Anda di halaman 1dari 14

EFEKTIVITAS SERBUK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L) SEBAGAI

ALTERNATIF OBAT KANKER NON KIMIA

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar


Sarjana Sains pada Fakultas sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Oleh:

ANDI SAHRATUL MUNAWAR


NIM: 60400117026

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal

yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal dapat merusak
sel normal disekitarnya dan dibagian tubuh yang lain. Kanker merupakan

penyebab kematian kedua terbanyak diseluruh dunia. Upaya pengobatan kanker


dapat menggunakan obat kimia yaitu kemotrapi pada umumnya belum mampu

memberikan hasil yang memuaskan, apabila mengkomsumsi obat-obat kimia


secara terus menerus dan lama akan menimbulkan efek samping yang berbahaya

bagi tubuh. Sehingga cara pengobatan alternatife untuk pengobatan kanker dapat

digunakan menggunakan obat tradisional. Adapun tindakan pencegahan dapat

dilakukan dengan menjalani pola hidup yang sehat yaitu dengan mengkomsumsi

makanan bergizi, rajin berolahraga, tidak merokok dan tidak mengkomsumsi

alcohol ataupun narkoba.

Pemanfaatan tumbuhan yang bersifat alami saat ini mulai berkembang


pesat hal ini disebabkan karena terapi kanker dengan kemotrapi menggunakan

biaya yang sangat mahal serta efek samping dari obat yang dikomsumsi secara

terus-menerus. Salah satu tanaman iklim tropis yang terdapat di Indonesia adalah
pepaya dengan bahasa latin (Carica Papaya L). sangat banyak manfaat tumbuhan
pepaya yang dapat diperoleh baik pada buah, biji, daun maupun biji pepaya.

Menurut penelitian Nur Aini, dkk (2013), daun pepaya digunakan sebagai

alternative terapi untuk penderita kanker. Berdasarkan penelitian yang dilakukan


oleh Warisno (2013), biji pepaya mengandung senyawa yaitu Flavonoid,
Terpenoid, Alkaloid, golongan fenol dan saponin. Kandungan biji pepaya pada

penelitian secara in vivo menunjukkan aktivitas sebagai antikanker dketahui


mengandung Benzyl-Isothiocyanat. Penelitian yang dilakukan oleh Chung Shi
menunjukkan bahwa kandungan Benzyl-Isothiocyanat pada biji pepaya sangat
tinggi dibandingan dengan daging buah pepaya yang dipengaruhi oleh tingkat

kematangannya.
Berdasarkan hal tersebut, maka biji pepaya dapat dipergunakan sebagai

alternative pengobatan secara alami selain dari obat kimia untuk penanganan sel
kanker.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana efektivitas serbuk

biji pepaya (Carica Papaya L) sebagai alternative obat kanker non kimia?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serbuk biji

pepaya (Carica Papaya L) sebagai alternative obat kanker non kimia.

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Memberikan informasi tentang kandungan yang ada pada biji pepaya.

b. Memberikan informasi tentang manfaat biji pepaya dalam pencegahan

kanker yang besifat alami.


c. Meningkatkan pemanfaatan biji pepaya sebagai obat untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pohon Pepaya

Gambar 2.1 Pohon Pepaya


Sumber: https://pixabay.com/id/photos/papaya-pohon-pepaya-buah-pepaya-
4274265/
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman buah berupa herba dari

family Caricaceae. Di Indoensia nama yang paling dikenal adalah pepaya, namun

disetiap daerah mempunyai sebutan berbeda-beda. Di Jawa disebut dengan istilah

kates atau gandul untuk daerah Jawa Barat dan Lampung menyebutnya gedang.
Pepaya merupakan tanaman asli Amerika tropis yang berasal dari persilangan

alami Carica peltata Hook. & Arn. dan sekarang tersebar luas di seluruh daerah

tropik dan subtropik di seluruh dunia. Indonesia yang merupakan salah satu
daerah tropika, hampir di seluruh daerahnya terdapat tanaman pepaya. Buah
pepaya banyak disukai oleh masyarakat karena memiliki rasa yang manis dan

mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Buah pepaya mengandung 10% gula,

vitamin A dan vitamin C. kandungan gula utamanya adalah sukrosa 48.3%,


glukosa 29.8% dan fruktosa 21.9%. Perkiraan kandungan vitamin A 450 mg dan

vitamin C 74 mg dari 100 g bagian yang dapat dimakan (Shalati, dkk. 2018).
Menurut Yuktiana (2017), klasifikasi tanaman pepaya yaitu sebagai
berikut:
Tabel 2.1 Klasifikasi Tanaman Pepaya

Kingdom Plantae

Subkingdom Tracheobionta

Superdivisio Spermatophyta

Divisio Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Subkelas Dilleniiade

Ordo Violales

Famili Caricaceae

Genus Carica L

Species Carica Papaya L


Sumber:Yuktiana. 2017:3

Menurut Yuniati (1995), kegunaan pepaya baik pada daun, biji, getah,

daun, batang maupun biji yaitu sebagai berikut:


Tabel 2.2 Kegunaan Pepaya

No Nama Kegunaan Gambar

1 Daun Untuk pengobatan malaria,


panas, menambah nafsu
makan, obat penyakit kuning,

Kejang perut serta sebagai

pengganti sabun

2. Bunga Digunakan sebagai


penambah nafsu makan bagi

anak kecil serta penyakit


kuning

3. Getah Dapat mengatasi masalah

pada kulit misalnya jerawat,


sebagai bahan pembuat

permen, sebagai pengolah


wol agar tidak mengkerut

serta penjernih bir.

4. Biji Dapat digunakan untuk


Pepaya pengobatan kanker, ginjal,

obat demam, melancarkan


haid dan menggungurkan

kandungan

5. Akar Menyembuhkan Penyakit

Pepaya ginjal dan pengobatan

kandung kencing

2.2 Biji Pepaya

Kandungan kimia yang dimiliki oleh biji pepaya apabila dikaitkan dengan
senyawa aktif dari tanaman ini ternyata banyak di antaranya mengandung

alkaloid, steroid, tanin dan minyak atsiri. Dalam biji pepaya mengandung
senyawa-senyawa steroid. Kandungan biji dalam buah pepaya kira-kira 14,3 %

dari keseluruhan buah pepaya (Satriasa dan Pangkahila, 2010). Kandungannya


berupa asam lemak tak jenuh yang tinggi, yaitu asam oleat dan palmitat. Selain

mengandung asam-asam lemak, biji pepaya diketahui mengandung senyawa kimia


lain seperti golongan fenol, alkaloid, terpenoid dan saponin. Zat-zat aktif yang
terkandung dalam biji pepaya tersebut bisa berefek sitotoksik, anti androgen atau
berefek estrogenik (Lohiya et al., 2002 dalam Satriyasa, 2007). Alkaloid salah

satunya yang terkandung dalam biji pepaya dapat berefek sitotoksik. Efek
sitotoksik tersebut akan menyebabkan gangguan metabolisme sel spermatogenik

(Arsyad, 1999 dalam Satriyasa dan Pangkahila, 2010).


Hasil uji fitokimia terhadap ekstrak kental methanol biji pepaya diketahui

mengandung senyawa metabolit sekunder golongan triterpenoid, flavonoid,


alkaloid, dan saponin. Secara kualitatif, berdasarkan terbentuknya endapan atau

intensitas warna yang dihasilkan dengan pereaksi uji fitokimia, diketahui bahwa
kandungan senyawa metabolit sekunder golongan triterpenoid merupakan

komponen utama biji pepaya. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap isolate

triterpenoid menunjukkan bahwa isolate dapat menghambat pertumbuhan bakteri

Escherichia coli dan Staphilococcus aureus pada konsentrasi 1000 ppm.

Terjadinya penghambatan terhadap pertumbuhan koloni bakteri diduga

disebabkan karena kerusakan yang terjadi pada komponen struktural membran sel

bakteri. Senyawa golongan terpenoid dapat berikatan dengan protein dan lipid

yang terdapat pada membran sel dan bahkan dapat menimbulkan lisis pada sel
(Sukadana, 2008:16).

2.3 Kanker

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel


jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel

kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan
kematian. Kanker masih merupakan salah satu penyebab kematian terbesar
didunia. Di Indonesia, angka kematian setiap tahun cenderung mengalami

peningkatan. Menghindari faktor resiko penyebab kanker merupakan salah satu


langkah pencegahan.selain dengan terapi, kanker dapat diatasi dengan
menggunakan tumbuhan obat. Tumbuhan obat anti kanker yang digunakan sudah
ada yang diuji secar klinis dan berdasarkan bukti empiris atau pengaaman warisan

turun-menurun (Hembing. 2004)


Menurut yayasan kanker Indonesia, Sebagian besar jenis kanker dapat

dicegah dengan kebiasaan hidup sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-
faktor penyebab kanker. Meskipun penyebab kanker secara pasti belum diketahui,

setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan dengan cara hidup sehat dan
menghindari penyebab kanker:

a. Mengenai makanan:
a. Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan

b. Lebih banyak makan makanan berserat.

c. Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan,

beberapa kali sehari

d. Lebih banyak makan makanan segar

e. Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama

f. Membatasi minuman alcohol

b. Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual


c. Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok: berhenti merokok.

d. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress

e. Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.


2.4 Integrasi Keilmuan
Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, sesuai dengan firman
Allah Qs. Ali-Imran: 191 yang berbunyi:

Terjemahnya:
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah engkau
menciptakan ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka peliharalah Kami
dari siksa nereka.(Qs. Ali-Imran:191) (Departemen Agama RI, 1996).
Berdasarkan ayat tersebut di atas bahwa kalimat “(Yaitu) orang-orang

yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk dalam keadaan berbaring”

maksudnya adalah mereka tidak putus-putus berdzikir dalam semua keadaan, baik

dengan hati maupun dengan lisan mereka. “Dan mereka memikirkan tentang

penciptaan langit dan bumi.” Maksudnya, mereka memahami apa yang terdapat

pada keduanya (langit dan bumi) dari kandungan hikmah yang menunjukkan
keagungan :al-Khaliq” (Allah), kekuasaan-Nya, keluasan ilmu-Nya, hikmah-Nya,

juga rahman-Nya. “Ya Tuhan Kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan
siasia,” Artinya, engkau tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia, tetapi

dengan penuh kebenaran, agar engkau memberikan balasan kepada orang-orang

yang beramal buruk terhadap apa-apa yang telah mereka kerjakan dan juga
memberikan balasan orang-orang yang beramal baik dengan balasan yang lebih
baik (surga). Kemudian mereka menyucikan Allah dari perbuatan sia-sia dan

menciptakan yang bathil seraya berkata: “Mahasuci Engkau.” Yakni dari


penciptakan sesuatu yang sia-sia. “Maka peliharalah kami dari siksa Nereka.”

Maksudnya, wahai Rabb yang menciptakan makhlik ini dengan sungguh-sungguh


dan adil. Wahai Dzat yang jauh dari kekurangan, aib dan kesia-siaan, peliharalah
kami dari adzab Neraka dengan daya dan kekuasaaa-Mu. Dan berikanlah taufik
kepada kami dalam menjalankan amal shalih yang dapat mengantarkan kami ke

Surga serta menyelamatkan kami dari adzab-Mu yang sangat pedih (Ibnu katsir,
2009).

Ayat ini menjadi rujukan bagi ilmuan-ilmuan Islam pada abad pencerahan
maupun saat ini. Allah memberikan pengetahuan bahwa segala yang ada di

permukaan bumi maupun di bawah permukaan bumi tidaklah diciptakan tanpa


memberikan manfaat bagi penghuninya terutama manusia. Sebab penciptaan

manusia juga dilengkapi dengan akal pikiran yang menjadikannya mampu


berpikir mendalam terhadap apapun yang diciptakan oleh Allah Swt. Salah satu

contohnya yaitu biji pepaya. Biji pepaya merupakan hasil limbah dari pohon

pepaya yang umumnya digunakan sebagai pembibitan selain itu biji pepaya juga

dapat dijadikan obat alternative pada pencegahan kanker tanpa menggunakan

bahan kimia.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu dan tempat penelitian yaitu sebagai berikut:
Waktu : Mei 2020

Tempat : Laboratorium Biomedik UIN Alauddin Makassar

3.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.2.1 Alat

a. Oven

b. Blender

c. Evaporator

d. Moisture Digital

3.2.2 Bahan
a. Biji Pepaya

b. Etanol 75%
c. Media NA

d. Bakteri yang direndam ke dalam media NA selama 24 jam


e. paper disc

f. zat antiseptik

3.3 Prosedur Kerja


Prosedur kerja pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.3.1 Pembuatan Serbuk Biji Pepaya


a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Mencuci biji pepaya terlebih dahulu dan di oven pada suhu 55oC selama 3
hari.
c. Setelah kering, biji pepaya kemudian dihaluskan dengan menggunakan
blender sampai membentuk serbuk biji pepaya dengan ukuran 40-60
mesh dengan kadar air serbuk biji pepaya 5,2%. Dengan tujuan untuk

memperbesar luas permukaan biji pepaya dengan pelarut pada proses


ekstraksi.

d. Kemudian melakukan tahap ekstraksi serbuk biji pepaya dengan


menggunakan etanol 75% volume 1250 ml.

Gambar 3.1 Rangkaian Alat Ekstraksi


Keterangan:

1. Motor pengaduk

2. Klem

3. Pengaduk merkuri
4. Thermometer
5. Labu leher tiga

6. Jaket pemanas
7. Air pendingin keluar

8. Bulb condenser
9. Statif
10. Air pendingin masuk
e. Selanjutnya, dilakukan proses evaporasi untuk menghasilkan ekstrak
kental dengan menggunakan alat Evaporator pada kecepatan 80 rpm
dengan tekanan 200 mBar pada suhu 50oC. setelah itu dilakukan pengujin

penduhuluan aktivitas kanker dari ekstrak yang diperoleh.


3.3.2 Prosedur pengujian laboratorium

a. Menyediakan dua media NA (Nutrient Agar) steril dan masing-masing


diberi kode sesuai dengan bakteri yang diuji

b. Menginokulasikan secara merata masing-masing biarkan murni bakteri


ke permukaan medium NA sesuai dengan kodenya, caranya ialah zat

aseptic dicelupkan pada ujung cotton bud kedalam medium nutrient cair
kemudian oleskan pada permukaan medium lempeng NA sampai rata.

c. Membuat modifikasi paper disc dan menyiapkan sejumlah zat antiseptic

yang diuji, caranya dapat dibuat dari kertas hisap yang dibentuk bulat

menggunakan perforator. Merendam paper disc di dalam zat antiseptic

selama 15 menit.

d. Menyiapkan media lempeng NA steril, sementara itu bagilah menjadi 4

sektor sesuai dengan antiseptic.

e. Meletakkan paper disc yang sudah direndam dalam antiseptic


menggunakan pinset steril pada permukaan media NA yang sudah di

inokulasi bakteri. Mengatur jarak antara paper disc agar tidak terlalu

dekat sesuaikan dengan kode skornya.


f. Menginokulasi kedua sediaan yang sudah diperlakukan ini pada suhu
30oC selama 24 jam.

g. Mengukur diameter zona hambat dari pertumbuhan bakteri pada masing-


masing perlakuan.
h. Mencatat tabel pengamatan.
Tabel 3.1 Tabel Pengujian Labroratorium Biji Pepaya
Media NA (Nutrient Diameter Zona Hambat
Zat Antiseptic Jarak (m)
Agar) (m)
Sektor 1
Sektor 2
A
Sektor 3
Sektor 4
Sektor 1
Sektor 2
B
Sektor 3
Sektor 4

3.4 Diagram Alir Penelitian

Mulai

Menyiapkan alat
dan bahan

Proses pembuatan Serbuk biji


pepaya

Mengeringkan biji Blender dan Tahap Ekstraksi Tahap Evaporasi


pepaya dengan cara menentukan kadar
di oven air

Proses Pengujian
laboratorium

Hasil

Selesai