Anda di halaman 1dari 3

Assalaamu’alaikum Wr Wb

Alhamdulillahi rabbil aalamiin was shalaatu was salaamu alaa asyrafil mursaliin wa alaa
aalihi wa sahbihi ajmaiin, amma ba’du.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Segala puji semata milik Allah Swt., Tuhan seru sekalian alam semesta. Allah Yang Maha
Rahman dan Rahim, yang telah melimpahkan segala nikmat dan karunia yang tak terhingga,
terlebih nikmat iman bagi setiap insan Muslim. Shalawat dan salam semoga terhaturkan kepada
Nabi Muhammad Saw., akhirul-anbiya’, junjungan teladan dan figur panutan hingga akhir
zaman; serta bagi segenap keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang senantiasa membumikan
cintah kasihnya dalam menjalani kehidupan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kasus bullying di masyarakat semakin merebak akhir-akhir ini. Bullying adalah perilaku agresif
yang melibatkan berbagai perilaku, baik berupa kekerasan fisik seperti memukul, menampar,
memalak, menendang, dan membuat gerakan kasar lainnya, atau kekerasan verbal seperti
menghina, memanggil dengan panggilan buruk, menebar gosip, menuduh, dan sebagainya,
maupun psikologis, seperti mengucilkan, menatap sinis, mempermalukan di depan umum, dan
sebagainya.

Bullying biasanya dilakukan berulang-ulang oleh seseorang maupun kelompok yang merasa
lebih senior, lebih kuat, dan berstatus sosial lebih tinggi daripada korban bullying. Hal demikian
jika dibiarkan akan menimbulkan dampak serius bagi korban di masa depan, baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Korban akan merasa kurang nyaman, terisolasi, stres, depresi, atau
bahkan bunuh diri.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam Al-Qur’an terdapat tiga kategori yang berkaitan dengan bullying, yaitu sakhara, talmiz,
dan istahza’a. Masing-masing memiliki definisi yang tidak selalu sama. Pertama sakhara. Kata
sakhara dibedakan menjadi dua; menggunakan tasydid yang bermakna menundukkan,
memanfaatkan, menggunakan, sedangkan yang tidak menggunakan tasydid bermakna mengejek,
mencemooh, dan mencibir. Kata ini terulang sebanyak 42 kali dalam berbagai macamnya.

َ :َ‫ ۚهُ ق‬:‫ُوا ِم ۡن‬


ْ ‫ َخر‬:‫ال إِن تَ ۡس‬:
‫ُوا ِمنَّا‬ ْ ‫ ِخر‬:‫ ِّمن قَ ۡو ِمِۦه َس‬ٞ ‫ك َو ُكلَّ َما َم َّر َعلَ ۡي ِه َمأَل‬
َ ‫صنَ ُع ۡٱلفُ ۡل‬
ۡ َ‫َوي‬
٣٨ ‫ُون‬ َ ‫فَإِنَّا نَ ۡس َخ ُر ِمن ُكمۡ َك َما تَ ۡس َخر‬
(Wayasnaul fulka wakulama maro ngalaihi mala ummingkaumihi, sakhiru minhu, kola in
taskhoruu minna fainna naskhoru mingkum kama taskhorun)

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh,
mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami
(pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami) (Q.S Hud ayat 38)

Kedua talmiz berasal dari kata lamiza-yalmizu yang berarti mencela keburukan pada diri
seseorang baik berupa isyarat mata, wajah, atau semisalnya secara diam-diam. Kata ini
disebutkan sebanyak 4 kali dalam Al-Qur’an.
‫ ِّمن نِّ َسٓا ٍء‬ٞ‫وا َخ ۡي ٗرا ِّم ۡنهُمۡ َواَل نِ َسٓاء‬ ْ ُ‫م ِّمن قَ ۡو ٍم َع َس ٰ ٓى أَن يَ ُكون‬ٞ ‫وا اَل يَ ۡس َخ ۡر قَ ۡو‬ ْ ُ‫ين َءا َمن‬ َ ‫ٰيَٓأَيُّهَا ٱلَّ ِذ‬
ُ ‫و‬:‫ ُم ۡٱلفُ ُس‬:‫ٱٱِلس‬
‫ق‬ ۡ ‫س‬ َ ‫ب بِ ۡئ‬ ْ ‫ابَ ُز‬::َ‫َع َس ٰ ٓى أَن يَ ُك َّن َخ ۡي ٗرا ِّم ۡنه ۖ َُّن َواَل تَ ۡل ِم ُز ٓو ْا أَنفُ َس ُكمۡ َواَل تَن‬
ِ ۖ َ‫ٱأۡل َ ۡل ٰق‬::ِ‫وا ب‬
ٰ ٓ
١١ ‫ون‬ َ ‫ك هُ ُم ٱلظَّلِ ُم‬ َ ِ‫بَ ۡع َد ٱإۡل ِ ي ٰ َم ۚ ِن َو َمن لَّمۡ يَتُ ۡب فَأ ُ ْو ٰلَئ‬
(Yaa ayyuhaladzina amanu la taskhor koummin koumin’asaa an yakunu khoiromminhum wala
nisaau minnisai ngasaa ayyakunna khoiromminhum, wala talmizuu angfusiakum wala tana bazu
bilalkob, bi sal ismul fusuku ba’dal imaan, wamallam yatub fauulaaika humudzolimun)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan
yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan
perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan
janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung
ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa
yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (Q.S Al Huzarat ayat 11)

Ketiga istahza’a yang berasal dari istahza’a-yastahzi’u yang bermakna ejekan berupa senda-
gurau, atau mencemooh secara diam-diam. Kata ini terulang sebanyak 23 kali dalam berbagai
bentuk.

َ ‫ئ بِ ِهمۡ َويَ ُم ُّدهُمۡ فِي طُ ۡغ ٰيَنِ ِهمۡ يَ ۡع َمه‬


١٥ ‫ُون‬ ُ ‫ٱهَّلل ُ يَ ۡستَ ۡه ِز‬
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam
kesesatan mereka (QS. Al Baqoroh : 15)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Islam adalah agama rahmah. Agama cinta dan penuh kasih sayang. Allah Swt. melarang
berbagai bentuk perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perilaku bullying
memiliki konsekuensi emosional yang merugikan bagi semua insan. Minimnya pengetahuan
masyarakat terhadap nilai-nilai agama menjadikan mereka terkesan mudah melakukan bulyying
kepada oranglain.

Menghilangkan perilaku bullying yang sudah terlanjur merebak di masyarakat agaknya sulit,
mungkin yang bisa kita lakukan adalah berupaya untuk meminimalisir dan memberikan
pengertian kepada semua orang akan dampak yang terjadi kepada korban bulyying. Juga perlu
kita tekankan bahwa sesama manusia kita harus saling menghormati satu sama lain. Apabila
teman atau kerabat kita mempunyai kekurangan, berhentilah mem-bully, bukankah kita
diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing agar saling melengkapi. Oleh
karena itu bertentilah mem-bully, baik bullying dalam bentuk verbal, kekerasan fisik, maupun
berdampak secara mental atau psikologis.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mengakhiri ceramah ini, marilah kita bersama-sama bermunajat kepada Allah Swt., dengan
khusyuk dan penuh pengharapan, semoga amal ibadah kita selama ini diterima di sisi-Nya, serta
hidup kita meraih kemuliaan hakiki di dunia maupun di akhirat dalam rengkuhan ridha dan kasih
sayang-Nya.

Ya Allah, jadikan kami pribadi terbaik, pribadi teladan, pribadi yang patuh dan tunduk kepada-
Mu, pribadi yang mampu melakukan amar makruf nahi mungkar atas petunjuk-Mu. Ya Allah
jadikan kami sebagai pengikut Nabi-Mu yang terbaik, jauhkan kami dari sifat sombong, takabur,
dengki, iri, hasud, permusuhan, dan suka membully. Hiasi hati kami, Ya Allah, dengan sifat
sabar, ikhlas, pemaaf, pandai bersyukur dan kasih sayang terhadap sesama.

Aamiin Yaa Robal’alamin


Wallahul Muwafik ila Aqwamitoriq

Assalamu’alaikum Wr Wb.