Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH DAERAH KAB LANGKAT

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS SAMBIREJO
JLN. T.AMIR HAMZAH 154 SAMBIREJO KEC.BINJAI
Email: pusks.sambirejo.langkat@gmail.com, FB : PuskSambirejo

KERANGKA ACUAN SENAM KAKI PADA PENDERITA


DIABETES MELITUS

1. LATAR BELAKANG
Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai
oleh kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia. (Smeltzer & Bare, Buku
ajar Keperawatan Medikal Bedah). Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), pada tahun 1996 di dunia terdapat 120 juta penderita diabetes mellitus
yang diperkirakan naik dua kali lipat pada tahun 2025. Kenaikan ini disebabkan
oleh pertambahan umur, kelebihan berat badan (obesitas), dan gaya hidup.
Menurut dr Sapto Adji H SpOT dari bagian bedah ortopedi Rumah Sakit
Internasional Bintaro (RSIB), komplikasi yang paling sering dialami pengidap
diabetes adalah komplikasi pada kaki (15 persen) yang kini disebut kaki diabetes
Dari sudut ilmu kesehatan,tidak diragukan lagi bahwa alah raga apabila
dilakukan sebagaimana mestinya menguntungkan bagi kesehatan dan kekuatan
pada umumnya.selain itu telah lama pula olah raga digunakan sebagai bagian
pengobatan diabetes melitus namun tidak semua olah raga dianjurkan bagi
pengidap diabetes melitus (bagi orang normal juga demikian) karena dapat
menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan salah satu jenis olah raga yang
dianjurkan terutama pada penderita usia lanjut adalah senam kaki.
Karena salah satu tujuan dilaksanakannya senam kaki adalah memperlancar
peredaran darah untuk mencegah kaki diabetes.untuk itu makalah ini membahas
tentang senam kaki pada pasien diabetes.

1
2. PENGERTIAN
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien
diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan
peredaran darah bagian kaki. (S,Sumosardjuno,1986).
Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat
otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu
dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi
keterbatasan pergerakan sendi. (www.diabetesmelitus.com).

3. TUJUAN
Memperbaiki sirkulasi darah:
a. Memperkuat otot-otot kecil
b. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
c. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
d. Mengatasi keterbatasan gerak sendi

4. FAKTOR PENCETUS DIABETES MELLITUS


a. Keturunan
b. Kegemukan (obesitas)
c. Pola makan yang salah
d. Proses menua
e. Stress
f. Kurang gerak/malas
g. Penyakit hormone yang kerjanya berlawanan dengan insulin

5. TANDA DAN GEJALA


a. Penurunan Berat Badan (BB) dan Rasa Lemah
Penurunan bb yang berlangsung dalam waktu relative singkat harus
menimbulkan kecurigaan dan biasanya bersifat mencolok. Hal ini disebabkan
glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga sel
kekurangan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga. Untuk kelangsungan
hidup, sumber tenaga terpaksa diambil dari cadangan lain, yaitu sel lemak dan

2
otot. Akibatnya penderita kehilangan jaringan lemak dan otot sehingga
menjadi kurus.
b. Kencing
Karena sifatnya kadar glukosa darah yang tinggi akan menyebabkan banyak
kencing. Kencing yang sering dan dalam jumlah banyak akan sangat
mengganggu penderita, terutama pada waktu malam hari.
c. Banyak Minum
Rasa haus amat sering dialami oleh penderita karena banyaknya cairan yang
keluar melalui kencing. Keadaan ini justru sering disalahtafsirkan. Dikiranya
sebab rasa haus itu penderita minum banyak.
d. Banyak Makan
Kalori dari makanan yang dimakan, setelah di metabolisasikan menjadi
glukosa dalam darah tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan, penderita selalu
merasa lapar.

Hal yang tidak boleh dilakukan oleh penderita diabetes mellitus:


a. Jangan merendam kaki
b. Jangan gunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan kaki
c. Jangan gunakan batu / silet untuk mengurangi kapalan (callus)
d. Jangan merokok
e. Jangan pakai sepatu / kaos kaki sempit
f. Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan
mata ikan
g. Jangan gunakan sikat atau pisau untuk kaki
h. Jangan membiarkan luka kecil di kaki, sekecil apa pun luka tersebut.
Hal yang harus dikaji sebelum tindakan:
a. Lihat Keadaan umum dan keadaran pasien
b. Cek tanda-tanda Vital sebelum melakukan tindakan
c. Cek Status Respiratori (adakan Dispnea atau nyeri dada)
d. Perhatikan indikasi dan kontraindiikasi dalam pemberian tindakan senam kaki
tersebut
e. Kaji status emosi pasien (suasanan hati/mood, motivasi)

3
6. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG BERKAITAN DENGAN
TINDAKAN
a. Resiko intoleran aktivitas b.d tirah baring, kelemahan
b. Resiko kerusakan integritas kulit b.d perubahan sirkulasi darah, hambatan
mobilitas fisik.

7. IMPLEMENTASI
a. Persiapan Alat : Kertas Koran 2 lembar, Kursi (jika tindakan dilakukan dalam
posisi duduk), handskun.
b. Persiapan Klien : Kontrak Topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan
senam kaki
c. Persiapan lingkungan : Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Jaga
privacy pasien.
d. Prosedur Pelaksanaan :
1) Perawat cuci tangan
2) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak
diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai

                      

3) Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan


keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak
10 kali

4
4) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke
atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki
diangkatkan ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan
kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.

5) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan
buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki
sebanyak 10 kali.

5
6) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar
dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali

7) Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan
turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10
kali. 
8) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan
gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
9) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua
kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
10) Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan
pergelangan kaki kedepan dan kebelakang. 
11) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki ,
tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara
bergantian.

6
12) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola
dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti
semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja.
Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran. Sebagian
koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki. Pindahkan
kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan
sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh. Bungkus semuanya dengan
kedua kaki menjadi bentuk bola