Anda di halaman 1dari 28

EVALUASI KURIKULUM SMP NEGERI 1 PANUMBANGAN

TAHUN 2019

Evaluasi kurikulum di sekolah dilaksanakan secara berkesinambungan


dengan beberapa alat ukur atau parameter yang berbeda. Alat ukur yang pertama
adalah PMP (Peningkatan Mutu Pendidikan) yang berujung pada Rapor Mutu
Sekolah yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
Sementara yang kedua adalah Akreditasi sekolah yang dilaksanakan oleh
BAN-S/M. Pada Pasal 1 ayat (2) Permendikbud Nomor 59 dinyatakan bahwa
Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-
S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan
satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang dilaksanakan setiap 5 tahun
sekali.
Hasil Raport Mutu PMP 2018 SMP Negeri 1 Panumbangan pada 8
Standar Nasional Pendidikan menunjukan peningkatan dari tahun 2017. Ke
delapan standar nasional pendidikan tersebut telah termasuk ke dalam kategori
menuju SNP 4, artinya tinggal satu langkah lagi menjuju Standar Nasional
Pendidikan (SNP). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabal berikut ini :
Raport Mutu PMP Tahun 2017 dan 2018

Tahu
Tahun
No. Standar Nasional Pendidikan n
2018
2017
1 Standar Kompetensi Lulusan 5,12 5,87
2 Standar Isi 6,13 6,45
3 Standar Proses 6,34 6,64
4 Standar Penilaian Pendidikan 6,02 6,36
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3,77 4,21
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 4,67 4,79
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 5,60 5,96
8 Standar Pembiayaan 5,28 5,57

Dan hasil akreditasi adalah sebagai berikut :

1
2
3

Tahapan Evaluasi :

1. Menyusun jawaban dari pertanyaan-pertanyaan:

a. What

b. Why

c. Who

d. When

e. Where

f. How

2. Pengumpulan data evaluasi

3. Pengolahan data

4. Analisis data

5. Kesimpulan

6. Keputusan

B. Gambaran Umum SMP Negeri 1 Panumbangan

SMP Negeri 1 Panumbangan berdiri megah pada tanah seluas 6.454m2,

dengan luas bangunan secara keseluruhan adalah 3.999 m2. Terletak di Jalan

Raya Panumbangan No. 163 Panumbangan Ciamis, dengan posisi geografis

pada garis lintang -7,1635 dan garis bujur 108,200. Berada di Dusun Kaum,

Desa Panumbangan, Kabupaten Ciamis, sekitar 35 km dari kota kabupaten

Ciamis dan berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai sekolah

menengah pertama di Panumbangan SMP Negeri 1 Panumbangan berdiri

sejak tahun 1961 dan mulai beroperasi pada tahun 1963 dengan SK Pendirian
4

nomor 61/SK/B/III/ 1983 pada tanggal 14 September 1963. Untuk lebih

jelasnya identitas sekolah dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini:

Tabel 2.1
Identitas Sekolah

Nama Sekolah SMP Negeri 1 Panumbangan


NSS 201021405014
NPSN 20211631
Alamat Jln. Raya Panumbangan No. 163
Dusun Kaum 03/ 01
Desa Panumbangan
Kecamatan Panumbangan
Kabupaten Ciamis
Provinsi Jawa Barat
SK Pendirian 61/ SK/ B/ III/ 1963
Tanggal Pendirian 14 September 1963
Status kepemilikan Pemerintah Daerah
Luas Tanah 6.454 m2
Status Negeri
Nilai Akreditasi A
Pada tahun pelajaran 2018/ 2019 SMP Negeri 1 panumbangan

memiliki jumlah peserta didik sebanyak 903 orang yang terdiri dari kelas VII

sebanyak 288 orang, kelas VIII sebanyak 287 orang dan kelas IX sebanyak

328 orang. Jumlah rombongan belajar di SMP Negeri 1 Panumbangan

sebanyak 27 rombongan belajar tiap tingkatan terdiri dari 9 rombongan

belajar. Data peserta didik dan jumlah rombongan belajar di SMP Negeri 1

Panumbangan selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut:

Tabel 2.2
Data peserta didik dan jumlah rombongan belajar

Jumlah
Jumlah
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX (Kelas
Pendafta
Tahun VII+VIII+IX)
r (Calon
Pelajaran Jumlah Jumlah Jumlah
Siswa Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Rombe Rombe Rombe
Baru) Siswa Siswa Siswa Siswa Rombel
l l l
2016/201
353 org 334 org 9 323 org 9 322 org 9 979 org 27
7
5

2017/201
369 org 288 org 9 330 org 9 321 org 9 939 org 27
8
2018/201
291 org 288 org 9 287 org 9 328 org 9 903 org 27
9

Jumlah peserta didik yang cukup besar dapat ditampung dalam ruang

kelas yang cukup refresentatif dengan ditunjang oleh 35 orang guru yang telah

bersertifikat pendidik dan 5 orang diantaranya telah memiliki kualifikasi S2.

Dibantu pula oleh 11 orang tenaga sukarelawan yang telah berkualifikasi S1,

dengan di dukung oleh 13 tenaga administrasi sekolah, yang terdiri dari 3 PNS

dan 10 orang tenaga honorer sebagai tenaga pembantu ketatalaksanaan di

sekolah.

SMP Negeri 1 Panumbangan telah berupaya untuk menerapkan standar

pelayanan minimal pada peserta didik. Adapun hal yang dilakukan adalah

membangun 27 ruang kelas untuk menampung seluruh peserta didik dalam

proses pembelajaran, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang Tata Usaha, 1 ruang

guru, 1 ruang bimbingan konseling, 2 ruang perpustakaan, 1 ruang lab.

Bahasa, 1 ruang lab IPA, 1 ruang lab IPS, 3 ruang lab komputer, 1 ruang lab

multimedia, 1 buah mesjid, 1 ruang komite sekolah, 1 ruang UKS, 1 ruang

OSIS, 1 ruang Pramuka, 1 ruang warung siswa, 7 kantin siswa, 9 toilet siswa,

1 toilet kepala sekolah, 1 toilet tenaga administrasi sekolah, 2 toilet guru, 1

dapur, dan prasaran berupa lapangan upacara yang multi fungsi. Bahkan pada

tahun ini sedang dilaksanakan pekerjaan pembangunan gedung serba guna

dengan biaya swadaya dari alumni dan orang tua peserta didik

Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang diberikan tugas

untuk mewujdkan tujuan pendidikan nasional harus menjalankan perandan


6

fungsinya dengan baik agar dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang telah

dirumuskan dengan optimal. Agar pengelolaan sekolah tersebut dapat berjalan

dengan sesuai tujuan, maka SMP Negeri 1 Panumbangan menyusun visi, misi,

dan tujuan sekolah.

a. Visi SMP Negeri 1 Panumbangan

Rumusan Visi SMP Negeri 1 Panumbangan adalah AKURAT,

yaitu “AMANAH dalam tugas untuk mengembangkan karya yang ber-

KUALITAS UNGGUL berdasarkan tatanan RELIGIUS, bekerja secara

AKUNTABILITAS dan TANGGAP terhadap perubahan.”

b. Misi Sekolah

Misi sekolah dibutuhkan untuk mencapai visi yang ditetapkan.

Adapun misi yang disusun sebagai upaya mencapai visi adalah sebagai

berikut:

1) Melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2013.

2) Melaksanakan pengembangan silabus pembelajaran.

3) Melaksanakan penyusunan dan pengembangan sistem penilaian.

4) Melaksanakan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

5) Melaksanakan pengembangan kurikulum muatan lokal.

6) Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran untuk mencapai

ketuntasan belajar.

7) Melaksanakan pengembangan kegiatan pembelajaran untuk mencapai

tingkat lulusan.
7

8) Menanamkan kesadaran warga sekolah untuk memenuhi peraturan tata

tertib sekolah.

9) Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh

warga sekolah.

10) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan

juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam

bertindak.

11) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga

setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi

yang dimiliki.

12) Berupaya mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan

kebutuhan.

13) Menerapkan manajemen partisipasif yang melibatkan warga sekolah.

c. Tujuan Satuan Pendidikan

Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan, tujuan yang akan

dicapai oleh SMP Negeri 1 Panumbangan dalam pencapaian visinya

adalah:

1) Sekolah mengembangkan dan melaksanakan diversifikasi kurikulum

semua mata pelajaran untuk kelas VII – IX.

2) Sekolah melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan

variasi strategi, model dan metode pembelajaran.

3) Sekolah melaksanakan dan mengembangkan sistem penilaian yang

sesuai Kurikulum 2013.


8

4) Sekolah memiliki bahan dan media pembelajaran yang sesuai Standar

Nasional Pendidikan (SNP).

5) Sekolah mencapai ketuntasan belajar dan ketuntasan lulusan 100%.

6) Peningkatan rata-rata nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer.

7) Sekolah mencapai tingkat kelulusan yang tinggi, bermutu, terdidik,

dan berkarakter.

8) Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang profesional dan memiliki

kemampuan teknis pembelajaran sesuai Standar Nasional tenaga

kependidikan.

9) Sekolah mencapai Standar Nasional sarana kegiatan keagamaan,

kesenian, olah raga, dan keterampilan.

10) Sekolah mencapai Standar Nasional sarana pengembangan minat dan

bakat.

11) Sekolah memiliki sarana prasarana penunjang pelaksanaan KBM

sesuai Standar Nasional Pendidikan.

12) Sekolah telah melaksanakan manajemen sekolah berlandaskan MBS

secara utuh dan menyeluruh.

13) Sekolah mencapai pengelolaan kelembagaan berlandaskan otonomi,

kemandirian, transparansi dan akuntabilitas.

14) Sekolah mencapai tingkat hubungan kerjasama dengan stakeholders

secara mantap dan berkesinambungan.

15) Sekolah mencapai tingkat kinerja yang sesuai dengan Standar Nasional

Pendidikan.
9

16) Sekolah memiliki kemampuan melakukan monitoring, supervisi dan

evaluasi sesuai standar.

17) Sekolah telah melaksanakan Sistem Informasi Akademik Internal

sesuai standar.

18) Sekolah mencapai standar pengelolaan pembiayaan dalam hal teknis

pengelolaan maupun pengalian sumber dana.

19) Sekolah mencapai standar pengembangan model evaluasi

pembelajaran.

C. Kurikulum di SMP Negeri 1 Panumbangan

Kurikulum merupakan seperangkap rencana dan pengaturan megenai

tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman

penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

Struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi, misi

dan tujuan) yang disusun berdasarkan standard isi, alokasi waktu setiap mata

pelajaran tidak melebihi 42 jam pelajaran perminggu, sudah mengacu pada

Permendikbud No.15 Tahun 2018 tentang pemenuhan beban kerja guru,

kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi

daerah, membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan

karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah, mempunyai tabel

ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran. Terdapat kalender pendidikan

yang disusun berdasarkan kelender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas

Pendidikan.
10

D. Penataan 8 Standar Nasional Pendidikan

SNP adalah Standar Nasional Pendidikan, yaitu kriteria minimal

tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 19

tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. SNP mencakup 8 aspek yang

merupakan standar kriteria minimal yang harus dicapai oleh penyelenggara

dan pelaku pendidikan. Pencapaian kinerja berdasarkan 8 standar nasional

pendidikan (SNP) yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi

lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana,

standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.

Pelayanan pendidikan terhadap peserta didik di SMP Negeri 1

Panumbangan berdasarkan pada Standar Pelayanan Minimal dengan

berdasarkan pada 8 standar pendidikan tersebut.

a. Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) menurut Permendikbud No. 20

Tahun 2016 adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang

mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Digunakan sebagai

acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian


11

pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan

prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Penerapan SKL di SMP Negeri 1 Panumbangan dilaksanakan dalam

upaya mencapai kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan,

dan keterampilan. Pelaksanaan dimensi sikap dilakukan melalui beberapa

kegiatan diantaranya adalah pembiasaan, penguatan pendidikan karakter

yang terintegrasi pada setiap mata pelajaran, kegiatan literasi dan kegiatan

keagamaan berupa pengajian rutin. Aspek pengetahuan dilaksankan

melalui proses pembelajaran berupa pengetahuan faktual, konseptual, dan

prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Aspek

keterampilan berupaya agar peserta didik memiliki kemampuan pikir dan

tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai

dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis.

Kriteria kelulusan di SMP Negeri 1 Panumbangan adalah dapat

menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai rata-rata

Sikap spiritual (KI-1) dan nilai rata-rata Sikap Sosial (KI-2) minimal baik,

nilai rata-rata Pengetahuan (KI-3) dan nilai rata-rata keterampilan (KI-4)

paling rendah 70,00 mengikuti Ujian Nasional, lulus Ujian Sekolah

Berstandar Nasional (USBN).

Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan ini secara umum ditandai

dengan hasil yang dicapai oleh peserta didik kelas IX SMP Negeri 1

Panumbangan dalam mengikuti Ujian Sekolah. Persentase kelulusan


12

selama 2 tahun terakhir pada tahun pelajaran 2017/2018 dan 2018/ 2019

mencapai 100%.

Pelaksanaan kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer bertujuan

untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran

secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan

(SKL). Perolehan rata-rata nilai UNBK di SMP Negeri 1 Panumbangan

selama 2 tahun pelajaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Nilai Rata-rata Hasil UNBK SMP Negeri 1 Panumbangan

Mata pelajaran Rata-


No Tahun Ket
B. Ind Ingg Mat Ipa rata

1 2017/2018 76,6 53,5 48,8 54,3 58,3


2 2018/2019 73,7 57,7 45,6 51,1 57,0

Berdasarkan tabel di 2.3 atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata

UNBK mengalami penurunan. Pada tahun 2018 mencapai rata-rata 58,3

mengalami penurunan menjadi 57,0 pada tahun 2019. Hasil UNBK pada

tahun 2017 tersebut menempatkan SMP Negeri 1 Panumbangan mejadi

peringkat 3 di Kabupaten Ciamis, pada tahun 2019 mengalami penuruan

menjadi peringkat 4. Evaluasi dilaksanakan dalam menyikapi penurunan

prestasi hasil UNBK ini dengan harapan dapat meningkat kembali di tahun

yang akan datang.

Peserta didik lulusan SMP Negeri 1 Panumbangan sekitar 93%

melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. SMA Negeri

Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dan SMK Serba Bhakti Pondok Pesantren


13

Suryalaya Kabupaten Tasikmalaya menjadi sekolah tujuan. Beberapa

peserta didik lain melanjutkan sekolah ke SMA/ SMK luar daerah.

b. Standar Isi

SMP Negeri 1 Panumbangan sebagai sebuah lembaga

penyelenggara kegiatan pembelajaran pada tahun pembelajaran 2018/

2019 telah melaksanakan kurikulum 2013 secara penuh, mulai dari

tingkat kelas VII sampai dengan kelas IX. Sesuai dengan Permendikbud

nomor 21 tahun 2016 tentang Standar isi. Untuk melaksanakan proses

pembelajaran di SMP Negeri 1 Panumbangan berjalan sesuai dengan

tujuan yang diharapkan makan disusunlah dokumen kurikulum sebagai

pedoman pelaksanaan kegiatatan pembelajaran yang disusun dalam

dokumen 1 dan dokumen 2 dan dokumen 3.

Kurikulum SMP Negeri Panumbangan pada dokumen 1 berisi

lembar pengesahan, tim pengembang kurikulum, dan lembar rekomendasi/

validasi dari dinas penddikan. Pada Bab I berisi latar belakang, landasan,

tujuan dan prinsip pengembangan kurikulum 2013. Bab II berisi visi, misi,

dan tujuan sekolah, Bab III terdiri dari struktur dan muatan kurikulum.

Jumlah mata pelajaran di SMP Negeri 1 Panumbangan terdiri dari 11 mata

pelajaran yang terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok A terdiri dari

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila &

Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan

Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa Inggris. Sementara kelompok

B terdiri dari Seni Budaya, Pendidikan Jasmani OR dan Kesehatan,


14

Prakarya, dan Bahasa Sunda sebagai muatan lokal daerah, dengan jumlah

beban belajar pada tiap tingkatan adalah 40 jam pelajaran per minggu serta

tiap pertemuan selama 40 menit.

Pada bab III juga berisi kegiatan ekstra kurikuler wajib yaitu

kegiatan Pramuka dan Pengembangan Diri (PD) yang dikembangakan di

sekolah. PD yang dikembangkan di SMP Negeri 1 Panumbangan adalah

Baca Tulis Qur’an, Paskibra, Palang Merah Remaja, jurnalistik, tari,

paduan suara, gamelan, sepak bola, bola volly, bola basket, dan karate.

Pada bab III juga dijelaskan tentang penilaian, ketuntasan belajar,

kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan

pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Selanjutnya bab IV

berisi Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti, bab V Pembelajaran

Tematik Integratif , bab VI Kalender Pendidikan, dan bab vii penutup.

Dokumen 2 SMP Negeri 1 Panumbangan berisi tentang Silabus

Nasional Kurikulum 2013, program tahunan dan program semester serta

rencana pelaksanaan pembelajaran. Meskipun seharunya program tahunan

dan program semester berada pada dokumen 3 dan rencana pelaksanaan

pembelajaran ada di dokumen 4.

c. Standar proses

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 menjelaskan bahwa Standar

Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan

pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses

dikembangkan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi


15

yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan

Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan

Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

SMP Negeri 1 Panumbangan pada tahun pelajaran 2018/ 2019

telah menerapkan Kurikulum Tahun 2013 untuk semua tingkatan kelas.

Silabus yang digunakan sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 24

Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran

Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

Guru-guru SMP Negeri 1 Panumbangan telah memiliki rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-

prinsip perencanaan pembelajaran berdasarkan Permendiknas no 22 tahun

2016. Dalam hal ini pembantu kepala sekolah bidang kurikulum dan

penanggung jawab program standar isi, proses dan penilaian selalu

mengadakan workshop penyusunan RPP dan perangkat pembelajaran

lainnya yang meliputi kalender pendidikan, program tahunan, program

semester, dan penyusunan KKM sebelum tahun pelajaran baru.

Penyusunan RPP biasanya dilaksanakan dalam kegiatan

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah. Hasil

penyusunan RPP dari tiap mata pelajaran pada tiap tingkat kelas

dikumpulkan di PKS Kurikulum untuk dijadikan dokumem pada

Dokumen 2. Masing-masing guru menyusun RPP sesuai dengan KI dan

KD yang telah ada. Diakui bahwa RPP yang dikembangkan oleh guru-

guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun masih
16

ada sebagian yang mencontoh RPP dari sekolah-sekolah lain yang

serumpun dengan beberapa perbaikan-perbaikan dan penyesuaian dengan

tuntutan peserta didik. Padahal sebelumnya Kepala SMP Negeri 1

Panumbangan selalu mengingatkan bahwa RPP dikembangkan dengan

pendekatan sistem, RPP dikembangkan berdasarkan pengetahuan siswa,

RPP dikembangkan untuk mempermudah siswa dalam membangun

pengetahuannya, RPP dirumuskan tidak hanya sekedar sebagai kebutuhan

administrasi, tetapi merupakan upaya memperbaiki kualitas pembelajaran

di sekolah.

Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam RPP

sebagian sudah menggunakan metode yang aktif, inspiratif, kreatif,

menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa. Sementara itu model

Pembelajaran yang dikembangkan oleh para guru adalah model

pembelajaran Scientifik Learning, model pembelajaran berbasis masalah

(Problem Based Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project

Based Learning), dan model pembelajaran melalui penemuan

(Discovery/Inquiry Learning). Media pembelajaran yang dikembangkan

kebanyakan masih menggunakan media pembelajaran yang sederhana.

Hanya beberapa orang guru saja yang sudah menggunakan media

pembelajaran berbasis TIK. Sebagai penunjang pembelajaran di sekolah.

Dalam upaya melengkapi kebutuhan belajar siswa SMPN Negeri 1

Panumbangan telah menyediakan Buku Siswa untuk semua peserta didik

dengan rasio 1 siswa 1 buku untuk tiap mata pelajaran. Buku tersebut
17

diperoleh dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan anggaran

sebesar 20%.

Pada proses pelaksanaan pembelajaran di kelas guru-guru telah

melaksanakan kegiatan sesuai dengan apa yang tercatat di RPP, diawali

dengan membuka pelajaran, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Meskipun

ada beberapa kekurangan diantaranya ketidaksesuaian antara metode atau

media di RPP dengan proses pelaksanaan di kelas. Kegiatan pembelajaran

yang seharusnya berpusat pada siswa (student center), masih ada beberapa

orang guru yang pada pelaksanaan pembelajaran terlalu menguasai

kelas/siswa sehingga pembelajaran menjadi berpusat kepada guru (teacher

centered). Guru melakukan pengelolaan kelas sambil melakukan penilaian

pada proses pembelajaran. Penilaian yang dilaksanakan adalah penilaian

autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan,

dan pengetahuan.

Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di

kelas, kepala sekolah SMP Negeri 1 Panumbangan melakukan supervisi

dan evaluasi proses pembelajaran. Kegiatan supervisi telah dilakukan

secara berkala dan berkelanjutan. Supervisi biasanya didelegasikan kepada

guru senior untuk melakukan supervisi kepada guru lain/junior, setelah itu

belum ada tindak lanjut dari hasil supervisi kelas. Ada juga supervisi yang

dilakukan oleh pengawas sekolah dari tingkat kabupaten dan biasanya

dilakukan secara insidentil.

d. Standar Penilaian Pendidikan


18

Seluruh guru mata pelajaran telah menyusun perencanaan penilaian

berdasarkan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang tertulis dalam

RPP. Penyusunan KKM telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata

pelajaran melalui kegiatan workshop dan MGMP tiap-tiap mata pelajaran.

KKM yang disusun berdasarkan kompleksitas, daya dukung, dan intake.

KKM yang sudah ditetapkan dimusayawarahkan dengan seluruh guru

dalam rapat dinas guru dan akhirnya diputuskan sesuai dengan hasil rapat.

Selanjutnya didokumentasikan dalam dokumen 2. Langkah selanjutnya

guru-guru menyampaikan KKM kepada peserta didik pada awal

pertemuan tatap muka dan menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan

setiap ulangan harian sebagai motivasi agar mereka berusaha untuk

meningkatkan hasil belajarnya.

Pelaksanaan penilaian di SMP Negeri 1 Panumbangan telah

dilaksanakan oleh seluruh guru mata pelajaran. Pelaksanaan penilaian di

SMP Negeri 1 Panumbangan meliputi:

1) Penilaian Harian (PH) yang dilakukan secara periodik untuk mengukur

pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu

Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. PH terdiri dari penilaian sikap,

penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Penilaian sikap di

sudah dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru

BP/BK. Teknik penilaian sikap yang dilaksanakan di SMP Negeri 1

Panumbangan terdiri dari observasi, penilaian diri, dan penilaian antar

teman. Hasil penilaian sikap selama periode satu semester dilaporkan


19

dalam bentuk predikat sangat baik, baik, cukup, atau kurang serta

deskripsi yang menggambarkan perilaku peserta didik.

Penilaian pengetahuan di SMP Negeri 1 Panumbangan dilaksanakan

sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 dengan teknik penilaian yang

terdiri dari penilaian lisan, tulisan, dan penugasan. Selanjutnya

pelaksanaan penilaian keterampilan dilaksanakan melalui teknik

praktek, produk, projek, dan portofolio. Segala sesuatu yang akan

dilaksanakan dalam proses penilaian perlu ditetapkan terlebih dahulu

pada saat menyusun rencana pembelajaran yang meliputi bentuk, jenis,

dan teknik penilian. Proses penyusunannya sendiri diawali dengan

penyusunan kisi-kisi sebagai panduan pembuatan soal dan diakhiri

dengan analisis hasil pelaksanaan penilaian sebagai dasar pelaksanaan

remedial atau pengayaan yang akan diberikan kepada peserta didik.

Penilaian keterampilan dilaksanakan dengan teknik penilaian praktek,

produk, projek, dan portofolio yang dilengkapi dengan kisi-kisi dan

rubrik penilaian. Ke empat teknik ini sebagian besar telah dilaksanakan

oleh guru-guru di SMP Negeri 1 Panumbangan, meskipun ada

beberapa orang guru yang telah melaksanakan penilaian tapi tanpa

membuat kisi-kisi dan rubrik penilaian.

2) Penilaian Tengah Semester (PTS) biasa dilaksanakan dalam waktu

yang telah ditentukan. Langkah yang dilaksanakan dalam pelaksanaan

PTS di SMP Negeri 1 Panumbangan adalah rapat dinas guru yang

dilanjutkan dengan menyusun kepanitian, menyusun program kerja,


20

jadwal, distribusi peserta, kartu peserta, penyusunan kisi-kisi dan soal,

penggandaan soal, pengepakan, pelaksanaan PTS, pemeriksaan PTS,

membuat laporan hasil kegiatan PTS. Laporan yang pertama berupa

nilai perolehan peserta didik disampiakan kepada guru mata pelajaran

dan laporang pertanggungjawaban penggunaan anggaran PTS yang

berasal dari dana BOS.

3) Penilaian Akhir Semester (PAT) yang dilakukan untuk mengukur

pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan akhir

semester meliput seluruh indikator yang merepresantasikan seluruh

KD pada periode tersebut. Proses pelaksanaan PAT sama dengan

kegiatan PTS diawali dengan rapat dinas guru tentang pelaksanaan

PAT, dan diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban penggunaan

anggaran.

Hasil penilaian harian diperiksa oleh guru mata pelajaran yang

bersangkutan, sementara kegiatan PTS dan PAS diperiksa oleh

operator melalui mesin pemindai. Langkah selanjutnya hasil penilaian

tersebut direkap dan diinput ke aplikasi penilaian secara online

kemudian diolah dalam sistem penilaian e-raport. Setiap guru

menyampaikan hasil penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan

kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum.

4) Ujian Sekolah (US) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Pelaksanaan USBN di SMP Negeri 1 Panumbangan telah berbasis

komputer, menggunakan 3 lab komputer yang terdiri dari 34 unit


21

komputer dalam satu ruang lab. komputer. USBN dilaksanakan secara

bergilir dengan 3 sesi untuk setiap mata pelajaran. Soal USBN dibuat

oleh tim MGMP tingkat kabupaten. US di SMP Negeri 1

Panumbangan terdiri dari 2 jenis yaitu US tulis dan US Praktek. US

tulis dilaksanakan untuk seluruh mata pelajaran diluar yang di

USBNkan. Sementara US praketek terdiri dari 8 mata pelajaran yaitu

PAI, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, SBK, Prakarya,

Penjaskes, dan Bahasa Sunda.

5) Ujian Nasional Berbasi Komputer (UNBK) dilakukan hampir sama

dengan USBN hanya pengawas yang mengawasi pelaksanaan UNBK

dilaksanakan secara silang dari sekolah lain dalam satu

komisariat/gugus. Pelaksanaan UNBK diawali dengan rapat dewan

guru, pembentukan panitia, penyusunan pengawas silang, daftar hadir

peserta UNBK. Hal yang sangat penting dalam pelaksanaan UNBK

adalah kesiapan komputer dan sistem jaringan internet yang memadai

sehingga pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar. Oleh

karena itu pelaksaanaan UNBK selain membutuhkan pengawas silang

agar pelaksanaan ujian berjalan dengan jujur maka dibutuhkan pula

teknisi dan proktor. Teknisi bertugas menyiapkan jaringan komputer

dan melakukan sinkronisasi dengan server pusat. Proktor bertugas

untuk mengatur pelaksanaan jalannya UNBK meliputi penjelasan

penggunaan komputer, mengaktifkan server, menyampaikan kode


22

token kepada peserta, diakhiri dengan memastikan dan mengunduh

hasil UNBK ke server pusat.

e. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1) Pendidik

Tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Panumbangan berjumlah 46

orang, semuanya telah memiliki kualifikasi akademik S1, dan 5 orang

diantaranya berkualifikasi akademik S2. Dari 46 orang guru terbagi

menjadi 45 orang guru mata pelajaran dan 1 orang guru bimbingan

penyuluhan dan bimbingan konseling. Berdasarkan status

kepegawaiannya 35 orang PNS serta semuanya telah memiliki

sertifikat Pendidik dan 11 orang Guru Non PNS. Berdasarkan

kesesuaian linieritas ijazah dengan tugas mengajar guru ada beberapa

ketidaksesuaian, akan tetapi dapat diatasi dengan beberapa solusi yang

dianggap tepat. Diantaranya tidak adanya guru PKn solusinya kepala

sekolah menugaskan guru BP/BK mengajar PKn.

2) Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Panumbangan

berjumlah 13 orang, yang terdiri dari 7 orang Tenaga Administrasi

sekolah, 2 orang petugas perpustakaan, dan 4 orang penjaga. Dari 13

orang tenaga kependidikan 3 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil

(PNS) dan 10 orang Non PNS. Sedangkan berdasarkan cakupan

kualifikasi pendidikan terdiri dari 6 orang yang berijazah S1, 1 orang

berijazah D1, 5 orang berijazah SMA/SMK, dan 1 orang berijazah


23

SMP dan pada saat ini sedang melanjutkan pendidikannya pada Paket

C setara SMA.

f. Standar Sarana dan Prasarana

SMP Negeri 1 Panumbangan memiliki lahan seluas 6.454 m2, luas

bangunan secara keseluruhan 3.999m2, bangun depan terdiri dari 2 lantai

dan sebagian yang lainnya masih 1 lantai. Tanah yang ditempati SMP

Negeri 1 Panumbangan adalah hak guna pakai, hak milik, dan sewa.

Memiliki ventilasi yang cukup baik. Ruang lab komputer sudah ber AC

dan siap pakai, dengan daya listrik sebesar 10.500 watt. Sudah memiliki

IMB dan ijin penggunaan yang di atas namakan SMP Negeri 1

Panumbangan.

Ruang kelas rata-rata berukuran 7 x 8 m berjumlah 27 ruang kelas,

2 ruang perpustakaan, ruang lab bahasa, ruang lab IPA, 3 ruang lab

komputer, ruang lab IPS, ruang multi media, ruang bimbingan dan

konseling, ruang guru, ruang TU, ruang pimpinan, mesjid, ruang UKS,

ruang OSIS, ruang Pramuka, ruang komite, gudang, warung siswa yang

refresentatif, kantin sekolah dan WC. Untuk WC SMP Negeri 1

Panumbangan masih sangat kekurangan, seharusnya kami mempunyai

minimal 25 WC sementara pada saat ini kami baru mempunyai 9 WC dan

semuanya berada di lantai bawah.

Pemanfaat teknologi informasi dan komunikasi di SMP Negeri 1

Panumbangan sudah mulai dibangun, diawali dengan pemasangan

internet. jaringan akses internet yang dimiliki berkekuatan 50 mbps serta


24

memiliki web dan e-learning. Perpustakaan sudah dimanfaatkan oleh

siswa yang membutuhkan buku literatur dan ensiklopedi. Untuk kegiatan

olah raga SMP Negeri 1 Panumbangan telah memiliki lapangan basket

yang multi fungsi dengan lapangan upacara, lapangan sepak bola, dan

lapangan bola volly. Pada saat ini SMP Negeri 1 Panumbangan sedang

membangun gedung serba guna dengan ukuran 14 x 26 m dengan biaya

swadaya dari warga sekolah, alumni SMP Negeri 1 Panumbangan, dan

orang tua murid serta stake holder yang lain.

SMP Negeri 1 Panumbangan berada di pusat kecamatan dan jalur

jalan kabupaten sehingga mudah ditempuh oleh para peserta didik. Tata

letak SMP Negeri 1 Panumbangan kurang begitu baik karaena masih ada

beberapa akses bangunan yang kurang dapat dijangkau dengan mudah dari

bangunan yang lain. Contohnya akses ke ruang perpustakaan agak sulit

karena hanya terdapat satu arah akses. Hanya ada dua anak tangga menuju

lantai dua gedung. Tetapi sebagian lagi sudah refresentatif, ruang lab

komputer terletak di bagian sekolah yang mudah dicapai/dijangkau oleh

peserta didik. Mesjid merupakan bangunan yang berada di pusat sekolah.

Ruang pimpinan mudah dicapai/dijangkau oleh guru dan tamu

sekolah. Ruang guru mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari

luar lingkungan sekolah, serta dekat dengan ruang pimpinan. Ruang tata

usaha mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan

sekolah, serta dekat dengan ruang pimpinan.


25

untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah, SMP Negeri 1

Panumbangan terproteksi dari gangguan keamanan dari luar (memiliki

pagar yang kokoh dan berpintu). Sekolah terhindar dari pencemaran air,

pencemaran udara, dan kebisingan. Bangunan gedung memiliki sanitasi di

dalam dan di luar untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air

kotor dan/atau limbah, kotoran dan sampah, serta penyaluran air hujan.

Sekolah dalam keadaan: bersih, tertib, rindang, indah, dan sehat.

g. Standar Pengelolaan

SMP Negeri 1 Panumbangan telah memiliki Visi dan Misi yang

disusun melalui berbagai masukan pada rapat dewan guru. Visi dan misi

serta tujuan pendidikan SMP Negeri 1 Panumbangan telah dilaporkan

kepada komite sekolah akan tetapi belum sepenuhnya disosialisasikan

kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan. Hanya

tercatat pada papan profil sekolah yang berada di ruang kepala sekolah.

Hal lain yang sudah dilakukan untuk menyampaikan visi dan misi sekolah

adalah melalui website sekolah.

Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT)

ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) sudah disosialisasikan

kepada warga sekolah melalui rapat dinas. Rencana kegiatan dan anggaran

sekolah (RKAS) telah disosialisasikan kepada orang tua wali peserta didik

melalui rapat orang tua. Sekolah sudah melakukan pengisian PMP

sehingga RKAS yang disusun sudah mengacu ke dalam pengelompokkan

delapan standar. Dalam penyusunan RKAS sudah mempunyai tim


26

penyusun RKAS yang di SK kan dan ditanda tangani oleh kepala sekolah

akan tetapi tidak semua tim menyusun RKAS, biasanya hanya menambah

dan mengurang dari anggaran pada tahun sebelumnya.

SMP Negeri 1 Panumbangan menjalin kemitraan dengan beberapa

instansi pemeritah dan swasta. Bukti kerjasama sekolah dengan pihak lain

tersebut dibuat dalam nota kesepahaman atau MoU. Dalam kegiatan

kesehatan sekolah melakukan kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan

Panumbangan. Kerja sama yang pernah dilakukan adalah penyuluhan

hidup sehat dan bahaya merokok, pelaksanaan imunisasi campak dan

rubela.

Selain dengan Puskesmas Kecamatan Panumbangan SMP Negeri 1

Panumbangan juga melakukan kerja sama dengan Kepolisian Sektor

Panumbangan. Kerja sama yang dilakukan adalah sosialisasi bahaya

narkoba dan obat-obatan terlarang, penggunaan kendaraan bermotor, dan

antisipasi bahaya hoax. Salah satu teknik yang dilakukan adalah unsur

kepolisian menjadi pembina upacara pada kegiatan upacara bendera hari

senin serta memberikan penyuluhan secara langsung kepada siswa.

Kerja sama lain yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Badan

Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis tentang bahaya narkoba yang biasa

dilaksanakan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

(MPLS). Beberapa kegiatan lain yang menggunakan dan memanfaatkan

tenaga trampil dari luar untuk membina ekstra kurikuler serta

pengembangan diri. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka melakukan kerja


27

sama dengan pangkalan dan gugus depan lain dengan pembinaan dari

kwartir ranting, pengembangan diri melakukan kerja sama dengan klub

yang ada di sekitar dan yang terakhir adalah membentuk ikatan alumni .

h. Standar Pembiayaan

Perencanaan keuangan sekolah disusun melalui RAPBS/ RKAS

yang dirumuskan dengan merujuk pada peraturan yang berlaku.

Perumusan RAPBS/RKAS melibatkan Sekolah (Kepala Sekolah, Guru,

Tenaga Kependidikan) dan Komite Sekolah. Penyusunan RKAS di SMP

Negeri 1 Panumbangan Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya sesuai

prosedur akan tetapi penggunaan anggaran sudah sesuai dengan juknis

yang telah ditetapkan.

Sumber keuangan sekolah yang utama masih tergantung pada dana

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sumbangan dari orang tua siswa

melalui komite sekolah dengan ketentuan jumlah dana yang diberikan

maupun waktu pemberiannya tidak ditentukan. Laporan

pertanggungjawaban Bos secara periodik dimonev dan diperiksa sesuai

dengan realisasi pendapatan, kegiatan dan pembelanjaan yang dicatat

dalam Buku Kas Umum, Buku Pembantu Kas Tunai, Buku Pembantu

Bank, dan Buku Pembantu Pajak.

Sekolah berupaya mempermudah bantuan dari pemerintah dalam

bentuk Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang mempunyai Kartu

Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Program

Keluarga Harapan (PKH). Khusus bantuan bagi siswa yang berprestasi


28

serta memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah

setempat diprioritaskan mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten

Bupati Ciamis berupa Kartu Calakan artinya Kartu Pintar.