Anda di halaman 1dari 8

(Yudha rustyawanto/20171331020)

RESUME PERAWATAN MESIN


BAB I
Total produktive maintenance (TPM)
Sebuah sistem program perawatan yang terdapat pada suatu perushaan yang
melibatkan semua pihak departemen dan fungsi organisasi untuk saling dapat bekerjasama
dalam menghilangkan break down, mengurangi down time, memaksimalkan utilitas, dan
untuk meningkatkan produksi serta memaksimalkan kualitas produk.
TPM di klasifikasikan menjadi 4 bab penting:

 Breakdown Maintenance
 Preventive Maintenance
 Productive Maintenance
 Total Produktive Maintenance

Total dalam TPM meliputi:


1. Maintenance dan Maintenability
2. Preventive maintenance
3. Maintenance Preventive
4. Maintenability Improvement
Prinsip dari TPM
1. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi peralatan secara menyeluruh dengan overall
Equipment Effectiveness (OEE)
2. Memperbaiki sisitem perawatan secara terencana.
3. Melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kualitas perawatan.
4. Melibatkan setiap orang menggunakan lintas fungsi.
Objek dari TPM
1. Memaksimalkan kegunaan peralatan secara efectif dan benar
2. Merancang sistem perawatan agar selalu siap pakai.
3. Melibatkan seluruh departemen untuk terlibat dalam perancanagan, penggunaan, dan
merawata peralatan kerja.
4. Mengajak management untuk terlibat aktif dalam kesuksesan kegiatan maintenance.
Tujuan dari TPM
(Yudha rustyawanto/20171331020)

1. Mengurangi waktu tunggu pada saat operasi


2. Meningkatakan ketersediaan alat, dan memaksimalkan waktu produksi
3. Memperpanjang umur pakai fasilitas serta meningkatkan kemampuan merawat
dengan program maintenance preventation.
Kerugian yang dihindari
1. Breakdown Loses melibatkan kerugian pada waktu produktifitas menurun
2. Set up and adjustment Losses melibatkan kerugian pada saat penyetelan dan
penyesuaian
3. Idling and minor stoppage losses melibatkan kerugian karena idle dan penghentian
mesin
4. Reduce speed losses melibatkan kerugian karena kecepatan operasi rendah
5. Quality Defect and network losses melibatkan kerugian karena cacat dan pengerjaan
ulang.
6. Startup Losses melibatkan kerugian terjadi pada saat start up (mulai awal).
Alasan menggunakan program TPM dalam melakukan maintenance/perawatan alat produksi:
1. Produksi : untuk meningkatkan dan memaksimalkan jumlah produksi pada
setiap tahun
2. Kualitas : Meningkatkan kualitas produksi
3. Biaya : Untuk menghemat biaya perawatan se efisien mungkin dengan
melakukan perawatan secara terencana dan terstruktur.
4. Penyerahan : Untuk mengoptimalkan waktu penyerahan produksi sesuai
dengan target yang sudah ditentukan.
5. Keselamatan : Untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada saat proses
produksi berlangsung.
(Yudha rustyawanto/20171331020)

BAB II
KONSEP PERAWATAN
Secara general jenis perawatan dan kegiatan perawatan di bagi menjadi 2 Tipe

1. Preventive Maintenance

2. Korektive Maintenance

Maintenance

Preventive Corrective

On Condition Predetermined Immediated Deferred


(Yudha rustyawanto/20171331020)

Scheduled, on-
Scheduled
request or
continous

 Preventif Maintenance (PM)

Kegiatan pearawatan yang dilakukan secara teratur untuk mengurangi kemungkinan


kegagalan/kerusakan atau penurunan kinerja dari peralatan/mesin.

Jenis-jenis PM

1. Perawatan antisipasi adalah perawatan yang dilakukan secara berkala dengan jadwal
yang jelas tanpa melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mesin.

2. Perawatan preventif berdasarkan kondisi perawatan yang dilakukan berdasarkan


kinerja dan parameter yang di pantau, dan ini dapat dilakukan secara terjadwal
berdasarkan permintaan

3. Perawatan prediktif berdasarkan kondisi yang terjadi menurut perkiraan dari analisa
parameter yang signifikan dari mesin yang kondisinya sedang turun.

 Korektif maintenance
Corective Maintenance dilaksanakan setelah sebuah kegagalan dideteksi. Yang
bertujuan mengembalikan kondisi mesin pada posisi semula.
Korektif maintenance dibagi menjadi:
 Immediate maintenance Perawatan yang harus segera dilaksanakan
 Deferred Maintenance Corective maintenance yang dapat ditunda
Kegiatan Maintenance:
Jenis kegiatan yang dilakukan pada proses maintenance :
A. Inspection :
(Yudha rustyawanto/20171331020)

Melakukan pengecekan dengan mengukur, mengamati, mencoba atau menera


karakteristik dari mesin. Biasanya inspection bisa dilaksanakan baik sebelum maupun selama
kegiatan mainatenance dilakukan.
B. Monitoring :
Kegiatan pemantauan yang dilakukan secara manual atau
otomatis terhadap kondisi aktual mesin.
Perbedaan Monitoring dan Inspection adalah pada proses monitoring dilakukan
pengevaluasian perubahan parameter . Monitoring biasa dilaksanakan pada saat
kondisi mesin beroperasi.
C. Routine maintenance :

Perawatan reguler dan berkala, biasanaya tidak dibutuhkan autorisasi,


kualifikasi dan peralatan khusus. Cth : Cleaning , tightening connection , checking
liquid level dan lubricating.

D. Overhaul :

Sebuah kegiatan yang komprehensif dalam rangka memenuhi standart keandalan


mesin , keamanan. Overhoul dapat dilaksanakan berdasarkan jadwal waktu maupun lama
pemakaian.

E. Rebuilding :

Sebuah tindakan dengan membongkar peralatan / mesin dan melakukan perbaikan


atau pengantian komponen yang rusak. Tujuannya adalah untuk menambah waktu hidup dari
mesin.

F. Repair :
(Yudha rustyawanto/20171331020)

Kegiatan yang dilakukan untu mengembalikan fungsi yang mesin akibat


kerusakan.

Tindakan yang dilakukan pada repair :

 Fault diagnosis ; Kegiatan yang dilakukan untuk mengenali dan mengetahui lokasi
kerusakan dan penyebabnya

 Fault correction : Kegiatan untuk mengembalikan kondisi mesin setelah kerusakan


diketahui

 Function check-out : Kegiatan / tindakan yang dilakukan setelah proses perbaikan.


Tujunanya untuk mengetahui kondisi mesin setelah proses perbaikan.

Indenture level

Indenture level adalah tingkat keterkaitan dengan bagian lain

Contoh : Indenture level dari organisasi perawatan adalah struktur organisasi , pemimpin ,
kebijakan perusahaan dll.

Indenture level peralatan : Kompleksitas , skill pekerja , Testing fasilities , kemanan dll

Tingkatan pada kegiatan Maintenance:

Definisi : Serangkaian tindakan yang harus dilaksanakan pada tingkat indentur tertentu.
Kegiatan ini dapat dilakuakan mulai dari tingkatan organisasi, sampai pada peratalan.

Level 1 – Autonomous management

 Cleaning , inspection , lubcrication standart

 Perbaikan dan penggantian komponen sederhana

 Pengaturan dan perubahan format

Level 2 – Corrective maintenance

 Fault diagnosis

 Repair

Level 3 - Preventive Maintenance

 preventive panintenance

 overhauls

 Trainning and standardization


(Yudha rustyawanto/20171331020)

Level 4 – Maintenance prevention


 improvement

 Early equipmen management

 New equipment technic and system

Level 5 – Contracted maintenance


 Maintenance provider intervention

 Iportant suppliers activities

Kebijakan perawatan

Definisi : keterkaitan antara konsep – konsep perawatan yang dilaksanakan pada organisasi
perawatan maka dari itu Apabila konsep – konsep perawatan yang telah disebutkan diatas telah
dilakukan, maka dikatakan organisassi perawatan telah memiliki kebijakan perawatan.
(Yudha rustyawanto/20171331020)