Anda di halaman 1dari 2

1.

Peran Strategis Akuntan


Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang
sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi
pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi
Akuntansi.
Untuk dapat mengembangkan dan menerapkan GCG dibutuhkan peran
akuntan, baik sebagai akuntan perusahaan maupun sebagai praktisi accounting
dan auditing baik secara internal maupun sebagai eksternal auditor. Untuk
membuktikan bahwa perusahaan sudah menjalankan GCG maka perlu dilakukan
penilaian oleh pihak ketiga yang independen terhadap praktek corporate
governance. Pihak ketiga independen tersebut adalah akuntan manajemen dan
akuntan publik.
Akuntan manajemen dengan berlandaskan pada etika bisnis dan profesi dapat
memberikan saran sesuai dengan fungsi dari akuntansi manajemen yaitu masalah
efisiensi, dukungan dalam proses pengambilan keputusan yang optimal,
pengukuran kinerja, perhitungan dan penetapan renumerasi yang wajar, serta
penyiapan strategi yang dapat meningkatkan posisi saing dan tentunya juga kinerja
perusahaan. Selain itu pula akuntan manajemen dapat memberikan bantuan kepada
direksi dan dewan komisaris menyusun dan mengimlementasikan kriteria GCG di
perusahaan, membantu menyediakan data keuangan dan operasi serta data lain yang
dapat dipercayai, accountable, akurat, tepat waktu, obyektif, dan relevan. Selain
itu, akuntan manajemen membantu direksi menyusun dan mengimplementasikan
struktur pengendalian intern.
Akuntan publik sebagai pihak luar yang independen dituntut menjunjung
tinggi kode etik profesi akuntan publik. Dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia
ditetapkan delapan prinsip etika yang meliputi tanggung jawab profesi, kepentingan
umum, integritas, obyektivitas, kompetensi dan kehati-hatian professional,
kerahasiaan, perilaku professional, dan standar teknis. Akuntan publik melakukan
pemeriksaan terhadap laporan keuangan klien, apakah menyajikan secara wajar dan
sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum (generally accounting
accepted principle). Laporan auditor akan digunakan berbagai pihak yang
berkepentingan dengan perusahaan untuk mengambil keputusan ekonomi, untuk itu

1
auditor dituntut bersikap independen. Sikap independensi inilah yang diperlukan
sesuai dengan fungsi akuntan publik dalam mendukung penerapan good corporate
governance.

DAFTAR PUSTAKA

Arya. Keberadaan Komite Audit Di Indonesia – Serta Peran Dan Kontribusi


Mereka Dalam Penerapan Enterprise Risk Management (Erm) Di Perusahaan
http://crmsindonesia.org/publications/keberadaan-komite-audit-di-
indonesia-serta-peran-dan-kontribusi-mereka-dalam-penerapan-enterprise-
risk-management-erm-di-perusahaan/ (Diakses 29 April 2019)
Herman. 2012. Peran Akuntan Dalam Penerapan Good Corporate Governance
http://hermandarwis.blogspot.com/2012/02/peran-akuntan-dalam-
penerapan-good.html (Diakses 29 April 2019)
.2018. Makalah Profesi Akuntan Publik Dan Jasa Akuntan Publik
https://www.scribd.com/document/376723376/359153541-Makalah-
Profesi-Akuntan-Publik-Dan-Jasa-Akuntan-Publik (Diakses 29 April 2019)
. 2016. Peran Komite Audit Memberikan Nilai Tambah Bagi Organisasi.
https://akuntansiterapan.com/2016/03/28/peran-komite-audit-memberikan-
nilai-tambah-bagi-organisasi/ (Diakses 30 April 2019)