Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK REVIEW

“Microteaching”

DOSEN PENGAMPU : Dra. Armaini Rambe, M.Si

NAMA : Tina Sumayyah Lubis

NIM : 5183143023

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas dalam pembuatan Critical Book Report. Sebagai
pemenuhan tugas dalam mengikuti perkuliahan, pada mata kuliah “Microteaching”.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan tugas ini masih belum sempurna
dan masih banyak kekurangan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun guna sempurnanya tugas-tugas selanjutnya. Penulis berharap semoga
Critical Book Report ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya bagi para pembaca.

Medan, 06 April 2020

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1) Rasionalisasi pentingnya CBR

Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami. Terkadang
kita memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya dari segi analisis bahasa,
pembahasan tentang keluarga, oleh karena itu, penulis membuat critical book report ini untuk
mempermudah pembaca dalam memilih referensi, terkhusus pada pokok bahasan tentang Media
Pembelajaran.

2) Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan critical book ini adalah :

1) Agar mengetahui informasi yang ada dalam buku.

2) Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap bab.

3) Manfaat

 Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran.


 Untuk memahami tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran.
 Membantu mahasiswa untuk berpikir kritis dan menalar dalam menganalisis buku.
1) Identitas Buku Utama

1. Judul : Media Komunikasi Pembelajaran

2. Penulis : Prof. Dr. Wina Sanjaya, M.Pd.

3. ISBN : 978-602- 9413-62-5

4. Penerbit : Kencana Prenada Media Group

5. Tahun Terbit : 2012

6. Tebal Buku : 276 Halaman

2) Identitas Buku Pembanding

1. Judul : Media Pembelajaran Manual dan Digital

2. Penulis : Cecep Hustandi, M.Pd dan Drs. Bambang Sutjipto, M.Pd.

3. ISBN : 978- 979-450-633-2

4. Penerbit : Ghalia Indonesia

5. Tahun Terbit : 2011

6. Tebal Buku : 152 Halaman


BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

1. Ringkasan Buku Utama

BAB I “POLA DASAR MENGAJAR DAN BELAJAR”

Pola dasar mengajar maksudnya disini adalah proses pelaksanaan mengajar yang
dilakukan guru dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya, yang dipengaruhi
oleh motivasi dan pandangannya tentang konsep mengajar sehingga menjadi gaya dalam
melaksanakan komunikasi dan interaksi belajar mengajar. Ada 3 pola dasar yang dilakukan guru
dalam pengelolaan pembelajaran yaitu pola terpisah, pola terkait dan pola ketergantungan.

Dalam pembelajaran sebagai suatu sistem ada 2 yang terpenting yaitu pentingnya
pendekatan sistem dalam pembelajaran dan komponen-komponen sistem pembelajaran dan
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran yaitu guru, siswa dan lingkungan.
Hakikat belajar metode dan media pembelajaran yaitu sebagai proses menambah informasi,
sebagai proses perubahan perilaku yang terkontrol, dan sebagai proses mental untuk
memecahkan masalah. Komponen-komponen yang harus menajdi perhatian guru dalam
merancang sistem pemelajaran dikaitkan dengan pemanfaatan media pembelajaran yaitu siswa,
tujuan, kondisi, sumber-sumber belajar dan hasil belajar. Jenis-jenis belajar yaitu belajar
pengamatan, belajar gerak, belajar menghafal, belajar memecahkan masalah dan belajar
berdasarkan emosi.
BAB II “KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN”

Media adalah perantara dari sumber informasi ke penerima informasi, contohnya video,
televisi, komputer dan lain sebagainya. Media pembelajaran tidak terbatas pada alat saja seperti
TV, radio, CD dan lain sebagainya, akan tetapi meliputi pemanfaatan lingkungan baik yang
didesain atau tidak untuk pembelajaran serta kegiatan yang sengaja dirancang untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Untuk memahami peran media dalam proses mendapatkan pengalaman
belajar bagi siswa, Edgar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan
kerucut pengalaman berikut uraiannya yaitu pengalaman langsung, pengalaman tiruan,
pengalaman melalui drama, pengalaman melalui demonstrasi, pengalaman wisata, pengalaman
melalui pameran, pengalaman melalui televisi, pengalaman melalui gambar hidup dan film,
pengalaman melalui radio, pengalaman melalui lambang-lambang, dan pengalaman melalui
lambang verbal.

Fungsi dan manfaat penggunaan media pembelajaran yaitu menangkap suatu objek atau
peristiwa,-peristiwa tertentu, memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu dan
menambah gairah dan motivasi belajar siswa. Prinsip-prinsip penggunaan media dalam
pembelajaran yaitu media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam
upaya memahami materi pembelajaran, media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan
diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, media yang digunakan harus sesuai dengan
materi pembelajaran, media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi
siswa, media yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi dan media yang
digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

BAB III “KOMUNIKASI PEMBELAJARAN”

Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari sumber ke
penerima pesan dengan maksud untuk memengaruhi penerima pesan. Adapun model-model
komunikasi yaitu modele lasswell dan model schramme. Ada 4 fungsi komunikasi yaitu
menjelaskan, menjual gagasan, pembelajaran, administratif. Sistem komunikasi dalam
pembelajaran yang demikiam memiliki kelemahan yaitu pembelajaran yang hanya
mengandalkan bahasa verbal bisa mengakibatkan kesalahan dalam mempersepsi pesan yang
disampaikan, pembelajaran yang hanya mengandalkan bahasa verbal tidak akan mampu
mengaktifkan semua alat indra yang dimiliki penerima pesan dan pembelajaran yang hanya
mengandalkan bahasa verbal cenderung membosankan penerima pesan, sebab komunikasi
biasanya terjad searah.

Pengelolaan informasi adalah proses pengelolaan informasi oleh seseorang ketika orang
tersebut menerima stimulus atau rangsangan dari luar. Kemampuan seseorang dalam pengelolaan
informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sensasi, persepsi, memori dan berfikir.
Hubungan komunikasi intrapersonal dengan pengembangan media pembelajaran yaitu
komunikasi intrapersonal menjelaskan bagaiman stimulus ditangkap, diberi arti, dan
diungkapkan kembali melalui memori manusia.

BAB IV “PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN”

Perkembangan media pembelajaran dipengaruhi oleh konsep mengajar dan konsep


belajar itu sendiri. Pada konsep ini media berfungsi untuk memudahkan guru menyampaikan
materi pelajaran. Maka dari itu bahasa sebagai media pembelajaran, media sebagai alat bantu
mengajar, media sebagai alat peraga, audio visual aid (AVA) sebagai media, media sebagai
penyalur pesan, dan media sebagai sumber belajar.Peran guru dan perkembangan media
pembelajaran yaitu guru sebagai pengembang media dan sumber belajar, guru sebagai pengelola
pembelajaran, guru sebagai administrator dan fasilitator, guru sebagai direktur dan guru sebagai
evaluator.

Adapun klasifikasi media pembelajaran yaitu dapat dilihat dari sifatnya, media dapat
dibagi menjadi media auditif, media visual, dan media audio visual. Dilihat dari kemampuan
jangkauannya media dapat dibagi kedalam media yang memiliki daya liput yang luas dan
serentak seperti televisi dan radio dan media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh
ruang dan waktu seperti film slide, film, video dan lain sebagainya. Diihat dari cara atau teknik
pemakaiannya, media dapat dibagi menjadi 2 yaitu media yang diproyeksikan seperti film slide,
film stripe, transparansi, komputer dsb dan media yang tidak diproyeksikan seperti gambr, foto,
lukisan, radio dsb dan berbagai bentuk media grafis lainnya. Media juga dapat dikelompokkan
berdasarkan bentuk yaitu media grafis, media bahan dan gambar diang (media visual).
BAB V “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN”

Dalam perencanaan pengembangan media khususnya media audio dan audio visual ada
beberapa kegiatan yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi kebutuhan audiens (siswa) yang
akan menggunakan media yang kita kembangkan, merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh
siswa, mengembangkan butir-butir materi sesuai dengan tujuan, mengembangkan garis besar
pengembangan media.

Naskah dalam perencanaan program media secara umum dapat diartikan sebagai
pedoman tertulis yang berisikan informasi tentang bentuk visual yang akan ditampilkan, grafis
atau tampilan kalimat untuk mempertegas visual dan audio atau suara yang diperlukan sebagai
acuan dalam pembuatan media tertentu. Ada beberapa tahapan penulisan naskah yaitu
memunculkan dan memperkaya ide atau gagasan, membuat sinopsis dan treatment, menulis
naskah serta evaluasi dan revisi naskah. Secara sederhana proses produksi media pembelajaran
terbagi atas tiga tahap yakni pra-produksi, pelaksanaan produksi dan pasca produksi.

BAB VI “MEDIA GRAFIS”

Media grafis adalah media yang dapat mengomunikasikan data dan fakta, gagasan serta
ide-ide melalui gambar dan kata-kata. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat
media grafis, yaitu untuk menyajikan data atau mengomunikasikan ide dan gagasan, maka
sebaiknya dalam satu media hanya mengandung satu informasi atau satu gagasan dengan
menyajikan langsung pokok yang ingin disajikan, gagasan atau informasi yang ingin
disampaikan sebaiknya disajikan secara jelas dan singkat dan manakala dalam satu media
penyajian ada dua unsur yang berbeda misalnya kata-kata dan gambar, maka sebaiknya harus
ditata secara seimbang yang masing-masing saling menguatkan. Terdapat berbagai macam jenis
media grafis yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran yaitu bagan, grafik, komik,
kartun dan poster.

BAB VII “MEDIA PRESENTASI”


Prsentasi merupakan metode pembelajaran dengan cara penyampaian melalui penjelasan
informasi oleh penyampai pesan (dosen, guru, instruktur atau mahasiswa yang ditugasi untuk
memaparkan sesuatu baik ide, gagasan atau pun penemuan). Ada beberapa jenis-jenis media
presentasi yang sering digunakan yaitu papan tulis, overhead projector (OHP), dan presentasi
dengan komputer.

Ada empat langkah yang harus dilakukan dalam merancang bahan presentasi yaitu
merumuskan tujuan khusus, mendesain visual, memilih bentuk tulisan dan melakukan evaluasi
dan revisi. Ada tiga langkah utama dalam pelaksanaan presentasi yaitu persiapan, pelaksanaan
dan penutup.

BAB VIII “PEMBELAJARAN MELALUI KOMPUTER”

Sesuai dengan perkembangannya, komputer juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber


belajar, yang dapat dipelajari secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Pemakaian komputer
khususnya pad lembaga-lembaga formal di indonesia memiliki beberapa permasalahan yaitu
budaya belajar siswa yang masih rendah, kemampuan dan kemauan membaca yang lemah, masih
banyaknya guru yang berpandangan mengajar sebatas menyampaikan materi pelajaran, masih
banyak guru tidak memahami penggunaan komputer dan banyak sekolah yang belum memiliki
fasilitas komputer dengan lengkap. Ada 3 bentuk pengemasan materi pembelajaran melalui
komputer yakni pengemasan dalam bentuk suplemen “tambahan”, komplemen “pelengkap” dan
substitusi “pengganti”

Pembelajaran online adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan mengandalkan pad


sumber-sumber informasi yang tersedia pada jaringan internet. Perkembangan teknologi
komputer dengan sistem jaringanny khususnya jaringan internet berdampak pada terjadinya
perubahan peranan guru dan perubahan pengelolaan pembelajaran yang kemudian bermuara
pada perubahan paradigma tentang mengajar. Ada beberap jenis jaringan yaitu LAN “ Local
Area Network/ jaringan area lokal”, WAN “ Wide Area Network/ Jaringan Area Luas”, Jaringan
Tanpa Kabel “Wireless” dan internet.
BAB IX “PEMBELAJARAN MULTIMEDIA”

Pembelajaran melalui multimedia adalah pembelajaran yang didesain dengan


menggunakan berbagai media secara bersamaan seperti teks, gambar, animasi, film, audio yang
kesemuanya saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan
sebelumnya. Dalam pengembangannya bentuk multimedia itu ada 2 yaitu multimedia linear dan
multimedia interaktif.Terdapat berbagai macam media yang dapat dipadukan yaitu teks, suara,
gambar/ foto, film “viedo”, animasi dan simulasi. Kriteria untuk menilai sebuah media interaktif
yaitu kesederhanaan, kelengkapan bahan pembelajaran, komunikatif, belajar mandiri, belajar
setahap demi setahap, unity multimedia dan kontinuitas.

BAB X “MEDIA PEMBELAJARAN INDIVIDUAL”

Untuk kepentingan pembelajaran, ada 3 bentuk perkembangan yang terjadi pada setiap
manusia, yakni perkembangan motorik yaitu perkembangan yang berkaitan dengan perubahan
kemampuan fisik, perkembangan kognitif yaitu perkembangan yang berkaitan dengan
kemampuan intelektual atau perkembangan kemampuan berpikir dan perkembangan sosial dan
moral yaitu proses perkembangan yang berkaitan dengan proses perubahan cara setiap individu
dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain, baik sebagai individu maupun
sebagai kelompok.

Ada beberapa pertimbangan teknis dalam mengembangkan isi atau materi pelajaran
dalam sebuah media pembelajaran yaitu kesesuaian dengan tujuan yang harus dicapai,
kesederhanaan, unsur-unsur desain pesan, pengorganisasian bahan, dan petunjuk cara
penggunaan. Ada beberapa bentuk-bentuk media individual yaitu modul pembelajaran dan
pembelajaran terprogram.

2. Ringkasan Buku Pembanding

Pada bab pertama buku ini mejelaskan mengenai media pembelajaran, perkembangan media,
landasan teoritis penggunaan media dan ciri-ciri media pembelajaran. Pada bab kedua buku ini
mebahas tentang fungsi dan peran media pembelajaran. Pada bab ketiga buku ini membahas
mengenai media hasil teknologi cetak, audio visual , teknologi berbasis komputer dan teknologi
cetak dan komuputer. Pada bab keempat membahas tentang kelompok media sederhana yaitu
mulai dari gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, poster, peta, globe, papan tulis, papan
flanci, papan buletin, flip chart, akuarium, bangun ruang, diorama dan herbarium. Pada bab
kelima membahas tentang ragam media pembelajaran lain yaitu media audio, media proyeksi,
film dan video, komputer dan multimedia. Pada bab keenam membahas tentang pemilihan dan
penggunaan media. Pada bab ketujuh membahas tentang pengembangan media pembelajaran di
mulai dari media berbasis visual, audio visual, dan berbasis komputer. Pada bab kedelapan
membahas tentang perencanaan pembelajaran menggunakan media mulai dari penyusunan
rancangan dan koordinasi logistik. Pada bab kesembilan membahas tentang evaluasi media
pembelajaran mulai dari proses evaluasi media, tujuan evaluasi media dan kriteria evaluasi
media.
BAB III

PEMBAHASAN

1. Analisis Isi Buku


A. Kelebihan Buku

Pada buku utama ini kelebihan yang dimiliki yaitu Dari segi fisiknya yaitu covernya
bagus, , menggunakan kata-kata yang mudah dipahami sehingga mudah dipelajari oleh para
mahasiswa di perguruan Tinggi Negeri Penulisan dari buku ini sudah baik dan sesuai karena
tidak ada letak kesalahan pengetikan dalam pencetakan buku ini hingga terbit, Dari segi gagasan
yang digunakan buku ini cukup lengkap dan sangat membantu pembaca dalam mendapatkan
informasi dan Buku ini juga memberikan contoh berupa skema maupun bagan penjelasan
sehingga membuat pembaca mudah memahami maksud dari isi buku tersebut dan juga daftar
gambar pada buku ini ada sehingga memudahkan bagi para pembaca untuk mencarinya.

Sedangkan pada buku pembanding ini kelebihannya yaitu dari segi fisiknya juga covernya bagus
dan menarik untuk dibaca, bahan kertas yang digunakan juga bagus tidak mudah sobek, buku ini
juga menambah pengetahuan yang lebih baik lagi. Halaman pertama hingga akhir ada nomor
halamannya sehingga memudahkan para pembaca untuk mencarinya. Selain itu buku ini tipis
dan ukuran bukunya sedang sehingga fleksibel dimana pun berada masih tetap bisa
membacanya.

B. Kelemahan Buku

Pada buku utama ini kelemahannya yaitu kertas yang digunakan kurang bagus / cepat sobek, Isi
bukunya yang terlalu tebal sehingga membuat para pembaca sedikit tidak ingin membacanya,
Buku ini meskipun sudah bagus dan berkualitas baik, masih ada sedikit kelemahannyayaitu
kalimatnya ada yang sedikit bertele tele dan tidak ada rangkuman disetiaap babnya.
Sedangkan pada buku pembanding ini kelemahannya yaitu buku ini tidak memiliki daftar
gambar sehingga menyulitkan pembaca untuk mencari materi yang dicarinya, isi pada buku ini
tidak selengkap buku utama jadi tidak semua dibahas di buku ini, tidak ada rangkuman disetiap
babnya dan dalam saran bacaan sebaiknya tidak mencantumkan blog-blog situs internet, karena
isi yang terdapat dalam blog-blog situs internet belum teruji kebenaraannya.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Media adalah perantara dari sumber informasi ke penerima informasi, contohnya video,
televisi, komputer dan lain sebagainya. Dalam suatu proses belajar mengajar, ada unsur yang
amat penting yaitu media pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran tertentu akan
mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain
yang harus diperhatikan dalam memilih media.

Media mempunyai manfaat dan fungsi sebagai sarana bagi guru untuk dapat menyampaikan
materi pelajaran menjadi lebih menarik, tidak hanya monoton, siswa tidak hanya diajak untuk
berhayal dan membayangkan saja tetapi siswa dapat melihat kenyataan walaupun hanya melalui
gambar ataupun video.

2. Saran

Dalam membuat critical book report ini masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki sangatlah minim. Oleh karena itu, diharapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masuka-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan critical book
report ini.