Anda di halaman 1dari 24

Perkembangan Islam di Asia

 
 
 
 
 
 
30 Votes

1. Agama Islam di Pakistan

Perlu diketahui bahwa Pakistan merupakan Negara yang memisahkan diri dari India. Pada
Abad ke- 13 s/d 15 agama Islam berkembang dengan pesat di India, dengan bukti adanya
kerajaan-kerajaan Islam di India dan bangunan-bangunan tempat ibadah.

Pada waktu kritis Kerajaan Moghul, para pedagang Belanda, Prancis, Inggeris dan Portugis
masuk India. Kemudian pada perkembangan selanjutnya India resmi dijajah Inggeris. Pada
tahun 1947, Inggeris memberi kemerdekaan kepada India dan sekaligus berakhirnya kejayaan
Islam di India. Pada tahun itu juga umat Islam kemudian mendirikan negara baru yang
terpisah dari India, yaitu Pakistan. Arti penting negara ini dalam sejarah dan perkembangan
Islam terutama disebabkan dua hal. Pertama, perjuangan politiknya berlangsung pada waktu
yang sama dengan perjuangan orang Hindu di India. Perjuangan itu bertujuan untuk
mendirikan negara tersendiri bagi umat Islam.

Kedua, Pakistan berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan filsafat serta
berhasil melahirkan sejumlah lembaga pengkajian Islam dan intelektual muslim
berkaliber international.islam di Pakistan dapat berkembang dengan pesat sehingga
Pakistan merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar kedua di dunia. Bahkan hukum
Islam telah diperlakukan di Pakistan. Sayid Qutub, tokoh Ihkwanul Muslim Mesir, pernah
mengatakan bahwa kini telah muncul dua kekuatan besar Islam, yakni Indonesia (Asia
Tenggara) dan Pakistan (Asia Selatan). Kekuatan militer negara Pakistan ini juga
diperhitungkan oleh dunia dengan adanya dugaan bahwa negara Pakistan mempunyai
kemampuan persenjataan nuklir. Bahkan, Amerika menilai Pakistan, sebagai negara ”Bom
Islaam” (Islamic Bomb).

Ide tentang pembentukan negara tersendiri bagi Umat Islam, bermula dari Sayid Ahmad
Khan, kemudian dicetuskan oleh Muhammad Iqbal dan akhirnya direlisasi oleh Muhammad
Ali Jinnah. Pada tahun 1947 Inggis menyerahkan kedaulatan kepada dua Dewan konstitusi,
yaitu tanggal 14 Agustus 1947 untuk Pakistan dan tanggal 15 Agustus bagi India. Sejak itulah
Pakistan lahir sebagai negara Islam. Muhammad Ali Jinnah diangkat sebagai gubernur
jendral dengan gelar ”Quaidi-Azam” atau pemimpin besar.

Sejak berdirinya negara Pakistan, umat Islam mencoba menerapkan konsep Islam sebenarnya
negara Islam itu. Persoalan itu merupakan bahan polemik yang berkepanjangan di
pemerintahan diajukan oleh Majelis Nasional dengan berpedoman kepada Rancangan
Undang-Undang hasil sidang Liga muslim pada bulan Maret 1940, yaitu harus sesuai dengan
Al-Qur’an dan hadist.
Sistem pemerintahan yang dirumuskan Liga Muslim tahun 1940 itu disahkan menjadi
konstitusi tahun 1956. Dalam konstitusi itu negara bernama”Republik Islam Pakistan”.
Konstitusi ini kemudian ditinjau kembali sehingga lahir konstitusi tahun 1962, yang cara
Iantara lain menghilangkan kata ”Islam” dan sebagai imbalannya mendirikan dua lembaga,
yaitu Dewan Penasihat Ideologi Islam dan Lembaga Penelitian Islam. Hal ini terjadi

2. Agama Islam di India

Sebelum agama Islam lahir di Arab, antara bangsa arab dengan bangsa India sudah saling
mengenal. Dengan bukti adanya peninggalan pedang Arab yang disebut”Saif Muhannad”
artinya pedang yang di tempa secara India. Kemudian adanya perkataan ” Handasah” yang
artinya ilmu ukur yang diambil dari kata ”Hindu”.

Setelah agama islam lahir yang mengenalkan islam keIndia adalah Khalifah Umar bin
Khattab

1. Pada tahun 16 H (636 M) Khalifah Umar mengirimkan pasukan ke Persia di bawah


pimpinan Saad bin Abi Waqas. Beliau berjuang selama 16 tahun, akhirnya dapat
menguasai seluruh Persi kemudian diperluas ke Khurasan kemudian diteruskan ke
India.
2. Pada masa Khalifah Usman, dikirim lah Hakim bin Jabalah ke India, untuk
menjelajahi mengenal negeri India yang luas itu.
3. Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, tahun 38 H (659 M) Al Harrits Murrah Al
Abdi ke India untuk mengyelidiki jalan-jalan India, ilmu pengetahuan dan adat
istiadat India.

Masuknya Islam di India dilakukan Khalifah arrasydin dengan cara damai. Tetspi masuknya
Islam ke India dilakukan oleh bani Umayah dengan jalan lain. Pasukan Islam masuk ke India
di mulai pada zaman pemerintahan Umayah yang berpusat di Damaskus.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa agama Islam masuk ke India pada abad ke-7.
kemudian agama Islam dapat berkembang dengan pesatnya di India, dan pedagang-pedagang
Islam India atau Gujarat yang membawa Islam ke negara-negara Asia Tenggara, seperti
Indonesia, Malaka, Singapura, dan sebagainya

Bukti berkembangnya Islam di India dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam serta


peninggalannya.

Kerajaan-kerajaan Islam di India.

1.Kerajaan Sabaktakin

Kerajaan ini berdiri di Ghazwah wilayah Afganistan di bawah pimpinan Sabaktakin. Beliau
mengembangkan agama Islam dan ilmu pengetahuan.

2.Kerajaan Ghazi

Kerajaan Ghazi didirikan oleh Aliudin Hudain bin Husain (555 H / 1186 M), di Furoskoh,
lereng gunung Afganistan. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad
Abdul Muzafar bin husain Al Ghazi. Beliau memberi kemerdekaan orang-orang Hindu dan
berbuat baik terhadap budak-budak.

3.Kerjaan Mameluk

Raja dari budak belian ini menyebarkan agama Islam di India. Beliau mendirikan masjid raya
di Delhi yang diberi nama ”Jami” dan menara yang tinggi dengan nama ”Qhutub Manar”
sekarang menjadi objek wisata

4. Kerajaan keturunan Kilji

Kerajaan ini berdiri setelah menaklukan Kerajaan Mameluk dan sultannya bernama Alaudin
dari Afganistan. Beliau tidak lama memerintah, karena muncul kerajaan baru dari keturunan
Taghlak dari Turki.

5. Kerjaan Taghlak

Kerajaan ini merupakan kerajaan terakhir di India sebelum datangnya bangsa Mongol.
Diantara rajanya ialah Muhammad bin Taghlah dan Firus Syah. Setelah kerajaan Taghlak
berdiri, kemudian berdirilah kerajaan Mongol Islam di India dengan raja-rajanya antara lain:
Babur (1504-1530 M), Humayun (1530-1550 M), Akbar Agung (1556-1605 M), Jikangir
(1605-1627 M) dan syah Jihan (1627-1657 M) yang mecapai puncak kejayaannya. Syah
Jihan membangun ”Taj Mahal” di Agra sebagai penghormatannya kepada permaisurinya
yang cantik dan dicintainya. Pembangunan Taj Mahal menelan waktu selama 22 tahun
dengan tenaga 20.000 orang

Jadi, di India pernah menjadi kejayaan Islam. Meskipun begitu, hingga sekarang umat Islam
di India berposisi sebagai minoritas. Sejumlah khasanah Islam dikuasai umat Hindu dan
dijadikan objek wisata. Umat Islam di India sekarang sekitar 100 juta jiwa yang berarti India
negara ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, setelah Indonesia dan Pakistan. Umat
Islam di India nasibnya juga sama dengan dinegara-negara lain yang umat uslamnya
minoritas, merka ditekan, ditindas penguasa ataupun umat non muslim (Hindu) yang
minoritas. Sebagai contoh, penghancuran masjid Babri, Ayodhia, India pada bulan desember
1992. di Bombay terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap sekitar 100 ribu jiwa, oleh
partai ekstremis hindu yang berkuasa. Ribuan bangunan bersejarah yang dibangun raja-raja
Islam kini menjadi puing yang mengenaskan, kemudian dijadikan objek wisata oelh umat
Hindu.

Perlu diketahui, bahwa di India pernah lahir para pemikir handal seperti, Muhammad Iqbal,
Syah Waliullah, Muhammad Ali Jinnah, Sayyid Ahmad Khan, Abdul Kadir Azad dan Sayi
Amer Ali.

3. Agama Islam Di Rusia

Agama Islam masuk ke Rusia pada waktu Dinasti Yuan yang berkuasa, kemudian bangkitlah
kaum revolusioner muslim untuk menumbangkan dinasti Yuan (1279-1368 M). Setelah
dinasti Yuan lalu diganti dengan dinasti Ming. Di bawah kekuasaan Ming, Islam menduduki
jabatan penting antara lain, kemiliteran, keintelekan, dan administrasi pemerintahan. Bahkan,
seorang muslim yang bernama Sang Yu Chuin menjabat sebagai penasehat agung Kaisar
Ming yang pertama dan bernama Hung Yer.
Tatkala Dinasti Yuan masih berkuasa, Kaisar Barkah Khan memeluk Islam. Dengan
Islamnya Barkah Khan maka suku Dzahabieh (kelompok orang mongol) banyak yang masuk
Islam.

Pada tahun 1313-1340 M, suku Dzahabieh dipimpin oleh Uzbek Khan yang berusaha
mengislamkan seluruh suku Dzahabieh. Kemudian beliau membuat strategi untuk menyebar
luaskan Islam ke seluruh wilayah Rusia. Peninggalan Islam di Rusia antara lain, bangunan-
bangunan tempat beribadah/masjid. Tetapi, keadaan di Rusia sekarang sudah lain karena
pemerintahannya berpaham komunis sehingga benci dan ingin membinasakan Islam dari
wilayah kekuasaan Rusia. Seperti yang dialami muslim Chechnya akhir-akhir ini akibat dari
keganasan tentara komunis Rusia. Chechnya adalah negara kecil di kawsan kaukasus, Rusia
yang berpenduduk 1,5 juta dan mayoritas beragama Islam. Presidennya yang bernama
Dzhokar Dudayef adalah seorang muslim yang taat.

Sejak tanggal 11 Desember 1994, pasukan Rusia melakukan agresi besar-besaran terhadap
Chechnya dan berhasil merebut istana keprisedenan Chechnya, yang merupakan perlawanan
dan kemerdekaan Chechnya. Meskipun rumah-rumah mereka hancur, tetesan darah dan air
mata tumpah di bumi Islam Chechnya, mereka tetap berjuang melanjutkan perjuangan
terhadap komunis dan siap mati untuk agama Islam dan negaranya.

4. Agama Islam di Afganistan

Afganistan adalah negara Republik di Asia Tengah. Pada tahun 1991, Afganistan
berpenduduk 16.922.000 dan 99 % beragama Islam. Bahasa tresminya adalah Pushu,
ibukotanya Kabul dan mata uangnya Afgani.

Agama Islam masuk ke Afganistan, yaiti sejak masuknya Asim bin Umar Affamini pada
masuk Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa Khalifah Usman bin Affan, Islam telah masuk
ke Kabul, dan pada tahun 870 M Islam telah mengakar di seluruh negeri Afganistan.
Perkembangan Islam di Afganistan selanjutnya berjalan dengan pesat, tidak ada hamnbatan-
hambnatan, dengan bukti penduduk Afganistna 99 % beragama Islam.

Agama Islam sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan mereka dan apabila hal ini
terusik, maka mereka akan marah dan terus berjuang untuk mempertahankannya seperti yang
kita lihat dalam perjuangan gerliyawan muslim mujahidin menentang pemerintah yang
prokomunis. Terjadinya perang saudara di Afganistan disebabkan masuknya pengaruh
Amerika dan Uni sofyet (komunis) ke Afganistan.

Pada tahun 1933 muhammad Zahir Syah naik sebagai raja, kemudian Amerika Serikat da Uni
Sofyet berusaha menanamkan pengaruhnya. Tahun 1953, Raja Zahir mengangkat
Muhammad Daud (kader komunis) sebagai perdana menteri. Melihat keadaan seperti ini,
umat Islam menilai bahwa pemerintah Afganistan telah jauh menyimpang dari ajaran Islam.
Kemudian umat Islam mulai bergerak, yaitu dengan munculnya organisasi Perjuangan
Gabungan Muslim yang bernama ”Juanan Muslim” kemudian pada tahun 1968 berubah nama
menjadi Al-Jamiah Al-Islamiyah di bawah pimpinan Burhanudin Rabbani.

Uni Sofyet semakin marah melhat perkembangan Islam itu. Kemudian pada tahun 1972 di
bawah pengaruh Uni Sofyet, Muhammad Daud menggantikan Zair. Pada tahun 1978 Daud
tewas dibunuh dan diganti oelh Nur Taraki sebagai Presiden. Pada waktu itu,para ulama
mengeluarkan fatwa untuk mengutuk dan mengafirkan Taraki dan mewajibkan perang jihad
untuk menggulingkannya. Akibatnya timbul perjuangan mujahidin Afganistan. Kemudian
pada tahun 1970 Uni Sofyet memasuki Afganistan dengan membawa presiden bonekanya,
Babrak Kamal. Perbuatan itu mendapat kutukan internasional, antara lain Presiden Jimmy
Carter yang memboikot Olimpiade Moskwa, dan banyak penduduk yang mengungsi ke
Pakistan. Perjuangan mujahidin semakin kuat dengan bergabungnya tujuh organisasi menjadi
satu dengan nama ”Persatuan Mujahidin Islam Afganistan” denagn tujuan menegakkan
kalimat Allah SWT. Memerdekakan negara Afganistan dari kekuasaan kafir dan komunis
dengan mendirikan pemerintahan Islam di Afganistan. Sebagai komando tertinggi ialah
Abdul Rabbani Rasul Saiyat.

Pada tahun 1987 peperangan memuncak, dengan bantuan senjata dari Amerika dan Inggris,
dan berakhir dengan Uni Sofyet menderita kerugian besar. Akhirnya, pada tahun 1989 Uni
Sofyet menarik seluruh tentaranya dari Afganistan. Pejuang mujahidin terus melawn
pemerintah Najibullah (sejak 1987), karena para ulama mengeluarkan fatwa bahwa rezim
tersebut adalah kafir dan mati dalam peperangan melawan rezim adalah mati syahid. Ulama-
ulama terkenal yang lahir di Afganistan, Ibnu Hibban Al-Basti (ulama Hadis dan Fiqih: 342
H/952 M), Abu Bakar Ahmad Al-Baihaqi (penulis buku sejarah abad ke-14), dan sebagai
penggerak Pan Islamisme (abad 19) di Afganistan bernama Said Jamaluddin Al Afgani.

5. Agama Islam di Cina

Agama Islam masuk ke Wilayah Cina sekitar abad ke-10, yaitu langsung dari bangsa Arab
dan para saudagar yang datang dari India. Agama Islam masuk ke Cina dengan melalui
perdagangan darat dan laut yang disebut jalan sutera. Adapun pertama kali terjadinya
penyebaran Islam di Cina yaitu pada masa Dinasti Tang.

Melalui pergaulan, perdagangan dan dengan pernikahan pedagang Arab dengan penduduk
asli Cina, kemudian masuk Islamlah mereka. Orang-orang India yang mengembara ke
Indonesia, Malaysia, kadang-kang singgah di Cina. Ketika singgah di cina mereka (orang-
orang India) menyebarkan agama Islam kepada penduduk asli Cina, dan orang-orang yang
memeluk Islam sudah banyak yang bertempat tinggal di Cina.

H. Muhammad You Nusi Maliangjie (68) adalah salah satu pemimpin Islam di cina yang
pernah berkunjung ke Indonesia. Beliau Imam besar Chin Cheen The She (Mesjid Agung) di
RRC Tengah, salah satu delapan masjid terbesar di Cina. Masjid tersebut dibangun 1300
tahun yang lalu perpaduan khasanah arsitektur Islam dan Cina dan mampu menampung 8000
jamaah.

Menurut you nusi, jumlah umat Islam di Cina sekarang sekitar 20 juta. Agama Islam di Cina
dapat berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut komunis. Jumlah muslim
yang menunaikan Ibadah Haji tiap tahun selalu meningkat, dan pada tahun 1994 mencapai
2000 orang. Ada satu kendala yang dirasakan umat Islam dalam pengembangannya, yaitu
sistem komunisme yang membolehkan rakyatnya berproganda anti agama.

6. Agama Islam di Negara-Negara ASEAN

a.Agama Islam di Indonesia

Mengenai perkembangan Islam di Indonesia kan dibahas khusus pada bab Perkembangan
Islam di Indonesia. Karena itu, paa pembahasan kali ini, hanya kami tulis secara singkat.
Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dibawa oleh pedagang Islam dari Arab,
Gujarat dan Malabar. Cara menyiarkan Islam dengan damai tidak dengan kekerasan atau
paksaan. Adapun daerah-daerah yang mula-mula dimasuki Islam ialah Sumatera bagian
Utara, sumatera Barat dan Jawa Tengah.

Perkembangan Islam di Sumatera dapat pesat setelah kerajaan Sriwijaya mengalami


kemunduran, terutama di Samudera Pasai. Dari Samudera Pasai Islam berkembang ke
Malaka, Minangkabau, Riau, Tapanuli dan lain-lainnya.

Agama Islam masuk ke Jawa pada masa pemerintahan Ratu Sima (674 M) dan Islam dapat
berkembang dengan pesatnya setelah kerajaan Hindu di Majapahit mengalami kemerosotan.
Adapaun yang sanagt berperan dan berjasa menyiarkan agama Islam ke seleruh pelosok Jawa
ialah Wali Songo.

Sedangkan perkembangan agama Islam di Sulawesi tidak sepesat seperti di Sumatera dan
Jawa, karena adanya pertentangan Islam dengan kerajaan yang belum Islam demi
kepentingan politik.

Adapun perkembangan Islam di Kalimantan sangat pesat, sejak Sultan Suryanullah tahun
1550 M. Demak mengirimkan para penghulu untuk mengajar agama Islam kepada
masyarakat Kalimantan. Agama Islam berkembang di Kutai ± tahun 157 M, di Brunei sejak
abad Ke-15, di Kalimantan Barat sejak tahun 1550 M , dan kepada suku Dayak tahun 1677
M. Bersamaan dengan berkembangnya agama Islam maka berdirilah kerajaan-kerajaan Islam
di Indonesia antara lain di Demak, Pajang, Mataram, Banten, Kalimantan, Sulawesi dan
Sumatera.

Agama Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik dan pesat. Hal itu terbukti sekitar
88 % (1985) penduduk menganut agama Islam, kemudian tempat-tempat ibadah banyak
dibangun disetiap kota-kota, desa dan lain sebagainya. Tempat-tempat pengajian, tempat-
tempat TPA atau Taman Pendidikan Al-qur’an hampir di setiap kampung ada. Disamping itu,
pada hari raya Idul Fitri, hari raya Qurban kita dapat menyaksikan orang Islam berduyun-
duyun ke lapangan untuk shalat. Juga dalam pembagian zakat fitrah, penyembelihan hewan
kurban dan pelaksanaan ibadah haji, yang tiap tahun calon jamaah haji Indonesia selalu
bertambah dan untuk tahun 1995 calon haji (yang mendaftar) samapai 240.000 orang
sehingga melebihi kuota.

Maraknya jilbab di sekolah-sekolah dan kampus-kampus perguruan tinggi, maraknya gerakan


dakwah kampus, lahirnya organisasi remaja masjid, pesantren-pesantren kilat pada masa
liburan sekolah, lahirnya ICMI, Bank Muamalat, Asuransi Islam dan sebagainya. Semua itu,
menunjukan bahwa agama Islam dapat berkembang baik di Indonesia.

b. Agama Islam di Singapura

Perkembangan Islam di singapura boleh dikatakan tidak ada hambatan, baik dari segi politik
maupun birokratis. Muslim di Singapura ± 15 % dari jumlah penduduk, yaitu ± 476.000
orang Islam. Sebagai temapt pusat kegiatan Islam ada ± 80 masjid yang ada di sana. Pada
tanggal 1 Juli 1968, dibentuklah MUIS (majelis Ulama Islam Singapura) yang mempunyai
tanggung jawab atas aktivitas keagamaan, kesehatan, pendidikan, perekonomian,
kemasyarakatan dan kebudayaan Islam.
c.Agama Islam di Thailand

Agama Islam masuk ke Thailand dengan melalui Kerajaan Pasai (Aceh). Ketika Kerajaan
Pasai ditaklukan Thailand, raja Zainal Abidin dan orang-orang Islam banyak yang ditawan.
Setelah mereka membayar tebusan mereka dikeluarkan dari tawanan, dan para tawanan
tersebut ada yang pulang dan ada juga yang menetapa di Thailand, sehingga mereka
menyebarkan agama Islam.

Ketika raja Thailand menekan Sultan Muzaffar Syah (1424-1444) dari Malak agar tetap
tuduk kepada Thailand dengan membayar upeti sebanyak 40 tahil emas per tahun ditolaknya,
kemudian Raja Pra Chan Wadi menyerang Malaka, tetapi penyerangan tersebut gagal. Pada
masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1444-1477) tentara Thailand di Pahang dapat
dibersihkan. Wakil Raja Thailand yang bernama Dewa Sure dapat ditahan, tetapi beliau
diperlakukan dengan baik. Bahkan, puterinya diambil istri oleh Mansyur Syah untuk
menghilangkan permusuhan antara Thailand dengan Malaka. Pada akhir-akhir ini, muslim
Pattani cukup lama mendapat tekanan dan penindasan dari rezim Bangkok yang memeluk
Budha

d. Agama Islam di Filipina

Berdasarkan catatan Kapten Tomas Forst tahun 1775 M, ada orang Arab yang mula-mula
masuk pulau Mindanau (Filiphina) adalah Mubalig yang bernama Kebungsuan pada abad ke-
15 M. Sedangkan yang menyebarkan agama Islam di pulau sulu ialah Sayid Abdul Aziz (Sidi
Abdul Aziz) dari Jeddah. Ulama ini juga mengislamkan raja Malaka pertama yang semula
beragama Hindu, yakni Permaisura diganti dengan Muhammad Syah. Kemudian yang
disusun dengan mubalig Abu Bakar yang menyebarkan Islam ke Pulau Sulu, Pulau Luzon
dan sebagainya.

Muslim di Filipina adalah minoritas dan nasib mereka sekarang sangat memprihatinkan.
Seperti nasib muslim di Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, di situ umat Islam mendapat
gangguan, tekanan bahkan pembasmian dari pihak-pihak yang memusuhinya. Hingga kini
muslim Moro terus berjuang untuk memperoleh otonomi karena mereka selalu ditindas dan
diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh pemerintah Manila. Oleh karena itu, muslim Moro
terus berjuang mempertahankan diri, agama dan identitas sebagai muslim.

e. Agama Islam di Malaysia (Malaka)

Sekitar abad ke-14 agama Islam masuk ke Malaysia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia,
Gujarat dan Malabar. Disamping itu, ada seorang ulama bernama Sidi Abdul Aziz dari
Jeddah yang mengislamkan pejabat pemerintah Malaka dan kemudian terbentuklah kerjaan
Islam di Malaka dengan rajanya yang pertama Sultan Permaisura. Setelah beliau wafat
diganti oleh Sultan Iskandar Syah dan penyiaran Islam bertambah maju, pada masa Sultan
Mansyur Syah (1414-1477 M). Sultan suka menyambung tali persahabatan dengan kerajaan
lain seperti Syam, Majapahit, dan Tiongkok.

Kejayaan Malaka dapat dibina lagi sedikit demi sedikit oleh Sultan Aludin Syah I, sebagai
pengganti Muhammad Syah. Kemudian pusat pemerintahannya dari Kampar ke Johor
(Semenanjung Malaka). Sultan Alaudin Syah I dikenal sebagai Sultan Johor yang pertama
dan negeri Johor makin nertambah ramai dengan datangnya para pedagang dan pendatang.
Sampai sekarang perkembangan agama Islam di Malaysia makin bertambah maju dan pesat,
dengan bukti banyaknya masjid-masjid yang dibangun, juga terlihat dalam penyelenggaraan
jamaah haji yang begitu baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkemabangan Islam di
Malaysia, tidak ada hambatan. Bahkan, ditegaskan dalam konstitusi negaranya bahwa Islam
merupakan agama resmi negara. Di kelantan, hukum hudud (pidana Islam) telah diberlakukan
sejak 1992. kelantan adalah negara bagian yang dikuasai partai oposisi, yakni Partai Al-Islam
se-Malaysia (PAS) yang berideologi Islam. Dalam pemilu 1990 mengalahkan UMNO dan
PAS dipimpin oleh Nik Mat Nik Abdul Azis yang menjabat sebagai Menteri Besar Kelantan.

f. Agama Islam di Brunei Darussalam

Agama Islam di Brunei dapat berkembang dengan baik tanpa ada hambatan-hambatan.
Bahkan, agama Islam di Brunei merupakan agama resmi negara. Untuk pengembangan
agama Islam lebih lanjut telah didatangkan ulama-ulama dari luar negeri, termasuk dari
Indonesia. Masjid-masjid banyak didirikan. Umat Islam di Brunei menikmati kehidupan yang
benar-benar sejahtrera sesuai dengan namanya Darussalam (negeri yang damai).

Pendapatan perkapita negara ini termasuk tertinggi di dunia. Pendidikan dan perawatan
kesehatan diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Negara Brunei Darussalam
merupakan negara termuda di Asia Tenggara (merdeka tahun 1984 dari Inggris). Penduduk
Brunei Darussalam mayoritas beragama Islam.

PERKEMBANGAN ISLAM DI ASIA


 

1.      Perkembangan Islam di Asia Timur


a.       Sejarah Kedatangan Islam di Cina

Islam hadir di Cina sudah sangat sekali, tidak berapa lama terpautnya dari masa Nabi
Muhammad. Hal ini dibuktikan dengan adanya deegasi pertama yang datang ke cina pada
tahun 29 H. Syiar agama Islam banyak disebarkan oleh para pedagang muslim Saad bin Abi
Waqas, merupakan sahabat paman nabi Muhammad SAW dari Madinah merupakan peretas
awal masuknya agama Islam ke negeri ini semasa Dinasti Tang, tahun 616 m. Ia diberi
mandate oleh Khalifah ke – 3, Utman bin Affan untuk mengajak kaisar Cina Yung Wei
masuk Islam. Untuk menunjukkan penghormatannya, kaisar mendirikan sebuah Mesjid
pertama di Cina, yakni Mesjid Canton. Ia hijrah ke kota pelabuhan, Guangzhou dalam sebuah
misi perdagangan bersama tiga orang sahabatnya dari Abyssinia atau yang sekarang dikenal
dengan Etiopia.
Mereka tak sulit beradaptasi dengan lingkungan budaya Cina. Meskipun tidak
mendominasi, nilai peradaban Islam memperoleh tempat yag dihargai. Ajaran islam justru
diterima Dinasti Tang karena sesuai dengan ajaran Confusius. Orang cina menyebut agama
islam sebagai yisilan jiao atau agama murni. Kota Mekah disebut sebagai tempat kelahiran
Budha Ma-hia-wu atau Rasulullah Muhammad SAW. Pada masa Dinasti Tang, hubungan
Islam dengan Cina berkembang pesat, sehingga munculnya perkampungan muslim pertama
di Cina, yang bernama Cheng Aan. Setelah itu, ribuan muslim dari Arab, Persia, dan Asia
Tengah datang menyerbu Cina yang pada waktu itu sedang berada di puncak peradaban.
Pada tahun 133 H, terjadi pertempuran yang menentukan sejarah Islam di Asia Tengah.
Cina mengalami kekalahan yang menyedihkan dalam pertempuran tersebut. Denga
kekalahannya tersebut, kondisi Cina secara fisik menjadiporak poranda. Disisi lain,
kekalahan Cina ini secara tidak langsung membuka pintu gerbang bagi masuknya agama
islam ke Cina. Dengan kemenangan ini membuka jalan lebar  bagi ulama islam
untukmmengembangkan agama Islam di Cina. Pada tahun 138 H, Jenderal Lieu Chen
melakukan pemberontakan, kaisar memohon bantuan kepada Khalifah Al-Mansyur dari
Dinasti Abbasiyah untuk menumpas pemberontakan tersebut. Al-Mansyur mengirim 4 ribu
pasukan ke Cina Itulah mulanya tentara Turki hadir di Cina. Mereka menikahi perenpuan
Cina. Dan hal inilah yang merupakan salah satu cara Islam masuk ke Cina, selain cara lain,
yaitu melalui perdagangan. Adapun jalur perdagangannya dikenal denga Jalur Sutera.
Kemudian agama Islam berkenbang di Cina.
2. Perkembangan agama Islam di Cina
Di Cina terdapat lebih dari 140 juta penduduk dari 10 suku bangsa yang beagama islam.
Termasuk etnis Huizu, Uygur, Kirgiz, Tajik, Uzbek, Tatar dan lain sebagainya. Penduduk
islam tinggal merata di seluruh Cina. Termasuk provinsi Gansu, Qinghai, wilayah otonomi
Xinjiang, dan wilayah otonomi Ningxia. Agama islam sudah tidak asing lagi bagi Negara ini.
Ia telah menjadi salah satu agama yang penting bagi di Cina.
Zaman Dinasti Yuan merupakan zaman yang penting bagi perkembangan agama islam di
Cina. Agama islam berkembang pesat dan menjadi makmur pada zaman ini. Pada zaman ini,
islam memiliki kedudukan yang penting dalam arena ekonomi dan masyarakat. Pemerintah
telah menjamin kebebasanuntuk melaksanakan shalat, upacara ritual, serta budaya social.
Sebagai perbandingan terhadap minoritas lainnya, mereka juga diberi kebebasan untuk men
jalin hubungan denga masyarakat muslim di dunia. Perintah juga menyediakan biaya untuk
memperbaiki mesjid, dan memberi dasar keutamaan bagi umat islam.
Sekarang umat islam dan bukan islam adalah sama rata. Penduduk bekerja sama dalam
melakukan kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka bersatu padu dalam
memberikan sumbangan bagi pembangunan Negara. Bahkan hingga saat ini jumlah
penduduk muslim di Cina mencapai 200 juta jiwa. Umat muslim di Cina juga menghormati
kepercayaan Cina, sepreti Yung Dan Yang.
Islam di Cina kental dengan kebudayaan. Kondisinya mirip dengan Indonesia. Rumah
hunian masyarakat Cina mengambil budaya setempat. Arsitektur mesji, yaitu kubahnya
dibuat model Cina.
Para ulama di Cina telah mampu menterjemahkan Al-Quran, bahkan sampai
penterjemahan teks agama yang lain juga telah dilakukan. Seperti Hadits Arba’in An
Nawawy juga mampu dilakukan. Orang-orang yang yelah berjasa melakukannya antara lain,
Syikh Wang Jing Chai dan Yang Shi Chian.

b.         Sejarah Kedatangan Islam di Jepang


Islam mula-mula masuk ke jepang  pada zaman Reistorasi Meiji pada tahun 1867, yang
ditandai dari literature mengenai islam yang dikenal dari Eropa. Pada tahun 1890 terjadi
peistiwa penting yang mempertemukan jepang dan islam . peristiwa ini dikenal dengan
“Kapal Entragul”. Sebuah kapal turki singgah di jepang dalam urusan diplomatic. Akan tetapi
salam perjalanan pulangnya kapal tersebut karam. Dari 600 penumpang hanya 69 orang yang
selamat. Pemerintah bersama – sama rakyat berusaha menolong penumpang yang selamat.
Dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal.
Kemudian yang selamat kembali ke turki. Pada tahun 1891, dikirimlah utusan dari turki
ke jepang dan terjalinlah hubungan yang baik antara turki dan jepang. Hal ini sangat
menguntungkan bagi jepang dalam melawan rusia. Pada saat armada kapal rusia melintasi
laut Baltik, Turki memberitahukannya kepada jepang. Sehinnga jepang memperoleh
kemenangan dalam melawan rusia. Setelah peristiwa itu, pada tahun 1900-an untuk pertama
kalinya orang muslim jepang pergi haji ke Mekah. Sejak saat itu islam dikenal lebih luas di
jepang. Orang jepang yang pertama kali masuk islam adalah Torajiro Yamada. Kemudian
disusul oleh Mitsutaro Takaoka pada tahun 1909,yang kemudian mengganti namanya
menjadi Omar Yamaoka setelah pulang dari ibadah haji.
Kemudian Bunpachiro Ariga tahun 1946, yang kemudian berganti nama menjadi
Achmad Ariga, seorang pedagangyang mendapat pengaruh islam dalam perjlanan ke India.
Kemudian ada lagi nama Hilal Torajiro 1957. Yarullah Tanaka Ippei 1934, dan lain-
lain.Islam di jepang berkembang pesat saat berkecamuknya Perang Dunia II. Kemudian satu
lagi pada saat terjadi krisis minyak dunia,. Islam mencapai puncak kejayaannya di jepang
pada tahun 1973. namun perkembangan islam di jepang tidak sama halnya dengan
pekembangan island pada masa dinasti abbasiyah yang berada di timur tengah. Islam di
jepang hanyalah islam yang bersifat minoritas semata, jauh berbeda dengan islam di timur
tengah.
Kalau pada masa dinasti abbasuyah,agama islam berkuasa secara penuh dikarenakan
semua penduduk menganut agama islam, lain halnya denga islam yang ada di jepang yang
hanya sebagian kecil penduduknya yang menganut agama iskam. Setelah usainya krisis
minyak dunia islam pun kembali mulai dilupakan oleh masyarakat jepang. Setelah itu agama
islam seolah-olah sulit berkemang di Negara ini. Hal ini disebabkan oleh ketaatan masyarakat
jepang pada  agama Shinto dan Budha.
2.      Perkembangan Islam di Asia Tenggara
Dalam historiografi Asia Tenggara, diterima secara luas bahwa sejarah Asia Tenggara
pada umumnya dibagi menjadi dua periode yaitu, Asia Tenggara yang ter-India-kan dan
periode Asia Tenggara yang ter-Islam-kan sebelum datangnya era Kolonial. Penyebaran
Islam ke Kepulauan Asia Tenggara di mulai sekitar akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14.
Kedatangan Islam menandai awal menelusuri lanskap sosio-politik dan kultural indigenos di
dunia melayu sebelum penetrasi budaya hindu serta asal-usul dan proses akulturasi dari
pengaruh Hindu dan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Masa prasejarah kepulauan Asia Tenggara tidak terlalu jelas. Orang-orang dari
kepulauan yang menggunakan rumpun bahasa Autronesia itu mengawali migrasi ke arah
selatan dari daratan Asia menuju kepulauan Asia Tenggara antara 3000 SM hingga 1000 SM.
Riset yang dilakukan oleh para antropolog, arkeolog dan pakar linguistik, menyebutkan
bahwa penduduk kepulauan Malaya ini berpindah tempat dari cina selatan menuju pulau-
pulau sekarang dikenal sebagai Filipina sekitar tahun 2500 SM dan kemudian menyebar ke
Malaysia dan Indonesia. Penduduk awal Asia Tenggara menganut Animisme sebelum
masuknya Hinduisme yang datang dari anak benua india. Agama-agama asli orang
austronesia adalah Shamanisme atau Animisme yang mengakui bahwa manusia, binatang,
pohon, tumbuhan, batuan, arus sungai dan gunung, mengandung kekuatan spritual yang
sangat kuat.
Sejarah Islam dikepulauan Asia Tenggara merupakan sebuah topik diskusi yang hidup
dikalangan sejarawan sejak tahun 1860-an. Islamisasi adalah sebuah proses akulturasi dimana
kontak-kontak berbagai kelompok budaya yang berbeda mengarah pada penerimaan pola-
pola budaya baru oleh satu atau kedua kelompok dengan mengambil seluruh atau sebagian
dari budaya kelompok yang lain. Perdebatan tersebut terfokus pada dua isu, yakni asal-usul
dan perkembangan Islam di kepulauan Asia Tenggara.Sejarawan pada umumnya, menerima
fakta bahwa pedagang-pedagang Muslim adalah penyebar pertama budaya Islam ke
kepulauan Asia Tenggara. Jadi, para sejarawan membidik tepat ke arah pedagang Arab
Muslim dan pedagang India muslim yang kemungkinan besar merupakan sumber-sumber
penyebar Islam ke kawasan Asia Tenggara. Karena itu, dua aliran pemikiran utama yang
dikembangkan, yaitu berasal-usul Arab dan berasal-usul India.
Teori yang berasal-usul Arab ini sangat populer dikalangan orang Eropa, khususnya
sarjana-sarjana belanda tahun 1860-an. Drewes menguraikan dasara pemikiran aliran ini :
“adalah jelas bahwa di masa lalu, penyebaran Islam di Indonesia dan semenanjung Melayu
seharusnya dianggap berasal dari orang Arab. Mengingat Islam berasal-usul tanah Arab,
tampaknya masuk akal untuk mencari kaitan antara agama ini dan kehadiran orang-orang
arab di mana pun orang arab dan Islam berada. Di Indonesia dan Semenanjung Melayu,
orang-orang Arab dapat ditemukan dibanyak tempat. Jadi, tampaknya mereka adalah orang-
orang yang membawa Islam ke kawasan Asia Tenggara
Jhon Crawfurd pada tahun 1820 telah menunjukkan bahwa Islam dikepulauan Asia
Tenggara mungkin diperkenalkan oleh orang-orang arab dan para pengikut Nabi Muhammad
dari pesisir timur India. Akan tetapi, para pakar yang memperdebatkan asal-usul Islam di
kepulauan Asia Tenggara tidak hanya gagal dalam mencapai kesepakatan tentang asal-usul
dan perkembangan Islam di kepulauan Asia Tenggara.

Kebangkitan Islam di Asia Tenggara merupakan kebangkitan yang dikondisikan sejarah,


budaya politik serta lingkungan ekonomi lokal dan etnis. Sebagai contoh, kebangkitan Islam
di Indonesia lebih menaruh perhatian pada masalah kemiskinan, kesenjangan pendapatan dan
eksploitasi ekonomi dari pada di Malaysia yang tampaknya lebih terlibat dalam permasalahan
identitas dan simbol-simbol serta ritus-ritus yang membantu mendefinisikan kebangkitan
tersebut. Kesadaran Islamis pada dua minoritas muslim di wilayah ini juga dapat
mencerminkan dua bentuk yang sangat berbeda. Di Mungthai selatan secara menyeluruh
ideologis konservatif, sedangkan di Filipina bagian selatan cenderung lebih radikal.Oleh
sebab hal inilah yang memperlihatkan bahwa kebangkitan Islam dikondisikan oleh sesuatu
yang ada di wilayah masing-masing.

    Teori Masuknya Islam ke Asia Tenggara


Sejak abad pertama, kawasan laut Asia Tenggara, khususnya Selat Malaka sudah
mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan
internasional yang dapat menghubungkan negeri-negeri di Asia Timur Jauh, Asia Tenggara
dan Asia Barat. Perkembangan pelayaran dan perdagangan internasional yang terbentang
jauh dari Teluk Persia sampai China melalui Selat Malaka itu kelihatan sejalan pula dengan
muncul dan berkembangnya kekuasaan besar, yaitu China dibawah Dinasti Tang (618-907),
kerajaan Sriwijaya (abad ke-7-14), dan Dinasti Umayyah (660-749)

Ada beberapa teori tentang masuknya Islam ke kawasan Asia Tenggara, seperti teori
kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari Arab, Cina dan India.

1.       Teori kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari Arab

Dikemukakan oleh John Crawford Menurutnya Islam datang dari Arab melalui
pedagang.  Buktinya catatan China mengatakan orang Arab dan Persia telah mempunyai
pusat perniagaan di Canton sejak tahun 300 M. Pedagang Arab yang ke China singgah di
pelabuhan Asia Tenggara tepatnya di Selat Malaka karena posisinya yang strategis, dalam
jalur perdagangan. Kemudian Pedagang Arab ini tinggal beberapa bulan di Asia Tenggara
dan ada yang menetap serta membina perkampungan Arab.Perkampungan ini juga menjadi
tempat untuk berdagang.Ada juga pedagang Arab yang menikah dengan wanita setempat dan
menyebarkan Islam.Karena sebagian besar pedagang menggunakan jalur laut sebagai sarana
transportasi maka pada masa menunggu angin muson/musim digunakan oleh pedagang Arab
untuk mengembangkan Islam.
Mulai abad ke-7 dan ke-8 (abad ke-1 dan ke-2 H), orang Muslim Persia dan Arab sudah
turut serta dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan sampai ke negeri China.Pada masa
pemerintahan Tai Tsung (627-650) kaisar ke-2 dari Dinasti Tang, telah datang empat orang
Muslim dari jazirah Arabia. Yang pertama, bertempat di Canton (Guangzhou), yang kedua
menetap dikota Chow, yang ketiga dan keempat bermukim di Coang Chow. Orang Muslim
pertama, Sa’ad bin Abi Waqqas, adalah seorang muballigh dan sahabat Nabi Muhammad
SAW dalam sejarah Islam di China. Ia bukan saja mendirikan masjid di Canto, yang disebut
masjid Wa-Zhin-Zi (masjid kenangan atas nabi). Karena itu, sampai sekarang kaum Muslim
China membanggakan sejarah perkembangan Islam di negeri mereka, yang dibawa langsung
oleh sahabat dekat Nabi Muhammad SAW sendiri, sejak abad ke-7 dan sesudahnya.
Adapun beberapa bukti dari teori ini yaitu :     Telah ada perkampungan  Arab di
Sumatera (Barus) pada 625 M (menurut literatur kuno Tingkok.  Persamaan penulisan dan
kesusasteraan Asia Tenggara dan Arab. Karya-karya yang  menceritakan pengIslaman raja
tempatan oleh syeikh dari Tanah Arab contohnya hikayat Raja-raja samudra Pasai
mengatakan Raja Malik diIslamkan oleh ahli sufi dari Arab yaitu Syeikh Ismail.

2.       Teori kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari Cina.

Dikemukakan oleh E.G Eredia dan S.Q. Fatimi. Menurut Eredia, Canton pernah menjadi
pusat Perdagangan bagi para pedagang Arab hingga pedagang Cina memeluk Islam.
Pedagang China Islam ini kemudiannya berdagang di Asia tenggara disamping menyebarkan
Islam.
Sedangkan menurut Fatimi, pedagang Cina Canton pernah berpindah beramai-ramai ke
Asia Tenggara. Adapun bukti kedatangan Islam dari China ini, yaitu : Pada Batu Bersurat
Terengganu, batu nisan yang mempunyai ayat al-Quran di Pekan, Pahang. Wujud persamaan
antara seni Bangunan Cina dengan seni Bangunan masjid di Kelantan, Melaka dan Jawa 
yaitu seperti bumbung pagoda, ciri khas atap genteng dari China.

3.         Teori kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari India/Gujarat.

Dikemukakan oleh S.Hurgronje, Menurutnya Islam datang dari Gujarat/India dan pantai
Koromandel di semenanjung India. Hubungan dagang Asia Tenggara dengan India telah
terwujud sejak lama, hal ini memberikan peluang bagi pedagang Islam India untuk 
menyebarkan Islam.

Adapun beberapa bukti dari teori ini yaitu :

         Terdapat batu marmar pada batu nisan mempunyai cirri buatan India,  contohnya di batu
nisan Raja Malik Pasai.
         Unsur budaya India amat banyak kita jumpai di Negara-negara Asia Tenggara.

Kurun waktu abad ke-11 hingga abad ke-14 adalah fase awal dari perkembangan Islam
di kepulauan Asia Tenggara. Pedagang-pedagang arab dan Muslim India adalah agen-agen
perubahan yang mebawa Islam ke kawasan itu. Tersebarnya Islam Tidak terlepas dari
pengaruh kerajaan yang berada di nusantara yang di pimpin oleh raja-raja yang memeluk
agama Islam.Seperti, kerajaan Samudera Pasai yang dipimpin oleh Sultan Malik As-
saleh.Perlak (Peureulak) adalah sebuah bandar niaga penting di pesisir timur Sumatera Utara
pada abad ke-13.Marco Polo mengunjungi pelabuhan itu pada tahun 1292 dan
melaporkannya telah menjadi sebuah negara Islam.Marco Polo menulis tentang Perlak.
“kerajaan ini, anda harus tahu sering dikunjungi saudagar-saudagar Saracen secara teratur,
yang kemudian membaiat penduduk pribumi pada hukum Muhammad
Shallallahu‘alaihiwasallam

Adapun cara datangdan berkembangnya Islam di Asia Tenggara :


1.      Saluran Perdagangan
2.      Saluran Perkawinan
3.      Saluran Tsawuf
4.      Saluran Pendidikan
5.      Saluran Kesenian
6.      Saluran Politik

Adapun tahap-tahap perkembangan Islam diantaranya, kehadiran para pedagang Muslim,


terbentuknya kerajaan islam, pelembagaan islam. Dan penyebaran perkembangan Islam
meliputi : islam di indonesia, singapura, malaysia, thailand, brunei darussalam, dan filipina.

Perkembangan Islam di Benua Asia

A.   Islam di Benua Asia


Pertumbuhan jumlah umat Islam di dunia, akhir-akhir ini begitu cepat, Islam tersebar
ke seluruh pelosok dunia dan berkembang di berbagai benua. Agama Islam lahir pada abad
ke-7 M di Wilayah Asia Barat, tepatnya di kota suci Mekah, Arab Saudi. Dari kota suci
Mekah ini, Islam menyebar ke berbagai wilayah di benua Asia, yakni di wilayah-wilayah
Asia Barat, Asia Tengah, Kaukasus, Asia Selatan, Asia Timur, dan Asia Tenggara.
Pada tahun 1990, negara-negara di Asia penduduknya mayoritas Islam adalah : Brunei
Darussalam, Indonesia,Irak, Iran, Kuwait, Pakistan, Qatar, Suriah, Turki, Yaman, Oman,
Palestina, Turmenistan, Azerbaijan, Kirghistan, Malaysia, Tadzikistan, dan Uzbekistan.

a.      Proses Masuknya Islam di Asia


Mengenai kedatangan Islam di negara-negara yang ada di Asia hampir semuanya
didahului oleh interaksi antara masyarakat di wilayah kepulauan dengan para pedagang Arab,
India, Bengal, Cina, Gujarat, Iran, Yaman dan Arabia Selatan. Pada abad ke-5 sebelum
Masehi Kepulauan Melayu telah menjadi tempat persinggahan para pedagang yang berlayar
ke Cina dan mereka telah menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar Pesisir.Kondisi
semacam inilah yang dimanfaatkan para pedagang Muslim yang singgah untuk menyebarkan
Islam pada warga sekitar pesisir.
Menurut Uka Tjandra Sasmita, prorses masukya Islam ke Asia yang berkembang ada
enam, yaitu:
1.      Saluran perdagangan
Pada taraf permulaan, proses masuknya Islam adalah melalui perdagangan. Kesibukan
lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat pedagang-pedagang Muslim
(Arab, Persia dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian
Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia.Saluran Islamisasi melaui perdagangan ini sangat
menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan,
bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham.Mereka berhasil mendirikan masjid dan
mendatangkan mullah-mullah dari luar sehingga jumlah mereka menjadi banyak, dan
karenanya anak-anak Muslim itu menjadi orang Jawa dan kaya-kaya.Di beberapa tempat
penguasa-penguasa Jawa yang menjabat sebagai Bupati Majapahit yang ditempatkan di
pesisir Utara Jawa banyak yang masuk Islam, bukan karena hanya faktor politik dalam negeri
yang sedang goyah, tetapi karena factor hubungan ekonomi drengan pedagang-rpedrarrgarng
Muslim.
Perkembangan selanjutnya mereka kemudian mengambil alih perdagangan dan
kekuasaan di tempat-tempat tinggalnya.

2.      Saluran perkawinan


Dari sudut ekonomi, para pedagang Muslim memiliki status sosial yang lebih baik
dari pada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi terutama puteri-puteri
bangsawan, tertarik untuk menjadi isteri saudagar-saudagar itu.Sebelum dikawin mereka
diislamkan terlebih dahulu.Setelah mereka mempunyai keturunan, lingkungan mereka makin
luas, akhirnya timbul kampung-kampung, daerah-daerah dan kerajaan Muslim.
Dalam perkembangan berikutnya, ada pula wanita Muslim yang dikawini oleh
keturunan bangsawan; tentu saja setelah mereka masuk Islam terlebih dahulu. Jalur
perkawinan ini jauh lebih menguntungkan apabila antara saudagar Muslim dengan anak
bangsawan atau anak raja dan anak adipati, karena raja dan adipati atau bangsawan itu
kemudian turut mempercepat proses Islamisasi. Demikianlah yang terjadi antara Raden
Rahmat atau sunan Ampel dengan Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan puteri
Kawunganten, Brawijaya dengan puteri Campa yang mempunyai keturunan Raden Patah
(Raja pertama Demak) dan lain-lain.

3.      Saluran Tasawuf


Pengajar-pengajar tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur
dengana jaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam soal
magis dan mempunyai kekuatan-kekuatan menyembuhkan. Diantara mereka juga ada yang
mengawini puteri-puteri bangsawab setempat. Dengan tasawuf, “bentuk” Islam yang
diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka
yang sebelumnya menganut agama Hindu, sehingga agama baru itu mudah dimengerti dan
diterima. Diantara ahli-ahli tasawuf yang memberikan ajaran yang mengandung persamaan
dengan alam pikiran Indonesia pra-Islam itu adalah Hamzah Fansuri di Aceh, Syekh Lemah
Abang, dan Sunan Panggung di Jawa. Ajaran mistik seperti ini masih dikembangkan di abad
ke-19 M bahkan di abad ke-20 M ini.

4.      Saluran prendidikan


Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang
diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama.Di pesantren atau pondok itu,
calon ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama.Setelah keluar dari pesantren,
mereka pulang ke kampung masing-masing atau berdakwak ketempat tertentu mengajarkan
Islam.Misalnya, pesantren yang didirikan oleh Raden rahmat di Ampel Denta Surabaya, dan
Sunan Giri di Giri.Kleuaran pesantren ini banyak yang diundang ke Maluku untuk
mengajarkan Agama Islam.

5.      Saluran kesenian


Saluran Islamisasi melaui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan
wayang.Dikatakan, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan
wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk
mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik
dari cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi dalam serita itu di sisipkan ajaran nama-nama
pahlawan Islam. Kesenian-kesenian lainnya juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra
(hikayat, babad dan sebagainya), seni bangunan dan seni ukir.

6.      Saluran politik


Di Maluku dan Sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya
memeluk Islam terlebih dahulu.Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di
daerah ini.Di samping itu, baik di Sumatera dan Jawa maupun di Indonesia Bagian Timur,
demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan non
Islam.Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan bukan
Islam itu masuk Islam.
b.      Perkembangan Islam di Asia pada Abad ke 20
Dari benua Asia inilah Islam pertama kali memancarkan sinarnya sejak masa
kerasulan Nabi Muhammad saw. Semula Islam hanya berkembang di Jazirah Arab dan
sekitarnya.Namun, Islam menjadi rahmatan lil-‘alamin mampu menyinari segenap umat
manusia di seluruh dunia.Berikut ini pembahasan menganai perkembangan Islam di tiap-tiap
Negara atau wilayah di Benua Asia yang cukup penting.

1.      Arab Saudi


Kerajaan Arab Saudi diproklamasikan secara resmi oleh Abdul Aziz bin
Abdurrahman as-Sa’ud pada tahun 1932. Kerajaan ini meliputi 80% wilayah Jazirah Arab
yang terdiri dari empat wilayah geografis dan budaya.Empat wilayah tersebut disatukan
melalui penaklukan Abdul Aziz pada seperempat pertama abad ke020.wilayah timur adalah
al-Hasa. Sedangkan Asir merupakan wilayah Hijaz di penting bersejarah umat Islam.Mekah
dan Madinah, terletak diwilayah Hijaz di tepi Laut Merah.Wilayah keempat adalah Najd yang
terletak di Arabia Tengah.Wilayah ini merupakan kampung halaman penguasa as-Sa’ud dan
pusat gerakan Wahabiyah.
Sebagai tempat lahirnya agama Islam, Arab Saudi mempunyai peranan yang sangat
penting dalam pengembangan agama Islam, yaitu
a. sebagai tempat lahirnya Islam, khususnya Mekah dan Madinah;
b. sebagai pusat ilmu pemngetahuan Islam sejak zaman klasik samapi zaman modern;
c. sebagai tempat lahirnya konstitusi Negara Islam yang dikenal dengan Misaq Madinah
(Piagam Madinah) di Madinah;
d. sebagai tempat lahirnya seorang tokoh pembaru yang sangat berjasa terhadap umat Islam
di seluruh dunia, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab;
e. banyak membantu dunia Islam dalam bidang perekonomia.
Arab Saudi mempunyai sumbangan yang penting dalam bidang pendidikan.Pada
periode awal Islam, Kota Mekah dan madinah merupakan pusat ilmu agama Islam. Umat
Islam dari seluruh dunia mempelajari agama Islam di kota ini. Lebih dari itu, Arab saudi
memiliki peranan penting dalam menyulut kebangkitan negara-negara muslim yang terjajah
untuk melepskan diri dari penjajahan, termasuk Indonesia. Dewasa ini, Arab saudi telah
berdiri beberapa universitas yang besar, yaitu Universitas King Sa’ud di Riyadh, Universitas
Perminyakan dan Mineral di Zahran yang merupakan perguruan tinggi perminyakan paling
modern dan lengkap di seluruh dunia, Universitas King Abdul Aziz di Jedah, Universitas
Ummul-Qura di Mekah dan universitas Madinah di Madinah.
Penduduk Arab Saudi kesemuanya muslim. Berdasarkan data pada tahun 2001 jumlah
penduduk Arab Saudi adalah 21.500.000 jiwa.Kaum minoritas Syiah menghuni wilayah al-
Hasa yang merupakan pusat isdustri minyak. Kaum Sunni menghuni Mekah dan Madinah di
wilayah Hijaz. Mereka mencapai 70% dari jumlah penduduk kota pelabuhan Jedah.

2. Irak
Irak ditaklukkan oleh tentara Arab Islam pada tahun 633-637 dengan membawa
bahasa Arab dan ajaran Islam.
Penyebaran agama islam dipusatkan di kota kembar Basrah Kufah yang dibangun
pada masa Khalifah Umar bin Khottab. Khlaifah Umar bin Khattab mengirim Abu Musa al-
Asy’ari ke Basrah dan Abdullah bin mas’ud ke Kufah. Ulama-ulama dari Madinah juga
berdatangan ke kota ini.
Pada masa bani Abbasiyah, pusat pemerintahan Islam berada di Bagdad, yaitu sejak
tahun 750-1258.Kota ini dibangun oleh Abu Ja’far al-Mansur.Kerajaan bani Abbasiyah
berakhir setelah Bagdad dihancurkan Hulagu Khan.Pada tahun 1258.pada tahun 1401, Irak
dikuasai Timur Lenk. Pada tahun 1508, Irak dikuasai oleh Kerajaan Safawi Persia di bawah
pimpinan Isma’il Safawi dan pada tahun 1683 dikuasai oleh Kerajaan Turki Usmani.
Pada perang Dunia I, Inggris merebut Irak dari Kerajaan Turki Usmani.Pada tahun
1920, Liga bangsa-Bangsa memberi mandat kepada Inggris atas Irak dan pada tahun 1921
Inggris membantu para pemimpin Irak untuk membentuk pemerintahan.
Pada tahun 1958, kelompok militer mengambil alih kekuasaan dan menyatakan Irak
sebagai negara Republik. Sejak 1979, Saddam Husain, seorang pimpinan Partai Ba’at
menjadi presiden Irak. Dalam perkembangan selanjtunya, Saddam Hussein membawa Irak
terlibat dalam tiga perang besar.Tiga perang tersebut adalah melawan Iran pada tahun 1980-
1990 karena masalah perbatasan, melawan Tentara Sekutu di bawah pimpinan Amerika
Serikat pada tahun 1992, karena invasinya ke Kuwait.Perang yang terakhir adalah melawan
Amerika Serikat dan Iggris yang terjadi pada tahun 2003 yang lalu.Perang ini terjadi karena
kepemilikan senjata pemusnah masal Irak dan mengakhiri kepemimpinan Saddam Hussein.

3. Iran
Sejarah Iran dimulai pada tahun 637, pada waktu invasi Arab menggantikan agama
Zoroaster dengan Islam.Meskipun memeluk Islam, bangsa Iran tetap mempraktikkan tradisi
mereka.Selama seribu tahun, Iran menjadi wilayah kekhalifahan. Selama itu pula, Iran
memberikan andil yang luar biasa pada perkembangan sastra, seni, arsitektur,filsafat,
matematika, astronomi, kedokteran, dan ilmu-ilmu Islam lainnya.
Pada awal abda ke-16, iran dikuasai Kerajaan Safawi yang menganut Syiah. Dinasti
Zand berkuasa dalam kurun waktu 30 tahun setelah itu.Dinasti Qajar menguasai Iran pada
akhir abad ke-19.setelah itu Dinasti Pahlevi berkuasa mulai tahun 1925-1979. revolusi Iran
pada tahun 1979 meruntuhkan Dinasti Pahlevi dan Iran memasuki era modern dengan bentuk
negara republik.
Setelah revolusi Iran berubah dari sistem kerajaan menjadi sistem republik Islam.
Sistem republik Islam iran berlandaskan konsep wilayah al-faqih, yaitu kekuasaan tertinggi di
tangan ulama yang mampu memimpin sertta disetujui mayoritas umat. Pemegang kekuasaan
ini disebut wali faqih atau rahbar.Wali faqih yang pertama adalah Ayatullah Khoeini.Untuk
jajaran eksekutif, kekuasaan tertinggi dipegang oleh residen yang dipilih langsung oleh
rakyat.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, Iran melahirkan banyak tokoh besar. Tokoh-tokoh itu
adalah al-Biruni, Umar Khayyam, Abu Bakar al-Juwaini, Ibnu Sina, Gazali, Bukhari, Muslim
dan Abu Hanifah.
Jumlah penduduk Iran pada tahun 2001 adalah 64.650.00 jiwa.Dari jumlah itu 95% adalah
penganut Syiah.Sisanya menganut Sunni dan agama minoritas lainya.
Zoroastrianisme adalah sebuah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh
ajaran Zarathustra yang dalam bahasa Yunanidisebut Zoroaster.Zoroastrianisme dahulu kala
adalah sebuah agama yang berasal dari daerah Persia Kuno atau kini dikenal
dengan Iran.Di Iran, Zoroastrianisme dikenal dengan sebutan Mazdayasna yaitu kepercayaan
yang menyembah kepada Ahura Mazda atau "Tuhan yang bijaksana" .
Zarathustra atau Zoroaster adalah pelopor berdirinya Zoroastrianisme di Iran (Persia).[3] Ia
hidup sekitar abad ke-6 SM.[3] Zarathustra berasal dari keturunan suku Media.[3] Ia adalah
seorang imam yang dididik dalam tradisi Indo-Iran.[2] Sebelumnya, agama yang ada
di Iran(Persia) bersumber pada macam-macam ajaran seperti politeisme, paganisme,
dan animisme.[3] Zarathustra yang merasa tidak puas dengan ajaran-ajaran yang berkembang
di Iran pada waktu itu berusaha membawa pembaruan.[3] Oleh sebab itu, oleh para ahli ia
kemudian dianggap sebagai salah satu tokoh pembaru agama tradisional.[3] Zarathustra
dikenal sebagai nabi yang mempunyai karunia untuk menyembuhkan dan sanggup
melakukan berbagai mujizat.[4] Selama bertahun-tahun ia berusaha menemukan
penyingkapan-penyingkapan dari kebenaran spiritual.[2]
Zarathustra ingin memperbaiki sistem kepercayaan dan cara penyembahan kepada dewa-
dewa yang berkembang di Persia saat itu.[3] Pada usia tiga puluh tahun, Zarathustra menerima
sebuah penglihatan.[2] Menurut legenda, ia melihat cahaya besar yang kemudian
membawanya masuk dalam hadirat Ahura Mazda.[2] Sejak perjumpaannya dengan Ahura
Mazda, Zarathustra menjadi semakin giat menyebarkan ajaran bahwa segala sesuatu yang
baik berasal dari Ahura Mazda.[2] Ajarannya yang sangat berbeda dengan kepercayaan yang
ada pada waktu itu menyebabkan Zarathustra mendapat tekanan.[3]
Ia pun akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dan pergi ke Chorasma atau (Qarazm).
[3]
 Pada tahun 618 SM Raja Chorasma yaitu Vitaspa dan menterinya Yasasp yang menikahi
Pauron Chista kemudian menjadi penganut Zoroastrianisme.[3] Barulah Zoroastrianisme
mengalami perkembangan dan semakin bertambah banyak yang menjadi pengikutnya.
[3]
 Zarathustra meninggal di usia 77 tahun.[2] Ketika Islam berkuasa di Persia tahun 636-637
Masehi, Zoroastrianisme sempat mengalami kemunduran.[3] Banyak penduduk Persia yang
lebih tertarik kepada agama Islam.[3] Sekelompok pemeluk Zoroastrianisme kemudian pergi
ke India dan menetap di Bombay[3] Di sana mereka dikenal dengan sebutan orang-orang Parsi

Nabi Zoroaster, Nabi dalam agama Zoroaster atau Persi-isme, merupakan pendiri agama yang
dikenal dengan agama “Zoroaster” yang juga dikenal sebagai agama yang menjadikan api
sebagai focus penyembahan (paganisme) yang entah api tersebut digunakan untuk alat
konsentrasi dalam menyembah Tuhan yang sebenarnya atau memang mereka menganggap
api adalah Tuhan Pencipta Alam. Keyakinan ini lahir sekitar 2.500 tahun yang lalu di Persia
atau mungkin lebih tua, karena tak ada catatan pasti. 

Tetapi untuk memahami api dalam agama Zoroaster, kita harus mengerti asal mula
penggunaan api tersebut. Agama Zoroaster tak lepas dari Nabi Ibrahim sebagai Imam semua
bangsa.

Di artikel tersebut disebutkan bahwa menurut  Biographia Antiqua & Anacalypsis; by


Godfrey Higgins Vol. I, p. 396., menyebut beberapa orang Majuzi menyamakan Ibrahim
dengan Zoroaster, dan memanggilnya “Ibrahim Zaradust (Ibrahim Zerdascht = Ibrahim teman
Api). Dan bahwa Nabi Ibrahim merupakan pendiri pertama agama Zoroaster.

Ibrahim Zeradascht (Ibrahim Zaradust) dikatakan sebagai teman api. Ini tentu mengingatkan
kita akan kejadian yang menimpa nabi Ibrahim saat dibakar hidup-hidup oleh Namrud tetapi
tidak mati. Itulah mengapa kaum Zoroaster menggunakan Api dalam peribadatannya. Jadi
bisa saja Api hanya dipakai sekedar untuk menghubungkan dengan Ibrahim. 

Konsep Tuhan Dalam agama Zoroaster (Dasatir, Ahura Mazda)


 
-Dia itu satu
-Dia lebih dekat padamu daripada dirimu sendiri
-Dia diatas segala yang kamu bayangkan
-Dia tanpa awal dan akhir
-Dia tak punya bapak, istri dan anak
-Dia tak berujud
-Tak ada yang menyerupainya
-Tak dapat dilihat dan dipahami dengan pikiran

Tuhan dalam Agama Zoroaster dikenal dengan “AHURA MAZDA”. Ahura = Tuan dan
Mazda = Kebijaksanaan. Sekarang ini Ahura Mazda berarti “Tuhan yang Bijaksana”
Mereka memiliki 2 kitab suci yaitu “Dasatir” dan “Avesta”. Dasatir dibagi dua menjadi
“Khurda-dasatir” dan Kalan-dasatir”. Sedangkan Avesta dibagi menjadi “Khurda-avesta” dan
“Kalan-avesta” serta “Zend avesta (Maha Zen)”. Kitab mereka ditulis dalam “pahlawi” dan
“Zendi” yang mana sedikit dari mereka yang memiliki kesamaan bahasa.

4.      India
Sebelum meraih kemerdekaanya dari Inggris pada tahun 1947, wilayah India meliputi
wilayah-wilayah yang kita kenal sebagai Pakistan, India, dan bangladesh saat ini. Masuknya
Islam ke India terjadi dalam tiga gelombang yang terpisah.Orang Arab masuk pada abad ke-
8, orang Turki pada awal abad ke-12, dan orang Afgan pada abad ke-16.
      5.      Pakistan
Sejarah negara Pakistan dimulai pada 14 Agustus 1947.hal ini terjadi karena adanya
pemisahan dengan India. Keunikan Pakistan dibandingkan negara-negara muslim lainnya
adalah dalam hal hubungannya dengan Islam. Pakistan satu-satunya negara muslim yang
didirikan atas nama Islam. Munculnya negara Pakistan berawal dari gerakan Aligarh yang
dipimpin Sayyid Khan untuk memperjuangkan identitas politik yang terpisah bagi kaum
muslim di India. Pada tahun 1960, berdiri Liga Muslim se-India. Melaui organisasi ini,
Muhammad Labal pada tahun 1930, mencetuskan ide berdirinya negara muslim yang
tersendiri. Pada tahun 1940, rapat tahunan Liga Muslim se-India memutuskan bahwa tujuan
perjuangan mereka adalah terbentuknya negara tersendiri bagi umat Islam.Akhirnya pada
tanggal 14 Agustus 1947, Inggris menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Konstitusi
Pakistan.
Budaya keilmuwan di Pakistan telah melahirkan sejumlah ilmuwan muslim
berkaliber internasional. Beberapa ilmuwan tersebut adalah Muhammad Iqbal, Abu A’la al–
Maududi, Dr. Abdus Salam (pemenang nobel fisika tahun1979), dan Fazlurrahamn (guru
besar agama Islam universitas Chicago Amerika Serikat).
Berdasarkan data pada tahun 2001, jumlah penduduk Pakistan adalah 141.450.000
jiwa.Mayoritas, atau sekita 97% dari jumlah tersebut beragama Silam. Minoritas nonmuslim
adalah kristen, Hindu, dan Parsi. Di antara penduduk yang beraga Islam, 10 – 15 % penganut
Syiah. Bangsa Pakistan terdiri lima kelompok etnis utama, yaitu Pinjabi, Sindhi, Pathan,
Baluch, dan Muhajir.

6. Asia Tenggara
Islam masuk ke kawasan Asia Tenggara pada abad ke-7 dan ke-8 Masehi atau abad
ke1- dan ke-2 Hijriyah. Islam pertama kali masuk ke malaysia dan Indonesia, terutama di
daerah pesisir Selat Malaka. Hal itu disebabkan Selat Malaka merupakan jalur perdagangan
yang penting.Penyebarluasan Islam terutama melaui jalur perdagangan yang dilakukan
pedagang-pedagang dari Arab, Parsi, dan Gujarat.Cara penyebaran lainya adalah similasi
penduduk dengan perkawinan.
Saat ini, Asia tenggara meliputi negara-negara Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos,
Vietnam, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam dan filipina. Kecuali Thailand, negara-
negara di Asia Tenggara merupakan bekas kolonial negara-negara Eropa selama kurang lebih
3 abad terakhir.Islam dianut oleh sekitar 220 juta dari sekitar 520 juta penduduk Asia
Tenggara.

Bahasa melayu menjadi sarana pengungkapan beberapa literatur tentang Islam dari
abad ke-16 sampai abad ke-19.literatur tersebut berisi tentang sejarah kerajaan, penjelasan
tentang dunia, dogma agama, serta petunjuk kehidupan. Bentuk-bentuk luteratur Melayu,
antara lain sejarah, hikayat, terjemahan, cerita kehidupan Nabi Muhammad saw., dan cerita
kehidupan raja-raja. Beberapa ilmuwan yang terkenal adalah Hamzah Fansuri yang menulis
kitab Syarb –Asikin dan Asar al-Arifin, Syams ad-Din yang menulis kitab Miras al-Mu’min,
Nuruddin ar-Raniri yang menulis kitab Bustanus-Salatin, dan Syekh Daud Patani yang
menjadi seorang penerjemah bahasa Arab. 

Asia
1. Pakistan
Islam masuk ke India-Pakistan pada masa Bani Umayyah. Dengan melalui perjalanan yang panjang
pada tahun 1862 M menjadi negara Islam.
Pada awal abad XX, Sayid Ahmad Khan ( seorang kominis ), mencetuskan gagasan bahwa Muslim dan
Hindu membentuk bangsa yang berbeda dan terpisah di India, atas dasar agama dan budaya. Tulisan
Ahmad Khan ini mengilhami Muhammad Ali Jinnah memimpin Liga Musliam pada pembentukan
Pakistan.
Pakistan mejadi negara Republik Islam. Negeri ini termasuk negara produktif ilmuwan dan
budayawan muslim yang terkenal seperti Muhammad Iqbal, Fazlur Rahman dan lain sebagainya.
2. India
Islam masuk ke India pada masa Khulafaur Rosyidin, ketia Kholifah Umar bin Khottob memerintah, Ia
telah mengirimkan pasukan ke Persia dan berhasil menaklukkan Persia babian selatan.
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah Islam di India berkembangn pesat. Para da’i yang berhasil
menyebarkan Islam di India antara lain :
a. Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Pada masa pemerintahannya Beliau mengirimkan pasukan ke India
yang dipimpin oleh Maglab bin Abi Sufiah.
b. Hajja bin Yusuf as Saqofi, orang yang dipercaya Abdul Malik bin Marwan.
c. Subaktakir dari Ghozna’
d. Muhammad Ghori, raja muslim di Ghori yang moderat.
Puncak kejayaan Islam di India pada masa Kerajaan Islam Mughal yang dipimpin Babur Akbar
kemudian dilanjutkan oleh putranya Humayun. Pada masa kejayaan Islam di India datanglah Inggris
menjajah India, Kerajaan Mughal runtuh dan India menjadi jajahan Inggris.
3. Rusia
Islam masuk di Rusia pada masa Bai Umayyah. Di kota Bukhora pernah lahir seorang ulama besar
ahli hadis yaitu Imam Bukhori yang menulis kitab hadis Shoheh Bukhori. Islam di Rusia mengalami
kejayaan ketika Dinasti Samanid berkuasa. Akan tetapi ketika Jengis Khan menggempur Asia Tengah
banyak penduduk muslim yang dibunuh, masjid dan sekolah-sekolah dibakar.
Di Rusia saat ini telah memiliki Direktorat Utusan Islam di Departemen Luar Negeri Urusan Asia.
Dengan adanya lembaga ini hak-hak dan kewajiban-kewajiban umat muslim dilindungi negara. Di
negeri ini terdapat hampir 400 masjid dan 190 madrasah sebagai pusat syiar dan pendalaman Islam.
Studi Isalam dan bahasa arab kini menjadi bagian kurikulum Islam di Rusia.
4 Afganistan
Islam masuk ke Afganistan pada masa Kholifah Umar bin Khottab. Pada masa Kholifah Usman bin
Affan Islam telah memasuki Kabul, setelah melalui perjalanan pajang umat Islam berhasil
memprokamirkan Afganistan.
Di Negeri ini umat Islam selalu berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan, akan tetapi
perjuangan umat Islam selalau mendapat tekanan dari Uni Soviet. Pada masa pengaruh Uni Soviet
dapat dilenyapkan, para pemimpin gerakanm mujahidin dapat berkuasa di Afganistan. Pada masa
kejayaan umat Islam, Afganistan teerkenal sebagai gudang ilmu dan berhasil melahirkan Sejumlah
ilmuwan muslim.
5. Republik Rakyat Cina
Islam masuk ke Cina pada masa daulah Bani Abasiyah, kedatanag Islam di semenanjung Cina
disambut gembira oleh masyarakat. Pada masa Dinasti Ming lahirlah seorang muslim terkenal yaitu
Laksamana Zheng Ho atau Sham Poo Kong (1371).
Pada masa dinasti Manchu yang diprakarsai oleh Kaisar Kong His, Islam berkembang dengan pesat
baik dikalangn terpelajar maupun masyarakat biasa. Kehidupan umat Islam terasa aman dan damai,
bahkan banyak tokoh muslim yang menduduki jabatan penting dalam pemerintahan.
Perkembangan dan kamajuan Islam semakin tampak nyata Setelah RRC merdeka tanggal , 10
Nopember 1911 M , terutama ketika hamcurnya faham komunis di berbagai belahan dunia. Di Cian
terdapat dua masjid khusus wanita yang berada di Peking (Beijing). General Moslem Associatin of
China, adalah salah satu organisasi Islam di Cina, yang bergerak dalam pengembangan dakwah
penembangan Islam.
1. Singapura
Islam masuk Singpura kurang lebih abad ke XVI M. Pada masa Kerajaan Malak dipimpin oleh Sultan
Mansyur Syah, wilayahnya melebar sampai ke Palembang dan Jambi. Dari Jambi melalui Tanjung
Pinang Islam menyebar ke Singapura.
Di Singpura Islam dapat berkembang dengan baik, khuisusnya di bidang pendidikan, seperti
penerbitanbuku-buku agama berbahasa Arab, Madrsah-madrsah banyak didirikan. Islam di
Singapura mendapatkan pengkuan dari pemerintah. Majelis Ulama Singapura (MUIS), mempunyai
otoritas bagi pembangunan kehidupan masyarakat Islam Singapura. MUIS berada di bawah
Kementerian Pembangunan Masyarakat dan ditangani oleh Menteri Lingkungan atau Menteri
Sekitaran. Pada tahun 1990 MUIS bernama Maintenance Religous Harmony Act.
7. Thailand
Islam masuk ke Thailan ( Muangtai ) pada abad ke XV M, melalui kerajaan Acaeh (Pasai), setelah
ditaklikan kerajaan Siam (Thailan). Selain itu Islam masuk melalui Malaka.
Kini banyak umat Islam Tailan yang merantau keluar negeri, seperti Timur Tengah dan Indonesia
untuk mencari ilmu.
8. Bunai Darussalam
Islam masuk ke negeri ini sekitar tahun 977 M melalui jalur Timur Asia Tenggara oleh para pedagang
dari Cina.
Pada waktu pusat penyebaran dan kebudayaan Islam di Malaka jatuh ketangan Portugis, Islam di
Brunai maju pesat. Kemajuan Islam semakin bertambah cepat pada masa dipimpin oleh Sultan
Bolkiah ( Sultan ke 5). Pada tahun 199885 Brunai membentuk Majlis Agama Islam berdasarkan
Undang-undang Agama dan Mahkamah Kadi. Pada waktu itu Islam telah menjadi idiologi negara.
Didirikannya pusat dakwah untuk kepntingan penelitian Agama Islam. Anak cacat dan yatim mejadi
tanggungjawab pemerintah. Saat ini Islam telah menjadi bagian dari negara.