Anda di halaman 1dari 7

PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN DEWASA 1 DI

MASYARAKAT PADA SISTEM ENDOKRIN DENGAN


PASIEN DIABETES MELITUS

“Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon”

DISUSUN OLEH :

AGHNIA NUR ZIYAN

1811020059

KEPERAWATAN S1

IV A

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN S1

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO


Tanda & Gejala :
LAPORAN PENDAHULUAN Etiologi
1. Sering buang air kecil
DM Tipe 2 disebabkan oleh kombinasi faktor genetik 2. Haus berlebihan
American Diabetes Association mendefinisikan DM sebagai yang berhubungan dengan gangguan sekresi insulin, 3. Gangguan pola tidur
resistensi insulin dan faktor lingkunan seperti obesitas, 4. Berat badan turun drastic
suatu kelompok penyakit metabolisme dengan karakteristik
makan berlebihan, kurang olahraga, stress dan penuaan. 5. Sering lapar
hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin (Kaku 2010). 6. Luka sulit sembuh
ataupun keduanya (ADA 2014). 7. Keletihan danmudah tersinggung
8. Pandangan kabur
Pemeriksaan Penunjang 9. Kesemutan/mati rasa
Fokus Pengkajian
1. Tes HbA1C
1. Status kesehatan saat ini. 2. Tes gula darah puasa
2. Status kesehatan masalalu. 3. Tes gula darah sewaktu Patofisiologi
a. Penyakit yang pernah dialami. 4. Tes toleransi gula darah oral Pada DMTipe 2 ada dua mekanisme patofisologi utama yakni :
b. Pernah dirawat.
disfungsi sel βpankreas dan resistensi insulin
c. Alergi
(Holt,2004;Kaku,2010;Ozougwu,2013). Disfungsi sel βpankreas akan
d. Kebiasaan (merokok, kopi, alcohol, dll).
Penatalaksaan mengganggu sekresi insulin sehingga penurunan glukosa darah
3. Riwayat penyakit keluarga.
terganggu (Holt,2004; Kaku,2010).Meskipun mekanisme yang
1. Edukasi mendasari disfungsi sel βpankreas belum sepenuhnya diketahui
2. Terapi nutrisi medis namun diduga disebabkan oleh multifaktorial seperti faktor genetik,
Diagnosa keperawatan 3. Latihan jasmani faktor lingkungan (malnutrisidan obesitas) dan gangguan metabolik
4. Terapi farmakologis (resistensi insulin dan lipotoksisitas) (Holt,2004; D’adamo,2014).
1. Intoleransi aktifitas.
5. Individualis terapi
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
6. Monitoring
kebutuhan.
3. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan. (PB Perkeni)
4. Resiko kekurangan volume cairan.
5. Gangguan pola tidur.
6. Resiko infeksi. Intervensi keperawatan

1. Monitor/catat pola tidur pasien dan jumlah jam tidur.


2. Bantu untuk menghilangkan situasi stress sebelum tidur.
3. Ajarkan pasien dan orang terdekat mengenai faktor yang berkontribusi terjadinya gangguan pola tidur.
4. Anjurkan pasien untuk menghindari makanan sebelum tidur dan minuman yang mengganggu tidur.
PATHWAY
DIABETES MELITUS TIPE II

Glukoneogenesis Penggunaan glukosa Pankreas berhenti Komplikasi microvaskuler


otot & hati memproduksi insulin

Retinopati Nefropati Neoropati


Glukosa intra sel Peningkatan
metabolisme Produksi glukosa hati Hiperglikemia
protein
Pembentukan ATP Parastesia, Sesibilitas
Keseimbangan Glukosuria
terganggu Nyeri, Suhu Menurun
kalori
Cadangan lemak & protein

Lemah Diuresis osmotik


Polofagi Resiko infeksi
BB menurun
Polidipisi
Dehidrasi
Intoleransi aktifitas Ketidakseimbangan
Ketidakseimbangan Poliuria
nutrisi lebih dari Resistensi
nutrisi kurang dari
kebutuhan Resiko urin
kebutuhan
Gangguan kekurangan
pola tidur volume cairan
Obesitas, gaya hidup,
usia, riwayat penyakit
keluarga, pola makan.
FORMAT ASKEP SINGKAT

Nama Mahasiswa : Aghnia Nur Ziyan

NIM : 1811020059

Kasus : Diabetes Melitus (Sistem Endokrin)

Deskripsi Ny. W usia 46 tahun yang tamat pendidikan SMP dan bekerja
kasus/rangkuman sebagai buruh tani dari Desa Tanjung Anom Kecamatan
pengkajian : Pasaleman datang ke Pkm. Pasaleman dengan riwayat penyakit
diabetes melitus. Pasien mengeluh sering BAK dan
kesemutan/kram terutama malam hari. Pasien pun mengatakan ia
terkadang mual, kembung, dan susah tidur. Pasien mengatakan
bahwa ia pernah meminum obat glibenclamide, dexamethasone,
dan paracetamol. Pasien nampak cemas, membran mukosa kering,
berkeringat, dengan hasil pemeriksaan fisik yaitu TD : 140/90
mmHg, P : 25 x/menit, S : 36°C, dan N : 85 x/menit. Pola BAK
yaitu 20 x/hari, vol.3 ml/hari. Hasil laboratorium pemeriksaan
GDS : 800 mg/dL dengan BB : 50 kg dan TB : 149 cm. Dari
pengukuran IMT di dapat hasil yaitu :
BMI = BB (kg) / TB (m)²
= 50 kg / 2,2 m²
= 22, 7 (berat badan normal)

Diagnose utama : Ds : Pasien pun mengatakan ia terkadang mual, kembung, dan


susah tidur.
Do : Pasien nampak cemas, membran mukosa kering, berkeringat,
dengan hasil pemeriksaan fisik yaitu TD : 140/90 mmHg, P : 25
x/menit, S : 36°C, dan N : 85 x/menit.
Dx : Gangguan pola tidur.
Intervensi : Outcome :
Tidur
Tingkat Kelelahan
1. Pasien mampu mengatur pola tidur.
2. Pasien mampu meningkatkan kualitas tidur.
Intervensi :
1. Monitor/catat pola tidur pasien dan jumlah jam tidur.
2. Bantu untuk menghilangkan situasi stress sebelum tidur.
3. Ajarkan pasien dan orang terdekat mengenai faktor yang
berkontribusi terjadinya gangguan pola tidur.
4. Anjurkan pasien untuk menghindari makanan sebelum tidur
dan minuman yang mengganggu tidur.
Tindakan prioritas : Ajarkan pasien dan orang terdekat mengenai faktor yang
berkontribusi terjadinya gangguan pola tidur.
Evalusi : Pasien dan keluarga pasien dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan tentang faktor yang berkontribusi terjadinya gangguan
pola tidur. Masalah teratasi sebagian dan lanjut tahap selanjutnya.

Dalam Pengawasan Perawat

(Muayati, Amd.Kep)
FORMAT PENILAIAN ASKEP

NO Komponen Penilaian Skore


.
1 Laporan Pendahuluan
Kelengkapan dalam pembuatan laopran
pendahuluan (definisi, Etiologi, Tanda
gejala, Patofisiologi, Pathway, Pemeriksaan
penunjang, Penatalaksanaan, focus
pengkajian, diagnose keperawatan yang
mungkin muncul, rencana tindakan)
 
2 Pengkajian
Deskripsi kasus lengkap (format SBA, data
anamesa, pemeriksaan fisik dan penunjang
lengkap)
 
3 Diagnosa
Ketepatan dalam diagnose keperawatan
 
4 Intervensi
Ketepatan dalam penyususnan tujuan dan
kriteria hasil (NOC), ketepatan dalam
menyusun intervensi keperawatan (NIC),
terdapat intervensi observasi, mandiri,
edukasi dan
kolaborasi (ONEC)  
5 Implementasi
Prioritas tindakan tepat
 
6 Evaluasi
Dalam evalausi terdapat data subjektif dan
objektif yang jelas, melakukan analisis
dengan tepat dan menuliskan rencana
tindakan selanjutnya
 
Rerata  

Skoring

Unsatisfactory = Skor < 70

Satisfactory = Skor 70-80

Good = Skor 80-100


Format Student Oral Case

Analisis Nama Mahasiswa : Aghnia Nur Ziyan

NIM : 1811020059

Keterangan :

1. Tidak mampu 3. Cukup mampu

2. Kurang mampu 4. Mampu

Bobot Bobot
Bobo
No Poin Penilaian x Nilai
t
1 2 3 4
1 Review Kasus Secara Umum          
Kemampuan mahasiswa dalam menyusun peta konsep
dan menjelaskan hubungan antara diagnosis dengan 25
kondisi lainnya seperti etiologi, faktor risiko dan faktor
predisposisi.          
2 Patofisiologi dan Patogenesis          
Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan setiap
mekanisme terjadinya suatu penyakit yang ditandai
dengan timbulnya berbagai gejala dan tanda penyakit 20
serta kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan
perubahan berbagai struktur tubuh yang ditunjukkan
dengan berbagai pemeriksaan penunjang.
         
3 Diagnosis          
Kemampuan mahasiswa dalam membuat diagnosis
15
keperawatan
yang rasional didukung dengan data-data yang lengkap.          
4 Manajemen atau Penatalaksanaan          
Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan berbagai
jenis intervensi keperawatan dengan menerapkan
berbagai ilmu-ilmu dasar., dan kemampuan dalam 20
menjelaskan terapi yang ditetapkan dokter baik yang
bersifat promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif.          
5 Komplikasi          
Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan berbagai
10
komplikasi
yang mungkin terjadi pada pasien.          
6 Prognosis          
Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan prognosis 10
dari penyakit pasien.          
Jumlah 100          
………………………….

Nilai = (Jumlah nilai)/4 Pembimbing Akademik

( )