Anda di halaman 1dari 3

2.

3 UKP

1. Pelayanan Rawat Jalan

Pelayanan rawat jalan (ambulatory) adalah salah satu bentuk dari pelayanan
kedokteran. Secara sederhana yang dimaksud dengan pelayanan rawat jalan adalah
pelayanan kedoteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam berbentuk rawat inap
(hospitalization)

Tujuan dari pelayanan rawat jalan adalah mengupayakan kesembuhan dan


pemulihan pasien secara optimal melalui prosedur dan tindakan yang dapat
dipertanggung jawabkan (standart pelayanan rumah sakit, dirjen depkes RI tahun 1999).

a. Standart pelayanan rawat jalan


1) Pelayanan rawat jalan di puskesmas ngletih dibuka setiap hari senin-sabtu
2) Jam buka pelayanan adalah senin kamis pukul 07.30-14.30, hari jumat pukul
07.00-11.00, dan hari sabtu pukul 07.30-13.00.
3) Pelayanan rawat jalan di puskesmas ngletih ditangani dokter umum
4) Waktu tunggu untuk rawat jalan tidak lebih dari 60 menit
5) Kepuasan pelanggan lebih dari 90%

2. Penanganan Gawat Darurat

upaya penanganan kegawat daruratan adalah pelayanan medic dasar yang ditujukan
untuk membantu pasien mengatasi kegawatan jalan nafas, pernafasan, peredaran darah
dan kesadaran. Puskesmas non perawatan dapat memberikan pelayanan gawat darurat
kepada masyarakat yang menderita penyakit akut dan mengalami kecelakaan

a. Tugas pokok
Bertanggung jawab terhadap terlaksananya pelayanan di sub unit gawat darurat sesuai
dengan prosedur kerja dan instruksi kerja
b. Fungsi
Sebagai coordinator, perencanaan dan evaluasi pelayanan sub unit gawat darurat.
c. Kegiatan pokok
Kegiatan upaya penanganan kegawat daruratan
1) Kegiatan di dalam gedung
a) Pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat untuk menilai tingkat
kegawatan dan member tindakan prioritas berdasarkan SOP
b) Diagnosis dan penanganan permasalahan dalam upaya penyelamatan jiwa,
mengurangi kecacatan dan kesakitan penderita
(1) Melakukan pembalutan, pembidaian dan resusitasi
(2) Mengatasi renjatan/syok hipovolemik
(3) Melakukan observasi
(4) Memberikan antidotum pada gigitan ular dan keracunan
(5) Pelayanan gawat darurat oleh petugas paling lama 5 (lima) menit setelah
pasien sampai di UGD
c) Memberikan bantuan hidup dasar dan bantuan hiup lanjut tertentu
d) Membantu pasien mengatasi kegawatan jalan nafas, pernafasan, sirkulasi
pembuluh darah dan kesadaran (airway-breathing-circulation-brain)
e) Melakukan resusitasi dan stabilisasi serta pertolongan sementara/tindakan
darurat ssebelum korban di evaluasi/transportasi ke rumah sakit rujukan
f) Melakukan tindakan operatif terbatas sesuai kompetensi terhadap penderita
gawat darurat antara lain: kecelakaan lalu lintas, persalinan dengan penyulit,
penyakit yang mendadak dan gawat.
2) Kegiatan diluar gedung
a) Melakukan pelatihan bantuan hidup dasar kepada masyarakat awan umum
dan awam khusus
b) Membantu pasien mengatasi kegawat daruratan jalan nafas, pernafasan,
peredaran darah dan kesadaran (airway-breathing-circulation-brain)
c) Melaksanakan simulasi evakuassi bencana
d) Palayanan gawat darurat pada ssituasi bencana

3. Pelayanan Kefarmasian

Pelayanan kefarmassian adalah pelayanan yang berorientasi kepada penyediaan


obat yang bermutu, dan kepada pasien (yang mengacu kepada asuhan
kefarmasian/pharmaceutical care) sesuai pedoman/standart, termasuk pelayanan farmasi
yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

a. Tugas pokok
Mengelola dan mengendalikan semua obat dan BMHP yang beredar dan digunakan
di puskesmas, menjamin keamanan, kemanfaatan dan mutu yang paling baik
b. Fungsi
Bertanggung jawab dalam penetapan sasaran jangka pendek dan jangka panjang
didasarkan pada visi, misi dan pengembangan serta kecendrungan dalam pelayanan
kesehatan, praktik farmasi yang diperluas dan kebutuhan khusus puskesmas.
c. Kegiatan pokok
Kegiatan kefarmasian
1) Kegiatan di dalam gedung
2) Pelayanan farmasi yang sesuai standart baik dalam keadaan biasa maupun dalam
keadaan gawat darurat, sesuai dengan keadaan pasien maupun fasilitas yang
tersedia.
a) Pengkajian dan pelayanan resep
b) Pelayanan informasi obat
c) Konseling penggunaan obat
d) Visite petugas farmasi terkait dengan penggunaan obat
e) Perencanaan pengadaan pembekalan farmasi
f) Penyelenggaraan pelayanan farmasi yang meliputi penyiapan, pencampuran,
penyampaian obat, pemantauan obat dalam hal dosis, indikasi efek samping,
perhitungan kadar dan harga.
g) Penyidiaan informasi dan edukasi terkait dengan kefarmasian bagi staf medic,
tenaga kesehatan dan pasien
h) Pelayanan bahan/alat steril keperluan pembedahan medis dan perawatan
tertentu, di ruangan dan di dalam puskesmass perawatan (jika diperlukan)
3) Kegiatan di luar gedung
a) Pelayanan kefarmasian pada kegiatan bakti social/pengobatan missal
b) Pelayanan kefarmasian pada kegiatan puskesmas keliling
c) Pelayanan kefarmasian pada kegiatan penanggulangan bencana
d. Kewenangan
1) Menyusun, melaksanakan dan menganalisa sasaran mutu pelayanan farmasi
2) Membuat jadwal petugas pelaksana pelayanan farmasi untuk diusulkan ke kepala
puskesmas