Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU 2 PATOFISIOLOGI

OLEH:
ANGGIT PRAMITA SARI
S1-3B (1801046)

DOSEN PENGAMPU : MIRA FEBRINA, M.Sc,.Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
YAYASAN UNIVERSITAS RIAU
2019
Tugas individu patofisiologi
1. Terangkan patofisiologi sel kanker yang menyebar ke bagian tubuh lain ( sel,
jaringan, dan organ lain ) !
Jawaban :

Penyebaran kanker di seluruh tubuh dikenal sebagai Metastatis. Metastatis merupakan


faktor penting dalam perkembangan kanker karena metastasis bertanggung jawab atas
sebagian besar kematian akibat kanker. Dalam kebanyakan kasus, pasien kanker
dengan tumor lokal memiliki kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih baik
dibandingkan dengan tumor metastatik.
Penyebaran kanker dimulai ketika sel-sel kanker memisahkan diri dari tumor awal,
dan menyerang jaringan normal di dekatnya. Dari sini, sel kanker kemudian
berkembang biak dan mungkin memproduksi senyawa tertentu yang merangsang
pergerakan sel menuju tempat lainnya. Sel-sel kanker dapat menyebar melalui satu
dari beberapa rute umum metastasis (aliran darah, sistem limfatik, atau menembus
lapisan penutup rongga organ tubuh) untuk menuju bagian tubuh lainnya.
Memiliki kanker aktif atau riwayat pernah memiliki kanker merupakan faktor risiko
utama untuk mengalami penyebaran kanker. Beberapa jenis kanker lebih mungkin
untuk menyebar daripada yang lain. Namun, tingkat kemampuan penyebaran sel
kanker akan bervariasi antara satu jenis tumor dan yang lainnya.
Beberapa sel kanker mungkin dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh atau terperangkap
dalam kelenjar getah bening untuk kemudian dihancurkan, tetapi beberapa dapat
bertahan hidup dan tumbuh untuk membentuk tumor baru. Dari ribuan sel-sel kanker
yang berhasil melepaskan dari kanker induk, mungkin hanya akan ada beberapa yang
mampu bertahan untuk membentuk kanker sekunder (metastasis).
Setelah di tempat baru, sel kanker mulai berkembang biak membentuk tumor-tumor
kecil yang disebut micrometastases. Kelompok tumor kecil ini kemudian bergabung
dan bertumbuh menjadi sel tumor “dewasa”, dan menyelesaikan proses siklus
metastatik. Ketika diamati di bawah mikroskop dan diuji dengan cara-cara tertentu,
sel-sel kanker metastatik membawa karakteristik yang menyerupai kanker induk,
bukannya menyerupai ciri sel-sel di tempat baru di mana kanker metastatik
ditemukan. Ini yang menjadi pertanda untuk dokter bisa memastikan bahwa kanker
tersebut adalah kanker yang telah menyebar dari sumber inti di tempat lain dari tubuh,
dan bukan jenis kanker yang benar-benar baru.
Stephen Paget, seorang ahli bedah Inggris, berteori bahwa sel-sel kanker sulit untuk
bertahan hidup di lingkungan luar yang sama sekali berbeda dengan karakteristik
tumor induk. Oleh karena itu, kanker hanya dapat menyebat ke lokasi yang memiliki
karakteristik sel sama. Misalnya, ion kalsium dari kelenjar susu payudara untuk bisa
melipatgandakan diri, sehingga sel kanker payudara mungkin lebih memilih tulang
sebagai lokasi penyebarannya karena tulang kaya akan kalsium.
2. Jelaskan gangguan pada sistem saraf motorik ( gerakan involuntair, gerakan
diskoordinatis, dll ) !
Jawaban :
Penyakit saraf motorik adalah kelompok gangguan saraf yang menyebabkan
hilangnya kekuatan otot tahap demi tahap. Seringkali, sebutan penyakit saraf motorik
atau motor neuron disease  merujuk kepada penyakit amyotrophic lateral
sclerosis (ALS) atau Lou Gehrig disease. Penyakit ini merupakan penyakit yang
paling sering terjadi dan paling terkenal di kelompok penyakit saraf motorik, terlebih
setelah kegiatan ice bucket challengeyang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran
orang-orang tentang ALS menjadi viral di tahun 2014. 
A. Gerakan involunter
Gerakan involunter merupakan suatu gerakan spontan yang yang tidak disadari,
tidak bertujuan, tidak dapat diramalkan sewaktu-waktu dan tidak dikendalikan
oleh kemauan pada waktu orang tersebut beraktivitas dan menghilang waktu tidur.
Sebenarnya gerakan involunter ini merupakan gangguan yang terjadi di ganglia
basalis. 
Macam gerakan akibat gangguan di ganglia basalis seperti di bawah ni:
1. Korea
Korea dalam bahasa yunani yang berarti menari.Pada korea gerak otot
berlangsung cepat, sekonyong-konyong tanpa ritme dan kasar yang dapat
melibatkan satu anggota badan atau separuh badan dan bisa seluruh badan. Hal
ini dengan khas terlihat pada anggota gerak atas (lengan dan tangan) terutama
bagian distal. Pada gerakan ini tidak didapatkan gerakan yang harmonis antara
otot-otot pergerakan, baik antara otot yang sinergis maupun antagonis..
Gerakan korea sangat khas pertama kali melanda tangan-lengan yang sedang
melakukan gerakan volunter (gerakan yang secara sadar kita lakukan) yang
membuat gerakan voluntar itu berlebihan dan canggung. Gerakan koreatik di
tangan-lengan seringkali disertai gerakan meringis-ringis pada wajah dan
suara mengeram atau suara-suara lain yang tidak mengandung arti seperti
layaknya orang kesurupan. Kalau timbulnya sesekali saja maka sifat yang
terlukis di atas tampak dengan jelas, tetapi apabila timbulnya terus-terusan,
maka gerakan koreatiknya menyerupai atetosis yang nanti akan dijelaskan
berikut. Korea secara umum dibedakan menjadi 3 macam: 
a. Korea Huntington (Korea Mayor) Jenis gerakan korea ini memang
diturunkan secara genetik yang bersifat autosomal dominan (dari kedua
orang tuanya langsung). Dapat juga terjadi pada anak-anak tapi
gerakannya tidak dominan, yang muncul hanya kekakuan tubuh.
Penyebabnya karena kurangnya neurotransmiter, semacam zat yang
memudahkan penghantaran impuls saraf. Neurotransmiter yang kurang ini
menyebabkan hilangnya hambatan untuk memperhalus gerakan tubuh
seperti GABA dan asetilkolin. Lokasi kerusakannya berada di korpus
striatum.
b.  b.Korea Sidenham (Korea Minor) Jenis korea ini terjadi pada anak-
anak yang lebih berhubungan dengan infeksi streptokokus. Biasanya
bersamaan dengan gejala demam rematik atau penyakit rematik. 
c. c.Korea IatrogenikJenis korea ini disebabkan karena penggunaan obat-
obatan yang pada umunya obat yang digunakan untuk pasien sakit jiwa
atau disebut obat antipsikosis seperti haloperidol dan fenotiazin. Korea
dapat melibatkan sesisi tubuh saja, sehingga disebut hemikorea. Bila
hemikorea bangkit secara keras sehingga seperti membanting-bantingkan
diri, maka istilahnya ialah hemibalismus. 
2. Atetosis
 Atetosis berasal dari bahasa Yunani artinya berubah-ubah dan tidak tetap.
Gerakan atetosis khas berupa gerakan jari-jari tangan dan kaki serta lidah atau
bagian tubuh lain apapun tidak dapat diam sejenak. Gerakan yang mengubah
posisi ini bersifat lambat, melilit dan tidak bertujuan. Pola gerakan dasarnya
ialah gerakan involunter yang berselingan dengan gerakan fleksi (jari tangan
yang menekuk) dan supinasi n(telapak tangan yang menengadah), serta
gerakan involuntar fleksi yang berselingan dengan ekstensi (lurus) jari-jari
tangan dan dengan ibu jari yang berfleksi dan membentuk kepalan
tangan.Gerakan ini juga menjalar ke otot muka, pengunyah dan leher. Jika
dibedakan dari gerakan korea, gerakan atetotis lebih lamban dan ritme gerakan
lebih lama. Namun gerakan atetonik juga bisa bersamaan dengan gerakan
korea karena letak gangguannya berada di tempat yang sama. Hal ini disebut
gerakan koreoatetosis. Gerakan ini muncul paling banyak pada bayi baru lahir
seperti palsi serebral (kelumpuhan otak) yang insidensinya meningkat pada
kasus bayi kuning 24 jam pertama saat lahir dan pada bayi dari ibu yang
menderita ketuban pecah dini. Penyakit yang lain yang diikuti gerakan atetosis
lainnya seperti penyakit Hallervorden-Spatz yang merupakan kelainan
herediter pada substansia nigra dan globus palidus, diduga karena kelebihan
depot zat besi di kedua tempat itu. Oleh karena itu, hati-hati pada penggunaan
suplementasi zat besi. 
3. .Hemibalismus
Hemibalismus merupakan gerakan involunter ditandai secara khas oleh
gerakan melempar, atau gerakan sepert menyepak bola dan menjangkau keluar
yang kasar, terutama oleh otot-otot bahu dan pelvis. Gerakan ini merupaan
gerakan korea yang berlebihan. Lokasi kerusakannya pada nulkeus subtalamik
yang berdekatan dengan ganglia basalis. subtalamik dan hubungannya dengan
sector lateral dari pallidum. Umumnya penyakit ini terjadi pada kasus multipel
sklerosis dan penyakit vaskuler seperti stroke infark dan aterosklerosis. 
4. Diskinesia Tardif
Diskinesia ialah pergerakan yang tidak disadari. Tardif ialah efek dari
pemakaian obat. Sehingga diskinesia tardif adalah gerakan berulang- ulang
dan tidak disadari yang merupakan efek samping jangka panjang dari obat
antipsikotik khususnya pada orang sakit jiwa. Gambaran klinis diskinesia
tardif yaitu berulang-ulang, involunter dan gerakan yang tidak ada tujuannya.
Selain menyeringai, menjulur-julurkani lidah, bergetar, melipat dan
mengerutkan bibir serta mengedipkan mata secara cepat. Pergerakan cepat dari
ekstremitras dan jari-jari juga muncul pada beberapa penderita. Hal yang
membedakannya dengan parkonson disease ialah pergerakan dari
ekstremitasnya. Pada parkinson disease, pasien kesulitan untuk bergerak tetapi
pada pasien diskinesia tardif tidak ada kesulitan untuk bergerak. Mekanisme
diskinesia tardif karena proses antagonisme dopamin di jalur antar lokasi
substansia nigra dan korpus striatum. Terutama kalau yang terkena proses
antagonisasi dopamin pada reseptor D2 menyebabkan efek lepas obat dan
menimbulkan gerakan ini. 
5. Tremor
Tremor merupakan gerakan gemetar atau dalam istilah jawanya buyuten atau
keder atu bisa juga disebut gerakan seperti vibrator. Gerakan ini terjadi karena
kontraksi dan relaksasi secara berulang-ulang. Tremor terjadi karena gangguan
cetusan saraf ke otot yang jalannnya tersendat-sendat. Namun,pada orang
normal pun, tremor bisa juga terjadi dengan intensitas yang ringan. Tremor
yang menjadi masalah adalah sebagai berikut :
a. Tremor aksi atau intension tremor
 Tremor ini terjadi jika dipengaruhi aktivitas kadangkala berhubungan
dengan gangguan cemas, reaksi stres akut atau dapat juga terjadi oleh
karena gangguan endokrin seperti hipertiroid.
b. Tremor istirahat
 Tremor terjadi saat pasien diam atau dikenal dengan resting tremor.
Tremor ini biasanya terjadi pada penderita Parkinson maupun hipertirod.
c.Tremor senilis Tremor ini secara fisiologis terjadi pada lanjut usia. 
6. Tik
Tik merupan gerakan yang secara tiba-tiba diulang-ulang dengan waktu yang
cepat dan bersifat non-ritmik tanpa tujuan. Gerakan tik umumnya terjadi pada
otot =-otot yang kecil seperti kelopak mata seperti mengedip-ngedipkan mata
sbak merayu seseorang atau gerakan mendehem yang tidak ada keluhan apa-
apa .Gerakan tik ini dibedakan menjadi 3 macam:
a. Tik Fonik gerakan otot penggerak pita suara yang mana suara yang
diproduksi berubah-ubah karena pasien berusaha memindahkan udara
nafasnya melalui mulut, kadang sengau karena melewati hidung sehingga
gerakan tik ini disebut juga tik verbal.
b. Tik motorik sederhanaTik ini biasanya terjadi tiba-tiba, singkat, gerakan
berarti yang biasanya hanya melibatkan satu kelompok otot, seperti mata
berkedip, kepala menyentak, atau mengangkat bahu. Selain itu, dapat
beragam tak bertujuan dan mungkin termasuk gerakan-gerakan seperti
tangan bertepuk tangan, leher peregangan, gerakan mulut, kepala, lengan
atau kaki tersentak, dan meringis wajah. 
c. .Tik motorik komplek Tik motor komplek biasanya lebih terarah-muncul
dan yang bersifat lebih lama. Mereka mungkin melibatkan sekelompok
gerakan dan muncul terkoordinasi. Contohnya menarik-narik baju,
menyentuh orang, menyentuh benda-benda, ekopraksia/gerakan latah dan
koprolalia/ngomong jorok. Tik fonik yang bersifat komplek dapat jatuh ke
dalam gerakan tik motor komplek berbagai seri (kategori), termasuk
echolalia (mengulangi kata-kata hanya diucapkan oleh orang lain),
palilalia (mengulangi seseorang kata-kata sebelumnya diucapkan sendiri),
lexilalia (mengulangi kata-kata setelah membaca mereka), dan coprolalia
(ucapan spontan sosial pantas atau tabu kata atau frase).

B. Gerakan diskoordinatis
1. Pada waktu berdiri.
(a) Sikap serebeler.
(b) Test Romberg.
(c) Dekomposisi daripada perubahan sikap.

2. Pada waktu berjalan.