Anda di halaman 1dari 17

1.

LIPSTIK

2. Ida Sari Dewi (16.0576)


a. Secara keseluruhan formula mana yang memberikan hasil terbaik?
b. Apa pertimbangan formula lipstik ekstrak kulit buah naga merah yang tidak
memenuhi persyaratan?

Jawab :
a. Dari ke 4 formula lipstik ekstrak kulit buah naga merah tidak ada formula
yang memberikan hasil terbaik karena ke 4 formula pada pengujian
homogenitas dihasilkan lipstik yang tidak homogen. Pengujian homogenitas
dilakukan dengan melihat wujud sediaan lipstik dan mengoleskan tipis sediaan
pada kaca obyek kemudiaan diamati secara visual.Uji homogenitas dilakukan
oleh peneliti. Pada pengamatan secara visual diatas kaca obyek seluruh
formula homogen, tetapi pada pengamatan dispersi zat warna tampak jelas
bahwa sediaan tidak homogen, dimana massa ekstrak kental terkumpul di
bagian bawah sediaan. Pengujian homogenitas berpengaruh pada zat aktif
yang terdapat dalam sediaan tersebut dan juga akan mengurangi estetika dari
lipstik tersebut sehingga konsumen tidak tertarik pada lipstik yang tidak
homogen.
b. Pengujian yang tidak memenuhi persyaratan adalah uji homogenitas, hal ini
dikarenakan pengadukan dengan massa minyak kurang baik sehingga
dispersi zat warna dalam minyak tidak homogen dan ekstrak cenderung
mengumpul di bagian bawah cetakan karena efek grafitasi. Sehingga
pertimbangan untuk formula lipstik yang tidak memenuhi persyaratan adalah
pengadukannya lebih diperhatikan untuk penelitian selanjutnya.

3. Margareta Ratna P (16.0579)


Cara uji daya lekat pada sediaan lipstik, terdapat perlakuan selanjutnya / tidak ?
Jawab :
Pengujian daya lekat pada sediaan lipstik dengan cara dilakukan pengamatan
secara visual dengan cara mengoleskan lipstik pada bibir kemudian mengamati
banyaknya warna yang menempel pada tekanan tertentu seperti biasanya kita
menggunakan lipstik. Pemeriksaan dilakukan terhadap masing-masing sediaan
yang dibuat dan di oleskan pada bibir dengan 5 kali pengolesan. Pelepasan zat
warna yang baik ditunjukkan dengan banyaknya warna yang dilepaskan dan
menempel dengan baik. Sedangkan sediaan dikatakan memiliki daya lekat yang
tidak baik, jika warna yang menempel sedikit dan tidak merata.

4. Yasmine Savira R (16.0554)


Pada pengujian pH terdapat nilai pH 6,6, sedangkan persyaratan 4,0-6,5 dan pH
kulit sebesar 7, dapat berefek atau tidak.

Jawab :
Hasil pengujian pH sediaan lipstik menggunakan ekstrak kulit buah naga
merah menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin
asam pH yang dihasilkan dari sediaan lipstik. Karena dipengaruhi oleh pH asam
dari ekstrak kulit buah naga merah yaitu 4,96. Hanya Formula 0 (basis atau tanpa
ekstrak) yang tidak memenuhi syarat pH yaitu 6.6. Formula 1 sampai 4 memenuhi
syarat pH evaluasi sediaan lipstik karena pH lipstik yang dihasilkan harus sesuai
dengan pH fisiologis
kulit bibir manusia yaitu 4,0-6,5.
Berdasarkan jurnal pH fisiologis kulit bibir manusia yaitu 4,0-6,5 tidak 7,0. Jika
melebihi rentang pH fisiologis maka dapat mengakibatkan bibir menjadi iritasi.

5. Pada pembuatan sediaan lipstik yang harus diperhatikan apa ? Komponen


utama yang ada di sediaan lipstik apa saja? Dan apa fungsi dari masing-
masing formula yang ada di dalam jurnal?
Jawab :
Yang harus diperhatikan pada pembuatan sediaan lipstik yaitu formulasi.
Komponen utama :
a. Lilin
Lilin digunakan untuk memberi struktur batang yang kuat pada lipstik dan
menjaganya tetap padat walau dalam keadaan hangat.
Contoh pada formula : Carnauba wax, setil alkohol, cera alba, cera flava.
b. Minyak
Minyak yang digunakan dalam sediaan lipstik harus memberikan kelembutan,
kilauan dan berfungsi sebagai medium pendispersi zat warna.
Contoh pada formula : Parafin liquidum
c. Lemak
Lemak yang biasa digunakan adalah campuran lemak padat yang berfungsi
untuk membentuk lapisan film pada bibir, memberi tekstur yang lembut,
meningkatkan kekuatan lipstik, dan dapat mengurangi efek berkeringat dan pecah
pada lipstik.
Contoh pada formula : Lanolin, Oleum cacao, Oleum ricini.
d. Zat Warna
Memberikan warna yang diinginkan. Pewarna pada lipstik berdasarkan
sumbernya ada dua yaitu pewarna alami merupakan zat warna yang diperoleh dari
akar, daun, bunga dan buah. Seperti zat warna hijau dari daun suji dan zat warna
orange dari wortel. Sedangkan pewarna sintetis berasal dari reaksi antara dua atau
lebih senyawa kimia.
Contoh pada formula : Ekstrak kulit buah naga merah
Komponen tambahan :
a. Antioksidan
Antioksidan digunakan untuk melindungi minyak dan bahan tak jenuh lain
yang rawan terhadap reaksi oksidasi
Contoh pada formula : BHT
b. Pengawet
Pengawet untuk meminimalisir atau menghambat pertumbuhan jamur atau
mikroba pada sediaan.
Contoh pada formula : Nipasol
c. Pewangi
Parfum (pewangi) digunakan untuk memberikan bau yang menyenangkan,
menutupi bau dari lemak yang digunakan sebagai basis dan dapat menutupi bau
yang mungkin timbul selama penyimpanan dan penggunaan lipstik
Contoh pada formula : Oleum Rosae
d. Pelarut
Pelarut adalah suatu zat yang melarutkan zat terlarut (cairan, padat atau gas
yang berbeda secara kimiawi), menghasilkan suatu larutan. Pelarut biasanya
berupa cairan tetapi juga bisa menjadi padat, gas, atau fluida superkritis.
Contoh pada formula : Propilenglikol
2. GEL PEEL OFF
1. YASMIN
Pertanyaan:
Sebutkan Fungsi masing-masing dari komponen formula yang ada di PPT?
Apakah komponen bentonit atau komponen lain dapat mempengaruhi daya
lekat?

Jawaban:
Berdasarkan jurnal komponen formula masker gel peel off
 Bentonit Zat aktif
 PVA Gelling agent, membentuk lapisan oklusif pada wajah
setelah pengolesan dan pengeringan
 Propilenglikol  basis gel yang dapat meningkatkan viskositas
 Metilparaben  Humektan
 Propilparaben  Pengawet, mencegah kontaminasi mikroba
karena adnya kandungan air
 Aquadestilata  pelarut
Berdasarkan jurnal untuk uji daya lekat komponen PVA yang
dapat mempengaruhi Masker Gel Peel Off saat pengaplikasian pada
kulit.

2. BU IDA
Pertanyaan:
Bagaimana cara kerja masker gel peel off untuk merelaksasikan otot
wajah?

Jawaban: Dilihat dari sifat fisik gel itu sendiri  karena adanya sensasi
dingin pada saat pengaplikasian pada kulit, dengan demikian dapat
mengencangkan otot wajah.
3. RISKA
Pertanyaan:
Bagaimana cara kerja , lama waktu, dan dari hasil uji tersebut pada uji
iritasi?

Jawaban:
Berdasarkan jurnal yang kami acu, tidak disebutkan secara signifikan lama
waktu pada saat pengaplikasian masker gel peel off pada kulit, hanya saja
disebutkan 10 responden, serta hasil menunjukan tidak menimbulkan
tanda-tanda iritasi seperti timbulnya kemerahan. Namun berdasarkan
acuan jurnal lain yaitu Ganesh and Moreshwar (2014) diamati dengan
melihat tanda reaksi iritasi yang timbul selama 15 menit, berupa eritema
maupun edema.

4. BU MIRA
Pertanyaan:
a) Karakteristik yang dihasilkan seperti apa untuk bentonit yang nantinya
akan digunakan ?
b) Untuk pengujian yang paling baik adalah formula 3 yaitu 15%, kenapa
hasil tersebut naik turun ?
c) Apa yang perlu diperhatikan untuk membentuk masker gel peel off ?

Jawaban:
a) Bentonit  berupa tanah lempung yang diambil dari Desa bandung,
Kec Wonosegoro, Kab Boyolali memiliki ciri-ciri agak lengket bila
terkena air dan pada kondisi keringnya terlihat retak-retak. Lalu
direndam dalam aquadestilata dan diaduk selama 24 jam, saring
keringkan selama 60oC. Lempung Bentonit akan diaktivasi dengan
Na2CO3 yang bertujuan untuk proses adsorbsi.
b) Mungkin dapat dipengaruhi oleh zat aktif dan komponen bahan
masker gell peel off, karena jurnal yang kami acu tidak menjelaskan
secara mendetail untuk hasil pengujiannya masing-masing.
c) Basis gel (PVA) merupakan bahan dasar masker gel peel off yang
dapat menghasilkan gel yang homogen dengan bahan aktifnya, serta
dapat membentuk lapisan oklusif yang dapat dikelupas setelah
digunakan (mempermudah masker kering dan lapisan yang tipis)

5. BU MONIK
Pertanyaan:
Dari komponen Formulasi basis (F1, F2, F3, F4) untuk konsentrasi
tersebut apakah sudah signifikan ?

Jawaban: belum, yaitu pada bahan basis PVA, dimana konsentrasi F1, F2,
F3, F4 memiliki kelipatan perbandingan kons yang tidak sama, sehingga
kurang tepat untuk digunakan sebagai acuan.
3. KRIM BODY SCRUB
1. Agastia
Pertanyaan:
bagaimana cara uji homogenitas pada sediaan krim body scrub karena pada
sediaan tersebut berbentuk seperti tidak homogen?

Jawab: sediaan krim body scrub dibuat fase krim nya terlebih dahulu (semua
bahan dicampur kecuali silicanya (pengamplas). Setelah fase krim jadi baru
diuji kehomogenitasnya. Setelah sudah dinyatakan homogen baru silica
dimasukkan dalam sediaan.

2. Devi
Pertanyaan: iodin dalam ppt digunakan untuk apa? Contoh bahan pengkelat
apa?

Jawab: iodin digunakan untuk uji detoksifikasi (daya serap) sediaan krim body
scrub. Iodin digunakan untuk mengetahui kemampuan adsorbsi dari adsorben
yang dihasilkan terhadap larutan berbau. Semakin kuat daya serap iodin maka
kemampuan krim body scrub sebagai detoksifikasinya semakin kuat.
Contoh bahan pengkelat dalam formula yang ada adalah asam stearat.

3. Reta
Pertanyaan: jelaskan uji volume kriming?

Jawab:
volume kriming adalah perpindahan kertass dari tetersan terdispersi pada fase
kontiyu. Hal ini terjadi karena ukuran partikel yang tidak seragam dan besar
serta viskositas dari fase kontiyu yang kurang dan juga kriming dapat terjadi
jika fase terdispersi mempunyai densitas yang lebih kecil dibandingkan
dengan fase pendispersi yaitu biasanya terjadi pada emulsi tipe M/A namun
sebaliknya jika fase terdispersi memiliki densitas yang lebih besar
dibandingkan fase pendispersi biasanya terjadi pada emulsi tipe A/M maka
cenderung terbentuk endapan.

Cara uji volume kriming: Krim sebanyak 10 ml, dimasukkan dalam gelas
ukur, kemudiaan diberi kondisi penyimpanan dipercepat yaitu penyimpanan
suhu 5°C dan 35°C masingmasing selama 12 jam sebanyak 10 siklus.
Rumus uji volume kriming :
F = Vu / Vo x 100%

Keterangan :
F : volume kriming
Vu : volume akhir sediaan setelah terjadi endapan/creaming
Vo : volume awal sediaan sebelum terjadi endapan/creaming
4. Xxx
5. SHAMPO
1. Yasmin Savira (16.0554)
Pertanyaan:
a. Pada uji stabilitas menggunakan metode sentrifugasi hasil pada jurnal
diperoleh bahwa sediaan stabil. Lalu bagaimana cara mengetahui
bahwa sediaan tidak stabil ?
b. Pada formula, adakah bahan yang menyebabkan perih di mata ?

Jawaban:
a. Untuk dapat mengetahui sediaan stabil atau tidak dapat diketahui
dengan melihat terjadinya pemisahan antara 2 fase hingga
terbentuknya lapisan yang saling tidak tercampur.
b. Pada formula terdapat bahan SLS atau Sodium Lauril Sulfate
penggunaan sampo saat keramas menjadi faktor utama dalam keramas.
Sampo memiliki kandungan bahan kimia seperti sodium lauryl sulfate
(SLS), SLS juga membuat sampo mengeluarkan banyak busa ini juga
tidak baik jika terserap terlalu banyak di kulit kepala, selain itu pada
sampo membuat kulit kepala iritasi. Selain itu juga bisa mengganggu
pengelihatan apabila busa yang terdapat pada sampo turun ke mata dan
menjadi perih dan iritasi.

2. Sintya Ariani (16.0582)

Pertanyaan:
Pada jenis-jenis shampo, terdapat shampo bubuk (kering). Lalu bagaimana
cara penggunaannya dan dapat dipakai untuk kondisi rambut yang seperti
apa ?
Jawaban :
 Shampo kering sendiri digunakan sebagai pengganti shampo biasa
untuk membersihkan rambut selama berpergian. Cara pakai shampo
kering :
1. Belah rambut menjadi beberapa bagian
2. Berikan shampo kering di dekat akar rambut terlebih dahulu, awali
meratakan dari akar rambut dan bergeser ke bawah.
3. Biarkan selama 5-10 menit, karena shampo kering perlu waktu
menyerap minyak di akar rambut.
4. Lakukan pemijatan diawali dari bagian pertama yang diberi shampo
kering.
5. Bersihkan sisa shampo dari rambut dengan sikat berbulu.
 Untuk kondisi penggunaan shampo kering dapat digunakan untuk
memberishkan kulit kepala yang berminyak.

3. Bu Mira
Pertanyaan: Perbedaan jenis-jenis shampo seperti apa bila dikaitkan
dengan formula ?
Jawaban :
B Sham Shampo Shamp Sha
ah po emulsi o krim mpo
an bubu atau larut
k pasta an
B Sabu Setil natriu TEA
ah n alkohol, m lauril
an bubu natrium alkilsul sulfat
da k lauril fat
sa sulfat
r
B natriu Karbop dietano Parfu
ah m ol, lamida m
an karbo NaOH, minya
ta nat, lanolin, k
m natriu gliserin, kelapa
ba m EDTA atau
ha bikar isopro
n bonat panola
, mida
natriu laurat.
m setilalk
sesku ohol
ikarb
onat,
dinatr
ium
fosfat
, atau
borak
s
B propil larut
ah paraben, an
an metil form
pe paraben aldeh
n id 40
ga %
w
et
6.xxx
7. DEODORAN DAN ANTIPRESPIRAN

1. Ida Sari Dewi


Pert a. Mengapa deodoran dapat menimbulkan warna kuning
any pada pakaian? Bagian formula apakah yang
aan menyebabkan kuning pada pakaian?
b. Lalu mengapa pada hasil penelitian pada uji organoleptik
hanya ditampilkan formula 1 – 4 ?
Jaw a. Penyebab kuningnya warna pakaian setelah penggunaan
aba antiprespiran dikarenakan antiprespiran mengandung
n aluminium (contohnya Aluminium Kalium Sulfat a.k.a
Tawas) yang berfungsi sebagai penghambat sekresi
keringat. Aluminium yang terkandung dalam
antiprespiran akan bereaksi dengan keringat yang
mengandung protein, lemak, dsb sehingga menghasilkan
noda kuning pada pakaian. Untuk formula, tidak
menghasilkan noda kuning karena formula berupa
deodoran dan tidak mengandung aluminium
b. Untuk pengujian dicantumkan seluruhnya pada jurnal
kedua yang lebih lengkap

2. Sita Dwi Agustin


Pert a. Di dalam formula terdapat Trietanolamin (TEA) yang
any berfungsi sebagai penetral dari Carbomer 940. Alasan
aan penggunaan TEA sebagai penetral?
b. Lalu mengapa pada formula dengan thickening agent
HPC-m tidak ada proses penetralan?
Jaw a. Carbomer merupakan thickening agent yang bersifat
aba asam. Menurut Florence (2006) penambahan TEA pada
n Carbomer berfungsi untuk menetralkan agar Carbomer
tidak mengiritasi kulit. Dalam HOPE (2000), TEA
berfungsi sebagai alkalizing agent, sehingga mampu
menetralkan carbomer.
b. Dalam formula 1-3 dengan thickening agent HPC-m,
tidak diperlukan penambahan TEA dikarenakan pH dari
HPC-m adalah 4,55 – 6,25 , masuk dalam pH kulit dan
tidak perlu dinetralkan
3. Laurencia Julia
Pert Uji iritasi yang dilakukan oleh 20 panelis wanita dan
any pria, apakah dilakukan pencukuran rambut ketiak
aan terlebih dahulu pada keseluruhannya?
Jaw Ya. Uji iritasi dilakukan dengan pencukuran terlebih
aba dahulu untuk menyamakan perlakuan dan untuk
n mempermudah pengamatan timbulnya iritasi seperti
eritema dan edema.