Anda di halaman 1dari 19

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DAN ANGGARAN

VARIABEL

Disusun oleh:
Nama : Ririn Suharningsih
NIM : 15170201M

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
2020
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)

A.    PENGERTIAN
Biaya Overhead Pabrik adalah semua biaya produksi kecuali biaya bahan baku
dan biaya tenaga kerja (ini untuk perusahaan yang proses produksinya
berdasarkan metode harga pokok proses)
Biaya Overhead Pabrik adalah semua biaya produksi kecuali biaya bahan baku
dan biaya tenaga kerja langsung (ini untuk perusahaan yang proses produksinya
berdasarkan metode harga pokok pesanan)
Anggaran biaya overhead pabrik adalah suatu perencanaan yang terperinci
mengenai biaya –biaya tidak langsung yang dikeluarkan sehubungan dengan
proses produksi selama periode yang akan dating ,meliputi jenis biaya,
waktu,serta tempat (departemen) dimana biaya itu terjadi.

B.     TUJUAN PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK


1.      Mengetahui penggunaan biaya secara lebih efisien
2.      Menentukan harga pokok produk secara lebih cepat
3.      Mengetahui pengalokasian biaya overhead pabrik sesuai dengan tempat
(departemen) dimana biaya dibebankan
4.      Sebagai alat pengawasan biaya overhead pabrik

C.    PENGGOLONGAN BIAYA OVERHEAD PABRIK


1.      Menurut sifatnya
a.       Biaya bahan penolong
b.      Biaya reparasi dan pemeliharaan
c.       Biaya tenaga kerja tidak langsung
d.      Biayayang timbul sebagai akibat penilaian aktiva tetap
e.       Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan
pengeluaran uang tunai
2.      Menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
a.       Biaya overhead pabrik tetap
b.      Biaya overhead pabrik variabel
c.       Biaya overhead pabrik semi variabel
3.      Menurut hubungannya dengan departemen
a.       Biaya overhead pabrik langsung departemen
Yaitu BOP yang terjadi dalam departementertentu dan manfaatnya hanya
dinikmati oleh departemen tersebut.Contoh : biaya gaji mandor dalam
departemen produksi,biaya depresiasi mesin ,biaya bahan penolong.
b.      Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen
Yaitu BOP yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen.
Contoh : biaya depresiasi,pemeliharaan ,asuransi gedung pabrik dimana
pabrik digunakan oleh beberapa departemen produksi.

D.    PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK


Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan , biaya overhead pabrik
yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka. Alasan
pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar tariff yang
ditentukan dimuka adalah sebagai berikut :
1.      Pembebanan BOP atas dasar biaya sesungguhnya terjadi seringkali
mengakibatkan berubah-rubahnya harga pokok per satuan produk yang
dihasilkan dari bulan yang satu ke bulan yang lain. Hal ini akan berakibat pada
penyajian harga pokok persediaan dalam neraca dan besar kecilnya laba atau
rugi yang disajikan dalam laporan R/L. Apabila BOP yang sesungguhnya
terjadi dibebankan kepada produk,maka harga pokok produksi per satuan akan
berfluktuasi karena :
a.       Perubahan tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan
b.      Perubahan tingkat efisiensi produksi
c.       Adanya BOP yang terjadi secara sporadic,menyebar tidak merata selama
jangka waktu setahun
d.      Biaya overhead pabrik tertentu sering terjadi secara teratur pada waktu-
waktu tertentu
2.      Dalam perusahaan yang menghitung harga pokok produksinya dengan metode
harga pokok pesanan, manajemen memerlukan informasi harga pokok
produksi per satuan pada saat pesanan selesai dikerjakan. Padahal ada elemen
biaya overhead pabrik yang baru dapat diketahui jumlahnya pada akhir setiap
bulan,dan akhir tahun. Contoh : bila perusahaan memakai listrik dari PLN
,tagihan baru dapat diketahui pada akhir bulan.
Langkah-langkah penentuan tarif biaya overhead pabrik
a)      Menyusun anggaran biaya overhead pabrik
b)      Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk
c)      Menghitung tarif biaya overhead pabrik

3.      Menyusun anggaran BOP


Dalam menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingkat kegiata (kapasitas)
yang akan dipakai sebagai dasar penaksiran biaya overhead pabrik. Ada tiga
macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP :
a)      Kapasitas teoritis
Adalah kapaitas pabrik atau suatu departemen untuk menghasilkan produk
pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.
b)      Kapasitas normal
Adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual
produknya dalam jangka panjang.
c)      Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan
Adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkiraan akan dapat dicapai
dalam tahun yang akan dating

Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik  kepada pabrik


Ada beberapa macam dasar yang dapat dipakai untuk membebankan biaya
overhead pabrik  kepada produk diantaranya adalah :
a.       Satuan produk
b.      Biaya bahan baku
c.       Biaya tenaga kerja langsung
d.      Jam tenaga kerja langsung
e.       Jam mesin

Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam memilih dasar pembebanan yang


dipakai adalah :
a.       Harus diperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya
dalam departemen produksi
b.      Harus diperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut
dan eratnya hubugan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan
dipakai.
Berikut ini uraian beberapa dasar pembebanan BOP kepada produk :
a.       Satuan produk
Beban BOP untuk setiap produk dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Taksiran BOP : Taksiran jumlah satuan produk yang dihasilkan  = Tarif
BOP per satuan
Contoh :
Taksiran BOP selama 1 tahun anggaran Rp. 2.000.000,-
Taksiran jumlah produk yang akan dihasilkan selama 1 tahun anggaran
tersebut 4.000 unit
Taksiran BOP sebesar : Rp. 2.000.000,- : Rp. 4.000,- = Rp. 500/unit produk
b.      Biaya bahan baku
Jika BOP yang dominan bervariasi dengan nilai bahan baku (misalnya biaya
asuransi bahan baku ) maka dasar yang dipakai untuk membebankan kepada
produk adalah biaya bahan baku yang dipakai dengan rumus :
(Taksiran BOP dari biaya bahan : Taksiran biaya bahan baku yang
dipakai ) X 100% = Tarif BOP dari biaya bahan baku yang dipakai
c.       Biaya tenaga kerja
Jika sebagian elemen BOP mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah
upah tenaga kerja langsung (misalnya pajak penghasilan atas upah karyawan
yang menjadi tanggungan perusahaan), maka dasar yang dipakai untuk
membebankan BOP kepada produk adalah biaya tenaga kerja langsung dengan
rumus :
(Taksiran BOP dari biaya tenaga kerja : Taksiran biaya tenaga kerja
langsung) X 100% = tariff BOPdari biaya tenaga kerja langsung
d.      Jam tenaga kerja langsung
Karena ada hubungan yang erat antara jumlah upah dengan jumlah jam kerja
( jumlah upah adalah hasil kali jumlah jam kerja dengan tarif upah ) maka
disamping BOP dibebankan atas dasar upah tenaga kerja langsung ,dapat pula
dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung ,dengan rumus :
Taksiran BOP setahun : Taksiran jam tenaga kerja langsung = Tarif
BOP per jam TKL
e.       Jam mesin
Apabila BOP bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (misalnya bahan
bakar atau listrik yang dipakai untuk menjalankan mesin ),maka dasar yang
dipakai untuk membebankannya adalah jam mesin :
Taksiran BOP setahun : Taksiran jam mesin = Tarif BOP per jam TKL
            Menghitung tarif biaya overhead pabrik :
Biaya overhead pabrik yang dianggarkan : taksiran dasar pembebanan =
Tarif biaya overhead pabrik

Contoh :
PT ABC
Anggaran BOP untuk tahun 2012
Atas dasar kapasitas normal 80.000 jam mesin
No Jenis Biaya Tetap / Variabel Jumlah
Rekening
5101 Biaya bahan penolong V Rp. 1.050.000,-
5102 Biaya listrik V Rp. 1.500.000,-
5103 Biaya bahan bakar V Rp. 1.000.000,-
5104 Biaya tenaga kerja tidak langsung V Rp. 1.500.000,-
T Rp. 2.000.000,-
5105 Biaya kesejahteraan karyawan T Rp. 1.500.000,-
5106 Biaya reparasi dan pemeliharaan V Rp. 750.000,-
T Rp. 500.000,-
5107 Biaya asuransi gedung T Rp. 600.000,-
5108 Biaya depresiasi T Rp. 800.000,-
V Rp. 5.800.000,-
Jumlah
T Rp.5.400.000,-
Jumlah Total Rp. 11.200.000,-

Perhitungan tarif BOP :


Tarif BOP variabel      : Rp. 5.800.000,- : 80.000 jam = Rp. 72,50 per jam mesin
Tarif BOP tetap           : Rp. 5.400.000,- : 80.000 jam = Rp. 67,50 per jam mesin
Tarif BOP total           : Rp. 72,50 + Rp. 67,50             = Rp. 140,00 per jam mesin

E.     PEMBEBANAN BOP KEPADA PRODUK ATAS DASAR TARIF


Tarif BOP yang telah ditentukan dimuka kemudian digunakan untuk
membebankan BOP kepada produk yang diproduksi
·         Jika perusahaan menggunakan metode fill costing didalam penentuan harga
pokok produksinya ,produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan
menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel dan tarif BOP tetap.
·         Jika perusahaan menggunakan metode variabel costing didalam penentuan harga
pokok produksinya ,produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan
menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel .
Dalam merode variabel costing,BOP tetap tidak diperhitungka sebagai unsure
biaya produksi,sehingga tidak diperhitungkan sebagai unsur harga pokok
persediaan produk jadi maupun persediaan produk dalam proses.Biaya overhead
pabrik tetap diperhitungkan sebagai biaya periode dan langsung digunakan untuk
mengurangi pendapatan penjualan dalam periode yang bersangkutan.

F.     PENGUMPULAN BIAYA OVERHEAD PABRIK SESUNGGUHNYA


Contoh BOP yang sesungguhnya terjadi

PT ABC
Anggaran BOP untuk tahun 2012
Atas dasar kapasitas normal 75.000 jam mesin
No Jenis Biaya Tetap / Variabel Jumlah
Rekening
5101 Biaya bahan penolong V Rp. 1.050.000,-
5102 Biaya listrik V Rp. 1.450.000,-
5103 Biaya bahan bakar V Rp. 750.000,-
5104 Biaya tenaga kerja tidak langsung V Rp. 1.500.000,-
T Rp. 2.000.000,-
5105 Biaya kesejahteraan karyawan T Rp. 1.500.000,-
5106 Biaya reparasi dan pemeliharaan V Rp. 500.000,-
T Rp. 500.000,-
5107 Biaya asuransi gedung T Rp. 600.000,-
5108 Biaya depresiasi T Rp. 800.000,-
V Rp. 5.300.000,-
Jumlah
T Rp.5.400.000,-
Jumlah Total Rp. 10.700.000,-
Pengumpulan BOP sesungguhnya dalam metode full costing
Berkaitan dengan soal diatas,maka jurnal yang dibuat untuk mencatat BOP yang
sesungguhnya terjadi sebagai berikut :
BOP sesungguhnya                                  Rp. 10.700.000,-
Persediaan bahan penolong                      Rp. 1.100.000,-
Persediaan bahan bakar                            Rp.    750.000,-
Gaji dan upah                                           Rp. 5.000.000,-
Persediaan suku cadang                           Rp. 1.000.000,-
Persekot asuransi gedung                         Rp.    600.000,-
Akumulasi depresiasi mesin                     Rp.    800.000,-
Kas                                                           Rp. 1.450.000,-

Perhitungan dan analisis BOP dengan metode full costing :


Pada akhir periode akuntansi dilakukan perhitungan selisih BOP yang dibebankan
kepada produk sebagai berikut :
BOP yang dibebankan kepada produk                            Rp. 10.500.000,-
BOP yang sesungguhnya                                                 Rp. 10.700.000,-
Selisih BOP                                                                      Rp.     200.000,-

Untuk mencatat selisih BOP tersebut ,perlu dibuat jurnal sebagai berikut :
a.       Jurnal untuk menutup rekening BOP yang dibebankan ke rekening BOP
sesungguhnya
BOP yang dibebankan                               Rp. 10.500.000,-
BOP sesungguhnya                                         Rp. 10.500.000,-
b.      Jurnal untuk selisih BOP
Selisih BOP                                                Rp. 200.000,-
BOP sesungguhnya                                         Rp. 200.000,-
Pengumpulan BOP sesungguhnya dalam metode variabel costing
Karena dalam metode variabel costing BOP tetap sesungguhnya dibebankan
sebagai biaya dalam periode terjadinya ,tidak diperhitungkan ke dalam harga
pokok produksi maka BOP sesungguhnya yang telah dicataat dalam rekening
BOP sesungguhnya kemudian dipecah menjadi 2 kelompok biaya : BOP variabel
sesungguhnya dan BOP tetap sesungguhnya
Jurnal :
BOP sesungguhnya                                  Rp. 10.700.000,-
Persediaan bahan penolong                      Rp. 1.100.000,-
Persediaan bahan bakar                            Rp.    750.000,-
Gaji dan upah                                           Rp. 3.500.000,-
Persediaan suku cadang                           Rp.    500.000,-
Persekot asuransi gedung                         Rp.    600.000,-
Akumulasi depresiasi mesin                     Rp.    800.000,-
Kas                                                           Rp. 3.450.000,-
Jurnal yang dibuat untuk mencatat pemisahan BOP yang sesungguhnya terjadi
menurut perilakunya :
BOP variabel sesungguhnya                    Rp. 5.300.000,-
BOP tetap sesungguhnya                         Rp. 5.400.000,-
BOP sesungguhnya                             Rp. 10.700.000,-

Perhitungan dan analisis selisih BOP dengan metode variabel costing


BOP variabel yang dibebankan kepada produk                          Rp. 5.437.500,-
BOP variabel yang sesungguhnya                                               Rp. 5.300.000,-
Selisih BOP variabel                                                                    Rp.    137.500,-
Untuk mencatat selisih BOP tersebut perlu dibuat dua jurnal sebagai berikut :
a.       Jurnal untuk menutup rekening BOP yang dibebankan ke rekening BOP
variabel sesungguhnya
BOP variabel yang dibebankan                              Rp. 5.437.500,-
BOP variabel sesungguhnya                                       Rp. 5.437.500,-
b.      Jurnal untuk selisih BOP
Selisih BOP variabel                                               Rp.   137.500,-
BOP variabel sesungguhnya                                       Rp.   137.500,-

Selisih BOP variabel Rp.   137.500,- dan jumlah ini disebut selisih pengeluaran
variabel.Karena metode variabel costing tidak membebankan BOP tetap kepada
produk,maka tidak ada selisih yang dihitung yang bersangkutan dengan kapasitas.
G.    PENYUSUNAN ANGGARAN BOP PER DEPARTEMEN
1.      Penaksiran BOP langsung departemen atas dasar kapasitas yang direncanakan
untuk tahun anggaran
2.      Penaksiran BOP tak langsung departemen
Biaya tak langsung departemen-departemen yang menikmati manfaatnya atas
dasar distribusi tertentu,yaitu :

Biaya tak langsung departemen Dasar distribusi


a)      Biaya depresiasi gedung Meter persegi luas lantai
b)      Biaya reparasi dan pemeliharaan gedung Meter persegi luas lantai
c)      Gaji pengawas departemen Jumlah karyawan
d)     Biaya angkut bahan baku Biaya bahan baku

3.      Distribusi BOP tak langsung departemen ke departemen-departemen yang


menikmati manfaatnya
4.      Penjumlahan BOP per departemen

H.    ALOKASI BOP DEPARTEMEN PEMBANTU KE DEPARTEMEN


PRODUKSI
Alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi dapat dilakukan
dengan salah satu dari cara berikut :
1.      Metode alokasi langsung
BOP departemen pembantu dialokasikan ke tiap-tiap departemen produksi
yang menikmatinya.Metode alokasi langsung digunakan apabila jasa yang
dihasilkan oleh departemen pembantu hanya dinikmati oleh departemen
produksi saja. Tidak ada departemen pembantu yang memakai jasa
departemen pembantu yang lain.

2.      Metode alokasi bertahap


Metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu
tidak hanya dipakai oleh departemen produksi saja,tetapi digunakan pula oleh
departemen pembantu yang lain. Contoh : departemen pembangkit listrik
memberikan jasa berupa listrik kepada departemen bengkel.
     Sebaliknya departemen pembangkit tenaga listrik menerima jasa reparasi
dan pemeliharaan dari departemen bengkel. Baik departemen bengkel dan
pembangkit tenaga listrik,keduanya adalah departemen pembantu. Metode
alokasi bertahap dibagi menjadi 2 kelompok metode :
a.       Metode alokasi bertahap yang memperhitungkan transfer  jasa timbale
balik antar departemen pembantu,yang termasuk dalam kelompok metode
ini : metode alokasi kontinyu dan metode aljabar
b.      Metode alokasi bertahap yang tidak memperhitungkan transfer jasa
timbale balik antar departemen pembantu.Metode alokasi yang termasuk
dala kelompok ini adalah  metode urutan lokasi yang diatur .

I.       CONTOH PERHITUNGAN TARIF PEMBEBANAN BOP PER


DEPARTEMEN
PT Salsa mengolah produknya melalui dua departemen poduksi : departemen A
dan departemen B ,dan ditunjang oleh tiga departemen pembantu : departemen
X,departemen Y dan departemen Z. Anggaran BOP per departemen untuk tahun
2012 sebagai berikut :

Dept.Produksi Dept.Pembantu
Jenis BOP
Jml A B X Y Z
BOP Langsung
departemen 1.450 550 750 50 75 25
-Biaya bahan penolong 1.000 - - - 1.000 -
-Biaya bahan Bakar 2.000 750 800 200 150 100
-Biaya tenaga kerja tak
langsung
-Biaya kesejahteraan 1.375 400 500 300 100 75
karyawan
Jumlah BOP langsung
5.825 1.700 2.050 550 1.325 200
departemen
BOP tak langsung
departemen
-Biaya depresiasi gedung 400 100 120 76 40 64
-Biaya asuransi gedung 500 125 150 95 50 80
Jumlah BOP tak langsung
900 225 270 171 90 144
dept.
Jumlah BOP 6.725 1.925 2.320 721 1.415 344

Dasar distribusi BOP

Dept. yang menikmati manfaat Luas lantai Proporsi luas lantai ((b) :
biaya (m2) 8.000) x 100%
(a) (b) ©
Departemen A 2.000 25%
Departemen B 2.400 30%
Departemen X 1.520 19%
Departemen Y 800 10%
Departemen Z 1.280 16%
Jumlah 8.000 100%

PT. Salsa
Taksiran jasa departemen-departemen pembantu yang dipakai oleh
Departemen Produksi

Departemen pembantu Departemen Produksi A Departemen Produksi B


Departemen X 75 % 25%
Departemen Y 45 % 55%
Departemen Z 60 % 40%

PT.Salsa
Alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi
(dalam ribuan rupiah)

Dept.Produksi Dept.Pembantu
Keterangan
A B X Y Z
Jumlah BOP langsung dan 1.925 2.320 721 1.415 344
tak langsung departemen
Alokasi BOP Departemen 206,4 137,6 - - (344)
X
Alokasi BOP Departemen 636,75 778,25 - (1.415) -
Y
Alokasi BOP Departemen 540,75 180,25 (721) - -
Z
Jumlah alokasi BOP dari 1.383,9 1.096,1 0 0 0
departemen pembantu
Jumlah biaya departemen 3.308,9 3.416,1 0 0 0
,produksi setelah menerima
alokasi biaya dari
departemen pembantu

ANGGARAN VARIABLE

A. Pengertian
Anggaran variable adalah anggaran yang disusun berdasarkan
interval(kisar) kapasitas(aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan suatu
seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat (kegiatan) yang
berbeda. (M.Nafarin,2007;31).
Anggaran variable adalah anggaran yang merencanakan secara lebih
terperinci tentang tingkat perubahan (tingkat variabilitas) biaya, terutama
biaya-biaya tidak langsung, sehubungan pada aktivitas perusahaan dari waktu
ke waktu selama periode yang akan datang. (Drs. M. Munandar,2001;223)
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Anggaran variable merupakan jadwal pengeluaran biaya yang dapat berubah
sesuai dengan perubahan tingkat kegiatan pada waktu yang akan datang.
Disamping itu merupakan suatu perencanaan anggaran yang dibuat oleh
perusahaan yang dipengaruhi oleh perubahan aktivitas suatu perusahaan.

B. Faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran variable


Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran variable budget
menurut Drs. M. Munandar adalah:
1. Untuk biaya upah(gaji) tenaga kerja tidak langsung, banyak dipengaruhi
oleh sistem pembayaran upah yang berlaku di perusahaan:
a. Apabila perusahaan memakai sistem upah menurut waktu, maka upah
tenaga kerja langsung tersebut merupakan biaya tetap(fixed cost),
karena besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh aktifitas perusahaan.
b. Apabila perusahaan memakai sistem upah menurut unit hasil (output),
maka upah tenaga kerja tidak langsung tersebut merupakan biaya
variabel (variable cost), karena besar kecilnya tergantung pada aktifitas
perusahaan, yang dinyatakan dalam bentuk unit hasil (output).
c. Apabila perusahaan menggunakan sistem upah insentif, maka upah
kerja tidak langsung tersebut merupakan biaya semi-variabel, karena
sebagian dari upah tersebut mempunyai sifat tetap(unsur tetap), dan
sebagian lagi berupa insentif mempunyai sifat variabel( unsur
variabel).
2. Untuk biaya bahan baku dipengaruhi oleh :
a. Teknologi proses produksi yang dimiliki dan dipakai oleh perusahaan.
b. Sifat atau tingkah laku biaya bahan baku tersebut, dalam kaitannya
dengan teknologi proses produksi yang dimiliki perusahaan.
c. Kondisi mesin-mesin dan peralatan yang dimiliki oleh perusahaan.
3. Untuk biaya pemeliharaan aktiva tetap(gedung,mesin,alat-alat, dan
sebagainya) banyak dipengaruhi oleh:
a. Kondisi aktiva tetap yang bersangkutan ditinjau dari sudut teknologis.
b. Kondisi aktiva tetap yang bersangkutan ditinjau dari sudut umur
pemakaiannya.
4. Untuk biaya listrik,banyak dipengaruhi oleh:
a. Peraturan yang berlaku dan dikeluarkan oleh PLN.
b. Kenutuhan tenaga listrik dari masing-masing mesin dan peralatan yang
dimiliki perusahaan.
5. Untuk beban depresiasi aktiva tetap, banyak dipengaruhi oleh:
a. Harga(nilai) pembelian aktiva tetap yang bersangkutan.
b. Umur ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan.
c. Nilai residu(salvage-value) aktiva tetap yang bersangkutan.
d. Metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan.
6. Untuk biaya promosi banyak dipengaruhi oleh :
a. Jenis produk yang akan dijual oleh perusahaan.
b. Keadaan persaingan di pasar.
c. Penguasaan pasar.
d. Tersedianya modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.

C. Metode Pemisahan Semi Variable


Biaya semi variable adalah biaya yang jumlahnya berubah tidak sebanding
dengan perubahan volume kegiatan.Terdapat beberapa metode pemisahan
biaya semi variable, antara lain :
a. Metode perkiraan langsung
Metode perkiraan langsung digunakan apabila perusahaan mempunyai
data historis, tetapi tidak dapat dipaki untuk masa yang akan datang atau
perusahaan baru berdiri sehingga belum mempunyai data.
b. Metode biaya terjaga
Metode biaya terjaga dalam dunia nyata sulit diterapkan karena tidak
beroperasinya pabrik selama menjaga biaya tetap merugikan perusahaan.
c. Metode korelasi
Menitikberatkan pada data masa lampau dengan menggunakan salah satu
alat analisis statistik.
d. Metode titik tertinggi dan terendah
Merupakan metode untuk memisahkan biaya semi variable menjadi biaya
variable dan biaya tetap dengan cara mencari selisih antara tingkat biaya
dan satuan tertinggi dengan tingkat biaya dan satuan rendah.

D. Bentuk Anggaran Variable


1. Bentuk variable budget yang dengan jelas memlihatkan masing-masing
unsur biaya tetap dan unsur biaya variable secara terpisah.
a. Variable Budget berbentuk tabel ialah variable budget yang disusun
dalam bentuk suatu tabel, yang memuat unsur-unsur biaya tetap dan
unsur-unsur biaya variable masing-masing jenis biaya tidak langsung.
Variable tabel lebih banyak digunakan dalam praktik perusahaan.

Contoh Anggaran Variable dalam bentuk tabel :


Perusahaan “SETIA BUDI” pada bulan januari-maret 2011 mempunyai
data sebagai berikut :
 Biaya pemeliharaan gedung tetap Rp 100.000 dan biaya
pemeliharaan gedung variabel Rp 500
 Biaya listrik tetap Rp 350.000
 Biaya depresiasi gedung tetap Rp 300.000
 Biaya tenaga diesel tetap Rp 350.000
 Bahan pembantu variabel Rp 450
 Pemeliharaan alat-alat tetap Rp 75.000 dan pemeliharaan alat-alat
variabel Rp 250

Perusahaan “SETIA BUDI”


Anggaran variable
Januari-maret 2011

Keterangan Unsur tetap per Unsur Variabel


bulan (Rp)
Jumlah(Rp) Unit aktivitas
Biaya umum
Pemeliharaan gedung 100.000 500X JKTL
Listrik 350.000 - -
Depresiasi gedung 300.000 - -
Departemen pembantu - - -
Gaji tenaga diesel 350.000 - -
Bahan pembantu - 450X JKTL
Pemeliharaan alat-alat 75.000 250X JKTL

a) Variable budget berbentuk formula, ialah variable budget yang disusun


dalam bentuk formula . formula ini menunjukkan jumlah tetap dan
tarif variable dan menggunakan asumsi hubungan linier.

Contoh :
 Biaya umum

 Pemeliharaan gedung :100.000+500X

 Listrik :350.000

 Depresiasi gedung :300.000

 Departemen pembantu

 Gaji tenaga diesel :350.000

 Bahan pembantu :450X

 Pemeliharaan alat-alat :75.000+250X


2. Bentuk variable budget yang tidak memperlihatkan masing-masing
unsur biaya tetap dan unsur biaya variable secara jelas dan terpisah
 Variable budget berbentuk kolom, ialah variable budget yang
memuat berbagai jumlah biaya tidak langsung pada berbagai
tingkat aktivitas perusahaan, tanpa memisahkan masing-masing
unsur biaya tetap dan unsur biaya variable yang terkandung di
dalam biaya tidak langsung tersebut.

Contoh :
Perusahaan “SETIA BUDI”
Anggaran Variable
Januari-maret 2011

Keterangan Jam Kerja Tenaga Kerja Langsung

500 600 700 800


Biaya Umum:
Pemeliharaan Gedung 350.000 400.000 450.000 500.000
Listrik 350.000 350.000 350.000 350.000

Depresiasi Gedung 300.000 300.000 300.000 300.000

Departemen
Pembantu:
Gaji Tenaga Kerja 350.000 350.000 350.000 350.000

Bahan Pembantu 225.000 270.000 315.000 360.000

Pemeliharaan Alat-alat 200.000 225.000 250.000 275.000

E. Kelemahan anggaran variable


Menurut M. Nafarin, Anggaran variable memiliki kelemahan seperti
berikut :
 Biaya variable dan biaya tetap tidak selalu dapat dipisahkan
secara tepat.
 Dalam kenyataan, biaya variable per unit dalam suatu periode
mudah berubah.
 Penentuan harga pokok variable/anggaran variable tidak dapat
digunakan untuk laporan biaya eksternal,