Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

K
DENGAN MIOKARD INFARK (NSTEMI)
DI RUANG ICU RSUD DR. GOETHENG TARUNADIBRATA PURBALINGGA

Oleh :
HERDIKA LISTYA KURNIATI
I4B019055

STASE KEPERAWATAN GADAR DAN KRITIS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2019
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. K DENGAN NSTEMI
DI RUANG ICU RSUD DR. GOETHENG TARUNADIBRATA PURBALINGGA

Nama Mahasiswa : Herdika listya kurniati


NIM : I4B019055
Ruangan : ICU

Tanggal Masuk : 23 Desember 2019 Jam Masuk : 23.00


Ruang : ICU No. Reg. Med : 373653
Pengkajian : 24 Desember 2019

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. K Penanggung Jawab
Usia : 53 tahun Nama : Tn. A
Jenis kelamin : Perempuan Usia : 24 tahun
Pendidikan : SD Suku/Bangsa : Jawa
Pekerjaan : Pedagang Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa Hubungan : Anak
Agama : Islam
Diagnosa : NSTEMI, DM Type II
No RM : 373653
Alamat : Banjakerta 1/2

II. PENGKAJIAN
A. Wawancara
1. Keluhan utama
Pasien mengeluh nyeri dada hingga ulu hati, mual dan muntah. Pengkajian nyeri:
P : nyeri muncul apabila beraktivitas dan jika telat makan, berkurang apabila
istirahat atau diam
Q : seperti tertimpa beban berat
R : dada kiri menjalar ke punggung
S : skala nyeri 7 (0-10)
T : nyeri muncul secara tiba-tiba
2. Riwayat penyakit sekarang
Pasien mengeluh nyeri dada menjalar hingga punggung disertai nyeri ulu hati
sejak hari selasa tanggal 17 Desember 2019 dan mual dan muntah. Pasien sempat
dirawat di RS Harapan Ibu pada kamis pagi tanggal 19 Desember 2019, selama 4
hari yaitu 2 hari diruang rawat dan 2 hari diruang ICU. Pasien kemudian dirujuk
ke RS Goeteng dan masuk IGD pada tanggal 22 Desember 2019 jam 12.30 dan
mulaidirawat di ruang ICU pada pukul 23.00.
3. Riwayat penyakit dahulu
Pasien mengatakan sudah menderita DM selama 8 tahun dan hipertensi 1 tahun.
Pasien mengatakan hanya memeriksakan dirinya ke dokter jika ada keluhan nyeri
di ulu hati. Selama ini pasien mengira nyerinya terjadi karena memiliki penyakit
maag.
4. Riwayat penyakit keluarga
Pasien mengatakan di dalam keluarganya tidak terdapat anggota keluarga yang
mengalami penyakit jantung maupun penyakit yang sama lainnya.
5. Riwayat pekerjaan
Pasien bekerja sebagai pedagang. Biasanya mulai bekerja dari pukul 9 pagi dan
pulang ke rumah pada sore hari pukul 4.
6. Riwayat geografi
Pasien beserta keluarga tinggal di desa yang sebagian penduduknya mempunyai
mata pencaharian sebagai pedagang. Lingkungan bersih dan minim dari polusi
udara.
7. Riwayat alergi
Menurut keluarga, klien tidak mempunyai riwayat alergi terhadap makanan, obat-
obatan, debu/udara, bahan atau benda logam lainnya.
8. Kebiasaan sosial
Keluarga mengatakan, sebelum sakit dan dirawat di RS ini hubungan klien dengan
anggota keluarga dan masyarakat baik. Pasien mengatakan tidak mengkonsumsi
akohol maupun obat-obatan di lingkungan tempat tinggalnya. Selama perawatan
di ICU sekarang ini klien kooperatif.
9. Kebiasaan merokok
Pasien mengatakan tidak merokok.
10. Spiritual
Pasien mengatakan sebelum pasien sakit, pasien rajin shalat. Selama dirawat
pasien jadi jarang sholat.

B. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Compos mentis
Sistem tubuh :
1. Breath (Pernafasan)
RR 19 x/menit, tidak ada sumbatan jalan napas (tidak ada stridor, snoring,
maupun gurgling), pasien bernapas spontan, SpO 2 97%, bentuk dada simetris.
Pasien menggunakan alat bantu pernafasan NRM 10 l/m.
2. Blood (Kardiovaskular).
Nadi 60 x/menit, bunyi jantung normal S1>S2, tidak murmur ataupun gallop, TD
118/70 mmHg, tidak ada peningkatan JVP, Pasien tak tampak ikterik, Akral teraba
dingin. Terdapat edema pada tangan kanan derajat 2 dan tangan kiri derajat 1.
EKG terdapat T inverted.
3. Brain (Persyarafan)
Tingkat kesadaran Compos Mentis, GCS 15 (E 4M6V5), bentuk kepala mesochepal,
tidak fraktur, luka atau memar, pupil isokor, reflek cahaya +/+.
4. Bladder (Perkemihan)
Kandung kemih tidak teraba penuh, urin berwarna kuning jernih, volume urin 350
cc/8 jam, pasien terpasang kateter.
5. Bowel (Pencernaan)
Tidak ada sariawan di dalam mulut, bunyi usus 6 x/menit, tidak terdapat ascites,
pasien baru BAB 1 kali selama sakit dengan konsistensi keras, terdengar timpani
saat perkusi, agak mual tapi tidak muntah.
6. Bone (Muskuloskeletal)
ROM aktif tetapi terbatas karena ekstremitas bawah klien diinfus, pasien dapat
mobilisasi secara mandiri meskipun kaki kiri klien diinfus, tidak terdapat
deformitas pada ekstremitas, turgor kulit baik < 2 detik, akral dingin.
Kekuatan otot :
Tangan Tangan
kanan kiri
(5) (5)
Kaki Kaki kiri
kanan
(5) (5)

III. HASIL UJI DIAGNOSTIK


1. EKG
Tanggal 24 Desember 2019
2. Laboratorium
22 Desember 2019
Jenis Px. Nilai Rujukan Hasil Interprestasi
Darah Lengkap
Hemoglobin 11,7-15,5 g/dL 12,9 g/dL Normal
Leukosit 3.600-11.000 /uL 10.700 /uL Normal
Hematokrit 35 - 47 % 39 % Normal
Eritrosit 3,8 – 5,2 106 /uL 4,9 106 /uL Normal
Trombosit 150.000 - 440.000 /uL 211.000 /uL Normal
MCV 80,0 - 100,0 fL 80 fL Normal
MCH 26,0 - 34,0 pg 26 pg Normal
MCHC 32,0 – 36,0 % 33 % Normal
Hitung Jenis
Basofil 0–1% 0% Normal
Eosinofil 1–3% 0% Turun
Netrofil Segmen 50,0 – 70,0 % 84 % naik
Limfosit 25,0 – 40,0 % 11 % turun
Monosit 2,0 – 8,0 % 4% normal
Kimia Klinik
Natrium 135,0-147,0 mmol/L 129,9mmol/L Turun
Kalium 3,5-5,0 mmol/L 3.9 mmol/L Normal
Klorida 95,-105,0 mmol/L 100,6mmol/L Normal
CK MB < 25 U/L 23,9 U/L Normal
Ureum 10 – 50 mg/dL 76,1 mg/dL Naik
Kreatinin Darah 0,4 – 0,9 mg/dL 0.95 mg/dL Naik
Glukosa Sewaktu 100-150 mg/dL 226,5 mg/dL Naik
Kolesterol total 150-200 mg/dl 176,1 mg/dL Normal
Trigliserida 70 – 140 mg/dL 176,0 mg/dL Naik

IV. PROGRAM TERAPI


 IVFD Nacl 16 tpm (sebagai cairan rumatan)
 Oksigen 10-15 l/m NRM (memenuhi kebutuhan oksigen ontuk metabolism Karen
kerja jantung menurun)
 ORAL
 Aspilet 1 x 80 mg (menurunkan resiko thrombosis koroner lebih lanjut selama
fase pemulihan dari infark miokard)
 Concor 1 x 2,5 mg (mengobati tekanan darah tinggi dengan kandungan bisoprolol)
 ISDN 3 x 1 ( mencegah dan mengobati angina pada penderita penyakit jantung
koroner)
 Atorvastatin 1 x 40 mg (menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida)
 Urdahex 2 x 1 (menghancurkan batu empedu)
 Hepamax 3 x 1 (meningkatkan regenerasi sel hati dari kerusakan radikal bebas)
 Aminoral 3 x 1 (obat gangguan fungsi ginjal)
 Ibuprofen 3 x 1 (meredakan nyeri dan peradangan)
 Allupurinol 0-0-0-1 (mengobati kelebihan asam urat dalam darah)
 CPG 1 x 75 mg (Mengurangi trombus pada Infark Miokard awal,stroke , penyakit arteri
perifer,gejala koroner akut)
 INJEKSI
 Ranitidine 2 x 25 mg (melapisi lambung)
 Arixtra H4 (mulai tgl 21/12/19) 1 x 1 (antiplatelet)
 Ondansetron 1 x 5mg (obat untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah)
 Metamizol diberikan jika Suhu > 38 oC (mengurangi rasa sakit dan menurunkan
panas)
 Dopamine 2,4 tpm (meningkatkan tekanan darah)

V. ANALISIS DATA
No Data Masalah Etiologi
1. DS : Nyeri akut Agen injuri
- Pasien mengeluh nyeri dada. biologis
Pengkajian nyeri:
P : nyeri muncul apabila beraktivitas
dan telat makan
Q : seperti tertimpa beban berat
R : dada kiri menjalar ke punggung
S : skala nyeri 7 (0-10)
T : nyeri muncul secara tiba-tiba
DO :
- Pasien tampak meringis saat
nyeri timbul
- Pasien menunjukkan lokasi nyeri
- Pasien tampak gelisah
2. - DS : Pasien mengatakan sesak Penurunan Perubahan
- DO : curah jantung sekuncup
- Tekanan Darah : 118/70 mmHg jantung :
- Nadi 60 x/menit Afterload
- RR 19 x/menit,
- EKG : infark miokard akut ditandai
dengan T inverted
- Akral dingin
- Edema tangan kanan 2 derajat dan
tangan kiri 1 derajat
3. DS: Intoleransi Ketidakseimbang
- pasien mengeluh lemas dan nyeri aktivitas an antara suplai
dada dan kebutuhan
- pasien mengatakan hanya bisa oksigen.
berbaring.
DO:
- Gambaran EKG AMI
- Terpasang NRM 10 l/m
- Pasien terlihat hanya bisa mobilisasi
di tempat tidur

VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri akut b.d agen injuri biologis
2. Penurunan curah jantung b.d perubahan sekuncup jantung : afterload
3. Intoleransi aktifitas b.d ketidkseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
VII. RENCANA KEPERAWATAN
Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan keperawatan Pain management: 1. Monitoring nyeri dilakukan untuk
berhubunga selama 3x8 jam, level nyeri menurun, dengan 1. Monitoring nyeri secara komprehensif mengkaji nyeri, sajuah mana
n dengan indikator: termasuk lokasi, karakteristik, durasi, nyeri teratasi. Jika dengan
Agen Indikator Awal Tujuan frekuensi, kualitas dan faktor tindakan yang sudah diberikan
cedera presipitasi. nyeri tetap tidak teratasi atau
1. Melaporkan nyeri 2 4
(biologi) 2. Observasi reaksi nonverbal dari bertambah maka perlu dikaji
2.Ekspresi nyeri pada 2 4
ketidaknyamanan. ulang apakah ada penyebab lain
wajah
3. Ajarkan tentang teknik non dari nyeri
Keterangan: 1 (sangat berat), 2 (berat), 3 farmakologi: napas dalam dan distraksi. 2. Observasi reaksi nonverbal adalah
(sedang), 4. Tingkatkan kenyamanan pasien salah satu cara untuk mengetahui
4 (ringan), 5 (tidak ada) 5. Kolaborasi dengan tenaga medis untuk pengalaman nyeri pasien
pemberian analgetik untuk mengurangi sebelumnya, dan dari reaksi
nyeri. verbal ini dapat ditentukan skala
nyeri dengan nyata
3. Teknik napas dalam dan distraksi
adalah salah satu cara untuk
mengurangi nyeri. Dimana teknik
napas dalam ini akan mentansport
oksigen lebih banyak ke sel-sel
sehingga sel dapat melakukan
metabolisme aerob dengan
maksimal sehingga tidak terjadi
penumpukan asam laktat yang
dapat menimbulkan nyeri.
Distraksi merupakan pengalihan
fokus dari satu hal ke hal yang
lain. Teknik distraksi ini
diharapkan dapat focus pasien
sehingga gate control tertutup dan
nyeri menurun
4. kenyamanan dapat mengurangi
rasa nyeri
5. Analgetik merupakan obat yang
digunakan untuk mengurangi
nyeri. Dimana obat nyeri ini
biasanya menghambat
pengeluaran prostaglandin yang
dapat menimbulkan rasa nyeri.
Penurunan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Cardiac Care Cardiac Care
curah selama 3x 8 jam, diharapkan Circulation 1. Evaluasi adanya nyeri dada 1. Untuk
jantung Status baik, dengan kriteria : (intensitas,lokasi, durasi) mengethui adanya lokasi nyeri
berhubunga Indikator Awal Tujuan 2. Monitor balance cairan yang dirasakan pasien
n dengan 3. Monitor adanya dyspneu 2. Untuk
Tanda Vital dalam 2 4
perubahan 4. Anjurkan untuk menurunkan stress mengethaui adanya
rentang normal
sekuncup 5. Bantu pasien memenuhi ADLs ketidakseimbangan cairan
(Tekanan darah=
jantung : 6. Berikan terapi obat sesuai program intake dan output
120/80 mmHg, Nadi =
Afterload Vital Sign Monitoring 3. Untuk
60-100x/menit,
1. Monitor TD, nadi, suhu, dan RR mengethui adanya pernafasan
respirasi = 16-20
2. Monitor bunyi jantung abnormal
x/menit)
3. Monitor suhu, warna, dan kelembaban 4. Untuk
Akral hangat 3 4
kulit mengurangi adanya faktor dari
Dapat mentoleransi 3 4 kelelahan
aktivitas, tidak ada 5. Mengurangi
kelelahan kerja jantung
6. Untuk
Keterangan: 1 (sangat berat), 2 (berat), 3 memperbaiki sirkulasi
(sedang), Vital Sign Monitoring
4 (ringan), 5 (tidak ada) 1. Untuk mengetahui
perkembnagan dari vital sign
pasien, stabil atau tidak
2. Untuk mngethui adanya suara
tambahan dari jantung
3. Untuk mengetahui adanya
permasalahan di jaringan perifer
Intoleransi Setelah dilakukan tindakan keperawatan NIC: activity therapy
aktivitas selama 3x8 jam, diharapkan aktivitas 1. Meminimalkan kerja kardiovaskuler 1. Mengurangi kerja jantung
b.d. klien meningkat dengan kriteria hasil: dengan menginstruksikan terhadap pemenuhan energi.
Ketidaksei NOC: Activity tolerance perpindahan posisi secara bertahap. 2. Menentukan intervensi
mbangan Self care: ADLs 2. Monitor dan catat kemampuan peningkatan aktivitas
antara Indikator Awal Tujuan untuk mentoleransi aktivitas. selanjutnya.
suplai dan 3. Monitor intake nutrisi untuk 3. Memastikan tidak ada
kebutuhan Berpartisipasi 2 4 memastikan kecukupan sumber kekurangan sumber energi.
oksigen dalam aktivitas energi 4. Memudahkan untuk mengatasi
fisik secara 4. Kaji faktor yang menyebabkan masalah keletihan
bertahap tanpa keletihn
disertai
peningkatan
TD, HR, RR
Mampu 2 4
melakukan
aktivitas sehari-
hari (ADLs)
secara mandiri
Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

VIII. IMPLEMENTASI
No Hari/Tgl Jam No. DP Implementasi Respon Paraf
1. selasa, 24 10.00 1 Melakukan pengkajian nyeri secara S : Nyeri pada dada menjalar hingga ke
Desembe kmprehensif tangan dan punggung, menusuk, skala 7,
r 2019 hilang timbul.
O : Pasien tampak meringis

10.00 1,2,3 Memantau pemberian oksigen 10 lpm S : Pasien mengatakan tidak merasa
menggunakan NRM sesak
O : Pola nafas berangsur regular RR : 24
x/m
10.30 1,2,3 Memastika alat-alat monitor pasien O : Alat terpasang. Monitor menunjukan
terpasang dengan baik dan benar keadaan hemodinamik pasien

10.30 1 Menganjurkan pasien teknik nafas dalam O : pasien tampak bernapas dalam dan
dan berdoa dalam hati saat nyeri muncul diam berdoa dalam hati

10.30 1,2,3 memonitor pemberian infus O : infuse NaCl 16 tpm

10.30 1,2,3 menciptakan suasana nyaman O : pasien mulai rileks

10.30 1,2,3 menganjurkan pasien untuk bedrest O : Pasien koopperatif dan namun masih
mengeluh nyeri
11.00 1.2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 118/70 mmHg, N: 60 x/mnt,
RR: 19 x/mnt, MAP: 88 mmHg, S: 36º
SpO2 : 97%
12.00 2,3 Melakukan pemeriksaan GDS O : GDS stik 302
12.00 2,3 Memberikan suntikan insulin novorapid O:pasien kooperatif dan tampak tenang
12 unit

12.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: KU baik, kesadaran CM GCS 15


(E4M6V5), TD : 112/73 mmHg, N: 54
x/mnt, RR: 20 x/mnt, MAP: 88 mmHg
SaO2 : 97 suhu: 35,8o

12.00 1,2,3 Memberikan diit O : pasien menghabiskan 1/2 porsi


makan

12.00 1,2 memberikan obat oral CPG, Aspilet, O : tidak terdapat reaksi alergi, obat
hepamax, aminoral dan injeksi masuk
ondansentron 5mg IV
12.30 memantau pemberian cocktail 10 cc/mnt O: tidak terdapat reaksi alergi, obat
dan dopamine 6 cc/mnt masuk
13.00 2 Mengukur pengeluaran urin pasien O : urin output 350 ml

13.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: KU baik, kesadaran CM GCS 15


(E4M6V5), TD : 113/65 mmHg, N: 62
x/mnt, RR: 20 x/mnt, MAP: 81 mmHg
SaO2 : 100 suhu 35,9
14.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: KU baik, kesadaran CM GCS 15
(E4M6V5), TD : 115/66 mmHg, N: 50
x/mnt, RR: 22 x/mnt, MAP: 81 mmHg
SaO2 : 97 dan skala nyeri 4

2. rabu/25 21.00 1,2,3 Memonitor KU dan tingkat kesadaran O: KU baik, kesadaran Composmentis
Desembe 21.00 GCS 15 (E4M6V5)
r 2019 3 Memonitor pemberian terapi oksigen O : Oksigen NRM 10 l/m
21.00
1 Memonitor nyeri secara komprehensif S : Pasien mengatakan nyeri dadanya
21.00 sudah mulai berkurang dengan skala
nyeri 4
1,2,3 Mengatur posisi tidur pasien dengan O : pasien mengatakan nyaman
22.00 semifowler

1 Menganjurkan pasien untuk beristirahat O : Pasien tampak rileks


22.00

1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 125/61 mmHg, N: 69 x/mnt,


23.00 RR: 21 x/mnt, SaO2 : 98

1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 153/61 mmHg, N: 77 x/mnt,


24.00 RR: 17 x/mnt, Suhu 36o SaO2 : 95

1,2,3 member injeksi ondansetron 8 mg O : Obat masuk tidak ada reaksi alergi
24.00
1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 104/59 mmHg, N: 64 x/mnt,
01.00 RR: 42 x/mnt, MAP: 71 mmHg S : 36
SaO2 : 96
1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 119/63 mmHg, N: 58 x/mnt,
02.00 RR: 22 x/mnt, MAP: 76 mmHg
SaO2 : 98

03.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 133/71 mmHg, N: 58 x/mnt,


RR: 20 x/mnt, MAP: 102 mmHg, SaO2:
99

04.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 133/75 mmHg, N: 68 x/mnt,


RR: 19 x/mnt, MAP: 103 mmHg, SaO2 :
100

05.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 149/78 mmHg, N: 65 x/mnt,


RR: 22 x/mnt, MAP: 105 mmHg
SaO2 : 98

06.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 106/56 mmHg, N: 68 x/mn, RR:


30 x/mnt, MAP: 72 mmHg, SaO2 : 94

06.00 1,2 memonitor ourin output O : urin output : 600ml

06.00 1,2,3 mengecek GDS O: Hasil GDS 273

06.00 1,2,3 memberikan diit O: pasien menghabiskan ½ porsi

3. Jumat/27 07.00 1,2,3 Memonitor KU dan tingkat kesadaran O: KU baik, kesadaran CM GCS 15
Desembe (E4M6V5)
r 2019
07.00 1 Memonitor nyeri secara komprehensif S: pasien mengatakan badannya lebih
segar dan enakan. Nyeri dirasa sudah
berkurang. Skala nyeri 4
O: pasien terlihat tenang dan tak gelisah
lagi ketika menceritakan sudah tidak
nyeri lagi
07.00 1,2,3 Mengatur posisi pasien menganjurkan S: pasien mengatakan lebih nyaman
untuk banyak beristirahat O: pasien terlihat rileks

07.00 1,2,3 Memonitor pemberian oksigen O : Oksigen NRM 10 l/m

08.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 103/57 mmHg, N: 71 x/mnt,


RR: 22 x/mnt, MAP: 67 mmHg
SaO2 : 96, suhu 37
08.00 1,2,3 Memberikan terapi obat injeksi ranitidine O: obat masuk dan tidak ada reaksi
dan furosemid via IV alergi, pasien tampak tenang

08.00 2 Menyeka pasien dan membersihkan O: BAB sebnyak 50cc


korotan (BAB) pasien

09.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 104/53 mmHg, N: 77 x/mnt,


RR: 27 x/mnt, MAP: 65 mmHg
SaO2 : 96, suhu 36,9
09.00 1,2,3 Memberikan diit dan menyuapi pasien O: pasien hanya menghabiskan ¼ porsi

10.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 117/91 mmHg, N: 76 x/mnt,


RR: 32 x/mnt, MAP: 97 mmHg
SaO2 : 97
11.00 1,2,3 Mengatur dosis dopamine menjadi 0,5 mg O: obat masuk dan tidak ada reaksi
alergi

11.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 119/65 mmHg, N: 77 x/mnt,


RR: 31 x/mnt, MAP: 76 mmHg
SaO2 : 98, suhu 37,5
12.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 109/56 mmHg, N: 78 x/mnt,
RR: 34 x/mnt, MAP: 68 mmHg
SaO2 : 96, suhu 37,8
12.00 1,2,3 Memberikan diit pada pasien O: pasien hanya menghabiskan ¼ porsi

13.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien O: TD : 88/49 mmHg, N: 71 x/mnt, RR:


34 x/mnt, MAP: 59 mmHg
SaO2 : 96, suhu 38,1
13.00 1,2,3 Memberikan terapi injeksi metamizole via O: obat masuk dan tidak ada reaksi alergi
IV
13.00 1,2,3 Mengatur dosis dopamine menjadi 1 mg O: obat masuk dan tidak ada reaksi alergi

14.00 1,2,3 Memonitor hemodinamik pasien dan O: TD : 93/43 mmHg, N: 73 x/mnt, RR:
mengkaji skala nyeri 33 x/mnt, MAP: 54 mmHg
SaO2 : 97, suhu: 37, skala nyeri 0

14.00 1,2,3 Mengatur dosis dopamine menjadi 2 mg O: obat masuk dan tidak ada reaksi alergi

IX. EVALUASI
Tgl/JAM No DP Evaluasi Paraf
Selasa, 1 S:
24 - pasien mengatakan nyeri di dada kiri menjalar ke punggung, seperti tertimpa
Desembe beban berat, skala nyeri 7, setelah diberi terapi obat cocktail 10cc/mnt skala nyeri
r 2019 berkurang menjadi 4
O:
- Pasien terlihat meringis saat nyeri timbul dan menunjukan daerah nyeri

A : Masalah nyeri pasien belum teratasi, dengan kriteria :


Indikator Saat ini Awal Tujuan
1. Melaporkan nyeri 3 2 4
2.Ekspresi nyeri pada 3 2 4
wajah

P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Monitor keluhan nyeri pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan obat nyeri (cocktail)
Mencoba mengajarkan teknik relaksasi jika nyeri muncul
2 S:
- Pasien mengatakanlemas dan nyeri dada dengan rasa seperti tertimpa beban
berat
O: KU baik, kesadaran CM GCS 15 (E4M6V5), TD : 115/66 mmHg, N: 50 x/mnt, RR:
22 x/mnt, MAP: 81 mmHg
SaO2 : 97
A : Masalah penurunan curah jantung pasien teratasi sebagian, dengan kriteria :
Indikator Saat ini Awal Tujuan
Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan 2 2 4
darah= 120/80 mmHg, Nadi = 60-
100x/menit, respirasi = 16-20 x/menit)
Akral hangat 3 3 4
Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada 3 3 4
kelelahan

P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Monitor tanda-tanda vital pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi
- Monitor balance cairan

3 S:
- pasien mengatakan lemas
O:
- Pasien tampak lebih rileks dengan posisi semifowler. TD : 115/66 mmHg, RR :
22 x/m. Nadi 50x/m. Bantuan terapi oksigen NRM 10 l/m. Saturasi oksigen bedrest
97%, ADL pasien dibantu
A : Masalah intoleransi pasien belum teratasi, dengan kriteria :

Indikator Saat Awal Tujuan


ini
Berpartisipasi dalam aktivitas fisik secara 2 2 4
bertahap tanpa disertai peningkatan TD, HR,
RR
Mampu melakukan aktivitas sehari-hari 2 2 4
(ADLs) secara mandiri
P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Bantu ADL pasien
- Lakukan aktifitas fisik secara bertahap
Rabu, 25 1 S:
Desembe - Pasien mengatakan nyeri berkurang, skala nyeri 4
r 2019 O:
- Pasien terlihat nyaman

A : Masalah nyeri pasien teratasi sebagian, dengan kriteria :


Saat
Indikator Awal Tujuan
ini
1. Melaporkan nyeri 3 2 4
2.Ekspresi nyeri pada wajah 4 2 4

P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Monitor keluhan nyeri pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan obat nyeri
- Mencoba mengajarkan teknik relaksasi jika nyeri muncul
2 S:-
O: TD : 106/56 mmHg, N: 68 x/mn, RR: 30 x/mnt, MAP: 72 mmHg, SaO2 : 94
- Akral teraba hangat
A : Masalah penurunan curah jantung pasien teratasi sebagian, dengan kriteria :
Indikator Saat ini Awal Tujuan
Tanda Vital dalam rentang 3 2 4
normal (Tekanan darah=
120/80 mmHg, Nadi = 60-
100x/menit, respirasi = 16-20
x/menit)
Akral hangat 4 3 4
Dapat mentoleransi 4 3 4
aktivitas, tidak ada
kelelahan

P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Monitor tanda-tanda vital pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi
- Memonitor balance cairan

3 S:
- pasien mengatakan rileks dan tidak kelelahan
O:
- Pasien tampak rileks dengan posisi semifowler.
- TD : 106/56 mmHg, N: 68 x/mn, RR: 30 x/mnt, MAP: 72 mmHg, SaO2 : 94
A : Masalah intoleransi pasien belum teratasi, dengan kriteria :
Indikator Saat ini Awal Tujuan

Berpartisipasi dalam aktivitas fisik secara 3 2 4


bertahap tanpa disertai peningkatan TD, HR,
RR
Mampu melakukan aktivitas sehari-hari 2 2 4
(ADLs) secara mandiri
P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Bantu ADL pasien
- Lakukan aktifitas fisik secar bertahap
Jumat , 1 S:
27 - Pasien mengatakan sudah tidak merasakan nyeri sama sekali, skala nyeri pasien
desember 0
2019 O:
- Pasien terlihat tenang dan nyaman ketika menceritakan sudah tidak nyeri lagi

A : Masalah nyeri pasien teratasi, dengan kriteria :


Saat
Indikator Awal Tujuan
ini
1. Melaporkan nyeri 4 2 4
2.Ekspresi nyeri pada wajah 4 2 4

P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Monitor keluhan nyeri pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan obat nyeri
- Mencoba mengajarkan teknik relaksasi jika nyeri muncul
2 S:-
O : TD : 93/43 mmHg, N: 73 x/mnt, RR: 33 x/mnt, MAP: 54 mmHg
SaO2 : 97, suhu: 37

A : Masalah penurunan curah jantung pasien teratasi sebagian, dengan kriteria :


Indikator Saat ini Awal Tujuan
Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan darah= 3 2 4
120/80 mmHg, Nadi = 60-100x/menit, respirasi = 16-
20 x/menit)
Akral hangat 4 3 4
Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada kelelahan 4 3 4

P:
Lanjutkan intervensi dengan :
- Monitor tanda-tanda vital pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi
- Mengukur balance cairan

3 S : pasien mengatakan rileks dan tidak kelelahan


O:
- TD : 93/43 mmHg, N: 73 x/mnt, RR: 33 x/mnt, MAP: 54 mmHg, suhu: 37
- SaO2 : 97 Bantuan terapi oksigen NRM 12 l/m. ADL pasien dibantu. Pasien
makan sambil tiduran posisi semi fowler.

A : Masalah intoleransi pasien belum teratasi, dengan kriteria :


Indikator Saat Awa Tujuan
ini l
Berpartisipasi dalam aktivitas fisik secara bertahap 2 2 4
tanpa disertai peningkatan TD, HR, RR
Mampu melakukan aktivitas sehari-hari (ADLs) 2 2 4
secara mandiri

P: - Lanjutkan intervensi dengan :


- Bantu ADL pasien
- Lakukan aktifitas fisik secara bertahap

Anda mungkin juga menyukai