Anda di halaman 1dari 17

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA


Jl. Mayjen Sutoyo No.2, Cawang, Jakarta 13650 1

STATUS UJIAN

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

PERIODE08 MEI - 22 JULI 2017

MATA UJIAN : ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Hari/ Tanggal Pengambilan Data : Jum’at, 02 Juni 2017

Hari/ Tanggal Intervensi Program Puskesmas : Senin, 05 Juni 2017

Masalah Kesehatan : Pemberantasan Penyakit Menular


TB

Tempat Pengambilan Data/ Wawancara : Puskesmas Kelurahan Kramat Jati

Hari/ Tanggal Ujian : Rabu, 19 Juli 2017

Tempat Ujian :Fakultas Kedokteran


UniversitasKristen Indonesia

Nama: Ahmad Ari Ibrahim

NIM: 1361050239

Tanda Tangan:
DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
Jl. Mayjen Sutoyo No.2, Cawang, Jakarta 13650 2

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 DESKRIPSI SINGKAT PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT


MENULAR

Penyakit penyakit menular (Malaria, HIV/AIDS, Demam Berdarah


Dengue/DBD, Tuberculosis TB, dll) saat ini masih menjadi masalah
kesehatan di masyarakat, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan
angka kesakitan dan kematian serta mempertahankan keberhasilan yang telah
dicapai selama ini. Mengeliminir kendala dan hambatan yang dijumpai saat
pelaksanaan program dengan mengikutsertakan peranserta masyarakat
merupakan upaya yang perlu terus ditingkatkan.

Penyelenggaran pembangunan kesehatan tahun 2015 sd 2019 mengacu pada


visi dan misi sebagai tercantum dalam Depkes adapun visi Depkes adalah
"Masyarakat yang Renstra Mandiri untuk Hidup sehat", dengan misi
"Membuat Rakyat Sehat''

Tantangan dan permasalahan pembangunan kesehatan makin bertambah


berat, dan kompleks. Dalam rangka mengatasi berbagai masalah kesehatan
dan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air,
Depkes menerapkan 4 grand strategy yaitu: 1) Menggerakkan dan
memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, 2) meningkatkanAkses sistem
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, 3) meningkatkan
surveilans monitoring dan 4) informasi kesehatan, serta meningkatkan
pembiayaan kesehatan.

Program penyehatan lingkungan serta pencegahan dan pemberantasan


penyakit pada dasarnya menerapkan konsep epidemiologi yaitu interaksi
faktor agent-hostenvironment, dengan tujuan untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat ketidak seimbangan dari ketiga faktor tersebut.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan peran serta dan tanggung jawab
dari lintas program, lintas sektoral dan masyarakat serta swasta.
DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
Jl. Mayjen Sutoyo No.2, Cawang, Jakarta 13650 3

Berpedoman pada 4 grand strategy Depkes maka program pemberantasan


penyakit menular yang menjadi fokus dalam laporan ini adalah penyakit TB,
dengan rekaman data yang akan diuraikan dalam bab evaluasi dan
pembahasan. Lokasi program pemberatasan penyakit menular sebagaimana di
bahas pada sub bab 1.2 berikut.

1.2 PROFIL PUSKESMAS KELURAHAN CAWANG


a) Identitas Puskesmas

Gambar 1.1 Bangunan fisik puskesmas Kelurahan Cawang.

Nama Puskesmas : Puskesmas Kelurahan Cawang

Alamat : Jl. Mesjid Bendungan RI 09 RW 10

Kelurahan : Cawang

Kecamatan : Kramat Jati

Nama Kepala Puskesmas : dr. Melda L.Pasaribu

Email Puskesmas : pklcawang@gmail.com

b) VISI, MISI dan MOTTO

VISI:
Visi Puskesmas Kel. Cawang menyesuaikan VisiPuskesmas Kec. Kramat
Jati, yaitu “Kramat Jati Sehat Paripurna”
DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
Jl. Mayjen Sutoyo No.2, Cawang, Jakarta 13650 4

MISI :

1. Memberikan Pelayanan Prima


2. Meningkatkan Kompetensi SDM
3. Meningkatkan Sarana dan Prasarana
4. Meningkatkan Peran Serta Lintas Sektoral
5. Memberdayakan dan Meningkatkan Peran serta Masyarakat
6. Melakukan Perbaikan yang Berkelanjutan

MOTTO:
“SEHAT ITU RAHMAT”

c) Letak dan Wilayah

Gambar 1.2 Peta wilayah puskesmas kelurahan Cawang


Puskesmas Kelurahan Cawang terletak di wilayah Kecamatan Kramat
Jati, Jakarta Timur. Luas wilayah yang dimiliki oleh puskesmas ini adalah
179,04 HA dengan wilayah kerja terdiri dari 12 RW dan 121 RT.

d) Jumlah Penduduk
JumlahPenduduk di wilayahKel. Cawang, Jakarta Timurterdiri dari 12
RW dan 121 RT dengan 13.038 Kepala Keluarga dengan jumlah
penduduk sebanyak 28.155 jiwa, yang terdiri dari 20.115 laki-laki dan
19.160 perempuan.
DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
Jl. Mayjen Sutoyo No.2, Cawang, Jakarta 13650 5

e) Fasilitas Kesehatan
Terdapat 32 fasilitas kesehatan dikelurahan cawang dengan perincian
seperti terlihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Kel Cawang tahun 2017.
NO NAMA FASILITAS JUMLAH
1 Rumah Bersalin 1
2 Rumah Sakit 2
3 Puskesmas 1
4 Pos Kesehatan 2
5 Balai Pengobatan 2
6 Posyandu 15
7 Klinik KB 1
8 Apotek 4
9 Praktek Dokter Umum 4
f) Program Pokok Puskesmas
(1) UKM Esensial (WAJIB) :
(a) Promosi kesehatan
(b) KIA
(c) Kesehatan lingkungan
(d) Pencegahan dan pengendalian penyakit menular
(2) UKM Pengembangan
(a) Upaya Kesehatan Lansia
(b) Upaya Kesehatan Anak (UKS dan UKGM)
(c) Posyandu
(3) UKP
(a) Poli Umum
(b) Poli Gigi
(c) Poli Kesehatan Ibu
(d) Poli Imunisasi
(e) Poli KB
(f) Poli TB
g) Struktur Organisasi
1.3 TUJUAN PROGRAM

Tujuan dari program pemberantasan penyakit menular TB adalah:

1. Menemukan kasus penyakit menular TB sedini mungkin.


2. Mengurangi berbagai faktor resiko lingkungan masyarakat yang
memudahkan penyebaran terjadinya penyakit menular TB disuatu
tempat.
3. Memberikan proteksi khusus kepada kelornpok masyarakat tertentu agar
terhindar dari Penularan penyakit.
BAB 2
EVALUASI PROGRAM
2.1 INPUT

Pada program pemberantasan penyakit menular TB yang dijalankan


oleh Puskesmas Kelurahan Cawang, terdapat 4 komponen dalam pelaksanaan
program. Komponen tersebut yaitu, Sumber daya manusia, dana, peralatan
dan materi serta metode.

a) Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tenaga yang


melaksanakan program pemberantasan penyakit menular TB. Dalam hal
ini tenaga pelaksana program pemberantasan penyakit menular TB
merupakan dokter umum atau bidan. Pada pelaksanaan program
pemberantasan penyakit menular TB di Puskesmas Kelurahan Cawang
terdapat 1 orang petugas yakni: Ibu Nana Siti Hasunah.

b) Dana

Program pemberantasan penyakit menular TB di Puskesmas


Kelurahan Cawang secara khusus tidak tersedia.Dana yang dimaksud
adalah komponen modal finansial yang diambil berdasarkan sumber
pendanaan, jumlah dana yang dianggarkan, dan jumlah dana yang
direalisasikan. Dana atau biaya yang digunakan untuk pemberantasan
penyakit menular TB di Puskesmas Kelurahan Cawang tidak diketahui
secara rinci baik oleh Kepala Puskesmas maupun bagian
penanggungjawab program. Hal ini dikarenakan, Puskesmas Kelurahan
Kramat Jati hanya menjalankan program yang diberikan oleh Puskesmas
Kecamatan Kramat Jati.

c) Peralatan dan Materi


Peralatan dan Materi yang tersedia di Puskesmas Kelurahan Cawang
untuk merealisasikan program pemberantasan penyakit menular TB
seperti terlihat pada tabel 2.1.
Tabel 2.1 Peralatan untuk merealisasikan program pemberantasan penyakit
menular TB di Puskesmas Kelurahan Cawang.
1. Object Glass 2. Kotak Object Glass 3. Pensil Glass

4. cetakan gambar 5. Tempat sampah 6. Lidi


batas dahak Infeksius

7. Pot Dahak 8. Bunsen & Spiritus 9. Korek

10. Protector 11. Timbangan 12. Kartu TB


(disenfektan lantai)

d) Metode
Tata Cara Penomoran Sputum
1) Diagnosis Awal
(a) Dahak Sewaktu Pertama
(b) Dahak Pagi
(c) Dahak Sewaktu Kedua
2) Follow Up Bulan Ke-2
(d) Dahak Pagi
(e) Dahak Scwaktu
3) Follow Up Bulan Ke-5
(f) Dahak Pagi
(g) Dahak Sewaktu
4) Follow Up Bulan Ke-6
(h) Dahak Pagi
(i) Dahak Sewaktu
5) Follow Up Akhir Sisipan
(j) Dahak Pagi
(k) Dahak Sewaktu

Urutan Pembuatan sediaan Apus


1) Sediakan kaca sediaan atau object Glass yang baru dan bersih,
2) Beri nomor identitas sediaan pada object glass tersebut seperti nomor
yang tertera di pot dahak,
3) Buat olesan dahak yang rata dengan ukuran 2x3 cm di atas object
glass (angan terlalu tebal jangan terlalu tipis),
4) Biarkan sediaan apus tersebut kering sendiri di udara,
5) Setelah kering lakukan fiksasi sediaan diatas nyala api spiritus,
6) Simpan sediaan yang telah difiksasi tersebut kedalam kotak sediaan,
7) Sediaan yang telah difiksasi tersebut dikirim ke puskesmas
kecamatan untuk diwarnai dan dilihat dengan microscope.

2.2 PROSES
Pada upaya pemberantasan penyakit menular TB di Puskesmas
Kelurahan Cawang terdapat beberapa kegiatan yang mendukung upaya
tersebut. Secara umum kegiatan tersebut yaitu, rapat, lokakarya, pelatihan,
penyuluhan, seminar, dan sebagainya. Dalam pelaksanaannya proses kegiatan
yang ditempuh seperti berikut.

1. Pelatihan/Seminar
Pelatihan/seminar tentang penyakit TB kepada kader-kader dilakukan
dengan cara mendatangkan pemateri dari dalam maupun luar puskesmas
kelurahan malaka jaya. Kegiatan ini dilakukan maksimal 1 – 3 kali dalam
2 bulan.
2. Penyuluhan
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit TB tidak hanya menyebarkan
leaflet atau poster tetapi juga ke arah perubahan perilaku dalam
penjaringan TB sesuai dengan kondisi setempat. Penyuluhan TB dapat
dilakukan dengan menyampaikan pesan penting secara langsung maupun
tidak langsung. Penyuluhan langsung bisa dilakukan perorangan
sementara penyuluhan tidak langsung dengan menggunakan media,
dalam bentuk bahan cetak seperti leaflet, poster. Penyuluhan dilakukan
minimal 1 kali dalam sebulan.
2.3 OUT COME
Out come evaluasi program pemberantasan penyakit menular TB di
Puskesmas Kelurahan Cawang adalah: perbandingan antara tujuan rencana
program dengan realisasinya. Untuklebih jelas tentang out come dapat dilihat
pada Tabel 2.2 berikut ini.
Tabel 2.2 Hasil out Come program pemberantasan penyakit menular TB di
PuskesmasKelurahan Cawang.
No Tujuan Program P2M Realisasi Program Keterangan
1. Menemukan kasus penyakit Terdapat 151 Orang yang Tersebar di
menular TB sedini mungkin merupakan Suspect 13 RW
Penderita Penyakit TB dalam Kel.
dan terdapat 24 Orang Malaka
Penderita Penyakit TB Jaya
pada tahun 2018.
2. Mengurangi berbagai faktor Belum tersedia data yang
resiko lingkungan akurat
masyarakat yang
memudahkan penyebaran
terjadinya penyakit menular
TB disuatu tempat.

3. Memberikan proteksi
Telah melaksanakan
khusus kepada kelompok program penyuluhan
masyarakat tertentu agar kepada masyarakat di
terhindar dari penularan Puskesmas Kelurahan
penyakit. Malaka Jaya secara
kontinyu.
Tabel 2.2 Hasil outcome program pemberantasan penyakit menular TB di
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya.

BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 REALISASI PROGRAM


Realisasi program pemberantasan penyakit menular TB di puskesmas
Kelurahan Malaka Jaya meliputi input, proses dan output.

A. Input
Bila di kaji tentang realisasi program dengan instrumen input menunjukan
bahwa,komponen sumber daya manusia, dana, peralatan, material dan
metode belum sepenuhnya tersedia atau diterapkan dalam program
pemberantasan penyakit menular TB di Puskesmas Kelurahan Malaka
Jaya. Maka dari itu masih banyak angka kejadian terjadinya penyakit TB
Paru di Kelurahan Malaka Jaya.

B. Proses
Bila di kaji tentang realisasi program dengan instrumen proses
menunjukan bahwa, dari 5 (lima) tahapan proses, yang dapat direalisasi
program pemberantasan penyakit menular TB di Puskesmas Kelurahan
Malaka Jaya hanya l satu tahapan yaitu: Pemeriksaan Dahak , Sehingga
tujuan utama dari program pemberantasan penyakit menular TB belum
tercapai secara maksimal dikarenakan belum tersedianya alat untuk
pemeriksaan dahak dan harus diperiksa ditempat lain.

C. Output
Bila di kaji tentang realisasi program dengan instrumen output
menunjukan bahwa, tiga (3) tujuan utama dari program pemberantasan
penyakit menular TB di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya. Dalam
pelaksanaannya belum secara efektif dan efisien di lakukan, atau hasilnya
belum maksimal karena masih kurangnya juga sumber daya manusia yang
kompeten untuk melakukan screening awal warga-warga yang memiliki
gejala TB Paru dan alat-alat yang digunakan juga ketersediannya terbatas.

D. Masalah
Bila di kaji tentang masalah-masalah yang mempengaruhi realisasi
program pemberantasan penyakit menular TB dipuskesmas kelurahan
Malaka Jaya, keterbatasan sumber daya manusia dan ketersediaan alat
merupakan masalah utama yang perlu diperhatikan oleh pihak puskesmas
setempat agar dapat berlangsungnya peningkatan program kerja.

BAB 4
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil evaluasi dan pembahasan tentang program


pemberantasan penyakit menular TB di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya
diketahui bahwa jumlah penderita TB dipuskesmas Kelurahan Malaka Jaya
berjumlah 24 orang dan sekitar 151 orang merupakan Suspect TB Paru.
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya telah menemukan cara proteksi khusus
kepada kelompok masyarakat tertentu agar terhindar dari Penularan penyakit
TB, melalui program penyuluhan secara kontinyu. Namun, data tentang
faktor-faktor penyebab penyakit TB belum tersedia secara akurat di
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa 3 tujuan utama program


pemberantasan penyakit menular TB baru tercapai 2 tujuan saja karena tujuan
kedua belum tercapai ditandai dengan belum tersedia data yang akurat
tentang faktor penyebab penyakit TB di puskesmas Kelurahan Malaka Jaya.

4.2 SARAN

Berdasarkan kesimpulan tentang program pemberantasan penyakit menular


TB di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya, maka disarankan hal-hal sebagai
berikut:

1. Bagi Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya, perlu meningkatkan kualitas


pelayanan sehingga dapat menekan jumlah penderita TB.
2. Perlu menyiapkan sistem informasi data yang akurat dan valid yang
berkaitan dengan program pemberantasan penyakit menular TB, di
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya.
3. Perlu ditingkatkan sumber daya manusia dan metode penyuluhan yang
tepat dan kualitas kontinyu, terhadap program pemberantasan penyakit
menular TB di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya.
4. Perlu ditingkatkan sumber daya manusia dan sarana terhadap program
penyakit menular Tb di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya agar target
dari program dapat tercapai.

LAMPIRAN

Lampiran-1. Maping Kasus TB per-RT Puskesmas kelurahan Malaka Jaya bulan


Januari-Oktober 2018.
Lampiran-2. Maping Pasien TB Paru selesai pengobatan bulan Januari-Desember
2016.
Lampiran-3. SOP Penomoran Sputum