Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

HEARING AID
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Biomedik

Oleh:

RIFQI BUNAIYA NUZILWAN


11755100225

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SULTAN SYARIF KASIM RIAU

2020
ALAT BANTU DENGAR (HEARING AID)
Alat bantu dengar merupakan suatu alat elektronik yang dioperasikan dengan
batere, yang berfungsi memperkuat dan merubah suara sehingga komunikasi bisa berjalan
dengan lancar. 
Alat bantu dengar terdiri dari: 
1) Microphone, merubah suara menjadi signal elektronik, signal elektronik ini kemudian
diperkeras oleh amplifier.
2) Amplifier, berfungsi untuk memperkeras elektronik signal dari mikrofon menjadi
signal yang lebih besar.
3) Receiver atau loudspeaker, merubah elektronik signal yang sudah diperkeras menjadi
suara.
Berdasarkan hasil tes fungsi pendengaran, seorang audiologis bisa menentukan
apakah penderita sudah memerlukan alat bantu dengar atau belum (audiologis adalah
seorang profesional kesehatan yang ahli dalam mengenali dan menentukan beratnya
gangguan fungsi pendengaran). 
Alat bantu dengar sangat membantu proses pendengaran dan pemahaman
percakapan pada penderita penurunan fungsi pendengaran sensorineural. 
Dalam menentukan suatu alat bantu dengar, seorang audiologis biasanya akan
mempertimbangkan hal-hal berikut: 
 kemampuan mendengar penderita 
 aktivitas di rumah maupun di tempat bekerja 
 keterbatasan fisik 
 keadaan medis 
 penampilan 
 harga.
MACAM – MACAM ALAT BANTU DENGAR

1. Alat Bantu Dengar Hantaran Udara


Alat ini paling banyak digunakan, biasanya dipasang di dalam saluran telinga
dengan sebuah penutup kedap udara atau sebuah selang kecil yang terbuka. 
 Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Badan 

Digunakan pada penderita tuli dan merupakan alat bantu dengar yang paling
kuat.Alat ini disimpan dalam saku kemeja atau celana dan dihubungkan dengan sebuah
kabel ke alat yang dipasang di saluran telinga. Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan
anak-anak karena pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak. Cara kerja alat ini
sama dengan alat bantu dengar yang lain. Tetapi yang membedakan adalah amplifier dan
mikrofon pada alat ini bisa ditaruh di saku berbentuk kotak biasanya,dan dihubungkan
dengan kabel ke telinga. Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan anak-anak karena
pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak. 
 Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Belakang Telinga 

Digunakan untuk penderita gangguan fungsi pendengaran sedang sampai berat. 


Alat ini dipasang di belakang telinga dan relatif tidak terlihat oleh orang lain misalnya
BTE.
 CROS (contralateral routing of signals) 

Alat ini digunakan oleh penderita yang hanya mengalami gangguan fungsi
pendengaran pada salah satu telinganya. Mikrofon dipasang pada telinga yang tidak
berfungsi dan suaranya diarahkan kepada telinga yang berfungsi melalui sebuah kabel atau
sebuah transmiter radio berukuran mini.  Dengan alat ini, penderita dapat mendengarkan
suara dari sisi telinga yang tidak berfungsi. 
 BICROS (bilateral CROS) 
Jika telinga yang masih berfungsi juga mengalami penuruna fungsi pendengaran
yang ringan, maka suara dari kedua telinga bisa diperkeras dengan alat ini. 

2. Alat Bantu Dengar Hantaran Tulang 

Alat ini digunakan oleh penderita yang tidak dapat memakai alat bantu dengar
hantaran udara, misalnya penderita yang terlahir tanpa saluran telinga atau jika dari
telinganya keluar cairan (otore). 
Alat ini dipasang di kepala, biasanya di belakang telinga dengan bantuan sebuah
pita elastis. Suara dihantarkan melalui tulang tengkorak ke telinga dalam. 
Beberapa alat bantu dengar hantaran tulang bisa ditanamkan pada tulang di belakang
telinga. 

BERBAGAI CONTOH HEARING AID


Hearing aid atau alat bantu pendengaran pada saat ini tersedia dalam beberapa
jenis. Tipe yang terbaik untuk dipilih tergantung pada tingkat kehilangan pendengaran,
bentuk telinga, gaya hidup dan kebutuhan akan pendengaran. Setelah mengevaluasi tingkat
pendengaran, seorang ahli THT dapat menolong kita untuk menentukan pilihan yang tepat.
Berikut ada empat jenis alat bantu pendengaran :
1. Behind The Ear (BTE)
Jenis alat bantu pendengaran ini diletakkan di belakang telinga dan dikaitkan di
bagian atas daun telinga. Alat ini ditahan oleh bentuk telinga sesuai dengan kanal telinga
sehingga suara dari alat bantu pendengaran ini diteruskan ke gendang telinga. Jenis ini
mudah untuk dimanipulasi dan segala tipe rangkaian dapat sesuai dengan model ini.
Seluruh hearing aid, tanpa memperhatikan jenisnya, dibuat dengan bagian dasar yang
sama. Pada Hearing Aid jenis BTE,seperti yang ditunjukkan dibawah ini, anda dapat
mengamati mikrofon, tone hook, volume control, saklar on/off,dan baterai.
Mikrofon mengambil suara - suara dari sekitarnya dan mengirimnya ke prosessor
yang memperkuat sinyal tersebut. Hearing Aid akan memperkuat beberapa frekuensi dari
suara yang masuk lebih dari berbagai ketergantungan atas kehilangan pendengaran anak
anda. Ahli suara anda menggunakan hearing aid's tone controls untuk menghasilkan
penguatan suara yang sesuai untuk kehilangan pendengaran pada anak anda.
Setelah suara tersebut diperkuat, kemudian suara tersebut diarahkan melalui
hearing aid tone hook ke sebuah earmold yang mana dibuat berdasarkan kebiasaan untuk
setiap anak. Tone hook adalah sebuah lempengan plastic kecil yang terkait diatas dan
belakang telinga bagian luar pada anak (pinna). Earmold mempengaruhi hearing aid dalam
telinga anak dan mengarahkan suara dari hearing aid ke dalam kanal telinga. Earmolds
terbuat dari bahan materi lunak setelah sebuah cetakan diambil dari telinga anak anda.
Earmolds dibuat tersendiri untuk setiap anak dan dipaskan dengan sempit dalam kanal
telinga. Selama seorang bayi tumbuh, earmolds perlu untuk diganti sesuai pada bentuk
dasar.
2. In The Ear (ITE)
Jenis ini diletakkan di dalam daun telinga. Alat ini akan menutup saluran telinga
sepenuhnya. Seperti halnya BTE, jenis tipe ini mudah dioperasikan dapat sesuai dengan
kebanyakan rangkaian yang dikembangkan.

3. In The Canal (ITC)


Jenis ini diletakkan di dalam saluran kanal telinga dan tidak terlalu tampak
kelihatan dibandingkan dengan jenis BTE ataupun ITE. Karena bentuknya yang lebih kecil
sehingga jenis ini pasti lebih sukar untuk dimodifikasi dan tidak semua tipe rangkaian
dapat pas untuk model ini.

Berikut adalah salah satu contih rangkaian sebuah alat bantu pendengaran yang didesain
sebagai penguat yang digunakan untuk alat jenis ITE dan BTE.
4. Completely-in-the-Canal (CIC)
Jenis alat bantu dengar yang satu ini dipasang jauh di dalam saluran kanal telinga
dan umumnya tidak dapat dilihat. Karena bentuknya yang begitu kecil sehingga tidak
semua tipe rangkaian dapat sesuai dengan model ini. Jenis ini sangat sesuai untuk penderita
yang amat parah. Pada dasarnya cara kerja alat pendengaran ini sama dengan jenis BTE
melainkan letaknya saja yang berbeda.
5. Bone Anchored Hearing Aids (BAHA)
Jenis alat bantu dengar tipe ini dipasang permanen di dalam kulit di belakang
telinga, yaitu sebuat lempeng titanium dan prossesor. Prinsip kerjanya yaitu lempeng
titanium menerima rangsang dari luar kemudian diolah di prosessor dan dilanjutkan ke
telinga bagian dalam melalui tulang.

6. Cochlear implant
Cochlear implant adalah alat pendengaran buatan yang dirancang untuk
menghasilkan sensasi pendengaran yang berguna yang secara elektrikal merangsang saraf -
saraf dalam pusat telinga. The cochlear implant dirancang untuk simpangan bagian –
bagian rusak dari bagian dalam telinga dan mengirim rangsangan listrik secara langsung ke
saraf pendengar dimana rangsangan tersebut kemudian ditafsirkan sebagai suara oleh otak.
Alat ini menyediakan kemampuan untuk sensasi pendengaran yang berguna dan
memperbaiki kemampuan berkomunikasi bagi orang yang kehilangan pendengaran yang
parah. Cochlear implants adalah sebuah pilihan penting bagi individu yang memperoleh
sedikit atau tidak ada keuntungan dari sebuah hearing aid konvensional. Prinsip kerja dari
cochlear implant :
a) Gelombang suara masuk pada mikrofon yang ditempatkan pada headpiece.
b) Suara dikirim ke speech processor melalui sebuah kabel tipis yang
menghubungkan headpiece ke speech processor.
c) The speech processor mengubah suara tersebut menjadi sebuah sinyal khusus
yang dapat ditafsirkan oleh otak. Perubahan ini diselesaikan dengan suatu
program yang disebut speech processing strategies.
d) Sinyal khusus tersebut dikirim kembali melalui kabel yang sama ke headpiece
dan dikirim melewati kulit melalui gelombang radio ke alat yang ditanam
tersebut.
e) Sinyal tersebut berjalan melalui barisan elektroda di dalam pusat telinga dan
merangsang saraf pendengaran.
f) Saraf pendengaran kemudian mengirim sinyal – sinyal listrik ke otak dimana
siyal – sinyal listrik tersebut ditafsirkan sebagai suara.
DAFTAR PUSTAKA

[1] Cameron John R, Skofronick James G, “Medical Physics”, pp 17, John Willy & Sons
Inc, New York.
[2] http://medicastore.com/penyakit/357/Berkurangnya_Pendengaran_&_Tuli.html
[3] http://id.shvoong.com/medicine-and-health/otolaryngology/1941963-alat-bantu-dengar/
[4] http://reviewpla.net/3538/bagaimana-cara-kerja-alat-bantu-pendengaran
[5] http://doktermu.com/Penyakit-penyakit-umum/bagaimana-alat-bantu-pendengaran-
bekerja.html
[6] http://reviewpla.net/3540/tentang-alat-bantu-pendengaran
[7] http://anaktunarungu.wordpress.com/2008/02/13/cara-kerja-alat-bantu-dengar/
[8] http://www.scribd.com/doc/46697821/Fisika-Kesehatan
[9] http://medicastore.com/penyakit/357/Berkurangnya_Pendengaran_&_Tuli.html
[10] http://www.explainthatstuff.com/hearingaids.html