Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH ILMU BIOMEDIK DASAR

ENZIM

DOSEN PEMBIMBING :

MUKHAMMAD TOHA, S.Kep,Ns,M.Kep

DISUSUN OLEH KELOMPOK 2 :


ANANG MA’RUF 192303102014 NADIA ULIL AULIYA 192303102068

M. LAIFIL MAROJ 192303102039 SABILAH FIRDAUS 192303102069

NADIA SALSABELLA 192303102066 AYU RETNO NINGTIYAS 192303102070

DIMAS ARIF K.I 192303102076 KAMILAH 192303102071

MIRSA FEBRIANTI 192303102060 LUKMAN HAKIM 192303102072

NURUL MAHFIROH 192303102062 ABIMAYU HERU .P 192303102073

SARIAYU 192303102063 LUSY MEIDIANA .F 192303102074

ROSYIQIL BARIDA 192303102065 MISBAHUL GHUFRON 192303102075

NUR AZIZAH 192303102066 ADIEF RIZKY .P 192303102076

MAR’ATUS SAKINAH 192303102067 ADI MULYO 192303102077

FABIE ZAVIO .F 192303102078

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER KAMPUS PASURUAN

TAHUN 2019/2020
1. PENGERTIAN ENZIM

Enzim merupakan sebuah bimolekul yang berupa protein yang mempunyai peran
yang sangat penting didalam tubuh yang berguna untuk menjalankan kegiatan didalam
tubuh, seperti reproduksi, pertumbuhan dan pernafasan. Semua proses biologis sel sangat
memerlukan enzim. Cara kerja enzim yaitu dengan cara bereaksi dengan molekul substrat
untuk menghasilkan senyawa.

Pengertian Menurut Soehartomo

Enzim adalah golongan protein yang paling banyak terdapat dalam sel hidup dan
mempunyai fungsi penting sebagai katalisator.

Pengertian Menurut Shabib

Enzim adalah protein yang diproduksi dari sel hidup dan digunakan oleh sel-sel untuk
mengkatalisis reaksi kimia yang spesifik.

Pengertian Menurut Smith et al

Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam suatu
reaksi kimia organik.

2. STRUKTUR ENZIM

Terdapat 4 macam struktur enzim yaitu struktur primer, sekunder, tersier dan struktur
kuartener.

1) Struktur primer adalah rangkaian asam amino pada rantai polipeptida yang
menyusun enzim
2) Struktur sekunder terbentuk dari ikatan kimia yang lemah seperti pada
ikatan hidrogen yang terbentuk di antara atom atom di sepanjang tulang punggung
(backbone) rantai polipeptida. Struktur sekunder enzim merupakan interaksi lokal
yang menghasilkan pola tiga dimensi berulang. Contoh struktur enzim sekunder
adalah alfa heliks dan lembaran berlipat-beta.
3) Struktur tersier melibatkan interaksi jarah jauh di antara rantai sisi asam
amino. Struktur enzim tersier membentuk globular protein yang sangat akurat.
4) Struktur kuartener enzim berhubungan dengan interaksi antara dua atau
lebih subunit polipeptida yang berbeda pada sebuah protein fungsional

3. CARA KERJA ENZIM

Sebagian ahli mengambil hipotesis kalau cara kerja enzim itu sesuai dengan teori
kunci dan gembok atau dikenal lock and key yang dipopulerkan Emil Fischer, serta dari
teori teori induksi pas atau dikenal induced fit dipopulerkan Daniel Kashland.

a) Teori Gembok dan Kunci


Emil Fischer pada 1894 ialah yang menemukan teori ini. Menurut beliau ,
enzim akan berikatan dengan substrat yang mempunyai bentuk yang sama (spesifik)
dengan sisi aktif dari enzim. Dengan kata lain, hanya substrat yang punya bentuk
yang cocok secara spesifik yang bisa berhubungan dengan enzim.
Oleh karena itulah kenapa disebut sebagai teori gembok dan kunci, yang mana
enzim diilustrasikan sebagai kunci dan substrat diistilahkan dengan gembok. karena
Gembok dan kunci akan memiliki kecocokan sisi yang sama untuk bisa membuka
ataupun sebaliknya.
Teori tersebut memiliki kekurangan yakni tidak mampu menjelaskan
mengenai kestabilan enzim pada saat peralihan titik reaksi enzim. Teori kedua adalah
teori induksi.
b) Teori Induksi
Daniel Koshland pada 1958 adalah yang menggungkan teori ini, enzim
mempunyai sisi aktif yang fleksibel. Meski demikian, sisi aktif enzim tersebut
memiliki titik – titik pengikatan yang sama / spesifik. Sehingga hanya substrat yang
memiliki titik – titik pengikatan yang spesifik sama yang akan menginduksi sisi aktif
dari enzim sehingga pas (membentuk seperti substrat).
Teori induksi Induksi inilah yang mampu menjawab kekurangan dari teori
Gembok dan Kunci sebelumnya. Oleh karena itu, teori induksi yang dikemukakan
oleh Daniel Koshland pada 1958 merupakan sebuah teori yang paling banyak diakui
oleh para peneliti untuk dapat menjelaskan cara kerja enzim.
4. FUNGSI ENZIM
Fungsi - Fungsi Enzim sebagai katalisator yang mempercepat reaksi laju
reaksi. Di dalam tubuh manusia, enzim untuk memperlancar proses pencernaan.

Yang mulai dari:

1) Mulut
Enzim Amilase, tersedia di dalam air liur atau udara ludah, dihasilkan oleh
pengumpulan parotis atau pegunungan ludah dan pankreas. Fungsinya untuk
mengubah amilum menjadi maltosa yaitu molekul yang lebih sederhana.
2) Lambung
 Renin adalah: enzim ini terdapat di dalam lambung, diberikan oleh HCl (asam)
lambung. Enzim ini memiliki fungsi sebagai pengubah kaseinogen menjadi
kasein.
 Pepsin yaitu: enzim ini terdapat di dalam lambung, diberikan oleh HCl (asam)
lambung. Enzim ini memiliki fungsi sebagai pengubah protein menjadi
pepton, proteosa dan polipeptida.
 Enzim Lipase yaitu: enzim ini bekerja sebagai pengubah trigliserida menjadi
asam lemak
3) Usus Halus
 Enzim Laktase, Enzim ini memiliki fungsi mengubah laktosa menjadi
galaktosa dan mengubah
 Enzim Maltase, Enzim ini memiliki fungsi mengubah maltosa (hasil dari
kerja Amilase disaliva) menjadi transformasi
 Enzim Lipase, Enzim ini memiliki fungsi mengubah lemak menjadi gliserol
dan asam lemak
 Enzim Enterokinase, Enzim ini memiliki fungsi mengubah tripsinogen
menjadi tripsin
 Enzim Peptidase, Enzim ini memiliki fungsi mengubah polipeptida (hasil
dari kerja Tripsin dipankreas) menjadi asam amino (protein yang diserap
menjadi darah)
 Enzim Sukrase, Enzim ini memiliki fungsi mengubah sukrosa (diperoleh
dari konsumsi buah-buahan seperti tebu dll) menjadi fruktosa dan hasil
4) Pankreas
 Enzim Tripsin, enzim ini memiliki fungsi mengubah protein menjadi
polipeptida
 Enzim Lipase, enzim ini memiliki fungsi mengubah lemak menjadi asam
dan gliserol (agar dapat dicerna)
 Enzim Amilase, enzim ini memiliki fungsi mengubah amilum menjadi
maltosa atau disakarida
 Enzim Karbohidrase, enzim ini memiliki fungsi mencerna amilum menjadi
maltose.

5. SIFAT SIFAT ENZIM


a. Biokatalisator

Sifat-sifat enzim yang pertama ialah ia berperan sebagai katalisator.


Enzim adalah katalis yang dapat mengubah laju reaksi tanpa ikut bereaksi.
Tanpa kehadiran enzim, suatu reaksi itu sangat sukar terjadi, sementara
dengan kehadiran enzim kecepatan reaksinya dapat meningkat 107 - 1013 kali.

Sebagai contoh enzim katalase yang mengandung ion besi (Fe) mampu
menguraikan 5.000.000 molekul hidrogen peroksida (H2O2) permenit pada
00C. H2O2 hanya dapat diuraikan oleh atom besi, tetapi satu atom besi akan
memerlukan waktu 300 tahun untuk menguraikan sejumlah molekul H2O2
yang oleh satu molekul katalase yang mengandung satu atom besi diuraikan
dalam satu detik.
b. Termolabil

Suhu merupakan salah satu komponen yang bisa mempengaruhi


aktivitas enzim. Apabila suhu relatif rendah, maka kerja enzim akan berubah
menjadi semakin lambat. Semakin tingginya kondisi suhu yang ada saat proses
terjadinya reaksi kimia dan dipengaruhi oleh enzim, maka kerja enzim akan
menjadi semakin cepat. Namun apabila kondisi suhu terlalu tinggi, maka
enzim secara otomatis akan mengalami proses denaturasi.
c. Spesifik

Cara kerja enzim cenderung lebih spesifik, maksudnya suatu enzim hanya bisa
melakukan proses pengubahan terhadap zat – zat tertentu saja. Dengan kata lain,
ternyata enzim hanya bisa ikut andil dalam mempengaruhi satu reaksi saja dan
tidak bisa memberi pengaruh terhadap reaksi lain yang bukan termasuk
bidangnya. Satu enzim yang bersifat khusus untuk satu substrat, contohnya pada
enzim katalase yang hanya bisa melakukan hidrolisis terhadap H2O2 sehingga
menghasilkan  H2O dan juga O2.
d. Dipengaruhi pH

Setiap enzim membutuhkan pH optimum agar bisa berfungsi optimal. Pada


tingkat pH optimum, enzim mampu mengkatalisis reaksi pada tingkat tercepat
dibandingkan pada tingkat pH lainnya. Sebagai contoh, enzim pepsin (enzim
protease) yang mengkatalisis protein, diketahui paling aktif pada pH asam,
sedangkan enzim tripsin (enzim protease yang lain) bekerja optimal pada pH
sedikit basa.
Dengan demikian, pH optimum suatu enzim akan berbeda dari enzim lain.
Sebagai pengingat, pH didefinisikan sebagai satuan pengukuran untuk sifat asam
atau basa suatu larutan. Untuk lebih tepatnya, pH menunjukkan konsentrasi ion
hidrogen terlarut (H+) dalam larutan tertentu. Peningkatan atau penurunan pH
mengubah konsentrasi ion dalam larutan.
e. Bekerja Bolak Balik
Sifat-sifat enzim selanjutnya adalah bekerja bolak-balik karena dapat ikut
bereaksi tanpa mempengaruhi hasil akhir dan akan terbentuk kembali pada hasil
reaksi sebagai enzim. Ketika ikut bereaksi, struktur kimia enzim berubah, tetapi
pada akhir reaksi struktur kimia enzim akan terbentuk kembali seperti semula.
Misalnya enzim lipase dapat mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Sebaliknya, lipase juga mampu menyatukan gliserol dan asam lemak menjadi
lemak. Enzim tidak hanya menguraikan molekul kompleks, tetapi juga dapat
membentuk molekul kompleks dari molekul-molekul sederhana penyusunnya
(reaksi bolak-balik).
f. Tidak Menunjukkan Arah Reaksi

6. MACAM MACAM JENIS ENZIM


a. Berdasarkan Tempat Enzim Bekerja

 Endoenzim (enzim intraseluler) ialah suatu enzim yang kerjanya di


dalam sel
 Eksoenzim (enzim ekstraseluler) eksoenzim ini kebalikan dari
endoenzim yang kerjanya diluar sel.
b. Berdasarkan Cara Terbentuknya Enzim

 Enzim konstitutif ialah salah satu jenis enzim yang jumlahnya


dipengaruhi oleh sebuah kadar molekul awalnya (substrat). Contohnya
yaitu enzim amilase yang terdapat pada suatu saliva.
 Enzim adaptif ialah salah satu jenis enzim yang pembentukannya
distimulasi oleh adanya sebuah substrat, contohnya enzim β-
galaktosidase yang dihasilkan oleh suatu bakteri E.coli yang
ditumbuhkan di dalam suatu medium yang mengandung laktosa
c. Berdasarkan Proses Metabolisme

 Enzim katalase : ialah suatu enzim yang yang mempunyai sifat


antioksidan pada makhluk hidup yang fungsinya untuk membantu
mengubah hidrogen peroksida (H2O2) yang berasal dari sebuah
respirasi (pernafasan) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Hal ini
dilakukan oleh suatu tubuh melalui enzim katalase karena H2O2
bahaya bagi tubuh karena mudah bereaksi (oksidator kuat) dan bersifat
korosif.
 Enzim oksidase : ialah suatu enzim yang memiliki fungsi untuk
mempercepat suatu penggabungan ikatan oksigen (O2) pada substrat
tertentu yang spesifik dengan mengkatalisis transfer elektron, dan pada
waktu yang bersamaan, oksigen tersebut juga direduksikan menjadi
sebuah air (H2O)
 Enzim karbosilase : ialah suatu enzim yang memiliki fungsi untuk
mengubah asam organik dengan cara bolak balik. Seperti enzim
karbosilase piruvat yang mengkatalisis suatu proses karboksilasi asam
piruvat menjadi oksaloasetat. Pada keadaan kekurangan oksigen pada
suatu tubuh, asam piruvat dipecah secara anaerob yang menghasilkan
asam laktat pada manusia dan hewan, menjadi etanol pada tumbuhan.
Penumpukan asam laktat ini akan mengakibatkan terjadinya keletihan
atau kelelahan yang bermakna pada seseorang.
 Enzim hidrase : ialah suatu enzim yang mempunyai fungsi untuk
menambah atau mengurangi air (H2O) dari senyawa spesifik tertentu,
dengan tidak menyebabkan terurainya senyawa tersebut. Contohnya
pada enzim hidrase seperti akonitase, enolase, dan fumarase.
 Enzim dehidrogenase : ialah suatu enzim yang mempunyai fungsi
untuk memindahkan hidrogen dari suatu molekul/zat ke zat lainnya.
Dengan begitu, enzim ini bisa membantu untuk melangsungkan suatu
proses oksidasi didalam sel-sel hidup.
 Enzim desmolase : ialah suatu enzim oksidase dan reduktase yang
mempunyai fungsi untuk membantu penggabungan atau pemindahan
suatu ikatan karbon, dan pemutusan ikatan-ikatan C-C, C-N. Seperti
enzim aldolase yang diubah dalam pemecahan fruktosa menjadi
gliseraldehid dan dehidroksiaseton.
 Enzim transphoforilase : ialah suatu enzim yang mempunyai fungsi
untuk memindahkan H3PO4 dari suatu molekul/zat ke molekul lainnya
dibantu oleh suatu ion magnesium (Mg2+).
 Enzim peroksida : ialah suatu enzim oksireduktase yang terdiri atas
protein heme yang terdapat pada suatu organisme prokariotik dan
eukariotik. yang Fungsinya untuk mengkatalisis proses oksidase
substrat organik dengan H2O2, dan mereduksinya menjadi H2O
d. Berdasarkan Reaksi Yang Dikatalisis

 Karbohidrase ialah suatu enzim-enzim yang mengkatalisis sebuah


pemecahan karbohidrat. Enzim ini terutama terdapat pada disaliva (air
ludah) dan usus halus. Contoh dari enzim ini ialah enzim selulose,
amilase, pektinase, maltose, sukrose, laktose. (fungsi nya sudah
dibahas diatas)
 Protease Jenis enzim ini disebut juga dengan proteinase, proteolitik
atau peptidase. ialah suatu enzim-enzim yang mengkatalisis
pemecahan sebuah rantai protein didalam tubuh, yang sehingga protein
yang masuk melalui makanan bisa menjadi suatu molekul yang lebih
sederhana diserap kedalam sebuah pembuluh darah dan dibawa ke
sirkulasi menuju seluruh tubuh. Enzim protease ini terutama terdapat di
organ lambung dan di usus halus. Contoh dari enzim ini yaitu enzim
pepsin, renin, tripsin, enterokinase, peptidase, dan gelatinase.
 Esterase salah satu jenis enzim ini ialah sebuah enzim yang
mempunyai fungsi untuk mengkatalisis pemecahan rantai ester,
terutama yang ditemukan di dalam sebuah asam nukleat dan juga lipid
(lemak). Contoh dari enzim esterase yiatu enzim lipase, dan fosfatase.
 

7. ENZIM SALURAN PENCERNAAN


a. Mulut
b. Lambung
c. Usus
d. Pankreas