Anda di halaman 1dari 10

TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL

2.1 Sejarah Perusahaan

Gambar 2.1 PLTU Tarahan

Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Tarahan adalah salah satu dari sektor
pembangkit Sumatera Bagian Selatan dengan unit operasi 3 dan 4 yang berkapasitas 2 X 100
MW. PLTU ini berlokasi di desa Ranggai Tri Tunggal (desa Tarahan), Kecamatan Katibung,
Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung dan terletak di tepi teluk Lampung yang
berjarak ±15 km dari pusat kota Bandar Lampung ke arah timur dengan lahan seluas ±62,84 Ha
yang digunakan untuk Power Plant, Intake, Discharge dan Base Camp.

Pembangunan fisik PLTU ini dimulai sejak tahun 2001 (Lot I : Site Preparation).
Kemudian diteruskan pada tahapan pembangunan sipil yang resmi mulai dilakukan pada tanggal
15 September 2004. Proyek ini dibiayai oleh JBIC ODA LOAN No.IP-486 dengan alokasi
sebesar 6,41 milyar JPY atau 176,97 Juta USD, dana pendamping dari pemerintah RI ( APBN )
senilai 332,85 milyar diluar biaya perolehan tanah dan pekerjaan persiapan. Pembangunan PLTU
Tarahan ini merupakan kebijakan Pemerintah Indonesia yang ditindak lanjuti oleh PT PLN
(Persero) supaya mengembangkan pembangkit listrik non-BBM dengan memanfaatkan batu bara
berkalori rendah. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar batu bara, PT PLN (Persero)
mengadakan kontrak pembelian dengan PT Bukit Asam supaya menyuplai batu bara untuk
PLTU Tarahan dengan pertimbangan lokasi stockpile batu bara yang berasal dari tambang
terbuka Tanjung Enim berdekatan dengan PLTU Tarahan.

2.2 Ruang Lingkup Bidang Usaha

Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Tarahan adalah perusahaan yang


bergerak di bidang pengolahan listrik. Adapun ruang lingkup bidang usaha pada
perusahaan ini adalah:

1. Air laut dirubah menjadi air tawar dengan sistem desalination.


2. Air tawar dirubah menjadi air murni dengan sistem Water Treatment Plant
3. Air murni dipanaskan menjadi uap untuk memutar turbin yang akan menghasilkan
listrik.

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

Visi PLTU Tarahan ialah: “Menjadi PLTU Batubara dengan Kinerja Kelas
Dunia” Misi dari PLTU Tarahan ialah:

1. Melaksanakan tata kelola pembangkit kelas dunia didukung oleh SDM profesional.
2. Menyediakan Energi Listrik yang andal dan efisien.
3. Melaksanakan kegiatan pembangkitan yang berwawasan lingkungan.
4. Menjadikan budaya perusahaan sebagai tuntutan di dalam melaksankan tugas.

2.4 Logo Perusahaan

Logogram

Logotype

*Komponen logo tidak boleh dipisah


**Tanpa garis border
Penjelasan logo sebagai berikut:

1. Bidang persegi vertical


Menjadi bidang dasar bagi element-element lambang lainnya, melambangkan bahwa PT
PLN (Persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna.
Berwarna kuning untuk menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN
bahwa listrik mampu menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga
melambangkan semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya
diperusahaan.
2. Petir atau Kilat
Melambangkan tenaga listrik yang terkandung didalamnya sebagai produk jasa utama
yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir menggartikan kerja cepat dan tepat para
insan PT PLN (Persero) dalam memberikan solusi terbaik bagi pelanggannya. Warna
merah melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia
dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keberanian
dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.
3. Tiga Gelombang
Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oleh tiga bidang usaha utama yang
digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran, dan distribusi yang sering sejalan
dengan kerja keras para insan PT PLN (Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi
pelanggannya. Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap)
seperti halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia. Disamping itu biru
juga melambangkan layanan terbaik bagi pera pelanggannya.

2.5 Letak Geografis Perusahaan

Lokasi PLTU Tarahan berlokasi di desa Ranggai Tri Tunggal (desa Tarahan),
Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung dan terletak di tepi
teluk Lampung yang berjarak ±15 km dari pusat kota Bandar Lampung ke arah timur.
Gambar 2.2 Lokasi PLTU Tarahan

2.6 Daerah Pemasaran

Setelah PLTU Tarahan menghasilkan energi listrik, maka listrik akan di salurkan
ke jaringan tranmisi. Listrik yang di hasilkan dengan tegangan 11kV, dengan
menggunakan travo step up maka tegangan 11 kV di naikan ke 150 kV dan disalurkan
melalui tranmisi ke P3BS dan kemudian disalurkan ke pelanggan. Harga jual kwh
produksi dari pembangkit ke P3BS sebesar Rp 877,-/kwh.

2.7 Organisasi dan Manajemen Perusahaan

2.7.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi bagi suatu perusahaan mempunyai peranan yang penting dalam
menentukan dan memperlancar jalannya roda perusahaan. Distribusi tugas, wewenang dan
tanggung jawab serta keselarasan hubungan satu bagian dengan bagian yang lain dapat
digambarkan dalam suatu struktur organisasi. Dengan demikian diharapkan adanya suatu
kejelasan arah dan koordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan dan masing-masing
karyawan dapat mengetahui dengan jelas dari mana perintah itu datang dan kepada siapa
harus dipertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka struktur organisasi yang
digunakan oleh PT PLN (Persero) Pembangkitan Sektor Sumatera Selatan adalah struktur
organiasasi campuran antara struktur organisasi ini dan fungsional (seperti pada gambar 2.2).

Struktur organisasi ini adalah suatu struktur organisasi dimana wewenang dan kebijakan
pimpinan atau atasan dilimpahkan pada satuan-satuan organisasi di bawahnya menurut garis
vertikal. Sedangkan struktur organisasi fungsional adalah struktur organisasi di mana organisasi
diatur berdasarkan pengelompokan aktivitas dan tugas yang sama untuk membentuk unit-unit
kerja seperti, enginiring, operasi, pemeliharaan, keuangan, personalia, dan sebagainya yang
memiliki fungsi yang terspesialisasi. Spesialisasi di sini akan memberikan efisiensi kerja yang
lebih tinggi lagi.

Dari Gambar 2.3 dapat dilihat bahwa pimpinan tertinggi dipegang oleh seorang Manager
dan dibantu beberapa Manager Bagian dan Supervisior yang didalamnya telah terlihat batasan-
batasan pertanggungjawaban dari setiap bidang pekerjaan tersebut. Di samping itu, adanya
hubungan antara satu seksi dengan seksi lainnya melalui fungsi masing-masing.
Gambar 2.3 Struktur Organisasi PLTU Tarahan
2.7.2 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Pembagian fungsi dan tugas pokok dari tiap-tiap jabatan pada struktur organisasi
PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Sumatera Selatan di atas adalah sebagai berikut:

1. Manajer Sektor
Adapun tugas pokok dari seorang Manager Sektor antara lain:
a. Mengelola pembangkit listrik dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang
ada, serta memastikan kinerja unit yang handal, efisiensi dan dikelola menurut
manajemen operasi.
b. Ketentuan atau peraturan sebagai pedoman pelaksaan tugas.
c. Melakukan inovasi secara berkesinambungan dalam peningkatan kinerja unit
pembangkit.
d. Memantau, menganalisa dan mengevaluasi sistem serta prosedur kerja operasi dan
lingkungan.
e. Meningkatkan kualitas SDM diunit pembangkit melalui pembinaan,pengembangan
dan pelatihan berdasarkan program yang jelas dan tepat guna, sehingga dapat tercapai
SDM yang proaktif.
f. Memastikan sasaran kinerja yang ditetapkan Direksi dapat dicapai dengan baik.
g. Memberikan masukan kepada Direksi mengenai langkah-langkah yang perlu
dilakukan dalam Rencana Strategis Perusahaan (RSP), agar penyelenggaraan
pengoperasian unit pembangkit berlangsung secara berkesinambungan.
h. Melakukan koordinasi dengan pihak luar yang terkait dengan aspek pengolahan
pembangkit, baik pemerintah daerah maupun phak-pihak terkait lainnya.
i. Membuat laporan secara berkala sebagai bahan masukan dan pengambilan keputusan
lebih lanjut.

2. Manager Bagian Enjiniring (Manbag Enjiniring)


Tugas pokok Asisten Manajer Enjiniring adalah melakukan perencanaan dan evaluasi
pengoperasian dan pemeliharaan unit-unit pembangkit tenaga listrik. Untuk
melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Enjiniring mempunyai fungsi:
a. Perencanaan pengoperasian pembangkit tenaga listrik,
b. Perencanaan pemeliharaan pembangkit tenaga listrik,
c. Pengevaluasian pengoperasian pembangkit tenaga listrik,
d. Pengevaluasian pemeliharaan pembangkit tenaga listrik,
e. Pengevaluasian masalah lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan,
f. Penyelenggaran teknologi informasi.

3. Asisten Manajer Operasi (Manbag Operasi)


Tugas pokok Asisten Manajer Operasi adalah melaksanakan pengoperasian unit-unit
pembangkit sesuai dengan rencana dan prosedur yang ditetapkan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Operasi mempunyai
fungsi:
a. Penyiapan kebutuhan untuk operasi pusat pembangkit tenaga listrik yang meliputi
jadwal jaga,
b. Pengoperasian pembangkit tenaga listrik berdasarkan parameter operasi,
c. Pelaksanaan mengatasi gangguan yang terjadi pada pembangkit tenaga listrik,
d. Pembuatan laporan gangguan, kerusakan dan data operasi,
e. Pembuatan laporan emergency dan tindak lanjut yang telah dilaksanakan,
f. Pengurusan limbah bahan bakar.

4. Manager Bagian Pemeliharaan (Manbag Pemeliharaan)


Tugas pokok Manager Bagian Pemeliharaan adalah melaksanakan pemeliharaan
mesin unit-unit pembangkit tenaga listrik sesuai dengan rencana dan prosedur yang
ditetapkan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Manager Bagian Pemeliharaan
mempunyai fungsi:
a. Penyiapan kebutuhan bahan untuk pemeliharaan unit-unit pembangkit tenaga
listrik,
b. Pelaksaan pemeliharaan rutin unit-unit pembangkit tenaga listrik,
c. Pelaksaan pemeliharaan periodik unit-unit pembangkit tenaga listrik,
d. Pelaksaan laporan pemeliharaan unit-unit pembangkit tenaga listrik.
5. Manager Bagian Coal dan Ash Handling (Manbag Coal dan Ash Handling)
Tugas pokok Manager Bagian Coal dan Ash Handling adalah melaksanakan
pengoperasian dan pemeliharaan instalasi Coal dan Ash Handling, serta pengelolaan
bahan bakar sesuai dengan rencana dan prosedur yang ditetapkan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Coal dan Ash Handling
mempunyai fungsi:
a. Penyiapan kebutuhan untuk operasi pusat listrik pembangkit tenaga listrik
meliputi bahan bakar dan bahan lain untuk menunjang operasi,
b. Pengoperasi instalasi Coal dan Ash Handling berdasarkan parameter operasi,
c. Pembuatan laporan gangguan, kerusakan dan data operasi Coal dan Ash
Handling,
d. Pelaksanaan pemeliharaan terhadap instalasi Coal dan Ash Handling,
e. Pengurusan bahan bakar, mulai dari perencanaan, persiapan penerimaan,
penyaluran dan pemakaiannya.

6. Manager Bagian Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Administrasi (Manbag


Keuangan, SDM dan ADM)
Tugas pokok Manager Bagian Sumber Daya Manusia dan Administrasi adalah
penyelenggarakan tata usaha kepegawaian, kesekretariatan, logistik/angkutan,
pergudangan, administrasi bahan bakar/minyak pelumas, anggaran dan keuangan
serta akuntansi.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Sumber Daya Manusia
dan Administrasi mempunyai fungsi:
a. Pelaksanaan tata usaha kesekretariatan,
b. Pelaksanaan tata usaha kepegawaian dan diklat,
c. Pelaksanaan tata usaha anggaran dan keuangan,
d. Pelaksanaan tata usaha logistik/angkutan dan pergudangan.
2.7.3 Jumlah Tenaga Kerja pada Perusahaan

Adapun jumlah keseluruhan pegawai di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan


Tarahan pada saat ini adalah berjumlah 108 orang dengan perincian seperti pada Tabel
2.1 dan 2.2.

Tabel 2.1 Jumlah Pimpinan PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan

No Keterangan Jumlah
Orang
1 Manajer Sektor 1
2 Manbag Enjiniring 1
3 Manbag Operasi 1
4 Manbag Pemeliharaan 1
5 Manbag Coal dan Ash 1
Handling
6 Manbag Keuangan, 1
SDM dan Administrasi
Total 6
(Sumber : Bagian Kepegawaian PT.PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan)

Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Pelaksana PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan


Tarahan

No Keterangan Jumlah
Orang
1 Enjiniring 12
2 Operasi 32
3 Pemeliharaan 35
4 Keuangan , SDM dan 7
Administrasi
5 Coal dan Ash Handling 16
Total 102
(Sumber : Bagian Kepegawaian PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan)