Anda di halaman 1dari 2

D.

Findngs / Temuan

Temuan terbagi atas 5 tahapan yaitu :

1. Studi tentang ahli pemula


Studi awal dalam pemecahan masalah adalah mengidentifikasi perbedaan antara
pemecah masalah awal dan pemecah masalah berpengalaman dalam kedua cara
mereka mengatur pengetahuan fisika dan bagaimana mereka melakukan pendekatan
masalah. Studi awal ini dapat dilakukan dengan cara yaitu :
a. Kategorisasi
Pada tahapan kategorisasi ini seorang ahli pemula menemukan bahwa ketika ahli
pemula diminta untuk mengelompokkan masalah berdasarkan kesamaan dari
solusinya, maka pemecahan masalah awalnya menggunakan objek literal/ objek
sebagaimana mestinya dari perlengkapan luaran permasalahan sebagai kriteria /
kategori (seperti masalah ‘pegas’ atau ‘bidang miring’). Sedangkan pemecah
masalah yang berpengalaman mengelompokkan masalah berdasarkan konsep
fisika atau prinsip yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan saat
memilih kategori/topic permasalahan, seperti pengelompokkan permasalahan
tentang perlindungan energy bersama (84.144). Hal itu nanti menunjukkan bahwa
sikap/prilaku seorang ahli pemula merupakan rangkaian kesatuan bukan
pembagian/pengelompokkan suatu permsalahan. Kadang-kadang siswa pemula
memamerkan prilaku seperti seorang ahli yang berpengalaman (85). Untuk lebih
lanjut Penelitian juga menunjukkan bahwa seorang pemula juga bergantung pada
sebuah terminology dan variable nama dalam sebuah masalah untuk membuat
kategorisasi hasil, tidak hanya objek dalam permasalahan (85.145). Baru-bari ini
sebuah Penelitian meneliti tentang jenis masalah yang diperlukan untuk
membedakan antara ahli dan pemula secara akurat.
b. Pendekatan pemecahan masalah
Wawancara tentang pemecahan masalah berpikir keras/berpikir tingkat tinggi
menemukan bahwa ahli pemecah masalah biasanya mulai dengan menjelaskan
informasi masalah secara kualitatif dan menggunakan informasi tersebut untuk
menentukan solusi sebelum menuliskan persamaan (77-83). Strategi seorang ahli
biasanya mencakup konsep atau prinsip fisika yang sesuai dengan rencana untuk
menerapkan prinsip tersebut pada kondisi khusus dalam masalah yang dinyatakan
(147). Sebaliknya, Siswa fisika biasanya memulai dengan menuliskan turunan
persamaan yang sesuai dengan jumlah yang diberikan atau yang diinginkan dalam
penyelesaian masalah dan melakukan perhitungan untuk mendapatkan jawaban
(84-148). Sebuah Penelitian menunjukkan bahwa hanya sedikit siswa ingat materi
pengantar yang mereka ambil di tahun pertama (149)
c. Metagokognisi.
Sebagai tambahan, studi ini menyimpulkan bahwa para ahli memantau kemajuan
mereka sambil memecahkan masalah dan mengevaluasi kewajaran menjawab.
Sedangkan siswa pemula sering mendapatkan masalah dan tidak memiliki strategi
untuk maju lebih jauh (81,87.150-152). Arahan tegas tentang strategi untuk
mengevaluasi solusi seperti menggunakan pembatasan masalah dan kasus-kasus
berat telah terbukti baik (151).