Anda di halaman 1dari 12

VITAMIN LARUT LEMAK

Vitamin merupakan senyawa yang diperlukan untuk kehidupan yang tidak dapat dibentuk
sendiri oleh organisme hewan walaupun diperlukan dalam jumlah kecil untuk metabolisme.
Kebanyakan vitamin adalah prekursor koenzim dan pada beberapa hal juga prekursor pembawa
sinyal. Kebutuhan akan vitamin tergantung dari jenisnya dan dipengaruhi oleh usia, jenis
kelamin dan keadaan fisiologis seperti kehamilan, menyusui, kerja berat tubuh dan cara
konsumsi makanan.
Vitamin larut lemak adalah A, D, E dan K. Vitamin larut dalam lipid (larut lemak)
merupakan molekul hidrofobik apolar, secara kimia vitamin – vitamin tersebut termasuk
kedalam kelompok isoprenoid. Molekul ini tidak dapat disintesis oleh tubuh dalam jumlah yang
memadai sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin larut lemak dapat diserap dengan
efisien kalau terdapat penyerapan lemak yang normal. Begitu diserap, molekul vitamin tersebut
harus diangkut di dalam darah seperti halnya lipid apolar yang lain yaitu dalam lipoprotein, atau
terikat dengan protein pengikat yang spesifik. Vitamin larut lemak mempunyai berbagai fungsi,
misalnya vitamin A untuk penglihatan, vitamin D berperan pada metabolisme kalsium dan fosfat,
vitamin E sebagai antioksidan dan vitamin K berperan dalam pembekuan darah.
1. Vitamin A
Vitamin A atau retinol merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin
sikloeksamin. Retinol adalah substansi induk dari retinoid yang terdapat pada retinal dan asam
retinoat. Substansi ini biasa dibentuk melalui pemecahan provitamin A (β-karoten). Retinoid
terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan. Di dalam sayuran, vitamin A terdapat sebagai
provitamin dalam bentuk pigmen b-karoten berwarna kuning yang terdiri atas dua molekul
retinal yang dihubungkan pada ujung aldehid rantai karbonnya. Namun demikian, karena b-
karoten tidak dimetabolisasi secara efisien menjadi vitamin A, maka efektifitas b-karoten sebagai
sumber vitamin A hanya seperenam aktivitas retinal berdasarkan berat. Senyawa mirip b-karoten
dikenal sebagai karotenoid. β-karoten merupakan antioksidan dan mungkin mempunyai peranan
dalam menangkap radikal bebas peroksi di dalam jaringan dengan tekanan parsial oksigen yang
rendah. Kemampuan b-karoten untuk bertindak sebagai antioksidan bisebabkan oleh stabilisasi
radikal bebas peroksida dalam struktur alkilnya yang terkonjugasi.
2. Vitamin D
Vitamin D merupakan prehormon steroid. Vitamin D atau kalsiol. Kalsiol diubah dalam
hati dan ginjal melalui hidroksilasi menjadi hormon kalsitriol (1a,25-dihidroksi-vitamin D).
kalsitriol bersama – sama dengan dua hormon lain (paratirin dan kalsitonin) mengatur
metabolisme kalsium.
Vitamin D dihasilkan dari provitamin dehidrokolesterol dengan bantuan cahaya matahari.
Sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya matahari akan memutuskan cincin B pada ergosterol
yang terdapat di dalam tanaman dan 7-dehidroksikolesterol yang terdapat dalam tubuh hewan
membentuk vitamin D. Ergokalsiferol = vitamin D2 : dapat dibuat secara komersial dari tanaman
dari cara ini, sedangkan di dalam tubuh hewan akan terbentuk kolekalsiferol = vitamin D 3 dari 7-
dehidrokolesterol pada kulit yang terpapar cahaya vitamin D2 maupun D3 mempunyai potensi
yang sama. Vitamin D3 yang terbentuk dari 7-dehidrokolesterol oleh kerja cahaya matahari dan
vitamin D3 (atau D2) yang berasal dari makanan, setelah diabsorpsi oleh misel dalam usus dan
diikuti dengan transportasi dalam sistem limfatik akan beredar di dalam sirkulasi darah dalam
keadaan terikat pada sebuah molekul globulin yang khusus yaitu protein pengikat vitamin D.
3. Vitamin E
Vitamin ini terdiri atas tokoferol dan senyawa sejenis yang semuanya mengandung cincin
kroman. Senyawa – senyawa ini hanya terdapat pada tumbuh – tumbuhan terutama dalam
kecambah gandum, membentuk suatu pelindung oksidasi yang efektif untuk lemak jenuh. Oleh
karena itu vitamin E merupakan baris pertama pertahanan teradap proses peroksidasi asam lemak
tak jenuh ganda yang terdapat dalam fosfolipid membran seluler dan subseluler. Tokoferol terdiri
atas struktur cincin 6-kromanol dengan rantai samping jenuh panjang 16 karbon fitol. Perbedaan
antar jenis tokoferol terletak pada jumlah dan posisi gugus metil pada struktur cincin.
Terdapat empat jenis tokoferol yang penting dalam makanan yaitu : alfa-, beta-, gama- dan
delta- tokoferol dan tokotreinol. Karakteristik utamanya adalah bertindak sebagai antioksidan
dengan memutuskan berbagai reaksi rantai radikal bebas sebagai akibat dari kemampuannya
untuk memindahkan hydrogen fenolat kepada radikal bebas peroksil dari asam lemak tak jenuh
ganda yang telah mengalami peroksidasi.
Membrane sel terutama terdiri atas asam lemak jenuh ganda yang sangat mudah dioksidasi
oleh radikal bebas. Proses peroksidasi lipida ini dapat menyebabkan kerusakan struktur dan
fungsi membrane sel. Reaksi ini dipercepat oleh adanya tembaga dan besi dan dapat dicegah bila
semua radikal bebas dapat dipunahkan oleh adanya antioksidan.
Peranan biologic vitamin E adalah memutuskan rantai proses peroksidasi lipida dengan
menyumbangkan satu atom hydrogen dari gugus OH pada cincinnya ke radikal bebas sehingga
terbentuk radikal vitamin E yang stabil dan tidak merusak. Kerusakan struktur dan fungsi sel
sebagai akibat peroksidasi lipida dikaitkan dengan kemungkinan hubungannya dengan proses
menua, pengaruh racun lingkungan (polutan) dan pemicu terbentuknya karsinogen yang lain.
4. Vitamin K
Vitamin K terdapat di alam dalam dua bentuk, keduanya terdiri atas cincin 2-
metilnaftakinon dengan rantai samping pada posisi tiga. Vitamin K (filokinon) mempunyai rantai
samping fitil dan hanya terdapat di dalam tumbuh – tumbuhan berwarna hijau. Vitamin K
(menakinon) merupakan sekumpulan ikatan yang rantai sampingnya terdiri atas beberapa satuan
isoprene (berjumlah 1-14 unit). Menakinon disintesis oleh bakteri di dalam saluran cerna.
Menadion (vitamin K3) adalah bentuk vitamin K sintetik. Menadion terdiri atas cincin naftakinon
tanpa rantai samping, oleh karena itu mempunyai sifat larut air. Menadion baru aktif secara
biologic setelah mengalami alkilasi di dalam tubuh.
Vitamin K merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa
asam glutamat menjadi gama-karboksiglutamat. Protein – protein ini dinamakan gla protein.
Enzim karboksilase yang menggunakan vitamin K sebagai kofaktor didapat di dalam membran
hati dan tulang. Gla protein dengan mudah dapat mengikat ion kalsium. Kemampuan inilah yang
merupakan aktifitas biologi vitamin K. Pada proses pembekuan darah, gama-karboksilasi terjadi
di dalam hati pada residu asam glutamate yang terdapat pada pada berbagai faktor pembekuan
darah, seperti faktor II (protombin), VII, VIII, IX dan X. Kemampuan gla protein untuk
mengikat kalsium merupakan langkah esensial dalam pembekuan darah. Gla protein juga
ditemukan di dalam jaringan tubuh lain seperti ginjal, pangkreas, limpa, paru – paru dan endapan
aterosklerotik.

SOAL
1. Sebutkan macam – macam vitamin yang larut dalam lemak dan fungsinya dalam tubuh !
Jawab : vitamin A untuk penglihatan, vitamin D berperan pada metabolisme kalsium dan fosfat,
vitamin E sebagai antioksidan dan vitamin K berperan dalam pembekuan darah.
2. Mengapa vitamin A dalam makanan dapat bertindak sebagai antioksidan ?
Jawab : karena vitamin A mengandung β-karoten yang merupakan antioksidan dan mempunyai
peranan dalam menangkap radikal bebas peroksi di dalam jaringan dengan tekanan
parsial oksigen yang rendah. Kemampuan b-karoten untuk bertindak sebagai
antioksidan disebabkan oleh stabilisasi radikal bebas peroksida dalam struktur alkilnya
yang terkonjugasi.
3. Jelaskan peranan vitamin E dalam tubuh !
Jawab : memutuskan rantai proses peroksidasi lipida sehingga terbentuk radikal vitamin E yang
stabil dan tidak merusak. Kerusakan struktur dan fungsi sel berkaitan dengan proses
penuaan, pengaruh racun lingkungan (polutan) dan pemicu terbentuknya karsinogen
yang lain.
4. Bagaimana proses terbentuknya vitamin D ?
Jawab :Vitamin D dihasilkan dari provitamin dehidrokolesterol dengan bantuan cahaya matahari.
Sinar ultraviolet yang berasal dari cahaya matahari akan memutuskan cincin B pada
ergosterol yang terdapat di dalam tanaman dan 7-dehidroksikolesterol yang terdapat
dalam tubuh hewan.
5. Jelaskan aktifitas biologic vitamin K ?
Jawab : Vitamin K merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein
berupa asam glutamat menjadi gama-karboksiglutamat. Protein – protein ini dinamakan
gla protein. Enzim karboksilase yang menggunakan vitamin K sebagai kofaktor didapat
di dalam membran hati dan tulang. Gla protein dengan mudah dapat mengikat ion
kalsium. Kemampuan inilah yang merupakan aktifitas biologi vitamin K.
MAKROMINERAL

Makromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup
besar. Yang termasuk di dalam kelas makromineral adalah kalsium, fosfor, magnesium, besi,
iodium, kalium, sulfur, natrium, dan klorin.
1. Kalsium
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira
99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat
pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan
kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya. Untuk
memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang.
Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan
mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh.
Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.
Kalsium tidak hanya dari susu saja, tapi juga sayuran hijau seperti bayam, brokoli dan sawi,
ikan teri kering, udang kering, tahu, kacang-kacangan, salmon, sardine merupakan makanan
yang mengandung kalsium yang berguna bagi tubuh.
Kalsium dalam tubuh manusia memiliki beberapa fungsi yaitu:
o   Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang sehat
o   Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka
o   Menghantar signal ke dalam sel – sel saraf
o   Mengatur kontraksi otot
o   Membantu transport ion melalui membran
o   Sebagai komponen penting dalam produksi hormone dan enzim yang mengatur proses
pencernaan, energy, dan metabolism lemak.
Penyerapan dan Pembuangan :
Kemampuan absorpsi (penyerapan) kalsium lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan
menurun pada proses menua. Absorpsi pada laki-laki lebih tinggai daripada perempuan pada
semua golongan usia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi absorbsi kalsium, di
antaranya kelarutan kalsium dalam air dan jenis makanan yang dimakan bersama dengan
kalsium. Makanan tertentu menyebabkan pengendapan kalsium sehingga kalsium menjadi sulit
diabsorpsi. Kalsium yang tidak diabsorpsi akan dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran ini melalui
lapisan kulit, kuku, rambut, keringat, urine dan feses.

2. Fosfor
Fosfor menempati kadar nomor 2 dalam tubuh setelah kalsium yaitu 22% dari seluruh
mineral yang ada. Kurang lebih 80% berada dalam bentuk kalsium fosfat kristal yang tidak larut
yang memberikan kekuatan dalam gigi. Adapun sisanya (20%) didistribusi dalam tiap sel dan
dalam cairan di luar sel bersama dengan karbohidrat, lipid, protein, serta senyawa lainnya.
Senyawa seperti ATP dan keratin fosfat, koenzim dari golongan vitamin B, protein konjugasi,
fosfolipid, merupakan contoh senyawa fosfat yang penting dalam tubuh. 70% dari fosfor yang
berada dalam makanan dapat diserap oleh tubuh. Penyerapan akan lebih baik bila fosfor dan
kalsium dimakan dalam jumlah yang sama. Penyerapan fosfor dibantu oleh vitamin D dan
diekskresi melalui urine. Kekurangan fosfor mengakibatkan demineralisasi tulang dan terjadi
pertumbuhan yang kurang baik. Makanan sumber fosfor fosfor antara lain: susu, keju, daging,
kacang-kacangan, dan padi-padian.
Untuk memegang peran utama dalam membina struktur dan fisiologi tubuh makhluk. ATP,
asam nukleat, membran, protein, dan berbagai enzim mengandung fosfor dalam bentuk ikatan
fosfat. Kebihan fosfor sebagian besar dibuang lewat kemih, sebagian kecil lewat tinja. Fosfor
juga bertindak sebagai dapur dalam darah dan cairan tubuh. Unsur ini juga perlu memelihara
kelancaran fungsi ginjal menyaring ampas metabolisme untuk jadi kemih. Enzim fosfatase juga
penting digetah kelenjar prostat ke dalam air mani. Pada darah pasien kanker prostat kadar enzim
ini tinggi, karena itu dapat dipakai sebagai diagnosa apakah prostat seorang pria sudah
mengangker atau belum.

3. Besi
Banyak terdapat dalam hati, telur, ikan, lokan, kacang-kacangan, sayur, dan sereal. Dalam
lambung bereaksi dengan asam lambung HCL membentuk FeCL2. Sekitar 60% Fe yang
diabsorpsi usus dipakai untuk membuat hemoglobin (Hb), 20% lainnya untuk membuat
mioglobin otot, dan dalam enzim pernapasan, dan 20% lagi disalurkan kedalam hati, limpa, dan
sumsum tulang. Dalam sumsum disimpan sebagai ferretin dan hemosiderin. Fe yang keluar dari
penghancuran eritrosit tidak dibuang, tetapi disimpan berupa ferritin dan hemosiderin juga, lalu
dipakai lagi ntuk membuat Hb baru. Sel mukosa usus mengandung apoferritin, lalu bergabung
dengan Fe yang kemudian diabsorpsi menjadi ferritin. Masuk ke dalam darah Fe gabung dengan
protein darah globulin membentuk transferrin. Yang di absorpsi dari usus sedikit saja, sebagian
besar Fe dalam makanan keluar tubuh lagi. Jadi secara biasa sesungguhnya tubuh tidak
kekurangan unsur ini. Wanita yang sedang haid, banyak Fe keluar tubuh, karena itu ia perlu
cukup makanan yang mengandung unsur ini. Makanan sehari-hari yang bervariasi sudah cukup
memelihara kesehatan tubuh. Jika defisiensi terjadi anemia atau kurang darah (maksudnya
eritrosit). Suplemen unsur ini ialah berupa Fe-sulfat. Sehari-hari unsur ini jika kelebihan keluar
lewat tinja, keringat, dan bulu atau rambut yang gugur.
Bahan makanan yang mengandung sumber garam besi yang baik ialah : hati, daging, sayuran
daun hijau, padi-padian yang masih utuh, buah – buah kering, kacang polong, dan gula air
(molasses).
Fungsi besi yaitu :
o Membuat hemoglobin
o Memelihara kesehatan darah
o Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stress dan penyakit
o Memelihara kesehatan pernafasan.

4. Iodium
Penting untuk membuat hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok. Sumber
terutama ikan laut, kerang, dan agar. Anak, ibu hamil dan sedang menyusukan perlu lebih
banyak unsur ini dari pada orang dewasa biasa. Rakyat kita kini diharuskan pemerintah dipasok
oleh unsur lewat garam dapur.
Jika defisiensi timbul penyakit gondok dan pertumbuhan anak terhambat atau terganggu.
Iodium merupakan salah satu unsur mineral makro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh walaupun
dalam jumlah yang relative kecil. Garam iodium membantu pertumbuhan dan fungsi kelenjar
tiroid dan merupakan bagian integral daripada tiroks, yaitu hormon yang dihasilkan kelenjar
tiroid. Diperkirakan bahwa didalam tubuh orang dewasa terdapat 25 mg iodium. Unsur ini juga
mengatur proses produksi tenaga, melancarkan pertumbuhan, merangsang kecepatan
metabolisme dan menolong tubuh membakar kelebihan zat lemak.
Iodium dapat diperoleh dari berbagai jenis pangan dan kandungannya berbeda-beda
tergantung asal jenis pangan tersebut dihasilkan. Kandungan iodium pada buah dan sayur
tergantung pada jenis tanah. Pangan asal laut merupakan sumber iodium alamiah. Tumbuhan dan
binatang laut menyerap iodium dari laut sehingga tumbuhan dan binatang laut itu menjadi
sumber iodium yang sangat baik untuk mencukupi kebutuhan tubuh manusia.
Iodium diserap melalui saluran pencernaan dan dihantarkan ke kelenjar tiroid melalui saluran
darah. Di situ iodium itu dioksidasi dan dijadikan menjadi bagian daripada hormon tiroksin.
Kira-kira 30 % dari iodium dalam darah diserap oleh kelenjar tiroid dan selebihnya diserap oleh
ginjal kemudian dibuang dengan urin. Menurut lembaga Nasional Research Council 1 mcg
iodium untuk 1 Kg berat badan dianggap mencukupi kebutuhan orang dewasa akan iodium.
Kekurangan iodium menimbulkan penyakit goiter (gondok membesar) dan hiportirodism
(produksi hormon tiroksin rendah). Kekurangan iodium dapat juga menyebabkan pengerasan
pembuluh darah, obesitas , gangguan metabolisme, gangguan kepekaan mental, rambut kering,
gelisah, dan lekas marah.
Pengobatan dengan iodium ternyata berhasil mencegah penyakit gondok. Iodium mencegah
gangguan metabolisme lemak yang menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Pengobatan
dengan iodium menolong anak-anak penderita penyakit cretinism, namun pengobatan harus
dilakukan segera setelah bayi itu lahir.

5. Magnesium
Magnesium adalah suatu mineral penting yang membantu proses dan fungsi tubuh. Tidak
hanya penting untuk produksi energi dan pembentukan protein tetapi juga membantu menjaga
tulang kuat dan jantung sehat. Magnesium juga bekerja dengan kalsium dan kalium untuk
melancarkan sarat - saraf dan memudahkan kontraksi otot. Magnesium sebagian besar
terkandung dalam tulang. Juga berperan untuk kelancaran pekerjaan berbagai enzim. Banyak
terdapat dalam makanan berupa sayur dan buah. Jika sumber dari hewan, banyak terdapat dalam
susu, ikan, dan daging. Sumber Magnesium: dapat ditemukan dalam daging merah, tahu, bayam,
dan kacang. Kacang-kacangan, biji-bijian dan roti gandum juga merupakan sumber magnesium
yang baik.
Kekurangan magnesium: dapat disebabkan karena muntah yang berlebihan, penyakit ginjal,
pengobatan diuretic, penyalahgunaan alkohol, dan hal lain yang menghalangi penyerapan nutrisi.
Kekurangan magnesium dalam tubuh akan menyebabkan tingkat kalsium rendah, dan dengan
cepat mengakibatkan suatu efek kurang baik pada sistem peredaran dan produksi sel darah.
Kekurangan magnesium dapat menjadi hal yang sangat serius, terutama sekali jika tidak
ditangani. Gejala lemah, hilangnya selera makan dan suara lemah dapat mendorong ke arah
anemia, permasalahan jantung, gangguan hebat dan bahkan kematian.

6. Klorin
Klorin (bahasa Yunani Chloros, bermaksud "hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan nomor
atom 17 dan simbol Cl. Sebagai gas klorin, ia berwarna kuning kehijauan, beratnya dua setengah
kali ganda, baunya sangat menyesakkan dan sangat beracun. Mineral klorin terdapat dalam tubuh
dalam bentuk senyawa dengan natrium dan kalium. Fungsi klorin antara lain:
Ø  Mengatur keseimbangan asam basa di dalam plasma
Ø  Merangsang produksi asam lambung yang diperlukan untuk mencerna protein dan makanan
berserat
Ø  Merangsang hati berfungsi lebih baik sebagai alat penyaring
Ø  Menolong membersihkan zat-zat beracun dari dalam tubuh
Ø  Memelihara kesehatan sendi dan menolong mengatur distribusi hormone
Sumber yang paling utama dari klorin adalah garam dapur. Sebagian diperoleh dari ganggang
laut dan semua bahan makanan karena hampir semua bahan makanan mengandung sedikit
banyak klorin. Penyerapan dan penyimpanan klorin diserap oleh usus dan dibuang melalui urin
dan keringat. Tidak ada ukuran kecukupan yang ditetapkan untuk klorin. Karena umumnya
seseorang mengkonsumsi cukup banyak garam, diantara 3 sampai 9 gram sehari, sehingga kasus
kekurangan klorin hampir tidak di temukan. Gejala kekurangan dan kelebihan klorin
menyebabkan rambut gugur, gigi ompong, kontraksi otot terganggu, dan pencernaan terganggu.
Jika melebihi ambang batas yang di terima oleh tubuh dapat menyebabkan kanker tulang dan
kerusakan ginjal.

7. Kalium
       Kalium adalah mineral yang dapat ditemukan pada mayoritas makanan. sumber kalium yang
baik antara lain buah-buahan (seperti pisang), sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, susu,
ikan, kerang-kerangan, daging sapi, ayam, kalkun dan roti. Kita seharusnya sudah mendapatkan
seluruh kebutuhan Kalium dari makanan sehari-hari. kebutuhan kalium orang dewasa adalah
3500 mg per hari. Kalium memiliki beberapa peran penting, diantaranya mengendalikan
keseimbangan cairan tubuh dan juga menurunkan tekanan darah. Konsumsi terlalu banyak
Kalium dapat menyebabkan nyeri lambung, mual dan diare.

8. Sulfur (belerang)
Sulfur atau belerang adalah mineral yang ditemukan secara alamiah dalam berbagai bentuk
di dalam makanan. Belerang juga digunakan dalam bentuk sulfat dan sulfit sebagai zat aditif
dalam makanan olahan. Kita dapat mencukupi kebutuhan belerang dari makanan sehari-hari
seperti telur, daging, ikan, susu dan keju merupakan sumber belerang yang baik.
Belerang berperan dalam beberapa proses tubuh yang berbeda, diantaranya membantu
penyusunan jaringan misalnya kartilago, memelihara kesehatan kulit, kuku dan rambut. Kita
sudah dapat mencukupi kebutuhan belerang dari makanan yang bervariasi dan seimbang.
Belerang juga penting dalam pengobatan arthritis, kudis, dermatitis, eksim, dan penyakit kurap.
Bilamana  konsumsi belerang setiap hari cukup maka kebutuhan belerang juga dianggap cukup
sehingga tidak ditentukan ukuran kecukupan untuk belerang. kebanyakan belerang dapat
menyebabkan keracunan.

9. Natrium
Natrium klorida umumnya disebut sebagai garam. Garam ditemukan secara alamiah dalam
jumlah kecil pada semua makanan, tetapi dalam jumlah besar ditambahkan pada makanan olahan
seperti daging, sereal sarapan, keju, roti, serta berbagai  macam snack. Nilai normal dalam tubuh
136-145 mEq/L darah. Fungsi natrium yaitu :
Ø  Mengatur keseimbangan asam- basa darah
Ø  Mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh
Ø  Mengatur kontraksi otot-otot
Ø  Merangsang fungsi saraf
Ø  Mengatur agar garam-garam mineral lain larut dalam darah supaya jangan mengendap pada
dinding pembuluh
Selain itu,natrium bekerja sama dengan chlorine untuk :
 Mengatur kesehatan sel-sel dan cairan darah
 Membuang karbondioksida dari dalam tubuh,menolong dalam pencernaan
 Mengatur produksi asam lambung untuk pencernaan
Kelebihan natrium mengakibatkan :
 Meningkatkan pembuangan kalium melalui urin.Keadaan itu mengakibatkan
pembuangan zat cair dalam tubuh dan penderita mengalami pusing dan bengkak di
wajah dan hati
 Menimbulkan penyakit hipertensi.
 Suplemen natrium dapat meningkatkan tekanan darah atau menyebabkan retensi cairan
dan udem paru-paru pada mereka yang berisiko.
 Hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi), tubuh mengandung terlalu sedikit air
dibandingkan dengan jumlah natrium. Konsentrasi natrium darah biasanya meningkat
secara tidak normal jika kehilangan cairan melampaui kehilangan natrium, yang biasanya
terjadi jika minum terlalu sedikit air. Konsentrasi natrium darah yang tinggi secara tidak
langsung menunjukkan bahwa seseorang tidak merasakan haus meskipun seharusnya dia
haus, atau dia haus tetapi tidak dapat memperoleh air yang cukup untuk minum.
Hipernatremia paling sering terjadi pada usia lanjut. Hipernatremia yang berat dapat
menyebabkan: kebingungan, kejang otot, kejang seluruh tubuh, koma, kematian.
Sangat jarang ditemukan kasus kekurangan karena hampir semua bahan makanan mengandung
natrium. Defisiensi natrium dapat mengakibatkan berat badan turun,muntah-muntah dan otot-
otot menyusut. 
SOAL
1. Apakah yang dimaksud dengan makromineral dan sebutkan macam - macamnya ?
Jawab : Makromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup
besar yaitu kalsium, fosfor, magnesium, besi, iodium, kalium, sulfur, natrium, dan
klorin.
2. Mengapa kekurangan kalsium dapat menyebabkan terjadinya pengeroposan tulang ?
Jawab : karena untuk memenuhi 1% kebutuhan kalsium, tubuh mengambilnya dari makanan
yang dimakan. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka
tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai
cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan
mengalami pengeroposan tulang.
3. Sebutkan fungsi zat besi !
Jawab : Fungsi besi yaitu membuat hemoglobin, memelihara kesehatan darah, meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap stress dan penyakit, memelihara kesehatan pernafasan.
4. Sebutkan fungsi klorin dalam tubuh !
Jawab : Mengatur keseimbangan asam basa di dalam plasma, merangsang produksi asam
lambung yang diperlukan untuk mencerna protein dan makanan berserat, merangsang
hati berfungsi lebih baik sebagai alat penyaring, menolong membersihkan zat-zat
beracun dari dalam tubuh, memelihara kesehatan sendi dan menolong mengatur
distribusi hormone.
5. Jelaskan akibat kelebihan mengkonsumsi natrium !
Jawab : akan menyebabkan hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi), Konsentrasi
natrium darah biasanya meningkat secara tidak normal jika kehilangan cairan
melampaui kehilangan natrium, yang biasanya terjadi jika minum terlalu sedikit air.
Konsentrasi natrium darah yang tinggi secara tidak langsung menunjukkan bahwa
seseorang tidak merasakan haus meskipun seharusnya dia haus, atau dia haus tetapi
tidak dapat memperoleh air yang cukup untuk minum.

DAFTAR PUSTAKA
Iwari, Retno Sri dan Ari Yuniastuti. 2006. Biokimia. Graha Ilmu. Yogyakarta.