Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYAKIT ALZHEIMER
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan

Disusun Oleh :

Sofan Hardi Fratama

NIM. P17320112078

Tingkat 2B

Politeknik Kesehatan Kemenkes R. I

Jurusan Keperawatan Bandung

2013

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN/PENGAJARAN

Masalah : Tingginya angka penderita penyakit Alzheimer pada usia


produktif dan remaja

Pokok Bahasan : Penyakit Sistem Persarafan

Sub Pokok Bahasan : Penyakit Alzheimer

Sasaran : Masyarakat Desa Cikalong Barat RT 01/02 Kelurahan


Situsaeur Kecamatan Bojongloa Kidul Kab. Bandung Utara

Waktu : 30 menit

Pertemuan Ke : I (Pertama )

Tanggal : 19 November 2013

Tempat : Lapangan Kantor Kepala Desa Cikalong Barat

Penyuluh : Sofan Hardi Fratama

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti program penyuluhan selama 1 x 30 menit masyarakat


dapat memahami tentang masalah Penyakit Alzheimer.

B. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 1 x 30 menit diharapkan Masyarakat


dapat :

1. Menjelaskan pengertian Penyakit Alzheimer dengan baik tanpa melihat


catatan atau leaflet

2
2. Menyebutkan 8 dari 12 tanda dan gejala dari Penyakit Alzheimer dengan
baik tanpa melihat catatan atau leaflet
3. Menyebutkan 4 dari 6 penyebab dan faktor resiko dari Penyakit Alzheimer
dengan baik tanpa melihat leaflet atau catatan
4. Menyebutkan 6 dari 8 cara pencegahan Penyakit Alzheimer dengan baik
tanpa melihat leaflet atau catatan

C. Materi Penyuluhan

1. Pengertian Penyakit Alzheimer.


2. Tanda dan Gejala Penyakit Alzheimer.
3. Penyebab dan Faktor Resiko Penyakit Alzheimer
4. Pencegahan Penyakit Alzheimer.

D. Kegiatan Belajar Mengajar

1. Metode
Ceramah dan Tanya jawab

2. Langkah-langkah Kegiatan
No. Fase Kegiatan Waktu
1. Kegiatan Pra 1. Mempersiapk 5 Menit
Pembelajaran an materi, media, dan tempat
2. Memberi
salam
3. Memperkenal
kan Diri
4. Kontrak
waktu

2. Membuka 1. Menjelaskan tujuan pembelajaran 5 Menit


Pembelajaran 2. Menjelaskan pokok bahasan
3. Apersepsi

3
3. Kegiatan Inti 1. Penyuluh menyampaikan materi 10 Menit
2. Sasaran menyimak materi
3. Sasaran mengajukan pertanyaan
4. Penyuluh menjawab pertanyaan
5. Penyuluh menyimpulkan jawaban

4. Penutup 1. Sasaran menjawab pertanyaan 10 Menit


penyuluh sebagai evaluasi
2. Menyimpulkan materi
3. Memberi salam

E. Media dan Sumber

1. Media
Penyuluhan secara lisan , leaflet dan flipchart

2. Sumber :
C long Barbara, 1996. Perawatan Medikal Bedah 2 (Suatu Proses
Pendekatan Keperawatan). Bandung:EGC

F. Evaluasi

1) Prosedur : Post Test


2) Jenis Tes :
1. Pertanyaan secara lisan

G. Lampiran
a. Materi
b. Soal

4
Lampiran
* Materi

MATERI PENYULUHAN

Penyakit Alzheimer

1. Pengertian Penyakit Alzheimer.


Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati,
sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Penyakit ini
menyerang kemampuan otak dan menggerogoti kemampuan mengingat dan
berpikir seseorang.

2. Tanda dan gejala Penyakit Alzheimer


Gejala umum penyakit Alzheimer meliputi:

a. Gangguan memori dan berpikir, yaitu penderita penyakit Alzheimer


kesulitan mengingat informasi baru. Pada tahap akhir penyakit, memori
jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat
mengingat informasi pribadi, seperti tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau
nama-nama anggota keluarga dekat.
b. Kebingungan. Penderita penyakit Alzheimer dapat tersesat ketika keluar
rumah sendirian dan kadang tidak dapat mengingat dimana dia atau
bagaimana dia bisa sampai disana.
c. Lupa menyimpan sesuatu, seperti kacamata, kunci, dompet, dll.
d. Berpikir Abstrak. Penderita penyakit Alzheimer merasa tugas kantor atau
studi-nya lebih sulit dikerjakan daripada biasanya.
e. Kesulitan mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi,
berpakaian, dll.

5
f. Perubahan kepribadian dan perilaku penderita penyakit Alzheimer.
Menjadi mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-
kadang, menjadi bingung, paranoid, atau ketakutan.
g. Penilaian yang buruk, seperti meninggalkan rumah pada malam hari yang
dingin tanpa jaket atau sepatu, atau bisa pergi ke toko memakai baju tidur.
h. Ketidakmampuan penderita penyakit Alzheimer untuk mengikuti petunjuk.
i. Adanya masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti tidak dapat
mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata
umum.
j. Memburuknya kemampuan visual dan spasial, seperti menilai bentuk dan
ukuran suatu benda.
k. Kehilangan motivasi atau inisiatif.
l. Kehilangan pola tidur normal.

3. Penyebab Penyakit Alzheimer


a. Keturunan
b. Gaya Hidup
c. Faktor Lingkungan

4. Faktor Resiko Penyakit Alzheimer


a. Faktor Usia
Penderita Alzhaimer biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari
65 tahun, tetapi juga dapat menyerang orang yang berusia dibawah 40.
Sedikitnya 5 persen orang berusia di antara 65 dan 74 memiliki Alzheimer.
Pada orang berusia 85 keatas jumlahnya meningkat menjadi 50 persen.
b. Keturunan
Risiko Alzheimer yang muncul sedikit lebih tinggi jika hubungan keluarga
tingkat pertama – orangtua dan saudara sekandung - memiliki Alzheimer.
c. Jenis kelamin

6
Wanita lebih mudah terkena daripada laki-laki, hal ini karena umumnya
wanita hidup lebih lama daripada laki-laki.
d. Penurunan kognitif ringan
Orang yang memiliki penurunan kognitif ringan memiliki masalah ingatan
yang memburuk. Banyak dari mereka yang berada pada kondisi ini
berlanjut memiliki penyakit Alzheimer.
e. Gaya hidup
Penyakit jantung juga meningkatkan kemungkinan terkena penyakit
Alzheimer. Contohnya adalah:
1) Tekanan darah tinggi
2) Kolestrol tinggi
3) Kurang dalam mengontrol gula darah
4) Menjaga tubuh agar tetap fit penting bagi anda – anda harus dapat
melatih pikiran dengan baik. Beberapa studi menunjukkan bahwa aktif
dalam melatih pikiran dan mental disepanjang hidup anda khususnya
pada usia lanjut akan mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
f. Tingkat pendidikan
Studi menemukan hubungan antara rendahnya pendidikan dan risiko
Alzheimer. Beberapa ilmuwan berteori, makin sering anda menggunakan
otak akan lebih banyak sinapsis yang anda buat dimana akan tersedia
banyak cadangan di hari tua. Akan sulit untuk menemukan Alzheimer
pada orang yang melatih otaknya secara rutin, atau mereka yang memiliki
tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

5. Pencegahan Penyakit Alzheimer


1) Bagi Lansia :

a. Melakukan pekerjaan rumah tangga harian dan berolahraga. Studi


yang pernah dimuat jurnal Neurology menyebutkan, kegiatan
memasak, mencuci piring, membersihkan rumah adalah sebuah
olahraga klasik yang mampu menurunkan risiko Alzheimer.

7
b. Orang lebih aktif akan mengurangi resiko Alzheimer. Dibandingkan
dengan orang yang jarang bergerak, orang yang aktif secara fisik
setiap hari lebih mungkin mendapati dirinya berkurang risiko
terserang Alzheimer sampai tiga kali lipatnya.

c. Bicara dalam dua bahasa. Apapun jenis bahasa tersebut, menguasai


dua bahasa dapat memperkuat kekuatan otak dan melindungi dari
demensia. Dalam studi yang dimuat jurnal Trends in Cognitive
Sciences disebutkan, berbicara dalam dua bahasa pada waktu tertentu
akan memaksa otak untuk aktif terus-menerus dan akan
menghindarkan seseorang dari konflik mental.

d. Mengonsumsi curcumin. Curcumin adalah zat yang ada dalam kunyit


dan yang masih satu keluarga tanaman dengannya. Dalam studi yang
dimuat jurnal PLoS ONE, curcumin mengurangi jumlah oligomer
yang menjadi cikal bakal pembentukan plak amiloid di otak. Plak
amiloid menjadi penyebab dari penyakit alzheimer.

e. Bermain puzzle, teka-teki, dan permainan otak lainnya. Permainan


yang memerlukan kerja tak secara aktif dapat menangkal penurunan
mental menurut studi yang dimuat dalam jurnal BMC Medicine.
Sementara itu dalam studi yang dimuat jurnal Archieves of
Neurology, membaca seumur hidup dan permainan-permainan dapat
menurunkan kadar beta amiloid di dalam otak yang dapat
mencetuskan penyakit Alzheimer.

f. Berjalan kaki. Melakukan jalan kaki 6-9 mil dalam seminggu dapat
menurunkan risiko kepikunan dan masalah fungsi otak. Demikian
menurut studi yang dimuat jurnal Neurology di tahun 2009.

g. Mengkonsumsi ikan dan kacang-kacangan. Kedua makanan tersebut


kaya dengan asam lemak omega-3 yang mampu merendahkan tingkat
beta amiloid dalam otak. Studi dari Columbia University Medical

8
Center menyebutkan, mengkonsumsi asam lemak omega-3 dalam
jumlah tinggi akan menurunkan beta amiloid dalam darah.

h. Mengkonsumsi teh hijau. Menurut studi dari Universitas Newcastle,


teh hijau yang dicerna enzim dalam usus akan menghasilkan bahan
kimia untuk memberikan proteksi terhadap pemicu utama Alzheimer.

2) Bagi Remaja :

a. Mengkonsumsi makan-makanan yang mengandung antioksidan 


Makanan dengan antioksidan dapat mencegah penyakit Alzheimer.
Banyak sekali sayur dan buah-buahan yang kaya antioksidan. Selain
itu teh juga mengandung banyak antioksidan.
b. Kurangi makanan-makanan berlemak
Bukan hanya obesitas, lemak juga dapat memicu perubahan fungsi
otak ke arah lebih baik atau lebih buruk. Alzheimer juga bisa dipicu
dari makanan berlemak. Sebaiknya kurangi konsumsi lemak jenuh
karena dapat membuat sel-sel otak menjadi tidak efisien. Selain itu
kurangi konsumsi makanan yang digoreng seperti gorengan, nasi
goreng, dll.
c. Olahraga
Rajin olahraga dapat merangsang produksi kolestrol baik. Para
peneliti mengklaim kolesterol baik ini dapat berfungsi sebagai anti-
inflamasi untuk mencegah kerusakan pada sistem otak.
d. Rangsanglah pertumbuhan otak
Otak mulai menyusut saat usia mencapai 30-40 tahun. Namun peneliti
berpendapat seseorang dapat meningkatkan ukuran otak dengan rajin
belajar. Cobalah mempelajari berbagai hal baru, perluas pertemanan
sebagai stimulasi, baca buku, browsing di internet atau membeli
permainan yang merangsang otak.
e. Kurangi mengkonsumsi makanan manis

9
Makanan manis tidak hanya menimbulkan masalah berat badan.
Banyak mengkonsumsi makanan manis juga dapat merintis kerusakan
otak. Suzanne de La Monte, MD, MPH, seorang neuropathologist dari
Brown University bersama tim melakukan penelitian. Ia menunjukkan
bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menyebabkan
resistensi insulin yang memperburuk kondisi otak.
f. Masak makanan sendiri di rumah
Dengan memasak makanan sendiri, kita dapat memastikan sendiri
bahan-bahan yang digunakan adalah yang terbaik dan lebih sehat
daripada membeli makanan di luar.
g. Menjaga kebersihan gigi
Gigi dan gusi yang tidak bersih dapat meracuni otak dan cenderung
membuat memori semakin rendah. Oleh karena itu rajin menyikat gigi
dan flossing dapat membantu menjaga gigi dan mempertajam memori.
h. Kenali tanda-tanda awal Alzheimer
Tanda-tanda awal Alzheimer dapat berupa kesalahan kecil seperti
salah menilai jarak ketika berjalan, bingung saat membaca peta, rasa
penciuman mulai hilang, mengajukan pertanyaan yang sama berulang
kali serta lupa menyimpan barang di tempat yang aneh. Jika hal ini
sudah ada pada diri anda, segera konsultasikan ke dokter ahli.

* Soal

1. Apa yang dimaksud dengan Penyakit Al-Zheimer ?


2. Apa Tanda dan Gejala Penyakit Al-Zheimer ?
3. Apa Penyebab dan Faktor Resiko ?
4. Apa saja Pencegahan Penyakit Al-Zheimer bagi Lansia ?
5. Apa saja Pencegahan Penyakit Al-Zheimer bagi Remaja ?

10