Anda di halaman 1dari 7

Sandra Agista Putri

199494
Kelas II A

MIKROMERITIK

1. Jelaskan pentingnya ilmu mikromeritik dalam bidang Farmasi!


Jawab:
Pentingnya ilmu mikromeritik dalam bidang Farmasi, yaitu:
1. Ukuran partikel berhubungan dengan luas permukaan dan tegangan antarmuka
karena sifat ini sangat mempengaruhi sifat fisika, misalnya dari aspek
termodinamika, kimia, kelarutan (ionisasi) dan farmakologi dari suatu obat.
2. Ukuran partikel mempengaruhi pelepasannya dari bentuk-bentuk sediaan yang
diberikan secara oral, topikal, parenteral, dan rektal, ketika secara teknologi sekarang
telah dikenal nanopartikel dan mikropartikel sehingga mudah mengalami
penghantaran ke side effect.
3. Ukuran partikel mempengaruhi kekompakan tablet, kestabilan emulsi, dan suspensi
(kemudahan digojog)
4. Ukuran partikel memegang peranan dalam laju pengendapan pada sediaan suspense
5. Pada tablet dan kapsul, ukuran partikel menentukan sifat alir serta pencampuran yang
benar dari granul.

2. Sebutkan metode yang digunakan dalam menentukan ukuran partikel?


Jawab:
1. Mikroskopi optik
Pengukuran partikel dengan menggunakan metode mikroskopik biasanya untuk
pengukuran partikel yang berkisar dari 0,2 mcm sampai kira-kira 100 mcm.
2. Pengayakan
Metode pengayakan merupakan metode yang sederhana dengan menggunakan alat
atau mesin seperti ayakan, tetapi memiliki aturan kecepatan dan ukuran ayakan
(mesh) tertentu dan telah terkalibrasi.
3. Sedimentasi (pengendapan)
Metode sedimentasi (pengendapan) adalah suatu metode yang digunakan untuk
mengukur diameter partikel berdasarkan prinsip ketergantungan laju sedimentasi
partikel pada ukurannya.
4. Pengukuran Volume Partikel (Coulter Counter)
Prinsip pengukuran volume partikel, yaitu: jika suatu partikel disuspensikan dalam
suatu cairn elektrolit, kemudian dilewatkan melalui suatu lubang kecil, yang pada
kedua sisinya ada elektroda.

3. Suatu bahan serbuk dengan kerapatan 2,7 disuspensikan dalam sirup yang mengandung
sukrosa 60% berat, berapakah ukuran partikelnya bila Re tidak melebihi 0,2, dimana
viskositas sirup tersebut adalah 0,567 poise dan kerapatannya 1,3?
Diketahui:
ρo = 1,3
ρs = 2,7
η = 0,567 poise
Re = 0,2
g = 981 g/s2
Ditanya: D =…?

d3 = 18 Re η2
(ρs – ρo) ρo g
= 18 x 0,2 x (0,567)2
(2,7 – 1,3) 1,3 x 981
= 18 x 0,2 x (0,321489)
(1,4) x 1.275,3
= 1,157
1.785,42
d3 = 64 x 10-4
D = 4 x 10-2
4. Berapa persen porositas dari talkum yang kerapatan sebenarnya 2,70 g/cm3. Jika 324 g
serbuk tersebut dimasukkan ke dalam gelas ukur, volume bulk yang diperoleh adalah 200
ml?
Diketahui:
ρ = 2,70 g/cm3
m = 324 g
Vb = 200 mL
Ditanya: E = …?
ρ =m
v
Vp = m
ρ
Vp = 324 g
2,70 g/cm3
Vp = 120 cm3
E = Vb – Vp = 1 – Vp
Vb Vb
E = 200 – 120 = 1 – 120
200 200
E = 80 = 1 – 0,6
200
E = 0,4 = 0,4
E = 0,4 x 100% = 40%

5. Suatu bahan serbuk dengan kerapatan 2,7 disuspensikan dalam air pada 20°C. Berapakah
ukuran partikel terbesar yang akan mengendap tanpa menyebabkan turbulasi? Viskositas
air pada 20°C adalah 0,01 poise, atau g/cm detik, dan kerapatannya adalah 1,0
Diketahui:
ρs = 2,7
η = 0,01 poise
ρo = 1,0
R = 0,2
D =…?
d3 = 18 Re η2
(ρs – ρo) ρo g
= 18 x 0,2 x (0,01)2
(2,7 – 1,0) 1,0 x 981
= 18 x 0,2 x (0,0001)
(1,7) x 981
= 0,00036
1.667,7
d3 = 216 x 10-9
D = 6 x 10-3 cm

6. Sampel serbuk kalsium oksida dengan kerapatan sebenarnya 3,203 dan berat 131,3
mempunyai volume bulk 82,0 cm-3 jika ditempatkan dalam gelas ukur 100 ml. Hitung
porositasnya
Diketahui:
ρ = 3,203 g/cm3
m = 131,3 g
Vb = 82,0 cm3
Vp = 100 mL
E =…?
ρ =m
v
Vp = m
ρ
Vp = 131,3 g
3,203 g/cm3
Vp = 41 cm3
E = Vb – Vp = 1 – Vp
Vb Vb
E = 82 – 41 = 1 – 41
41 82
E = 41 = 1 – 0,5
41
E = 1 = 0,5
E = 0,5 x 100% = 50%
7. Berapakah kerapatan 5 ml serum jika mempunyai massa 5,23 gram
Diketahui:
V = 5 mL
Massa = 5,23 g
ρ = …?
ρ =m
v
ρ = 5,23 g
5 mL
ρ = 1,05 g/mL

8. Kerapatan granul, ρg dari Na bikarbonat adalah 1,450 dan ρ = 2,033. Hitung porositas
dalam partikel
Diketahui:
ρg = 1,450
ρ = 2,033
Edalam partikel =…?

Edalam partikel = 1 - ρg
ρ
Edalam partikel = 1 – 1,450
2,033
= 1 – 0,7132
= 0,286 x 100%
= 28,6%

9. Berat sebuah tablet NaI adalah 0,3439 gram dan volume bulk adalah 0,0963 cm3.
Kerapatan sebenarnya dari NaI adalah 3,667 gram/cm3. Berapa kerapatan bulk dan
porositas total tablet tersebut
Diketahui:
m = 0,3439 g
Vb = 0,0963 cm3
ρ = 3,667 gram/cm3
ρb =…?
Etotal =…?
ρb = mb
vb
ρb = 0,3439 g
0,0963 cm3
ρb = 3,571 g/cm3
Etotal =…?
Etotal = 1 – ρb
ρ
Etotal = 1 – 3,571
3,667
= 1 – 0,9738
= 0,026 x 100%
= 2,6%

10. Suatu bahan dengan kerapatan 3,1 disuspensikan dalam suatu cairan yang viskositasnya
0,483 g/cm3 dan kerapatan cairan tersebut 1,9. Jika nilai Re tidak melebihi 0,2 dan
gravitasi 981 cm/det2 maka diamater dari bahan tersebut adalah
Diketahui:
ρs = 3,1
ρo = 1,9
η = 0,483 g/cm3
g = 981 cm/s2
R = 0,2
D =…?
d3 = 18 Re η2
(ρs – ρo) ρo g
= 18 x 0,2 x (0,483)2
(3,1 – 1,9) 1,9 x 981
= 18 x 0,2 x (0,233289)
(1,2) x 1.863,9
= 0,8398
2.236,68
d3 = 375 x 10-6
D = 72,14 µm

11. Jika 75 gram sampel aluminium oksida dimasukkan ke dalam gelas ukur dan mempunyai
volume bulk 62 cm3 maka porositas dari serbuk tersebut bila mempunyai kerapatan
sebenarnya 4,0 g/cm3 yaitu
Diketahui:
m = 75 g
Vb = 62 cm3
ρ = 4,0 g/cm3
E = …?
ρ =m
v
Vp = m
ρ
Vp = 75 g
4,0 g/cm3
Vp = 18,75 cm3
E = Vb – Vp = 1 – Vp
Vb Vb
E = 62 – 18,75 = 1 – 18,75
62 62
E = 43,25 = 1 – 0,3024
62
E = 0,698 = 0,698
E = 0,698 x 100% = 69,8%

12. Porositas dalam granul aspirin jika kerapatan sebenarnya dari aspirin adalah 1,37 dan
kerapatan granul adalah 1,33 yaitu
Diketahui:
ρg = 1,33
ρ = 1,37
Edalam partikel =…?

Edalam partikel = 1 - ρg
ρ
Edalam partikel = 1 – 1,33
1,37
= 1 – 097
= 0,03 x 100%
= 3%

Anda mungkin juga menyukai