Anda di halaman 1dari 31

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
NAMA SEKOLAH : SMA KP Baleendah
MATA PELAJARAN : Pendidikan Kewarganegaraan
KELAS/SEMESTER : X/ Satu
MATERI POKOK : Ketentuan Undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945 yang mengatur tentang
wilayah negara, warga negara dan penduduk,
agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan
ALOKASI WAKTU : 4 Minggu x 2 Jam Pelajaran

I. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan
II. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
A. Kompetensi Dasar dan IPK

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.2 Mengkatagorikan ketentuan Undang- 4.2 Menyaji hasil analisis tentang
undang Dasar Negara Republik ketentuan Undang-undang Negara
Indonesia tahun 1945 yang mengatur Republik Indonesia Tahun 1945
tentang wilayah negara, warga negara yang mengatur wilayah negara,
dan penduduk, agama dan warga negara dan penduduk,
kepercayaan, pertahanan dan agama dan kepercayaan, serta
keamanan pertahanan dan keamanan
IPK IPK
3.2.1 Peserta didik dapat menguraikan 4.2.1 Peserta didik dapat
Wilayah Negara Kesatuan mempresentasikan Wilayah
Republik Indonesia Negara Kesatuan Republik
3.2.2 Peserta didik dapat menganalisis Indonesia
kedudukan Warga Negara dan 4.2.2 Peserta didik dapat
Penduduk Indonesia mengemukakan kedudukan
3.2.3 Peserta didik dapat memberi Warga Negara dan Penduduk
contoh kemerdekaan beragama Indonesia.
dan berkepercayaan di Indonesia 4.2.3 Peserta didik dapat
3.2.4 Peserta didik dapat mengevaluasi mendemonstrasikan
sistem pertahanan dan keamanan kemerdekaan beragama dan
Negara Republik Indonesia ( berkepercayaan di Indonesia.
4.2.4 Peserta didik mempresentasikan
evaluasi sistem pertahanan dan
keamanan Republik Indonesia

B. Tujuan Pembelajaran

Melalui model pembelajaran Discovery Learning peserta didik dapat


Mengkategorikan ketentuan UUD NRI Tahun 1945 yang mengatur
tentang wilayah Negara, Warga Negara dan Penduduk, Agama dan
Kepercayaan, Pertahanan dan Keamanan (KD 3.2) dan Menyaji hasil
analisis tentang ketentuan UUD NRI Tahun 1945 yang mengatur tentang
Wilayah Negara, Warga Negara dan Penduduk, Agama dan
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Kepercayaan, Pertahanan dan Keamanan (KD 4.2) (4C)
IV. MATERI PEMBELAJARAN
a. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
b. Kedudukan Warga Negara dan Penduduk Indonesia
c. Kemerdekaan Beragama dan Berkepercayaan di Indonesia
d. Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia

V. METODE PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Ke-1
1) Pendekatan : Scientific Method (Metode Ilmiah)
2) Model Pembelajaran : Discovery learning, Isu Publik, Problem Based
Introduction (PBI)
3) Metode : Ceramah,Tanya jawab, Diskusi
2. Pertemuan Ke-2
1) Pendekatan : Scientific Method (Metode Ilmiah)
2) Model Pembelajaran : Discovery learning
3) Metode : Ceramah,Tanya jawab, Diskusi
3. Pertemuan Ke-3
1) Pendekatan : Scientific Method (Metode Ilmiah)
2) Model Pembelajaran : number head together
3) Metode : Ceramah,Tanya jawab, Diskusi
4. Pertemuan Ke-4
1) Pendekatan : Scientific Method (Metode Ilmiah)
2) Model Pembelajaran : Value Clarification Techical(VCT) dan Debate
3) Metode : Ceramah,Tanya jawab, Diskusi
VI. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media Visual :
- Gambar Peta Indonesia
- Gambar Mengenai Warga Negara
- Video Bela Negara
2. Projected still media:
- Slide Power Point, Over Head Projector, In Focus
3. Worksheet atau lembar kerja (siswa)
4. Lembar penilaian
5. Cetak: buku, modul, brosur, leaflet, dan gambar.
VII. SUMBER BELAJAR
a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Buku Peserta didik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas X.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Buku Guru Mata
Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas X. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c. Buku Pendidikan Pancasila dan Kewargangeraan Kelas X .2016.
Jakarta:Erlangga.
d. UUD NRI Tahun 1945
VIII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Pertemuan ke-1
Materi Pembelajaran: Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
No Kegiatan Belajar Alokasi
. Waktu
1 Kegiatan Pendahuluan 15 Menit
a. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk
mengikuti pembelajaran dengan melakukan berdoa, menanyakan
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar. Secara khusus meminta peserta
didik membuka buku teks yang memuat materi Wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia
b. Guru melaksanakan apersepsi melalui tanya jawab dan problem
solving dengan peserta didik mengenai materi Wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia dan mengamati gambar 2.2 Guru
membimbing peserta didik mengkaji manfaat proses
pembelajaran.
c. Guru menyampaikan materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan peserta didik
d. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab dan mengkaitkan
materi yang akan dipelajari dengan materi Wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
e. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
f. Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran.
2 Kegiatan Inti 90 Menit

Mengamati

a. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru secara umum


mengenai materi yang akan dibahas
b. Peserta didik mengamati berbagai kasus mengenai wilayah
perbatasan Indonesia dengan negara lain

Menanya
a. Peserta didik diminta untuk mengajukan pertanyaan yang
berkaitan dengan penjelasan guru secara umum berkaitan dengan
kasus mengenai wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain

Mengumpulkan informasi
Guru menyampaikan penggunaan model pembelajaran menelaah isu
publik dan Problem Based Introduction yang akan digunakan dalam
pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Guru membagi siswa ke dalam 4 kelompok.
c. Guru memberikan tugas kepada setiap perwakilan kelompok
untuk memilih sebuah artikel yang berisi kasus mengenai wilayah
perbatasan Indonesia dengan negara lain
b. Setelah selesai memilih kasus, Guru memberikan waktu kepada
setiap kelompok untuk menganalisis isu publik yang sudah
dipilih oleh perwakilan kelompoknya.
c. Sementara siswa berdiskusi guru berkeliling untuk meninjau
proses analisis kasus tersebut.
d. Setelah waktu yang diberikan habis, perwakilan dari setiap
kelompok ke depan untuk membacakan kesimpulan dari hasil
analisis kelompok yang telah dilakukannya.
e. Setelah semua kelompok mengemukakan hasil analisisnya guru
menambahkan hal-hal yang belum dikemukakan oleh siswa.

Mengasosiasi
Guru membimbing kelompok untuk menghubungkan informasi dari
berbagai sumber yang telah diperoleh untuk selanjutnya dijelaskan
kepada siswa lain.

Mengkomunikasikan
Melalui model menelaah isu publik dan Problem Based Introduction
masing-masing perwakilan kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil analisisnya.
3 Kegiatan Penutup 15 Menit
1. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai
konsep-konsep inti yang berkaitan dengan wilayah negara
2. Siswa dibimbing oleh guru untuk menyimpulkan materi
pembelajaran.
3. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan
materi yang akan datang.

Pertemuan ke-2
Materi Pembelajaran: Kedudukan Warga negara dan Penduduk Indonesia
Alokasi
No Kegiatan Belajar Keterangan
Waktu
1 Kegiatan Pendahuluan 10
a. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis menit
peserta didik untuk mengikuti pembelajaran
dengan melakukan berdoa, mengecek
kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian
kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.
Secara khusus meminta peserta didik membuka
buku paket kelas X
b. Guru melakukan apersepsi melalui tanya
jawab dan mengkaitkan materi yang akan
dipelajari dengan pengenalan materi pada
pertemuan sebelumnya
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
d. Guru memberikan kata motivasi kepada
peserta didik.
e. Guru menjelaskan materi pokok dan kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan peserta
didik.
2 Kegiatan Inti 70
menit
Mengamati

d. Peserta didik memperhatikan penjelasan


guru secara umum mengenai materi yang
akan dibahas
e. Peserta didik mengamati berbagai kasus
mengenai wilayah perbatasan Indonesia
dengan negara lain

Menanya

b. Peserta didik diminta untuk mengajukan


pertanyaan yang berkaitan dengan
penjelasan guru secara umum berkaitan
dengan kasus mengenai wilayah perbatasan
Indonesia dengan negara lain

Mengumpulkan informasi

Guru menyampaikan penggunaan model


pembelajaran menelaah isu publik dan Problem
Based Introduction yang akan digunakan dalam
pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai
berikut:

f. Guru membagi siswa ke dalam 4


kelompok.
f. Guru memberikan tugas kepada setiap
perwakilan kelompok untuk memilih
sebuah artikel yang berisi kasus mengenai
wilayah perbatasan Indonesia dengan
negara lain
g. Setelah selesai memilih kasus, Guru
memberikan waktu kepada setiap
kelompok untuk menganalisis isu publik
yang sudah dipilih oleh perwakilan
kelompoknya.
h. Sementara siswa berdiskusi guru
berkeliling untuk meninjau proses analisis
kasus tersebut.
i. Setelah waktu yang diberikan habis,
perwakilan dari setiap kelompok ke depan
untuk membacakan kesimpulan dari hasil
analisis kelompok yang telah
dilakukannya.
j. Setelah semua kelompok mengemukakan
hasil analisisnya guru menambahkan hal-
hal yang belum dikemukakan oleh siswa.

Mengasosiasi

Guru membimbing kelompok untuk


menghubungkan informasi dari berbagai
sumber yang telah diperoleh untuk selanjutnya
dijelaskan kepada siswa lain.

Mengkomunikasikan

Melalui model menelaah isu publik dan


Problem Based Introduction masing-masing
perwakilan kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil analisisnya.
3 Kegiatan Penutup
1. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi
guru mengenai konsep-konsep inti yang
berkaitan dengan warga negara dan penduduk
Indonesia 10 menit
2. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
3. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah
guna mempersiapkan materi yang akan datang.

Pertemuan Ke-3
Materi Pembelajaran: Membangun Kerukunan Umat beragama
Kegiatan Deksripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Pendahuluan Kegiatan Pendahuluan 15 Menit


1. Guru mempersiapkan secara
fisik dan psikis peserta didik
yang mengikuti pembelajaran
dengan melakukan berdoa,
mengecek kehadiran siswa,
kebersihan dan kerapihan kelas,
kesiapan buku tulis dan sumber
belajar.
2. Guru melakukan apresiasi
melalui pengulangan materi dan
mengaitkan materi yang akan
dipelajari dengan materi pada
Bab selanjutnya.
3. Guru menyampaikan
kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
4. Guru membimbing peserta didik
melalui tanya jawab tentang
manfaat dan proses
pembelajaran.
5. Guru menjelaskan materi pokok
dan kegiatan model pembelajran
number head together
pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik.
Inti Kegiatan Inti
A. Mengamati 55 Menit
1. Guru meminta peserta didik
untuk mengamati kemerdekaan
beragama dan berkepercayaan
terhadap Tuhan YME pada
Power Point.
2. Mengamati contoh kemerdekaan
beragama dan berkepercayaan
terhadap Tuhan YME pada
tayangan video animasi.
3. Guru menjelaskan mengenai
dasar hukum kemerdekaan dan
berkepercayaan terhadap Tuhan
YME yang diatur dalam UUD
1945.
4. Guru menjelaskan cara
membangun kerukunan umat
Beragama di Indonesia.
5. Guru membagi siswa kedalam
kelompok-kelompok untuk
mendiskusikan isu publik.

B. Menanya
1. Guru meminta peserta didik
menanyakan berbagai hal yang
belum dipahami dalam materi
kemerdekaan beragama dan
berkepercayaan di Indonesia.
C. Melalui model Number Head
Together siswa mengumpulkan data
dengan cara:
1. Guru membagi siswa ke dalam
kelompok-kelompok untuk
mendiskusikan isu publik.
Setiap kelompok terbagi
menjadi 3-5 orang.
2. Siswa mengumpulkan informasi
mengenai isu publik tentang
keagamaan.
D. Melalui Model Number Head
Together siswa mengasosiasi
(Associating) dengan cara:
1. Mengorganisasikan data hasil
yang diperoleh melalui diskusi
kelompok mengenai isu publik
yang diberikan kepada kelompok
masing-masing.
2. Menyimpulkan tentang hasil
temuan dan analisi data secara
korelasiona dengan teman
sekelompok.
3. Guru mengundi nomor berapa
yang akan mewakili setiap
kelompoknya untuk
menyampaikan hasil diskusinya
di depan kelas.
E. Melalui model Number Head
Together siswa mengkomunikasikan
(communication) dengan cara:
1. Siswa yang bernomor hasil
undian maju ke depan dan
mempresentasikan hasil
diskusinya bersama
kelompoknya.
2. Menyajikan presentasi dengan
inovasi lain dengan kreatif.
3. Guru mendorong siswa untuk
beragumen (tanggapan,
sanggahan, kesimpulan) dari
setiap kelompoknya
menjadikannya menjadi satu.

Penutup Kegiatan Penutupan


1. Guru mendorong siswa 10 Menit
menyimpulkan materi,
merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik
dari aktivitas kegiatan belajar
hari ini.
2. Guru memberikan soal sebagai
evaluasi siswa dalam materi
kemerdekaan beragama dan
berkepercayaan terhadap Tuhan
YME di Indonesia.
3. Guru memberikan tugas
individu kemerdekaan beragama
dan berkepercayaan terhadap
Tuhan YME.
4. Guru menutup pembelajaran
dengan kalimat motivasi dan
doa, disertai salam.

Pertemuan Ke-4
Materi Pembelajaran: Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Kesatuan
Republik Indonesia
Alokasi
No Kegiatan Belajar Keterangan
Waktu
1 Kegiatan Pendahuluan 10
a. Guru mempersiapkan secara fisik dan menit
psikis peserta didik untuk mengikuti
pembelajaran dengan melakukan berdoa,
mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan
kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan
sumber belajar. Secara khusus meminta
peserta didik membuka buku paket Bab II
Bagian D.
b. Guru melakukan apersepsi melalui tanya
jawab dan mengkaitkan materi yang akan
dipelajari dengan pengenalan materi pada
pertemuan sebelumnya
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
d. Guru memberikan kata motivasi kepada
peserta didik.
e. Guru menjelaskan materi pokok dan
kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik.
2 Kegiatan Inti 70
Mengamati menit
1. Guru menyiapkan satu media untuk
melakukan proses pembelajaran VCT
2. Guru memberi stimulus melalui media
agar siswa dapat mengambil nilai-nilai
yang terkandung dalam media tersebut.
3. Siswa mengemukakan argument menenai
nilai-nilai tersebut.
4. Guru menjelaskan beberapa peraturan
untuk memulai model pembelajaran
debate.
5. Kemudian guru dapat menambahkan
penjeleasan untuk meluruskan materi
yang dapat disimak oleh siswa tersebut
dengan berbagai fakta terbaru yang
berhubungan dengan berbagai peraturan
perundang-undangan di lingkungan
peserta didik.

Menanya
a. Guru memberikan pertanyaan kepada
peserta didik secara kelompok untuk
menganalisis nilai-nilai yang terkadung
dalam video wajib militer di indonesia?
b. Guru membimbing pertanyaan siswa agar
sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Mengumpulkan informasi
Guru menyampaikan penggunaan model
pembelajaran VCT yang integrasikan dengan
model debat yang akan digunakan dalam
pembelajaran dengan langkah-langkah:
a. Guru menyiapkan video untuk
menstimulus siswa dalam
mengidentifikasi nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya,
b. Guru membagi siswa dalam 2
kelompok yakni kelompok pro dan
kontra,
c. Guru membacakan peraturan
penggunaan model debat
d. Siswa yang telah berkelompok
mulai menyampaikan argumennya.
e. Debat dilakukan 3 babak yakni
babak pembuka argumen, babak
sanggahan, babak kesimpulan atau
penutup.
f. Penutup, langkah : melalui
konfirmasi.
Mengasosiasi
1. Siswa membuat simpulan atas
penyataan teman-temannya
2. Siswa mendiskusikan dengan timnya
mengenai pendapat yang diutarakan
teman-temannya
Mengkomunikasikan
1. Menyampaikan argumen hasil diskusi
mengenai wajib militer yang diterapkan
di Indonesia.
3 Kegiatan Penutup 10 menit
a. Guru menutup pembelajaran dengan
mengulas kembali materi pelajaran
maupun kegiatan individu dan kegiatan
kelompok
b. Guru dapat menanyakan apakah peserta
didik sudah memahami materi
c. Guru memberikan tugas kepada siswa
mengenai peristiwa yang berkaitan materi.
d. Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam

A. Penilaian/Skoring
a. Sikap Spiritual
Teknik Penilaian : Observasi
Bentuk Instrumen : Pedoman observasi
Instrumen Penilaian :

Pedoman Observasi Sikap Spritual


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Skor Keterangan
No Aspek pengamatan
1 2 3 4 5
Menunjukan rasa syukur atas
1
karunia Tuhan Yang Maha Esa
Mensyukuri adanya nilai-nilai
yang terkandung dalam proses
perumusan dan pengesahan
2
Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun
1945
3 Berdoa dengan sungguh-
sungguh dan tertib saat
memulai/mengakhiri
pembelajaran
Beriman dan bertakwa dengan
menunjukkan sikap religious
sesuai dengan proses
4 perumusan dan pengesahan
Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun
1945

b. Sikap Sosial
Teknik Penilaian : Observasi
Bentuk Instrumen : Pedoman observasi
Instrumen Penilaian :

Pedoman Observasi Sikap Sosial


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Skor
No Aspek pengamatan Keterangan
1 2 3 4 5
Memakai seragam sekolah yang sesuai
1
dengan peraturan yang berlaku
Tidak membiasakan diri untuk
2
kesiangan atau terlambat masuk kelas
Mengantri dengan tertib ketika berada
3
dalam antrian
Percaya diri dalam tanya jawab dan
4
diskusi
Bergaul dengan teman untuk
5
mempererat persatuan dan kesatuan

Teknik Penilaian : Penilaian Diri


Bentuk Instrumen : Pedoman Penilaian Sikap
Instrumen Penilaian :

Lembar Penilaian Sikap


Nama Peserta didik : ..............................................
Kelas/semester : ………………………………
Materi Pokok : ..............................................
Petunjuk:
Lembar ini diisi oleh peserta didik. Peserta didik akan mendapatkan salah satu
dari 4 (empat) kode nilai akhir berikut: A (Sangat Baik), Baik (Baik), C (Cukup),
dan K (Kurang). Pada kolom Skor, centang kolom tersebut apabila. (1) Tidak
Pernah, (2) Jarang, (3) Sering, (4) Selalu.
Skor Skor
No Pernyataan Nilai
4 3 2 1 Akhir
A Sikap Beriman dan Bertakwa
Saya berdoa sebelum dan sesudah
1
melakukan kegiatan.
Saya menjalankan ibadah sesuai dengan
2
ajaran agama.
Saya memberi salam pada saat awal dan
3 akhir berbicara sesuai dengan agama yang
dianut.
Saya bersyukur atas nikmat dan karunia
4
Tuhan Yang Maha Esa.
B Sikap Jujur

1 Saya tidak menyontek saat ulangan/ujian.

Saya tidak menyalin karya orang lain tanpa


2
menuliskan sumber.
3 Saya mengakui kekeliruan dan kekhilafan.
Saya membuat laporan berdasarkan data/
4
informasi apa adanya.
C Sikap Disiplin
1 Saya datang tepat waktu.
2 Saya patuh pada tata tertib sekolah.
Saya mengumpulkan tugas sesuai dengan
3
waktu yang ditentukan.
Saya menggunakan kaidah bahasa yang
4
baik dan benar.
D Sikap Toleransi
Saya tidak menganggu teman yang berbeda
1
pendapat.
Saya melaksanakan kesepakatan meskipun
2
berbeda pendapat dengannya.
Saya bekerja sama dengan siapapun yang
3
berbeda pendapat.
4 Saya bergaul tanpa membeda-bedakan.
Saya tidak memaksakan pendapat kepada
5
orang lain.
E Sikap Gotong Royong
Saya bersedia melaksanakan tugas
1
kelompok.
2 Saya aktif dalam kegiatan kelompok.
3 Saya mendahulukan kepentingan bersama.
Saya mengajak teman sekelompok untuk
4
bekerja sama.
F Sikap Santun
1 Saya berperilaku santun kepada orang lain.
2 Saya berbicara sopan kepada orang lain.
3 Saya bersikap 3 S (salam, senyum, sapa).
Saya mengucapkan terima kasih setelah
4
menerima bantuan orang lain.
Nilai
Nilai akhir didapat dengan rumus jumlah nilai yang diperoleh:
Nilai =

1) Teknik Penilaian : Penilaian Antar Teman


Bentuk Instrumen : Pedoman Penilaian Antar Teman
Instrumen Penilaian :

Lembar Penilaian Antarpeserta Didik Sikap


Nama Peserta Didik yang dinilai : ………………………..
Kelas/Semester : ………………………..
Materi Pokok : ………………………..

Petunjuk: Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap sosial peserta
didik lain dalam kedisiplinan. Berilah tanda ceklist pada kolom skor sesuai sikap
disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik.
Penilaian Sikap Antarteman
No Pernyataan 4 3 2 1
1 Teman saya bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan
Yang Maha Esa kepada Bangsa Indonesia yang memiliki
Undang-undang Dasar Negara Repblik Indonesia Tahun
1945.
2 Teman saya menghormati teman yang berbeda pendapat
dalam bermusyawarah.
3 Teman saya akan mendahulukan kepentingan bersama
daripada kepentingan pribadi.
4 Teman saya harus mengucapkan terimakasih setelah
menerima bantuan dari orang lain
5 Teman saya bertambah yakin akan kekuasaan Tuhan
Yang Maha Esa setelah memahami pengesahan Undang-
undang Dasar Negara Repblik Indonesia Tahun 1945.
6 Teman saya menjalankan ibadah agama yang dianut.
7 Teman saya berprilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur
pancasila
8 Teman saya akan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah kelas meskipun tidak sesuai dengan
keinginan.
9 Teman saya mengakui kekeliruan dan kekhilafan yang
dilakukan.
10 Teman saya bergaul tanpa membeda-bedakan teman.
Nilai akhir didapat dengan rumus jumlah nilai yang diperoleh:
Nilai =

c. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


1. Pertemuan Ke-1
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Instrumen : Essay
Soal Essay
No. Soal Jawaban
1. Jelaskan pembagian wilayah laut Zona Laut Teritorial
menurut Konvensi Hukum Laut Batas laut teritorial ialah garis khayal
PBB! yang berjarak 12 mil laut dari garis
dasar ke arah laut lepas. Jika ada dua
negara atau lebih menguasai suatu
lautan, sedangkan lebar lautan itu
kurang dari 24 mil laut, maka garis
teritorial ditarik sama jauh dari garis
masing-masing negara tersebut.
Zona Landas Kontinen
Landas kontinen ialah dasar laut
yang secara geologis maupun
morfologi merupakan lanjutan dari
sebuah kontinen (benua). Kedalaman
lautnya kurang dari 150 meter.
Adapun batas landas kontinen
tersebut diukur dari garis dasar, yaitu
paling jauh 200 mil laut. Jika ada dua
negara atau lebih menguasai lautan
di atas landasan kontinen, maka
batas negara tersebut ditarik sama
jauh dari garis dasar masing-masing
negara.
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur
laut selebar 200 mil laut ke arah laut
terbuka diukur dari garis dasar. Jika
ada dua negara yang bertetangga
saling tumpang tindih, maka
ditetapkan garis-garis yang
menghubungkan titik yang sama
jauhnya dari garis dasar kedua
negara itu sebagai batasnya.

2 Sebutkan batas-batas wilayah Batas-batas wilayah Indonesia


Negara Republik Indonesia! sebelah utara
Batas-Batas Wilayah Indonesia di
Sebelah Utara Indonesia berbatasan
langsung dengan Malaysia (bagian
timur), tepatnya di sebelah utara
Pulau Kalimantan. Wilayah laut
Indonesia sebelah utara berbatasan
langsung dengan laut lima negara,
yaitu Malaysia, Singapura, Thailand,
Vietnam dan Filipina.
Batas-batas wilayah Indonesia
sebelah barat
Batas-Batas Wilayah Indonesia di
Sebelah Barat Sebelah barat wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia
berbatasan langsung dengan
Samudera Hindia dan perairan
negara India. Walaupun secara
geografis daratan Indonesia terpisah
jauh dengan daratan India, tetapi
keduanya memiliki batas-batas
wilayah yang terletak di titik-titik
tertentu di sekitar Samudera Hindia
dan Laut Andaman. Dua pulau yang
menandai perbatasan Indonesia-India
adalah Pulau Ronde di Aceh dan
Pulau Nicobar di India.
Batas-batas wilayah Indonesia
sebelah timur
Wilayah timur Indonesia berbatasan
langsung dengan daratan Papua
Nugini dan perairan Samudera
Pasifik. Wilayah Indonesia di
sebelah timur, yaitu Provinsi Papua
berbatasan dengan wilayah Papua
Nugini sebelah barat, yaitu Provinsi
Barat (Fly) dan Provinsi Sepik Barat
(Sandaun).
Batas-batas wilayah Indonesia
sebelah selatan
Indonesia sebelah selatan berbatasan
langsung dengan wilayah darat
Timor Leste, perairan Australia dan
Samudera Hindia. Selain itu,
Indonesia juga berbatasan dengan
perairan Australia. Diawal tahun
1997, Indonesia dan Australia telah
menyepakati batas-batas wilayah
negara keduanya yang meliputi Zona
Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan batas
landas kontinen.

3 Jelaskan makna yang terkandung Secara tegas Pasal 33 ayat (2) dan (3)
dalam Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD Negara Republik Indonesia
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa
Tahun 1945! seluruh kekayaan alam dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk
kemakmuran rakyat Indonesia.
Dengan kata lain, negara melalui
pemerintah diberikan wewenang atau
kekuasaan oleh UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
untuk mengatur, mengurus dan
mengelola serta mengawasi
pemanfaatan seluruh potensi
kekayaan alam yang dimiliki
Indonesia dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan dan
kemakmuran seluruh rakyat.

Penilaian Kompetensi Pengetahuan

2. Pertemuan Ke-2
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Instrumen : Essay
Soal Essay
No. Soal Jawaban
1. Jelaskan apakah setiap penduduk Istilah penduduk lebih luas
adalah warga Negara Indonesia? cakupannya daripada warga negara
Indonesia. Pasal 26 ayat (2) UUD
Negara Republik Indonesia Tahun
1945 menegaskan bahwa
“penduduk ialah warga negara
Indonesia dan orang asing yang
bertempat tinggal di Indonesia”.
Dengan demikian, di Indonesia
semua orang yang tinggal di
Indonesia termasuk orang asing pun
adalah penduduk Indonesia.
2 Jelaskan tentang Asas-asas Asas-Asas Kewarganegaraan
Kewarganegaraan Indonesia Indonesia
a. Asas ius sanguinis (asas
keturunan), yaitu
kewarganegaraan seseorang
ditentukan berdasarkan pada
keturunan orang yang
bersangkutan. Berdasarkan
asas ini, kewarganegaraan
anak selalu mengikuti
kewarganegaraan orang
tuanya tanpa memperhatikan
di mana anak itu lahir.
b. Asas ius soli (asas
kedaerahan/tempat
kelahiran), yaitu
kewarganegaraan seseorang
ditentukan berdasarkan
tempat kelahirannya.
Menurut asas ini
kewarganegaraan seseorang
tidak terpengaruh oleh
kewarganegaraan orang
tuanya, karena yang menjadi
patokan adalah tempat
kelahirannya.

3 Bagaimana akibat yang 1. Apatride, yaitu adanya


ditimbulkan dengan adanya seorang penduduk yang sama
perbedaan dalam menentukan sekali tidak mempunyai
kewarganegaraan di beberapa kewarganegaraan. Misalnya,
negara terhadap status seorang keturunan bangsa A
kewarganegaraan seorang yang menganut asas ius soli
penduduk? lahir di negara B yang
menganut asas ius sanguinis.
Orang tersebut tidaklah
menjadi warga negara A dan
juga tidak dapat menjadi
warga negara B. Orang
tersebut tidak mempunyai
kewarganegaraan.
Bipatride, yaitu adanya seorang
penduduk yang mempunyai dua
macam kewarganegaraan sekaligus
(kewarganegaraan rangkap).
Misalnya, seseorang keturunan
bangsa B yang menganut asas ius
sanguinis lahir di negara A yang
menganut asas ius soli. Karena ia
keturunan bangsa B, maka ia
dianggap sebagai warga negara B.
Akan tetapi, negara A juga
mengganggap dia warga negaranya
berdasarkan tempat kelahirannya.
4 Jelaskan perbedaan stelsel aktif 1. Stelsel aktif, yaitu seseorang
dan stelsel pasif! harus melakukan tindakan
hukum tertentu secara aktif
untuk menjadi warga negara
(naturalisasi biasa)
2. Stelsel pasif, yaitu seseorang
dengan sendirinya dianggap
menjadi warga negara tanpa
melakukan sutu tindakan
hukum tertentu (naturalisasi
Istimewa).
5 Jelaskan perbedaan hak opsi dan Hak opsi yaitu hak untuk memilih
hak repudiasi! suatu kewarganegaraan (dalam
stelsel aktif) sedangkan Hak
repudiasi yaitu hak untuk menolak
suatu kewarganegaraan (stelsel
pasif).

Penilaian Kompetensi Pengetahuan


3. Pertemuan Ke-3
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Instrumen : Essay
Soal Essay
No Pertanyaan Jawaban
1. Jelaskan makna Kebebasan Beragama dan Bekepercayaan di
Kebebasan Beragama dan Indonesia mengandung makna bahwa setiap
Bekepercayaan di manusia bebas memilih, melaksanakan
Indonesia! ajaran agama menurut keyakinan dan
kepercayaannya. Setiap manusia tidak boleh
dipaksa oleh siapapun, baik itu oleh
pemerintah, pejabat agama, masyarakat,
maupun orang tua sendiri.
2. Sebutkan landasan Landasan Konstitusional Kebebasan
konstitusional mengenai Beragama dan Bekepercayaan di Indonesia:
Kebebasan Beragama dan - Pasal 28 E ayat (1) dan (2) UUD Negara
Bekepercayaan di Republik Indonesia Tahun 1945 - Pasal 28 I
Indonesia dalam UUD ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia
NRI Tahun 1945! Tahun 1945
- Pasal 29 ayat (2) UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.

3. Sebutkan 3 bentuk - Tidak bermusuhan, saling menghina,


kerukunan beragama yang saling menjatuhkan, tetapi harus
ada di Indonesia ! mengembangkan sikap saling menghargai,
menghormati dan toleransi apabila
terdapat perbedaan, asalkan perbedaan
tersebut tidak menyimpang dari ajaran
agama yang dianut.
- Menghormati agama lain untuk beribadah
atau merayakan hari raya nya.
- Harus mentaati aturan yang diberikan
pemerintah bukan hanya mentaati aturan
dari agama.

4. 4. Apa tujuan dari Tujuan dari terlaksananya kerukunan antar


terlaksananya kerukunan umat beragama adalah untuk menghindari
antar umat berbeda terbentuknya fanatisme ekstrim yang
agama ? membahayakan keamanan dan ketertiban
umum.
5. Apa tujuan dari adanya Menjaga keselamatan umum masyarakat
peraturan mengenai Indonesia, agar antar umat yang berbeda
kebebasan beragama dan agama tidak terjadi perselisihan atau konflik.
berkepercayaan di Agar masyarakat dapat beribadat sesuai
Indonesia? dengan agama dan kepercayaannya masing-
masing dengan tenang dan damai. Karena
tujuan pemerintah untuk membuat peraturan
mengenai kebebasan agama dan
berkepercayaan di Indonesia.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
4.Pertemuan Ke-4
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Instrumen : Essay
No Pertanyaan Jawaban
1. Tuliskan makna yang Usaha pertahanan dan keamanan Negara
terkandung dalam UUD Indonesia merupakan tanggung jawab
NRI Pasal 30 Ayat (1) seluruh Warga Negara Indonesia. Dengan
sampai ayat (5)! kata lain, pertahanan dan keamanan negara
tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI
dan POLRI saja, tetapi masyarakat sipil juga
sangat bertanggung jawab terhadap
pertahanan dan kemanan negara, sehingga
TNI dan POLRI manunggal
2. Sebutkan hal-hal yang Ketika para pahlawan bangsa rela berkorban
melukiskan kegigihan dan bertumpah darah ketika berperang
Negara Indonesia dalam melawan penjajah demi untuk
bela Negara ? mempertahankan wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
Namun saat ini, kita hanya dapat melakukan
pertahanan kemerdekaan melalui cinta tanah
air.
3. Tuliskan makna yang Setiap warga Negara wajib Ikut serta dalam
terkandung dalam UUD kegiatan bela negara diwujudkan dengan
NRI Pasal 27 Ayat (3)! berpartisipasi dalam kegiatan
penyelenggaraan pertahanan dan kemanan
Negara. Kesadaran bela negara pada
hakikatnya merupakan kesediaan berbakti
pada negara dan berkorban demi membela
Negara.
4. Jelaskan pentingnya bela Upaya bela negara selain sebagai kewajiban
Negara bagi Negara dasar juga merupakan kehormatan bagi
Indonesia! setiap warga negara yang dilaksanakan
dengan penuh kesadaran, tanggung jawab
dan rela berkorban dalam pengabdian kepada
negara dan bangsa.
5. Jelaskan sistem Sistem pertahanan dan keamanan yang
pertahanan dan kemanan bersifat semesta merupakan pilihan yang
yang dikembangan oleh paling tepat bagi pertahanan Indonesia yang
Indonesia! diselenggarakan dengan keyakinan pada
kekuatan sendiri serta berdasarkan atas hak
dan kewajiban warga negara dalam usaha
pertahanan Negara.
Sistem pertahanan dan keamanan negara
yang bersifat semesta bercirikan:
a. Kerakyatan, yaitu orientasi pertahanan dan
kemanan negara diabdikan oleh dan untuk
kepentingan seluruh rakyat.
b. Kesemestaan, yaitu seluruh sumber daya
nasional didayagunakan bagi
upayapertahanan.
c. Kewilayahan, yaitu gelar
kekuatanpertahanan dilaksanakan secara
menyebar di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia, sesuai
dengan kondisi geografi sebagai negara
kepulauan

Mengetahui ,
Bandung, 24 Oktober 2018

Kepala Sekolah SMA KP Baleendah Guru Mata Pelajaran PKn


Hj.Atty Rosmiati,SE.
Sheilla Ramadhan S.Pd
NUPTK. 4357745647300033