Anda di halaman 1dari 23

Evaluasi Kinerja dan

Desentralisasi

Fitria Rahmi
Sumber : Dasar-dasar akuntansi manajerial,
Mowen,Hansen & Heitger ed 5
Sub CP MK
1 Mahasiswa mampu mendefinisikan desentralisasi dan pusat
pertanggungjawaban

2 Mahasiswa mampu menjelaskan kenapa perusahaan


melakukan desentralisasi

3 Mahasiswa mampu menjelaskan peranan penetapan harga


transfer dalam perusahaan yang terdesentralisasi

4 Mahasiswa mampu menghitung laba residual


DESENTRALISASI
Desentralisasi
dan Pusat Pertanggungjawaban

Secara umum perusahaan diatur melalui lini pertanggungjawaban.


Sebagian besar perusahaan dengan banyak pusat pertanggungjawaban
biasanya memilih satu diantara dua pendekatan pengambilan keputusan
yaitu sentralisasi atau desentralisasi
• Dalam pengambilan keputusan dengan pendekatan sentralisasi,
keputusan dibuat di tingkatan tertinggi dan manajer pada tingkatan lebih
rendah ditugaskan untuk menerapkan keputusan tersebut.
• Desentralisasi memberikan kebebasan pada para manajer di tingkat
yang lebih rendah untuk membuat dan menerapkan keputusan yang
berkaitan dengan wilayah tanggung jawab mereka
Alasan Melakukan Desentralisasi

Beberapa alasan untuk melakukan desentralisasi :

• Kemudahan pengumpulan dan penggunaan informasi ‘


Kualitas keputusan dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia, Manajer pusat belum
tentu memahami kondisi daerah setempat. Para manajer yang lebih rendah berhubungan
langsung dengan kondisi operasional sehingga berada dalam kondisi yang lebih baik dalam
mengambil keputusan sesuai kondisi daerah setempat.

• Membuat manajemen pusat lebih fokus pada tanggungjawabnya


Dengan mendesentralisasikan keputusan operasional, manajemen pusat bebas untuk lebih
terlibat dalam perencanaan strategis yang berguna untuk keberlanjutan organisasi dalam
jangka panjang.
Alasan Melakukan Desentralisasi
Lanjutan

• Melatih dan memotivasi para manajer segmen


Organisasi selalu membutuhkan manajer yang terlatih dengan baik untuk menyiapkan
generasi manajer pada tingkat yang lebih tinggi pada masa depan. Memberikan kesempatan
untuk membuat keputusan penting membuat manajemen puncak lebih mudah dalam
mengevaluasi kemampuan manajer.

• Meningkatkan persaingan, menempatkan segmen-segmen dalam kekuatan pasar


daerah setempat.
Dalam perusahaan yang sangat berorientasi ke pusat (sentralistis) margin keseluruhan dapat
menyembunyikan in-efisiensi dari beberapa sub divisi. Saat ini perusahaan mendapati bahwa
mereka tidak mampu mempertahankan divisi yang tidak mampu bersaing. Cara terbaik untuk
meningkatkan kinerja adalah menghadapkan mereka secara penuh pada kekuatan pasar dan
bertindak sebagai unit otonom.
Divisi dalam perusahaan sistem desentralisasi
Para manajer dalam perusahaan desentralisasi akan membuat dan
menerapkan lebih banyak keputusan daripada manajer pada perusahaan
dengan sistem sentralisasi. Desentralisasi biasanya dicapai dengan cara
mebuat unit yang disebut dengan divisi.

Divisi dapat dibedakan dengan beberapa cara, meliputi :


• Jenis Barang
• Lini Geografis
• Pusat Pertanggungjawaban
Divisi dalam perusahaan sistem desentralisasi

Pusat Pertanggungjawaban adalah segmen dari perusahaan yang


manajernya bertanggungjawab terhadap sejumlah aktivitas yang ditentukan .
Hasil dari setiap pusat pertanggungjawaban dapat diukur sesuai dengan
informasi yang dibutuhkan oleh para manajer untuk mengoperasikan pusat
pertanggungjawaban.

Berikut ini adalah empat jenis pusat pertanggungjawaban utama tersebut:


• Pusat Biaya (cost center) Manajer hanya bertanggungjawab terhadap
biaya
• Pusat Pendapatan (revenue center) Manajer hanya bertanggungjawab
pada penjualan atau pendapatan
• Pusat laba (profit centre) Manajer bertanggungjawab terhadap
pendapatan maupun biaya
• Pusat investasi (investmen center) Manajer bertanggungjawab terhadap
pendapatn, biaya dan investasi
Pilihan pusat pertanggungjawaban biasanya mencerminkan situasi aktual dan
jenis informasi yang tersedia bagi manajer.
Informasi adalah kunci untuk memastikan manajer bertanggungjawab terhadap
hasil.

Contoh :
Manajer departemen produksi bertanggungjawab terhadap biaya departemen
bukan terhadap penjualan. Karena manajer departemen produksi mengenda-
likan secara langsung beberapa biaya produksi tetapi tidak menetapkan
harga.
Manajer departemen pemasaran menetapkan harga dan memproyeksikan pen
dapatan penjualan. Karena itu departemen pemasaran dapat dievaluasi
sebagai pusat pendapatan.
Penetapan Harga Transfer
(Transfer Pricing)

“ “ “ “
• Di perusahaan dengan sistem desentralisasi, output dari suatu divisi akan
digunakan sebagai input oleh divisi lain. Contoh satu divisi Sony memproduksi
baterai untuk computer VAIO. Divisi itu akan menjual baterainya ke divisi Sony
lainnya yang akan menggunakannya untuk proses produksi komputer. Transfer
internal ini akan menimbulkan masalah akuntansi, bagaimana menilai barang
yang ditransfer? Saat divisi diperlakukan sebagai pusat pertanggungjawaban
divisi tersebut akan dievaluasi berdasarkan kontribusi mereka. Hal ini
menyebabkan barang yang ditansfer dicatat sebagai pendapatan bagi divisi
yang menjual dan biaya bagi divisi yang membeli. Nilai tersebut disebut dengan
harga transfer.
• Dengan kata lain harga transfer adalah harga sebuah komponen yang
“ “ “
dibebankan oleh divisi penjual kepada divisi pembeli pada perusahaan yang
sama.

Pengaruh Penetapan Harga Transfer terhadap Divisi-Divisi
dan Perusahaan secara Keseluruhan

Saat salah satu divisi perusahaan menjual ke divisi lain, kedua divisi
serta perusahaan secara keseluruhan akan mendapat pengaruh.

Harga yang ditetapkan atas barang yang ditransfer mempengaruhi:


• Biaya Divisi Pembeli
• Pendapatan Divisi Penjual

Oleh karena itu, keuntungan dari kedua divisi, juga evaluasi dan
kompensasi manajer kedua divisi, dipengaruhi oleh harga transfer.
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

Divisi A Divisi C
Memproduksi komponen dan mentransfernya ke Membeli komponen dari Divisi A pada harga trans
Divisi C dengan harga transfer $30 per unit fer $30 per unit dan menggunakannya dalam
memproduksi produk akhir
Harga transfer = $30 per unit Harga transfer = $30 per unit

Pendapatan untuk Divisi A Biaya untuk Divisi C

Meningkatkan Laba Menurunkan Laba

Meningkatkan ROI Menurunkan ROI

• Divisi A menginginkan harga transfer setinggi mungkin sebaliknya


untuk Divisi C selayaknya biaya bahan baku, diinginkan biaya
transfer serendah mungkin.
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

Harga transfer aktual saling hapus untuk perusahaan secara


keseluruhan sehingga total laba sebelum pajak tetap sama berapapun
harga transfer ditetapkan.

Kebijakan penetapan harga transfer:


Berikut ini beberapa kebijakan penetapan harga transfer yang digunakan
dalam praktik :
• Harga pasar
• Harga transfer berdasarkan biaya
• Harga transfer negoisasi
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

Harga pasar
Harga pasar jika tersedia adalah pendekatan terbaik dalam penetapan
harga transfer. Oleh karena divisi penjual dapat menjual semua
produknya pada harga pasar, transfer ke divisi internal pada harga yang
lebih rendah akan membuat divisi penjual mengalami kerugian,
sebaliknya divisi pembeli akan selalu bisa membeli produk pada harga
pasar sehingga divide pembeli tidak ingin membayar dengan harga yang
lebih tinggi untuk barang yang ditransfer dalam perusahaan.

Contoh :
Divisi furniture suatu perusahaan memproduksi matras futon. Jika matras
dapat dijual kepada pembeli di luar perusahaan sebesar $50 per unitnya
maka harga $50 adalah harga pasar. Divisi matras tidak akan menjual
matras ke divisi fuenitur dengan harga dibawah $50, dan divisi furniture
tidak akan membayar lebih dari $50 untuk setiap matras
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

Harga transfer berdasarkan biaya


Jika tidak ada harga pasar yang sesuai misalnya produk unik dan
menggunakan rancangan yang dipatenkan yang dimiliki oleh perusahaan
induk maka perusahaan dapat menggunakan pendekatan harga transfer
berdasarkan biaya. Dapat dibayarkan dengan biaya penuh atas suatu
produk atau perusahaan memperbolehkan penetapan harga transfer
biaya ditambah dengan % tertentu yang disebut “cost plus”

Contoh :
Divisi matras menggunakan bahan yang tebal untuk matras dan
perusahaan lain di luar perusahaan tidak memproduksi jenis matras
dalam ukuran yang sama. Biaya penuh dari matras adalah sbb: bahan
baku langsung $15, tenaga kerja langsung $5, overhead variabel $3,
overhead tetap $5, total biaya penuh = $28.
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

harga transfernya akan dibayar sebesar $28 oleh divisi furniture kepada
divisi matras, namun harga transfer ini tidak memberikan keuntungan
pada divisi penjual. Divisi matras dapat saja mengurangi produksi matras
futon untuk meningkatkan produksi matras lain yang memberikan
keuntungan dengan menjual pada pihak lain di luar perusahaan. Untuk
menghindari hal tersebut manajemen puncak dapat menetapkan biaya
“cost plus” dengan memperbolehkan penetapan harga transfer sebagai
biaya ditambah 10%.
Maka harga transfer dari divisi matras pada divisi furniture adalah
$28 + ($28 x 10%)
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

Harga transfer negosiasi


Pendekatan ini sangat bermanfaat jika pasar tidak sempurna. Dimana
manajemen puncak memberikan kesempatan kepada divisi penjual dan
pembeli untuk melakukan negosiasi harga transfer. Menggunakan harga
transfer negosiasi memperkenankan kedua divisi untuk berbagi
penghematan biaya yang dihasilkan dari biaya yang dapat dihindari.

Contoh :
Matras lipat biasanya dijual pada harga $50 dan memiliki biaya penuh
$28. Biasanya biaya penjualan sebesar $5 dibayarkan pada pegawai
penjualan, tetapi biaya ini tidak akan dikeluarkan jika barang ditansfer
secara internal di dalam perusahaan. Saat ini terdapat peluang dalam
tawar menawar. Kedua divisi akan menegosiasikan harga transfer,
memutuskan seberapa banyak penghematan biaya yang akan diterima
oleh setiap divisi.
Ilustrasi : Dampak Harga Transfer terhadap Divisi yang
Melaksanakan Transfer dan Perusahaan secara Keseluruhan

• Harga transfer minimum (harga dasar) : harga transfer yang tidak


akan merugikan divisi penjual jika barang dijual kepada divisi internal
dibandingkan jika barang tersebut dijual kepada pihak diluar
perusahaan. Harga ini dianggap sebagai “harga dasar” dari ruang
tawar menawar.
• Harga transfer maksimum (celling), harga transfer yang tidak akan
membuat divisi pembeli mengalami kerugian jika sebuah input dibeli
dari divisi internal dibandingkan dengan input yang sama dibeli dari
pihak diluar perusahaan. Harga ini dianggap sebagai “harga
maksimum” dari ruang tawar menawar.

• Untuk contoh divisi matras dan furniture harga transfer minimumnya


adalah $45 ($50 harga pasar dikurangi $5 komisi penjualan yang
dapat dihindari), Harga transfer maksimum adalah $50 yang
merupakan harga pasar. Jadi rentang harga transfer adalah $45-$50
tergantung negosiasi.
Contoh
Menghitung harga transfer

• Informasi :
Omni Inc. memiliki sejumlah divisi termasuk divisi Alpha yang memproduksi
papan sirkuit dan divisi Delta yang memproduksi penyejuk dan penghangat
udara. Divisi Alpha memproduksi model cb-117 yang dapat digunakan oleh divisi
Delta dalam produksi thermostat yang mengatur sistem penghangat dan
penyejuk udara. Harga pasar cb-117 adalah $14 dan biaya penuh (full cost) dari
papan sirkuit adalah $9

Diminta :
1. Jika Omni memiliki kebijakan penetapan harga transfer yang mensyaratkan
biaya penuh berapakah harga transfernya? Apakah divisi Alpha dan Delta
akan lebih memilih untuk mentransfer pada harga tersebut?
2. Jika Omni memiliki kebijakan penetapan harga transfer yang mensyaratkan
harga pasar, berapakah harga transfernya? Apakah divisi Alpha dan Delta
akan lebih memilih untuk mentransfer pada harga tersebut?
Contoh
Menghitung harga transfer

3. Asumsikan Omni memberikan kesempatan penetapan harga transfer


negosiasi dan divisi Alpha dapat menghindari beban penjualan sebesar $3
dengan menjual pada divisi Delta.
Divisi manakah yang akan menetapkan harga transfer minimum, dan
berapakah harga transfer minimumnya?
Divisi manakah yang akan menetapkan harga transfer maksimum, dan
berapakah harga transfer maksimumnya?
Apakah divisi alpha dan Delta akan lebih memilih untuk mentransfer pada
kisaran harga tawar menawar tersebut.

Solusi :
1. Harga transfer biaya penuhnya adalah $9. Divisi Delta akan sangat senang
dengan harga transfer tersebut namun divisi Alpha akan menolak karena
dapat memperoleh $14 jika menjualnya pada pihak di luar perusahaan
Contoh
Menghitung harga transfer

Solusi :
2. Harga Pasarnya adalah $14. Divisi Delta dan Alpha akan mentransfer pada
harga tersebut karena tidak ada divisi yang dirugikan jika dibandingkan
dengan membeli/menjual pada pihak lain di luar perusahaan.

2. Harga transfer minimum = $14-$3 = $11 Harga ini ditetapkan oleh Divisi
Alpha yaitu divisi yang menjual
Harga transfer maksimum = $14 Harga ini ditetapkan oleh Divisi delta yaitu
divisi yang membeli
Kedua divisi akan menerima harga transfer diantara harga minum dan
maksimum tergantung kemampuan negosiasi dari kedua manajer divisi
tersebut.
Pertanyaan Diskusi

1. Diskusikan perbedaan antara pengambilan keputusan sentralisasi


dan desentralisasi
2. Apakah yang dimaksud dengan desentralisasi?
3. Apakah yang dimasud dengan harga transfer?
4. Jelaskan dengan singkat tiga kebijakan penetapan harga transfer
yang digunakan oleh organisasi
Terima kasih