Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2

EKMA4565/ManajemenPerubahan

Nama : Khoirun Ni’am


NIM : 030000912
UPBJJ : Semarang

No Soal Skor
1. Jelaskan teori E dan teori O, dan deskripsikan letak perbedaan mendasarnya dari teori
E (manajemen perubahan) dan teori O (pengembangan organisasi).
Menurut Saudara, pada situasi dimana perusahaan terdesak pada situasi persaingan
ketat dan terdapat perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi kinerja
perusahaan, apakah lebih baik suatu organisasi menerapkan teori E ataukah teori O,
jelaskan alasan Saudara.
Jawab :
Theory E dan theory O (beer & nohria,2000). Teori E mengorientasikan perubahan
berbasis nilai – nilai ekonomi dan hal ini dikonotasikan dengan manajemen
perubahan, sedangkan Teori O adalah perubahan yang didasarkan pada kapabilitas
organisasi atau lebih mementingkan pembenahan proses yang berkonotasi sebagai
pengembangan organisasi.
Berdasarkan teori ini maka perbedaan antara manajemen perubahan dan
pengembangan organisasi semakin tampak dalam hal hal ini :
a. Pertama, secara teoritik manajemen perubahan memiliki cakupan yang lebih
luas ketimbang pengembangan organisasi jika kita melihat bahwa kinerja dan 40
pengembangan sumber daya manusia hanyalah salah satu aspek dari
manajemen perubahan yang akan dikaitkan dengan tehnologi, operasionalisasi
organisasi dan strategi organisasi.
b. Kedua, peran dari praktisi pengembangan organisasi adalah pihak ketiga yang
sekedar menjadi fasilitator dan coach. Sedangkan konsultan manajemen
perubahan dengan bekal pengetahuan yang lebih luas biasnya berkedudukan
sebagai bagian dari tim yang cakupanya sangat luas berkisar pada strategik
dan organisasi secara keseluruhan.
c. Ketiga, pengembangan organisasi melakukan aktifitasnya dengan sasaran
utama merubah sikap dan nilai – nilai individu karywan sebagai sarana untuk
merubah struktur organisasi. Sementara itu manajemen perubahan lebih
menitikberatkan pada perubahan struktual untuk memunculkan perilaku baru.
Menurut pribadi saya teori E atau teori O adalah saling berhungan untuk
menghasilkan hasil yang optimal cuman masih ada perdebatan diantara teori
tersebut.
2. a. Jelaskan pendekatan manajemen perubahan: 30
- “see-feel-change” dan “analyze-think-change” dari Kotter
Jawab :
see-feel-change(lihat-rasakan-berubah) artinya setiap langkah yang harus ditempuh
dalam proses perubahan akan ditempuh dengan pola tersebut sebagai domainya.
Adapaun analyze-think-change (anlisis-berpikir-berubah), kotter sesungguhnya

1
mengajak siapa saja yang terlibat dalam perubahan untuk melihat perubahan dari
hati bukan semata – mata dari pikiran dan memperlakukan perubahan sebagai
bagian dari perilaku hidup sehari – hari mereka bukan sesuatu yang berjarak dari
diri mereka.
- “kontingensi” yang bersifat “tidak top down”
Jawab :
Proses perubahan organisasi dapat didekati melalui dua perspektif – gaya
manajemen dan skala perubahan.
b. Jelaskan pertentangan antara teori O yang dianggap sebagai “one best way”.
dengan teori kontingensi yang menganggap tidak ada satu pun pendekatan yang
paling bena (“no one best way”)
Jawab :
Adalah pendekatan tersebut layaknya menu masakan atau resep dokter yang harus
diikuti apa adanya dan seolah – olah merupakan cara menjalankan perubahan
organisasi yang paling benar.
dengan teori kontingensi yang menganggap tidak ada satu pun pendekatan yang
paling benarsemuanya tergantung pada konteks yang melingkupinya. Dalam hal ini
manajemen., perubahan misalnya tidak bisa selamanya top – down tetapi sangat
bergantung pada skala perubahan yang dihadapi dan kemampuan anggota
organisasi menerima dan menjalankan perubahan. Gaya manajemen to – down
masib bisa digunakan tetapi barangkali hanya cocok untuk organisasi level bawah.
3. Jelaskan dua paradigma yang memperlakukan faktor emosi dalam kehidupan 30
organisasi.
Apakah Saudara setuju, faktor emosi, khususnya emosi positif, perlu diperhatikan dan
dikelola dengan baik karena sebagai asset yang tidak nampak (invisible asset) dan
dapat berdampak pada keberhasilan proses kehidupan organisasi, jelaskan alasan
Saudara berdasarkan konsep yang ada di modul.
Jawab :
Paradigma Baru Paradigma Lama
Asumsi tentang emosi : Asumsi tentang emosi :

Emosi memegang penting dalam Emosi adalah rasional


interprestasi dan kontruksi makna dalam
perubahan organiasasi

Emosi berkaitan dengan interprestasi Emosi dan kognisi merupakan dua hal
kejadian – kejadian yang releven selama yang bertentangan.
proses perubahan.

Emosi mengarahkan tindakan & Emosi negatif akan berdampak negatif


motivasi serta membantu proses terhadap organisasi
penyesuaian terhadap dampak
perubahan.
Asumsi mengenai emosi dan Asumsi mengenai emosi dan
perubahan : perubahan :

2
Emosi merupakan bagian penting dari Fear and stress mendominasi proses
pengalaman perubahan itu sendiri. perubahan.

Memberikan insight terhadap Emosi identik dengan


pengalaman perubahan itu sendiri dari penolakan/resistence.
perspektif individu dalam suatu konteks
tertentu. Emosi muncukl secara bertahap

Asumsi peran emosi dalam proses Asumsi peran emosi dalam proses
perubahan: perubahan:

Emosi mendorong perilaku individu. Emosi bersifat dysfunctional dalam


organisasi dan perubahannya.

Emosi constitute individual and social Emosi akan menghambat perubahan


change story (meaning of change) organisasi.
Implikasi penanganan emosi dalam Implikasi penanganan emosi dalam
organisasi dan perubahan : organisasi dan perubahan :

Mengakui emosi dan menanganinya Manage emotion away.


secara serius sesuai dengan perspektif
individu dan konteks organisasi . Usahakan agar fase emosional sependek
mungkin.
Analisa emotional landscape untuk Hindarkan munculnya emosi negatif.
mendefrensikan tindakan manajerial.

Setuju karena pengelolaan emosi akan menjadikan oraganisasi lebih fleksibel, adaptif,
dan memudahkan pengelolaan saling ketergantungan antar unit organisasimapunantar
individu.

Skor Total 100

Anda mungkin juga menyukai