Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seluruh negara di dunia saat ini sedang dihadapkan pada darurat

kesehatan global yang mengancam seluruh aspek kehidupan yang disebabkan

oleh munculnya sebuah wabah, yang disebabkan oleh serangan virus

mematikan atau lazimnya disebut dengan Novel Coronavirus.Penyakit Novel

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang

disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2

(SARS-CoV-2), salah satu jenis coronavirus. Virus ini dapat menyebabkan

Pneumonia, yaitu peradangan pada jaringan Paru yang menyebabkan

gangguan pertukaran oksigen, akibatnya pernapasan menjadi sesak (Fajar,M

2020).Penderita COVID-19 dapat mengalami beragam Gejala klinis yang

muncul seperti gejala flu biasa (demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan,

nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang komplikasi berat (pneumonia atau

sepsis). (Islamic Medical Association And Network Of Indonesia, Maret

2020).Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14

hari.Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke

manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang

yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat

dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19

(Kemenkes RI 2020).

Pada Desember 2019, coronavirus novel 2019 (2019-nCoV)

ditemukan dan diidentifikasi dalam kasus-kasus pneumonia virus yang terjadi


di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina; Dan kemudian dinamai oleh Organisasi

Kesehatan Dunia (WHO) pada 12 Januari 2020. Pada bulan berikutnya, 2019-

nCoV dengan cepat menyebar di dalam dan di luar Provinsi Hubei dan

bahkan negara-negara lain. Terlebih lagi, peningkatan jumlah kasus yang

tajam menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat( Jin, Ying-Hui, et

al.2020). Coronavirus (COVID-19) telah berdampak kepada seluruh dunia,

hal ini menyebabakan kecemasan, ketakutan dan stress secara global. Wabah

cepat dari coronavirus menghadirkan krisis kesehatan yang mengkhawatirkan

yang sedang dihadapi dunia. Setiap orang terkena dampak COVID-19.

Karena virus tidak mengenal batas, dampaknya akan terus menyebar. Ketika

pandemi koronavirus (COVID-19) menyapu seluruh dunia, ini menyebabkan

kekhawatiran, ketakutan, dan stres yang meluas, yang semuanya merupakan

reaksi alami dan normal terhadap situasi yang berubah dan tidak pasti yang

didapati oleh setiap orang (Mental health 2020). Kondisi krisis Pandemi

COVID-19 memberi tekanan baru dan tak terduga pada kita semua seperti

ketakutan yang dirasakan, kehilangan pekerjaan, beban batin tiap orang

(Pragholapati, A. (2020). Fenomena covid-19 menjadi hal yang di

kedepankan oleh setiap orang yang mencegah penularan,sampai ketakutan

yang berlebihan terhadap orang lain yang dikenal maupun yang tidak

dikenalsehingga antar manusia satu dan yang lain mengalami perubahan

komunikasi sosialdimana manusia menjadi anti dan takut mati akibat covid-

19. Prasangka yang muncul bila orang bersin atau batuk, takut berdekatan

karena takut tertular, bahkan penolakan jenazah covid-19 pada pemakaman

umum di beberapa daerah, membuat rasa kemanusiaan menjadi berkurang


akan kepedulian yang masih hidup dan yang sudah meninggal sekalipun

(Dani, J. A., & Mediantara, Y. (2020). Terjadi Perubahan psikologi di

sebabkan karena publikasi laporan media online secara signifikan

memperpanjang waktu yang dihabiskan orang untuk menelusuri ponsel

mereka, yang mungkin memengaruhi jadwal tidur normal mereka. Kurangnya

pengetahuan ilmiah dan medis berbasis bukti dapat sulit dibedakan dari

spekulasi dan rumor yang dapat menyebabkan ketakutan dan kecemasan pada

populasi . kemudian jumlah kegiatan dan beban kerja untuk beberapa

pekerjaan berkurang karena karantina dan isolasi diri selama wabah COVID-

19, yang mengakibatkan kurangnya kegiatan sosial yang normal, yang akan

menghasilkan perasaan stres dan isolasi. Sehingga ketika orang yang

dipekerjakan sebelumnya diharuskan tinggal di rumah untuk waktu yang

lama, pendapatan mereka menurun, yang mengakibatkan kecemasan. (Yuan

S. Et al. 2020).

Coronavirus baru (2019-nCoV) pertama kali dilaporkan dan

dikonfirmasi di Wuhan, Cina pada 31 Desember 2019 (World Health

Organization, 2020).(Zhao, S., Lin, Q., et al, 2020).Kemudian COVID-19

atau virus korona terdeteksi di Indonesia pertama kali pada 2 Maret 2020

yang diumumkan langsung oleh presiden Republik Indonesia, JokoWidodo.

Sejak pertama kali muncul di Indonesia, kasus COVID-19 telah meningkat

hingga saat ini danmenyebar ke seluruh wilayah di Indonesia (Rismayani, R.

2020). Data WHO Saat ini (jum’at, 10 April 2020) di seluruh dunia sekitar

209 Negara terkonfirmasi 1.479.168 jiwa yang positif, dengan korban

terbanyak di eropa 759.661 jiwa, menyusul di amerika 493.173 jiwa.


Sementara di indonesia terkonfirmasi 3.512 jiwa positif, sementara yang

menjalani perawatan 2.924 jiwa, dan berita gembiranya 282 jiwa yang telah

sembuh. Data untuk sulawesi selatan, kategori ODP (Orang Dalam

Pemantauan) 2.593 jiwa, PDP (Pasian Dalam Pemantauna) 329 jiwa, dan

yang sembuh 80 jiwa (Nurkidam, A., et al, 2020).

Informasi kesehatan terkini dan akurat serta tindakan pencegahan

tertentu berhubungan dengan dampak psikologis yang lebih rendah dari

wabah dan tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang lebih rendah. (Wang

Cuiyan et al, 2020). Hampir semua responden menginginkan informasi

tambahan tentang COVID-19 (informasi yan diinginkan), paling sering

berkenaan dengan rute penularan (96,9%), ketersediaan dan efektivitas obat-

obatan / vaksin (96,8%), saran perjalanan (95,9%), pengalaman luar negeri

dalam menangani COVID -19 (94,5%), jumlah kasus dan lokasi yang

terinfeksi (94,1%), saran tentang pencegahan COVID-19 (93,7%), informasi

yang lebih khusus (mis. Untuk orang-orang dengan penyakit kronis) (93,6%),

wabah di daerah setempat (92,7%), dan perincian tentang gejala infeksi

COVID-19 (91,6%) (Wang Cuiyan et al, 2020).

Marwick McKibbin (2020) dalam penelitiannya mengatakan bahwa

dampak dari COVID-19 menyebabkan melambatnya Ekonomi Tiongkok

dengan gangguan produksi, berfungsinya rantai pasokan global terganggu.

Perusahaan di seluruh dunia, terlepas dari ukurannya, bergantung pada input

dari China sudah mulai mengalami kontraksi dalam produksi. Transportasi

menjadi terbatas dan merata Pembatasan antar negara semakin memperlambat

kegiatan ekonomi global. beberapa kepanikan di kalangan konsumen dan


perusahaan telah mengubah pola konsumsi yang biasa dan menciptakan

anomali pasar. Pasar keuangan global juga telah responsif terhadap perubahan

dan indeks saham global telah jatuh. Di tengah gejolak global, inisial

penilaian, Dana Moneter Internasional mengharapkan Cina melambat sebesar

0,4 persen poin dibandingkan dengan target pertumbuhan awal menjadi 5,6

persen, juga memperlambat pertumbuhan global 0,1 poin persentase.

(Warwick McKibbin., et al, 2020). Sedangkan ILO memperkirakan bahwa

COVID-19 akan merampas penghidupan dari 195 juta pekerja penuh-waktu

di seluruh dunia (International Labour Organization/ILO 2020). Selanjutnya,

data dari ILO juga menunjukkan bahwa 81 % atau empat dari 5 pekerja di

seluruh dunia mengalami dampak dari penutupan tempat kerja baik secara

parsial maupun penuh. Bahkan, ILO juga mencatat sebanyak 2 miliar

penduduk dunia yang bergerak di sektor ekonomi informal akan menjadi

pihak yang paling terdampak mengingat ketiadaan jaring pengaman sosial

yang dapat menyelamatkan bisnis mereka. COVID-19 tidak hanya

menimbulkan korban jiwa semata, tetapi juga melahirkan orang-orang miskin

baru.(Satya, P. A. N. I. P. (2020).

Covid-19 merupakan penyakit menular yang berpotensi menimbulkan

kedaruratan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, tindakan pencegahan

terhadap jenis penyakit menular tersebut wajib dilakukan secepat mungkin.

Indonesia sebagai negara hukum, maka pencegahan terhadap jenis penyakit

menular tersebut wajib dibentuk dalam sebuah aturan atau regulasi. Urgensi

pembentukan aturan terkait dengan pencegahan Covid-19 ini wajib dibentuk

dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Kesehatan karena kedua


peraturan tersebut merupakan peraturan pelaksanaan daripada Undang-

Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Berdasarkan

analisis penulis, ada 5 Peraturan Pemerintah yang wajib dibentuk dalam

rangka melakukan tindakan penanggulangan dan pencegahan ancaman

penyakit yang mudah menular seperti Covid-19 dan ada 11 Peraturan Menteri

Kesehatan terkait yang wajib dibentuk dalam rangka mengantisipasi ancaman

Covid-19. Kedua jenis peraturan tersebut sangat berguna dalam hal

mengantisipasi kedaruratan kesehatan yang pada akhirnya menjurus pada

kekarantinaan kesehatan masyarakat Indonesia. Kiranya kedua jenis peraturan

ini segera dibuat dalam rangka memberi kepastian hukum dalam mencegah

menularnya Covid-19 secara meluas.

Hasil penelitian tentang manfaat penkes Hasil penelitian yang di

lakukan oleh Ningtyas (2014) mengatakan bahwa ada pengaruh pendidikan

kesehatan terhadap tingkat kesiapsiagaan (p=0,000) pada kelompok

eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan nilai pre-

test dan post-test tingkat kesiapsiagaan (p=1,000). Disarankan kepada dinas

terkait untuk memperbanyak sosialisasi tentang penyakit flu burung untuk

menambah tingkat kesiapsiagaan masyarakat. NINGTYAS, A. N. (2014).

BELUM LENGKAP

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti dan

mengetahui lebih mendalam tentang pengetahuan masyarakat tentang covid-

19 sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel covid-19

sebelum diberikan pendidikan kesehatan ?

2. Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel covid-19

sesudah diberikan pendidikan kesehatan ?

3. Bagaimana Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap pengetahuan

masyarakat tentang penularan Novel covid-19 ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap

pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel covid-19

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel

covid-19 sebelum di berikan pendidikan kesehatan.

b. Mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel

covid-19 sesudah diberikan pendidikan kesehatan.

c. Menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan

masyarakat tentang penularan Novel covid-19.

D. Manfaat penelitian

1. Manfaat Teoritis

Diharapkan penelitian ini mampu menambah ilmu dan wawasan tentang

penularan Novel covid-19 serta dapat dijadikan sebagai bahan untuk

penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis

a. Manfaat bagi profesi keperawatan

Diharapkan penelitian ini memberikan masukan bagi profesi dalam

mengembangkan perencanaan keperawatan yang akan dilakukan

terhadap pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel covid-19.

b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber

informasi terhadap pengetahuan masyarakat tentang penularan Novel

covid-19

DAFTAR PUSTAKA

{Fajar,M Estimation Of Covid-19 Reproductive Number Case Of Indonesia,

Badan Pusat Statistik Di Akses Dari

https://www.researchgate.net/profile/Muhammad_Fajar5/publication/3402

48900_ESTIMATION_OF_COVID19_REPRODUCTIVE_NUMBER_C

ASE_OF_INDONESIA_Estimasi_Angka_Reproduksi_Novel_Coronaviru
s_COVID-

19_Kasus_Indonesia/links/5e7f114492851caef4a592f8/ESTIMATION

OF-COVID-19-REPRODUCTIVE-NUMBER-CASE-OF-INDONESIA

Estimasi-Angka-Reproduksi-Novel-Coronavirus-COVID-19-Kasus

Indonesia.pdf}.

Islamic Medical Association And Network Of Indonesia, Edisi 1 Maret 2020 Di

Publikasi Oleh PD Prokami Kota Depok.

Jin, Y. H., Cai, L., Cheng, Z. S., Cheng, H., Deng, T., Fan, Y. P., ... & Han, Y.

(2020). A rapid advice guideline for the diagnosis and treatment of 2019

novel coronavirus (2019-nCoV) infected pneumonia (standard

version). Military Medical Research, 7(1), 4.

Dani, J. A., & Mediantara, Y. (2020). Covid-19 dan Perubahan Komunikasi

Sosial. PERSEPSI: Communication Journal, 3(1), 94-102.

http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/PERSEPSI/article/view/4510.

Satya, P. A. N. I. P. (2020). COVID-19 dan Potensi Konflik Sosial. Jurnal Ilmiah

Hubungan Internasional, 39-45.

http://103.36.68.33/index.php/JurnalIlmiahHubunganInternasiona/article/v

iew/3867.

Nurkidam, A., et al. Coronalogy: Varian Analisis & Konstruksi Opini. IAIN

Parepare Nusantara Press, 2020.{sumber : covid19.sulselprov.go.id}.

Rismayani, R. (2020). Public Response for Information and Education Systems

Prevent Spread of COVID-19 on Maros District Government Website

Page: A Survey. Available at SSRN 3575840.


Zhao, S., Lin, Q., Ran, J., Musa, S. S., Yang, G., Wang, W., ... & Wang, M. H.

(2020). Preliminary estimation of the basic reproduction number of novel

coronavirus (2019-nCoV) in China, from 2019 to 2020: A data-driven

analysis in the early phase of the outbreak. International journal of

infectious diseases, 92, 214-217.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (2020). Pedoman

Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19)

IHME COVID-19 health service utilization forecasting team. (2020). Forecasting

COVID-19 impact on hospital bed-days, ICU-days, ventilatordays and

deaths by US state in the next 4 months.

https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.03.27.20043752v1.full.pdf

Cowling Benjamin J.et al (2020). Impact assessment of non-pharmaceutical

interventions against COVID-19 and influenza in Hong Kong: an

observational study .

https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.03.12.20034660v1.full.pdf

Bao-Liang Zhong et all, (2020). Knowledge, attitudes, and practices towards

COVID-19 among Chinese residents during the rapid rise period of the

COVID-19 outbreak: a quick online cross-sectional survey.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7098034/pdf/ijbsv16p1745.pdf

NINGTYAS, A. N. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Penyakit

Flu Burung Terhadap Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Di Desa

Gondangmanis Kecamatan Karangpandan Kabupaten

Karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah

Surakarta).