Anda di halaman 1dari 3

1.

Kualitas Pelaporan Keuangan

Pengertian kualitas pelaporan keuangan hingga saat ini masih beragam, namun pada
prinsipnya pengertian kualitas pelaporan keuangan dapat dipandang Fanani, Kualitas
Pelaporan Keuangan: Berbagai Faktor Penentu dan dalam dua sudut pandang yaitu
• Pandangan pertama menyatakan bahwa kualitas pelaporan keuangan berhubungan
dengan kinerja keseluruhan perusahaan yang tercermin dalam laba perusahaan.
Pandangan ini menyatakan bahwa laba yang berkualitas tinggi terefleksikan pada
laba yang dapat berkesinambungan {sustainable) untuk suatu periode yang lama.
• Pandangan kedua menyatakan bahwa kualitas pelaporan keuangan berkaitan dengan
kinerja pasar modal yang diwujudkan dalam bentuk imbalan, sehingga hubungan
yang semakin kuat antara laba perusahaan dengan imbalan menunjukkan informasi
pelaporan keuangan yang tinggi (Ayres 1994).

Pandangan yang sama dilakukan oleh Schipper (2004) dengan menyebutnya sebagai
atribut-atribut berbasis akuntansi untuk pandangan pertama, dan atribut- atribut berbasis
pasar untuk pandangan kedua. Pandangan pertama menyatakan bahwa kualitas pelaporan
keuangan berkaitan erat dsngan kinerja perusahaan yang diwujudkan dalam laba perusahaan
yang diperoleh pada tahun berjalan. Pelaporan keuangan dikatakan tinggi/berkualitas jika laba
tahun berjalan dapat menjadi indikator yang baik untuk laba perusahaan di masa yang akan
datang (Lev dan Thiagarajan 1993; Penman dan Zhang 1999; Richardson et al. 2001; Beneish
dan Vargus 2002; Richardson 2003), atau berasosiasi secara kuat dengan arus kas operasi di
masa yang akan datang (Dechow dan Dichev 2002; Cohen 2003). Implikasi dari pandangan
tersebut menunjukkan bahwa fokus pengukuran kualitas pelaporan keuangan perusahaan tersebut
berkaitan dengan sifat- sifat pelaporan keuangan. Pandangan kedua menyatakan bahwa kualitas
pelaporan keuangan berkaitan dengan kinerja saham perusahaan di pasar modal. Hubungan
yang semakin kuat antara laba dengan imbalan pasar menunjukkan informasi pelaporan
keuangan tersebut semakin tinggi (Lev dan Thiagarajan 1993; Chan et al. 2004). Dengan
demikian kualitas pelaporan keuangan merupakan konstruk yang dapat dianalisis dalam dua
pandangan, yaitu kualitas pelaporan keuangan yang berkaitan dengan kas dan laba itu sendiri,
atau kualitas pelaporan keuangan yang berkaitan dengan imbalan saham Pendekatan pertama
berkaitan dengan kajian faktor- faktor penentu yang menghasilkan pelaporan keuangan
yang berkualitas. Fokus pendekatan ini berkaitan dengan faktor-faktor internal perusahaan
yang terkait dengan faktor inheren atau faktor intrinsik yang melekat di perusahaan itu sendiri,
yang di berbagai penelitian disebut sebagai faktor spesifik atau karakteristik perusahaan.
Faktor-faktor tersebut adalah faktor-faktor innate dinamis [siklus operasi, volatilitas
penjualan], statis [ukuran perusahaan, umur perusahaan], kinerja perusahaan [proporsi rugi],
risiko institusi [likuiditas, leverage ], dan risiko lingkungan [klasifikasi industri]). Pendekatan
kedua berkaitan dengan faktor eksternal—yang merupakan respons pemakai informasi
pelaporan keuangan—yaitu sejauh mana informasi pelaporan keuangan direspons oleh para
pemakai laporan keuangan. Salah satu pemakai utama laporan keuangan adalah investor
yang baginya ketersediaan informasi yang ditawarkan diharapkan dapat mengurangi
asimetrik informasi.

Pelaporan keuangan yang berkualitas memiliki peranan yang besar, GCG berperan
membantu perusahaan menyajikan pelaporan keuangan yang berkualitas.Dengan melihat
pelaporan keuangan, investor dapat mengambil keputusan untuk berinvestasi atau tidak. GCG
merupakan suatu proses serta struktur yang digunakan untuk mengarahkan sekaligus mengelola
bisnis dan urusan perusahaan ke arah peningkatan pertumbuhan bisnis dan akuntabilitas
perusahaan. Adapun tujuan akhirnya adalah menaikkan nilai saham dalam jangka panjang tetapi
tetap memperhatikan berbagai kepentingan para stakeholder lainnya. Selain itu, perhatian yang
diberikan investor terhadap GCG sama besarnya dengan perhatian terhadap kinerja keuangan
perusahaan, karena dengan adanya tata kelola perusahaan yang baik, maka perusahaan akan
memiliki kinerja keuangan yang baik pula.
Daftar Pustaka

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Juni 2009, Vol. 6, No. 1, hal 20 – 22

Jurnal Pengaruh Auditor Eksternal dan Auditor Internal pada Pelaksanaan


Good Corpoorate Governance, Volume 9, No. 1, Juni 2010, Hal. 37–47
http://journal.wima.ac.id/index.php/JIMA/article/view/242/237 (Diakses tanggal 23November
2015)

http://www.ilib.usm.ac.id/.../B210-20150706085951-8-ArtikelAuditorEksternal.pdf (Diakses
tanggal 28November 2015)

http://www.inti.co.id/who-we-are/e-files/Laporan/pedoman_gcg.pdf (Diakses tanggal 28


November 2015)