Anda di halaman 1dari 2

TUGAS INDIVIDU 2 TOKSIKOLOGI

OLEH:

Anggit Pramita Sari

S1-3B (1801046)

DOSEN PENGAMPU : MIRA FEBRINA, M.Sc,.Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU

2019
TUGAS INDIVIDU 2
1. Siapa yang pertama kali meletakkan konsep dasar pada bidang toksikologi, dimana
konsep tersebut sampai saat ini masih relevan dan mendasari teori hubungan toksin dan
reseptor?
Jawaban :

Theophrastus Phillippus Aureolus Bombastus von Hohenheim yang dikenal dengan


panggilan Paracelsus ini hidup jauh sebelum semua disiplin ilmu itu diciptakan.
 
Paracelsus adalah seorang dokter yang lahir di dekat Zurich, Swiss, pada tahun 1493.
Selain dokter, dia juga seorang astrologer dan alkemis. Sumbangan utamanya untuk
dunia kesehatan adalah penciptaan obat-obatan pertama berdasarkan bahan kimia dan
mineral. Paracelsus alias Philippus Aureolus Theophratus Bombast von Hohenheim
(1493-1541), juga sering di sebut sebagai bapak toksikologi.
toksikolog yang pertama meletakkan konsep dasar dasar toksikologi
postulatnya :
“Semua zat adalah racun dan tidak ada zat yang tidak beracun, hanya dosis yang
membuatnya menjadi tidak beracun”.
Sehingga pernyataan ini menjadi dasar dosis reseptor dan indeks terapi yang berkembang
dikemudian hari.

2. Jelaskan hubungan konsep diatas dengan hubungan dosis, reseptor dan efek!
Jawaban :
Setiap zat kimia pada dasarnya adalah racun, dan terjadinya keracunan ditentukan oleh
dosis dan cara pemberian. Pada tahun 1564 Paracelsus telah meletakkan dasar penilaian
toksikologis dengan mengatakan, bahwa dosis menentukan apakah suatu zat kimia adalah
racun (dosis sola facit venenum). Paracelcus mengatakan bahwa sifat toksik suatu takson
sangat di tentukan oleh dosis (konsentrasi tokson pada reseptornya). Artinya kehadiran
suatu zat yang berpotensi toksik di dalam suatu organisme belum tentu menghasilkan
keracunan, kecuali apabila batas konsentrasi toksik nya terlampaui baru lah akan muncul
efek toksik.
 Pada umumnya efek berbahaya/ efek farmakologik timbul apabila terjadi interaksi antara
zat kimia (tokson atau zat aktif biologis) dengan reseptor.Terdapat dua aspek yang arus di
perhatikan dalam mempelajari interaksi antara zat kimia dengan organisme hidup, yaitu
kerja farmakon pada suatu organism dan pengaruh organism terhadap zat aktif .