Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang

Islam sebagai ajaran universal mengajarkan tentang segala aspek kehidupan


manusia, termasuk dalam hal pembagian harta warisan. Islam mengajarkan tentang
pembagian harta warisan dengan seadil-adilnya agar harta menjadi halal dan
bermanfaat serta tidak menjadi mala petaka bagi keluarga yang di tinggalkannya.
Dalam kehidupan di masyarakat, tidak sedikit terjadi perpecahan, pertikaian, dan
pertumpahan darah akibat perebutan harta warisan.
Mawaris memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Salah satu syariat yang diatur dalam ajaran Islam adalah tentang hukum waris, yakni
pemindahan harta warisan kepada ahli waris yang berhak menerimanya. Tata cara
pembagian harta warisan dalam Islam telah diatur dengan sebaik-baiknya. Alquran
menjelaskan dan merinci secara detail hukum-hukum yang berkaitan dengan hak
kewarisan tanpa mengabaikan hak seorang pun.
Hukum kewarisan islam pada dasarnya berlaku untuk umat islam dimana saja
di dunia ini. Sungguhpun demikian, corak suatu negara islam dan kehidupan
masyarakat di negara atau daerah tersebut pengaruh atas hukum kewarisan di daerah.
Pengaruh itu adalah pengaruh terbatas yang tidak dapat melampaui garis pokok-garis
pokok dari ketentuan hukum kewarisan islam tersebut. Namun pengaruh tadi dapat
terjadi pada bagian-bagian yang berasal dari ijtihad atau pendapat ahli-ahli hukum
islam sendiri.
Islam adalah agama yang sempurna diantara agama yang telah turun sebelum
Islam diturunkan. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang terpilih untuk untuk
mensyi’arkannya keseluruh umat manusia, beliau berpedoman pada satu kitab suci
yaitu Al Qur’anul Karim.

Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran
melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam
memenuhi kebutuhan material dan spiritual, senantiasa mengembangkan kepedulian
sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas,

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>1


kemitraan, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia, dan
sikap-sikap positif lainnya.

Didalam makalah ini, kami akan membahas objek kajian, yaitu tentang
perkembangan studi islam di dunia barat, Islam sebagai sains di dunia barat dan
dampak yang ditimbulkan dari perkembangan studi Islam di dunia barat serta
timbulnya Studi Islam di Negara-negara Barat.

1.2.        Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pengertian dari mawaris ?
2.      Bagaimana sebab-sebab pewarisan ?
3.      Bagaimana syarat dan rukun warisan ?
4.      Bagaimana pengertian dari warisan dan gibah ?
5.      Bagaimana perkembangan Islam di dunia ?
6.      Bagaimana study islam di barat ?
7.      Bagaimana perkembangan islam di Negara-negara barat ?
8.      Bagaimana dampak yang timbul dari perkembangan islam ?

1.3.        Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dari mawaris ?
2.      Untuk mengetahui sebab-sebab pewarisan ?
3.      Untuk mengetahui syarat dan rukun warisan ?
4.      Untuk mengetahui pengertian dari warisan dan gibah ?
5.      Untuk mengetahui perkembangan Islam di dunia ?
6.      Untuk mengetahui study islam di barat ?
7.      Untuk mengetahui perkembangan islam di Negara-negara barat ?
8.      Untuk mengetahui dampak yang timbul dari perkembangan islam ?

1.4.        Manfaat
1.      Untuk membangun keilmuan kembali tentang hukum mawaris.
2.      Untuk menyadari betapa pentingnya hukum mawaris.
3.      Membangun semangat keilmuan kembali atas kejayaan Islam yang telah
diperjuangkan oleh para pendahulunya.
8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>2
4.      Menyadari betapa pentingnya rasa pesatuan dan kesatuan bangsa, agar tidak mudah
terpecah belah oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
5.      Fanatisme kesukuan, mazhab, golongan, dan kelompok, hendaknya tidak
berlebihan , yang nantinya akan menyebabkan perpecahan dikalangan umat Islam itu
sendiri.
6.      Dapat mengambil pelajaran yang positif dari para penguasa masa lampau,
7.       Agar umat Islam dewasa ini tidak lagi mengalami kemunduran, seperti halnya
pada perkembangan Islam dahulu.
           

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>3


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      Mawaris
2.1.1.      Pengertian Mawaris
Secara etimologis Mawaris adalah bentuk jamak dari kata miras (‫)م<<وارث‬,
yang merupakan mashdar (infinitif) dari kata : warasa – yarisu – irsan – mirasan.
Maknanya menurut bahasa adalah ; berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada
orang lain, atau dari suatu kaum kepada kaum lain.
Sedangkan maknanya menurut istilah yang dikenal para ulama ialah,
berpindahnya hak kepemilikan dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya
yang masih hidup, baik yang ditinggalkan itu berupa harta (uang), tanah, atau apa
saja yang berupa hak milik yang legal secara syar’i.
Jadi yang dimaksudkan dengan mawaris dalam hukum Islam adalah
pemindahan hak milik dari seseorang yang telah meninggal kepada ahli waris yang
masih hidup sesuai dengan ketentuan dalam al-Quran dan al-Hadis.
Sedangkanm istilah Fiqih Mawaris dimaksudkan ilmu fiqih yang
mempelajari siapa-siapa ahli waris yang berhak menerima warisan, siapa yang tidak
berhak menerima, serta bagian-bagian tertentu yang diterimanya.
Sedangkan Wirjono Prodjodikoro mendefinisikan warisan sebagai berikut; soal
apakah dan bagaimanakah pelbagai hak-hak dan kewajiban-kewajiban tentang
kekayaan seseorang pada waktu ia meninggal dunia akan beralih kepada orang lain
yang masih hidup.
Fiqih Mawaris juga disebut Ilmu Faraid, diambil dari lafazh faridhah, yang
oleh ulama faradhiyun semakna dengan lafazh mafrudhah, yakni bagian yang telah
dipastikan kadarnya. Jadi disebut dengan ilmu faraidh, karena dalam pembagian
harta warisan telah ditentukan siapa-siapa yang berhak menerima warisan, siapa
yang tidak berhak, dan jumlah (kadarnya) yang akan diterima oleh ahli waris telah
ditentukan

2.1.2.      Sebab-sebab Pewarisan
Dalam kewarisan Islam, sebab-sebab adanya hak kewarisan ada tiga, yaitu;
hubungan kekerabatan, hubungan perkawinan dan hubungan karena sebab al-wala’.
    1. Hubungan Kekerabatan.
8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>4
     Dasar hukum kekerabatan sebagai ketentuan adanya hak kewarisan adalah firman
Allah :
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya dan
bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya,
baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan. (Q.S. An-Nisa’ :
7). Demikian pula dalam surat al-Anfal ayat 75 : …Orang-orang yang mempunyai
hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang
bukan kerabat) didalam kitab Allah. (Q.S. Al-Anfal : 75).
    2. Hubungan Perkawinan.
Hubungan perkawinan yang menyebabkan terjadinya saling mewarisi adalah
perkawinan yang sah, yaitu perkawinan yang syarat dan rukunnya terpenuhi. Dalam
hal ini, terpenuhinya rukun dan syarat secara agama. Tentang syarat administrative
masih terdapat perbedaan pendapat. Hukum perkawinan di Indonesia, memberikan
kelonggaran dalam hal ini. Yang menjadi ukuran sah atau tidaknya perkawinan
bukan secara administrasi (hukum positif, Pen.) tetapi ketentuan agama.
    3. Hubungan Karena sebab Al-Wala’
Wala’ dalam pengertian syariat adalah ;
a. Kekerabatan menurut hukum yang timbul karena membebaskan (memberi hak
emansipasi) budak.
b.  Kekerabatan menurut hukum yang timbul karena adanya perjanjian tolong
menolong dan sumpah setia antara seseorang dengan seseorang yang lain.

2.1.3.      Syarat dan Rukun Warisan


·         Syarat Warisan
Adapun syarat-syarat terjadinya pembagian harta warisan dalam Islam adalah :
1. Matinya muwaris.
Kematian muwaris dibedakan kepada tiga macam yaitu :
a. Mati haqiqy.
Mati haqiqy, ialah kematian seseorang yang dapat disaksikan oleh panca
indra dan dapat dibuktikan dengan alat pembuktian.
b. Mati hukmy.
Mati hukmy, ialah suatu kematian disebabkan adanya vonis hakim. Misalnya
orang yang tidak diketahui kabar beritanya, tidak diketahui domisilinya, maka
terhadap orang yang sedemikian hakim dapat memvonis telah mati. Dalam hal ini
8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>5
harus terlebih dahulu mengupayakan pencarian informasi keberadaannya secara
maksimal.
c. Mati taqdiry (menurut dugaan).
Mati taqdiry, yaitu orang yang dinyatakan mati berdasarkan dugaan yang
kuat. Semisal orang yang tenggelam dalam sungai dan tidak diketem,ukan jasadnya,
maka orang tersebut berdasarkan dugaan kuat dinyatakan telah mati. Contoh lain,
orang yang pergi kemedan peperangan, yang secara lahiriyah mengancam jiwanya.
Setelah sekian tahun tidak diketahui kabar beritanya, maka dapat melahirkan dugaan
kuat bahwa ia telah meninggal.
2. Hidupnya waris.
Dalam hal ini, para ahli waris yang benar-benar hiduplah disaat kematian
muwaris, berhak mendapatkan harta peninggalan. Berkaiatan dengan bayi yang
masih berada dalam kandungan akan dibahas secara khusus.
3. Tidak adanya penghalang-penghalang mewarisi.
Tidak ada penghalang kewariosan, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam
hal-hal yang menjad penghalang kewarisan.

 Rukun Pewarisan
a. Pewaris, yakni orang yang meninggal dunia, dan ahli warisnya berhak untuk
mewarisi harta peninggalannya.
b. Ahli waris, yaitu mereka yang berhak untuk menguasai atau menerima harta
peninggalan pewaris dikarenakan adanya ikatan kekerabatan (nasab) atau ikatan
pernikahan, atau lainnya.
c. Harta warisan, yaitu segala jenis benda atau kepemilikan yang ditinggalkan
pewaris, baik berupa uang, tanah, dan sebagainya.

·         Pengertian Wasiat dan Hibah


a. Wasiat
Makna wasiat (ٌ‫ص<يَّة‬
ِ ‫)و‬
َ menurut istilah syar’i ialah, pemberian kepemilikan
yang dilakukan seseorang untuk orang lain, sehingga ia berhak memilikinya ketika si
pemberi meninggal dunia. Dari definisi ini jelaslah perbedaan antara hibah (dan yang
semakna dengannya) dengan wasiat. Orang yang mendapatkan hibah, dia langsung
berhak memiliki pemberian tersebut pada saat itu juga, sedangkan orang yang

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>6


mendapatkan wasiat, ia tidak akan bisa memiliki pemberian tersebut sampai si
pemberi wasiat meninggal dunia terlebih dahulu.
    b. Hibah
Berkenaan dengan definisi hibah ( ٌ‫) ِهبَ<ة‬, As Sayid Sabiq berkata di dalam
kitabnya : “(Definisi) hibah menurut istilah syar’i ialah, sebuah akad yang tujuannya
penyerahan seseorang atas hak miliknya kepada orang lain semasa hidupnya tanpa
imbalan apapun ”. Beliau berkata pula: “Dan hibah bisa juga diartikan pemberian
atau sumbangan sebagai bentuk penghormatan untuk orang lain, baik berupa harta
atau lainnya”.
Syaikh Al Fauzan berkata: “Hibah adalah pemberian (sumbangan) dari orang
yang mampu melakukannya pada masa hidupnya untuk orang lain berupa harta yang
diketahui (jelas)”.

2.2.Perkembangan Islam Di Dunia


2.2.1.      Sejarah Studi Islam di Barat
Kemajuan peradaban barat dimulai pada Periode Pertengahan (1250-1800 M),
yang mana peradaban islam pada periode ini mengalami stagnasi. Sedangkan
peradaban barat mengalami perkembangan yang sangat pesat dari ilmu pengetahuan
dan teknologi sampai sekarang ini. Sebenarnya perkembangan tersebut banyak
dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan islam. Sebagaimana kita ketahui bahwa
Andalusia (Spanyol) pada massa pemerintahan Bani Abbasiyah adalah merupakan
salah satu tempat yang paling utama bagi Eropa dalam menyerap peradaban islam
baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban
antar negara. Salah satu contoh yang kami ambil adalah pemikiran Ibnu Rusyd yang
melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berfikir.
Dari pemikiran Ibnu Rusyd inilah yang menarik minat orang-orang barat
untuk belajar. Diantara pemuda Kristen Eropa yang belajar di Universitas-
Universitas Islam di Andalusia, seperti Universitas Codova (pendirinya abd Al
Rahman III). Selama mereka belajar di lembaga-lembaga tersebut, mereka aktif
menterjemahkan buku-buku karya para ilmuan muslim. Pusat kegiatan terjemahan
itu berada di Toledo. Setelah mereka kembali kenegara masing-masing, mereka
mendirikan Sekolah-sekolah dan Universitas. Universitas yang pertama mereka
dirikan di Eropa pada tahun 1231 Masehi.

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>7


Kaum muslimin menaklukan Andalusia (Spanyol) pada masa kekhalifahan
Walid bin Abdul Malik melalui tangan panglima Musa bin Nushair dan Thariq bin
Ziyad pada tahun 92H bertepatan dengan tahun 711M. Setelah itu, Andalusia terus
berada di bawah kekuasaan islam sehingga jatuhnya Granada pada akhir kerajaan
islam di Spanyol tahun 897H bertepatan dengan 1492M.
Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar
barat yang datang ke Jazirah Arabiyah untuk belajar. Disamping itu juga mereka
telah berhasil menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin.
Gerakan ini pada akhirnya menimbulkan massa pencerahan dan revolusi industri,
yang menyebabkan Eropa maju. Dengan demikian Andalusia merupakan sumber-
sumber cahaya bagi Eropa, memberikan kepada benua itu manfaat dari ilmu dan
budaya Islam selama hampir tiga abad.

1.        Islam Sebagai Sains di Dunia Barat


Pada dasarnya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan persamaan.
Persamaan studi dan sains adalah sama-sama objek kajiannya adalah ilmu
pengetahuan agama. Sedangkan perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu
pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran islam yang dipraktekkan dalam sejarah
dan kehidupan manusia. Sedangkan Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang
mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika,
fisika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai islami. Dan Sains Islam
sebagaimana dikemukakan Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh
kaum muslimin sejak abad islam ke-2, yang keadaannya sudah tentu merupakan
salah satu pencapaian besar dalam peradaban Islam.
Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9 Masehi,
peradaban islam mungkin merupakan peradaban yang paling produktif dibandingkan
peradaban manapun jua. Dari Sains Islam inilah membuat orang barat tertarik untuk
mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa. Al hasil,
menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah Napoleon
melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan
membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa dua set alat
percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk
kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan ilmiah.

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>8


Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang
disebut dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu
ilmu pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.
Betapa gemilangnya kemajuan dunia barat dengan mempelajari dan
mendalami studi dan sains Islam. Hal ini terjadi pada akhir tahun 1801 Masehi, pada
waktu inilah membuka mata umat islam bahwa mereka telah ketinggalan sangat jauh
dalam ilmu pengetahuan, maka pada waktu ini dikenal dengan massa Islam Periode
Modern.
Studi Islam di Barat merupakan bidang kajian tersendiri yang cukup
kompleks. Terlepas dari kekompleksitasnya, studi Islam di Barat turut membentuk
cara pandang para sarjana Muslim tamatan Universitas-universitas Barat terhadap
Islam.
Bidang kajian studi islam di barat di antara lain :
Studi Al-qur’an – Tafsir
Studi hadits
Studi fiqih
Studi sejarah kebudayaan dan peradaban islam
Studi dakwah
Studi bahasa arab
Studi pendidikan islam
Studi pemikiran politik islam

2.2.2.       Perkembangan Islam di Negara-Negara Barat


Di antara berita gembira ini, yaitu apa yang diriwayatkan oleh Tamim ad-
Dari.
Ia berkata : Aku mendengar Rosulullah S.A.W. bersabda yang artinya: ” Islam akan
mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan
rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini
kedalamnya.
Dengan memuliakan orang yang mulia atau dengan menghinakan orang yang hina.
Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keislamannya dan hina karena dihinakan
Allah disebabkan kekafirannya “. (HR. Ahmad)

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>9


Makna sampainya islam ke daerah yang disentuh siang dan malam, yaitu tersebarnya
islam keseluruh permukaan bumi, sebagaimana siang dan malam menutupinya, dan
masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan.
Dalam perkembangan studi islam di Negara-Negara Barat, dalam bagian tertentu
dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Studi Islam mensyaratkan kajian intensif tentang bahasa Arab sebagai
bahasa. Diantara pemula pakar bahasa Arab dari Jerman adalah Johann
Jokab Reiske (1716-1774). Kajian-kajian bahasa Arab berkembang secara
luas di Eropa sejak permulaan abad ke-19. salah satu dari ahli-ahli dalam
bidang ini adalah seorang sarjana Perancis A.I. sylvestre de Sacy (1758-
1838).
2) Studi teks hanya dapat dilakukan berdasarkan pada pengetahuan yang solid
tentang bahasa Arab dan bahasa islam yang lain, seperti bahasa Persia,
Turki, Urdu dan melayu-termasuk di dalamnya kritik teks dan sejarah
kesustraan. Dengan demikian edisi-edisi dari teks-teks tersebut dianggap
sebagai pra-syarat dalam kajian-kajian tekstual.
3) Keahlian dalam kajian teks, pada gilirannya, merupakan pra-syarat dalam
kajian sejarah. Termasuk didalamnya berbagai kajian terhadap para
sejarawan muslim. Sebagian besar Studi Islam saat ini di Negara-negara
Barat lebih bisa dipahami dengan latar belakang perkembangan histories.
Sejarah Studi Islam merupakan sebuah kajian tersendiri; dalam kesempatan
ini barangkali cukup untuk mengacu pada sebuah monograf yang berkaitan
dengan persoalan tersebut, serta sebuah kajian yang memfokuskan pada
lima islamolog terkemuka pada 100 tahun pertama studi Islam.

2.2.3.      Dampak yang ditimbulkan dari Perkembangan Islam Di Dunia


Setelah Studi Islam Berkembangan begitu pesatnya di dunia barat, maka
mulai tampaklah kelihatan dampak-dampak yang ditimbulkannya mulai dari hal
yang positif maupun negatif.
a.       Dampak Positif
Kehadiran Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi
kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari
ilmu pengetahuan yang dibawah oleh islam. Al hasil, maka banyaklah orang barat
8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>10
yang menguasai ilmu pengetahuan dari islam, seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu
tambang (minerologi), meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya. Sedangkan
dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri
yang dihasilkan dari observasi atau penelitian. Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan
sebuah alat perajut kaos kaki. Kemudian tahun 1733 M John Kay telah berhasil
membuat alat tenun baru yang dapat bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan
yang baik. Pada tahun 1765 M Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat
memintal berpuluh-puluh gulung benang sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M
terjadi revolusi industri di Inggris, seperti ditemukannya mesin uap oleh James Watt
pada tahun 1769 M dan alat tenun oleh Cartwright tahun 1785 M yang menyebabkan
Inggris menjadi negara industri maju.
b.      Dampak Negatif
1). Setelah bangsa barat menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami revolusi
dibidang industri. Maka mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku dalam
kegiatan industrinya. Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka berlomba-
lomba mencari di dunia Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh pemerintahan
muslim. Di samping itu, mereka juga memerlukan tempat pemasaran baru bagi hasil
industrinya ke negara-negara Timur. Sebagai akibatnya, banyak negara-negara Barat
datang kedunia Timur dan terjadilah Ekspansi besar-besaran dalam bidang social,
politik, ekonomi dan sebagainya. Di waktu itulah terjadi suatu massa kolonial dan
imperial, yaitu massa dimana bangsa-bangsa Barat melakukan penjajahan terhadap
dunia Timur, khususnya dunia muslim. Suasana seperti itu menyebabkan dunia
Timur mengalami kemunduran dan Barat mencapai kemajuan pesat dari hasil
kolonialisme dan imperialisme atas dunia Timur.
2). Rupanya dampak negatif yang kedua ini adalah bagaikan kacang lupa
kulitnya. Istilah ini memang pantas ditunjukkan pada orang barat, karena kenapa ?
mereka sungguh tidak tahu diri.
Ilmu yang berkembang di Dunia Barat itu adalah dari islam, akan tetapi mereka
mengingkarinya, mereka tidak mengakui. Malahan mereka mengaku ilmu tersebut
berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban islam. Ada seorang sarjana
bernama Max Dimont mengatakan bahwa orang Barat itu menderita Narcisisme,
yaitu mereka mengagumi diri mereka sendiri, dan kurang memiliki kesediaan untuk
mengakui utang budinya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka hanya mengatakan,
bahwa yang mereka dapatkan itu adalah warisan dari Yunani dan Romawi.
8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>11
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Semua orang muslim wajib mempelajari ilmu mawaris, Ilmu mawaris sangat
penting dalam kehidupan manusia khususnya dalam keluarga karena tidak semua
orang yang ditinggal mati oleh seseorang akan mendapatkan warisan.
Perkembangan studi Islam di dunia barat, disebabkan oleh adanya kontak
langsung antara orang barat dengan orang islam, adanya pelajar barat yang belajar
kedunia islam dan adanya gerakan penerjemahan kitab.
Islam lebih dikenal didunia barat adalah sebagai Sains daripada Studi.
Salah satu contoh kemajuan ilmu pengetahuan dunia barat adalah adanya Ekspedisi
Napoleon ke Mesir.
Perkembangan peradaban barat yang berkembang begitu pesat, dimulai sejak
periode pertengahan, dimana peradaban umat Islam pada saat itu mengalami
stagnasi.
Dari perkembangan studi Islam yang berkembang di dunia barat, membawa dampak
yang positif dan negatif.Hasil perkembangan studi Islam di Dunia Barat, membuat
para ilmuwan barat banyak tertarik.

3.2. Saran
Saran saya terhadap siswa yang misalnya telah membaca makalah ini agar
dapat mengetahui tentang hukum-hukum mawaris, perbedaan anatara warisan dan
hibah, sebab-sebab pewarisan, syarat dan rukun warisan, perkembangan Islam di
dunia, study islam di barat, perkembangan islam di Negara-negara barat, dampak
yang timbul dari perkembangan islam.
Semua hal-hal yang merusak citra Islam di mata dunia tidak terlepas dari
kurangnya perhatian umat Islam serta kurangnya pemahaman ajaran Islam di
kalangan tertentu, yang pada akhirnya menyalahgunakan setiap hal tentang Islam
guna untuk kepentingan sepihak. Oleh karena itu sebagai sesam umat Islam kita
harus tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan di antara kita agar tidak dapat
8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>12
digoyahkan. Selain itu yang paling penting adalah memperdalam kajian kita tentang
Islam agar tidak terjadi kesalahan pemahaman dan yang paling utama harus selalu
memperkuatkan keyakinan kita tentang Islam sebagai agama yang diridhoi Allah
SWT.

DAFTAR PUSTAKA
1. H. Muh. Rifa’I,1996,Fiqh Mawaris,semarang : sayid sabiq,fiqih
sunnah,Beirut: Darut fikr.
2. Thalib, sayuti, SH.1981. Hukum kewarisan islam di indonesia. Jakarta :sinar
Abd Rohman Nur Karim http://anakmudagarut.blogspot.com/2008/10/fiqih-
mawaris.html.
3. Usep.Suhendar(2011)pengertian-mawaris/Yogyakarta/SEAMOLEC.
4. Suswanto(2011)syarat dan rukun mawaris /Ghalia Indonesia.

8. Muhamad Rizki Tuga PAI XII IPS-1------>13