dengan resep yang diberikan
4. Mampu menulis etiket (pemakaian dalam/luar), salinan resep dan
memeberikan informasi obat dengan benar.

II. DASAR TEORI


Linimentum umumnya adalah sediaan cair atau kental (gel),
mengandung analgetikum dan zat yang mengandung sifat rubefasien,
melemaskan otot atau menghangatkan; digunakan sebagai obat luar. (ForNas
III, 1978). Linimentum analgetik dan linimentum yang melemaskan otot
digunakan dengan cara mengoleskan pada kulit menggunakan kain flanel
panas atau bahan lain yang cocok; linientum yang menghangatkan digunakan
pada kulit dengan cara mengoleskan sambil memijat dan mengurut. (ForNas
III, 1978).
Liniment adalah suatu larutan alkohol atau berlemak atau emulsi dari
macam-macam bahan obat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar pda
kullit, biasanya dengan menggosokkannya. Linimen dengan pembawa
alkohol atau hdroalkohol berguna dalam hal rubefasein, menghasilkan sakit
atau kerja penetrasi yang diringankan; liniment berlemak umumnya
digunakan untuk mengurut atau memijit. Liniment berlemak kurang
menimbulkan iritasi pada kulit dibanding liniment beralkohol. Liniment tidak
umum digunakan pada kulit yang pecah atau lecet sebab mungkin
menimbulkan iritasi yang berlebiahn. Karena itu pembawa liniment harus
dipilih berdasarkan macam kerja yang diinginkan (rubefacient,
menghilangkan iritasi atau hanya untuk pijit) dan juga berdasarkan pada
kemampuan larutnya komponen-komponen yang diinginkan dalam berbagai
macam pelarut. Untuk liniment berlemak, pelarut dapat berupa minyak padat
seperti minyak almond, minyak kacang, minyak sesami, minyak biji kapas
atau bahan-bahan yang mudah menguap seperti minyak wintergreen atau
terpentin atau dapat suatu kombinasi dari minyak lemak dan minyak
menguap.
Semua liniment harus menggunakan label yang menerangkan bahwa
liniment, hanya sesuai untuk pemakain luar dan tidak boleh untuk pemakaian
dalam. Liniment yang bentuknya emulsi atau mengandung bahan yang tidak
larut harus dikocok baik-baik sebelum digunakan untuk menjamin meratanya
penyebaran fase, dan untuk preparat ini label “Kocok Baik-Baik” harus
tertera pada label. Liniment harus disimpan dalam wadah tertutup.
Tergantung pada bahannya masing-masing, liniment harus dibuat dalam cara
yang sama dengan cara membuat larutan emulasi atau suspensi tergantung
pada keadaan kasusnya.

III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM


A. RESEP 2

dr. Cecep
SIP: 123/DU/01/VI/2005
Jl. Biawan 12 Samarinda

Samarinda, feb 2018


R/ Metil Salisilat
Menthol
Ol. Cajuputi
Ol. Cocos ad 30

m.f.liniment
S.U.E

Pro : July
Alamat : Jl.Seluang 12

B. RESEP STANDAR
C. KELENGKAPAN RESEP
Tidak ada paraf dokter
Tidak ada umur pasien
• Diusulkan
Diminta paraf dokter
Diminta umur pasien

D. PENGGOLONGAN OBAT

Metil Salisilat : Obat bebas


Menthol : Obat bebas
Ol. Cajuputi : Obat bebas
Ol. Cocos : Obat bebas

E. URAIAN BAHAN
a. Metil salisilat (FI III, Hal 379)
Sinonim : Methylis salicylas
Khasiat : Anti iritan, zat tambahan
Pemerian : Cairan, tak berwarna atau kuning pucat, bau khas
aromatic, rasa manis, panas, dan aromati
Kelarutan : Sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) P
dan dalam asam asetat glasial P

b. Menthol (FI III, Hal 362)


Sinonim : Mentol
Khasiat : Kongen, anti iritan
Pemerian : Hablur berbentuk jarum atau prisma, tidak
berwrna, bau tajam seperti minyak permen, rasa
panas dan aromatic diikuti rasa dingin
Kelarutan : Sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam
etanol (95%) P, dalam kloroform P dan dalam
eter P, mudah larut dalam paraffin cair P dan
dalam minyak atsiri
c. Ol. Cajuput (FI III, Hal 453)
Sinonim : Minyak kayu putih
Khasiat : Anti iritan, karminativum
Pemerian : Cairan, tidak berwarna, kuning atau hijau, bau
khas, aromatic, rasa pahit
Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (80%) P, jika
disimpan lama kelarutan berkurang, mudah larut
dalam (90%) etanol P

d. Ol. Cocos (FI III, Hal 456)


Sinonim : Minyak kelapa
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna atau kuning pucat,
bau khas, tidak tengik
Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%) P pada suhu
60, sangat mudah larut dalam kloroform P dan
eter P

F. PERHITUNGAN DOSIS

G. PENIMBANGAN BAHAN

Metil salisilat : 8 ml
Menthol : 1,4 g
Ol. Cajuputi : 3 ml
Ol. Cocus : 30 ml – (8ml + 3ml) = 19 ml

H. CARA KERJA

1. Disetarakan timbangan
2. Diambil dan ditimbang menthol sebanyak 1,4 gr, masukkan ke
dalam botol
3. Dimasukan metil salisilat sebanyak 3ml ke dalam botol, kemudian
gojok ad larut
4. Dimasukan Ol. Cajuputi sebanyak 3 ml ke dalam botol
5. Dimasukan Ol. Cocos sebanyak 19 ml ke dalam botol
6. Di tutup botol dengan rapat, gojok ad lartsempurna
7. Di beri etiket biru dan label kocok dahuludan dimasukan ke
dalamsak plastik
8. Diberikan kepada pasien beserta KIE

I. PENANDAAN

APOTEK UMKT
JL. Ahmad Dahlan No.7 Samarinda
Tlp.(0541)9809882
APA : Nicky Nur,S.,Farm., Apt
SIPA : 880/II/DINKES/2019
SIA : 888/APOTEK/2019
Nama Pasien : July Tgl : 31/12/19
Khasiat : Obat gosok No: 02
nyeri dan pegal

Dioleskan/Ditaburkan/Dikumur/
Dimasukkan melalui dubur

Semoga Lekas Sembuh

KOCOK DAHULU

J. KIE

Nama pasien : July


Aturan pakai : Kocok dahulu sebelum digunakan, dioleskan pada
permukaan kulit pada saat nyeri dan pegal
Indikasi : Sebagai obat gosok nyeri dan pegal
Efek samping : Perubahan warna kulit
Penyimpanan : Dalam botol tertutup rapat dan jauh dari sinar
matahari
IV. PEMBAHASAN
Dalam pelaksanaan praktikum pembuatan resep liniment ini kendala
yang dialami saat pembuatan yaitu saat bahan mulai dicampurkan mahasiswa
harus teliti dalam melihat sediaan yang disediakan didalam laboratorium.
Jika tidak melihatnya dengan teliti resep yang dibuat hasilnya tidak akan
sesuai dengan yang diminta dalam resep dokter. Dalam resep ini sediaan
yang paling berkhasiat yaitu anti iritan. Anti iritan berfungsi untuk
menghilangkan rasa gatal atau ruam yang terdapat dalam kulit atau yang
dapat kita sebut juga dengan dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah
peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat
kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan
reaksi alergi terhadap zat tertentu. Ruam yang muncul akibat peradangan ini
tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi
penderita.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat membaca
dan memahami resep, dapat menghitung dosis dalam resep dengan
benar sesuai dengan resep yang diberikan, mampu menulis etiket
dengan benar, dan mampu memberikan informasi suatu resep dengan
baik dan benar.

B. Saran
Dalam praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami
isi dalam sediaan resep yang telah diberikan, mengerti sinonim dari
setiap obat, dan lebih teliti kembali dalam bekerja. Agar kedepannya
disaat memulai usaha bias mendapatkan pengalaman yang lebih.
VI. DAFTAR PUSTAKA

Arief M.,1997,ilmu meracik obat,Gadjah Mada University Presa,Yogyakarta

Anonim,1979,Farmakope Indonesia,Edisi III ,Departemen kesehatan


Republik Indonesia ,Jakarta.

Anonim 1995,Farmakope Indonesia Edisi IV,Departemen kesehatan


Republik Indonesia,Jakarta,

Departemen kesehatan Republik Indonesia.1978.Farmakope Nasional,Edisi 2


Jakarta.

Syamsuni,H.A (2006). Ilmu resep .jakarta : EGC


LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA DASAR

MATERI PERTEMUAN V

BENTUK SEDIAAN

LARUTAN

Disusun oleh :

Nama : Nicky Nur Ridayanti

NIM : 1911102415044

Tgl. Praktikum : 31 Desember 2019

Kel. Praktikum : A

Dosen Pengampu : Sinta Ratna Dewi, S.Farm.,M.Si.,Apt

LABORATORIUM FARMASETIKA DASAR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN TIMUR

2019
III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. RESEP 3

dr. ishak
SIP : 23/V/DS/1995
JL.Kahoi 01 samarinda

Samarinda, feb 2018

R/ Potio Alba ContraTussin 150


S.t.d.d.cth I

Pro : Nana
Alamat : jl. Kenanga 3 samarinda

B. RESEP STANDAR

POTIO ALBA CONTRA TUSSIM (FMS hal.45)


R/ SASA 1-2
Ol. Menth PIP gtt 1
Sir Simplex 10
Aq. dest ad 100
S. 3-6 d.d.c th/c.p
Obat batuk untuk anak-anak

C. KELENGKAPAN RESEP
Tidak ada umur pasien
Tidak ada paraf dokter
• Diusulkan
Diminta umur pasien
Diminta paraf dokter
D. PENGGOLONGAN OBAT

S.A.S.A : Obat bebas


Ol. Menth : Obat bebas
Sir Simplex : Obat bebas
Aq. dest : Obat bebas

E. URAIAN BAHAN

a. SASA (FI III, Hal 451)


Sinonim : Minyak adasmanis
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan, tidak berwarna atau warna pucat kuning,
bau menyerupai buahnya, rasa manis dan
aromatic, menghablur jika didinginkan
Kelarutan : Dalam etanol larutdalam 3 bagian volume etanol
(95%) P, larutan menunjukan opalesensi tidak
lebih kuat dari opalesensi yang terjadi jika 0,5 ml
perak nitrat 0,1 N ditambahkan paa campuran 0,5
ml natrium klorida 0,02 N dan 50 ml air.

b. Ol. Menth (FI III, Hal 458)


Sinonim : Minyak permen
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan, tidak berwarna, kuning pucat atau kuning
kehijauan, bau aromatic, rasa pedas dan hangat,
kemudian dingin
Kelarutan : Dalam etanol larut dalam 4 bagian volume etanol
(70 %) P, opalesensi yang terjadi tidak lebih kuat
dari opalesensi larutan yang dibuat dengan
menambahkan 0,5 ml natrium klorida 0,02 N dan
50 ml air.
c. Sir. Simplex (FI III, Hal 567)
Sinonim : Sirup gula
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, sukar larut dalam
etanol (95%) P, dalam mentanol P dan dalam asam
asetat P

d. Aq. dest (FI III, Hal 96)


Sinonim : Air suling
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
berasa
Kelarutan : -

F. PERHITUNGAN DOSIS

G. PENIMBANGAN BAHAN

Ammonia anisi = 150 ml/100 ml x 1 g = 1,5g


Ol. Menth pip = 150 ml/100 ml x 1 tts = 1 tts
Sirup simplekx = 150 ml/ 100 ml x 10 g = 15 g
Aquadest = 150 gr/ml – 16,5 gr = 133,5 ml
BJ = 15/150 x 100 % = 10 % < 16,67% (BJ =1)

H. CARA KERJA
1. Penyiapan alat dan bahan
- Kalibrasi botol 100 ml
- Disetarakan timbangan.
- Diambil dan ditimbang SASA 1,5 gr
- Diambil dan ditimbang syrup simplex 15 gr
- Diukur air sebanyak 133,5 ml
2. Pengerjaan bahan
- Dimasukan sasa ke dalam botol
- Dimasukkan syrup simplex ke dalam botol
- Dimasukkan air ke dalam botol, gojok ad homogen
- Ditetesi Ol.menth PIP 1 tetes
- Diberikan etiket putih tandai 3x sehari 1 sendok teh
diberi label NI dan label kocok dahulu, dimasukan
ke plastik klip
- Diserahkan kepada pasien disertai KIE

I. PENANDAAN

APOTEK UMKT
Jl. Juanda No. 15 Samarinda
Tlp.(0541)08112001
APA : Nicky Nur, S.Farm., Apt
SIPA: 022104/SIPA/3012
SIA : 2809/SIA/0124
Nama Pasien : Nana Tgl: 31/12/19
Khasiat : Obat batuk No: 03
Kering

3 x sehari 1

Sendok bubur/teh/makan

Sebelum/Saat/Sesudah Makan
Semoga Lekas Sembuh

KOCOK DAHULU

J. KIE

Nama pasien : Nana


Aturan pakai : Diminum 3x sehari 1 sendok teh, sebelum diminum
kocok dahulu
Indikasi : Batuk kering
Efek samping : Gangguan fungsi hati dan ginjal
Penyimpanan : Dalam botol tertutup rapat dan jauh dari sinar
matahari
IV. PEMBAHASAN
Dalam praktikum pembuatan sedian larutan obat batuk putih ini,
masalah yang terjadi adalah saat sediaan larutan sudah selesai atau sudah
dimasukkan kedalam botol. Seharusnya, larutan dikocok hingga larutan
menyatu. Jika larutan tidak dikocok dengan baik maka setiap sediaan yang
telah tercampur didalamnya tidak akan bias tercampur, khasiat dalam obat
tersebut akan sulit untuk bekerja dengan baik didalam tubuh. Selain masalah
dalam pengocokan larutan yang perlu diperhatikan, perhitungan juga harus
lebih teliti kembali. Fungsi dalam obat batuk putih ini adalah sebagai
merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi batuk yang berkaitan
dengan pilek, flu, bronkitis, atau asma.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat membaca
dan memahami resep, dapat menghitung dosis dalam resep dengan
benar sesuai dengan resep yang diberikan, mampu menulis etiket
dengan benar, dan mampu memberikan informasi suatu resep dengan
baik dan benar.

B. Saran
Bagi para mahasiswa diharapkan agar dapat lebih teliti dalam
pembuatan sediaan obat batuk putih ini. Terutama dalam proses
pengkalibrasian botol. Selain itu, diharapkan kepada mahasiswa agar
dapat lebih memahami setiap jurnal atau proses dalam praktikum
yang mereka laksanakan.
VI. DAFTAR PUSTAKA

Arief M.,1997,ilmu meracik obat,Gadjah Mada University Presa,Yogyakarta

Anonim,1979,Farmakope Indonesia,Edisi III ,Departemen kesehatan


Republik Indonesia ,Jakarta.

Anonim 1995,Farmakope Indonesia Edisi IV,Departemen kesehatan


Republik Indonesia,Jakarta,

Departemen kesehatan Republik Indonesia.1978.Farmakope Nasional,Edisi 2


Jakarta.

Syamsuni,H.A (2006). Ilmu resep .jakarta : EGC


LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA DASAR

MATERI PERTEMUAN V

BENTUK SEDIAAN

LARUTAN

Disusun oleh :

Nama : Nicky Nur Ridayanti

NIM : 1911102415044

Tgl. Praktikum : 31 Desember 2019

Kel. Praktikum : A

Dosen Pengampu : Sinta Ratna Dewi, S.Farm.,M.Si.,Apt

LABORATORIUM FARMASETIKA DASAR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN TIMUR

2019
III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. RESEP 4

dr. ishak
SIP : 23/V/DS/1995
JL.Kahoi 01 samarinda
Samarinda, feb 2018

R/ Asam sitrat 8g
Na Bicarbonat qs
Syrup Simplex 5g
Aqua dest ad 80
M.f Potio effervescent
S.haustus
Pro :Tony (15 th)
Alamat : jl. Kenanga 5 samarinda

B. RESEP STANDAR

C. KELENGKAPAN RESEP
Tidak ada paraf dokter
Tidak ada alamat pasien
• Diusulkan
Diminta paraf dokter
Diminta alamat pasien

D. PENGGOLONGAN OBAT

Asam Sitrat : Obat bebas


Na bicarbonat : Obat bebas
Syrup simplex : Obat bebas
Aq. Dest : Obat bebas
E. URAIAN BAHAN

a. Asam sitrat (FI III, Hal 50)


Sinonim : Acidum citrum
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk putih, tidak
berbau rasa sangat asam, agak higroskopi,
merapuh dalam udara kering dan panas
Kelarutan : Larut dalam kurang dari 1 bagian air dan dalam
1,5 bagian etanol (95%) P, sukar larut dalam eter

b. Na bicarbonate (FI III, Hal 352)


Sinonim : Magnesium karbonat berat
Khasiat : Laksativum
Pemerian : Serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam asam
encer disertai buih yang kuat

c. Syrup simplex (FI III, Hal 561)


Sinonim : Sirup gula
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak perwarna
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, sukar larut dalam
etanol (95%) P, dalam mentanol P dan dalam asam
asetat P

d. Aq. dest (FI III, Hal 96)


Sinonim : Air suling
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
berasa
Kelarutan : -
F. PERHITUNGAN DOSIS

G. PENIMBANGAN BAHAN

- Asam sitrat = 8 g
- Na Bikarbonat = 8 g/ 10 g x 12 = 9,6 g
- Syr simplex = 5 g
BJ sirup = 5 g/ 80 x 100 % = 6,25% < 16,67 % (BJ =1)
Aquadest = 80 ml – 22,6 ml
= 57,4 ml
Air asam = 1/3 x 57,4 ml = 19,1 ml (hangat)
Air basa = 2/3 x 57,4 ml = 38,2 ml (dingin)

H. CARA KERJA

1. Siapkan alat dan bahan


2. Kalibrasi botol 100 ml
3. Masukkan asam sitrat sebanyak 8 g ke dalam mortir, larutkan
dengan aquadest 19,1 ml ad larut (bagian asam)
4. Masukkan Na bikarbonat sebanyak 9,6 g ke dalam mortir
tambahkan air, gerud ad larut. Masukkan dalam botol. Sisa di
mortir diberi air lagi, gerus lagi kmudian tuang ke botol.
5. Masukkan bagian basa ke dalam botol, tambahkan sirup
simpleks
6. Masukkan bagian asam, melalui bagian dinding botol secara
perlahan
7. Masukkan sisa aquadest ad tanda kalibrasi
8. Tutup botol dengan cepat dan rapat
9. Diberikan etiket putih tandai 3x sehari 1 sendok teh diberi
label NI dan label kocok dahulu, dimasukan ke plastik klip
10. Diserahkan kepada pasien disertai KIE
I. PENANDAAN

APOTEK UMKT
Jl. Juanda No. 15 Samarinda
Tlp.(0541)08112001
APA : Nicky Nur, S.Farm., Apt
SIPA: 022104/SIPA/3012
SIA : 2809/SIA/0124
Nama Pasien : Tony Tgl: 31/12/19
Khasiat : Sembelit No: 03

Diminum sekaligus

Semoga Lekas Sembuh

J. KIE

Nama pasien : Tony (15 tahun)


Aturan pakai : Diminum 3x sehari 1 sendok teh, sebelum diminum
kocok dahulu
Indikasi : Pencahar
Efek samping : Meriga, Kembung
Penyimpanan : Dalam botol tertutup rapat dan jauh dari sinar
matahari
IV. PEMBAHASAN
Dalam praktikum ini kendala yang terjadi saat proses pengerjaan tidak
ada. Hanya saja harus lebih teliti dan berhati-hati saat mengerjakannya.
Bahan-bahannya pun cukup mudah saat digerus. Hanya saja memang
memiliki banyak sediaan yang perlu perlahan-lahan saat proses
pengerjaannya da nada penambahan bahan yang perlu diperhatikan, yaitu air
asam dan air basa. Dalam resep ini, sediaan yang sangat penting yaitu Na
Bicarbonat yang berkhasiat sebagai laksativum. Laksativum adalah obat
yang menginduksi gerakan usus dan/atau melunakkan tinja sehingga
memudahkan proses buang air besar. Obat laksatif juga disebut sebagai
katarsis, selain digunakan untuk mengobati sembelit, obat pencahar ternyata
juga berguna untuk mengosongkan usus dari kotoran sebelum dilakukan
pemeriksaan kolonoskopi atau operasi.
Dalam aksinya, obat pencahar bekerja dengan cara menstimulasi usus
(stimulan), melembutkan feses (pelunak tinja), mengembangkan feses
dengan cara menarik lebih banyak air ke dalam feses (bulk-forming agen),
melumasi tinja agar lebih mudah keluar dari usus besar (lubrikan), atau
dengan mempromosikan masuknya air ke dalam usus. Semuanya tergantung
dari pilihan jenis laksatif yang digunakan.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat membaca
dan memahami resep, dapat menghitung dosis dalam resep dengan
benar sesuai dengan resep yang diberikan, mampu menulis etiket
dengan benar, dan mampu memberikan informasi suatu resep dengan
baik dan benar.

B. Saran

Dengan adanya praktikum ini, diharapkan dapat lebih tepat waktu


dalam mengerjakan resep. Dalam melakukan praktikum, sebaiknya
juga harus lebih memerhatikan dan menjaga kebersihan
laboratorium.
VI. DAFTAR PUSTAKA

Arief M.,1997,ilmu meracik obat,Gadjah Mada University Presa,Yogyakarta

Anonim,1979,Farmakope Indonesia,Edisi III ,Departemen kesehatan


Republik Indonesia ,Jakarta.

Anonim 1995,Farmakope Indonesia Edisi IV,Departemen kesehatan


Republik Indonesia,Jakarta,

Departemen kesehatan Republik Indonesia.1978.Farmakope Nasional,Edisi 2


Jakarta.

Syamsuni,H.A (2006). Ilmu resep .jakarta : EGC

Anda mungkin juga menyukai