Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PENYAKIT MENULAR

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

OLEH KELOMPOK : 5

1. Mulya Deferma (1803042)

OLEH DOSEN PEMBIMBING :

Sri Handayani,M.Kes

PRODI SI KESEHATAN MASYARAKAT

STIKES SYEDZA SAINTIKA PADANG

TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.Serta kepada ibuk Srihandayani yang telah memberikan kami tugas ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini.Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Padang, Maret 2020

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................................iii
BAB I............................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG............................................................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH :.....................................................................................................................1
BAB II...........................................................................................................................................................2
PEMBAHASAN.............................................................................................................................................2
A. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)........................................................................................2
B. Tanda dan Gejala DBD.....................................................................................................................2
C. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya DBD.........................................................................................3
D. Penularan Virus Dengue..................................................................................................................3
BAB III..........................................................................................................................................................7
PENUTUP.....................................................................................................................................................7
A. Kesimpulan......................................................................................................................................7
B. Saran................................................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................................8

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemrrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang
disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyti dan Aedes
albbopictus.Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali
ditempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut (Ginanjar, 2008).
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic
Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada
pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-
perdarahan.Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil,
Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari
1000 meter di atas permukaan air laut. Hal ini disebabkan karena penyakit ini telah merenggut
banyak nyawa. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI terdapat 14 propinsi dalam
kurun waktu bulan Juli sampai dengan Agustus 2005 tercatat jumlah penderita sebanyak 1781
orang dengan kejadian meninggal sebanyak 54 orang.

B. RUMUSAN MASALAH :
1. Apa itu demam berdarah dengue ?
2. Apa saja tanda dan gejala DBD ?
3. Faktor-faktor penyebab terjadinya DBD ?
4. Penularan virus DBD ?
5. Epidemiologi penyakit DBD ?
6. Pencegahan penyakit DBD ?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemrrhagic Fever (DHF) ialah penyakit
yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyti dan Aedes
albbopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali
ditempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut (Ginanjar, 2008).

Menurut Rampengan seseorang di dalam darahnya mengandung


virus Dengue merupakan sumber penular penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Virus Dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam. Bila
penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk ke
dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai
jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya. Kira-kira satu minggu setelah
menghisap darah penderita, nyamuk bersiap untuk menularkan kepada orang lain. Virus ini
akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi setiap kali
nyamuk menggigit, sebelum menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran alat
menggigitnya (proboscis), agar darah yang dihisap tidak membeku. Bersama air liur inilah
virus Dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain.

B. Tanda dan Gejala DBD

Penyakit ini ditujukan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala
berat, sakit pada sendi otot (myalgias  dan arthralgias) dan ruam. Ruam Demam Berdarah
mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah,
badan pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu,
radang perut juga bisa muncul dengan kombinasi sakit perut, rasa mual, muntah-muntah/ diare

Menurut Ginanjar (2008), Kriteria klinis DBD meliputi:

1. Demam tinggi berlangsung dalam waktu singkat, yakni antara 2-7 hari, yang dapat
mencapai 40 derajat celcius. Demam sering disertai gejala tidak spesifik, seperti tidak nafsu
makan (anoreksia), lemah badan (malaise), nyeri sendi dan tulang, serta rasa sakit di daerah
belakang bola mata (retro orbita), dan wajah yang kemerah-merahan (flushing) .

2
2. Tanda-tanda perdarahan seperti mimisan (epistaksis), perdarahan gusi, perdarahan pada kulit
seperti tes Rumppleede(+), ptekiae dan ekimosis,  serta buang air besar berdarah berwarna
merah kehitaman (melena) .
3. Adanya pembesaran organ hati (hepatomegali).
4. Kegagalan sirkulasi darah, yang ditandai dengan denyut nadi yang teraba lemah dan cepat,
ujung-ujung jari terasa dingin serta dapat disertai penurunan kesadaran dan renjatan (syok)
yang dapat menyebabkan kematian.

C. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya DBD

DBD disebabkan oleh virus dengue dari kelompok Arbovirus B, dan disebarkan oleh
artropoda.Vektor utama DBD ialah Aedes aegypti di daerah perkotaan dan Aedes albopictus di
daerah pedesaan.Nyamuk ini dapat menyebarkan virus dengue setelah sebelumnya menggigit
dan menghisap darah manusia yang sedang menderita DBD.Berdasarkan laporan yang ada,
virus ini juga dapat ditularkan transovarial sehingga telur- telur nyamuk ini terinfeksi oleh virus
dengue.Virus ini berkembangbiak di dalam tubuh nyamuk selama kurang dari 8-10 hari
terutama di dalam kelenjar air ludahnya. Saat nyamuk menggigit manusia, virus ini akan
ditularkan dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Masa inkubasi selama kurang lebih 4-
6 hari dan orang yang terinfeksi tersebut dapat menderita demam berdarah dengue (Dinkes,
2006)

Virus Dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk dalam kelompok B Airthopod
Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, Famili Flaviviradae
dan mempunyai 4 jenis serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4 (Departemen Kesehatan
RI, 2003). Keempat serotipe virus Dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe
yang bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotype lain. Serotipe DEN-3
merupakan serotype yang dominan dan banyak berhubungan dengan kasus berat. Virus Dengue
ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti (Kristina, dkk, 2004).

Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue, antara lain
faktor host, lingkungan (environment) dan faktor virusnya sendiri. Faktor host yaitu kerentanan
(susceptibility) dan respon imun. Faktor lingkungan (environment) yaitu kondisi geografi
(ketinggian dari permukaan laut, curah hujan, angin, kelembaban, musim), Kondisi demografi
(kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi penduduk).Faktor agent yaitu sifat
virus Dengue, yang hingga saat ini telah diketahui ada 4 jenis serotipe yaitu Dengue 1, 2, 3, dan
4.Penelitian terhadap epidemi Dengue di Nicaragua tahun 1998, menyimpulkan bahwa
epidemiologi Dengue dapat berbeda tergantung pada daerah geografi dan serotipe virusnya.

D. Penularan Virus Dengue

3
1. Mekanisme penularan
Demam berdarah dengue  tidak menular melalui kontak manusia dengan
manusia.Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah hanya dapat ditularkan melalui
nyamuk.Oleh karena itu, penyakit ini termasuk kedalam kelompok arthropod borne
diseases.Virus dengue berukuran 35-45 nm.Virus ini dapat terus tumbuh dan berkembang
dalam tubuh manusia dan nyamuk.Terdapat tiga faktor yang memegang peran pada penularan
infeksi dengue, yaitu manusia, virus, dan vektor perantara.Virus dengue masuk ke dalam tubuh
nyamuk pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia, kemudian virus dengue
ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang
infeksius.
Seseorang yang di dalam darahnya memiliki virus dengue (infektif) merupakan sumber
penular DBD.Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam
(masa inkubasi instrinsik). Bila penderita DBD digigit nyamuk penular, maka virus dalam
darah akan ikut terhisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan
berkembangbiak dan menyebar ke seluruh bagian tubuh nyamuk, dan juga dalam kelenjar
saliva. Kira-kira satu minggu setelah menghisap darah penderita (masa inkubasi ekstrinsik),
nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain. Virus ini akan tetap berada dalam
tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Aedes aegypti yang telah
menghisap virus dengue menjadi penular (infektif) sepanjang hidupnya.
Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menggigit (menusuk), sebelum menghisap
darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran alat tusuknya (probosis), agar darah yang
dihisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke
orang lain.13 Hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang dapat menularkan
virus dengue.Nyamuk betina sangat menyukai darah manusia (anthropophilic) dari pada darah
binatang.kebiasaan menghisap darah terutama pada pagi hari jam 08.00-10.00 dan sore hari
jam 16.00-18.00. Nyamuk betina mempunyai kebiasaan menghisap darah berpindah-pindah
berkali-kali dari satu individu ke individu lain (multiple biter). Hal ini disebabkan karena pada
siang hari manusia yang menjadi sumber makanan darah utamanya dalam keadaan aktif
bekerja/bergerak sehingga nyamuk tidak bisa menghisap darah dengan tenang sampai kenyang
pada satu individu.Keadaan inilah yang menyebabkan penularan penyakit DBD menjadi lebih
mudah terjadi.
2. Tempat Potensial Bagi Penularan Penyakit DBD
Penularan penyakit DBD dapat terjadi di semua tempat yang terdapat nyamuk penularnya.
Tempat-tempat potensial untuk terjadinya penularan DBD adalah :
1. Wilayah yang banyak kasus DBD (rawan/endemis)
2. Tempat-tempat umum merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang datang dari
berbagai wilayah sehingga kemungkinan terjadinya pertukaran beberapa tipe virus dengue
cukup besar.

Tempat-tempat umum itu antara lain :

4
a. Sekolah
Anak murid sekolah berasal dari berbagai wilayah, merupakan kelompok umur yang paling
rentan untuk terserang penyakit DBD.
b. Rumah Sakit/Puskesmas dan sarana pelayanan kesehatan lainnya : Orang datang dari
berbagai wilayah dan kemungkinan diantaranya adalah penderita DBD, demam dengue
atau carier virus dengue.
c. Tempat umum lainnya seperti
Hotel, pertokoan, pasar, restoran, tempat-tempat ibadah dan lain-lain.
3. Pemukiman baru di pinggiran kota
Karena di lokasi ini, penduduk umumnya berasal dari berbagai wilayah,
maka         kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa
tipe virus dengue yang berlainan dari masing-masing lokasi awal.

3. Epidemiologi Penyakit DBD


1. Distribusi Penyakit DBD Menurut Orang

DBD dapat diderita oleh semua golongan umur, walaupun saat ini DBD lebih banyak
pada anak-anak, tetapi dalam dekade terakhir ini DBD terlihat kecenderungan kenaikan
proporsi pada kelompok dewasa, karena pada kelompok umur ini mempunyai mobilitas yang
tinggi dan sejalan dengan perkembangan transportasi yang lancar, sehingga memungkinkan
untuk tertularnya virus dengue lebih besar, dan juga karena adanya infeksi virus dengue jenis
baru yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4 yang sebelumya belum pernah ada pada suatu
daerah.

Pada awal terjadinya wabah di suatu negara, distribusi umur memperlihatkan jumlah
penderita terbanyak dari golongan anak berumur kurang dari 15 tahun (86-95%). Namun
pada wabah wabah selanjutnya jumlah penderita yang digolongkan dalam usia dewasa muda
meningkat. Di Indonesia penderita DBD terbanyak pada golongan anak berumur 5-11 tahun,
proporsi penderita yang berumur lebih dari 15 tahun meningkat sejak tahun 1984

2. Distribusi Penyakit DBD Menurut Tempat

Penyakit DBD dapat menyebar pada semua tempat kecuali tempat-tempat dengan
ketinggian 1000 meter dari permukaan laut karena pada tempat yang tinggi dengan suhu
yang rendah perkembangbiakan Aedes aegypti tidak sempurna. Dalam kurun waktu 30
tahun sejak ditemukan virus dengue di Surabaya dan Jakarta tahun 1968 angka kejadian
sakit infeksi virus dengue meningkat dari 0,05 per 100.000 penduduk menjadi 35,19 per
100.000 penduduk tahun 1998. Sampai saat ini DBD telah ditemukan diseluruh propinsi di
Indonesia.

Meningkatnya kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit disebabkan karena


semakin baiknya sarana transporttasi penduduk, adanya pemukiman baru, dan terdapatnya

5
vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta adanya empat tipe virus yang
menyebar sepanjang tahun

4. Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat menangkal demam berdarah. Oleh karena itu cara
terbaik untuk mencegah DBD adalah dengan menghindari terkena gigitan nyamuk yang
membawa virusnya. Berikut ini adalah cara-cara agar kita bisa terhindar dari gigitan nyamuk
Aedes aegypti:

 Mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah Anda, misalnya dengan


penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging).
 Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
 Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air
lainnya yang ada di rumah Anda.
 Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
 Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
 Memakai losion anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide
(DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih
berusia di bawah dua tahun.
 Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk

6
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemrrhagic Fever (DHF) ialah
penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes
aegyti dan Aedes albbopictus.Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok
Indonesia kecuali ditempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut
(Ginanjar, 2008).
Penyakit ini ditujukan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit
kepala berat, sakit pada sendi otot (myalgias dan arthralgias) dan ruam. Ruam Demam
Berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu pada
bagian bawah, badan pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir
seluruh tubuh. Selain itu, radang perut juga bisa muncul dengan kombinasi sakit perut,
rasa mual, muntah-muntah/ diare.
Pencegahan penyakit DBD dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu pencegahan
primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier.Pencegahan tingkat pertama ini
merupakan upaya untuk mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau
mencegah orang yang sehat menjadi sakit.

B. Saran

Dengan diselesaikannya makalah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui


konsep penyakit demam berdarah dengue dan dapat menerapkan pola hidup bersih dan
sehat.Pembaca sebaiknya mengerti dan memahami bahaya dari penyakit DBD tersebut,
sehingga setiap individu tersebut bisa lebih merasa khawatir dan mampu menjaga diri dan
lingkungannya dari kemungkinan terserangnya demam berdarah.

7
DAFTAR PUSTAKA

CDC. 2003.Dengue Fever. Division of Vector-Borne Infectious Diseases

Dahlan, M.S.,2009, Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran
dan kesehatan, Edisi 2, Jakarta, Salemba Medika

Depkes RI 1992. Petunjuk Teknis Pengamatan Penyakit Demam Berdarah Dengue.

Ginanjar, S.2008, Stop Demam Berdarah Dengue, Bogor, Cita Insan Madani

Suroso T, dkk,. 2003. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Dengue dan Demam
Berdarah Dengue. Depkes RI

Suroso T., Umar, A.I. 2000. Epidemiologi dan Penanggulangan Penyakit DBD, FK UI. Jakarta

WHO. 2000. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Dengua dan Demam Berdarah
Dengue,