Anda di halaman 1dari 21

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 4 PAYAKUMBUH
Jl. Koto Kociak,Kel.PadangSikabu, KecLamposiTigoNagori (26219)
– Payakumbuh
NPSN : 69947085Email : smkn4pyk@gmail.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SEKOLAH : SMK N 4 PAYAKUMBUH


PELAJARAN : PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN
KELAS/SEMESTER : XI MM / I
MATERI POKOK : Sikap Dan Perilaku Wirausahawan
ALOKASI WAKTU : 5 x 45 menit (1 x pertemuan)
KD : 3.1 Memahami sikap dan perilaku wirausahawan
4.1 Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausahawan

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui diskusi kelas dan tampilan Slide Power point Peserta didik mampu Memahami
sikap dan perilaku wirausahawan dan mampu Mempresentasikan sikap dan perilaku
wirausahawan sesuai intruksi dari guru dengan teliti dan percaya diri

B. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Kegiatan Pendahuluan
 Guru menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses
pembelajaran (berdoa, absensi, menyiapkan buku/bahan pelajaran)
 Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang materi sebelumnya
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta
didik
Kegiatan Inti
Pertemuan pertama
1. guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari yang
akan dipelajari (rasa ingin tahu)
2. peserta didik diminta membaca materi dari buku paket atau slide
power point media internet mengenai materi sikap dan perilaku
wirausahawan
3. peserta didik mengajukan pertanyaan berdasarkan tayangan guru
dengan rasa ingin tahu
4. melalui diskusi peserta didik mengidentifikasi sikap dan perilaku
wirausahawan (kerjasama)
5. peserta didik mencari solusi atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul
mengenai materi sikap dan perilaku wirausahawan
6. membimbing peserta didik untuk menemukan jawaban dan solusi
terkait dengan materi sikap dan perilaku wirausahawan yang sudah
disampaikan (tanggung jawab)

Kegiatan Penutup
1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang sudah
dipelajari
2. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan
yang sudah dilaksanakan
3. Guru memberikan soal-soal untuk dikerjakan dirumah
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
5. pelajaran ditutup dengan berdoa bersama

C. ASSESMEN
1. Sikap : Observasi( disiplin, jujur, tanggung jawab)
2. Pengetahuan
Teknik Penilaian pengetahuan Tertulis dalam bentuk soal Essay : dalam Menjelaskan sikap dan
perilaku wirausaha
3. Keterampilan
tes kinerja : Teknik penilaian ketrampilan Tes Kineja, intrumen dan rubrik menggunakan kolom skor
dan bentuk penilaian mengunakan Lembar kinerja (proses) dalam menganalisis faktor penyebab
gagalnya sebuah produk wirausaha

Mengetahui, Telah diperiksa oleh, Payakumbuh, Mei 2020


Kepala SMK N 4 Payakumbuh Waka Kurikulum Guru Bidang Studi

Drs. Aizur Hedi, MM Nazwita, M.Kom Rahma, S.Kom


Nip. 19640402 198903 1 008 Nip. 19770115 200901 2 002 Nip. 19821001 200901 2 006
LAMPIRAN

1. Teknik dan Bentuk Penilaian

Teknik Penilaian Bentuk Penilaian

Penilaian Sikap : observasi Lembar Jurnal

Penilaian Pengetahuan : tes tulis Essay

Penilaian Keterampilan : tes kinerja Lembar Kinerja (proses)

2. Instrumen Penilaian

No. Butir Sikap Deskripsi

1. Sopan 4: sangat sopan dalam berkomunikasi

3: sopan dalam berkomunikasi

2: kurang sopan dalam berkomunikasi

1: tidak sopan dalam berkomunikasi

2. Jujur 4: tidak pernah curang dalam mengerjakan tes tulis

3: berusaha curang dalam mengerjakan tes tulis, namun


tidak diulangi setelah ditegur

2: berbuat curang saat tes, namun tidak diulangi setelah


ditegur

1: curang saat tes dan tidak mempedulikan hukuman

3. Teliti 4: tidak ada kesalahan penulisan dalam menyusun


laporan

3: ada 1-2 kesalahan dalam penulisan laporan

2: ada 3 – 5 kesalahan dalam penulisan laporan

1: lebih dari 5 kesalahan dalam penulisan laporan


Penilaian Sikap :

Kelas :

NO CATATAN BUTIR
TANGGAL NAMA SISWA
PERILAKU SIKAP

3 Dst......

3. Penilaian Pengetahuan :

Kisi-Kisi Soal Pengetahuan

No Bentuk
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Soal Soal

1 Menerapkan Sikap Dan Sikap Dan Menerangkan 1 Essay


Perilaku Perilaku Konsep wirausaha
Wirausahawan Wirausahawan

2 Menjabarkan 2
karakteristik
wirausaha

3 Menjabarkan 3
keberhasilan dan
kegagalan wirausaha

4 Menjabarkan 4
perilaku wirausaha

Soal

No Soal Bobot

1. Terangkanlah pengertian wirausaha! 40

2. Jabarkanlah karakteristik wirausaha! 40


3. Jabarkanlah keberhasilan dan kegagalan wirausaha! 30

4. Jabarkanlah perilaku wirausaha! 30

Jumlah bobot 100

Kunci Jawabanjbljblk

1. Proses produksi adalah suatu kegiatan yang menggabungkan berbagai faktor


produksi yang ada dalam upaya menciptakan suatu produk, baik itu barang
atau jasa yang memiliki manfaat bagi konsumen.

2. Dalam pelaksanaannya, proses ini memerlukan waktu yang berbeda-beda,


ada yang singkat, dan ada juga yang prosesnya cukup panjang. Berdasarkan
cara pelaksanaannya, proses produksi dapat dibedakan menjadi empat jenis,
yaitu Produksi Jangka Pendek, Produksi Jangka Panjang, Produksi Terus-
Menerus, Produksi Berselingan.

3. Berikut adalah keuntungan dari produksi massal:

 Tinggi tingkat produksi dengan mengurangi waktu siklus.

 Tinggi utilisasi kapasitas karena keseimbangan lintasan.

 Operator kurang terampil yang diperlukan.

 Rendah proses inventarisasi.

 Manufaktur biaya per unit rendah.

4. Berikut ini adalah keterbatasan produksi massal:

 Perincian dari satu mesin akan menghentikan jalur produksi


keseluruhan.

 Tata letak garis membutuhkan perubahan besar dengan perubahan


dalam desain produk.

 Tinggi investasi fasilitas produksi.

 Waktu siklus ditentukan oleh operasi paling lambat

 Pedoman Penskoran
Penilaian Ketarampilan

Kisi-kisi Penilaian Keterampilan

Teknik
No. Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Penilaian

1 4.2 mempresentasikan Sikap Dan Sikap Dan Perilaku Jobsheet


Sikap Dan Perilaku Perilaku Wirausahawan
Wirausahawan Wirausahawan

Instrumen Penilaian

Petunjuk : Berilah tanda check (v) pakai kolom skor

No Komponen/Sub Komponen Skor

1 2 3

A Persiapan

Hadir tepat waktu, berseragam lengkapdanrapi

Alat dipersiapan dengan lengkap dan rapi

B Proses Kerja

Prosedur analisa perilaku wirausaha

C Hasil

Permasalahan perilaku wirausaha

D SikapKerja

Sikap kerja saat melakukan analisa perilaku


wirausaha

E Waktu

Ketepatan waktu kerja

4. Rubrik Penilaian

No Komponen/Sub Komponen Indikator/Kriteria Unjuk Kerja Skor

A Persiapan
Hadir tepat waktu,  Hadir tepat waktu, berseragam 3
lengkap dan rapi
berseragam lengkap dan rapi
 Hadir tepat waktu, berseragam 2
lengkap

 Hadir tepat waktu, berseragam 1


tidak lengkap
Alat dipersiapkan dengan  Alat dipersiapan dengan 3
lengkap dan rapi lengkap dan rapi

 Alat dipersiapan dengan 2


lengkap

 Alat dipersiapan dengan tidak 1


lengkap
B Proses Kerja

Prosedur identifikasi perilaku  Menunjukkan Prosedur 3


wirausaha perilaku wirausaha yg tepat

 Menunjukkan Prosedur 2
perilaku wirausaha dg kurang
tepat

 Menunjukkan Prosedur 1
perilaku wirausaha dg tidak
tepat
C Hasil

Permasalahan perilaku  Permasalahan perilaku 3


wirausaha wirausaha dianalisa dengan
tepat

 Permasalahan perilaku 2
wirausaha dianalisa dengan
kurang tepat
 Permasalahan perilaku 1
wirausaha dianalisa dengan
tidak tepat
D Sikap Kerja

Sikap kerja saat melakukan  Tertib dan rapi saat 3


analisa perilaku wirausaha mempersiapkan, dan
melaksanakan dan
melaporkan

 Tertib dan rapi saat


mempersiapkan, dan 2
melaksanakan

 Tertib dan rapi saat


mempersiapkan, 1
melaksanakan, atau
melaporkan
Waktu
Ketepatan waktu kerja Kurang dari 30 menit 3

1-30 menit 2
Lebih dari 30 menit
1
LAMPIRAN MATERI
Perilaku Wirausaha

a. Konsep Wirausaha

Istilah kewirausahaan (entrepreneur) pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh
ekonom perancis, Richard Cantillon.Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys
means of production at certain prices in order to combine them”. Adapun makna secara
etimologis wirausaha/wiraswasta berasal dari bahasa sansekerta terdiri dari tiga suku kata:
“wira”, “swa” dan “sta”. “Wira” berarti manusia unggul, teladan, tangguh, berbudi luhur,
berjiwa besar, berani, pahlawan, pionir, pendekar/pejuang, kemajuan, memiliki keagungan
watak.“Swa” berarti sendiri, “Sta” berarti berdiri. Istilah kewirausahaan, pada dasarnya
berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa inggris dikenal dengan between
taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneurdigunakan untuk
menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi. Konsep wirausaha
secara lengkap dikemukakan oleh Joseph Schumpeter, yaitu sebagai orang yang
mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru,
dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang
tersebut melakukan kegiatannya melalui organisai bisnis yang baru ataupun yang telah
ada.Dalam defenisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat
peluang kemudian menciptkan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluag tersebut.
Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan
untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi.

Istilah wirausaha dan wirswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki
substansi yang agak berbeda. Selain itu defenisi kewirausahaan yang telah dipaparkan,
kewirausahaan menurut Instruksi Presiden Republik Indonesia (INPRES) No. 4 Tahun 1995
tentang Gerakan Nasional Me-masyarakat-kan dan membudayakan yang berbunyi:
Kewirasuahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam
menangani usaha dan/atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan,
menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan/atau memperoleh keuntungan yang lebih
besar

Berikut ini digambarkan perkembangan teori dan defenisi wirausaha yang asal katanya
adalah terjemahan dari entrepreneur (Bahasa Perancis) yang diterjemahkan kedalam
bahasa inggris dengan arti between taker atau go-between. Perkembangan teori dan istilah
enttrepreneur adalah sebagai berikut:

- Asal kata entrepreneur dari bahasa perancis berarti between taker atau go— between. -
Abad Pertengahan: Berarti actor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi
berskala besar. - Abad 17 diartikan sebagai orang yang menanggung resiko untung rugi
dalam mengadakan kontrak pekerjaan dengan pemerintah dengan menggunakan fixed
price. - Tahun 1725, Richard Cantillon menyatakan entrepreneur sebagai orang yang
menanggung resiko yang berbeda dengan orang yang member modal. - Tahun 1797,
Bedeau menyatakan wirausaha sebagai orang yang menanggung resiko, yang
merencanakan, supervise, mengorganisasi, dan memiliki. - Tahun 1803, Jean Baptist Say
menyatakan adanya pemisahan antara keuntungan untuk entrepreneur dan keuntungan
untuk pemilik modul. - Tahun 1876, Francis Walker, membedakan antara orang yang
menyediakan modal dan menerima bunga, dengan orang yang menerima keuntungan
karena keberhasilannya memimpin usaha.

- Tahun1934, Joseph Schumpeter, seorang entrepreneur adalah seorang innovator dan


mengembangkan teknologi. - Tahun1961, David McLelland, Entrepreneuri adalah seoarang
yang energik dan membatasi resiko. - Tahun 1985, Robert Hisrich Enttrepreneur adalah the
process of creating something different with value by devoting the neccesarry time and effort,
assuming the accompanying financial, psychological, and social risks and receiving
theresulting rewards of monetary and personal satisfaction (Entrepreneur adalah proses
menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya
disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, social, dan menrima balas jasa
dalam bentuk uang dan kepuasan diri.

Kesimpulannya dari konsep wirausaha/entrepreneur merupakan usaha seseorang melihat


peluang dan siap menanggung resiko dalam menjalankan usaha.

b. Karakteristik wirausaha Sifat dan kepribadian wirausaha dipelajari guna mengetahui


karakteristik perorangan yang membedakan seorang wirausaha dan bukan wirausaha.David
McCleland mengindikasikan ada korelasi positif antara tingkah laku orang yang memiliki
motif prestasi tinggi dengan tingkah laku wirausaha. Karakteristik orang-orang yang
mempunyai motif prestasi tinggi adalah: 1) Memilih resiko “moderate” dalam tindakannya dia
memilih melakukan sesuatu yang ada tantangannya, namun dengan cukup kemungkinan
untuk berhasil 2) Mengambil tanggung jawab pribadi atas perbuatan-perbuatan. Artinya kecil
sekali kecenderungan untuk mencari “kambing hitam” atas kegagalan atau kesalahan yang
dilakukannya. 3) Mencari umpan balik (feed back) tentang perbuatan-perbuatannya. 4)
Berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara baru.

Upaya untuk mengungkapkan karakteristik utama wirausaha juga dilakukan oleh para ahli
dengan menggunakan teorii letak kendali (locus of control) yang dikemukakan oleh J. B
Rotter.Teori letak kendali menggambarkan bagaimana meletakkan sebab dari suatu kejadian
dalam hidupnya.Apakah sebab kejadian tersebut oleh factor dalam dirinya dan dalam lingkup
kendalinya atau factor diluar kendalinya.

Dua kategori menurut Rotter yaitu:

1) Internal Orang yang beranggapan bahwa dirinya mempunyai kendali atas apa yang akan
dicapainya. Karakteristik ini sejalan dengan karakteristik wirausaha seperti lebih cepat
menerima pembaruan (inovasi) 2) Eksternal Orang yang beranggapan keberhasilan tidak
semata tergantung pada usaha seseorang, melainkan juga oleh keberuntungan, nasib, atau
ketergantungan pada pihak lain, karena adanya kekuatan besar disekeliling seseorang.

Management System International menyebutkan karakteristik pribadi wirausaha (Personal


Entrepreneurial Characteristic) sebagai berikut: 1) Mencari peluang 2) Keuletan 3) Tanggung
jawab terhadap pekerjaan 4) Tuntutan atas kualitas dan efisiensi 5) Pengambilan risiko 6)
Menetapkan sasaran 7) Mencari informasi 8) Perencanaan yang sistematis dan
pengawasannya 9) Persuasi dan jejaring/koneksi 10) Percaya diri. Pada dasarnya
karakteristik yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah pertama informatif dalam artian
seseorang harus memiliki informasi dalam mencari peluang agar tidak salah kaprah dalam
berwirausaha.,Kedua setelah memiliki informasi, selanjutnya seorang wirausaha harus tekun
dalam mengelolah usaha. Ketiga,memiliki tanggung jawab, percaya diri, dan koneksi/relasi.
Keempat, karakteristik yang harus dimiliki wirausaha adalah mampu mengambil
resiko.Dalam berwirausaha aka nada banyak tekanan dan ujian dalam mengeolah usaha.
Jika berada di dua pilihan yang sangat terjepit, seorang wirausaha harus berani memilih satu
diantara keduanya apapun resiko yang akan dihadapi.

c. Sikap dan perilaku wirausaha

Tingkah laku kewirausahaan tergambar dalam kepribadian, menjalin hubungan, memiliki


kemampuan dalam bidang pemasaran, memiliki keahlian mengatur, sikap terhadap
uang.Kepribadian kewirausahaan tercermin dalam kreativitas, disiplin diri, kepercayaan diri,
keberanian menghadapi resiko, dorongan, dan kemauan yang kuat. Soedjono (1993),
menyatakan bahwa perilaku kreatif dan inovatif dinamakan “entrepreneur action” dengan
cirri-ciri sebagai berikut: 1) Selalu mengamankan investasi terhadap resiko 2) Mandiri 3)
Berkreasi menciptakan nilai tambah 4) Selalu mencari peluang 5) Berorientasi ke masa
depan

Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kewirausahaan, yaitu berani mengambil resiko,
sikap positif dan optimis, keberanian mandiri, dan memimpin, serta kemampuan belajar dari
pengalaman.Keberhasilan dan kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai factor
baik eksternal maupun internal.

Selanjutnya, Harsodjo (dalam Syam), menyatakan bahwa modernisasi sebagai sikap


kewirausahaan yang menggambarkan:

1) Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. 2) Kemampuan membentuk pendapat


secara demokrasi. 3) Berorientasi masa kini dan masa depan. 4) Meyakini kemampuan
sendiri. 5) Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 6) Menganggap bahwa
ganjaran itu hasil dari prestasi. Gabungan pandangan Timmons, McCelland dan Zimmerer
(dalam Surya, 2003) memperluas karakteristik sikap dan perilaku kewirausahaan yang
tergolong berhasill adalah sebagai berikut: 1) Commitment and Determination, yaitu memiliki
komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha.
Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam
berwirausaha. 2) Desire for Responsibilty, yaitu memeiliki rasa tanggung jawab baik dalam
mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap
keberhasilan berwirausaha, sehingga selalu mawas diri scara internal. 3) Oppurtunity
Obsession, yaitu selalu berambisi untuk mencari peluang. Keberhasilan wirausaha selalu
diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila ada
peluang. 4) Tolerance for Risk, Ambiquity, and Uncertanty, yaitu tahan terhadap resiko dan
ketidakpastian, wirausaha harus belajar mengelola resiko dengan menstransfer resiko ke
pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok, dan lain- lain. Wirausaha yang
berhasil biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda dan ketidakpastian.
5) Self confidence yaitu percaya diri. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat

terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil 6) Creativity and Flexibility, yaitu
berdaya cipata dan luwes. Salah satu kunci penting dalam hal ini adalah kemampuan untuk
menghadapi perubahan permintaan. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi
dunia yang serba cepat seringkali membawa kegagalan. Kemampuan untuk menanggapi
perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. 7) Desire
for Intermediate yaitu, Selalu memerlukan umpan ballik yang segera. Ia selalu ingin
mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya. 8) High Level of Energy yaitu, memiliki
tingkat energy yang tinggi. Wirausaha yang berhasil biasanya memeiliki daya juang yang
lebih tinggi disbanding rata-rata
orang lainnya, ia lebih suka bekerja keras walaupun
dalam waktu yang relatif lama. 9) Motivation to Exel yaitu, memiliki dorongan untuk selalu
unggul, lebih berhasil untuk mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihi standar
yang ada. Motivasi ini muncul dari dalam diri (internal) dan jarang dari eksternal. 10)
Orientation to the Future yaitu, Berorientasi pada masa yang akan datang. Untuk tumuh
berkembang ia selalu berpandangan jauh kedepan yang lebih baik. 11) Willingness to Learn
from Failure yaitu, selalu belajar dari kegagalan. Wirausaha yang berhasiltidak pernah takut
gagal ia selalu memfokuskan kemampuannya untuk meraih keberhasilan dalam berusaha.
12) Leadership ability yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. Wirausaha yang berhasil
memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power), ia harus lebih
memiliki taktik mediator dan negiator daripada diktator.

Sikap dan perilaku wirausaha melekat pada kepribadian seseorang yang disebut
karakter.Jika seseorang memiliki kepribadian berani dalam mengambil resiko berarti sikap
dan perilaku yang dimiliki seorang wirausaha tersebut adalah tahan terhadap resiko yang
ada.Selain itu banyak sikap dan perilaku yang sangat berkaitan erat dengan kepribadian
ataupun karakter wirausaha yakni percaya diri, tanggung jawab, kreativitas dan lain
sebagainya.

d. Keberhasilan dan kegagalan dalam berwirausaha

Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki kepribadian yang produktif. Menurut
Gilmore, menyatakan bahwa seorang wirausaha yang produktif adalah wirausaha yang
menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan antara lin menampung tenaga kerja,
memberi sumbangan sosial dan bergaul dengan sesama. Keberhasilan seorang
wirausahawan erat kaitannya dengan hal-hal sebagai berikut: 1) Jujur a) Jujur terhadap diri
sendiri b) Jujur terhadap orang lain c) Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai) 2) Disiplin
dan berani a) Berani dan disiplin berbuat karena bakat, pengalaman, dan pengetahuannya.
b) Berani dan displin berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas. c) Dapat melaksanakan
prinsip manajemen dengan baik

Disamping keberhasilan ada beberapa faktor penyebab kegagalan dalam berwirausaha


yaitu: 1) Tidak adanya perencanaan yang matang 2) Bakat yang tidak cocok 3) Kurang
pengalaman 4) Tidak mempunyai semangat berwirausaha 5) Kurangnya modal 6) Lemahnya
pemasaran 7) Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi

Contoh 1: Produk kesehatan K-Sageplus

Deskripsi Produk:

 K- sageplus adalah ekstrak herbal kualitas terbaik yang dirancang khusus untuk
meningkatkan fungsi dari otak.  K-sageplus khusus diformulasikan untuk meningkatkan
daya ingat, meningkatkan kecerdasan, dan membantu meredakan stress.  K-sageplus juga
mengandung supplemen herbal alami lainnya yang bekerja mengaktifkan sel otak,
melancarkan aliran darah pada otak, merelaksasikan pikiran dari tekanan aktivitas kita
sehari-hari.  K-sageplus adalah nutrisi penting untuk otak kita.

Siapa saja yang memerlukan K-sageplus?

Cocok untuk anak-anak, pelajar, orang dewasa untuk meningkatkan daya ingat dan
kecerdasan.Dapat digunakan oelh manula untuk membantu mengatasi kepikunan.Sebagai
suplemen herbal untuk membantu penyembuhan autism, hiperaktif, dan idiot pada
anak.Memiliki zat berkhasiat yang mampu meringankan penyakit Parkinson, Alzheimer dan
stroke membantu meredakan stress.

Komposisi:

Setiap kapsul 500mg K-SAGEPLUS mengandung:

Radix Salvia miltiorrhiza 90mg


Radix Linguistic wallichi 40mg

Radix Angelica sinensis 40mg

Radix Glycyrrhiza uralensis 20mg

Poria cocos 40mg

Fructus Schisandra Schisandra shinensis 80mg

Radix astragalus membranaceus 20mg

Radix codonopsis pilosula 40mg

Carthamus tinctorius 30mg

Fructus lyceum barbarum 20mg

Radix panax ginseng 80 mg

Dosis:

Dewasa: 2 kali sehari, 2 kapsul setiap setelah makan. Atau 3 kali sehari bagi mereka dalam
tekanan berat atau lanjut usia. Anak: 2 kali sehari 1 kapsul setiap setelah makan.

Perhatian:

Jangan melebihi dosis yang disarankan, jika sakit berlanjut hubungi dokter.Tidak untuk ibu
hamil atau bayi dibawah 6 tahun.

K-sageplus ini merupakan salah satu obatan herbal yang cukup terkenal dilingkungan
masyarakat yang memiliki keberhasilan dalam berwirausaha. Kenapa produk ini berhasi?
Produk ini memiliki kejujuran baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun tujuan yang akan
dicapai. Hal ini dibuktikan pada deskripsi produk dan komposisi yang terkandung dalam
produk mempunyai kesinkronan, misalnya salah satu deskripsi produk adalah K-sageplus
khusus diformulasikan untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan kecerdasan, dan
membantu meredakan stress.Sedangkan di komposisi produk memiliki kebutuhan untuk otak
yakni Radix Astralagalus Membranaceus sebanyak 20mg. selain kejujuran, produk ini
memiliki tingkat manajemen

yang baik. Ditinjau dari deskripsi produk yang dibuat dan siapa saja yang akan
mengkonsumsi produk tersebut. Hal ini terbukti bahwa produk ini sudah memiliki
perencanaan sebelumnya sasaran pemasaran ketika produk ini di perjualbelikan.

e. Contoh sikap dan perilaku wirausaha


untuk mengetahui sikap dan perilaku secara fakta yang sering terjadi di dunia nyata,
beberapa contoh usaha yang berhasil akan membantu dalam menganalisis sikap dan
perilaku apa saja yang sering digunakan dalam wirausaha. a. Sofian Mimpi yang
menggerakan Pembawaan sofian, pemuda kelahiran Mentok, Bangka, 1 Juni 1980 ini tidak
berbeda dengan gambaran kita akan seorang nerd. Pendiam, tidak suka berada di
keramaian, namun bisa tak ingat waktu bila sudah berada di depan computer. Kalau bisa
memilih, ia lebih suka berada bersama benda mati itu ketimbang makhluk hidup. Computer
memberinya eksplorasi yang luas dan membentangkan kesempatan yang tak
terbatas.Sebuah peluang untuk mewujudkan mimpi. Lahir dari keluarga yang tak berada
membuat sofian terbiasa hidup dalam keadaan serba kekurangan.Namun, mimpi tak
mengenal kendala itu.Mimpi itu tetap datang dan menggerakkan sofian untuk mengubah
nasib.“Action with vision will bring the dreams come true”, kata sofian mengutip sebuah
ungkapan pemuda asal kepulauan Bangka Belitung ini lalu mulai menerjemahkan mimpi-
mimpinya kedlam sebuah langkah nyata.Langkah-langkah yang awalnya kecil, namun
akhirnya menciptkan lompatan besar. Kini, upayanya berbuah manis. “Dari keahlian
sebagai programmer computer, saya bisa meraih pemasukan sekitar sekitar Rp 40-100 juta
pertahun dengan keuntungan bersih sampai lebih dari Rp 50 juta,” ungkapnya.Tentu saja,
jumlah ini tak bisa dibandingkan dengan profit idolanya, Bill gates.Namun, itupun bukan hal
yang dapat dipandang remeh.
BERANI BERMIMPI BESAR

Berdirinya S-Work milik sofian-yang melayani pembuatan aplikasi (software) berbasis


database computer, perawatan dan perbaikan computer, serta instalasi jaringan computer
(LAN)-diawali pada akhir 2009. Sofian yang telah lama bekerja pada perusahaan orang lain,
bahkan bekerja sama dengan rekan-rekannya, akhirnya berani membuka usaha sendiri.
Lokasi usahanya memang tidak mentereng karena brada dirumahnya sendiri.Maklum, jenis
pekerjaan sofian memang hanya pelayanan. Jadi ia mendatangi perusahaan orang lain yang
membutuhkan jasanya. Sampai kini, ia telah membuat aplikasi untuk mini market, rumah
makan, pujasera, billing karaoke, billing warnet, spare part, aksesoris telepon seluler, dan
programprogram keperluan kantor “Sebelumnya saya kurang percaya diri untuk
berwirausaha, takut gagal.Apalagi strategi pemasaran kurang saya kuasai, ditambah sifat
saya yang pemalu dan kurang mampu berkomunikasi.Namun kemauan saya kuat.Apalagi
keluarga juga mendukung pilihan saya dan mau membantu memberikan tambahan modal,”
kata Sofian. Untuk memulai usaha, sofian memang tak memerlukan modal besar, hanya
seperangkat computer dan meja kerja.“Meskipun modal minim saya memulai usaha dengan
satu mimpi raksasa untuk sukses.”Ujar Sofian penuh optimism.Mulai program kecil berharga
jutaan, sedikit demi sedikit usahanya meningkat menjadi belasan juta, hingga sekarang
sudah menjadi ratusan juta untuk setiap produk yang digarapnya.Saat ini Sofian memang
baru menangani segmen pasar kecil dan menengah saja.Tapi, harapannya tidak berhenti
disitu.“Saya berharap kedepannya akan menjual produk ke perusahaan-perushaan besar
diseluruh Indonesia,” katanya. Kemauan untuk maju telah ditancapkan Sofian dengan
kokok. Meski bisnisnya belum berusia lama, namun bekal ilmu dan pengalamannya
membuat ia yakin bahwa usaha itu dapat berkembang menjadi perusahaan yang akan
menghasilkan hardware computer denganbrand sendiri. “Saya yakin, dengan semakin maju
teknologi, suatu hari nanti dapat mewujudkan semua impian saya,” tambahnya. “Dan

saya yakin, tak mungkin saya dapat sukses besar bila hanya bekerja untuk orang lain. Saya
ingin menjadi pemilik usaha, yang bisa menentukan sendiri nasib dan perolehan yang
diinginkan.Sebab hidup harus memilih,” tambahnya lagi. Menurut Sofian, saat ini usahanya
memang belum seberapa. Laju perkembangannya pun belum menderap deras. Ini
dikarenakan ia masih terkendala oleh pengetahuan, sumber daya, maupun modal usaha.
Namun dengan target dan visi yang jelas, pengejaran mimpi itu sudah diawali dengan
sukses, kendati ia pernah dihantui kegagalan.

MENCICIPI KEGAGALAN

Pada 2006 Sofian mendapat tawarn kerja sama dari seseorang konsultan pajak yang juga
baru merintis usaha. Karena belum berpengalaman dan ragu untuk memulai sendiri, tawaran
kerja sama tersebut diterimanya. Ia pun meninggalkan pekerjaannya di perushaan otomotif.
Klien pertama Sofian adalah seorang kontraktor yang menginginkan program computer
untuk memantau penggunaan alat-alat berat, mencatat penggunaan bahan bakarnya,
absensi operator alat, dan sebagainya. Kerja sama ini terus berjalan, hingga pada 2007
mitra kerjanya resmi membuka kantor kecil. Saat itu, klien sudah mulai banyak dan ia
mempunyai beberapa karyawan untuk membantu administrasi kantor. Mitra kerja Sofian
bahkan bersedia memodali Sofian dengan perjanjian pembagian hasil 50:50 untuk setiap
penjualan program. Program yang dibuat adalah akuntansi standar untuk pembukuan kantor.
Dari hasil penjualan program, bersama mitra kerjanya ini, Sofian melebakan sayap dengan
membuka usaha baru, yaitu warnet, dengan pembagian keuntungan 20:80.Sayangnya
karena belum berpengalaman, semua kesepakatan dibuat hanya berdasarkan kepercayaan
saja.Tanpa ada hitam diatas putih, pada akhirnya semua keputusan berda ditangan mitra
Sofian. Disini timbul ketidakpuasan.Selama 2 tahun warnet tersebut beroperasi, Sofian tak
menikamati keuntungan sepeserpun.Baru pada tahun ketiga Sofian bisa menikmati laba ker
samanya, Rp 4 juta dari keuntungan Rp20juta setiap 3 bulan. Setelah tiga kali menerima
pembagian hasil, Sofian diajak kembali untuk membuka warnet ditempat lain. “Tapi niat itu
saya tolak. Saya tahu nanti computer dan segala perlengkapan lain harus dibeli perusahaan
lewat dia dengan bunga yang sangat besar. Saya tak mau lagi dipermainkan,” kenang
Sofian. Ia pun menarik diri dari kerja sama itu karena merasa keahliannya di manfaatkan
untuk kepentingan pribadi mitranya. Apalagi, ternyata mitra bisnis Sofian sudah tidak

lagi melakukan penagihan pada klien yang memakai jasa program computer Sofian selama
setahun.Sofian pun merelakan modal usahanya-sebesar 20 persen-tidak kembali. Peristiwa
ini menjadi pelajaran sangat berharga buat Sofian.Ia tak lantas putus asa. Keahliannya
masih tetap diakui oleh klien-klien lamanya. Buktinya, meski taklagi bersama mitra kerjanya,
Sofian masih dipercaya oleh kliennya dari kegagalan itu, ia semakin berhati-hati melakukan
usahanya. “Saya mendapat pengalaman positif. Khususnya dalam berinteraksi dan
mengenal orang lain,” kata Sofian. Kepribadian Sofian menjadi lebih terbuka.Ia jadi tahu
bagaimana cara berhubungan dengan orang lain-misalnya untuk menawarkan produk. Ia
melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan, membuat network untuk memperluas
pasar. “Kemudian saya memulai langkah untuk berwirausaha sendiri yang sesungguhnya,”
kata Sofian mantap.Selain itu, agar perusahaannya memiliki keunggulan, Sofian juga
menyediakan layanan purnajual yang mengesankan.Selama masih dipakai, produk
aplikasinya mendapat garansi seumur hidup. Cara ini menumbuhkan loyalitas dan
kepercayaan tersendiri, serta membuat banyak klien selalu kembali kepadanya.Mimpi
seorang Sofian telah menggerakkan semestanya!

MENGENAL KOMPUTER
Sofian kecil lahir dari keluarga sederhana. Bakat elektroniknya diawali saat ia duduk di
bangku SMP di kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Kabupaten Bangka Barat,
Kecamatan Mentok. Itu sebabnya, setamat SMP pada 1995, ia meilih melanjutkan ke
pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri II ketimbang melanjutkan di SMU. Sofian
pun pindah ke Pangkal Pinang.Ia rela berada jauh dengan orang tuanya, kemudian memilih
jurusan Elektronika dan Komunikasi. Sekolah yang memiliki laboratorium cukup lengkap itu
membuat hobi elektronik Sofian berkembang.“Disini pula saya mengenal computer.Meski
sebelumnya saya tidak tertarik dengan komputer-saat itu belum ada program Windows-
lama-kelamaan saya bisa menikmatinya,” tutur Sofian bersemangat.Ia semakin termotivasi
karena jurusan mesin sudah mengimplementasikan komputer pada sebuah mesin bubut
CNC, sehingga membuat bentuk dari besi bukan lagi perkara sulit. “Diluar sekolah,sekolah
saya mengikuti kursus komputer, yang ternyata hanya satu-satunya disana,” Sofian
berkisah. Disanalah ia menjadi mahir menggunakan program Word Star. “Saya pun hafal
diluar kepala sintaksis untuk melakukan format penulisn,” katanya.

Sayangnya karena keterbatasan dana, setelah lulus SMK Sofian tak bisa meneruskan
keperguruan tinggi. Tapi, ia tak putus asa. Kursus di Balai Latihan Kerja Indonesia yang
dikelolah Depnaker di Palembang, menjadi langkah berikutnya.Spesialisasi yang diambilnya
adalah TV dan radio.Komputer-yang saat itu perkembangannya tidak pesat-sempat dia
lupakan. Keahlian sekaligus hobinya itupun ia kembangkan, dengan bekerja disalah satu
took elektronik di Palembang sebagai pemasang perangkat elektronik di rumah konsumen.
Pertengahan 1999 Sofian hengkang dari Pelembang dan pindah bekerja pada sebuah main
dealer Suzuki di Pekanbaru, Riau.Ia pun mendapat tempat di mess karyawan. Disinilah
Sofian berkenalan dengan seorang programmer komputer yang mengani semua system
yang sudah terintegrasi dengan sebuah dealer besar, Indomobil.Dan, kariernya pun berawal
dari sini, seakan mendapat petunjuk dari Maha Kuasa. Sofian-yang sejak kecil sangat
tertarik pada elektronik-bagaikan mendapat guru gratis.Dari kegiatan memasang kabel listrik,
kabel LAN, sampai akhirnya format dan install program di komputer, dilakoninya.Dari
pemeliharaan jaringan hingga bahasa pemograman pun dipelajarinya. Dengan dasar
peralatan elektronik yang ia kauasai, pelajaran komputer yang diberikan temannya dengan
cepat diserapnya. Latihan penanganan kasus yang etrjadi di lingkungan perusahaan
otomatis mengasah kemampuannya dibidang komputer dan pemograman.Sofian pun
menjadi mahir dan tenanganya dipercaya menangani cabang-cabang di Pekanbaru, Padang,
Batam, dan Tanjung Pinang. Sofian kembali ke Palembnaga tahun 2004 dan langsung
berkecimpung sebagai tenaga IT pada perusahaan otomotif di wilayah Sumatera Selatan
dan Bengkulu.Tugasnya adalah membuat program database kecil yang dibutuhkan semua
bagian dalam perusahaan serta melakukan perawatan terhadap semua masalah komputer.
“Setelah dua tahun bekerja, rasa kurang puas terus menggelora di dada.Impian saya jadi
pengusaha terasa semakin jauh,” kata Sofia. Akhirnya ia memutuskan untuk menambah
ilmunya dibidang komputer. Ia lalu kuliah sambil bekerja. Sesuai cita-citanya ia pun
mengambil jurusan Teknik Informatika pada Sekolah Tinggi Komputer (STMIK-MDP)
Palembang. Karena siang bekerja, malam kuliah, prestasi akademik Sofian keteteran. Meski
demikian ia tetap bertekad memperbaiki masa depan dengan menyelesaikan kuliahnya.

Meski secara akademik tertinggal, dikampusnya namanya terkenal untuk urusan


komputer.Ia pun sering membantu teman-temannya dan tetap menerima order dari
perusahaan di kotanya. Ditengah-tengah masa kuliah, Sofian mengundurkna diri dari
pekerjaannya.Ia memilih mencoba berusaha sendiri, dan pada 2006 ia mulai bekerja sama
dengan seorang pengusaha. “Saya ingin sukses seperti mereka.Meskipun mimpi saya
terdengar mustahil, tapi saya tetap yakin suatu saat pasti bisa,” tandas Sofian. Tempaan
dari sejak masa sekolah itulah yang membuat Sofian memiliki semangat untuk bertahan
menjalani usahanya. Meski dulu sempat kecewa dengan mitra usahanya meski dulu, kini dia
sudah membuka diri untuk bekerja sama lagi jika ada yang berminat. Niat ini menjadi terbuka
setelah ia menjadi finalis pada pelatihan Wirausaha Muda Mandiri. Karena itulah ia terus
memilihara situs perusahaannya. http://www.s-works.web.id. Sofian merupakan salah satu
dari sekian banyak manusia yang memiliki keinginan untuk sukses melalui wirausaha.dari
sofia dapat dicontohi sikap dan perilaku yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah
sebagai berikut: 1) Seorang wirausaha harus memiliki mimpi dan usaha dalam menggapai
mimpi yang telah dipupuk. 2) Terus berpikir positif meski gagal. Dalam kasus Sofian, sofian
dipermainkan oleh mitra kerjanya, tetapi ia tetap berpikir positif dan melanjutkan mimpi
suksesnya. 3) Memiliki ketekunan dalam bekerja dan keyakikan yang kuat untuk berhasil. 4)
Mempelajari lebih luas bakat yang dimiliki. 5) Memiliki kreativitas dan inovasi. 6) Terbuka
dengan masyarakat (sasaran pemasaran) 7) Cepat bangkit dari kegagalan. 8) Fokus pada
usaha yang didirikan.