Anda di halaman 1dari 12

2.

4 Analisis Masalah

a. Apa kemungkinan penyebab berat badan tidak naik pada bayi? (Rizky, kak
amar, jabek)
b. Apa makna berat badan tidak naik sejak 2 bulan terakhir? (alda, della,
nanik)
Kemungkinan mengalami gangguan pertumbuhan, dimana pertumbuhan
adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu bertambahnya jumlah,
ukuran, dimensi pada tingkat sel,organ maupun individu. Anak tidak
hanya bertambah besar secara fisik, melainkan juga ukuran dan struktur
organ-irgan tubuh dan otak. Sebagai contoh hansil dari pertumbuhan otak
adalah anak mempunyai kapasitas yang lebih besar untuk belajar,
mengingat, dan mempergunakan akalnya. Jika anak tumbuh baik secara
fisik maupun mental pertubuhan dapat dinilai dengan ukuran berat
(gram,pound,kg), ukuran panjang (cm,m), umur tulang dan tanda-tanda
seks sekunder.
c. Apa makna helena mendapatkan ASI Eksklusif? (jundi, novi, umik)
d. Bagaimana pola makan anak dari 0-1 tahun? (lalak, rizky, nanik)
• 0-6 bulan : ASI eksklusif à cukup memenuhi 100% kebutuhan
• 6-12 bulan : ASI memenuhi 60-70% kebutuhan, perlu +
MPASI yang adekuat
• > 12 bulan : ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan à ASI tetap
diberikan untuk keuntungan lain

Jadwal pemberian makanan tambahan menurut umur bayi, jenis


makanan, dan frekuensi pemberian.
Usia Bayi Jenis Makanan Berapa kali sehari
0-6 bulan ASI 10-12 kali sehari
ASI Saat dibutuhkan
- Buah lunak/sari buah
6-7 bulan
- Bubur : bubur havermout/bubur 1-2 kali sehari
tepung beras merah
7-9 bulan ASI Saat dibutuhkan
- Buah-buahan
- Hati ayam atau kacang-kacangan
- Beras merah atau ubi
3-4 kali
- Sayuran (wortek, bayam)
- Minyak/santan/avokad
- Air tajin
ASI Saat dibutuhkan
- Buah-buahan
- Bubur/roti
- Daging/kacang-
9-12
kacangan/ayam/ikan
bulan 4.6 kali
- Beras merah/kentang/labu/jagung
- Kacang tanah
- Minyak/santan/avokad
- Sari buah tanpa gula
(Kemenkes, 2016)

e. Apa makna ibunya merasa makan bayi berkurang sejak usia 12 bulan?
(della, alda, jundi)
f. Apa hubungan diberikan MPASI 2 x sehari, snack 2 x sehari dengan
keluhan? (jabek, novi, lalak)
g. Apakah MPASI yang diberikan sudah benar? Bagaimana cara pemberian
MPASI yang benar? (umik, alda, kak amar)
h. Apakah kandungan dan manfaat dari ASI untuk bayi? (rizky, della, jundi)
i. Apa saja kriteria pemberian ASI yang cukup? (umik, nanik, jabek)

Jawaban
Untuk mencegah malnutrisi seorang ibu harus mengetahui
tanda kecukupan ASI, terutama pada bulan pertama. Setelah
bulan pertama tanda kecukupan ASI lebih tergambar melalui
perubahan berat badan bayi. Tanda bahwa bayi mendapat cukup
ASI adalah :

a. Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-


4 setelah melahirkan, nampak dengan payudara
bertambah besar, berat, lebih hangat dan seringkali ASI
menetes dengan spontan
b. Bayi menyusu 8 - 12 kali sehari, dengan pelekatan yang
benar pada setiap payudara dan menghisap secara
teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara.
c. Bayi akan tampak puas setelah menyusu dan seringkali
tertidur pada saat menyusu, terutama pada payudara
yang kedua
d. Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi > 6 kali sehari.
Urin berwarna jernih, tidak kekuningan. Butiran halus
kemerahan (yang mungkin berupa kristal urat pada
urin) merupakan salah satu tanda ASI kurang.
e. Frekuensi buang air besar (BAB) > 4 kali sehari dengan
volume paling tidak 1 sendok makan, tidak hanya
berupa noda membekas pada popok bayi, pada bayi usia
4 hari sampai 4 minggu. Sering ditemukan bayi yang
BAB setiap kali menyusu, dan hal ini merupakan hal
yang normal
f. Feses berwarna kekuningan dengan butiran-butiran
berwarna putih susu diantaranya (seedy milk), setelah
bayi berumur 4 sampai 5 hari. Apabila setelah bayi
berumur 5 hari, fesesnya masih berupa mekoneum
(berwarna hitam seperti ter), atau transisi antara hijau
kecoklatan, mungkin ini merupakan salah satu tanda
bayi kurang mendapat ASI.
g. Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari
pertama menyusui. Apabila sakit ini bertambah dan
menetap setelah 5 - 7 hari, lebih-lebih apabila disertai
dengan lecet, hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak
melekat dengan baik saat menyusu. Apabila tidak
segera ditangani dengan membetulkan posisi dan
pelekatan bayi maka hal ini akan menurunkan produksi
ASI
h. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10% dibanding
berat lahir
i. Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia
10 sampai 14 hari setelah lahir.

j. Apa makna bayi makan sebanyak 5 sendok dan diberikan selama 2 jam?
(kak amar, novi, lalak)
k. Apa makna ASI tetap diberikan dengan frekuensi sering? (rizky, lalak,
della)
l. Bagaimana patofisiologi BB bayi tidak naik pada kasus? (alda, kak amar,
jabek)

2.

a. Bagaimana cara pemberian susu formula yang tepat? (novi, jundi, kak
amar)
b. Bagaimana cara membuat sediaan susu formula? Dan bagaimana pada
kasus? (umik, jabek, nanik)
Jawaban:
WHO (2005) menetapkan 12 langkah berikut dalam mempersiapkan susu
formula :
1. Bersihkan dan disinfeksi permukaan meja/ dapur tempat pembuatan
susu formula botol akan dilakukan.
2. Cuci tangan dengan air dan sabun, lalu keringkan dengan lap bersih.
3. Didihkan air bersih, bila menggunakan cerek, tunggu hingga berbunyi.
4. Perhatikan petunjuk penggunaan pada kemasan susu formula, berapa
banyak jumlah air dan jumlah susu bubuk yang dibutuhkan untuk
membuat susu botol Menambahkan atau mengurangi jumlah air atau susu
bubuk secara sembarangan daripada yang diinstruksikan bisa membuat
bayi sakit.
5. Hati-hati saat menuangkan air panas ke dalam botol. Tuangkan air
dengan takaran yang tepat ke dalam botol susu yang telah dibersihkan dan
disterilisasi. Usahakan agar suhu air tidak lebih rendah dari 70 0 C, oleh
karena itu jangan biarkan air selama 30 menit setelah mendidih.
6. Tambahkan sejumlah susu bubuk sesuai takaran ke dalam botol yang
telah diisi air tadi
7. Aduk dengan mengguncang-guncangkan botol secara lembut.
8. Dinginkan botol dengan cara meletakan botol dibawah air keran yang
mengalir, atau dengan meletakkan botol ke dalam wadah yang berisi air
dingin. Untuk menghindari kontaminasi, pastikan bahwa batas air tidak
melebihi pinggir tutup botol.
9. Keringkan bagian luar botol dengan menggunakan lap bersih dan
kering.
10. Cek temperatur air susu dengan cara meneteskan susu ke pergelangan
tangan. Suhu yang tepat adalah suhu hangat-hangat kuku. Apabila terasa
masih panas, dinginkan sebentar lagi.
11. Berikan susu pada bayi.
12. Buang susu yang tidak dikonsumsi selama 2 jam. Jangan disimpan
c. Apa indikasi dan kontraindikasi pemberian susu formula pada bayi?
(jundi, umik, kak amar)
d. Apa kandungan dari susu formula? (lalak, della, nanik
Susu formula yang dibuat dari susu sapi telah diproses dan diubah
kandungan komposisinya sebaik mungkin agar kandungannya sama
dengan ASI tetapi tidak 100% sama. Proses pembuatan susu formula,
kandungan karbohidrat, protein dan mineral dari susu sapi telah diubah
kemudian ditambah vitamin serta mineral sehngga mengikuti komposisi
yang dibutuhkan sesuai bayi berdasarkan usianya (suririnah,2009)
Menurut khasanah (2011) ada beberapa kandungan gizi dalam susu
formula yaitu, lemak disarankan antara 2,7-4,1 g tiap 100 ml, protein
berkisar antara 1,2-1,9 g tiap 100 ml dan karbohidrat berkisar antara 5,4-
8,2 g tiap 100 ml.
3.

a. Bagaimana pola pertumbuhan berat badan yang benar pada usia 0-1 tahun?
(rizky, jabek, alda)
b. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi berat badan pada anak?
(novi, umik, jundi)
c. Apa saja penyebab terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak? (lalak,
nanik, kak amar)
Jawaban:
1. Faktor Genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dan mempunyai
peran utama dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh
kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung di
dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas
dan kuantitas pertumbuhan.
2. Faktor Lingkungan
Lingkungan yang kurang baik akan menghambat potensi
bawaan.
A. Faktor Lingkungan Prenatal
a. Gizi ibu waktu hamil
Gizi Ibu yang jelek sebelum kehamilan maupun
waktu hamil, lebih sering menghasilkan BBLR, atau
lahir mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan,
disamping itu, gangguan pertumbuhan otak, anemia,
mudah terkena infeksi, abortus, dan lainnya.
b. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat
menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang
dilahirkan.
c. Toksin/zat kimia
Masa organogenesisi sangat peka terhadap teratogen
seperti obat-obatan, ibu perokok, minum alkohol dan
keracunan logam berat menyebabkan cacat bawan.
d. Endokrin
Hormon yang berperan berupa somatotropin, hormon
plasenta, homon tiroid, insulin, dan peptida dengan
aktivitas mirip insulin (Insulin-like Growth
Factors/IGFs)
e. Radiasi
Radiasi umur kehamilan <18 minggu, dapat
menyebabkan kematian janin, kerusakan otak,
mickrosefali, atau cacat bawaan lain.
f. Infeksi
Infeksi TORCH, varisela, Coxsackie, Echovirus,
malaria, HIV, Polio, campak, listeriosis, virus
influensa dan virus hepatitis dapat menyebabkan
cacat bawaan.
g. Stres
Menyebabkan gangguan pertumbuhan tumbuh
kembang janin, seperti cacat bawaan dan kelainan
jiwa.
h. Imunitas
Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering
menyebabkan abortus, hidropsfetalis, kern ikterus,
atau lahir mati.
i. Anoksia embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan
plasenta
B. Faktor Lingkungan Postnatal
a. Lingkungan biologis
Ras/suku bangsa, Jenis kelamin, Umur, Gizi,
Perawatan kesehatan, Kepekaan terhadap penyakit,
Penyakit kronis, Fungsi metabolisme, Hormon
(Somatotropin, Hormon tiroid, Glukokortikoid,
Hormon seks, IGFs)
b. Faktor fisik
Cuaca, musim, keadaan geografis wilayah, Sanitasi,
Keadaan rumah, Radiasi
c. Faktor psikososial
Stimulasi, Motivasi belajar, Ganjaran atau hukuman,
Kelompok sebaya, Stres, Sekolah, Cinta dan kasih
sayang, Kualitas interaksi anak-orang tua
d. Faktor keluarga dan adat istiadat
Pekerjaan/pendapatan keluarga, Pendidikan ayah/ibu,
Jumlah saudara, Jenis kelamin dalam keluarga,
Stabilitas keluarga, Kepribadian ayah/ibu, Adat-
istiadat, norm-norma, Agama, Urbanisasi, Kehidupan
politik masyarakat

Faktor penyebab malnutrisi:


Malnutrisi dapat akibat dari masukan makanan yang tidak sesuai
atau tidak cukup atau dapat akibat dari penyerapan makanan
yang tidak cukup. Malnutrisi juga dapat disebabkan oleh hiv,
diare, malaria, dan campak.
(Soetjiningsih, Ranuh G. 2013)
d. Bagaimana interpretasi dari pertumbuhan dengan menggunakan kurva
WHO? (rizky, della, alda)

4.

a. Apa makna riwayat kehamilan dan persalinan? (jabek,novi,nanik)


Jawaban:
 Makna Helena anak pertama dari ibu usia 23 tahun, selama
hamil ibu sehat dan diperiksa hamil 4 kali ke bidan. Lahir
spontan pada kehamilan 37 minggu. segera setelah lahir
langsung menangis dan APGAR 1 menit 9 dan 5 menit 10
artinya helena tidak memiliki riwayat asfiksia neonatus.
 Makna riwayat persalinan berat badan lahir 3000 gram,
panjang badan lahir 50 cm, lingkar kepala lahir 33 cm artinya
tidak ada kelainan riwayat persalinan anak.

b. Apa makna riwayat imunisasi? (kak amar, umik, alda)


c. Apa makna riwayat perkembangan? (novi, jundi, rizky)
d. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan pada anak?
(lalak, novi, della)
e. Bagaimana cara perhitungan APGAR Score secara umum? (rizky,jundi,
alda)
f. Bagaimana tahap perkembangan pada anak? (umik, kak amar, jabek)

5.

a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik? (kak amar, della, nanik)

Pemeriksaan Normal Interpretasi

Tampak Kurus Tidak tampak kurus Malnutrisi

Tidak Apatis Composmentis Normal

Tidak Cengeng Tidak cengeng Normal

BB 7,2 kg 9 kg – 9,4 kg Gizi kurang

PB 75 cm 74-77 cm Normal

LK 44 cm 44-48 cm Normal

HR 100 x/menit 109-169 kali/menit Normal

RR 30 x/menit 20-60 x/menit Normal

36,50C 36,5-37,2oC Normal

Pemeriksaan Interpretasi
Kepala:
- Wajah dismorfik tidak ada Normal, tidak ada kelainan kongenital

- Wajah seperti wajah orang tua Normal


tidak ada
- Rambut kepala cukup, tidak normal
jarang, agak hitam tidak mudah
dicabut

- Tatapan mata biasa ketika normal, tidak terjadi penurunan kesadaran


melihat kepada pemeriksa
- Mukosa mulut basah Normal

Thoraks: normal
Iga tidak gambang (piano sign)

Abdomen Normal
Datar, turgor cukup, bising usus
normal

Ekstremitas Abnormal, malnutrisi


- Keempat ekstremitas
tampak kurus
- Edema tidak ada Normal, menyingkirkan kwarshiorkor
- Tidak ada kelainan anatomi Normal
pada kedua tungkai dan
kaki
- Baggy pants (-) normal,

Kulit: Normal
Kelainan kulit (dermatosis) tidak
ada
Status Neuroligus : Normal

- Gerakan normal, kekuatan


otot motoric 4
- Reflex fisiologis normal
- Klonus dan tonus normal
- Tidak ada gerakan yang
tidak terkontrol
- Reflex patologis (-)
b. Bagaimana mekanisme abnormal pada pemeriksaan fisik? (lalak, novi,
jundi)

6. Cara diagnosis (jabek, della, alda

7. DD? (kak amar, nanik)

Marasmus-
Gejala Kasus Marasmus Kwashiorkor
kwashiorkor

Tampak kurus + + - -

Rambut tipis
mudah di - + + +
lepas
Infeksi
- + + +
berulang
Iga gambang
- + - +
Dan edema
Abdomen
- + - -
cekung
Baggy pants - + - -

Penurunan BB + + + -

8. PP? (Rizky, lalak)

9. WD? (jundi, novi)

10. Talak? (dellak, alda, umik)

11. Komplikasi? (lalak, novi)

12. Prognosis? (umik, kak amar)

13. KDU? (rizky)


14. NNI? (Nanik)

Jawaban:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,
yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya. Dan kewajiban
ayah member makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang
ma’ruf.Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar
kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena
anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun
berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua
tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak
ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh
orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan
pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan
ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs Al
Baqarah (2) : 233).
SUMBER

Suririnah, 2009. Buku pintar kehamilan dan persalinan. Jakarta : PT.Gramedia


Pustaka Utama.

WHO. 2005. How to Prepare Powdered Infant Formula in Care Settings


http://www.who.int/foodsafety/publications/micro/PIF_Care_en.pdf

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Petunjuk Teknis Penggunaan Buku Kesehatan


Ibu Dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI. Hal 69-72.

Soetjiningsih, Ranuh G. 2013.Tumbuh kembanganak. Edisikedua. Jakarta: ECG. .