Anda di halaman 1dari 10

UKM

F.2 Kesehatan Lingkungan

1. Judul:
CAMAR "CERITA BERSAMA DOKTER" tentang Kesehatan Lingkungan Jamban Sehat

Latar Belakang
Derajat kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu :lingkungan, perilaku, pelayanan
kesehatan dan keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku sangat mempengaruhi derajat
kesehatan. Termasuk lingkungan yaitu keadaan pemukiman/perumahan, tempat kerja,
sekolah dan tempat umum, air dan udara bersih, teknologi, pendidikan, sosial dan ekonomi.
Sedangkan perilaku tergambar dalam kebiasaan sehari-hari seperti pola makan, kebersihan
perorangan, gaya hidup, dan perilaku terhadap upaya kesehatan

Permasalahan
Berdasarkan data WHO pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 1,1 milyar orang atau 17%
penduduk dunia masih buang air besar di area terbuka, dari data tersebut diatas sebesar
81% penduduk yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) terdapat di 10 negara dan
Indonesia sebagai negara kedua terbanyak ditemukan masyarakat buang air besar di area
terbuka, yaitu India (58%), Indonesia (12,9%), China (4,5%), Ethiopia (4,4%), Pakistan (4,3%),
Nigeria (3%), Sudan (1,5%), Nepal (1,3%), Brazil (1,2%) dan Niger (1,1%

Perencanaan
kegiatan ini dilakukan di ruang tunggu pasien dan keluarga pasien di puskesmas tanjung
agung setiap hari senin mulai pukul 08.00

Pelaksanaan
Metode penyuluhan dipilih dalam upaya memberikan pemahaman kepada warga
masyarakat tanjung agung mengenai pentingnya jamban sehat.

Evaluasi
Diberikan pertanyaan kepada masyarakat untuk mengetahui kepahaman masyarakat akan
penyuluhan yang dilakukan,

2. Judul
CAMAR "CERITA BERSAMA DOKTER" tentang Kesehatan Lingkungan Air Bersih

Latar Belakang
Dalam pelaksanaan, kegiatan penyediaan serta pengawasan jamban dan limbah, kualitas
tempat tinggal, serta pengaturan air bersih yang berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002, bahwa air minum yang dikonsumsi
masyarakat harus memenuhi persyaratan kesehatan kualitas air minum.

Permasalahan
Kebutuhan manusia yang terus meningkat pada pasokan air, juga memiliki risiko dalam
penyebaran penyakit dimana pathogen penyebab penyakit berada dalam air yang telah
tercemar dan dapat menyebabkan penyakit infeksi bila terminum oleh manusia atau hewan.
Diantara penyakit- penyakit yang disebarkan dengan mekanisme ini adalah kolera, tifoid,
hepatitis A, disentri, poliomyelitis, dan diare (Slamet, 2011). Hal ini disebabkan karena
rendahnya kualitas air baku dan banyaknya terjadi pencemaran lingkungan seperti
pembuangan limbah plastik, deterjen, dan sebagainya (Hartz, 2004).

Perencanaan
Kegiatan ini dilakukan di ruang tunggu pasien dan keluarga pasien di puskesmas tanjung
agung setiap hari senin mulai pukul 08.00

Pelaksanaan
Metode penyuluhan dipilih dalam upaya memberikan pemahaman kepada warga
masyarakat tanjung agung mengenai pentingnya kualitas air bersih

Evaluasi
Diberikan pertanyaan kepada masyarakat untuk mengetahui kepahaman masyarakat akan
penyuluhan yang dilakukan,

3. Judul
CAMAR "CERITA BERSAMA DOKTER" tentang Kesehatan Lingkungan Pengolahan Limbah
Rumah Tangga

Latar Belakang
Limbah adalah bahan buangan atau bahan sisa yang tidak digunakan lagi dari hasil
kegiatan manusia baik pada skala rumah tangga, industri, maupun pertambangan. Pada
konsentrasi tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan
dan terhadap kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat
terhadap limbah. Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar
mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah
rumah tangga yang terlalu banyak jika tidak dapat ditanggulangi sangat berpotensi
mencemari dan meracuni lingkungan. Pengolahan limbah rumah tangga ini bertujuan
untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap lingkungan yang dapat berdampak
terhadap terganggunya kesehatan masyarakat

Permasalahan
kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah

Perencanaan
kegiatan ini dilakukan di ruang tunggu pasien dan keluarga pasien di puskesmas tanjung
agung setiap hari senin mulai pukul 08.00

Pelaksanaan
Metode penyuluhan dipilih dalam upaya memberikan pemahaman kepada warga
masyarakat tanjung agung mengenai pentingnya pengolahan limbah rumah tangga.

Evaluasi
Diberikan pertanyaan kepada masyarakat untuk mengetahui kepahaman masyarakat akan
penyuluhan yang dilakukan,
F5. TENTANG PTM
1. Judul
CAMAR (CERITA BERSAMA DOKTER) TENTANG NYERI SENDI

Latar Belakang
Nyeri Sendi merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat dari kelompok lansia.
Selain faktor usia, banyak hal yang mempengaruhi percepatannya, nyeri sendi muncul
karena banyaknya lansia yang tidak bisa mengontrol gaya hidupnya (Kurnia, 2015). Masalah
umum yang dialami oleh lansia adalah perilaku dalam mencegah terjadinya nyeri sendi.
Banyak lansia yang menganggap nyeri sendi adalah hal yang sepele. Mereka tidak
memperhatikan gaya hidupnya, seperti pola makan, latihan fisik yang tepat atau rutin
melakukan olah raga dan menjaga berat badan agar tetap ideal, bahkan kebanyakan lansia
khususnya laki-laki masih banyak yang merokok, sehingga banyak dari mereka mengalami
nyeri sendi

Permasalahan
Nyeri sendi setidaknya telah menyebabkan 97% penderita mengalami keterbatasan gerak,
dan 7 dari 10 orang mengalami penurunan mobilitas, bahkan sebagian tidak bisa bergerak,
belum lagi dengan semakin berubahnya gaya hidup yang ada, semakin meningkatkan pula
resiko terserang nyeri sendi dini. Selain itu, dampak yang ditimbulkan akibat nyeri sendi
pada lansia dapat berakibat fatal sehingga sendi tidak bisa digunakan, sendi menjadi kaku,
kesulitan berjalan, bahkan sampai lumpuh total. Rasa sakit yang timbul juga dapat
mengganggu aktivitas kegiatan sehari-hari. Oleh sebab itu, perlunya pernyuluhan mengenai
nyeri sendi pada pasien lanjut usia

Perencanaan
kegiatan ini dilakukan di ruang tunggu pasien dan keluarga pasien di puskesmas tanjung
agung setiap hari senin mulai pukul 08.00

Pelaksanaan
penyuluhan mengenai definisi nyeri sendi, jenis-jenis nyeri sendi, gejala, faktor resiko,
pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi, terutama mengenai gizi pada pasien dengan
nyeri sendi

Evaluasi
Diberikan pertanyaan kepada masyarakat untuk mengetahui kepahaman masyarakat akan
penyuluhan yang dilakukan,

2. Judul
CAMAR (CERITA BERSAMA DOKTER) TENTANG Diabetes Mellitus

Latar Belakang
Diabetes Mellitus (DM) merupakan kategori penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi
masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional maupun lokal. Salah
satu jenis penyakit metabolik yang selalu mengalami peningkatan penderita setiap tahun di
negara-negara seluruh dunia. Diabetes merupakan serangkaian gangguan metabolik
menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin, sehingga menyebabkan
kekurangan insulin baik absolut maupun relatif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi
glukosa dalam darah

Permasalahan
Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2018 sebesar 10,9% (Menurut konsensus PERKENI 2015. Riskesdas juga
melaporkan bahwa penderita diabetes mellitus di provinsi Sumatera Selatan adalah sekitar
1,5% dari total pendeita diabetes di Indonesia. Oleh sebab itu, perlunya pernyuluhan
mengenai diabetes mellitus pada pasien.

Perencanaan
kegiatan ini dilakukan di ruang tunggu pasien dan keluarga pasien di puskesmas tanjung
agung setiap hari senin mulai pukul 08.00

Pelaksanaan
penyuluhan mengenai definisi diabetes mellitus, jenis-jenis diabetes mellitus, gejala, faktor
resiko, pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi, terutama mengenai gizi pada pasien
dengan diabetes mellitus

Evaluasi
Diberikan pertanyaan kepada masyarakat untuk mengetahui kepahaman masyarakat akan
penyuluhan yang dilakukan,

Judul
CAMAR (CERITA BERSAMA DOKTER) TENTANG HIPERTENSI

Latar Belakang
Penyuluhan bertujuan dalam mencapai perubahan perilaku individu, keluarga, dan
masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta
berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Keberhasilan
suatu terapi pengobatan tidak hanya ditentukan oleh diagnosis dan pemilihan obat yang
tepat, tetapi juga oleh pengetahuan pasien untuk melaksanakan terapi tersebut. Salah satu
upaya dalam meningkatkan pengetahuan pasien dalam pengobatan dilakukan dengan
pemberian pendidikan kesehatan. Upaya kesehatan tersebut terfokus pada upaya
peningkatan perilaku sehat, pendorong perilaku yang menunjang kesehatan, pencegahan
penyakit, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan.

Permasalahan
Berdasarkan mini project yang telah dilakukan oleh Dokter internsip periode 2018-2019
yang berjudul “Gambaran pengetahun dan perilaku masyarakat di Kecamatan Tanjung
Agung serta evaluasi program Posbindu PTM Puskesmas Tanjung Agung” didapatkan hasil
hanya 5,9% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit hipertensi.

Perencanaan
kegiatan ini dilakukan di ruang tunggu pasien dan keluarga pasien di puskesmas tanjung
agung setiap hari senin mulai pukul 08.00
Pelaksanaan
penyuluhan mengenai definisi hipertensi, gejala, faktor resiko, pengobatan farmakologi dan
nonfarmakologi, terutama mengenai gizi pada pasien dengan hipertensi

Evaluasi
Diberikan pertanyaan kepada masyarakat untuk mengetahui kepahaman masyarakat akan
penyuluhan yang dilakukan,

F5

 Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Desa Pandan Enim

Tujuan pelaksanaan BIAS adalah mempertahankan eliminasi tetanus, pengendalian penyakit


difteri dalam jangka panjang melalui imunisasi DT dan Td pada analgesic kelas 1,2 dan 5.

Cakupan imunisasi di Puskesmas Tanjung Agung tahun 2018 sebesar 88,7% (<95%)
dikarenakan sasaran terlalu besar tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya.

Penyuntikan vaksin DT dan Td 0,5 cc secara intramuscular di regio deltoid.

1. Pendataan sasaran dan penjaringan status imunisasi.


2. Menyiapkan vaksin dan logistik lainnya.
3. Penjadwalan penyuntikan.
4. Pencatatan dan pelaporan.

1. Dilakukan sweeping atau pelacakan bagi murid yang belum mendapatkan imunisasi
karena sakit, tidak masuk, atau sebab lainnya.
2. Kerja sama dengan orang tua murid, guru untuk pelaporan KIP (Kejadian Pasca Imunisasi).
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah sweeping meliputi sasaran yang
mendapatkan imunisasi dibanding sasaran seluruhnya untuk menentukan rencana tindak
lanjut dari kegiatan yang telah ditentukan untuk perbaikan kegiatan selanjutnya.

F6 31-12-2019 /1-1-2020

Pos Kesehatan untuk menyambut Libur Tahun Baru

Pos Kesehatan diadakan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan


menghadapi Tahun Baru 2020,
Hal tersebut sebagai upaya pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan, mengingat
padatnya jalur lalu lintas pada saat itu. Serta sebagai upaya menanggulangi berbagai
penyakit yang mungkin muncul di lapangan yang dibawa para pengunjung dari luar daerah.
Arus lalu lintas kendaraan di kawasan tempat wisata Air Terjun Bedegung menjelang Tahun
Baru diprediksi meningkat.

Puskesmas diminta untuk menyiagakan tenaga kesehatan( dokter dan paramedis),


melengkapi kebutuhan logistik obat-obatan P3K, alat kesehatan dan satu unit Ambulance
mulai tanggal 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Arus lalu lintas di awasi langsung oleh perwakilan dari Dinas Perhubungan, Tentara, dan
Kepolisian Kecamatan Tanjung Agung.
Dokter dan Paramedis memberikan pengobatan P3K jika terjadi kecelakaan lalu lintas

Melakukan pencatatan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi untuk evaluasi arus lalu
lintas di Tahun mendatang

F4 10/12/2019

Rapat Lintas Sektor Evaluasi dan Penanggulangan Stunting di Kecamatan Tanjung Agung -
Panang Enim

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis
terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita
disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang,
dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama
dalam 1.000 HPK. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut
umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar dimaksud terdapat pada
buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan pada 2018 menemukan 30,8%
mengalami stunting.,

Upaya penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik
untuk mengatasi
penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
Selain mengatasi
penyebab langsung dan tidak langsung, diperlukan prasyarat pendukung yang mencakup
komitmen politik dan
kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor, serta kapasitas
untuk melaksanakan.
Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari
pemenuhan prasyarat
pendukung.
Intervensi gizi spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi terjadinya stunting
seperti asupan
makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan.
Kegiatan ini dilakukan di Aula puskesmas Tanjung Agung pukul 09.00 WIB.

1. Pembukaan
2. Sambutan camat Tanjung Enim dan Panang Enim, perwakilan Polsek Tanjung Agung, dan
perwakilan dari KUA.
3. Penyampaian materi oleh kepala puskesmas,dokter, dan tim promosi kesehatan
mengenai stunting.
4. Rapat lintas sektor membahas perencanan dan kemajuan intervensi penurunan stunting
5. Diskusi mengenai intervensi dan penemuan stunting di kecamatan Tanjung Agung dan
Panang Enim
6. Penutup

a. Koordinasi intervensi pencegahan stunting dipimpin oleh Camat selaku koordinator


wilayah kecamatan.
b. Camat melakukan pertemuan secara berkala dengan aparat tingkat kecamatan, tingkat
desa, dan masyarakat untuk membahas perencanan dan kemajuan intervensi penurunan
stunting
c. Memberikan dukungan dalam melaksanakan pemantauan dan verifikasi data dan
melakukan pendampingan pelaksanaan kegiatan di tingkat desa.

F1 musrenbang

MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN DESA LUBUK NIPIS

Tujuan
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa adalah forum musyawarah
tahunan para pemangku kepentingan (stakeholders) Desa untuk menyepakati Rencana
Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa) tahun anggaran yang direncanakan. Musrenbang desa
dilakukan setiap bulan Januari dengan mengacu kepada dokumen Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJM Desa). Setiap desa diamanatkan untuk menyusun
dokumen rencana 5 tahunan yaitu RPJM Desa dan dokumen rencana tahunan yaitu RKP
Desa.
Musrenbang adalah forum perencanaan (program) yang diselenggarakan oleh lembaga
publik, yaitu pemerintah desa, bekerjasama dengan warga dan para pemangku
kepentingan lainnya. Musrenbang yang bermakna akan mampu membangun
kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa, dengan cara memotret potensi dan
sumber-sumber pembangunan yang tersedia baik dari dalam maupun luar desa.

Permasalahan: sesuaikan data desa


Kunjungan Ibu Hamil 65%, persalinan di pelayanan kesehatan rendah, Balita ditimbang
sedikit 73%, Anak Stunting 3 orang, Kunjungan Usia Produktif Rendah, Kunjungan lansia
Rendah, Sarana Sanitasi 51,16%, Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rusak, Kader Kurang dan
Belum Terlatih, Bangunan Posyandu tidak ada, Sarana dan Prasarana posyandu tidak ada,
Posyandu prolansia, Posbindu PTM belum aktif.

Intervensi
Alternatif Pemecahan Masalah :
1. Perbaikan sarana Fasyankes
2. Pembangunan Posyandu
3. Perekrutan dan pelatihan kader: Kader osyandu 5 orang, Kader Posyandu Lansia 3 orang,
Kader Posbindu PTM 3 orang, kader TB 2 orang, Kader Jumantik 3 orang, kader kesehatan
Jiwa 2 orang
4. Pembentukan posyandu Lansia, Posbindu PTM
5. Pengadaan jambanisasi
6. Pengadaan sarana dan prasaranaKesehatan di posyandu : Meja Kursi, Timbangan bayi, alat
ukur tinggi badan, alat ukur lingkar perut, tensi digital dewasa, alat periksa gula darah,
kolesterol, obat-obatan lansia.
7. Pengadaan PMT di posyandu
8. pengadaan honor kader

kegiatan dilakukan di balai desa pukul 10.00- selesai

pelaksanaan:
1.Pendaftaran peserta
2.Pembukaan. Acara dipandu oleh pembawa acara dengan kegiatan sebagai berikut:
Kata pembuka dan penyampaian agenda Musrenbang desa;
Laporan dari ketua panitia Musrenbang (Ketua TPM);
Sambutan dari kepala desa sekaligus pembukaan secara resmi;
Doa bersama.
3.Pemaparan dan diskusi dengan narasumber (diskusi panel) sebagai masukan untuk
musyawarah:
Pemaparan oleh wakil masyarakat mengenai gambaran persoalan desa menurut
hasil kajian, yang dibagi sesuai dengan urusan/bidang pembangunan desa;
Pemaparan Camat atas prioritas kegiatan pembangunan di kecamatan yang
bersangkutan serta hasil evaluasi pembangunan tahun sebelumnya, dengan memuat
jumlah usulan yang dihasilkan pada forum sejenis di tahun sebelumnya;
Pemaparan pihak perwakilan UPTD/SKPD (pendidikan,
pertanian/balaipenyuluhan, bina marga, dsb) wilayah kecamatan mengenai kebijakan
dan prioritas program daerah di wilayah kecamatan;
Pemaparan kepala desa mengenai: (1) hasil evaluasi RKP Desa yang sudah berjalan; (2)
kerangka prioritas program menurut RPJM Desa; (3) Informasi perkiraan ADD dan sumber
anggaran lain untuk tahun yang sedang direncanakan;
Pemaparan masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat desa oleh beberapa perwakilan
dari masyarakat, misalnya: ketua kelompok tani, komite sekolah, kepala dusun, dan lain-
lain;
Pemisahan kegiatan berdasarkan: a) kegiatan yang akan diselesaikan sendiri di
tingkat desa (APBD-Desa), dan b) kegiatan yang menjadi tanggung jawab Satuan Kerja
Perangkat Daerah yang akan dibahas dalam Musrenbang Tahunan Kecamatan;
Tanggapan/diskusi bersama warga masyarakat/peserta berupa perumusan para peserta
tentang prioras untuk menyeleksi usulan kegiatan sebagai cara mengatasi masalah;
Penetapan prioritas kegiatan pembangunan tahun yang akan datang sesuai dengan potensi
serta permasalahan di desa
4.Pemaparan draf Rancangan Awal RKP Desa oleh TPM (Sekdes) dan tanggapan atau
pengecekan (verifikasi) oleh peserta.
5.Kesepakatan kegiatan prioritas dan anggarannya per bidang/isu.
6.Musyawarah penentuan Tim Delegasi Desa. 7.Penutupan yaitu penandatanganan berita
acara Musrenbang dan penyampaian kata penutup oleh Ketua TPM/pemandu.

Monitoing dan evaluasi


1. Melakukan pertemuan/rapat-rapat panitia, membentuk Tim Pemandu, mengidenti?kasikan
peserta dan mengundang peserta, menyusun jadwal dan agenda, dan menyiapkan logistik.
2. Pokja (Tim) Perencana Desa atau Tim Penyusun RKP Desa atau Tim Penyelenggara
Musrenbang Desa melakukan reviuw terhadap dokumen RPJM Desa dan dokumen RKP
Desa tahun lalu sebagai tahap awal pelaksanaan tugasnya
3. Analisis data kerawanan ini digunakan untuk mengkaji ulang dokumen RPJM Desa,
khususnya mengenai prioritas masalah dan kegiatan yang akan disusun untuk RKP Desa
tahun berikutnya.
4.Menyusun jadwal dan agenda, mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat mengenai
agenda lokakarya desa, membuka pendaftaran/mengundang calon peserta, menyiapkan
peralatan, bahan materi dan notulen..

F6 posyandu lansia

Posyandu Lansia dan Posbindu PTM Merpati 1 di Desa Tanjung Agung

Tujuan utama kegiatan Posbindu PTM adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat
dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular, cara pencegahan,


deteksi dini, seputar gejala penyakit dan pengobatannya.

Kegiatan ini dilakukan di salah satu rumah warga mulai pukul 10.00. Dilakukan secara rutin
1x dalam tiap bulannya.

1. Pencatatan kartu berobat


2. Pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut dan
lingkar lengan.
3. Pengobatan dasar keluhan pasien.

Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilakukan tiap bulan sesuai dengan jadwal kegiatan,
dengan pelaporan hasil-hasil yang dicapai pada bulan tersebut.

Pasien datang dengan keluhan kelemahan sesisi tubuh sebelah kanan secara tiba-tiba kira-
kira 1 jam sebelumnya tanpa disertai kehilangan kesadaran. Saat serangan penderita
mengalami sakit kepala (+) yang disertai mual dan muntah, tanpa kejang, tanpa disertai
hilang rasa pada sisi yang lemah. Sehari-hari pasien menggunkan tangan kanan. Bicara pelo
(+), Penderita bisa mengungkapkan isi pikiran secara lisan,tulisan, dan isyarat. Pasien dapat
mengerti isi pikiran orang lain yang diungkapkan secara lisan, tulisan dan isyarat. Penyakit
seperti ini pertama kali dialami penderita.
Tanda vital :
Keadaan umum tampak sakit sedang
GCS 15 (E4 M6 V5)
Tekanan darah: 198/110mmHg
Nadi: 99 x/m
Pernapasan : 22x/m
Suhu: 36.7° C

Pemeriksaan neurologis
Nervus III: pupil bulat, isokor, reflek cahaya +/+, diameter 3 mm/3mm
Nervus III, IV, VI: dalam batas normal
Nervus VII: dalam batas normal
Nervus XII: disatria (+), deviasi lidah (-)
Fungsi motorik:
gerakan ekstremitas kanan lebih lemah dari sebelah kiri
kekuatan ekstremitas kanan 4
tonus meningkat
klonus tidak ada
reflek fisiologis ada meningkat
refleks patologis lengan kanan Hoffman tromner (+), tungkai kiri babinksy (+), chaddock (+)
fungsi sensoris dalam batas normal
gerakan rangsangan meningeal negative, laseque (-), kernig (-)

KIE
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit yang diderita
Menjelaskan kepada pasien, bahwa pasien akan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan
sekunder RS. Bukit Asam Medika
•Farmakoterapi
IVFD RL gtt xx/menit
O2 3-4 L/menit
Elevasi kepala 30°
Captopril 25 mg tablet 1 kali sublingual

Beri Nilai