Anda di halaman 1dari 5

TUTORIAL 1 ETIKA KEPERAWATAN

Disusun oleh :

1. Nirmala Titah Kinasih (19.0601.0024) 13. Rahma Rizky Maulina (19.0601.0036)


2. Vita Arwin Septiyani (19.0601.0025) 14. Nur Wahyuni (19.0601.0037)
3. Hendro Suntoko (19.0601.0026) 15. Ilham Fernanda (19.0601.0038)
4. Novita Fitriyani (19.0601.0027) 16. Ervia Nur Indahsari (19.0601.0039)
5. Firda Rahmawati (19.0601.0028) 17. Della Isti Amanah (19.0601.0040)
6. Riyadi Dwi Saputra (19.0601.0029) 18. Afian Puji Rahayu (19.0601.0041)
7. Devi Yulia Pramae S (19.0601.0030) 19. Ronald Raychrezvy C. (19.0601.0042)
8. Daulay Khairin .S (19.0601.0031) 20. Mentari Farida Saputri (19.0601.0043)
9. Triyana Ermawati (19.0601.0032) 21. Risqi Candra Agung S. (19.0601.0044)
10. Nur Rahmawati .T (19.0601.0033) 22. Tatag Dian Ananta (19.0601.0045)
11. Aviva Umi Kulsum (19.0601.0034) 23. Rizal Cahyo Wibowo (19.0601.0046)
12. Martina Nur Maisa (19.0601.0035) 24. Devi Novitasari (19.0601.0047)

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2020
DISKUSI TUTORIAL 1

Diskusi Tutorial 1: Skenario tentang issue etik

step 1

1. Gagal Jantung kongesif (Tatag Dian Ananta 19.0601.0045)

2. Intensif (Nirmala Titah Kinasih 19.0601.0024)

3. ICCU (mentari farida saputri 19.0601.0043)

4. Gawat (afian puji rahayu 19.0601.0041)

5. Alat pacu jantung (Ronald Raych 19.0601.0042)

6. Keadaan koma (Nur Rahmah Tianawati 19.0601.0033)

step 2

1. Gagal Jantung Kongestif: Pembunuh Diam-diam. Gagal jantung kongestif atau congestive
heart failure (CHF) merupakan kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang
dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung
tidak bisa bekerja secara normal (Rahma Riski Maulina 19.0601.0036)

b. Kondisi jantung yang tidak mampu memompa dalam jumlah yang cukup ( Hendro Suntoko
19.0601.0026 )

2. Intensif adalah secara terus menerus sehingga mendapat hasil yang maksimal ( Della Isti
Amanah 19.0601.0040 )

3. - (ICCU) adalah unit perawatan intensif untuk penyakit jantung. (Riyadi Dwi Saputra
19.0601.0029)

- Intensive Coronary Care Unit (ICCU) adalah unit perawatan intensif untuk penyakit jantung,
terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, gagal
jantung. Ruang ini dikhususkan pada pasien yang membutuhkan penanganan intensif dan dijaga
untuk tetap steril (Nur Rahmah Tianawati 19.0601.0033)

- ICCU( Intensive Care Unit) adalah ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat
pasien dengan dengan penyakit atau cedera serius. Untuk membantu memulihkan kondisi pasien,
ruang ICU dilengkapi dengan peralatan medis khusus (Novita Fitriani 19.0601.0027)

4. Gawat adalah suatu keadaan genting, mengkhawatirkan dan lebih condong ke hal yang
berbahaya bahkan bisa sampai mengancam nyawa ( Martina Nur Maisa 19.0601.0035)

-Gawat adalah suatu keadaan saat genting, mengkhawatirkan dan lebih condong ke hal yang
berbahaya Nirmala Titah Kinasih (19.0601.0024)

-Gawat darurat adalah Suatu keadaan yang terjadinya mendadak mengakibatkan seseorang atau
banyak orang memerlukan penanganan / pertolongan segera dalam arti pertolongan secara
cermat, tepat dan cepat. Apabila tidak mendapatkan pertolongan semacam itu maka korban akan
mati atau cacat / kehilangan anggota tubuhnya seumur hidup. (Ervia Nur Indahsari 19.0601.0039)

5.Alat pacu jantung, ditempatkan di dada atau perut untuk membantu mengendalikan ritme
jantung yang tidak normal. Alat ini menggunakan denyut listrik untuk mendorong jantung agar
berdetak pada kecepatan normal (Nur Wahyuni 19.0601.0037)

- Alat pacu jantung dikenal juga dengan nama pacemaker yang dapat digunakan untuk mengatasi
aritmia ( kondisi denyut jantung yang tidak teratur ) ( Triyana Ermawati 19.0601.0032)

6. koma, yaitu situasi darurat medis yang dialami oleh seseorang ketika dalam keadaan tidak
sadar (19.0601.0025) Vita Arwin Septiyani

- Keadaan koma merupakan suatu keadaan ketika seseorang tidak sadar dalam waktu yang lama
atau berkepanjangan (Ilham Fernanda 19.0601.0038)

-koma adalah Salah satu bentuk gangguan kesadaran akibat kekacauan dalam fungsi otak.
mereka tidak terjaga dan tidak sadar akan dirinya atau lingkungan sekitarnya. (Devi Yulia
Pramae Sella 19.0601.0030)

-Koma merupakan istilah yang mengambarkan suatu kondisi,dimana seseorang tidak sadar dan
tidak memberi respons terhadap suara maupun nyeri atai sakit (Devi Novitasari 19.0601.0047)

step 3

1. Apa resiko yang ditimbulkan jika alat bantu pernapasan dihentikan pemasangannya? (Novita
Fitriani 19.0601.0027)
2. Bagaimana issu atau kasus tersebut dipandang dari segi hukum kesehatan?(Devi Yulia Pramae
Sella 19.0601.0030)

3. Bagaimana cara etika perawat dalam menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai
perkembangan pasien? (Ervia Nur Indahsari 19.0601.0039)

4. Bagaimana issu tersebut dipandang dari sisi agama? (Firda Rahmawati 19.0601.0028)

step 4

1. Resiko yang akan muncul jika alat bantu pernafasan dihentikan atau dicopot yaitu dapat
menyebabkan kerusakan paru-paru karena terlalu banyak tekanan udara sampai terlalu banyak
oksigen yang masuk ( Aviva Umi Kulsum 19.0601.0034 )

2. -kalo dri hukum kesehatan boleh dilakukan karena tindakan yang dilakukan atas keinginan
keluarga pasien (riyadi dwi saputra 19.0601.0029)

3.Prinsip veracity (kejujuran), pada kondisi pasien yang mengalami krisis atau pada tahap
terminal perawat tidak mengatakan hal yang sesungguhnya kepada keluarga pasien sehingga
dapat menimbulkan konflik antara perawat dengan keluarga pasien. Seharusnya perawat harus
mengatakan yang sejujurnya pada keluarga tentang kondisi pasien yang sebenarnya. (Firda
Rahmawati 19.0601.0028)

-Confidentiality (mempertahankan kerahasiaan),perawat harus menjalin hububgan yang baik


dengan pasien maupun keluarganya,misalnua apabila pasien ataupun keluarga pasien
menanyakan tentang tindakan yang diberikan maka perawat harus memberikan keterangan yang
tepat dan menjalin suati hubungan yang baik sehingga ada rasa saling percaya antara perawat
dengan pasien (Devi Novitasari 19.0601.0047)

- Respek

diartikan sebagai perilaku perawat yang menghormati klien dan keluarganya perawat harus
menghargai hak-hak klien untuk pencegahan bahaya dan mendapatkan penjelasan secara benar.
(DAULAY KHAIRIN SALMAWATIE 19.0601.0031)

4.Kasus orang yang bertahan hidup dengan bantuan alat pernapasan, ini sudah bukan hidup
normal lagi. Artinya normalnya kehidupan manusia hidup seorang manusia ya tanpa alat. Maka
hukumnya ada tiga; Pertama, tidak boleh dicabut alat pembantu pernafasan jika sang pasien
masih diharapkan kesembuhannya.

Kedua, boleh dicabut alat pernapasan tersebut jika sang pasien tidak bisa diketahui kepastian
sembuhnya dengan bantuan alat itu, hal ini ditambah dengan kemampuan keluarga pasian yang
pas-pasan. Maka melihat kondisi yang tidak menentu ini, maka boleh meneruskan oksigen
tersebut atau mencabutnya. Hal ini berdasarkan pertimbangan maslahat yang baik dan mafsadat
yang paling ringan.
Ketiga, wajib dicabut alat bantu pernapasan tersebut jika sudah diyakini tidak ada harapan lagi.
Artinya kalau sang pasien sudah divonis oleh dokter tidak akan pulih lagi kesehatannya
walaupun dengan bantuan oksigen ini, maka boleh diambil oksigennya. Terutama pada kondisi
ketika saraf-saraf otak sudah berhenti dan tidak menunjukkan aktifitas kehidupan.

Dari tiga pilihan tersebut, sebaiknya tidak hanya berkonsultasi dengan seorang ustadz saja tapi
juga harus dengan seorang dokter, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menentukan sikap dan
tindakan (Rahma Riski Maulina 19.0601.0036)

LO:

1. Menjelaskan definisi issue etik

2. Menjelaskan Issue etik dalam praktek keperawatan :

a) supporting devices

b) prosedur kesehatan

3. Menjelaskan pandangan agama, etik dan hukum terhadap issue tersebut

4. Menjelaskan peran perawat/ asuhan keperawatan dalam menghadapi issue etik