Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ni Wayan Candra Dewi

NIM : 16.15.01.3575

Berkembangnya usaha kecil dan menengah di Indonesia merupakan suatu hal yang
sangat bagus, karena dengan semakin banyaknya pengusaha baik yang kecil, menengah maupun
besar di inonesia akan mempercepat kemajuan dan system perekonomian Negara Indonesia.
Dengan semakin banyaknya pengusaha di indonesia akan membuka sedikit peluang bagi
Indonesia untuk berubah dari Negara berkembang menjadi Negara maju. Namun masih banyak
kendala yang harus dihadapi yaitu masalah SDM, SDA, modal dan lain – lain . Untuk
mewujudkan hal tersebut maka diperlukan campur tangan pemerintah untuk mendukung dan
memelihara para pengusaha kecil dan menegah agar bisa berkembang dan maju.
     Selain itu pemerintah juga wajib untuk mengarahkan, membimbing, melindungi serta
menumbuhkan iklim usaha. Sehingga UMKM merasa diperhatikan dan tidak dimonopoli oleh
perusahaan yang lebih besar. Dan jika sampai usaha kecil dan menengah dimonopoli oleh
perusahaan yang lebih besar maka perusahaan kecil dan menengah tersebut tidak akan bisa maju
dan berkembang dan malah akan memberikan keuntungan yang lebih pada perusahaan tersebut
dan bukannya pada Negara. Oleh karena itu peran pemerintah sangatlah dibutuhkan dalam
masalah ini, agar para pengusaha kecil dan menengah tidak dimonopoli oleh perusahaan lain dan
bisa berkembang dengan kemampuan mereka sendiri. Adapun hal – hal yang harus dilakukan
pemerintah untuk meningkatkan kemajuan ekonomi khususnyadalam bidang UMKM yaitu :

A. Menciptakan Kerangka Aturan Main bagi Setiap Pelaku dalam Perekonomian 

Aturan main dibuat untuk menghindari penyalahgunaan persaingan. Baik persaingan antar
sesama produsen maupun persaingan antara produsen dan konsumen. Umpamanya saja untuk
melindungi konsumen dari kecurangan produsen pemerintah membuat standar kualitas produk
yang harus dipatuhi produsen. Pemerintah juga melindungi pekerja dari pemberian upah yang
terlalu rendah dengan cara menetapkan upah minimum, dan juga melindungi mereka dari
pemutusan hubungan kerja yang semena-mena dengan jalan mengharuskan perusahaan untuk
membayar uang pesangon.

B. Meredistribusikan Pendapatan 

Untuk mengurangi ketimpangan dalam pembagian pendapatan, maka pemerintah dengan


kemampuannya untuk menarik pajak berusaha mendistribusikan kembali pendapatan
masyarakat. Mereka yang berpendapatan tinggi dikenakan pajak yang lebih tinggi daripada yang
berpendapatan lebih rendah. Selanjutnya, dengan penerimaan yang diperoleh dari pajak
pemerintah juga dapat membantu masyarakat yang berpendapatan rendah dengan cara
memberikan subsidi. Misalnya saja memberikan subsidi pada pelayanan kesehatan dasar yang
diperoleh melalui puskesmas, subsidi pada biaya pendidikan dasar, dan subsidi pada harga beras,
subsidi pada harga pupuk. Dengan adanya subsidi diharapkan mereka yang berpendapatan paling
rendah pun dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.
C. Memasukkan Biaya dan Manfaat Sosial ke dalam Harga
 
Selain berfungsi untuk meredistribusikan pendapatan, kemampuan pemerintah untuk menarik
pajak dan membagi subsidi juga memungkinkan pemerintah untuk memasukkan biaya dan
manfaat sosial ke dalam harga. Produk-produk yang produksi dan konsumsinya menciptakan
biaya sosial dikenakan pajak agar minat seseorang untuk mengkonsumsi produk tersebut
berkurang, dan dengan demikian produksi dapat dibatasi. Umpamanya rokok. Konsumsi rokok
akan menciptakan biaya sosial bagi mereka yang tidak merokok dan merasa terganggu oleh asap
rokok. Untuk alas an itulah maka pemerintah mengenakan pajak (cukai) pada harga rokok.
Dengan adanya cukai rokok, harga rokok yang dibayar konsumen menjadi lebih tinggi (yaitu
sebesar harga rokok ditambah cukai), dan dengan demikian diharapkan konsumen akan
mengurangi konsumsi rokoknya .
Contoh yang berlawanan adalah pelayanan kesehatan dasar. Penyediaan layanan kesehatan
tidak hanya memberikan manfaat pada yang memperoleh layanan kesehatan itu saja namun juga
memberikan man- faat kepada masyarakat luas, karena masyarakat yang sehat tentu akan lebih
produktif. Mengingat manfaatnya yang begitu luas maka terdapat cukup alasan bagi pemerintah
untuk memberikan subsidi terhadap biaya untuk memperoleh layanan kesehatan dasar dari
puskesmas yang dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Dengan biaya berobat yang murah,
diharapkan masyarakat terdorong untuk pergi ke puskesmas manakala mereka membutuhkan
jasa pengobatan. Dari dua contoh tersebut kita dapat melihat bagaimana pemerintah dapat ikut
campur menentukan harga suatu barang dan jasa, sehingga manfaat dan biaya sosial dari suatu
barang dan jasa dapat tercermin di dalam harga.

D. Melaksanakan Kebijakan Stabilisasi 

Setiap pemerintahan memiliki kewajiban untuk menjaga agar perekonomian ada dalam
situasi yang stabil. Artinya, tingkat inflasi terkendali dan pengangguran berada pada tingkat yang
wajar. Untuk me- laksanakan tugas terse but, pemerintah memiliki seperangkat peralatan seperti
tingkat bunga, pengeluaran pemerintah, kebijakan pemberian kredit, pajak, dan sebagainya.
Umpamanya saja perekonomian mengalami tingkat inflasi yang tinggi, maka pemerintah
berkewajiban untuk mengendalikan angka inflasi tersebut. Bagaimanakah caranya? Berbagai
cara dapat ditempuh pemerintah untuk mengendalikan inflasi, umpamanya saja dengan cara
menaikkan tingkat bunga, menaikkan pajak, atau mengurangi belanja pemerintah. Semua
kebijakan tersebut memiliki dampak mengurangi permintaan, yang akibatnya bisa menurunkan
tingkat harga umum (inflasi). Sebaliknya, jika tingkat pengangguran begitu tinggi maka
pemerintah akan berusaha untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dengan cara,
umpamanya, menurunkan tingkat bunga untuk mendorong pihak swasta untuk berinvestasi. Cara
lain yang juga dapat ditempuh pemerintah adalah dengan cara memberikan kredit dengan tingkat
bunga disubsidi kepada sektor-sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.