Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.

H UMUR 22 TAHUN

DI PUSKESMAS SLAWI

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Kebidanan

Oleh :

SITI NURIKA SAPUTRI

B0016040

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN

STIKES BHAKTI MANDALA HUSADA SLAWI

2019
CURRICULUM VITAE

Nama : Siti Nurika Saputri

Tempat Tanggal Lahir : Tegal, 23 April 1998

Alamat : Desa Slarang Kidul Rt 09/Rw 04

Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal

Institusi : STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi

Angkatan : 2016/2017

Riwayat Pendidikan : MI Salafiyah Slarang Kidul, Lulus Tahun 2010

SMP Negeri 1 Balapulang, Lulus Tahun 2013

SMA Negeri 1 Dukuhwaru, Lulus Tahun 2016

STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Program pembangunan kesehatan di indonesia dewasa ini masih di

prioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama

pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi

pada masa perinatal (Depkes RI, 2009).

Keberhasilan upaya kesehatan ibu diantaranya dilihat dari indikator AKI. AKI

adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang

disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan nifas atau pengelolaannya tetapi

bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000

kelahiran hidup. Indikator ini tidak hanya mampu menilai program kesehatan ibu,

terlebih lagi mampu menilai derajat kesehatan, karena sensitifitasnya terhadap

perbaikan pelayanan kesehatan, baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas.

Penurunan AKI di Indonesia terjadi sejak tahun 1991 sampai dengan 2007, yaitu

dari 390 menjadi 228. Namun demikian, SDKI tahun 2012 menunjukkan

peningkatan AKI yang signifikan yaitu menjadi 359/100.000 kelahiran hidup.

Pada tahun 2015 AKI kembali menunjukan penurunan menjadi 305/100.000

kelahiran hidup berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (Profil Kesehatan

Indonesia, 2016).
Derajat kesehatan masyarakat juga dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak

hanya berasal dari sektor kesehatan seperti pelayanan kesehatan dan ketersediaan

sarana dan prasarana kesehatan, melainkan juga di pengaruhi faktor ekonomi,

pendidikan, lingkungan sosial, keturunan dan faktor lainnya (Profil Kesehatan

Indonesia, 2016).

Jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017

sebanyak 475 kasus, mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus kematian

ibu tahun 2016 yang sebanyak 602 kasus. Dengan demikian Angka kematian ibu

Provinsi Jawa Tengah juga mengalami penurunan dari 109,55 per 100.000

kelahiran hidup pada tahun 2016 menjadi 88,05 per 100.000 kelahiran hidup

pada tahun 2017 (Dinkes Jateng, 2017).

Kabupaten/kota dengan kasus kematian ibu tertinggi pada tahun 2017

adalah Brebes yaitu 31 kasus, diikuti Pemalang 25 kasus, dan kendal 25 kasus.

Kabupaten/kota dengan kasus kematian ibu terendah adalah Kota Tegal yaitu 2

kasus, diikuti Kota Magelang 3 kasus, dan Kota Sukoharjo 4 kasus (Dinkes

Jateng, 2017).

Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Angka Kematian Ibu di

Kabupaten Tegal pada Tahun 2016 sebanyak 27 kematian, sedangkan pada tahun

2017 Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Tegal mengalami penurunan yaitu

sebanyak 14 orang. Angka Kematian Ibu pada tahun 2018 sebanyak 13 orang,

yang disebabkan karena perdarahan 2 orang (15%), PEB 6 orang (46%), emboli

air ketuban 1 orang (8%), jantung 4 orang (31%). Berdasarkan hasil AKI di
kabupaten Tegal tahun 2018 sebanyak 13 kematian dan pada tahun 2017

sebanyak 14 kematian mengalami penurunan dibanding pada tahun 2016 yaitu

sebanyak 27 kematian (Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, 2018).

Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk menurunkan kematian

ibu, bayi baru lahir, di kabupaten tegal, antara lain melalui penempatan bidan di

desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan menggunakan Buku

Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dan Program Perencanaan Persalinan dan

Pencegahan Komplikasi (P4K), serta penyediaan fasilitas kesehatan Pelayanan

Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas perawatan dan

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit.

Program terbaru yaitu Jaminan Persalinan yang menyediakan biaya operasional

untuk rumah tunggu kelahiran bagi ibu hamil/nifas yang jarak dari rumah ke

fasilitas kesehatan/puskesmas jauh atau sulit dijangkau (Profil Kesehatan

Kab.Tegal, 2015).

Sejak tahun 1990 upaya strategis yang dilakukan dalam upaya menekan

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah dengan pendekatan safe motherhood, dengan

menganggap bahwa setiap kehamilan mengandung risiko, walaupun kondisi

kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan dalam keadaan baik.

Di Indonesia Safe Motherhood initiative ditindaklanjuti dengan

peluncuran Gerakan Sayang Ibu di tahun 1996 oleh Presiden yang melibatkan

berbagi sector pemerintahan di samping sektor kesehatan. Salah satu program

utama yang ditujukan untuk mengatasi masalah kematian ibu adalah penempatan
bidan di tingkat desa secara besar-besaran yang bertujuan untuk mendekatkan

akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir ke masyarakat. Di tahun 2000,

Kementerian Kesehatan RI memperkuat strategi intervensi sektor kesehatan

untuk mengatasi kematian ibu dengan mencanangkan strategi Making Pregnancy

Safer. Pada tahun 2012 Kementerian Kesehatan meluncurkan program

Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) dalam rangka menurunkan

angka kematian ibu dan neonatal sebesar 25%. (Profil Kesehatan Kab.Tegal,

2015)

Khusus di Provinsi Jawa Tengah Program EMAS dilaksanakan di dua

Kabupaten, yaitu Kabupaten Tegal dan Kabupaten Banyumas. Upaya penurunan

angka kematian ibu dan angka kematian neonatal melalui program EMAS

dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan emergensi obstetri dan

bayi baru lahir minimal di rumah sakit (PONEK) dan Puskesmas mampu

PONED, memperkuat sistem rujukan yang efisien dan efektif antar Puskesmas

dan Rumah Sakit (Profil Kesehatan Kab.Tegal, 2015).

Selain itu pemerintah bersama masyarakat juga bertanggung jawab untuk

menjamin bahwa setiap ibu memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan ibu

yang berkualitas. Mulai dari saat hamil, pertolongan persalinan yaitu proses

kelahiran normal pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan

(37-42) minggu, lahir spontan dengan presentasi belakang kepala, tanpa

komplikasi baik ibu maupun bayi (Sukarni, 2013) oleh tenaga kesehatan terlatih,

dan perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi yaitu masa setelah bayi lahir,
selama 6 minggu atau 40 hari menurut hitungan awam. Proses ini di mulai

setelah selesainya persalinan dan berakhir setelah alat-alat reproduksi kembali

seperti kembali seperti keadaan sebelum hamil/ tidak hamil sebagai akibat dari

adanya perubahan fisiologi dan psikologi karena proses persalinan (Puspita,

2014), perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan memperoleh

cuti hamil dan melahirkan serta akses terhadap keluarga berencana. Di samping

itu, pentingnya melakukan intervensi lebih ke hulu yakni kepada kelompok

remaja dan dewasa muda dalam upaya percepatan penurunan AKI. (Profil

Kesehatan Kab.Tegal, 2015).

Berakhirnya MDGs pada 2015 masih menyisakan sejumlah pekerjaan

rumah yang harus diselesaikan pada periode Tujuan pembangunan Berkelanjutan

(Sustainable Development Goals / SDGs) yang akan dilaksanakan sampai dengan

2030. Tujuan pembangunan Milenium (Millenium Development Goals / MDGs)

yang telah dilaksanakan selama periode 2000 – 2015 memang telah membawa

berbagai kemajuan. Sekitar 70 persen dari total indikator yang mengukur target

MDGs telah berhasil dicapai oleh indonesia. Akan tetapi, beberapa indikator

yang mengukur target di bidang kesehatan masih cukup jauh dari capaian dan

harus mendapatkan perhatian khusus. Target yang belum tercapai di antaranya

adalah tingkat kemiskinan nasional, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu,

prevalensi gizi buruk, prevalensi HIV dan AIDS serta beberapa indikator terkait

lingkungan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas Slawi tahun 2017 kasus

kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Slawi yaitu sebanyak 2 orang

dengan penyebab kematian karena Help Syndrom dan Emboli Air Ketuban.

Sedangkan pada tahun 2018, tidak ada kematian ibu di wilayah kerja

puskesmas Slawi (Puskesmas Kambangan, 2017).

Kematian ibu dan bayi baru lahir dapat dicegah melalui kegiatan yang efektif,

seperti pemeriksaan kehamilan yang rutin dan berkualitas, dimana kehamilan itu

sendiri merupakan masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin

yang terbagi dalam 3 trimester, di mana trimester kesatu berlangsung dalam 12

minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke 13 hingga ke-27), dan trimester

ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40) sehingga dalam masa-masa

kehamilan diperlukan adanya pemeriksaan rutin untuk pemantauan keadaan ibu

(Prawirohardjo, 2010).

Upaya untuk percepatan penurunan AKI dan AKB di Jawa Tengah adalah

dengan memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care (COC). COC

merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan

bayi yang dimulai pada saat kehamilan, persalinan, Bayi baru lahir, nifas dan KB

(Irawati, 2012). Pelaksanaan COC dilakukan dengan pengembangan model One

Student One Client (OSOC) yang merupakan model pelayanan kesehatan dengan

melibatkan satu mahasiswa mendampingi satu klien. Asuhan yang digunakan

dalam model pembelajaran OSOC yaitu dengan menggunakan asuhan

komprehensif. Asuhan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang dapat


dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana

dan konseling (Widiyanti, 2016).

Kehadiran tenaga kesehatan yang terampil pada saat persalinan atau proses

membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir serta

pemberian gizi yang memadai pada nifas dan menyusui. Dari berbagai perbaikan

dilakukan semaksimal mungkin dalam menurunkan AKI dengan meningkatkan

pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan asuhan kebidanan secara

komprehensif yang berfokus pada asuhan sayang ibu yang sesuai dengan standar

pelayanan kebidanan (Sarwono, 2010). Dengan demikian, penulis tertarik

membuat Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Komprehensif pada Ny. H

umur 22 tahun di puskesmas Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2019”.


B. Rumusan Masalah

Setiap kehamilan mengandung resiko, walaupun kondisi kesehatan ibu sebelum dan

selama kehamilan dalam keadaan baik akan tetapi dengan masih banyaknya Angka

Kematian Ibu (AKI) sehingga dapat ditarik rumusan masalah penelitian ini adalah

“Bagaimana Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny. H Umur 22 Tahun G1P0A0

di Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal tahun 2019”?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Diperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan

menggunakan pendekatan manajemen kebidanan (Varney dan SOAP).

2. Tujuan Khusus

a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data subjektif dan data objektif yang

diperlukan pada kasus ibu hamil, bersalin, nifas dan KB.

b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa nomenklatur pada kasus ibu

hamil, bersalin, nifas dan KB.

c. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosis potensial pada kasus ibu

hamil, bersalin, nifas dan KB.

d. Mahasiswa mampu mengidentifikasi antisipasi tindakan segera pada kasus

ibu hamil, bersalin, nifas dan KB.

e. Mahasiswa mampu merencanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil,

bersalin, nifas dan KB.

f. Mahasiswa mampu mengimplementasikan asuhan kebidanan pada ibu hamil,

bersalin, nifas dan KB.


g. Mahasiswa mampu mengevaluasi asuhan kebidanan pada ibu hamil,

bersalin, nifas dan KB.

D. Ruang Lingkup

1. Sasaran

Pada penelitian ini, penulis hanya membatasi ruang lingkup sasarannya yaitu

asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H umur 22 tahun di puskesmas Slawi.

2. Tempat

Tempat pengambilan studi kasus asuhan kebidanan kehamilan, persalinan,

nifas dan KB pada Ny. H umur 22 tahun G1P2A0 di Puskesmas Slawi dan RSUD

Soeseleo

3. Waktu

Penulis melakukan penelitian pada Ny. H sejak tanggal 2 Maret 2019 – 2

April 2019

E. Manfaat Penulisan
1. Bagi keluarga

Dapat menambah pengetahuan dan informasi untuk keluarga tentang

kehamilan, persalinan dan nifas sehingga dapat melakukan antisipasi terhadap

kemungkinan terjadinya komplikasi yaitu dengan ANC secara rutin.

2. Bagi institusi pendidikan

Dapat memberikan masukan bagi institusi sebagai bahan evaluasi akademik

kepada mahasiswa, sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori

dan dapat meningkatkan mutu untuk pengembangan akademik.


3. Bagi lahan praktek

Dapat memberikan masukan untuk meningkatkan pelaksanaan asuhan

kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas normal dan KB secara komprehensif.

4. Bagi mahasiswa

Penambah pengetahuan dan pengalaman tentang asuhan kebidanan secara

komprehensif sehingga mahasiswa dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di

masa yang akan datang.

F. Metode Penelitian

1. Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan studi kasus pendekatan One Student One

Client (OSOC). Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan

melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal (Sugiyono, 2012).

OSOC adalah proses pembelajaran untuk memberikan asuhan kebidanan pada

seorang perempuan dengan prinsip Continuity Of Care (asuhan yang berkelanjutan)

pada awal kehamilan, persalinan, nifas dengan melibatkan mahasiswa (Dinkes

Provinsi Jawa Tengah, 2015).

2. Metode pengumpulan data

Dalam penulisan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini penulis menggunakan

beberapa jenis metode pengumpulan data antara lain :

a. Wawancara (Interview)

Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai

langsung responden yang diteliti, sehingga metode ini memberikan hasil secara

langsung (Hidayat, 2014).


b. Observasi

Obsevasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan

secara langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal-

hal yang akan diteliti (Hidayat, 2014).

c. Pemeriksaan fisik

Melakukan pemeriksaan fisik meliputi :

1) Inspeksi

Merupakan proses pengamatan atau observasi untuk mendeteksi

masalah kesehatan pasien (Ardhiyanti, 2010)

2) Palpasi

Adalah pemeriksaan dengan meraba, menggunaakan telapak tangan dan

jari tangan (Dewi, 2017).

3) Auskultasi

Merupakan pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi yang dihasilkan

oleh tubuh melalui stetoskop (Ardhiyanti, 2010).

4) Perkusi

Adalah tindakan mengetuk suatu bagian dengan ketukan-ketukan

pendek dan cepat sebagai upaya dalam mendiagnosis keadaan bagian-bagian

yang berada dibaliknya, berdasarkan suara yang terdengar (Ardhiyanti, 2010).

d. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa

catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger,

agenda, dan sebagainya (Arikunto, 2010).


e. Pemeriksaan penunjang

Pada kondisi tertentu, pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan

penunjang untuk melengkapi data yang telah dikumpulkan dan keperluan

menegakkan diagnosis pasien (Sudarti, 2010)

f. Studi pustaka

Semua literature atau bacaan yang digunakan untuk mendukung dalam

menyusun proposal tersebut. Umumnya terdiri dari buku-buku teks, jurnal ilmiah,

skripsi, thesis, atau disertasi (Notoatmodjo, 2010).