Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Praktikum Farmakokinetika

Nama : Elfrida Hazna P.M

Nim : 10117048

Materi Praktikum : Penentuan Parameter Farmakokinetika Obat Setelah Pemberian


Dosis Tunggal Menggunakan Data Darah

Kelompok/Meja : C/1

Tanggal Praktikum : 05 Juni 2020

I. Tujuan Praktikum

Untuk mampu menetapkan dan menghitung parameter farmakokinetika


obat setelah pemberian dosis tunggal berdasarkan data kadar obat dalam darah/plasma
darah.

II. Dasar Teori

Parameter farmakokinetika adalah besaran yang diturunkan secara


matematis dari model berdasarkan hasil pengukuran kadar obat utuh atau
metabolitnya didalam darah,urin,atau cairan hayati lainnya. Hal ini karena disamping
tempat yang paling cepat dicapai obat ,darah merupakan tempat yang paling logis
penetapan kadar obat didalam badan.

Kegunaan menetapkan parameter farmakokinetika suatu obat adalah untuk


mengkaji kinetika absorb, distribusi, dan eliminasi didalam badan. Dimana hasil
kajian ini diantaranya memiliki arti penting dalam penetapan aturan dosis. Parameter
farmakokinetika yang dapat dipergunakan untuk mengkaji kinetika absorbs suatu obat
(Ka), luas daerah didalam kurva (AUC) dan fraksi obat yang diabsorbsi (fa).
Sedangkan untuk kinetika distribusi adalah volume distribusi (Vd dan Vdss) dan
untuk kinetika eliminasi adalah klirens total (Clt),tetapan kecepatan eliminasi (K el atau
β) dan waktu paruh eliminasi (t1/2).

III. Alat dan Bahan


 Alat
- Spektrofotometer
- Sentrifunge dan tabung sentrifunge
- Disposible syringe 1 cc
- Timbangan hewan
- Cage
- Vortex mixture
- Alat pencukur
- Alat gelas
- Sonde
- Timbangan analitik
 Bahan
- Paracetamol
a. Untuk pemberian per oral : suspensi paracetamol 10% dalam tilosa 1%
b. Untuk pemberian intravena : larutan steril paracetamol 15% dalam propilen
glikol 4% garam fidiologis.
- TCA 10%
- NaNO2 10%
- Asam Sulfat
- HCL 6N
- NaOH
- Xylol
 Hewan Coba

Tikus Wistar Jantan, jenis wistar dengan berat 200-300 gram

IV. Cara Kerja


1. Pemakaian produk obat
a. Pemakaian per oral

Timbang berat tikus

Hitung dosis dan volume suspense yang diberikan secara per oral. Dosis :
300 dan 600 mg/KgBB

Berikan obat secara per oral


b. Pemakaian Intravena

Timbang berat tikus

Hitung dosis dan volume suspense yang diberikan secara Intravena. Dosis
300 dan 600 mg/KgBB

Berikan obat secara Intravena melalui Vena marginalis ekor.

2. Pengambilan sampel darah

Bersihkan bulu-bulu dibagian ekor, lalu olesi xylol dibagian vena marginal

Ambila darah sebanyak 0,5 ml dari vena marginal ekor dengan cara membuat
sayatan pada vena

Lakukan pengambilan sampel pada waktu berikut :

a. Intravena : 0,5,10,20,30,45,60,90,120 setelah pemberian obat


b. Per oral : 15,30,45,60,90,120,150 setelah pemberian obat

Ambil satu sampel darah sebelum pemberian obat sebagai blanko sebanyak
0,5 ml

3. Perlakuan pada hewan coba

Puasakan tikus malam hari sebelum percobaan

Timbang tikus dan hitung dosis secara tepat

Berikan obat paracetamol sesuai rute pemakaian yang sudah ditentukan

Ambil sampel darah sesuai waktu yang telah ditentukan

4. Metode penetapan kadar paracetamol dalam serum

0,5 ml plasma ditambah 1 ml larutan TCA 10% didalam tabung sentrifuge

Putar selama 10 menit dengan kecepatan 2000 rpm dan tuang semua beningan
kedalam tabung reaksi
Tambahkan 0,5 ml HCL 6N dan 1 ml NaNO2 10%, campur dan diamkan
selama 5 menit

Dengan hati-hati (melalui dinding tabung) tambahkan 1 ml asam sulfamat


15% kemudian tambahkan 2,5 ml NaOH 10%

Vortex sediaan dalam tabung uji selama 3 menit

Baca nilai serapannya pada spektrofotometer pada panjang gelombang


maksimum
V. Tahapan Percobaan
a. Pembuatan larutan kerja Paracetamol

Buatlah larutan NaOH 0,01 N dengan melarutkan 400 mg NaOH kedalam 1


liter aquadest

Buatlah larutan baku induk paracetamol 1000 ppm

Buatlah larutan baku kerja paracetamol dengan cara mengencerkan larutan


baku induk sampai didapat larutan dengan kadar 50,100,200,300 dan 400 ppm

b. Penentuan panjang gelombang maksimum


Tentukan panjang gelombang maksimum dengan menggunakan larutan baku
kerja 200 dan 300 ppm (yang telah direaksikan dengan metode penetapan
kadar paracetamol)

Amati nilai serapan pada panjang gelombang 400-800 nm

Buatlah kurva serapan terhadap panjang gelombang dari larutan baku kerja
200 dan 300 ppm

Tentukan panjang gelombang maksimum

c. Pembuatan Kurva Baku

Lakukan pengamatan serapan dari larutan baku kerja (1) yang telah
direaksikan sesuai dengan metode penetapan kadar paracetamol dalam serum,
(lihat 4) pada panjang gelombang maksimum terpilih

Buatlah tabel hasil pengamatan dan buat kurva kadar larutan baku kerja
terhadap serapan pada grafik berskala sama

Hitung koefiesien korelasinya dan buat persamaan garisnya


d. Penetapan kembali kadar paracetamol yang ditambahkan dalam darah
(recovery)

Digunakan larutan baku kerja dengan kadar 100,200 dan 300 ppm

0,5 ml larutan baku kerja dan 0,5 ml darah blanko. Kemudian direaksikan
seperti metode penetapan kadar paracetamol

Amati serapannya pada panjang gelombang maksimum

Masukkan nilai serapan baku recovery pada persamaan kurva baku sehingga
diperoleh kadar paracetamol recovery

Hitung persentase recovery dengan cara

C perolehan kembali
% recovery = x 100 %
C sebenarnya

VI. Hasil Pengamatan


1. Penimbangan bahan kimia

Berat wadah + bahan kimia


Berat wadah
Berat bahan kimia

2. Tabel nilai serapan paracetamol pada berbagai panjang gelombang untuk penentuan
panjang gelombang maksimum

Panjang gelombang (nm) Serapan

λmaks

3. Tabel nilai serapan paracetamol pada berbagai kadar untuk pembuatan kurva baku

Kadar (ppm) Serapan

Persamaan kurva baku


Y = ..................
R = ..................
4. Kadar paracetamol dalam sampel tiap waktu

Waktu pengambilan Absorbansi (serapan) Kadar

*Gambarkan kurva log kadar vs t

5. Perhitungan parameter farmakokinetika


(seperti pada tabel 1 dan 2)