Anda di halaman 1dari 12

-0 -

Persiapan
Pemandu hendaknya menyiapkan diri dengan baik dan berpakaian yang pantas untuk ibadat. Demikian juga anggota
keluarga yang turut berpartisipasi dalam ibadat tersebut.
Ruangan ditata dengan baik, dengan Salib dan dua lilin yang mengapitinya di atas meja yang dirias dengan rapi.
Keheningan hendaknya dijaga agar yang hadir bisa masuk dalam suasana doa.
Ketika hendak memulai ibadat, Pemandu/Pengantar berkata : "Penolong kita ialah Tuhan", lalu yang lain menyahut :
"yang menjadikan langit dan bumi."

Ritus Pembuka

Lagu Pembuka Berdiri


1. Roh Kudus tamu hatiku, cinta Allah yang abadi
Nyalakan dalam bathinku, api cinta yang ilahi
2. Sudilah Kau perbarui, hati seluruh umatMu
Agar berubah kiranya, wajah bumi kami ini
3. Berikan kami rakhmatMu, agar hidup rukun damai
Tak gentar menjadi saksi, cinta serta kebenaran

Tanda Salib & Salam


P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin
P. Semoga kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus
beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

Kata Pembuka
Saudara/i terkasih dalam Kristus.
Hari ini adalah Hari Raya Pentakosta. Kita menerima Roh Kudus. Roh Kudus yang dicurahkan
kepada para rasul di hari Pentakosta adalah bukti yang meyakinkan tentang peranan Roh Kudus
dalam kehidupan dan kegiatan gereja. Kita bergembira dan bersyukur atas anugerah Allah yang
amat mengagumkan bahwa Roh Kudus, Roh Allah Bapa dan Putra menyatukan kita sekalian ke
dalam lingkaran kesatuan ilahi.
Marilah kita merayakan misteri Pentakosta ini, membuka hati untuk bertemu dengan Tuhan dan
mendengarkan sabda-Nya dalam kekuatan Roh Kudus yang pada saat ini pun hadir di tengah-
tengah kita.

-1 -
Tobat Dan Permohonan Ampun
P. Saudara/i terkasih marilah kita mengakui dan menyesali bahwa kita telah berdosa supaya
siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.
(Hening sejenak)
I Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengutus Roh Kudus, pemberi hidup GerejaMu.
Tuhan kasihanilah kami
U Tuhan kasihanilah kami
I Engkau mengutus Roh Kudus, untuk memberikan kuasa mengampuni dosa kepada GerjaMu.
Kristus kasihanilah kami
U Kristus kasihanilah kami
I Engkau mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran, untuk memberikan kesaksian tentang diriMu.
Tuhan kasihanilah kami
U Tuhan kasihanilah kami

Dengan tangan terkatup P memohonkan absolusi dengan berkata:


P Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita.
Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan
damai sejahtera kepada kita ......
U Amin.

Madah Kemuliaan
P Kemuliaan kepada Allah di surga
U Dan dami di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P Kami memuji Dikau,
U Kami meluhurkan Dikau.
P Kami menyembah Dikau,
U Kami memuliakan Dikau.
P Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U Karena hanya Engkaulah kudus.
P Hanya Engkaulah Tuhan.
U Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P Bersama dengan Roh Kudus,
U dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

-2 -
Doa Pembuka
P. Marilah Kita Berdoa.
Ya Allah, dengan perayaan meriah ini Engkau menguduskan seluruh Gereja-Mu di setiap
suku dan bangsa. Curahkanlah karunia-karunia Roh Kudus atas seluruh muka bumi, dan
perbaharuilah kini melalui hati kaum beriman, karya-karya agung yang telah Engkau
kerjakan pada awal pemberitaan Injil. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu Tuhan
kami yang hidup da berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, hidup
dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.

Liturgi Sabda

P. Saudara sekalian, Tuhan bersabda. “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-
Ku, di situ Aku hadir di tangah-tengah mereka “Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita
hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita.

Bacaan Pertama : Kisah 2 : 1 – 11 Duduk


Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang yang percaya akan Yesus berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh
rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api
bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh
Kudus. Lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamkan oleh
Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.
Waktu itu di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah
kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena
masing-masing mendengar rasul-rasul itu berbicara dalam bahasa mereka. Mereka semua
tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah semua yang berbicara itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri,
yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita? Kita orang Partia, Media, Elam, kita penduduk
Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus, dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-
daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang Roma, baik orang Yahudi
maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab; kita semua mendengar mereka
berbicara dalam bahasa kita sendiri, tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh
Allah.
Demikianlah sabda Tuhan.

-3 -
Mazmur Tanggapan : Mazmur 104:1ab.24ac-30.31.34
Reff : Utuslah Rohmu ya Tuhan dan jadi baru seluruh muka bumi.

1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar! Betapa banyak perbuatan-
Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-
Mu.
2. Biarlah kemuliaan Tuhan tetap untuk selama-lamanya, biarlah Tuhan bersukacita karena
perbuatan-perbuatan-Nya! Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku
hendak bersukacita karena Tuhan.
3. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil
roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim roh-
Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Alleluia/Bait Pengantar Injil (Bila tidak dinyanyikan, dilewatkan saja) Berdiri


P 1 2 3 1 . 2 3 2 1 6 . 5 . 1 2 3 2 1 1 . //
Al- le- lu - ia, Al – le-lu-ya, Al- le – lu – ya.
U Alleluia, Alleluya, Alleluya
1 23 3 . . . . . 2 3 1.’
P Da-tang- lah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum ber- i- man
3 . . . . . 1 2 3 2 1 1 . //
dan nyalakanlah api cintaMu di dalam ha- ti me- re - ka
U Alleluia, Alleluya, Alleluya

Bacaan Injil : Yohanes 20 : 19 – 23


P Semoga Tuhan beserta kita
U Sekarang dan selama-lamanya
P Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
U Dimuliakanlah Tuhan

Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-
murid Yesus di satu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada
orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan
berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan
tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka
melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi, "Damai sejahtera bagi kamu!" Sama seperti Bapa mengutus
Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Yesus
menghembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa
orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya
tetap ada."

-4 -
P Demikianlah Injil Tuhan
U Terpujilah Kristus

Renungan Singkat Duduk


Saudara/i yang terkasih dalam Kristus.
Roh Kudus merupakan Pribadi Ketiga dari Tritunggal Mahakudus, yang hidup bersama Bapa dan
Yesus Sang Putra. Roh Kudus merupakan Roh Allah yang menolong, memimpin, menghibur, dan
menjadi Teman Yang Setia dalam seluruh karya pewartaan gereja. Roh Kudus menuntun umat
Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung
antara umat Kristiani dengan Allah. Roh kudus itu tinggal di dalam diri setiap orang Kristen sejati.
Sebab setiap tubuh orang Kristen adalah Bait Suci tempat tinggal Roh. Rasul Paulus mengajarkan
bahwa Roh yang tinggal dalam diri manusia itu harus memampukan seorang pengikut Kristus
untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengandung dorongan Roh, yakni kasih, sukacita,
damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan
penguasaan diri. Konsili Vatikan II mengajak kita agar senantiasa terbuka terhadap Roh Kudus
dengan segala karunia-Nya. Karena hanya dengan bimbingan Roh Kudus, kita mampu menjadi
pribadi yang rendah hati dan terbuka terhadap semua orang, mau melayani Gereja / jemaat
dengan penuh kasih tanpa pamrih, taat pada hierarki dan memelihara kesatuan dan kerukunan
dengan semua umat beriman dalam Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
Saudara-Saudari.
Pada hari ini kita merayakan Hari Raya Pentakosta, hari raya mengenangkan peristiwa turunnya
Roh Kudus atas Gereja Muda, yakni para Rasul dan Bunda Maria yang tekun dan setia dalam doa
menantikan janji Kristus akan hadirnya sang penolong. Penginjil Yohanes mencatat bahwa janji
itu diberikan Yesus pada saat malam perjamuan terakhir. Pada waktu itu Yesus berjanji untuk
mengutus Roh Kudus yang mengajarkan kebenaran dan mengingatkan para murid akan
kebenaran-kebenaran ajaranNya. Roh Kudus akan memampukan jemaat semakin mengenal
Kristus dan memberikan kekuatan bagi mereka untuk mewartakan ajaranNya.
Janji Yesus ini terpenuhi setelah sepuluh hari Ia naik ke surga atau 50 hari setelah peristiwa
Paskah. Penulis Kisah Para Rasul mencatat bahwa Ketika tiba hari Pentakosta, turunlah dari
langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah dimana para murid
berkumpul. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap
pada diri mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Roh Kudus
memampukan mereka untuk berkata-kata dalam banyak bahasa, sehingga membuat banyak
orang yang menyaksikan peristiwa itu menjadi keheranan. Roh yang sama juga yang
memberanikan 3.000 jiwa yang tergabung dalam persekutuan Gereja Muda, untuk mewartakan
Sabda Allah kepada segala bangsa, bukan hanya kepada bangsa Israel saja, sehingga nama Yesus
dikenal di seluruh dunia. Gereja meyakini dalam iman bahwa Roh Kudus yang sama akan
senantiasa membimbing dan menuntun karya perutusan Gereja hingga keabadian.
Bagi kita umat beriman, Hari Raya Pentakosta merupakan hari yang sangat bermakna, bersejarah
dan membahagiakan. Pada hari ini kita diajak untuk mengenangkan dan merfleksikan kembali
dimulainya sejarah kehidupan gereja di bawah bimbingan Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus sungguh

-5 -
luarbiasa. Ia menggerakan dan membimbing hati banyak orang untuk berjuang mendirikan
Gereja Kristus di atas dunia. Roh yang sama yang menghantar banyak orang untuk berjuang
demi kebenaran dan kecintaan pada Tuhan.
Perayaan hari ini hendaknya menjadikan kita sebagai Manusia Pentakosta, sebab hanya Manusia
Pentakosta saja yang dapat berjalan dalam bimbingan Roh. Menjadi Manusia Pentakosta berarti:
Pertama,menjadi manusia yang hidup dalam bimbingan Roh, bukan hidup menurut keinginan
daging. Salah satu cara hidup yang menguatkan kehidupan para murid adalah hidup dalam
bimbingan Roh. Hidup menurut bimbingan Roh berarti hidup menurut perintah dan kehendak
Tuhan dengan menjadikan cinta kasih, kekudusan, keadilan dan kebenaran sebagai nilai-nilai
utama yang harus diamalkan dan diperjuangkan dalam hidup. Santo Paulus dalam suratnya
kepada jemaat di Roma menegaskan bahwa model kehidupan yang demikian merupakan
model kehidupan yang dijiwai Roh Kudus yang menghidupkan jemaat sekaligus mengangkat
mereka menjadi anak-anak Allah. Sedangkan hidup menurut keinginan daging merupakan
model kehidupan yang tidak berkenan pada Allah, karena mendasarkan kehidupan pada
semangat ingat diri, suka menang sendiri, hawa nafsu, percabulan, sihir, penyembahan
berhala, percekcokan, iri hati, amarah serta pelbagai tindakan jahat lainnya yang menjauhkan
manusia dari kebenaran kasih Allah yang menyelamatkan. Model kehidupan yang demikian
yang harus dihindari oleh Manusia Pentakosta.
Kedua, menjadi manusia yang senantiasa mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan merupakan
syarat mutlak yang harus dipegang teguh dan dijalankan oleh setiap orang yang menyatakan
dirinya sebagai pengikut Kristus. Kata-kata Yesus: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan
menuruti segala perintahKu”, merupakan suatu perintah tegas yang harus diindahkan oleh
setiap orang yang menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus. Hal itu berarti bahwa para
murid harus mampu menggunakan kasih kepada Allah sebagai senjata ampuh untuk
mengalahkan segala kuasa kejahatan di atas dunia sebab dengan mengasihi Allah kita pasti
mengasihi sesama yang ada di sekitar kita. Mengasihi Allah berarti hidup menurut perintah
dan kehendakNya, bukan hidup menurut keinginan diri sendiri. Agar supaya perwujudan kasih
itu tidak berjalan keliru, Allah telah mengutus RohNya ke tengah dunia dan ke dalam hati kita
untuk membimbing dan mengarahkan kita kepada kebenaran.
Saudara/i yang terkasih dalam Kristus.
Panggilan hidup kita di atas dunia sebagai warga Gereja merupakan panggilan untuk menjadi
Manusia Pentakosta yang selalu hidup dalam bimbingan Roh Kudus. Panggilan itu sangat sulit
untuk diwujudkan karena ada banyak kenikmatan yang dItawarkan dunia, yang seringkali
membuat kita tidak setia pada tuntuan Roh. Bagi kita umat beriman, tuntunan Roh itu hanya
bisa terjadi apabila kita membangun kedekatan dengan Yesus Kristus dalam doa, Ekaristi dan
karya cinta kasih. Karena itu kita harus sungguh-sungguh hidup dalam kuasa Roh Kudus, dengan
menjauhkan segala kecenderungan duniawi kita yang tidak benar, sebab hanya melalui tuntunan
Roh Kudus, Kristus dapat meraja dalam hati kita dan menjadikan kita sebagai pribadi yang setia,
taat dan beriman kepadaNya. Selamat Hari Raya Pentakosta dan semoga kita mampu menjadi
Manusia Pentakosta yang selalu di semangat oleh Roh Kudus. Semoga. Amin.
Hening Sejenak….

-6 -
Syahadat Berdiri
P Saudara sekalian, marilah menanggapi Sabda Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.
P+U Aku Percaya ......

Doa Umat
P Saudara/i terkasih, Bapa di surga telah mencurahkan Roh-Nya untuk meneguhkan
perjalanan hidup kita. Berkat dorongan Roh Kudus, kita berani menyampaikan doa-doa
kepada Bapa:
1. Bagi para pemimpin Gereja
Semoga berkat bantuan Roh Kudus, mereka melaksanakan tugas pengudusan melalui
perayaan-perayaan liturgi yang baik dan benar, serta melayani umat Allah dengan penuh
semangat cinta kasih. Marilah kita mohon …...
2. Bagi para pemimpin negara
Semoga Roh Kudus menerangi hati dan budi mereka, agar demi kesejahteraan orang
banyak, mereka melakukan tugas dan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.
Marilah kita Mohon ...…
3. Bagi orang yang tidak mengenal Kristus
Semoga berkat keteladanan hidup para pengikut Kristus, Roh Kudus menggerakkan hati
banyak orang yang belum mengenal Kristus, agar Kerajaan Allah semakin berkembang di
tengah masyarakat. Marilah kita mohon ...…
4. Bagi Para Korban Pandemi Covid 19 dan Segala Upaya Menghadapinya
Semoga mereka yang sedang menderita dikuatkan dan disembuhkan, yang meninggal
memperoleh kebahagiaan, dan aneka upaya pemerintah, para medis, para peneliti dan
semua pihak yang bekerja untuk mengatasi persoalan pandemi covid 19 ini, mendapat
perlindungan dan berkat Tuhan. Kami Mohon ...…
5. Bagi para dokter, perawat, relawan, dan pemerintah yang berada di garis depan
penanganan covid 19
Ya Bapa, pandanglah dengan rela, para dokter, perawat, relawan, dan pemerintah yang
bahu-membahu dalam menangani merebaknya wabah ini. Semoga cinta Kristus dan
Bunda Maria senantiasa melindungi mereka dari segala mara bahaya dan tetap memiliki
semangat untuk memperjuangkan kemanusiaan dalam tugas dan panggilannya. Marilah
kita mohon ......
6. Bagi kita yang hadir di sini
Semoga peristiwa pentakosta ini mengilhami kami untuk berbicara dengan cinta kasih
sehingga mudah dimengerti oleh setiap orang dan berkenan di hati mereka. Marilah kita
mohon ......

P Ya Allah Bapa kami, Engkau mengabulkan doa-doa kami yang kami yang kami sampaikan
kepada-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami ......
U Amin.

-7 -
Doa Pujian
P Saudara/i terkasih,
Allah Bapa yang mahakuasa telah mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Maka marilah kita
memuji Dia dengan berseru :
5 . . . 6 6 ’ 6 . . . 5 . 5 //
U Terpujilah Allah Roh Ku-dus yang mengobarkan iman ki - ta.
P Ya Allah, pada awal kelahiran Gereja, Engkau mengutus Roh Kudus kepada para rasul
dalam rupa lidah-lidah api. Roh Kudus yang sama Engkau berikan kepada kami, supaya
pada kami pun giat mewartakan Kabar Gembira seperti para rasul. Maka kami memuji
Engkau :
U Terpujilah Allah Roh Kudus yang mengobarkan iman kita.
P Karena kekuatan Roh Kudus itu, kami mampu memuliakan Engkau dan menjawab cinta
kasih-Mu. Maka kami memuji Engkau :
U Terpujilah Allah Roh Kudus yang mengobarkan iman kita.
P Di dalam Roh Kudus, kami telah Engkau angkat menjadi putra-putri-Mu sehingga kami
menjadi saudara satu sama lain dan pantas menyebut Engkau, Abba, Bapa. Maka kami
memuji Engkau :
U Terpujilah Allah Roh Kudus yang mengobarkan iman kita.
P Dengan Roh Kudus-Mu, Engkau menguatkan yang lemah, mengangkat yang terjatuh,
menyemangati kami yang letih-lesu dan berbeban berat, menyegarkan yang haus,
menggairahkan yang malas dan melunakkan hati yang keras. Maka kami memuji Engkau :
U Terpujilah Allah Roh Kudus yang mengobarkan iman kita.
P Maka, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Fransiskus,
Bapa Uskup Vinsentius dan Pastor Paroki kami ........, dan dan Pastor Rekan kami .........,
dalam semangat yang dikobarkan oleh Roh Kudus-Mu, kami melambungkan madah pujian
bagi-Mu dengan berseru:

Umat menyanyikan lagu Pujian : Madah Bakti no. 201 (Madah Bakti Lama)
Refren : Kami memuji, kami menyembah
Hormat dan pujian kepada Allah
Bapa, Putra dan Roh Kudus
1. Segala makhluk memuji Tuhan, Allah pencipta selamanya - Refren
2. Ya Tuhan Putra Mahatinggi, Yesus Putra Tunggal Allah - Refren
3. Hormat bagi Allah Roh Kudus, dalam kemuliaan Bapa - Refren

-8 -
komuni kerinduan

Bapa Kami Berdiri


P Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
P + U Bapa kami yang ada di surga ……

Komuni Batin
P Saudara-saudari terkasih,
Yesus bersabda: “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan
kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak
dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian
juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
Oleh karena itu, marilah kita duduk dalam keheningan untuk menyatukan diri dengan
Tuhan yang kini hadir bersama kita. Berbicaralah dari hati ke hati dengan berdoa
bersama:

Doa Komuni Batin (Santo Alfonsus de Liguori)


P+U Yesusku, aku percaya Engkau hadir di Sakramen Maha Kudus.
Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu
dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku
karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,
maka datanglah ya Tuhan,
sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,
meskipun Engkau selalu telah datang.
Aku memeluk-Mu dan ingin mempersatukan seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu
dan jangan izinkan aku terpisah dari-Mu. Amin.

Doa Untuk Pembebasan Dari Pandemi Covid 19


P Bapa yang Mahakuasa dan Kekal, daripadamulah seluruh alam semesta ini menerima
energi dan kehidupan, kami datang kepada-Mu memohon belas kasihan, karena saat ini
kami masih hidup sebagai manusia yang rapuh dalam menghadapi epidemi virus baru.
U Kami percaya Engkaulah yang menentukan arah perjalanan sejarah manusia dan cinta-
Mu dapat mengubah kami menjadi lebih baik, apapun kondisi manusia.
P Inilah mengapa kami mempercayakan saudara/saudari kami yang saat ini sedang sakit
dan keluarga mereka kepada-Mu; untuk misteri Paskah membawa keselamatan dan
kelegaan bagi tubuh dan jiwa mereka.
U Bantulah setiap anggota masyarakat dalam melakukan pekerjaan mereka dengan
memperkuat semangat solidaritas satu sama lainnya. Kuatkanlah dokter dan pekerja
medis, pendidik dan pekerja sosial dalam melaksanakan tugas mereka.

-9 -
P Engkaulah yang memberikan kenyamanan ketika kami lelah dan dukungan ketika kami
lemah, dengan perantaraan Perawan Maria, jauhkan kami dari segala cobaan.
U Bebaskan kami dari epidemi yang terjadi saat ini dan biarlah kami dapat kembali
melanjutkan pekerjaan kami seperti sediakala dengan tenang dan memuji-Mu serta
berterima kasih dengan hati yang terbarukan. Kami percaya dan memohon kepada-Mu
dalam nama Kristus Tuhan kami. Amin.

Ritus Penutup

Amanat Pengutusan Duduk


Saudara-saudari,
Roh Kudus adalah kekuatan Allah yang siap mendampingi da membantu Gereja, yang telah
didirikan oleh Yesus Kristus. Gereja hadir di sini. Percayalah bahwa kita tidak dapat hidup hanya
dengan mengandalkan kekuatan sendiri, sebab Roh Kudus selalu ada bersama kita. Oleh karena
itu, marilah kita selalu membuka hati bagi karya Roh dalam diri kita.

Doa Penutup Berdiri


P Marilah kita berdoa
Ya Allah, Engkau telah melimpahkan karunia surgawi kepada Gereja-Mu. Jagalah rahmat
yang telah Engkau berikan, agar anugerah Roh Kudus selalu tumbuh subur dan santapan
rohani ini menguatkan kami untuk hidup kekal, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami .....
U Amin.

Mohon Berkat Tuhan


P Saudara/i terkasih, sebelum mengakhiri ibadat ini marilah kita menundukkan kepada dan
memohon berkat Tuhan.
Hening sejenak.

P Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke
hidup yang kekal.
Sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri.
Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.
P Saudara sekalian, Ibadat Sabda Hari Raya Pentakosta sudah selesai. Alleluia.
U Syukur kepada Allah, Alleluia.

- 10 -
Pengutusan
P Marilah pergi! Kita diutus Tuhan untuk mewartakan Kabar Gembira bagi banyak orang.
U Amin.

Lagu Penutup Madah Bakti no. 455


1. Sesudah dirimu dis’lamatkan
Cahaya hatimu jadi terang
Tujuan hidupmu jadi nyata
2. Setelah dirimu kau tinggalkan
Kehidupan baru kau dapatkan Jadilah Saksi Kristus
Api cinta Kristus kau kobarkan
3. Di saat hatimu jadi hampa
Tiada hasratmu dalam karya
Tiada harapan kan berjuang

- 11 -