Anda di halaman 1dari 9

APLIKASI KONSEP MODEL DAN TEORI

FLORENCE NIGHTINGALE

Mata Kuliah: Falsafah dan Teori Keperawatan

Subjek: Mengaplikasikan Teori Florence Nightingale dalam Kasus Keperawatan

Dosen Pengampu:

Disusun Oleh:

1. Agharidtha Farah S. (010118A005)


2. Alfira Cahya Anggraeni (010118A010)
3. Arifah Damayanti (010118A018)
4. Chasna Kamala A. (010118A027)
5. David Suhendra (010118A030)
6. Muhammad Zanuar M. (010118A086)

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai. Makalah ini kami susun dengan semaksimal
mungkin dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga bisa memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih kepada semua
pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Falsafah dan Teori
Keperawatan dengan judul “Aplikasi Konsep Model dan Teori Florence
Nightingale”. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
menambah pengetahuan bagi pembaca. Terlepas dari segala hal tersebut, Kami
sadar sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kami sangat berterimakasih apabila
terdapat saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca agar ke
depannya kami dapat memperbaiki makalah ini.

Ungaran, 4 Oktober 2019

(Penulis)
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keperawatan adalah pelayanan atau asuhan keperawatan profesional


yang bersifat humanistik, menggunakan pendekatan holistik, dilakukan
berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan yang berorientasi pada kebutuhan
obyektif klien, mengacu pada standar  profesional keperawatan dan
menggunakan etika keperawatan sebagai tuntunan utama. Teori keperawatan
berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan
bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan memperkirakan, dan
mengontrol hasil asuhan keperawatan atau pelayanan keperawatan yang
dilakukan.
Teori Lingkungan Nightingale dicetuskan oleh Florence Nightingale
“Ibu dari keperawatan modern” yang meletakkan keperawatan sebagai
sesuatu yang sakral untuk dipenuhi oleh seorang wanita. Konsep utama bagi
kesehatan adalah ventilasi, kehangatan, cahaya, diet, kebersihan, dan
ketenangan. Teori Keperawatan Nightingale sangat bermanfaat bagi dunia
keperawatan, yang meletakan dasar teori keperawatan melalui filosofi
keperawatan yakni dengan mengidentifikasi peran perawat dalam
menemukan kebutuhan dasar manusia pada klien serta pentingnya pengaruh
lingkungan di dalam perawatan orang sakit yang dikenal dengan teori
lingkungannya.

B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II

PEMBAHASAN

A. Fokus Teori Florence Nightingale


Teori Florence Nightingale menjelaskan bahwa lingkungan pasien
sangat mempengaruhi meskipun ia tidak membedakan secara spesifik antara
lingkungan fisik, sosial maupun psikologis. Dia berbicara tentang ketiganya
dalam keperawatan tetapi ditekankan pada lingkungan fisik pasien. Ketika
kebutuhan lingkungan fisik sudah optimal, maka perhatian dapat diberikan
melalui kebutuhan emosional pasien serta pencegahan penyakit. Pasien perlu
dilakukan adanya diet seimbang, fentilasi, garis kebutuha, udara, cahaya,
keramaian, air, kebutuhan tempat tidur, drainase, kehangatan dan pola makan.

Florence Nightingale memfokuskan beberapa komponen dalam


merawat pasien yang diterapkan dalam keperawatan saat ini, dalam hal
ini ventilasi menjadi pokok utama dalam menentukan penyembuhan pasien.
1. Udara segar
Florence berkeyakinan bahwa ketersediaan udara segar secara terus-
menerus merupakan prinsip utama dalam perawatan. Oleh sebab itu,
setiap perawat harus menjaga udara yang harus dihirup klien tetap bersih,
sebersih udara luar tanpa harus membuatnya kedinginan.
2. Air bersih
Ketersediaan air bersih sangat diperlukan dalam pemulihan suatu penyakit
pada pasien. Oleh karena itu, perawat harus berusaha dengan baik agar air
tetap terjaga kebersihannya.
3. Saluran pembuangan yang efesien
Dalam hal perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan
keadaan normalnya, jarak waktu pengeluaran, dan frekuensi pengeluaran
sehingga terpenuhinya kebutuhan pasien secara efisien.
4. Kebersihan
Kebersihan merupakan hal yang terpenting dalam merawat pasien.
Perawat memerlukan kebersihan yang optimal agar mempercepat proses
penyembuhan. Focus perawatan klien menurut Nightingale adalah pada
kebersihan. Ia berpendapat, kondisi kesehatan klien sangat dipengaruhi
oleh tingkat kebersihan, baik kebersihan klien, perawat maupun
lingkungan.
5. Cahaya
Komponen lain yang tidak kalah penting dalam perawatan klien
adalah cahaya matahari. Nightingale yakin sinar matahari dapat memberi
rmanfaat yang besar bagi kesehatan klien. Karenanya, perawat juga perlu
membawa klien berjalan-jalan keluar untuk merasakan sinar matahari
selama tidak terdapat Kontraindikasi (suatu hal yang tidak boleh
dilakukan).
B. Fenomena Kasus
Perawat Ana adalah perawat di puskesmas desa Arumanis, hari ini dia
mengunjungi pasien yang bernama Tn. Anton yang mengidap stroke pada
kaki kanan. Tn. Anton tinggal bersama istri dan anak bungsunya, Rere. Dia
mengalami kesulitan berambulasi atau bergerak sehingga sebagian
aktifitasnya harus dibantu oleh keluarga. Tetangga klien bergantian
menjenguk dari siang hari hingga sore hari. Sore itu isti tn. Anton bercerita
bahwa pagi tadi pergi pasien ditinggal ke pasar, sedangkan Rere sedang pergi
keluar untuk membeli makanan. Karena haus, tn. Anton mengambil minum di
meja sebisa mugkin, tetapi ternyata saat itu tn. Anton hampir jatuh. Anak
sulung tn. Anton meminta perawat Ana untuk mengunjungi pasien tersebut
karena khawatir akan kondisi ayahnya.
Pada saat memasuki kamar pasien, perawat Ana menyadari bahwa
kondisi ruangan tersebut gelap karena jendela tertutup oleh korden yang
lumayan tebal sehingga cahaya tidak dapat masuk, kurangnya udara segar
karena tidak adanya ventilasi dan pengunci jendela sudah berkarat sehingga
jendela susah untuk dibuka, kondisi ruangan berdebu sehingga menyebabkan
ketidaknyamanan saat bernafas. Saat malam hari lampu berwarna kuning
sehingga tidak terlalu terang, warna tembok tn. Anton juga tampak kusam
dengan noda- noda yang tertempel disana.
Setelah kunjungan tersebut, perawat Ana menyadari bahwa terdapat
ketidaknyamanan pada lingkungan tn. Anton. Kondisi tersebut sangat
mengganggu proses kesembuhan tn, anton tentunya. Sehingga perawat Ana
mendiskusikan masalah tersebut dengan keluarga pasien untuk memodifikasi
lingkungan (ruang tidur) tn. Anton. Keluarga pasien menyetujui, tetangga
pasien pun bersedia membantu memperbaiki lingkungan tersebut.
C. Pengkajian Teori Florence Nightingale
Pengkajian dari teori florence nightingale meliputi pengkajian lingkungan
fisik, pengkajian lingkungan sosial dan pengkajian psikologis.
Pengkajian kondisi lingkungan fisik pasien yang terganggu:
a. Cahaya
Kondisi ruangan klien gelap karena jendela tertutup oleh korden yang
lumayan tebal sehingga cahaya tidak dapat masuk ke kamar pasien.
Di malam hari, penerangan di kamar pasien tidak memadai yaitu masih
menggunakan lampu kuning.
b. Udara segar
Kurangnya udara segar menjadikan ruangan klien menjadi pengap.
Disebabkan oleh tidak adanya ventilasi dan pengunci jendela sudah
berkarat sehingga jendela susah untuk dibuka
c. Kebersihan
Kurangnya kebersihan menyebabkan ruangan pasien menjadi berdebu.
Selain itu, dinding pasien juga tampak kotor dan kusam.
d. Saluran pembuangan yang efisien
Saluran pembuangan pasien tidak ada masalah
e. Air bersih
Air bersih didapatkan pasien dari air PAM
D. Diagnosa Keperawatan Teori Florence Nightingale
Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap efektivitas asuhan keperawatan.
Faktor lingkungan Tn. Anton sangat berpengaruh terhadap kesehatan tn.
Anton. Baik secara fisiologis maupun psikologis.
E. Intervensi Teori Florence Nightingale
Perwat berencana untuk mengubah ruangan pasien agar menjadi lebih baik
dan nyaman agar proses penyembuhan dapat berjalan dengan baik
1. Udara segar
Merubah design ruangan dengan memberi ventilasi yang cukup
agar udara dapat masuk keruangan., mengganti kunci jendela yang
berkarat dengan yang baru agar bisa di buka sewaktu waktu dan
membersihkan debu dari ruangan klien sehingga udara yang
masuk tidak tercambur dengan debu yang berterbangan.
2. Air bersih
Air bersih didapatkan pasien dengan air PAM
3. Saluran pembuangan yang efisien sudah baik
4. Kebersihan
Mengganti cat tembok dengan warna yang lebih terang supaya
tampak bersih dan memberikan suasana yang nyaman untuk
pasien.
5. Cahaya
Penerangan ruangan pasien diganti menggunakan lampu yang
berwarna putih, mengganti horgen dengan bahan yang tidak terlalu
tebal supaya cahaya di siang hari dapat masuk jika horgen di
tutup.

F. Implementasi Teori Florence Nightingale


Agar terciptanya ruangan yang nyaman dan aman untuk pasien maka
perawat dan tetangga segera mengubah ruangan pasien menjadi lebih baik
untuk membantu perkembangan kesehatan pasien.
G. Evaluasi Teori Florence Nightingale
Setelah dilakukannya perubahan pada ruangan pasien menunjukan rasa
kenyamanannya dan tampak percaya akan kesembuhan dirinya, pasien
juga menunjukan rasa senangnya ketika ruangan sudah diberikan
penerangan yang cukup, dan perkembangan pasien dari hari ke hari lebih
baik dari pada sebelumnya berdasarkan pemantauan keluarga.

https://ahmadjamal09.blogspot.com/2017/12/teori-florence-
nightingale.html