Anda di halaman 1dari 12

KERANGKA ACUAN

KERJA (KAK)

PEKERJAAN :

SUPERVISI KONSTRUKSI PENINGKATAN

D.I. WARU – WARU KAB. BONE

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG

PROVINSI SULAWESI SELATAN

i
TAHUN ANGGARAN
2020
KERANGKA ACUAN KERJA
SUPERVISI KONSTRUKSI
PENINGKATAN D.I. WARU - WARU KAB. BONE
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu upaya pemerintah dalam mendukung target pencapaian surplus 10 juta
ton beras/tahun yang dicanangkan oleh kabinet Indonesia bersatu adalah
penguatan sektor pertanian.
Irigasi sebagai salah satu komponen pendukung keberhasilan pembangunan
infrastruktur sumber daya air mempunyai peran yang sangat penting untuk
menjamin ketercapaian target tersebut.Untuk itu, prasarana dan sarana irigasi
harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan layanan pengairan irigasi
sesuai kinerja yang diharapkan.
D.I Waru - Waru yang terletak di Kabupaten Bone merupakan Daerah Irigasi
Teknis yang kondisi jaringan irigasinya mengalami penurunan fungsi sehingga
memerlukan perbaikan dan Peningkatan untuk mengembalikan fungsinya seperti
semula.
Oleh karena itu pada tahun anggaran 2020, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan dana untuk kegiatan
Peningkatan Jaringan Irigasi dan sebagai pendampingan dalam melaksanakan
kegiatan tersebut dialokasikan item kegiatan Pekerjaan Supervisi Konstruksi
Peningkatan D.I Waru – Waru Kab. Bone yang bertugas untuk membantu
mengawasi dan memaksimalkan kegiatan Peningkatan tersebut guna mendapatkan
kualitas dan kuantitas hasil pekerjaaan yang baik dan benar sesuai spesifikasi
teknis pada pekerjaaan serta kebijakan pembangunan nasional dan daerah yang
berkelanjutan.

1.2 Nama Pekerjaan


Nama Pekerjaan Adalah Supervisi Konstruksi Peningkatan D.I Waru – Waru Kab.
Bone.

1.3 Maksud dan Tujuan


Maksud pengadaan penyedia jasa konsultansi pekerjaan pengawasan teknis ini
adalah untuk :
a. Membantu KPA Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Provinsi Sulawesi Selatan didalam melakukan pengawasan teknis
terhadap kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan yang dilaksanakan oleh

1
penyedia jasa konstruksi. Meminimalkan kendala - kendala teknis yang sering
dihadapi oleh penyedia jasa konstruksi di lapangan dalam menetapkan desain
yang memenuhi persyaratan spesifikasinya.
b. Membantu menyelesaikan revisi desain bilamana terdapat perbedaan antara
desain yang ada dengan kondisi di lapangan (Mutual Check 0 %).
c. Mengecek kebenaran laporan dengan kondisi lapangan dan melakukan
penelitian sebelum dilaksanakannya penyerahan pertama (PHO), serta
melakukan pengukuran akhir (Mutual Check 100 %).
Adapun tujuannya adalah mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang
memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam spesifikasi (tepat mutu) dan
dilaksanakan secara tepat biaya serta tepat waktu.

1.4 Sasaran
 Sasaran pengadaan jasa konsultasi SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Sulawesi Selatan untuk mendapatkan jaminan bahwa hasil pekerjaan
yang diperoleh sudah sesuai dengan isi dokumen kontrak, sehingga kinerja
pekerjaan yang ditangani diharapkan dapat memberikan layanannya sampai
akhir umur rencana.
 Disamping itu, sebagai KPA Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum
dan Tata Ruang dalam rangka pengawasan, khususnya dalam hal menyangkut
masalah pengendalian teknis lapangan dan administrasi teknis pada umumnya
dilimpahkan kepada penyedia jasa.

1.5 Lokasi Pekerjaan


Lokasi pekerjaan berada di Kec. Mare Kab. Bone

1.6 Sumber Pendanaan


 Total biaya berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor :
641/II/TAHUN 2020 tentang Pengesahaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(DPA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan
Anggaran 2020 untuk pekerjaan Supervisi Konstruksi Peningkatan D.I Waru –
Waru Kab. Bone sebesar Rp. 449.976.450,- (Empat Ratus Empat Puluh
Sembilan Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Empat Ratus Lima
Puluh Rupiah) kegiatan Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi dan Air
Bersih.

1.7 Nama dan Organisasi


Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, sedangkan KPA berada pada Bidang
Sumber Daya Air.

2
1.8 Data dan Fasilitas Penunjang
KPA tidak menyediakan data maupun fasilitas penunjang kepada penyedia jasa.
Penyedia jasa mempersiapkan data dan fasilitas penunjang untuk pelaksanaan
kegiatan sesuai kebutuhan dan dimasukkan sebagai bagian dari rencana
pembiayaan (cost proposal) dalam penawaran.

1.9 Standar Teknis


 Sebagai acuan, dipakai pedoman, kriteria dan standar yang diterbitkan oleh
Direktorat Jenderal Pengairan Kementerian Pekerjaan Umum
 Standar Manajemen Mutu yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum
 Undang - Undang RI No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
 Peraturan Pemerintah RI No. 77 Tahun 2001 tentang Irigasi
 Peraturan Presiden RI No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
 Peraturan Menteri PUPR No. 30/PRT/M/2015 tentang Pengembangan dan
Pengelolaan Sistem Irigasi
 Peraturan Menteri PUPR No. 07/PRT/M/2019 tentang Standar dan Pedoman
Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia
 Keputusan Menteri PUPR No. NO. 897/KPTS/M/2017 tentang Besaran
Remunerasi Minimal Tenaga Kerja Konstruksi pada Jenjang Jabatan Ahli
Untuk Layanan Jasa Konsultansi Konstruksi
 Surat Edaran Menteri PUPR No. 21/SE/M/2019 tentang Standar Susunan
Tenaga Ahli Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Melalui Penyedia Jasa
 Keputusan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia
Nomor : 55/SK.DPN/XII/2019 tentang Pedoman Standar minimal Tahun 2020
Biaya Langsung Personil (Remuneration / Billing Rate) dan Biaya Langsung
Non Personil (Direct Cost) untuk Penyusunan Rencana Anggaran Biaya
(RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Kegiatan Usaha Jasa Konsultansi

II. LINGKUP KEGIATAN


Lingkup kegiatan ini adalah :
1. Melakukan pekerjaan Supervisi Konstruksi Peningkatan D.I Waru - Waru Kab.
Bone agar diperoleh hasil pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi sehingga
terhindar dari resiko kegagalan konstruksi.
2. Melaksanakan pengawasan teknis terhadap pekerjaandi lapangan secara
profesional, efektif dan efisien pada setiap tahapan kegiatan.

3
III. METODOLOGI
Bagian-bagian pekerjaan yang tercantum dalam pekerjaan ini meliputi :
a. Mengecek/memeriksa hasil pengukuran volume sebagai dasar pelaksanaan (MC
0%)
b. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan oleh
kontraktor agar hasil pekerjaan sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi
pekerjaan yang ada.
c. Mengukur kuantitas pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan melakukan
pemeriksaan untuk membayar akhir pekerjaan.
d. Memeriksa dan menguji mutu bahan-bahan personil dan alat yang akan digunakan.
e. Menjamin bahwa konstruksi yang sudah selesai telah memenuhi syarat.
f. Memberikan saran-saran mengenai perubahan pekerjaan dan tuntutan (claim).
g. Memberikan rekomendasi atas pengoperasian dan pemeliharaan peralatan yang
digunakan.
h. Peninjauan kembali desain dan melakukan pemeriksaan gambar pelaksanaan.
i. Melaporkan secara berkala tentang kemajuan pekerjaan dan permasalahannya,
mutu pekerjaan serta status keuangan proyek, berikut kondisi lainnya yang dapat
diantisipasi.

IV. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan tersebut adalah berupa laporan RMK
(Rencana Mutu Kontrak) laporan harian, mingguan, dan bulanan dan laporan akhir
pekerjaan.

V. JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal pelaksanaan pekerjaan pengawasan disesuaikan dengan jadwal
berlangsungnya pekerjaan konstruksi selama 180 hari kalender. Pengawasan dimulai
sejak tanggal penandatanganan SPMK oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi
Selatan.

VI. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN


PROFESIONAL STAFF
a. Site Engineer (6 M/M)
Site engineer adalah pemimpin tim konsultan atau leader yang bertanggung jawab
langsung ke direksi dan PA/KPA untuk melaksanakan pengawasan pekerjaan.

4
Site engineer sekurang-kurangnya sarjana teknik sipil/teknik pengairan (S1) dari
perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta.

Site engineer harus memiliki pengalaman sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun


dalam bidang pengawasan pelaksanaan pekerjaan keairan sebanyak 1 (satu) orang
dan memiliki minimal sertifikat SKA Ahli Sumber Daya Air (211) dengan
kompetensi Ahli Muda yang dikeluarkan oleh badan serfikasi.

Tugas-tugas site engineer akan meliputi namun tidak terbatas pada hal-hal
tersebut dibawah ini :

1. Mengawasi dan meneliti ketepatan dari semua pengukuran/rekayasa lapangan


yang dilakukan kontraktor sehingga dapat memudahkan direksi mengambil
keputusan-keputusan yang diperlukan, termasuk untuk pekerjaan pengambilan
kondisi dan pekerjaan minor mendahului pekerjaan utama serta rekayasa
terperinci lainnya.
2. Mengupayakan bahwa kontraktor memahami dokumen kontrak secara benar,
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi serta gambar-gambar dan
kontraktor menetapkan teknik pelaksanaan konstruksi yang tepat/cocok
dengan keadaan lapangan untuk berbagai macam kegiatan.
3. Membuat rekomendasi kepada direksi untuk menerima atau menolak bahan,
alat, tenaga yang akan digunakan.
4. Mencatat kemajuan setiap hari yang dicapai kontraktor pada lembar kemajuan
pekerjaan (progress schedule) yang telah disetujui.
5. Memonitor secara seksama dari semua pekerjaan dan melaporkan segera/tepat
waktu bila kemajuan pekerjaan terlambat sebagaimana yang tercantum pada
spesifikasi umum dan hal itu benar-benar berpengaruh terhadap jadwal
penyelesaian yang direncanakan. Dalam hal demikian, maka site engineer
juga membuat rekomendasi secara tertulis bagaimana caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.
6. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil pengukuran setiap pekerjaan
yang telah selesai .
7. Menjamin bahwa sebelum kontraktor diizinkan utuk melaksanakan pekerjaan
berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang akan tertutup atau
menjadi tidak tampak harus sudah diperiksa/diuji dan sudah memenuhi
persyaratan dalam dokumen kontrak.
8. Memberi rekomendasi kepada direksi menyangkut mutu dan jumlah pekerjaan
yang telah selesai dan memeriksa kebenaran dari setiap sertifikat pembayaran
bulanan kontraktor.

5
9. Bersama-sama kontraktor setiap hari membuat ringkasan/risalah tentang
kegiatan konstruksi, keadaan cuaca, pengadaan material, jumlah dan keadaan
tenaga kerja, peralatan yang digunakan, jumlah pekerjaan yang telah
diselesaikan, pengukuran di lapangan, kejadian-kejadian khusus dan
sebagainya dengan menggunakan formulir laporan standar (laporan harian)
setiap hari setelah selesai kerja
10. Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang benar untuk bahan direksi pada
setiap kali akan memerintahkan perubahan pekerjaan.
11. Mengawasi dan memeriksa pembuatan gambar sebenarnya terbangun/
terpasang (as built drawing) dan mengupayakan agar semua gambar tersebut
dapat diselesaikan sebelum penyerahan pertama pekerjaan (PHO).
12. Memeriksa dengan teliti/seksama setiap gambar-gambar kerja dan
analisa/perhitungan-perhitungan konstruksinya dan kuantitasnya yang dibuat
oleh kontraktor sebelum pelaksanaan.
13. Menyusun dan memelihara arsip korespondensi proyek, laporan harian,
laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar
dan lainnya.
14. Membuat laporan-laporan seperti tersebut pada kerangka acuan kerja,
mengenai fisik dan keuangan proyek yang ada dibawah wewenangnya dan
menyerahkan kepada direksi.

b. Ahli Quality Engineer dan Quantity Engineer (4M/M)


Tugas Quality engineer / quantity engineer adalah untuk mengecek peta/Bench
mark dan elevasi, posisi, lokasi, serta volume pekerjaan pada saat pelaksanaan dan
lain lain.
Mengawasi kualitas hasil pekerjaan kontraktor sesuai dengan ketentuan dalam
dokumen kontrak yang akan diterapkan di lapangan.
Quality engineer / quantity engineer sekurang kurangnya seorang sarjana Teknik
Sipil/ Teknik Pengairan (S1) dari suatu perguruan tinggi negeri/swasta. Quality
engineer / quantity engineer harus memiliki pengalaman SDA sekurang –
kurangnya minimal 3 (tiga) tahun dalam bidang pelaksanaan pekerjaan keairan.
Quality engineer / quantity engineer harus memiliki tenaga keahlian dalam bidang
pengawasan pelaksanaan bangunan keairan sebanyak 1 (Satu) Orang dan memiliki
minimal sertifikat SKA Ahli Sumber Daya Air (211) dengan kompetensi Ahli
Muda yang dikeluarkan oleh badan sertifikat.

Tanggung jawabnya akan mencakup namun tidak terbatas pada apa yang tersebut
di bawah ini :

6
1. Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan nasihat dari site engineer dalam
melaksanakan tugas-tugasnya dan menyesuaikan metode pelaksanaan di
lapangan dengan di laboratorium.

2. Membantu site engineer mengadakan pengawasan akhir secara keseluruhan


dari bagian pekerjaan yang telah diselesaikan yang mutunya memenuhi
syarat.
3. Membantu site engineer mengadakan pengukuran akhir secara keseluruhan
dari bagian pekerjaan yang telah diselesaikan yang mutunya memenuhi
syarat.
4. Berkewajiban memeriksa pekerjaan konstruksi (check list) dan tata cara
pelaksanaan bahan campuran serta memeriksa pencampuran bahan /
material, peralatan dan pembuatan bahan atau campuran pada posisi dan
prosedur yang tepat.
5. Melakukan pengawasan di lapangan secara terus menerus pada semua lokasi
pekerjaan konstruksi yang sedang dilaksanakan, dan memberitahu dengan
segera kepada Site Engineer tentang semua pekerjaan yang tidak
memenuhi/sesuai dokumen kontrak.
6. Semua hasil pengamatan tersebut dilaporkan secara tertulis kepada Site
Engineer pada hari itu juga.
7. Secara terus menerus mengawasi, membuat catatan dan memeriksa semua
hasil pengukuran, perhitungan kuantitas dan sertiflkat pembayaran serta
menjamin bahwa pembayaran terhadap kontraktor sudah benar dan sesuai
dengan ketentuan dalam dokumen kontrak.
8. Bersama-sama kontraktor setiap hari membuat ringkasan/risalah tentang
kegiatan konstruksi, keadaan cuaca, pengadaan material, jumlah dan keadaan
tenaga kerja, peralatan yang digunakan, jumlah pekerjaan yang telah
diselesaikan, pengukuran dilapangan, Kejadian-kejadian khusus dan
sebagainya dengan menggunakan formulir laporan standar (Laporan Harian)
yang harus diserahkan/dikirim kepada Site Engineer dan Satuan Kerja Fisik
tiap hari setelah selesai kerja.
9. Melakukan pengawasan dilapangan secara terus menerus terhadap semua
pekerjaan harian (day work), termasuk membuat catatan mengenai peralatan,
tenaga kerja dan bahan-bahan yang digunakan kontraktor dalam
melaksanakan pekerjaan harian tersebut.
10. Mengevaluasi prosedur kerja yang diajukan oleh Kontraktor dan evaluasi
hasil pekerjaan (performa pekerjaan) dilapangan.

7
TENAGA SUB AHLI/SUB PROFESIONAL STAFF
a. Operator Komputer (6M/M)
1. Operator komputer bertugas membantu menginput data hasil pengawasan ke
komputer.
2. Operator komputer kualifikasi sekurang-kurangnya SLTA atau sederajat
sebanyak 1 (satu) orang. Memiliki kemampuan komputerisasi, MS Word, MS
Excel, Auto Cad, Map Info dan lain-lain yang berpengalaman dalam gambar
konstruksi pada bidang pekerjaan sejenis / serupa.

b. Pengawas (2M/M)
Pengawas diperlukan untuk membantu Site engineer agar pelaksanaan
pengawasan dapat berjalan sesuai rencana. Pengawas berkewajiban memeriksa
pekerjaan konstruksi (check list) dan tata cara pelaksanaan bahan campuran serta
memeriksa pencampuran bahan / material, peralatan dan pembuatan bahan atau
campuran pada posisi dan prosedur yang tepat. Pengawas memeriksa laporan
kemajuan mingguan dan bulanan yang diusulkan (Back up Data).
Pengawas memiliki kualifikasi sekurang-kurangnya sarjana muda (D3) teknik
sipil sebanyak 1 (satu) orang dan memiliki minimal sertifikat SKT Pengawas
Saluran Irigasi (TS038) yang dikeluarkan oleh badan sertifikasi.

c. Tenaga Pengukuran (Surveyor) (6M/M)


Tenaga Pengukuran diperlukan untuk membantu Quality engineer mengecek peta
/ Bench Mark dan elevasi, posisi, lokasi, serta volume pekerjaan pada saat
pelaksanaan dan lain-lain.
Tenaga pengukuran memiliki kualifikasi sekurang-kurangnya sarjana muda (D3)
teknik sipil sebanyak 1 (satu) orang dan memiliki sertifikat SKT Juru Ukur
(TS004).

VII. LAPORAN
SISTEM PELAPORAN
Konsultan pengawasan/supervisi wajib membuat dan menyampaikanlaporan RMK
(Rencana Mutu Kontrak) laporan harian, mingguan,bulanan dan laporan akhir
pekerjaan. Setiap isi laporan harus jelas dan dapat dibaca serta disusun dalam bahasa
Indonesia dengan tata bahasa yang baik dan benar.

7.1 Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK)


Konsultan diwajibkan untuk menerapkan jaminan Mutu (Quality Assurance)
sesuai edaran Bidang Ditjen SDA Departemen PU dengan uraian sebagai
berikut:

8
a. RMK ini harus diselesaikan sebelum pekerjaan dilaksanakan,
b. RMK ini harus diklariflkasi oleh Team Jaminnan Mutu Dinas Pekerjaan
Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan,
c. Buku Laporan RMK disetor sebanyak 5 (lima) rangkap setelah mengalami
perbaikan dari Tim Jaminan Mutu.

7.2. Laporan Harian, Mingguan, dan Bulanan


Pada setiap akhir bulan kalender kecuali pada saat harus membuat laporan
kemajuan triwulan, konsultan harus membuat kemajuan laporan harian,
mingguan, dan bulanan masing-masing sebanyak 5 (lima) rangkap / buku.

Laporan ini merupakan laporan singkat mengenai kemajuan kegiatan


Kontraktor, keadaan cuaca, juga permasalahan yang dialami oleh
kontraktor/konsultan bila ada (menyangkut administrasi, teknik atau keuangan)
dan memberikan rekomendasi atau saran-saran bagaimana
menanggulangi/menyelesaikan permasalahan tersebut.

Jadwal pengiriman laporan diatur sebagai berikut :


a. Ringkasan kemajuan bulanan (progress summary) paling lambat setiap
tanggal 1 (satu) pada bulan berikutnya.
b. Buku Laporan kemajuan bulanan paling lambat setiap tanggal 5 pada bulan
berikutnya.

7.3. Laporan Akhir


Laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) rangkap/buku, laporan ini memuat
kegiatan :
1. Laporan Pengawasan Konstruksi Peningkatan D.I Waru – Waru Kab. Bone
2. Isi laporan ini berupa kesimpulan kegiatan konstruksi dari awal hingga
akhiryang disertai dengan rekapitulasi dari semua hasil pengukuran
lapanganpekerjaan tersebut di atas.
Laporan ini disertakan setelah Pekerjaan Konstruksi tersebut diatas selesai
dilaksanakan.

Semua laporan kegiatan (Laporan Rencana Mutu Kontrak, Laporan Harian,


Mingguan dan Bulanan, serta Laporan Akhir) tersebut, dibuat dalam bentuk PDF dan
dimasukkan ke dalam Hardisk (Soft Copy).

9
VIII. BIAYA
Biaya pengawasan harus dirinci berdasarkan komponen dari uraian pembiayaan dari
kelompok biaya langsung personil (BLP) dan biaya langsung non-personil (BLnP).
Termasuk dalam BLP adalah honor/upah tenaga ahli, tenaga professional dan tenaga
pendukung sedangkan BLnP mencakup upah tenaga harian, uang harian (misalnya
untuk pelaksanaan survey,monitoring dan evaluasi), sewa peralatan dan kantor,
pembuatan laporan dan akomodasi.Pada masing-masing kelompok pembiayaan (BLP
dan BLnP) diuraikan secara rinci dan jelas (dalam bentuk tabel), khususnya nama
(untuk setiap personil, lengkapdengan titelnya), posisi pada tim pengawas, jumlah
orang dan waktu (misalnya dinyatakan dalam Mm-man months atau MD-man days),
billing rate atau harga satuan dan jumlah biaya.

IX. LINGKUP PELAYANAN (SCOPE OF SERVICE)

Lingkup pelayanan (scope of service) untuk pelaksanaan pekerjaan konsultan adalah


Kualifikasi Jasa Konsultan dengan SBU dan IUJK Sub Bidang : Jasa Pengawas
Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Air (RE 203). Selain itu memiliki SITU, SIUP,
dan TDP yang masih berlaku serta NPWP perusahaan dan SPT Pajak Tahun Terakhir
yang telah dilunasi. Dengan disampaikannya Kerangka Acuan Kerja ini, agar tim
pengawasan/supervisi pekerjaan dapat memahami yang selanjutnya
menginterpretasikan dan mendefinisikan tugas yang diberikan secara benar, sehingga
dapat menghasilkan suatu hasil pengawasan pekerjaan yang sesuai. Demikian
Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai bahan acuan bagi Konsultan
pengawasan/supervisi untuk melaksanakan kegiatan, dan dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Makassar, April 2020

Mengetahui : Dibuat oleh :


Kepala Dinas Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Bidang Sumber Daya Air,

Ir. Abdullah Abid, MT.


NIP. 19630606 199803 1 004
Prof. Dr. Ir. H. Rudy Djamaluddin, M.Eng
NIP. 19701108 199412 1 001

10
11