Anda di halaman 1dari 94

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS AGREGAT IBU HAMIL

DI RW 1 KELURAHAN KUNCEN LAMA


KECAMATAN UNGARAN BARAT
KABUPATEN SEMARANG
(18 November - 05 Januari 2020)

KELOMPOK 6
1. DIRYANTO BASTIAN DOMINGGUS (071191010)
2. RISDIANTO (071191040)
3. DYAH TRI UTAMI (071191005)
4. CHRISTIN YULIANI BOMBING
(071191011)
5. INDAH RETNOWATI (071191058)
6. THALIA FLORENCIA DA COSTA CABRAL
(071191014)
7. RISKA NOVI ASAFITRI
(071191032)
8. ZAHRA NUR HANIFA (071191031)
9. ADE ILA WAHYU NUR’AINI (071191012)
10. IKA WAHYU PRIHATININGSIH
(071191029)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2019
11.
BAB I
A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu keadaan dimana seorang wanita yang
didalam rahimnya terdapat embrio atau fetus.Kehamilan dimulai pada saat
masa konsepsi hingga lahirnya janin, dan lamanya kehamilan dimulai dari
ovulasi hingga partus yang diperkirakan sekitar 40minggu dan tidak
melebihi 43 minggu (Kuswanti, 2014).Jumlah ibu hamil di Indonesia pada
tahun 2017 tercatat sekitar 5.324.562 jiwa.Sedangkan di Jawa Tengah,
jumlah ibu hamil mencapai 590.984 jiwa.
Salah satu upaya dalam mendukung kesehatan di Indonesia
diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak,
terutama pada kelompok yang paling retan kesehatan, seperti ibu hamil,
bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Upaya kesehatan pada ibu hamil
bertujuan untuk mencapai kualitas hidup ibu setelah melahirkan. Kulaitas
hidup ibu akan tercapai bila ada kepuasan ibu akan kesehatan ibu dan
bayinya (Kemenkes RI, 2018).
Kondisi kesehatan calon ibu pada masa awal kehamilan akan
mempengaruhi tingkat keberhasilan kehamilan serta kondisi status
kesehatan calon bayi yang masih didalam rahim maupun yang sudah lahir,
sehingga disarankan agar calon ibu dapat menjaga perilaku hidup sehat
dan menghindari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kondisi calon
ibu pada masa kehamilan (Johnson, 2016).
Ibu hamil dan keluargamya tidak semuanya mendapat pendidikan
dan konseling kesehatan yang memadai tetang kesehatan reproduksi,
terutama tentang kehamilan dan upaya untuk menjaga agar keahamilan
tetap sehat dan berkualitas. Kunjungan antenatal memberi kesempatan
bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan esensial
bagi ibu hamil dan keluarganya termasuk rencana persalinan dan cara
merawat bayi (Ssarwono,2008).
Ibu hamil seharusnya mempunyai pengetahuan tentang perubahan
tubuh selama kehamilan, keluan umum dan penanganannya, pemeriksaan
wajib selama kehamilan, pengaturan gizi, perawatan saat kehamilan,
tanda-tanda persalinan dan tanda bahayanya, serta perawatan saat nifas
(Kemenkes RI, 2018).
Pemanfaatan pelayanan antenatal care oleh sejumlah ibu hamil di
Indonesia beum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Hal
ini cenderung menyulitkan tenaga kesehatan dalam melakukan pembinaan
pemeliharaan kesehatan ibu hamil secara teratur dan menyeluruh,
termasuk deteksi dini terhadap faktor resiko kehamilan yang penting untuk
segera ditangani (Depkes,2010).
Berdasarkan hasil pengkajian komunitas di RW 01 Kelurahan
Kuncen Lama, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, didapatkan
data bahwa kelas ibu hamil vakum atau belum ada kegiatan. Jumlah dari
ibu hamil di RW 01 Kuncen Lama terdapat 7 ibu hamil. Dari hasil
pengkajian didapatkan ibu hamil belum mengetahui nutrisi selama
kehamilan, lalu belum mengetahui teknik menyusui bayi.Ibu hamil juga
bekum mengikuti senam ibu hamil, serta belum berpengalaman dalam
perawatan bayi baru lahir.Dan persiapan KB setelah persalinan.Dari data
diatas muncul diagnoa keperawatan kesiapan peningkatan nutrisi, kesiapan
persalinan, ketidakefektifan pola seksual.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui latar belakang masalah kesehatan komunitas
agregat ibu hamil dengan melalui pengkajian keperawatan di RW 1
Kuncen Lama kelurahan ungaran.
2. Untuk menentukan masalah keperawatan pada komunitas agregat ibu
hamil di RW 1 Kuncen Lama kelurahan Ungaran.
3. Untuk menentukan prioritas masalah keperawatan komunitas agregat
ibu hamil di RW 1 Kuncen Lama kelurahan Ungaran.
4. Untuk menentukan intervensi keperawatan komunitas agregat ibu
hamil dengan mengacu pada 4 pilar intervensi komunitas.
5. Untuk melaksanakan implementasi dan evaluasi keperawatan pada
agregat ibu hamil di RW 1 Kuncen Lama Kelurahan Ungaran.
6. Pengaplikasian konsep teori keperawatan komunitas agregat ibu hamil
dengan melakukan kerjasama dengan pihak terkait dari proses
pengkajian sampai dengan evaluasi.

.
C. Pengorganisasian Tindakan
Pengorganisasian pelaksanaan program "IBU HAMIL” di RW 1 Kuncven
Lama sebagai berikut:
Tindakan Penanganan Masalah Ibu Hamil :
a. Zahra Nur Hanifa : kurang pemahaman mengenai nutrisi pada ibu
hamil
 Crishtin Yuliani Bombing : kurang pemahaman
mengenai Psikologis pada ibu hamil
 Ade Ila Wahyu Nur'aini : kurang pemahaman
mengenai senam ibu hamil
Indah Retnowati : kurang pemahaman
mengenai tanda - tanda persalinan
Risdianto : kurang pemahaman
mengenai seksualitas selama kehamilan
Diryanto Bastian D : kurang pemahaman
mengenai ASI eeksklusf
Ika Wahyu P : Kurang pemahaman
mengenai teknik menyusui
Thalia Florencia Da Costa Cabral : Kurang pemahaman
mengenai breast care
Dyah Tri Utami : kurang pemahaman
mengenai perawatan bayi baru lahir
Riska Novi Asafitri : kurang pemahaman
mengenai program KB

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. KONSEP KEHAMILAN
1. Definisi Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai janin
lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang
dihitung dari hari pertama haid terakhir. Sedangkan secara medis
kehamilan dimulai dari proses pembuahan sel telur wanita oleh
spermatozoa dari pihak pria.
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari
spermatozoa dan ovum dilanjutkan dengan nidasi atau implementasi.
Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga bayi lahir, kehamilan normal
akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan
menurut kalender internasional (Prawirohardjo, 2008). Untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan maternal selama hamil maka
ibu dianjurkan untuk mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin
untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang disebut dengan
antenatal. (Sumarmi,2015) Kehamilan merupakan pertumbuhan dan
perkembangan dari intrauterin mulai sejak konsepsi sampai permulaan
persalinan. Setiap bulan wanita melepaskan satu sampai dua sel telur
dari induk telur (ovulasi) yang ditangkap oleh umbai-umbai (fimbrae)
dan masuk kedalam sel telur
Saat melakukan hubungan seksual, cairan sperma masuk ke
dalam vagina dan berjuta-juta sel sperma bergerak memasuki rongga
rahim lalu masuk ke dalam sel telur.Pembuahan sel telur oleh sperma
biasa terjadi dibagian yang mengembang dari tuba falopii.Pada
sekeliling sel telur banyak berkumpul sperma kemudian pada tempat
yang paling mudah untuk dimasuki, masuklah satu sel sperma dan
kemudian bersatu dengan sel telur.Peristiwa ini disebut fertilisasi.Ovum
yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak oleh
rambut getar tuba menuju ruang rahim kemudian melekat pada mukosa
rahim untuk selanjutnya bersarang diruang rahim, Peristiwa ini disebut
nidasi (implantasi).Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu
kira-kira 6-7 hari (Restyana, 2012 dalam Sumarmi, 2015).
Proses kehamilan dimulai dengan terjadinya konsepsi.
Konsepsi adalah bersatunya sel telur (ovum) dan sperma. Proses
kehamilan atau (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari
dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri
adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal
bersatunya sperma dengan telur) yang terjadi dua minggu setelahnya.
(Kamariyah dkk, 2014).
2. Tanda dan Gejala Kehamilan
a) Tanda Persuntif Kehamilan
 Amenore
Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak
dapat haid lagi. Dengan diketahuinya tanggal hari pertama haid
terakhir supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran
tanggal persalinan akan terjadi, dengan memakai rumus Neagie:
HT – 3 (bulan + 7) (Kuswanti, 2015).
 Mual Muntah
Keadaan ini biasa terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan
hingga akhir triwulan pertama. Sering terjadi pada pagi hari
disebut “morning sickness”
 Ngidam (menginginkan makanan tertentu)
Sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, akan tetapi
menghilang dengan makin tuanya kehamilan.
 Pingsan atau sinkope
Bila berada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat.Biasanya
hilang sesudah kehamilan 16 minggu.
 Payudara tegang
Disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang
duktus dan alveoli payudara (Kuswanti, 2015).
 Anoreksia Nervousa
Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia (tidak nafsu makan),
tetapi setelah itu nafsu makan muncul kembali

 Sering kencing (miksi)


Keadaan ini terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan
pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai
membesar.Pada triwulan kedua, umumnya keluhan ini hilang oleh
karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul.Pada
akhir triwulan, gejala ini bisa timbul kembali karena janin mulai
masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung
kencing.(Nugroho dkk, 2014).
 Konstipasi/Obstipasi
Ini terjadi karena tonus otot usus menurun yang disebabkan oleh
pengaruh hormon steroid yang dapat menyebabkan kesulitan
buang air besar.

b) Tanda Kemungkinan Hamil


 Perut membesar
Terjadi pembesaran abdomen secara progresif dari kehamilan 7
bulan sampai 28 minggu.Pada minggu 16-22, pertumbuhan terjadi
secara cepat di mana uterus keluar panggul dan mengisi rongga
abdomen.
 Uterus membesar
Terjadi perubahan dalam bentuk, besar dan konsistensi dalam
rahim
 Tanda Hegar
Konsistensi rahim yang menjadi lunak, terutama daerah isthmus
uteri sedemikian lunaknya, hingga kalau kita letakkan 2 jari
dalam forniks posterior dan tangan satunya pada dinding perut
atas symphysis maka isthmus ini tidak teraba seolah-olah corpus
uteri sama sekali terpisah dari serviks.
 Tanda Chadwick
Vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebirubiruan (livide)
yang disebabkan oleh adanya hipervaskularisasi. Warna porsio
juga akan tampak livide. Hal ini disebabkan oleh adanya
pengaruh hormone estrogen.

 Tanda Piscaseck
Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke
jurusan pembesaran uterus.Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila
dirangsang (Braxton hicks) Bila uterus dirangsang mudah
berkontraksi. Saat palpasi atau pemeriksaan dalam, uterus yang
awalnya lunak akan menjadi keras karena berkontraksi.
 Teraba ballotement
Pada kehamilan 16-20 minggu, dengan pemeriksaan bimanual
dapat terasa adanya benda yang melenting dalam uterus (tubuh
janin). (Kuswanti, 2014)
c) Tanda Pasti Kehamilan
 Gerakan janin dalam rahim
 Terlihat/teraba gerakan janin dan teraba bagian bagian dari
janin.
 Terdapat denyut jantung janin. Didengar dengan funduskop, alat
kardiotokografi, alat dopler. Dilihat dengan ultrasonografi.
Pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen untuk melihat
kerangka janin, ultrasonografi.
3. Klasifikasi Kehamilan
Kehamilan dibagi menjadi dua yaitu kehamilan menurut
lamanya dan kehamilan dari tuanya. Kehamilan ditinjau dari lamanya,
kehamilan dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Kehamilan premature, yaitu kehamilan antara 28-36 minggu.
b. Kehamilan mature, yaitu kehamilan antara 37-42 minggu.
c. Kehamilan postmature, yaitu kehamilan lebih dari 43 minggu.

Sedangkan kehamilan ditinjau dari tuanya kehamilan dibagi menjadi 3


pula yaitu:
a. Kehamilan trimester pertama (antara 0 sampai 12 minggu), di
mana dalam trimester pertama alat-alat mulai terbentuk.
b. Kehamilan trimester kedua (antara 12 sampai 28 minggu), di
mana dalam trimester kedua alat-alat telah terbentuk tetapi
belum sempurna dan viabilitas janin masih disangsikan.
c. Kehamilan trimester ktiga / terakhir (antara 28 sampai 40
minggu), di mana janin yang dilahirkan dalam trimester ketiga
telah viable (dapat hidup) (Kuswanti, 2014).

4. Proses Kehamilan
a. Ovum ( Sel telur)
Ovum merupakan sel terbesar pada badan manusia.
Proses pembentukan ovum disebut oogenesis, proses ini
berlangsung di dalam ovarium (indung telur). Pembentukan sel
telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di
dalam ovari fetus perempuan.Saat ovulasi, ovum keluar dari
folikel ovarium yang pecah.Ovum tidak dapat berjalan
sendiri.Kadar estrogen yang tinggi meningkatkan gerakan tuba
uterine, sehingga silia tuba dapat menangkap ovum dan
menggerakkannya sepanjang tuba menuju rongga rahim.Pada
waktu ovulasi sel telur yang telah masak dilepaskan dari
ovarium.
Dengan gerakan menyapu oleh fimbria tuba uterine, ia
ditangkap oleh infundibulum. Selanjutnya masuk ke dalam
ampula sebagai hasil gerakan silia dan konsentrasi otot. Ovum
biasanya dibuahi dalam 12 jam setelah ovulasi dan akan mati
dalam 12 jam bila tidak segera dibuahi. Hormonhormon yang
berperan dalam oogenesis antara lain pada wanita usia
reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya hipothalamus-
hipofisis-ovarium. Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH
(gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipofisis
mensekresi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH
(lutinuezing hormone). FSH dan LH menyebabkan serangkaian
proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon estrogen dan
progesteron. LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan
hormon progesteron dan merangsang ovulasi. Sedangkan
peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menstimulasi
(positif feedback, pada fase folikuler) maupun menghambat
(inhibitory/negatif feedbackpada saat fase luteal) sekresi FSH
dan LH di hipofisis atau GnRH di hipotalamus. (Kuswanti,
2015).

b. Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses
yang kompleks. Spermatoganium berasal dari sel primitive
tubulus, menjadi spermatosit pertama, menjadi spermatosit
kedua, menjadi spermatid, akhirnya spermatozoa. Pertumbuhan
spermatozoa dipengaruhi matarantai hormonal yang kompleks
dari pancaindera, hipotalamus, hipofisis dan sel interstitial
leydig sehingga spermatogonium dapat mengalami proses
mitosis. Pada setiap hubungan seksual dikeluarkan sekitar 3 cc
sperma yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap
cc. bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas kepala
(lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti), leher
(penghubung antara kepala dan ekor), ekor (penjang sekitar 10
kali kepala, mengandung energy bergerak). Sebagian besar
spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus
yang dapat mencapai tubafallopi.Spermatozoa yang masuk
kedalam alat genetalia wanita yang dapat hidup selama tiga hari,
sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.
c. Pembuahan (Fertilisasi)
Pembuahan adalah suatu proses pertemuan atau
penyatuan antara sel mani dan sel telur. Fertilisasi terjadi di tuba
fallopi, umumnya terjadi di ampula tuba, pada hari ke-11 sampai
ke-14 dalam siklus menstruasi. Saat terjadi ejakulasi, kurang
lebih 3 cc sperma dikeluarkan dari organ reproduksi pria yang
kurang lebih berisi 300 juta sperma. Ovum yang akan
dikeluarkan dari ovarium sebanyak satu setiap bulan, ditangkap
oleh fimbriae dan berjalan menuju tuba fallopi. Kadar estrogen
yang tinggi mengakibatkan meningkatnya gerakan silia tuba
untuk dapat menangkap ovum dan menggerakkannya sepanjang
tuba. Setelah menyatunya oosit dan membran sel sperma akan
dihasilkan zigot yang mempunyai kromosom diploid (44
kromosom dan 2 gonosom) dan terbentuk jenis kelamin baru
(XX untuk wanita dan XY untuk laki-laki).
Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah
pembelahan zigot selama tiga hari sampai stadium morula. Hasil
konsepsi ini tetap digerakkan kearah rongga rahim oleh arus dan
getaran rambut getar (silia) serta kontraksi tuba.
d. Implantasi
Setelah lima sampai tujuh hari setelah terjadi ovulasi
terjadi, blastosit tiba di rahim dalam keadaan siap untuk
implantasi. Produksi progesterone sedang pada
puncaknya.Progesterone merangsang pembuluh-pembuluh darah
yang sarat oksigen dan zat gizi untuk memberi pasokan pada
endometrium agar tumbuh dan siap menerima blastosit.Blastosit
mengambang bebas di dalam rahim selama beberapa hari seraya
terus berkembang dan tumbuh. Kira-kira sembilan hari setelah
pembuahan, blastosit yang kini terdiri atas beratus-ratus sel,
mulai meletakkan dirinya ke dinding rahim dengan penjuluran
serupa spons dari sel-sel trofoblast. Penjuluran-penjuluran itu
meliang ke dalam endometrium.sel-sel tersebut tumbuh menjadi
vilus korionik,yang belakangan akan berkembang menjadi
plasenta. Kemudian akan melepaskan enzim-enzim yang
menembus lapisan rahim dan menyebabkan jaringan terurai. Hal
ini menyediakan sel darah kaya gizi yang memberi makan
blastosit. Blastosit perlu waktu kira-kira 13 hari agar tertanam
dengan kuat.
e. Plasentasi
Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan
jenis plasenta. Setelah nidasi embrio ke dalam endometrium,
plasentasi dimulai.Pada manusia plasentasi berlangsung sampai
12-18 minggu setelah fertilisasi.Dalam 2 minggu pertama
perkembangan hasil konsepsi, tofoblas invasif telah melakukan
penetrasi ke pembuluh darah endometrium.Terbentuklah sinus
introfoblastik yaitu ruangan-ruangan yang berisi darah maternal
dari pembuluh-pembuluh darah yang dihancurkan.Pertumbuhan
ini berjalan terus, sehingga timbul ruangan-ruangan interviler
dimana vili korialis seolah-olah terapung-apung diantara
ruangan-ruangan tersebut sampai terbentuknya plasenta.
5. Perubahan Anatomi dan Fisiologis Kehamilan
a. Uterus
 Ukuran
Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah
30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. hal ini
memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan
janin. Pada saat ini rahim membesar akibat hioertropi dan
hiperplasi otot rahim, serabutserabut kolagennya menjadi
higroskopik dan endometrium menjadi desidua
 Berat
Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi
1000 gram pada akhir bulan (Sulistyawati, 2015).
 Posisi rahim dalam kehamilan
 Pada permulaan kehamilan, dalam posisi antefleksi atau
retrofleksi
 Pada 4 bulan kehamilan, Rahim tetap berada dalam
rongga pelvis
 Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam
pembesarannya dapat mencapai batas hati
 Pada ibu hamil, Rahim biasanya mobile, lebih mengisi
rongga abdomen kanan atau kiri (Sulistyawati, 2015).
b. Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan
pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu korpus
luteum yang dapat ditemuka di ovarium. Folikel ini akan
berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan
setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesteron
dalam jumlah yang relative minimal. Relaksin, suatu
hormon protein yang mempunyai struktur mirip dengan
insulin dan insulin like growth factor I & II, disekresikan
oleh korpus luteum, desidua, plasenta dan hati.aksi biologi
utamanya adalah dalam proses remodeling jaringan ikat
pada saluran reproduksi, yang kemudian mengakomodasi
kehamilan dan keberhasilan proses persalinan. Perannya
belum diketahui secara menyeluruh, tetapi diketahui
mempunyai efek pada perubbahan struktur biokimia serviks
dan kontraksi miometrium yang akan berimplikasi pada
kehamilan preterm.
c. Vagina dan Perineum
Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan
hiperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot di perineum
dan vulva, sehingga vagina akan terlihat berwarna
keunguan yang dikenal dengan tanda chadwick. Perubahan
ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah
jaringan ikat dan hipertropi dari sel-sel otot polos.Dinding
vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan
persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu
persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa dan
hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi sel otot
polos.Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya
dinding vagina.Papilla mukosa jugamengalami hipertrofi
dengan gambaran seperti paku sepatu. Peningkatan volume
sekresi vagina juga terjadi, dimana sekresi akan berwarna
keputihan, menebal dan pH antara 3,5-6 yang merupakan
hasil dari peningkatan produksi asam laktat glikogen yang
dihasilkan oleh epitel vagina sebagai aksi dari lactobacillus
acidophilus
d. Kulit
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan
warna menjadi kemerahan, kusan dan kadang-kadang juga
akan mengenai daerah payudara dan paha. Perubahan ini
dikenal dengan nama striae gravidarum. Pada multipara
selain striae kemerahan itu seringkali ditemukan garis
berwarna perak berkilau yang merupakan sikatrik dan striae
sebelumnya. Pada banyak perempuan kulit garis
pertengahan perutnya (linea alba) akan berubah menjadi
hitam kecoklatan yang disebut dengan linea nigra.
Kadangkadang akan muncul dengan ukuran yang bervariasi
pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau
melisma gravidarum selain itu, pada areola dan daerah
genital juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan.
Pigmentasi yang berlebihan itu biasanya akan hilang atau
sangat jauh berkurang setelah persalinan. Perubahan ini
dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah epidermal
dan dermal yang penyebab pastinya belum diketahui.
Adanya peningkatan kadar serum melanocyte stimulating
hormone pada akhir bulan kedua masih sangat diragukan
sebagai penyebabnya. Estrogen dan progesteron diketahui
mempunyai peran dalam melanogenesis dan diduga bisa
menjadi faktor pendorongnya
e. Payudara/Mamae
Mamae akan membesar dan tegang akibat hormone
somatomamotropin, estrogen, dan progesterone, akan tetapi
belum mengeluarkan ASI. Estrogen menimbulkan
hipertropi system saluran, sedangkan progesterone
menambah sel-sel asinus pada mammae.Somatomamotropin
mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan
menimbulkan perubahan dalam selsel sehingga terjadi
pembuatan kasein, laktalbumun dan laktoglobulin.Dengan
demikian mammae dipersiapkan untuk laktasi.Disamping
itu dibawah pengaruh progesterone dan somatomamotropin
terbentuk lemak sekitar alveolua-alveolus, sehingga
mammae menjadi lebih besar.
Papilla mammae akan membesar, lebih tegang dan
tambah lebih hitam, seperti seluruh areola mammae karena
hiperpigmentasi. Hipertropi kelenjar sebasea (lemak) yang
muncul di areola primer dan disebut
tuberkelmontgomery.Glandula montgomeri tampak lebih
jelas menonjol dipermukaan areola mammae.Rasa penuh,
peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di
payudara mulai timbul sejak minggu keenam
gestasi.Perubahan payudara ini adalah tanda mungkin
hamil.Sensitivitas payudara bervariasi dari rasa geli ringan
sampai nyeri tajam.Peningkatan ini suplai darah membuat
pembuluh darah dibawah kulit berdilatasi. Pembuluh darah
yang sebelumnya tidak terlihat, sekarang terlihat, seringkali
tampak sebagai jaringan biru dibawah permukaan kulit.
Kongesti vena di payudara lebih jelas terlihat pada
primigravida.Striae dapat terlihat dibagian luar payudara.
f. Sirkulasi darah ibu
Peredarah darah ibu dipengaruhi beberapa faktor, antara
lain:
 Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga
dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan
pertumbuhan janin dalam Rahim.
 Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada
sirkulasi retroplasenter
 Pengaruh hormone esterogen dan progesterone makin
meningkat
Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan
peredaran darah:
 Volume darah
Volume darah semakin meningkat dan jumlah
serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah,
sehingga terjadi pengenceran darah (hemodelusi),
dengan puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu.
Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 2530%
sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%. Curah
jantung akan bertambah sekitar 30%. Bertambahnya
hemodelusi darah mulai tampak sekitar usia kehamilan
16 minggu, sehingga penderita penyakit jantung harus
berhati-hati untuk hamil beberapa kali. Kehamilan
selalu memberatkan kerja jantung sehingga wanita
hamil dengan sakit jantung dapat jatuh dalam
dekompensasi kordis.Pada postpartum, terjadi
hemokonsentrasi dengan puncak hari ke-3 sampai ke-5.
 Sel darah
Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk
dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim,
tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan
peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodelusi
yang disertai anemia fisiologis. Jumlah sel darah putih
meningkat hingga mencapai 10.000/ml. dengan
hemodelusi dan anemia fisiologis maka laju endap
darah semakin tinggi dan dapat mencapai 4 kali dari
angka normal

6. Kebutuhan Pada Masa Kehamilan


a. Kebutuhan zat gizi
 Energi
Energi sebaiknya sebagian besar berasal dari
karbohidrat.Sumber-sumber karbohidrat utama adalah
beras, sereal, gandum, dll. Kebutuhan kalori perhari : TM I
100-150 Kkal/hari, TM II 200-300 Kkal/hari.
 Protein
Untuk metabolisme pertumbuhan janin Pertumbuhan
uterus dan payudara
 Zat besi
Sebagian besar anemia disebabkan oleh defisiensi za besi,
oleh karena itu perlu di tekankan kepada ibu hamil untuk
mengkonsumsi zat besi selama hamil dan setelah
melahirkan. Kebutuhan zat besi selama hamil meningkat
seebesar 300% (1.400 mg selama hamil) dan peningkatan
ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan makanan ibu
selama hamil melainkan perlu di tunjang dengan suplemen
zat besi. Pemberian suplemen zat besi dapat diberikan sejak
minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60 gram setiap hari
selama kehamilan dan 6 minggu setelah kelahiran untuk
mencegah anemia postpartum (Sulistyawati, 2015).
b. Istirahat
Dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil,
salah satunya beban berat pada perut sehingga terjadi
perubahan sikap tubuh, tidak jarang ibu akan mengalami
kelelahan, oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting
untuk ibu hamil. Pada trimester akhir kehamilan sering
diiringi dengan bertambahnya ukuran janin, sehingga
terkadang ibu kesulitan untuk menentukan posisi yang paling
baik dan nyaman untuk tidur. Posisi tidur yang nyaman dan
dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki lurus,
kaki kanan sedikit menekuk dan ganjal dengan menggunakan
bantal dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut, ganjal
dengan bantal pada perut bawah sebelah kiri.

c. Oksigen
Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia
sama yaitu udara yang bersih, tidak kotor atau polusi udara,
tidak bau, dsb. Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang
dipenuhi polusi udara (terminal, ruangan yang sering
dipergunakan untuk merokok)
d. Hubungan seksual
Hubungan seksual dapat dilakukan seperti biasa
kecuali jika terjadi perdarahan atau keluar cairan dari
kemaluan, maka harus dihentikan. Jika ada riwayat abortus
sebelumnya, koitus di tunda sampai usia kehamilan di atas 6
minggu, dimana diharapkan plasenta sudah terbentuk, dengan
implantasi dan funngsi yang baik. Hindari trauma berlebihan
pada daerah serviks/uterus.Pada beberapa keadaan seperti
kontraksi/tanda-tanda persalinan awal, keluar cairan
pervaginam, keputihan, ketuban pecah, perdarahan
pervaginam, abortus iminiens atau abortus habitualis,
kehamilan kembar dan penyakit menular sebaaiknya koitus
jangan dilakukan (Dewi, 2016).
e. Personal Haigne
 Kebersihan perlu dijaga untuk mencegah infeksi.
 Perawatan payudara.
 Kebersihan gigi dan mulut. Pemeriksaan dini ke dokter gigi
dianjurkan untuk menjamin pencernaan yang sempurna.
 Kebersihan daerah genetalia perlu dijaga untuk mencegah
keputihan terutama jika sering BAK (Dewi, 2016).
f. Imunisasi
Vaksin adalah substansi yang diberikan untuk
melindungi dari zat asing (infeksi). Ada 4 macam vaksin:
toksoid dari vaksin mati , vaksin virus mati ,virus hidup
preparat globulin imun. Toksoid adalah preparat dari racun
bakteri yang diuibah secara kimiawi/endotoksin yang dibuat
oleh bakteri.Vaksin mati berisi mikroorganisme yang dibuat
tidak aktif dengan panas atau baahn kimia. Vaksin virus hidup
dibuat dari strain virus yang memberikan perlindungan tetap
tidak cukup kuat untuk menimbulkan penyakit. Preparat imun
globulin adalah protein yang terbuat dari darah manusia yang
dapat menghasilkan perlindungan antibody pasif/temporer.
Vaksin ini untuk melawan penyakit hepatitis B,
rabies, varisela, rubella.Vaksin dinilai keefektifan dan
potensinya dalam membahayakan kehamilan.Vaksin mati
aman untuk ibu hamil, tidak ada bukti vaksin mati mempunyai
efek pada janin/meningkatkan resiko keguguran.Vaksin hidup
jangan pernah diberikan kepad ibu hamil.Satu-satunya
imunisasi yang dianjurkan penggunaan selama hamil adalah
tetanus.Vaksin campak, rubela, gandongan sebaiknya
diberikan sebelum kehamilan/segera setelah kelahiran. Wanita
hamil mendapat vaksinasi primer polio hanya bila resiko
terpajan sangat tinggi (polio tidak aktif) (Pantikawati dkk,
2016).
Ibu dianjurkan untuk meminta imunisasi Tetanus
Toksoid (TT) kepada petugas.Imunisasi ini mencegah tetanus
pada bayi.Selama kehamilan bila ibu hamil statusnya T0 maka
hendaknya mendapatkan minimal 2 dosis (TT1 dan TT2
dengan interval 4 minggu dan bila memungkinkan untuk
mendapatkan TT3 sesudah 6 bulaan berikutnya).Ibu hamil
dengan status T1 diharapkan mendapatkan suntikan TT2 dan
bila memungkinkan juga diberikan TT3 dengan interval 6
bulan (bukan 4 minggu/1 bulan) (Kuswanti, 2015).

B. GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL


1. Pengertian
Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang
mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan,
aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara
teraturdalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah
masalah gizi (Kemenkes RI, 2014).

2. Manfaat Gizi Seimbang Untuk Ibu Hamil


Menurut Sulistyoningsih (2011) dan Dewi dkk (2013) manfaat gizi
seimbang :
a. Memenuhi kebutuhan zat gizi ibu dan janin
b. Mencapai status gizi ibu hamil dalam keadaan normal, sehingga
dapat menjalani kehamilan dengan baik dan aman
c. Membentuk jaringan untuk tumbuh kembang janin dan kesehatan
ibu
d. Mengatasi permasalahan selama kehamilan
e. Ibu memperoleh energi yang cukup yang berfungsi untuk
menyusui setelah kelahiran bayi
3. Gizi Seimbang Untuk Ibu Hamil
Menurut Miyata (2010) gizi seimbang ibu hamil :
a. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk
memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral
sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan janin serta
cadangan selama masa menyusui
b. Membatasi makan makanan yang mengandung garam
tinggi untuk mencegah hipertensi karena meningkatkan resiko
kematian janin, terlepasnya plasenta, serta gangguan pertumbuhan
c. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi janin,
produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur
keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan
air minum ibu hamil sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
d.  Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi
meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan
darah meningkat dan detak jantung menuingkat. Paling banyak 2
cangkir kopi/hari

3. Penambahan Kebutuhan Zat Gizi Selama Hamil

Kebutuhan gizi untuk ibu hamil setiap harinya ditambah sesuai dengan
usia kehamilan. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dan
pertumbuhan janin (Almatsier, 2010). Berikut merupakan jumlah
penambahan yang harus dipenuhi selama hamil:

Trimester 1
Biskuit 1 buah besar (10 gram)
Energi : 180 Kkal
Telur ayam rebus 1 butir (55 gram)
Protein : 20 gram
Susu sapi segar 1½ gelas (100
Lemak : 6 gram
gram)
KH : 25 gram
Setara 1 mangkuk bubur kacang hijau :
Trimester 2 dan 3 dengan  Kacang hijau 5 sendok
Energi : 300 Kkal makan (50gram)
Protein : 20 gram  Santan ½ gelas (50 gram)
Lemak : 10 gram  Gula merah 1 sendok
KH : 40 gram makan (13 gram)
Telur ayam rebus 1 butir (55 gram)

4. Jumlah Atau Porsi Dalam 1 Kali Makan


Menurut Almatsier (2010) jumlah atau porsi dalam 1 kali makan
merupakan suatu ukuran atau takaran makan  yang dimakan tiap kali
makan
Kategori Berat Setara dengan
Nasi / pengganti 200 gram 1 piring nasi / pengganti
Lauk pauk hewani 40 gram Ikan : ⅓ ekor sedang
(ayam/daging/ikan Ayam : 1 potong sedang
) Daging : 2 potong kecil
Lauk nabati Tempe : 50 gram Tempe : 2 potong sedang
(tempe Tahu : 10 gram Tahu : 2 potong sedang
/tahu/kacang- Kacang-kacangan 25 Kacang-kacangan : 2 sendok
kacangan) gram makan
Sayuran 100 gram 1 gelas / satu piring / 1
mangkok
Buah-buahan 100 gram 2¼ potong sedang

5. Frekuensi Makan Dalam Sehari


Menurut Almatsier (2010) Frekuensi makan merupakan seringnya
seseorang melakukan kegiatan makan dalam sehari baik makanan utama
atau pun selingan, sebanyak 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan
atau porsi kecil namun sering dan harus sesuai porsi dibawah ini:
Kategori Porsi per hari
Nasi / pengganti 4-6 piring
Lauk-pauk hewani 4-5 porsi
(ayam / daging / ikan)
Lauk nabati 2-4 potong sedang
(tempe / tahu / kacang-kacangan)
Sayuran 2-3 mangkok
Buah-buahan 3 porsi

6. Jenis Makanan Yang Tersusun Dalam 1 Hidangan Makan


Kualitas atau mutu gizi dan kelengkapan zat gizi dipengaruhi oleh
keragaman jenis pangan yang dikonsumsi. Semakin beragam jenis pangan
yang dikonsumsi semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi,
semakin mudah tubuh memperoleh berbagai zat yang bermanfaat bagi
kesehatan.Selain menerapkan keanekaragaman makanan dan minuman
juga perlu memperhatikan keamanan pangan yang berarti makanan atau
minuman itu harus bebas dari cemaran yang membahayakan kehatan
(Hasanah 2012).
Cara menerapkan yaitu dengan mengonsumsi lima kelompok
pangan setiap hari yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran,
buah-buahan dan minuman. Mengkonsumsi lebih dari 1 jenis untuk setiap
kelompok makanan setiap kali makan akan lebih baik (Miyata, 2010).
a. Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat yaitu padi-padian
atau serealia seperti beras, jagung, dan gandum; sagu; umbi-umbian
seperti ubi, singkong, dan talas; serta hasil olahannya seperti tepung-
tepungan, mi, roti, makaroni, havermout, dan bihun.
b. Sumber protein, yaitu sumber protein hewani, seperti daging, ayam,
telur, susu, dan keju; serta sumber protein nabati sepeerti kacang-
kacangan berupa kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang
merah, dan kacang tolo; serta hasil oalahannya seperti tempe, tahu,
susu kedelai, dan oncom.
c. Sumber zat pengatur berupa sayuran dan buah. Sayuran
diutamakan berwarna hijau dan kuning jingga, seperti bayam, daun
singkong, daun katuk, kangkung, wortel, dan tomat; serta sayur
kacang-kacangan, seperti kacang panjang, buncis, dan kecipir. Buah-
buahan diutamakan yang berwarna kuning jingga, kaya serat dan
yang berasa asam, seperti pepaya, mangga, nanas, nangka, nangka
masak, jambu biji, apel, sirsak dan jeruk.
7. ZAT GIZI YANG DIPERLUKAN SELAMA HAMIL
Pada masa kehamilan dianjurkan mengkonsumsi makanan yang
mengadung zat gizi tertentu sebagai penunjang kesehatan ibu dan janin 
maupun untuk keperluan perkembangan dan pertumbuhan janin. Berikut
ini merupakan zat gizi yang diperlukan ibu hamil menurut Miyata (2010) :

TRIMESTER 1
Nama zat gizi Fungsi Bahan makanan
Asam Folat Pembentukan sistem Sayuran berdaun hijau,
saraf pusat termasuk tempe, serta serealia atau
otak kacang-kacacangan yang
telah ditambahkan dengan
asam folat.
Asam lemak tak Tumbuh kembang Ikan laut : ikan tengiri, ikan
jenuh sistem saraf pusat dan kembung, ikan tuna, ikan
otak tongkol
Vitamin B12 Perkembangan sel janin Hasil ternak dan produk
olahannya, serta produk
olahan kacang kedelai,
misalnya tempe dan tahu,
telur daging ayam, keju, susu
Vitamin D Membantu menyerap Ikan salmon, susu
kalsium dan mineral
(zat penting yang
diperlukan tubuh) di
dalam darah

TRIMESTER 2
Nama zat gizi Fungsi Bahan makanan
Vitamin A Proses metabolisme, Daging ayam, telur
pembentukan tulang, bebek, kangkung, wortel,
sistem saraf dan buah-buhan berwarna
kuning hingga merah
Kalsium (Ca) Pembentukan tulang dan Yoghurt, bayam, jeruk,
gigi janin dan ibu dan roti gandum
Zat besi (Fe) Membentuk sel darah Kacang-kacangan,
merah, mengangkut sayuran hujau, daging
oksigen ke seluruh tubuh sapi, hati sapi, ikan
dan janin

TRIMESTER 3
Nama zat gizi Fungsi Bahan makanan
Vitamin B6 Membantu proses sistem Kacang-kacangan, hati,
saraf gandum
Serat Memperlancar buang air Sayuran dan buah-
besar (mengatasi sembelit) buahan
Vitamin C Membantu penyerapan zat Kol, nanas, pepaya,
besi dan antioksidan jamb, jeruk, tomat
Seng (Zn) Membantu proses Kacang-kacangan, hati
metabolisme dan sapi, telur, daging sapi
kekebalan tubuh
Yodium Mengatur suhu tubuh, Gram dapur, udang
membentuk sel darah segar, ikan laut
merah serta dungsi otot dan
saraf

8. BAHAN MAKANAN YANG DIHINDARI DAN DIBATASI OLEH


IBU HAMIL
Menurut Almatsier (2010) bahan makanan yang dihindari dan dibatasi
oleh ibu hamil :
1. Menghindari makanan yang diawetkan karena biasanya
mengandung bahan tambahan makanan yang kurang aman
2. Menghindari daging/telur/ikan yang dimasak kurang
matang karena mengandung kuman yang berbahaya untuk janin
3. Membatasi kopi dan coklat, didalamnya terdapat kandungan kafein
yang dapat meningkatkan tekanan darah
4. Membatasi makanan yang mengandung energi tinggi seperti yang
banyak mengandung gula, lemak misalnya: keripik, cake
5. Membatasi makanan yang mengandung gas, contoh: nangka
(matang dan mentah), kol,ubi jalar, karena dapat menyebabkan
keluhan nyeri ulu hati pada ibu hamil
6. Membatasi konsumsi minuman ringan (soft drink), karena
mengandung energi tinggi, yang berakibat pada berat badan ibu hamil
meningkat berlebihan dan bayi lahir besar

Gangguan Psikologis Ibu hamil

A. Pengertian
Kehamilan merupakan waktu transisi, yakni suatu masa antara
kehidupan sebelum memiliki anak yang sekarang berada dalam kandungan
dan kehidupan nanti setelah anak tersebut lahir. Perubahan status yang radikal
ini dipertimbangkan sebagai suatu krisis disertai periode tertentu untuk
menjalani proses persiapan psikologis yang secara normal sudah ada selama
kehamilan dan mengalami puncaknya pada saat bayi lahir
Setiap trimester pada kehamilan memiliki resiko gangguan psikologis
masing-masing.Antenatal care berperanan sangat penting bagi keselamatan
ibu dan janin, meminimalkan resiko-resiko kehamilan, dan menekan angka
kematian pasca persalinan. Hendaknya pelayanan keperawatan antenatal
harus berjalan sesuai dengan standard minimal agar ibu hamil memperoleh
proses persalinan yang aman dan memuaskan.
Kehamilan adalah kondisi yang menimbulkan perubahan fisik maupun
psikososial seorang wanita. Ibu hamil di trimester pertama akan mengalami
mual yang membuatnya merasa tidak sehat dan tidak nyaman, bahkan
beberapa ibu hamil bias jadi menolak kehamilannya tersebut. Pada trimester
kedua, ibu hami lmulai merasa nyaman dengan kehamilannya, namun di
trimester ketiga saat janin sudah memasuki rongga panggul, ibu hamil bias
jadi merasa cemas dan khawatir dikarenakan ketakutan akan kehilangan
perhatian spesial yang didapatkan semasa kehamilan, Kehamilan merupakan
suatu peristiwa istimewa yang indah, apabila dijalani dengan emosi yang
positif, dan akan menjadi suatu masalah psikologis apabila dijalani dengan
emosi yang negatif. Oleh karena itu, kesehatan mental wanita saat kehamilan
adalah sangat penting untuk menghindari masalah psikologis yang mungkin
terjadi selama kehamilan.

B. Tujuan penyuluhan gangguan psikologis ibu hamil


1. Memmbantu klien mengetahui dampak yang ditimbulkan dari masalah
psikologis ibu hamil.
2. Membantu klien dapat mengetahui cara mengatasi gangguan psikologis
pada ibu hamil
3. Membantu klien mengetahui penyebab dari masalah gangguan psikologis
ibu hamil

C. Indikasi gangguan psikologis ibu hamil


Dilakukan pada ibu hamil dari trimester 1 sampai trimester akhir menjelang
persalinan, dan pada ibu hamil yang beru pertama kali akan melahirkan.

D. Alat dan Bahan yang disediakan


1. Leflet/ SOP
2. Buku/ Alat tulis
3. kursi

E. Tanda dan Gejala


1. Merasa Khawatir dan Cemas
2. Gelisah
3. Insomnia
4. Sedih dan murung
5. Kehilangan selera makan
6. Sensitif ( Emosi tidak stabil, mudah merasa marah dan sedih )
7. Kesulitan berkonsentrasi
8. Kelelahan

F. Cara mengatasi gangguan psikologis ibu hamil


1. Relaksasi napas dalam
Rahim yang terus berkembang seiring berjalannya waktu akan membuat
kondisi perut menjadi lebih besar dari sebelumnya. Pertumbuhan ini
memberi tekanan besar pada diafragma dan kesehatan mental ibu
hamil.Latihan pernapasan yang teratur di awal kehamilan setiap hari bisa
klien lakukan untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan suasana
hati, emosional ibu hamil pun bisa jauh lebih stabil.Caranya cukup mudah,
duduklah dan bernapaslah secara perlahan-lahan.Kemudian ambil napas
dalam-dalam.Lalu keluarkan napas secara perlahan melalui hidung,
biarkan dada dan perut bawah klien mengembang hingga mencapai
kapasitas paling maksimal. Ulangi proses ini selama beberapa menit
dengan rileks dan berirama. Melatih teknik pernapasan saat hamil setiap
hari akan membuat perasaan cemas, khawatir atau stres hilang secara
perlahan-lahan di masa kehamilan.

2. Mengkonsumsi makanan yang sehat


Pada umumnya stres saat hamil merupakan kondisi normal yang banyak
dialami para ibu hamil. Namun jika berlangsung secara terus-
menerus akan berdampak pada kesehatan janin. Oleh karena itu, klien
perlu mengtasi masalah dengan mengonsumsi makanan sehat seperti:
 Alpukat
Ternyata daging tebal pada buah alpukat yang lezat ini mengandung
banyak asam lemak tak jenuh tunggal dan potasium, kedua nutrisi
tersebut dapat menangkal stres dan memperbaiki suasana hati di masa
kehamilan.Tapi ingat, bijaklah dalam mengatur porsinya.
 Berry
Berry merupakan buah-buahan yang kaya akan antioksidan, antosianin
magnesium, vitamin A, C dan E. Kandungan antosianin pada
blueberry dan stroberi bermanfaat mengurangi peradangan
dan mengontrol suasana hati yang dapat membantu melawan stres
atau gangguan psikologis lainnya di masa kehamilan.
 Yogurt
Tidak hanya membantu melancarkan pencernaan, yogurt juga bisa
meningkatkan kandungan serotonin dalam otak yang mampu
gmenurunkan tingkat stres dan membuat ibu hamil merasa tenang.
Mengonsumsi probiotik dalam yogurt akan mengurangi aktivitas otak
di daerah yang menangani emosi atau gangguan psikologis lainnya di
masa kehamilan.

3. Mendengarkan Musik
Masalah kesehatan mental seperti gangguan mood di awal
kehamilan dapat bertahan hingga beberapa waktu setelah melahirkan.
Akibatnya hal tersebut memengaruhi kesehatan klien dan berisiko lebih
besar melahirkan bayi prematur. Salah satu cara yang bisa ibu
hamil lakukan untuk menghilangkan segala macam gangguan psikologi
adalah dengan mendengarkan musik. Mendengarkan musik saat hamil
dapat meminimalisirkan tingkat stres, membuat klien lebih rileks dan
meningkatkan hormon bahagia. Ritme serta alunan musik pada sebuah
lagu bisa melemaskan otot-otot dan membantu ibu hamil jadi lebih tenang.
4. Melakukan Senam Hamil
Banyak ibu hamil yang lebih sensitif dan mudah tertekan ketika adanya
perubahan hormon dalam tubuh yang disebabkan oleh perkembangan
janin.  Untuk mengatasi gangguan psikologi di masa kehamilan, klien bisa
melakukan senam hamil sesuai dengan anjuran dokter kandungan. Senam
hamil membuat otak menghasilkan hormon endorfin lebih banyak,
sehingga dapat memperbaiki mood dan menormalkan kondisi perubahan
psikologis ibu hamil. Dengan melakukan senam hamil pada pagi atau sore
hari, otomatis tubuh klien akan terasa lelah dan bisa segera terlelap tanpa
harus terjaga hingga dini hari. Di mana tidur lelap di masa kehamilan
membuat perasaan klien jadi lebih baik ketika bangun, sehingga
mengurangi kemungkinan timbulnya gejala stres atau depresi.
5. Sharring ( Berbagi perasaan dengan komunikasi )
Bertukar pikiran dan perasaan dapat membuat ibu hamil merasa lebih baik.
menceritakan apa yang dicemaskan kepada pasangan. Berbagi pengalaman
dengan sesama ibu hamil juga dapat membantu. Berbicara dan berbagi
perasaan dengan seseorang dapat membantu ibu hamil meringankan beban
dan mengurangi stres. Khususnya kepada suami dan keluarga terdekat.
Manusia merupakan makhluk sosial, sehingga berbagi perasaan dan
berbicara dengan orang lain dapat menjadi sumber dukungan dan bantuan.
dukungan sosial dapat membantu seseorang membangun ketahanan
terhadap stres dan menjadi alat yang berguna untuk membuat perubahan
hidup.
6. Beribadah
Beribadah merupakan hal pertama yang perlu diutamkan. Jangan lupa
untuk selalu bersyukur dan menyerahkan segala urusan kepada- Nya.
Berusaha mengiklaskan semua hasil pada yang Maha Kuasa dan berserah
diri. Lapang dada terhadap apapun yang akan terjadi dan jangan terlalu
memaksakan diri.
G. Dampak yang terjadi pada ibu dengan gangguan masalah psikologis
 Berpengaruh terhadap pertumbuhan otak janin.
Stres kecemasan dan emosi yang tidak stabil selama masa
kehamilan akan berkontribusi terhadap kelainan proses pembentukan otak
janin dan peningkatan risiko gangguan mental pada janin di kemudian
hari. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih dalam untuk
mengonfirmasi kaitan antara stres dan kelainan pembentukan otak janin
lebih lanjut.
 Berdampak kepada tumbuh kembang bayi
Beberapa data menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak mampu
mengatasi stres dengan baik berisiko melahirkan bayi dengan berat badan
rendah atau secara prematur. Penelitian juga menunjukkan adanya kaitan
antara stres saat hamil dengan peningkatan risiko gangguan tumbuh
kembang bayi, seperti ADHD dan autisme.
 Memengaruhi pertumbuhan bayi
Stres juga dapat memengaruhi plasenta ibu hamil. Ketika ibu
hamil mengalami stres, terutama pada trimester pertama, tubuh akan
menghasilkan hormon stres kortisol. Kadar hormon stres ini jika
berlebihan dapat memengaruhi kesehatan bayi karena dapat memasuki
ketuban melalui plasenta, akibatnya pertumbuhan bayi akan menjadi
terlalu cepat. Walau efeknya tidak selalu buruk, namun penting untuk
mengurangi stres saat hamil agar bayi di dalam kandungan dapat tumbuh
dan berkembang dengan normal.
 Berkurangnya pasokan oksigen untuk janin
Ketika ibu hamil merasakan kecemasan, tubuhnya akan
memproduksi hormon stres yang bisa berdampak kepada janin,
yaitu epinephrine dan norepinephrine. Produksi kedua hormon tersebut secara
berlebihan dapat menyebabkan penyepitan pembuluh darah dan mengurangi
suplai oksigen ke rahim.
TANDA-TANDA PERSALINAN
A. Definisi
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban
keluar dari uterus ibu. Persalianan dianggap normal jika prosesnya
terjadi  pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai
adanya penyulit. (APN, 2015)
Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin
yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 - 42 Minggu), lahir spontan
denga nprsentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa
kompukasi baik pada ibu maupun pada janin. Persalinan Normal adalah
asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi lahir,serta
upaya pencegahan komplikasi terutama perdarahan pasca persalinan,
hipotermi, dan asfiksia bayi baru lahir. Jadi persalinan adalah pengeluaran
hasil konsepsi yang sudah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan
melalui jalan lahir atau jalan lain, disusun dengan pengeluaran plasenta dan
selaput janin dari dalam tubuh ibu (Sarwono, 2011).

B. Tanda – Tanda Persalinan


Pengetahuan tentang persalinan dan tanda-tanda persalinan diharapkan
akan mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kemampuan ibu untuk
beradaptasi terhadap ketidaknyamanan yang timbul selama proses persalinan
(APN,2015 ).
Tanda-tanda persalinan antara lain:
1. Keluar lender bercampur darah
Selama kehamilan bayi tersumbat dalam rahim oleh gumpalan lender yang
lengket pada leher rahim.Saat persalinan dimulai dan serviks mulai membuka,
gumpalan mucus tadi terhalau.Pada saat bersamaan membrane yang
mengelilingi bayi dan cairan amniotic agak memisah dari dinding
rahim.Penampakan dari darah dan mucus yang keluar tampak bagai cairan
lengket berwarna merah muda, hal ini bisa kita lihat sebelum muncul tanda-
tanda persalinan lainnya.Apa yang harus dilakukan: Pengeluaran darah dan
lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi  tunggulah sampai
terdapat mendapatkan kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum
pergi bidan atau kerumah sakit. Anda harus menghubungi dokter bila
terjadipendarahan hebat.(Obstetri, 2014)

2. Kontraksi yang teratur setiap 10 – 15 menit


Pada bulan terakhir dari kehamilan  sebelum persalinan dimulai,
sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu,
yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton
Hicks. His pendahuluan ini tidak teratur dan menyebabkan nyeri diperut
bagian bawah dan lipat paha tidak menyebabkan nyeri yang memancar
dari pinggang ke perut bagian bawah seperti his persalinan.Lamanya
kontraksi pendek dan tidak bertambah kuat bila dibawa berjalan, malahan
sering berkurang.His pendahuluan tidak bertambah kuat dengan majunya
waktu bertentangan dengan his persalinan yang semakin kuat.Yang paling
penting adalah bahwa his pendahuluan tidak mempunyai pengaruh pada
serviks. Kontraksi rahim bersifat otonom tidak dipengaruhi oleh kemauan,
walaupun begitu dapat dipengaruhi dari luar misalnya rangsangan oleh
jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi (Wiknjosastro,Gulardi
H.2012)
Kontraksi rahim bersifat berkala dan yang harus diperhatikan ialah:
a. Lamanya kontraksi : kontraksi berlangsung 45 detik sampai 75 detik
b. Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intrauterine
sampai 35 mmHg. Kekuatan kontraksi secara klinis ditentukan dengan
mencoba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam.
3. Interval antara kedua kontraksi
pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit, pada
kala pengeluaran sekali dalam 2 menit.
Menurut faalnya his persalinan dapat dibagi dalam :
a. His pembukaan adalah his yang menimbulkan pembukaan dari serviks.
b. His pengeluaran adalah his yang mendorong anak keluar.His
pengeluaran biasanya disertai dengan keinginan mengejan.
c. His pelepasan uri adalah his yang mengeluarkan uri
Mulanya kontraksi terasa sakit pada punggung bawah, yang
berangsur-angsur bergeser ka bagian bawah perut.Beberapa
menggambarkan mirip dengan mulas pada saat haid, saat mulas bergerak
ke bagian perut, dengan tangan dapat dirasakan bagian tersebut mengeras.
Kejangnya mirip Braxton Hicks, namun terasa teratur semakin sering dan
kuat, ferekuensi dan durasi seiring dengan kemajuan persalinan (Manuaba,
2013).
4. Ketuban pecah
Pada beberapa kasus membrane masih utuh hingga akhir tahap
pertama persalinan.Kemudian desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi
pada mulut servik menyebabkan pecahnya membrane.Saat kebocoran
dimulai, bisa dirasakan seperti semburan air atau hanya rembesan, namun
sebenarnya pecahnya membrane takkan terasa karena membrane tidak
memiliki saraf. Seringkali pada ketuban pecah ini ibu merasakan seperti
mengompol, namun untuk memastikan apa yang keluar melalui jalan lahir
tersebut apakah urin atau cairan ketuban dari baunya. Urin biasanya
mempunyai bau yang khas, demikian halnya dengan cairan ketuban namun
cairan ketuban ini berbau anyir (Sarwono Prawirohardjo, 2015).
Saat ketuban pecah maka akan keluar cairan ketuban melaui jalan
lahir, selama masa perjalanan menuju ke tenaga kesehatan sebaiknya
gunakan pembalut untuk menampung cairan yang keluar untuk
mengurangi ketidaknyamanan bagi ibu (APN, 2015).
5. Dilatasi serviks ( leher rahim )
Agar anak dapat keluar dari rahim maka perlu terjadi pembukaan
dari servik.Pembukaan servik ini biasanya didahului oleh pendataran dari
servik.Yang dimaksud dengan pendataran servik adalah pemendekan dari
canalis cervicalis, yang semula berupa sebuah saluran yang panjangnya 1-
2 cm, menjadi suatu lubang saja dengan pinggir yang tipis. Sebetulnya
pendataran servik sudah dimulai dalam kehamilan dan servik yang pendek
( lebih dari setengahnya telah merata) merupakan tanda dari servik yang
matang. Pelebaran leher rahim ini hanya bisa dilihat melalui pemeriksaan
dalam oleh tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter yang akan
membantu persalinan. Persalinan akan dimulai ketika serviks sudah
membuka lengkap. Yang dimaksud pembukaan servik adalah pembesaran
dari ostium externum yang tadinya berupa suatu lubang dengan diameter
beberapa millimeter menjaadi lubang yang dapat dilalui anak, kira-kira 10
cm. Jadi pembukaan dianggap lengkap jika telah mencapai ukuran 10 cm
(APN, 2015).

C. Cara Mengurangi Rasa Nyeri Saat Kontraksi


Cara mengurangi rasa nyeri :
Mintalah pasangan  memijat punggung bawah, atau menggompres
punggung anda dengan air hangat di antara saat-saat kontraksi. Gunakanlah
talk atau vaselin sebagai pelicin saat memijat.
1. Berkonsentrasilah pada pernafasan , untuk menenangkan dan mengurangi
rasa sakit.
2. Bernyanyilah atau bersuaralah saat nyeri timbul untuk melepaskan rasa
sakit anda. Namun, tidak perlu terlalu keras agar tidak membuang energi
yang sangat anda perlukan saat pengeluaran nantinya
3. Berkonsentrasilah pada tiap kontraksi. Jangan memikirkan rasa sakit atau
ketakutan untuk kontraksi yang berikutnya. Cobalah untuk melihat
kontraksi sebagai gelombang yang harus diikuti untuk mencapai saat
penggeluaran sang bayi
4. Bergeraklah terus diantara tiap kontraksi. Ini akan membantu anda untuk
mengatasi rasa nyeri saat persalinan. Saat kontraksi, pilihlah posisi yang
paling nyaman.
5. Pertahankan posisi punggung yang tegak, baik saat berdiri, duduk, maupun
posisi lainnya.Gunanya agar kepala bayi tetap berada di leher rahim
dengan baik, sehingga kontraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.
6. Buang air kecil sesering mungkin agar kandungan kencing tidak
menghalangi saat kontraksi.

D. Tujuan Mengetahui Tanda-Tanda Persalinan


Tidak dapat dipungkiri bahwa proses persalinan identik dengan rasa nyeri
karena setiap persalinan normal selalu didahului dengan adanya kontraksi
uterus yang menimbulkan rasa nyeri. Factor- factor yang menyebabkan rasa
nyeri tersebut antara lain :
1. Gerakan kontraksi rahim menyebabkan otot-otot dinding rahim mengerut,
menjepit pembuluh darah.
2. Jalan lahir dan jaringan lunak di sekitarnya meregang, sehingga terasa
nyeri.
3. Keadaan mental ibu (ketakutan, cemas, khawatir atau tegang), serta
hormon prostaglandin yang meningkat sebagai respon terhadap stress
(Prawirohardjo, 2015)
4. Sampai saat ini mungkin masih banyak ibu yang belum tahu kapan harus
menghubungi tenaga kesehatan terutama pada ibu primigravida yang
belum pernah memiliki pengalaman dalam menghadapi tanda-tanda
persalinan.Kurangnya pengetahuan ibu terhadap hal ini bisa
membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya.Saat yang tepat
menghubungi dokter adalah ketika Ibu merasakan tanda-tanda memasuki
tahap persalinan seperti yang telah disebutkan diatas, Apalagi jika Ibu
mengalami pecah ketuban. Jangan tunda menghubungi tenaga
kesehatan(Rohmah,  Nikmatur ,2013).
5. Pengetahuan tentang tanda – tanda persalinan diatas diharapkan dapat
membantu ibu hamil untuk lebih menyiapkan mentalnya dalam
menghadapi persalinan dan lebih waspada terhadap timbulnya tanda- tanda
persalinan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, karena jika
ibu tidak mengetahui dan tidak segera menghubungi tenaga kesehatan baik
dokter maupun bidan maka hal ini sangat membahayakan ibu dan janin
yang dikandungnya (Depkes RI, 2016).

SEKSUALITAS DALAM KEHAMILAN


A. Pengertian
Aktivitas seksual atau perilaku seksual sebagai perilaku muncul karena
adanya dorongan seksual dan bentuk yang bermacam-macam, mulai dari
pergerakan tangan, berpelukan, bercumbu, sampai dengan hubungan seks
(Fadjari, 2013). Ada yang berpendapat lain bahwa hubungan seksual adalah
segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis
maupun dengan sesama (Latfiatus, 2015). Hubungan seksual dapat
menyesuaikan diri, bukan dari tuntutan masyarakat, tetapi juga dengan
kebutuhan individu mengenai kebahagiaan, perwujudan diri sediri atau
peningkatan kemampuan individu untuk mengembangkan kepribadian yang
lebih baik.
Hubungan seksual ini dapat menyesuaikan diri, bukan saja tuntutan
masyarakat, tetapi juga kebutuhan individu mengenai kebahagiaan,
perwujudan diri sendiri atau peningkatan kemampuan individu untuk
mengembangkan kepribadian yang lebih baik (Fadjari, 2013).
B. Hubungan Seksual Dalam Kehamilan
Perubahan lain yang dapat terjadi pada aktivitas seks adalah pada masa
hamil. Keinginan seks pada waktu hamil sebagian besar tidak berubah, bahkan
sebagian kecil makin meningkat, berkaitan dengan meningkatnya hormon
estrogen. Oleh karena itu hubungan seksual waktu hamil, bukan merupakan
halangan. Pada kehamilan makin tua teknik pelaksanaannya agak sulit, karena
perut makin membesar. Pada saat itu dapat dilakukan posisi siku lutut wanita
(Fadjari, 2013).
Frekuensi, intensitas, posisi untuk kegiatan seksual memerlukan
penyesuaian bagi wanita hamil karena perubahan kontur tubunya. Pada
kehamilan normal tanpa komplikasi apapun boleh dilakukan hubungan
seksual seperti semasa belum hamil. Ada yang menambahkan bahwa
hubungan seksual dalam kehamilan tidak boleh dilakukan apabila ibu
mengalami penyakit jantung, hipertensi, riwayat abortus yang berulang-ulang
maupun alasan dokter yang tidak boleh dianjurkan untuk melakukannya,
hamil dengan perdarahan, hamil dengan tanda infeksi, kehamilan dengan
ketuban yang telah pecah atau hamil dengan luka disekitar alat kelamin luar.
Padahal perlu diketahui bahwa hubungan seksual pada wanita bisa
merangsang pelepasan oksitosin. Dimana pelepasan oksitosinmembuat
perasaan lebih baik, rileks dan nyaman. Sedangakn pada pria hubungan
seksual dapat menyebabkan aliran darah dari testosteron adekuat yang
berguna untukmemperkuat tulang dan otot (Fadjari, 2013).
Di lain pihak, beberapa pasangan sangat khawatir bila melakukan
hubungan seks selama kehamilankarena akan membahayakan bayinya.
Menurut Fadjri (2013) hal ini tidak benar pada kehamilan normal, karena alat
kelamin pria tidak akan dapat melakukan kontak langsung terhadap fetus
(calon bayi) karena keberadaannya dilindungi oleh dinding otot uterin dan
cairan amniotik. Lebih lanjut dikatakan bahwa hubungan seks selama
kehamilan aman dilakukan karena ada lendir penyumbat disekitar leher rahim
(cervix) yang akan mencegah air mani dan bakteri masuk ke dalam uterus.
Kontak seksual tidak akan menggangu janin karena cairan ketuban akan
menjadi shock absorben yang amat baik, sehingga gerakan saat melakukan
senggama maupun kontraksi rahim atau orgasme akan teredam oleh cairan
tersebut dan tidak akan menggangu janin. Menurut Lutfiatus (2015) kadang
kala kontraksi atau orgasme dimasa kehamilan trimester pertama
mengakibatkan detak jantung fetus menjadi pelan, tapi hal ini belum pernah
menyebabkan dampak yang membahayakan bagi fetus.
Selain itu kebaikan yang didapat jika melakukan aktivitas seksual selama
kehamilan adalah:
1. Kebebasan untuk melakukan hubungan seks tanpa perasaan risau tentang
cara pencegahan kehamilan yang sering dirasakan oleh pasangan sebelum
istri hamil.
2. Setengah wanita akan merasa lebih seksi dan percaya diri. Pembesaran
payudara memberikan kesan yang lebih sensual dan bergairah pada suami.
3. Pertambahan pengaliran darah ke vulva menjadikan wanita hamil lebih
mudah dirangsang dan mencapai orgasme berkali-kali dibandingkan
dengan wanita yang tidak hamil.
4. Payudara wanita hamil lebih sensitif kepada rangsangan.
Hubungan kelamin tidak dilarang dalam kehamilan, kecuali 6 minggu
sebelum dan 6 minggu setelah persalinan. Apabila melakukan
koitus/hubungan seksual pada trimester I di khawatirkan janin masih belum
kuat untuk berimplantasi. Sedangkan pada trimester II janin sudah kuat
berimplantasi, meskipun pada saat trimester II diperbolehkan pada saat
melakukan hubungan seksual diusahakan sperma dikeluarkan di luar karena
sperma mengeluakan prostate gladin yaitu suatu hormon yang dapat
meningkatkan kontraksi uterus, sehingga apabila sperma masuk maka perut
ibu akan tegang. Pada riwayat abortus habitualis dan primi tua sebaiknya tidak
dianjurkan untuk melakukan hubungan kelamin dalam kehamilan muda.
Perdarahan, walaupun sedikit merupakan kontra indikasi koitus. Ada yang
bisa dianjurkan jalan keluar yang lainnya yaitu apabilasuami tidak dapat
mengendalikan hawa nafsu birahinya, yaitu dengan memanipulasi
ekstragenetal dengan tangan sangan istri (seperti masa mastrubasi), atau penis
digosok-gosokkan di antara kedua payudara atau diantara kedua paha
(Surinah, 2014).
C. Aktivitas seksual yang tidak boleh dilakukan:
1. Posisi menekan/membebani perut.
2. Penetrasi dalam.
3. Mengeluarkan sperma ke dalam.
4. Berhubungan 6 minggu sebelum dan 6 minggu setelah persalinan.
(Lutfiat
us, 2015)
D. Variasi Posisi Seks Selama Kehamilan
Posisi ataupun variasi seks yang dapat dilakukan selama kehamilan antara
lain:
1. WOMAN ON TOP
Salah satu posisi teraman yang bisa Anda lakukan saat sedang
bercinta adalah woman on top atau posisi wanita berada di atas. Posisi ini
tidak memiliki risiko kemungkinan perut ibu hamil akan tertekan atau
tergencet. Suami cukup berbaring dan Anda duduk di atasnya.Posisi ini
juga dapat mengontrol kedalaman penetrasi tanpa membebani perut Anda.
2. SPOONING
Anda tetap bisa bercinta dengan posisi spooning. Posisi ini dimana
ibu berbaring miring ke satu sisi dan suami berada di belakang atau
menghadap ke punggung Anda.Posisi ini terbilang cukup aman dilakukan
saat hamil muda. 
3. ON THE CHAIR
Salah satu media yang bisa digunakan untuk bercinta adalah kursi
atau sofa.Hal ini bisa membuat kegiatan bercinta Anda nyaman dan
semakin intens.Ajak suami untuk duduk di kursi, lalu Anda duduk di atas
pangkuannya.Rangkul suami Anda dengan erat, pastikan posisi kursi
aman dan kuat. 
4. REVERSE COWGIRL
Sebenarnya posisi ini hampir sama dengan posisi woman on top,
hanya saja Anda yang memegang kendali dan menghadap ke arah kaki
bukan wajah suami Anda. Posisi ini dapat Anda pilih jika suami merasa
khawatir dan cemas melihat perut Anda yang semakin besar saat
melakukan hubungan seksual ini.
5. SCISSORS
Posisi seks ini dilakukan dengan cara Anda dan suami berbaring di
ranjang saat bercinta dan saling berhadapan serta memandang, karena
dapat menambah keintiman dan perasaan cinta. Dengan posisi ini,
penetrasi yang dilakukan tidak akan terlalu dalam, sehingga Anda tidak
perlu khwatir janin akan terganggu.

(Surina
h,
2014)

SENAM HAMIL
A. PENGERTIAN SENAM HAMIL
Senam hamil adalah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan
mempertahankan elastisitas dinding perut, otot-otot dasar panggul yang
berhubungan dengan proses persalinan.

B. MANFAATSENAM HAMIL
1. Meningkatkan kebutuhan udara dalam otot
2. Meningkatkan peredaran darah darah
3. Meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot
4. Meredakan sakit punggung dan sembelit
5. Memperlancar persalinan dan
6. Menjadikan bentuk tubuh yang baik setelah persalinan

C. KAPANLATIHAN SENAM HAMIL


Jika kandungan mencapai 6 bulan ke atas, lakukan senam hamil, kecuali
ada kelainan tertentu pada kehamilan. Sebelum memutuskan mengikuti senam
hamil, diskusikan konndisi kehamilan dengan dokter atau bidan.
 Indikasi dilakukan senam hamil :
a. Semua kasus kehamilan yang sehat.
b. Senam hamil dianjurkan pada usia kehamilan 4–6 bulan dan
keluhan–keluhan sudah berkurang atau hilang, karena sebelum usia
kandungan menginjak 3 bulan, pelekatan janin di dalam uterus
belum terlalu kuat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko
abortus.
 Kontraindikasi senam hamil :
a) Gejala perdarahan pervaginam,
b) sesak nafas saat senam,
c) sakit kepala,
d) nyeri dada,
e) nyeri otot,
f) gejala kelahiran premature,
g) penurunan gerakan bayi intra uterin
D. LATIHANSENAM HAMIL
1. Gerakan Pertama
o Posisi duduk dengan kedua kaki lurus kedepan
o Kemudian tarik jari kaki kearah tubuh secara perlahan- lahan dan
kemudian dorong atau lipat kearah depan
o Lakukan sebanyak 10 kali hitungan

2. Gerakan
Kedua
o Posisi duduk bersila dan letakkan kedua telapak tangan
diatas lutut
o Kemudian tekan lutut secara perlahan-lahan
o Lakukan sebanyak 10 kali hitungan

3. Gerakan Ketiga
o Posisi tidur terlentang, kemudian tekuklah lutut dan tangan
berada di samping badan
o Kemudian angkatlah pinggang secara perlahan
o Lakukan sebanyak 10 kali hitungan

4. Gerakan Keempat
o Posisikan tubuh sepert merangkak, lalu angkat perut dengan
punggung keatas dengan posisi wajah kebawah
o Sambil perlahan-lahan angkat wajah dan turunkan
punggung secara perlahan-lahan
o Lakukan sebanyak 10 kali hitungan
5. Gerakan Kelima
o Posisikan tidur terlentang, tekuklah lutut bagian kanan
o Kemudian gerakan lutut kearah kanan, lalu kembalikan
o Lakukan sebanyak 10 kali hitungan, kemudian lakukan
pada bagian lutut kiri

6. Gera
kan
Keenam
o Posisi tidur terlentang, kemudian tekuk kedua lutut dan
dirapatkan
o Gerakkan secara perlahan-lahan kearah kanan dan kiri,
sebanyak 8 kali hitungan

7. Gerakan Ketujuh
o Duduk bersandar, kaki direnggangkan kemudian tarik nafas
dari hidung dan keluarkan nafas dari mulut
o Sembari lutut dirapatkan
o Boleh dilakukan oleh suami atau anggota keluarga
o
ASI EKSKLUSIF

1.                   Pengertian
ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain
seperti susu formula, jeruk, madu, air the, air putih dan tanpa tambahan makanan
padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, nasi tim (Anik
Maryunani :2010)
2.                Komposisi ASI
   Lemak merupakan sumber energy utama dalam ASI dalam kadar yang cukup
tinggi, sebesar 50%. Karbohidrat, karbohidrat utama dalam ASI adalah lactose
karena mempertinggi penyerapan yang dibutuhkan bayi.Protein, garam mineral
yang rendah sehingga tidak merusak fungsi ginjal.
ASI Transisi / Peralihan
Merupakan ASI yang keluar dari hari ke 4 atau ke 7 samapi hari ke 10 atau hari ke
14.
ASI matang
ASI yang keluar dari hari ke 3 sampai hari ke 14 setelah persalinan. Kaya protein,
vitamin E,A,K dan mineral seperti zat besi dan seng.

3.      Manfaat pemberian ASI


a.       Bagi bayi
         Merupakan makanan yang sempurna dan alamiah bagi pertumbuhan
         Dapat mengurangi kekurangan gizi dan tidak menyebabkan alargi
         ASI mudah tercena dan langsung diserap.
b.      Bagi Ibu
         Memperkuat hubungan batin antara ibu dan bayi
         Mempercepat proses pemulihan kandungan
         Menyusui ASI secara ekslusif dapat menunda kehamilan
         Dapat mencegah kanker payudara.
c.       Bagi Ayah
         Menghemat pengeluaran karena tidak perlu memberi susu kaleng.

Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI


         Perawatan payudara
         Keadaan psikologi atau kejiwaan
         Kelainan payudara, missal : kelainan bentuk putting payudara.
         Hormonal, kesehatan dan gizi ibu.

Frekunsi Menyusui
         Tidak terjadwal
         Kedua payudara disusukan bergantian
         Lama menyusui tergantung pada bayi
         Usahakan tiap kali menyusui sampai payudara kosong.
Kerugian bila ASI tidak diberikan
a.       Bagi Bayi
         Bayi tidak dapat kekebalan
         Resiko infeksi semakin tinggi
         Mudah terserang diare dan alergi
         Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi kurang baik
         Resiko kurang gizi
b.      Bagi Ibu
         Meningkatkan kangker payudara
         Payudara akan terasa sakit karena ASI yang dihasilkan tidak keluar

4.             Posisi Meneteki yang Benar                  


A.     Posisi menyusui
         Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi ( kepala dan
tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi menghadap payudara ibu,
hidung bayi berada di depan putting susu ibu. posisi bayi lurus sedemikin
rupa sehinnga perut bayi menghadap ke perut ibu.
         Ibu mendekatkan bayinya ketubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu )
dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut bergerak mencari dan
menoleh
         Ibu menyentukan putting susunya ke bibir bayi, menunggu hinnga
mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu
ibu sehingga bibir bayi dappat menangkap putting susu tersebut.
B.     Tanda – tanda posisi bayi menyusu dengan baik :
         Dagu menyentuh payudara ibu
         Mulut terbuka lebar
         Hidung bayi mendekati dan kadang – kadang menyentuh payudara ibu
         Mulut bayi mencangkup sebanyak mungkin areola ( tidak hanya putting
susu, lingkar areola atas terlihat lebih banyak dibandingkan areola bawah )
         Lidah bayi menopang putting dan areola bagian bawah
         Bibir bawah bayi melengkung keluar
         Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang – kadang
disertai dengan berhenti sesat

5.                Perawatan Payudara
Adalah usaha – usaha untuk merawat dan memahami kebersihan payudara
untuk persiapan menyusui.

Manfaat
         Menjaga kebersihan payudara agar terhindar dari infeksi
         Mengenyalkan putting susu agar tidak mudah lecet
         Menonjolkan putting susu
         Memperbanyak produksi ASI
         Menjaga bentuk payudara tetap bagus
         Mencegah penyumbatan ASI
         Mengetahui adanya kelainan

Alat – alat
         Handuk 2 buah
         Waslap 2 buah
         Sabun cuci tangan
         Baskom 2 buah
         Air dingin dan air hangat
         Bengkok
         minyak steril / minyak kelapa / baby oil
         kapas secukupnya
         bra yang bersih dan terbuat dari katun

Tata Cara Perawatan Payudara


         persiap alat
         cuci tangan dengan sabun
         menutup punggung dengan handuk
         kompres putting susu dengan kapas minyak 3-5 menit kemudian
dibersihkan
         pengenyalan, yaitu daerah putting susu dipegang dengan ibu jari, telunjuk
diputar ke dalam 20 kali keluar 20 kali

         pengurutan payudara
      Telapak tangan petugas diberi minyak kelapa kemudian diratakan
      Peganglah payudara diurut dari pangkal ke putting sebanyak 20 kali
      Pijat putting susu di daerah mamae untuk mengeluarkan kolostrum.
         Bersihkan payudara dengan air hangat dan dingin sebanyak 5 kali secara
bergantian ( mulai air panas kemudian air dingin )
         Keringkan payudara dan gunakan bra yang menopang
         Bersihkan alat – alat
         Cuci tangan dan keringkan

Dalam, Jika Putting Susu Datar / Masuk ke Cara perawatannya sbb,


         Letakakn kedua ibu jari di atas dan di bawah putting susu
         Regangkan daerah areola dengan menggerakkan kedua ibu jari kea rah
atas dan bawah sebanyak 20 kali
         Letakkan kedua jari disamping kiri dan kanan putting susu
         Regangkan daerah areola dengan menggerakkan kedua iibu jari ke arah
lain sebanyak 20 kali.

Tips – tips apabila ibu bekerja atau pergi


         Berikan ASI sebelum dan sesudah pulang kerja
         Bila payudara terasa penuh, ASI dapat dikeluarkan dan disimpan
         ASI dapat disimpan 6 jam pada suhu kamar dan 24 jam dalam lemari es
         Sebelum ASI diberikan seyogyanya dihangatkan dengan merendam
mangkok / gelas berisi ASI tersebut dengan air panas
         ASI tidak boleh dipanaskan secara langsung di atas api.
Hal – hal yang Perlu Diingat:
         Pada ibu dengan putting susu menonjol dan tidak ada riwayat abortus,
perawatan dilakukan mulai kehamilan diaatas 6 bulan
       Pada ibu denagn putting susu yang sudah menanjol dan ada riwayat
abortus, partuis sebelum waktunya, perawatan payudara dapat dimulai pada
usia kehamilan diatas 8 bulan
         Pada ibu denagn putting susu yang datar / masuk kedalam, perawatan
payudara dilakukan lebih dini yaitu sejak usia kehamilan 3 bulan kecuali bila
ibu terdapat riwayat abortus atau partus sebelum waktunya dilakukan setelah
usia kehamilan 6 bulan.

Teknik Menyusui
A. Teknik Menyusui.
Teknik menyusui yang benar diperlukan agar bayi dan ibu merasa
nyaman dan bayi bisa memperoleh manfaat terbesar dari menyusui. Beberapa
faktor kunci untuk menyusui secara efektif, diantaranya sebagai berikut :
1. Waktu menyusui
Pada bayi yang baru lahir akan menyusu lebih sering, rata-rata
adalah 10-12 kali meyusu tiap 24 jam atau bahkan 18 kali. Menyusui
ondemand adalah menyusui kapanpun bayi meminta atau dibutuhkan oleh
bayi (akan lebih banyak dari rata-rata menyusu). Menyusu ondemand
merupakan cara terbaik untuk menjaga produksi ASI tetap tinggi dan bayi
tetap kenyang. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa
sebaiknya setiap kali menyusu dengan durasi yang cukup lama dan tidak
terlalu sebentar, sehingga bayi menerima asupan foremilk dan hindmilk
secara seimbang (Astutik, 2017).
Ibu harus menyusui bayinya bila bayi menangis bukan karena
sebab lain (kencing, kepanasan/kedinginan, atau sekedar ingin didekap)
atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat
mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung
bayi akan kosong dalam 2 jam. Pada awalnya bayi akan menyusu dengan
jadwal yang tak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2
minggu kemudian. Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik,
karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI
selanjutnya. Dengan menyusui nir-jadwal, sesuai dengan kebutuhan bayi,
akan mencegah timbulnya masalah menyusui. Ibu yang bekerja di luar
rumah dianjurkan agar lebih sering menyusui pada malam hari agar
memacu produksi ASI.
Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka
sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara.Ketika
menyusui ibu harus berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong,
agar produksi ASI menjadi lebih baik.Setiap kali menyusui, dimulai
dengan payudarayang terakhir disusukan.Selama menyusui sebaiknya ibu
menggunakan bra yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu
ketat (Sidi dkk, 2011).
2. Perlekatan
Menurut Astuti (2017) perlekatan adalah istilah yang digunakan
untuk menyebut cara bayi menahan puting ibu dalam mulutnya. Ada dua
cara untuk mengetahui apakah mulut bayi melekat pada puting ibu dengan
benar atau tidak, yaitu sebai berikut :
a. Jika bayi melekat dengan benar, bibir bawah akan terlipat ke bawah
dan dagu akan mendekat ke payudara. Lidah seharusnya ada di bawah
payudara, aerola, dan puting menempel pada langit-langit mulit bayi.
Posisi ini memungkinkan bayi menghisap secara efisien.
b. Seluruh puting dan areolanya berada dalam mulut bayi. Posisi ini
memungkinkan bayi menekan sinus-sinus di bawah areola dan
mengeluarkan ASI dari puting. Jika hanya puting yang masuk ke mulut
bayi, maka jumlah ASI yang dikeluarkan akan lebih sedikit dan bayi
harus menghisap lebih keras dan lebih lama untuk memuaskan rasa
laparnya.
Perlekatan yang kurang baik disebabkan karena hal sebagai berikut :
a. Menggendong bayi dalam posisi yang kurang benar.
b. Pemakaian baju yang berlebihan
c. Kemungkinan bayi tidak siap menyusu yang bisa dikarenakan bayi
bingung puting atau malas menyusui.
d. Adanya penyakit, baik pada ibu maupun bayi.
e. Tidak cukup privasi pada saat menyusui, misalnya di tempat umum
atau tempat kerja yang tidak disediakan pojok laktasi.
3. Posisi Menyusui
Menurut Astuti dkk (2015) posisi menyusui yaitu :
a. Posisi berbaring
Pastikan ibu nyaman dan relaks. Bisa dengan menempatkan
satu bantal di bawah kepala dan bantal yang lain di bawah dada. Tubuh
bayi diletakkan dekat ibu dan kepalanya berada setinggi payudara
sehingga bayi tidak perlu menarik puting.Ibu dapat menyangga bayi
dengan lengan bawah, sedangkan lengan atas menyangga payudara,
dan apabila tidak menyangga payudara, maka dapat memegang bayi
dengan lengan atas.
b. Posisi menyusui sambil duduk
Pastikan ibu menyusui sambil duduk dengan nyaman dan santai
pada kursi yang rendah, lebih baik menggunakan kursi yang disertai
sandaran.Apabila kursinya agak tinggi, maka diperlukan kursi untuk
meletakkan kaki ibu.
c. Posisi menyusui dengan ASI yang memancar (penuh)
Bayi ditengkurapkan di atas dada ibu dengan tangan ibu sedikit
menahan kepala bayi. Pada posisi ini bayi tidak akan tersedak.
d. Posisi menyusui sambil berdiri
Pastikan ibu merasa nyaman dan relaks, dan untuk bayi
perlekatannya benar sehingga bayi menyusu dengan efektif.
e. Posisi menyusui di bawah lengan
Posisi lainnya yang dapat digunakan yaitu memegang bayi pada lengan
dengan posisi bawah lengan.Posisi ini berguna untuk bayi kembar atau
jika sulit meletakkan bayi.
f. Posisi menyusui bayi kembar
Ibu dapat menyusui sekaligus dua bayi, yaitu dengan posisi
seperti memegang bola (football position).Jika ibu menyusui bersama-
sama maka bayi sebaiknya menyusu pada payudara secara bergantian,
jangan menetap pada satu payudara.
4. Langkah-langkah Correct Breastfeeding Techniques
Menurut Kristiyansari (2014), Sidi dkk (2011), Astuti dkk (2015)
dan Astutik (2017) langkah-langkah Correct Breastfeeding Techniques
yaitu :
a. Sebelum menyusui mencuci tangan terlebih dahulu.
b. Pijat di sekitar areola untuk mengeluarkan sedikit ASI untuk dioleskan
pada puting susu dan sekitar areola.
c. Memilih posisi yang nyaman untuk menyusui. Lebih baik ibu duduk
menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan
punggung ibu bersandar pada sandaran kursi.
d. Mengendong bayi dengan satu lengan, kepala bayi berada pada
lengkung siku ibu dan pantat bayi terletak pada telapak tangan ibu.
e. Memposisikan tangan bayi berada pada belakang badan ibu dan satu
tangan di depan.
f. Memposisikan perut bayi menempel pada perut ibu.
g. Memposisikan telinga bayi dan lengan terletak dalam satu garis lurus.
h. Menyangga payudara dengan 4 jari, ibu jari berada diatas untuk
mengarahkan puting, dan membentuk huruf C.
i. Memberikan rangsangan dengan menggunakan jari telunjuk atau
puting ke pipi atau ke ujung mulut sampai mulut bayi terbuka lebar.
j. Memasukkan puting dan sebagian areola ke mulut bayi.
k. Melepas isapan bayi dengan memasukkan jari kelingking ke sudut
mulut bayi.
l. Menyendawakan bayi dengan tujuan mengeluarkan udara dari
lambung supaya bayi tidak muntah (gumoh) setelah menyusui dengan
cara menggendong bayi tegak dengan bersandar pada bahu ibu
kemudian punggungnya ditepukk perlahan-lahan. Hal ini dapat
dilakukan juga dengan bayi ditidurkan tengkurap di pangkuan ibu
kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan..
5. Cara pengamatan Correct Breastfeeding Techniques.
Menurut Astuti dkk (2015) dan Astutik (2017) menyusui dengan
teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet
dan ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI
selanjutnya atau bayi enggan menyusu. Untuk mengetahui bayi telah
menyusu dengan teknik yang benar atau salah , ada beberapa hal yang bisa
diamati di antaranya sebagai berikut :
a. Bayi tampak tenang.
b. Badan bayi menempel pada perut ibu.
c. Mulut bayi terbuka lebar.
d. Dagu bayi menempel pada payudara ibu.
e. Sebagian areola masuk ke dalam mulut bayi,areola bagian bawah lebih
banyak yang masuk.
f. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
g. Puting susu ibu tidak terasa nyeri.
h. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
i. Kepala agak menengadah, saat satu payudara sampai terasa kosong,
maka ganti menyusui pada payudara yang lain.

BREAST CARE (PERAWATAN PAYUDARA)

A. Definisi perawatan payudara


Post natal breast care pada ibu nifas merupakan perawatan payudara
yang dilakukan pada ibu pasca melahirkan/nifas untuk melancarkan sirkulasi
darah dan mencegah tersumbatnya saluran payudara sehingga memperlancar
pengeluaran ASI. Pelaksanaan perawatan payudara dimulai sedini mungkin,
yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan 2 kali sehari. (Saleha,
2009)
Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara
sadar dan teratur untuk memeliharan kesehatan payudara waktu hamil dengan
tujuan untuk mempersiapkan laktasi pada waktu post partum (Saryono,
2009).
Perawatan payudara adalah perawatan yang dilakukan pada payudara
ibu setelah melahirkan dan menyusui yang merupakan suatu cara yang
dilakukan saat merawat payudara agar ASI keluar dengan lancar
(Suririnah,2007).
Jadi perawatan payudara masa nifas adalah kegiatan yang dilakukan
oleh ibu pasca melahirkan sebagai upaya untuk memelihara kesehatan
payudara dan membantu memperlancar produksi ASI.

B. Manfaat dan tujuan perawatan payudara


Perawatan payudara hendaknya dilakukan sedini mungkin selama
kehamilan dalam upaya mempersiapkan bentuk dan fungsi payudara sebelum
terjadi laktasi.Jika persiapan kurang dapat terjadi gangguan penghisapan pada
bayi akibat ukuran puting yang kecil atau mendelep. Akibat lain bisa terjadi
produksi Asi akan terlambat serta kondisi kebersihan payudara ibu tidak
terjamin sehingga dapat membahayakan kesehatan bayi. Dipihak ibu, akibat
perawatan yang kurang pada saat persalinan ibu belum siap menyusui
sehingga jika bayi disusukan ibu akan merasakan geli atau perih pada
payudaranya.
Tujuan perawatan payudara adalah :
1. Memelihara kebersihan payudara
2. Melenturkan dan menguatkan puting susu
3. Payudara yang terawat akan memproduksi ASI cukup untuk kebutuhan
bayi
4. Dengan perawatan payudara yang baik ibu tidak perlu khawatir bentuk
payudaranya akan cepat berubah sehingga kurang menarik.
5. Dengan perawatan payudara yang baik puting susu tidak akan lecet
sewaktu dihisap oleh bayi.
6. Melancarkan aliran ASI
7. Mengatasi puting susu datar atau terbenam supaya dapat dikeluarkan
sehingga siap untuk disusukan kepada bayinya

C. Akibat tidak dilakukan perawatan payudara


Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan
payudara sedini mungkin. Dampak tersebut meliputi :
1. Puting susu mendelep
2. Anak susah menyusui
3. ASI lama keluar
4. Produksi ASI terbatas
5. Pembengkakan pada payudara
6. Payudara meradang
7. Payudara kotor
8. Ibu belum siap menyusui
9. Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet.

D. Waktu pelaksanaan perawatan payudara


1. Pertama kali dilakukan pada hari kedua setelah melahirkan
2. Dilakukan minimal 2x dalam sehari

E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Perawatan


Payudara
1. Potong kuku tangan sependek mungkin,serta kikir agar halus dan tidak
melukai payudara.
2. Cuci bersih tangan dan terutama jari tangan.
3. Lakukan pada suasana santai,misalnya pada waktu mandi sore atau
sebelum berangkat tidur.

F. Persiapan alat
a) Handuk 2 buah
b) Washlap 2 buah
c) Baskom berisi air dingin 1 buah
d) Baskom berisi air hangat 1 buah
e) Minyak kelapa/baby oil
f) Baskom kecil 1 buah, berisi kapas/kasa secukupnya
g) Baki, alas dan penutup

G. Teknik perawatan payudara


1. Ambil kapas yang sudah diberi baby oil tempelkan pada puting payudara
selama 5 menit dan kemudian bersihkan dengan cara melingkar.
2. Licinkan kedua tangan dengan baby oil.
3. Tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara.Lakukan
pengurutan dimulai dari dalam antara 2 buah payudara kemudian kearah
atas, kesamping, lalu kebawah, lalu sentilkan. Dalam pengurutan posisi
tangan kanan kearah sisi kanan dan tangan kiri kearah sisi kiri. Lakukan
20 kali
4. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kemudian tepi tangan kanan
menekan payudara kiri dengan mengarahkan ke putting susu (menyisir).
Lakukan tahap yang sama pada payudara kanan. Kemudian dari bawah
keatas. Lakukan 20 kali
5. Sokong payudara dan urut dengan 2 buah jari tangan.sokong payudara kiri
dengan tangan kiri, lalu 2 jari tangan kanan membuat gerakan sepiral
sambil menekan mulai dari pangkal payudara sampai pada puting susu.
Lakukan tahap yang sama pada payudara kanan. Lakukan 20 kali
6. Kompres menggunakan air hangat dan air dingin selama 5 menit,
kemudian keringkan.
7. Lakukan rangsangan puting susu ibuk, untuk beradaptasi dari lidah bayi
yang kasar, menggunakan handuk

H. Perawatan payudara dengan masalah


1. Cara Mengatasi Bila Putting Tenggelam
Lakukan gerakan menggunakan kedua ibu jari dengan menekan kedua sisi
puting dan setelah puting tampak menonjol keluar lakukan tarikan pada
puting menggunakan ibu jari dan telunjuk lalu lanjutkan dengan gerakan
memutar puting ke satu arah.Ulangi sampai beberapa kali dan dilakukan
secara rutin.
2. Jika Asi Belum Keluar
Walaupun asi belum keluar ibu harus tetap menyusui. Mulailah segera
menyusui sejak bayi baru lahir, yakni dengan inisiasi menyusui dini,
Dengan teratur menyusui bayi maka hisapan bayi pada saat menyusu ke
ibu akan merangsang produksi hormon oksitosin dan prolaktin yang akan
membantu kelancaran ASI. Jadi biarkan bayi terus menghisap maka akan
keluar ASI. Jangan berpikir sebaliknya yakni menunggu ASI keluar baru
menyusui.
3. Penanganan  puting susu lecet
Bagi ibu yang mengalami lecet pada puting susu, ibu bisa
mengistirahatkan 24 jam pada payudara yang lecet dan memerah ASI
secara manual dan di tampung pada botol steril lalu di suapkan
menggunakan sendok kecil .Olesi dengan krim untuk payudara yang lecet.
Bila ada madu, cukup di olesi madu pada puting yang lecet.
4. Penanganan pada payudara yang terasa keras sekali dan nyeri, asi menetes
pelan dan badan terasa demam.
Pada hari ke empat masa nifas kadang payudara terasa penuh dan keras,
juga sedikit nyeri.Justru ini pertanda baik. Berarti kelenjar air susu ibu
mulai berproduksi. Tak jarang diikuti pembesaran kelenjar di ketiak,
jangan cemas ini bukan penyakit dan masih dalam batas wajar.Dengan
adanya reaksi alamiah tubuh seorang ibu dalam masa menyusui untuk
meningkatkan produksi ASI, maka tubuh memerlukan cairan lebih
banyak.Inilah pentingnya minum air putih 8 sampai dengan 10 gelas
sehari. (Mellyna, 2009)

PERAWATAN TALI PUSAT


A. Pengertian
Perawatan tali pusat adalah tindakan perawatan pada tali pusat bayi
baru lahir sejak dipotongnya tali pusat sampai tali pusat puput
(mengering dan lepas), dengan tujuan untuk mencegah terjadinya
infeksi pada tali pusat bayi dan mempercepat penyembuhan luka bekas
pemotongan tali pusat.
B. Tujuan
Tujuan merawat tali pusat adalah mencegah terjadinya infeksi dan
tetanus pada bayi baru lahir.
C. Alat dan Bahan
 Air hangat
 Kasa steril
 Kapas yang streril
D. Cara Perawatan
1. Cuci tangan dengan sabun sampai bersih, keringkan dengan
handuk yang bersih.
2. Buka balutan pada tali pusat yang akan diganti dengan lembut dan
hati-hati dan buang ke tempat sampah. Bila lengket basahi dengan
air hangat.
3. Bersihkan tali pusat dan daerah sekitar tali pusat menggunakan
kapas yang dibasahi air hangat, lakukan dengan lembut dan hati-
hati.
4. Keringkan tali pusat dan balut kembali menggunakan kasa steril
kering.
E. Waktu Perawatan Tali Pusat
1. Sehabis mandi pagi/.sore hari
2. Sewaktu-waktu bila balutan tali pusat basah oleh air
kencing/kotoran bayi.
3. Lakukan sampai tali pusat kering/puput.
F. Tanda –Tanda Infeksi Tali Pusat
1. Pangkal tali pusat atau sekitarnya berwarna merah/bengkak.
2. Keluar cairan yang berbau dan bernanah.
3. Ada darah yang keluar terus menerus.
4. Kejang.
5. Bayi mengalami demam.
G. Hal yang perlu diperhatikan
1.Jangan menggunakan plester dalam membalut tali pusat bayi, karena
dapat menimbulkan iritasi/luka/gatal-gatal pada daerah sekitar tali
pusat (kulit yang menjadi tempat penempelan plester)
2.Daerah tali pusat dan sekitarnya harus selalu dalam keadaan kering
dan bersih.
3.Bila pada tali pusat atau daerah sekitar tali pusat terdapat tanda-tanda
infeksi seperti warna kemerahan, ada nanah, bayi demam/rewel, segera
hubungi petugas kesehatan/bawa ke puskesmas.
KELUARGA BERENCANA

A. PENGERTIAN
Keluarga berenmcana menurut UU No. Tahun 1992 (tentang
perkembanagan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera)
adalah upaya pemningkatan mkepedulian dan peran serta masyarakat
melalui pendewasaan usia mperkawinan (PUP), pengaturan kelahiran,
pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga
kecmil, bahgia dan sejahtera (Handayani, 2010). Sasaran utama dari
pelayanan KB adalah paangan usia subur (PUS).
B. JENIS METODE KELUARGA BERENCANA
1. Metode Kontrasepsi Alamiah
a. Senggama Terputus
Senggama terputus adalah mengeluarkan kemaluan pria
dari alat kelamin wanita menjelang ejakulasi. Dengan cara ini
diharapkan cairan seperma tidak akan masuk ke dalam rahim serta
mengecilkan kemungkinan bertemunya sel telur yang dapat
mengakibatkan terjadinya pembuahan (Proverawati, Islaely, dan
Aspuah,2010).
b. Pantang Berkala
Pantang berkala adalah tidak melakukan hubungan seksual
saat istri sedang dalam masa subur.Sistem ini berdasarkan pada
siklus haid atau menstruasi wanita. Masa subur tidak selalu terjadi
tepat 14 hari sebelum menstruasi, tetapi dapat terjadi antara 12
atau 16 hari sebelum menstruasi berikutnya(Proverawati, Islaely,
dan Aspuah, 2010)
c. Metode Lendir Servik
Metode lendir servik adalah metode kontrasepsi dengan
melihat lendir dalam vagina untuk mengetahui masa subur pada
seorang wanita, dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun
tidur dan sebelum melakukan aktifitas lainya (Proverawati,
Islaely, dan Aspuah,2010).
2. Metode Kontrasepsi Sederhana
a) Kondom
Kondom adalah selubung atau sarung karet yang terbuat
dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vynil) atau
bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat
berhubungan.Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis,
berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang
digulung berbentuk rata. Standar kondom dilihat dari
ketebalannya, yaitu 0,02 mm (Lusa, 2010).
b) Spermisida
Spermisida adalah zat-zat kimia yang kerjanya
melumpuhkan spermatozoa di dalam vagina sebelum spermatozoa
bergerak ke dalam traktus genetalia interna. Dikemas dalam
bentuk busa (aerosol), tablet vaginal,krim. Carakerjanya
menyebabkan sel membran sperma terpecah, memperlambat
pergerakan sperma dan menurunkan kemampuan pembuahan sel
telur (Saifuddin, 2010).
c) Diafragma
Merupakan kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari
lateks(karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual sehingga menutup serviks. Cara kerjanya
menahan sperma agar tidak mendapat akses mencapai saluran alat
reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopi) dan sebagai alat
tempat spermisida (Saifuddin, 2010).
3. Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih
a) Pil
Pil kombinasi Kontrasepsi Pil, kontrasepsi oral (Pil) adalah
cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil di dalam setiap
yang berisi gabungan dari hormon estrogen dan progesteron atau
hanya terdiri dari hormon progesteron saja.
Cara kerjanya menekan ovulasi, mencegah implantasi,
mengentalkan lendir serviks (Handayani, 2010).
Kerugian :
1) Perlu diminum secara teratur,secara cermat, dan konsisten.
2) Tidak ada perlindungan terhadap penyakit menular seksual
(PMS) dan HIV.
3) Peningkatan resiko gagguan sirkulasi
4) Efek pada kanker payudara
5) Tidak cocok untuk perokok berusia di atas 35 tahun.
Keuntungan:
1) Dapat diandallkan dan reversible
2) Mengurangi resiko anemia
3) Menurunkan kista ovarium
4) Penykit radang panggul lebih sedikit
5) Kehamilan ektopik lebiih sedikit
b) Mini pil
Mini pil merupakan alat kontrasepsi yang kurangdigunakan
secara luas karena hanya mengandung progestin saja dan tidak
mengandung estrogen.Efektifiyas mini pil tergabtung pada
kemampuan wanita minum pil tiap malam. Mekanisme kerja mini
pil sebagai berikut :
1) Mencegah terjadinya ovulasi dari beberapa siklus
2) Perubahan dalam mortilitas tuba
3) Perubahan dalam fungsi corpus luteum
4) Perubahan lendir srviks yang mengganggu mortilitas atau
daya hidup spermatozoa
Keuntungan:
1) Dapat diberikan pada wanita yang menderita keadaan
tromboembolik
2) Dapat diberikan pada waita yang menyusui
3) Cocok pada wanita dengan keluhan efek samping yang
disebabkan oleh esterogen (sakit kepala,hipertensi,nyeri
tungkai bawah,cloasma,berat badan bertambah dan mual)
Kerugian :
1) Mini pil kurang efektif dalam mencegah kehamilan
dibandingkan pil kombinasi
2) Karena tidak mengandung esterogen mini pil menambah
insiden dari perdarahan bercak (spotting), perdraahan
menyeruupai haid (sukarni,2013).
c) KB Suntik
Kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh
sperma (konsepsi) atau pencegahan menempelnya sel telur yang
telah dibuahi ke dinidng rahim.Terdapat beberapa metode yang
digunakan dalam kontrasepsi.Metode dalam kontrasepsi tidak ada
satupun yang efektif secara menyeluruh. Meskipun begitu,
beberapa metode dapat lebih efektif dibandingkan metode lainnya
(Mulyani,2013).
Kontrasepsi suntik adalah obat pencegah kehamilan yang
pemakaiannya dilakukan dengan jalan penyuntikan obat tersebut
pada wanita subur.Obat ini berisi Depo Medroxi Progresteron
Acetate (DMPA). Penyuntikan dilakukan pada otot Intra Muskular
(IM) di bokong (gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan
(deltoit) (Maryai,2013).
1) Jenis KB Suntik
(a) Suntikan progresif
Kontraspsi suntikan berdaya kerja lama yang hanya
mengandung progestin dan banyak di pkai sekarang ini
adalah Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) atu
Depo Provera, diberikan sekali setiap 3 bulan dengan dosis
150 mg. Disuntikkan secaraintramuscular di daerah boong
dan Norethindrone enanthare (NETEN) atau Noristerat,
diberikan dalam disis 200 mg sekalu setiap 8 minggu atau
setiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama, kemudian
selanjutnya 12 minggu. Jenis KB suntik golongan
progresterin adalah sebagai berikut :
(1) Depo Medroxi Progesteron (DMPA) atau Depo
provers yang diberikan tiap 3 bulan dengan dosis
150 miligram yang disuntikan secra intramuscular
(didaerah bokong).
(2) Sipionat yang diberikan injeksi IM (Intra Muscular)
sebulan sekali (cyclofem) dan 50 mg Noretindron
Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan
injeksi IM sebulan sekali.
(b) Suntikan kombinasi
Suntikan kombinasi yang beredar di pasaran
indonesi adalah kombinasi antara 25 mg
medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiolipinoat yang
diberikan secara injeksi intramuscular sebulan sekali
(Mulyani, 2013).
2) Cara kerja KB suntik
Cara kerja KB suntik diantaranya adalah : menekan ovulasi,
mengentalkan lendir servik sehingga menurunkan kemampuan
penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan
atropi dan menghambat transportasi gamet oleh tuba
(Handayani,2010)
3) Mekanisme kerja
Mekanisme kerja KB suntik DMPA adalah mencegah
ovulasi,mengentalkan lemdir servik dan menjadi sedikit
sehngga menurunkan kemampuan penetrasi sperma,
menjadikan selaput lendir rhim tipis dan atropi, menghambat
transportasi gamet dan tuba dan mengubah endometrium
menjadi tidak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi
(Hartono,2010).
4) Keuntungan atau kelebihan
Keuntungan atau kelebihan dari metode kontrasepsi suntik
ini antara lain sangat efektif, pencegahan hamil jangka
panjang, tidak memiliki pengaruh pada ASI, klien tidak perlu
menyimpan obat suntik, dapat digunaka perempuan usia > 35
tahu sampai perimenopose, membantu mencegah kanker
endrometrium dan kehamilan ektopok, menurunkan kejadian
penyakit jinak payudara, menurunkan krisis anemia bulan sabit
(sickle cell), mencegah beberapa penyebab penyakit radang
panggul (Sulistyanti,2011)
5) Efek samping penggunaan KB suntik antara lain :
(a) Efek samping yang timbul perdarahan tidak teratur
(b) Mengalami siklus menstruasi
(c) Efek samping lain yang sering muncul adalah nyeri tekan
payudara
(d) Peningkatan tekanan darah,timbul jerawat, dan
peningkatan berat badan.
(e) Amonera,mual/pusing/muntah, perdarahan bercak
(spotting), peerubahan suasana hati, penurunan libido.
(Arum,2010).
6) Yang dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntik
Progestin/DMPA
Kontrasepsi suntikan progestin/DMPA adalah usia
reproduksi, nulipara dan yang telah memiliki anak,
menghendaki kontrasepsi jangka panjang, menyusui dan
membutuhkan kontrasepsi yang sesuai, setelah abortus atau
keguguran, telah banyak anak, terapi belum menghendaki
tubektomi, tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung
estrogen, menggunakan obat untuk epilepsy (fenitoin dan
barbiturat) atau obat tuberculosis (rifampisin), tekanan darah <
180/110 mmhg, dengan masalah gangguan pembekuan darah,
anemia bulan sabit dan anemia defisiensi besi (Handayani,
2010)
7) Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntik
Progestin/DMPA
Hamil atau dicurigai hamil, perdarahan pervagina yang
belum jelas penyebabnya, tidak dapat menerima terjadinya
gangguan haid, terutama amenorea, menderita kanker
payudara atau riwayat kanker payudara, diabetes mellitus
disertai komplikasi (peningkatan libido, kulit dan kulit kepala
berminyak, ruam dan pruritus, edema) (Handayani, 2010).
8) Cara pemberian
(a) Waktu pemberian
(1) Mulai hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid.
(2) Jika pasien pasca persalinan > 6 bulan, menyusui, serta
belum haid, suntikan pertama dapat diberikan, asal saja
dapat dipastikaan ibu tidak hamil.
(3) Bila pasca persalinan 3 minggu dan tidak menyusi,
suntikan kominasi dapat diberikan.
(4) Ibu pasca keguguran, suntikan progestin dapat
diberikan.(Mulyani, 2013).
(b) Lokasi penyuntikan
Daerah bokong/pantat, DMPA diberikan setiap 3 bulan/IM
(Mulyani, 2013).
d) Kontrasepsi implan
1) Indikasi pemakaian implan
(a) Pemakaian KB jangka waktu lama
(b) Masih berkeinginan punya anak lagi, tapi jarak antara
kelahiran tidak terlalu dekat
(c) Tidak dapat memakai jenis KB lain

2) Kontra indikasi pemasangan implan


(a) Hamil atau diduga hamil, perdarahan vagina tanpa sebab
(b) Wanita dalam usia prodktif
(c) Telah atau mempunyai anak
(d) Menginginkan kontrasepsi jangka panjang
(e) Meyusui dan membutuhkan kontrasepsi
(f) Pasca keguguran
3) Efek samping
(a) Nyeri atau gatal pada tempat pemasangan
(b) Sakit kepala
(c) Mual
(d) Muntah
(e) Perubahan mood
(f) Perubahan berat badan
(g) Jerawat
(h) Nyeri dan nyeri tekan pada payudara
(i) Rambut rontok
(j) Vaginalis (sukarni,2013).
e) Alat Kotrasepsi Dalam Rahim (AKDR), terdapat dua macam
penggolongan AKDR atau yang sering disebut IUD (Intra Uterin
Devices) yaitu yan mengandung logam (Cu IUD) dan yang
mengandung hormon progesteroneatau levonorgestrel (Hartanto,
2009).
f) Metode Kontrasepsi Mantap
1) Tubektomiadalah setiap tindakan yang dilakukan pada kedua
saluran telur wanita yang mengakibatkan orang yang
bersangkutan tidak akan mendapatkan keturunan lagi.
Kontrasepsi ini digunakan untuk jangka panjang, walaupun
kadang-kadang masih dapat dipulihkan kembali seperti
semula. Cara tubektomi dapat dibagi atas beberapa bagian
antara lain saat oprasi, cara mencapai tuba, dan cara penutupan
tuba (Sulistyawati, 2011).
2) Vasektomi adalah Kontrasepsi mantap pria atau vasektomi
merupakan suatu metode operatif minor pada pria yang sangat
aman. Sederhana dan sangat efektif, memakan waktu operasi
yang sangat singkat dan tidak memerlukan anastesi umum
(Hartanto, 2009).
3) Diafragma merupakan kap berbentuk bulat cembung, terbuat
darilateks(karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual sehingga menutup serviks. Cara kerjanya
menahan sperma agar tidak mendapat akses mencapai saluran
alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopi) dan sebagai
alat tempat spermisida (Saifuddin, 2010).
POA (PLANNING OF ACTION)
MASALAH MASALAH WAKTU
N NARASUM
KESEHATA KEPERAW KEGIATAN DAN
O BER
N ATAN TEMPAT
1 Ibu hamil Defisit Penyuluhan Zahra Nur Tempat
pengetahuan tentang gizi Hanifa menyesuaika
seimbang n
pada ibu
hamil
2 Ibu hamil Kesiapan Penyuluhan Christin Tempat
persalinan tentang Yuliani menyesuaika
gangguan Bombing n
psikologis
pada ibu
hamil
3 Ibu hamil Kesiapan Penyuluhan Indah Tempat
Persalinan tentang Retnowati menyesuaika
tanda-tanda n
persalinan
4 Ibu hamil Ketidakefekt Penyuluhan Risdianto Tempat
ifan pola tentang menyesuaika
seksual seksualitas n
pada ibu
hamil
5 Ibu hamil Kesiapan Penyuluhan Ade Ila Tempat
Persalinan tenatang menyesuaika
senam ibu n
hamil
6 Ibu hamil Defisit Penyuluhan Diryanto Tempat
pengetahuan tentang ASI Bastian menyesuaika
ekslusif n
7 Ibu hamil Kesiapan Penyuluhan Ika wahyu Tempat
persalinan tantang prihatiningsi menyesuaika
teknik h n
menyusui
yang benar
8 Ibu hamil Kesiapan Penyuluhan Thalia Tempat
persalinan tentang Florencia D menyesuaika
breastcare A n
(perawatan
payudara)
9 Ibu hamil Kesiapan Penyuluhan Dyah Tri Tempat
persalinan tentang Utami menyesuaika
perawatan n
bayi baru
lahir :
perawatan
tali pusat
10 Ibu hamil Ketidakefekt Penyuluhan Riska Novi Tempat
ifan pola tentang Asafiti menyesuaika
seksual Keluarga n
berencana

EVALUASI HASIL KEPERAWATAN KOMUNITAS


DI RW 01 KUNCEN LAMA – KEC. UNGARAN BARAT, KABUPATEN
SEMARANG
HASIL
WAKTU DAN
NO KEGIATAN RESPON FAKTOR
TEMPAT PENDUKUN
MASYARAKAT
1. Memberikan pendidikan Sabtu, 14 Jangka pendek 1. Ketersediaa
kesehatan tentang gizi desember 2019, 1. Dari 7 ibu hamil di meluangkan
seimbang pada ibu hamil jam 13.00 RW 01 terdapat 1 mengikuti p
yang meliputi : Bertempat di ibu hamil yang 2. Ketersediaa
 Pengertian gizi Rumah Ny. Indah mengikuti yang ruma
seimbang RT 07 / RW 01 penyuluhan di tempat peny
 Manfaat gizi seimbang dan jam 15.00 rumah Ny. Indah 3. Ketersediaa
untuk ibu hamil Bertempat di RT 07/ RW 01 dan media yan
 Gizi seimbang untuk Rumah Ny. Elia terdapat 1 ibu dalam peny
ibu hamil RT 04/ RW 01 hamil yang 4. Leaflet ya
 Penambahankebutuhan mengikuti kepada ibu
zat gizi selama hamil penyuluhan di
 Jumlah atau porsi rumah Ny. Elia RT
dalam 1 kali makan 04 / RW 01.
 Frekuensi makan 2. Ibu hamil
dalam sehari mendengarkan

 Jenis makanan yang materi yang

tersusun dalam 1 disampaikan

hidangan makan 3. Ibu hamil

 Bahan makanan yang mengikuti kegiatan

dihindari dan dibatasi dari awal sampai

oleh ibu hamil akhir


4. Ibu hamil aktif
bertanya saat
penyuluhan
2 Memberikan pendidikan Minggu 22 1. Dari 5 ibu hamil 1. tersedianya
kesehatan tentang tanda-tanda Desember 2019, yang mengikuti tempat
persalinan yang meliputi : jam 08:00 Tempat penyuluhan ditentukan
1. Pengertian gangguan di rumah mbak kesehatan untuk pendidikan
psiologis ibu hamil indah RT 7 dan ibu hamil yang 2. tersedianya
2. Tanda dan gejala rumah mbak elia diselenggarakan media yan
gangguan psikologis RT 4 Kuncen, oleh mahasiswa dalam peny
ibu hamil Ungaran Barat berkolaborasi 3. leaflet
3. Dampak gangguan Kabupaten dengan bidan desa. diberikan d
psikologis terhadap Semarang 2. Ibu hamil
ibu dan janin mendengarkan
4. Cara mengatasi materi yang
gangguan psikologis disampaikan
pada ibu hamil 3. Ibu hamil
mengikuti kegiatan
dari awal sampai
akhir
4. ibu hamil tidak
meninggalkan
ruangan ketika
kegiatan dimulai
5. ibu hamil bertanya
aktif saat
penyuluhan
6. ibu hamil tampak
antusias dengan
materi yang
diberikan
3 Memberikan pendidikan Minggu 22 1. Dari 5 ibu hamil 1. tersedianya
kesehatan tentang tanda-tanda Desember 2019, yang mengikuti tempat
persalinan yang meliputi : jam 08:00 Tempat penyuluhan ditentukan
1. Pengertian persalinan di rumah mbak kesehatan untuk pendidikan
2. Tanda – tanda persalinan indah RT 7 dan ibu hamil yang 2. tersedianya
3. Cara mengurangi rasa rumah mbak elia diselenggarakan media yan
nyeri saat kontraksi RT 4 Kuncen, oleh mahasiswa dalam peny
4. Tujuan mengetahui tanda- Ungaran Barat berkolaborasi 3. leaflet
tanda persalinan Kabupaten dengan bidan desa. diberikan d
Semarang 2. Ibu hamil
mendengarkan
materi yang
disampaikan
3. Ibu hamil
mengikuti kegiatan
dari awal sampai
akhir
4. ibu hamil tidak
meninggalkan
ruangan ketika
kegiatan dimulai
5. ibu hamil bertanya
aktif saat
penyuluhan
6. ibu hamil tampak
antusias dengan
materi yang
diberikan
4 a. Memberikan pendidikan Sabtu, 14 Jangka pendek 1. Ketersediaa
kesehatan tentang desember 2019, 1. Dari 7 ibu hamil di meluangka
seksualitas dalam jam 13.00 RW 01 terdapat 1 mengikuti
kehamilan pada ibu hamil Bertempat di ibu hamil yang 2. Ketersediaa
yang meliputi : Rumah Ny. Indah mengikuti yang ruma
 Pengertian seksualitas RT 07 / RW 01 penyuluhan di tempat pen
dalam kehamilan dan jam 15.00 rumah Ny. Indah 3. Ketersediaa
 Manfaat seksualitas Bertempat di RT 07/ RW 01 dan media yan
dalam kehamilan untuk Rumah Ny. Elia terdapat 1 ibu dalam peny
ibu hamil RT 04/ RW 01 hamil yang 4. Leaflet ya
 Tujuan seksualitas mengikuti kepada ibu
dalam kehamilan untuk penyuluhan di
ibu hamil rumah Ny. Elia RT

 Pengaturan posisi 04 / RW 01.

dalam menjalani 2. Ibu hamil

seksualitas pada mendengarkan

kehamilan materi yang

 Larangan dan yang di disampaikan

anjurkan saat sedang 3. Ibu hamil

melakukan hubungan mengikuti kegiatan

seksualitas pada ibu dari awal sampai


hamil akhir
4. Ibu hamil aktif
bertanya saat
penyuluhan
5 a. Memberikan pendidikan Sabtu, 14 Jangka pendek 1. Tersediany
kesehatan dan demontrasi Desember 2019, 1. Dari 7 ibu hamil tempat
tentang senam hamil yang jam 13.00 dan yang berada di RW ditentukan
meliputi: 15.00 bertempat 01 Kuncen Lama pendidikan
 Pengertian senam di Rumah ibu hanya 5 ibu hamil 2. Tersediany
hamil Indah RT 07/RW yang hadir dan media ya
 Manfaat senam hamil 10 dan ibu Elia mengikuti kegiatan dalam pen
 Indikasi senam hamil RT 03/RW10, penyuluhan 3. Leaflet

 Kontraindikasi senam Kelurahan kesehatan yang dibawa pu

hamil Kuncen Lama, diselenggarakan

 Gerakan senam hamil Kecamatan oleh puskesmas

b. Mempersilahkan ibu Ungaran, yang berkolaborasi

hamil untuk bertanya Kabupaten dengan mahasiswa.

tentang materi yang sudah Semarang 2. Ibu hamil

disampaikan mendengarkan

c. Mengevalusi ulang pada materi yang

ibu hamil tentang materi disampaikan

yang materi yang 3. Ibu hamil

disampaikan mengikuti
kegaiatan dari awal
sampai akhir
4. Ibu hamil tidak
meninggalkan
ruangan ketika
kegiatan dimulai
5. Ibu hamil bertanya
aktif saat
penyuluhan
6. Ibu hamil tampak
antusias dengan
materi yang
diberikan
6 Memberikan pendidikan Minggu, 1. Dari 5 ibu hamil 1. tersedianya
kesehatan tentang ASI 22 Desember yang mengikuti tempat
Ekslusif : 2019 jam 08.00 penyuluhan ditentukan
 Pengertian ASI Ekslusif Bertempat di kesehatan untuk pendidikan
 Komponen ASI Rumah Ny. Elia ibu hamil yang 2. tersedianya

 Manfaat ASI RT 04 / RW 01 diselenggarakan media yan

 Cara meneteki dengan dan jam 10.00 oleh mahasiswa dalam peny

benar Bertempat di berkolaborasi 3. leaflet

 Cara perawatan payudara Rumah Ny. Indah dengan bidan desa. diberikan d
RT 07/ RW 01 2. Ibu hamil
mendengarkan
materi yang
disampaikan
3. Ibu hamil
mengikuti kegiatan
dari awal sampai
akhir
4. ibu hamil tidak
meninggalkan
ruangan ketika
kegiatan dimulai
5. ibu hamil bertanya
aktif saat
penyuluhan
6. ibu hamil tampak
antusias dengan
materi yang
diberikan
7 Memberikan pendidikan Minggu, Jangka pendek 5. Ketersediaa
kesehatan tentang teknik 22 Desember 5. Dari 7 ibu hamil di meluangkan
menyusui yang benar : 2019 jam 08.00 RW 01 terdapat 3 mengikuti p
 Pengertian menyusui Bertempat di ibu hamil yang 6. Ketersediaa
yang baik dan benar Rumah Ny. Elia mengikuti yang ruma
 Posisi menyusui yang RT 04 / RW 01 penyuluhan di tempat peny
baik dan benar rumah Ny. Elia RT 7. Ketersediaa
 Langkah – langkah dan jam 10.00 04/ RW 01 dan media yan
menyusui yang benar Bertempat di terdapat 2 ibu dalam peny

 Waktu dan frekuensi Rumah Ny. Indah hamil yang 8. Leaflet ya

menyusui RT 07/ RW 01 mengikuti kepada ibu


penyuluhan di
rumah Ny. Indah
RT 07 / RW 01.
6. Ibu hamil
memperhatiakan
dengan baik materi
yang disampaikan
7. Ibu hamil turut
aktif dalam
mendemontrasikan
kembali tehnik
meyusui yang
benar
8. Ibu hamil
mengikuti kegiatan
dari awal sampai
akhir
9. Ibu hamil aktif
bertanya setelah
materi
tersampaikan
8 Memberikan Edukasi tentang Minggu 22 Jangka pendek 1. Tersediany
Breast Care (perawatan desember 2019, Dari 7 ibuk hamil tempat
payudara) yang meliputi jam 08-09.00 yang didapatkan di ditentukan
a. Manfaat / tujuan bertempat di Rw 01 kuncen lama mengajarka
perawatan payudara rumah mbk Elia ,yang hadir 5 ibuk (Perawatan
b. Alat yang digunakan hamil yang akan
untuk pearawatan Dan untuk mengikuti kegiatan 2. Tersediany
payudara edukasi Breaste Care media yan
c. Demonstrasikan Jam : 10.00-11.00 (Perawatan Payudar) dalam
Breast Care di rumahnya mbk diselengarkan oleh Breast Ca
(Perawatan Payudara) Indah Ibuk bidan puskesmas payudara)
yang berkolaborasi
dengan mahasiswa 3. Leaflet
dibawa pul
1. Ibuk hamil
mendengarkan
materi yang
disapaikan
2. Ibuk hamil
bertanya sesuai
materi yang
disampaikan
3. Ibuk hamil
mengatakan
sudah paham
tentang
perawatan
payudara dan
akan
melakukanya

9 a. Memberikan pendidikan Minggu, 22 Jangka Pendek 1. Tersediany


kesehatan dan demonstrasi Desember 2019 1. Dari 7 ibu hamil tempat
tentang perawatan bayi jam 08.00 dan yang berada di ditentukan
baru lahir: perawatan tali 10.00 dikediaman RW 01 Kuncen pendidikan
pusat yang meliputi: Ny. E RT 04 RW Lama hanya 5 ibu 2. Tersediany
 Pengertian perawatan 01 dan Ny. I RT hamil yang dapat media yan
tali pusat 07 RW 01 hadir dan dalam peny
 Tujuan perawatan tali Kelurahan mengikuti kegiatan 3. Leafletyang
pusat. Kuncen Lama penyuluhan dibawa pul
 Cara perawatan tali Kec. Ungaran kesehatan yang di
pusat. Barat, Kab. selenggarakan

 Waktu perawatan tali Semarang puskesmas

pusat. berkolaborasi

 Tanda-tanda infeksi dengan

tali pusat mahasiswa.

b. Memberikan waktu 2. Ibu hamil

kepada ibu hamil untuk mendengarkan

bertanya dan meperagakan materi yang

cara perawatan tali pusat disampaikan.


3. Ibu hamil
mengikuti kegiatan
dari awal sampai
akhir kegiatan
4. Ibu hamil tidak
meninggalkan
ruangan ketika
kegiatan dimulai
5. Ibu hamil bertanya
aktif saat
penyuluhan
6. Ibu hamil tampak
antusias dengan
materi yang
diberikan
10 Memberikan pendidikan Minggu, 22 Jangka pendek 1. Tersediany
kesehatan tentang program Desember 2019, 1. Dari 7 Ibu tempat
KB yang meliputi : jam 08.00 hamil terdapat 5 ibu ditentukan
- Pengertian KB Bertempat di hamil yang hadir pendidikan
- Tujuan KB Rumah Mbak Elia dan mengikuti 2. Tersediany
- Jenis Metode RT 4/RW 01, penyuluhan media ya
Kontrasepsi Kelurahan kesehatan yang dalam pen
kunceen lama, diselenggarakan
Kecamatan oleh mahasiswa.
Ungaran barat, 2. Ibu hamil
kabupaten mendengarkan
Semarang materi yang
Minggu, 22 disampaikan
Desember 2019, 3. Ibu hamil
jam 10.00 mengikuti kegiatan
Bertempat di dari awal sampai
Rumah Mbak akhir
Indah RT 7/RW 4. Ibu hamil tidak
01, Kelurahan meninggalkan
kunceen lama, ruangan ketika
Kecamatan kegiatan dimulai
Ungaran barat, 5. Ibu hamil
kabupaten bertanya aktif saat
Semarang penyuluhan
6. Ibu hamil
tampak antusias
dengan materi yang
Diberikan

RENCANA TINDAK LANJUT

NO DIAGNOSA PROGRAM RENCANA TIN


1 Defisit pengetahuan Pendidikan kesehatan gizi seimbang Program yang d
pada ibu hamil tetapi masih be
sehingga perlu
menindak lanjuti
cara kelompok m
seimbang ibu
pendidikan keseh
2 Kesiapan persalinan. Pendidikan kesehatan ganguan Program yang d
Sub katagori perubahan psikologis pada ibu hamil tetapi belum ma
Reproduksi dan bidan desa untu
Seksualitas dilaksanakan den
atau media pemb
pada ibu hamil
pendidikan keseh
3 Kesiapan persalinan. Pendidikan kesehatan tanda-tanda Program yang d
Sub katagori persalinan tetapi belum ma
Reproduksi dan bidan desa untu
Seksualitas dilaksanakan den
atau media pe
persalinan yan
pendidikan keseh
4 Ketidakefektifan pola Pendidikan kesehatan seksualitas dalam Program yang d
seksual sub kategori : kehamilan pada ibu hamil tetapi masih be
reproduksi dan sehingga perlu
seksualitas menindak lanjuti
cara kelompok m
seimbang ibu
pendidikan keseh
5 Kesiapan persalinan Pendidikan kesehatan dan Program yang d
Sub kategori : demonstrasikan senam lansia tetapi masih be
Reproduksi dan sehingga perlu m
seksualitas menindak lanjuti
cara kelompok m
pembelajaran terk
6 Defisit pengetahuan Pendidikan kesehatan pentingnya Program yang d
pemberian asi eksklusif pada bayi tetapi belum ma
bidan desa untu
dilaksanakan den
atau media pemb
pada ibu hamil
pendidikan keseh
7 Kesiapan peningkatan Pendidikan kesehatan tentang teknik Program yang d
proses kehailan- menyusui yang benar tetapi belum
melahirkan (00208) terlaksana diha
mempraktikan de
benar ketika sud
peran penting
kemompok m
pembelajaran pe
yang digunakan
kesehatan.
8 Kesiapan peningkatan Pendidikan kesehatan tentang breast Programa yang
proses kehailan- care (perawatan payudara) dan akan tetapi masih
melahirkan (00208) Mendomostrasikan karena belum ad
melibatkan bidan
Ibuk hamil untu
dilaksanakan den
materi dan ala
payudara(Breast
9 Ketidakefektifan pola Pendidikan kesehatan dan demontrasi Program yang
seksual sub kategori : tentang perawatan tali pusat akan tetapi m
reproduksi dan maksimal, sehing
seksualitas untuk menindak
dengan cara kelo
media pembelaja
10 Ketidakefektifan Pola Pendidikan kesehatan tentang program Program yang d
Seksual Sub kategori : KB tetapi masih be
Reproduksi dan sehingga perlu
seksualitas menindak lanjuti
cara kelompok m
seimbang ibu
pendidikan keseh
DAFTAR PUSTAKA

APN, 2015.JNPK-KR. Asuhan Persalinan Normal.Edisi 4. Jakarta: EGC


Almatsier, S., 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, PT Gramedia Pustaka
Utama.
Almatsier, S., 2010. Penuntun Diet, Edisi Baru, Jakarta, PT Gramedia Pustaka
Utama.
Abdullah. 2001. Pengambilan Keputusan Pemberian ASI Eksklusif kepada Bayi
di Kota Bogor. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta:
Jakarta
Astuti, E.(2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang
Perawatan Tali Pusat dengan Keadaan Tali Pusat Neonatus di
BKIA RS William Booth Surabaya.[Skripsi]. Surabaya: Akper
William Booth
Astuti, Sri dkk. 2015. AsuhanKebidananNifasdanMenyusui.Jakarta :Erlangga.
Astutik, Reni Yuli. 2017. PayudaradanLaktasi. Jakarta :SalembaMedika.
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
Bandung.2014. Obsteri Fisiologi. Bandung:Eleman.
Budiarti, A., Afiyanti, Y., & Asih, I. D. (2012). Pengalaman Seksualitas
Perempuan Selama Masa Kehamilan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15 (3),
179-184.
Chunaeni, S., Widjanarko, B., & Shaluhiyah, Z. (2016).Kurangnya Dukungan
Suami Dan Dukungan Tenaga Kesehatan Pada Ibu Hamil Trimester Hi Terhadap
Aktivitas Hubungan Seksual Di Kota Mage la ng. Jurnal Kesehatan Akes Karya
Husada.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2016 Asuhan Persalinan
Normal.Jakarta : Depkes RI
Dewi, A.B.F.K., Pujiastuti, N., Fajar, I., 2013. Ilmu Gizi untuk Praktisi
Kesehatan, Edisi Pertama, Yogyakarta, Graha Ilmu.
Departemen Kesehatan. 2011. Panduan 13 Dasar Gizi Seimbang. Departemen
Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Bina
Gizi Masyarakat. Depkes: Jakarta
Handayani, Sri. (2010).Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta:
Pustaka Rihama
Hartanto, H. (2010). KB dan Kontrasepsi.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Hasanah, D.N., Febrianti dan Minsarnawati. Kebiasaan Makanan Menjadi Salah
Satu Penyebab Kekurangan Energi Koronis (KEK) pada Ibu Hamil di
Poli Kebidanan RSI&A Lestari Cirendeu Tangerang Selatan. Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 2012, 3(3): 91-104
Handayani, R., Netty, E., Farida, E., Rachmadi, B., Haslinda, Erytawidhayani, et
al. (2015). PedomanPelayanan Antenatal. Jakarta: DepartemenKesehatan
RI.
Hoang, M. S. (2014). Pregnancy and Anxiety. International Journal of Childbirth
Education, 29, 67-70
Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Bina Gizi Masyarakat. Depkes:
Jakarta
Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan
KIA, Jakarta, hal. 24-26
Kehamilan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15 (3), 179-184.
Mulyani,N.s.,dan Rinawati mega.2013 Keluarga Berencana dan Alat
Kontrasepsi Yogyakarta, Nuha Medika
Manuaba, Ida Bagus Gede. 2013. Memahami Ilmu Kebidanan. Jakarta :
ARCAN
Menarailmuku. 2012. Anatomi & Fisiologi Payudara.
menarailmuku.blogspot.com/2012/11/anatomi-dan-fisiologi-payudara-pada.html
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29.Jakarta :Puspa
Swara.
Notoatmodjo. 20 Afifah., Astuti R., dan Andarsari W. (2013). Gambaran
Pengetahuan, Sikap dan Praktik Ibu Postnatal Terhadap Kunjungan
Neonatus di BPS Hj Sri Wahyuni Semarang. Jurnal Kebidanan Vol
2 No 2 .http://www.unimus.ac.id/journal/
Proverawati, A. (2010). Panduan Memilih Kontrasepsi. Yogyakarta:Nuha
Medika
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP
Rohmah,  Nikmatur.2013.Pendidikan Prenatal : Upaya Promosi Kesehatan
bagi Ibu Hamil.Jakarta. Gramata Publishing.
Rosita, N.A.(2016). Hubungan Paritas dengan Perawatan Tali Pusat Pada Bayi
Baru Lahir Oleh Ibu Postpartum di Klinik Bersalin HJ. S. Tarigan
di Kota Pangkalpinang. Jurnal Kesehatan Vol VII, No.2 Agustus
2016 hal.295-30107. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Rineka
Cipta: Jakarta
Saifuddin, A.B (Eds). (2012). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi,
cetakan kedua, Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Sulistyawati, A.(2011). Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Salemba
Medika.
Sulistyoningsih, H., 2011. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak, Edisi Pertama,
Yogyakarta, Graha Ilmu.